SI326-022032-994-7 118KB Jul 12 2011 05:50

advertisement
Prinsip dan kode etik dalam bisnis
ETIKA BISNIS
•MERUPAKAN SISTEM NILAI YANG DIJABARKAN DARI
FILOSOFI PERUSAHAAN,
PARADIGMA BISNIS, DAN BUSSINESS VALUES YANG DIANUT OLEH
PERUSAHAAN SEBAGAI ACUAN UNTUK
BERHUBUNGAN DENGAN
LINGKUNGAN INTERNAL
MAUPUN EKSTERNAL.
•MENGATUR HUBUNGAN ANTARA PERUSAHAAN (DI DALAM PENGERTIAN INI
ADALAH PERUSAHAAN
SEBAGAI SUATU ENTITAS) DENGAN
PELANGGAN,
PEMEGANG
SAHAM, INDIVIDU DALAM
PERUSAHAAN,
PETANI PLASMA, PEMASOK, KREDITUR, KOMUNITAS
(PUBLIK), PEMERINTAH, AUDITOR, MEDIA
MASSA, PESAING.
•MENJELASKAN BAGAIMANA PERUSAHAAN (SEBAGAI SUATU
ENTITAS)
BERETIKA, BERSIKAP DAN BERTINDAK DALAM UPAYA MENYEIMBANGKAN
KEPENTINGAN
PERUSAHAAN DENGAN SELURUH
STAKEHOLDER
LAINNYA.
PRINSIP ETIKA BISNIS
SONNY KERAF (1998)
•PRINSIP OTONOMI, adalah sikap dan kemampuan
manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak
berdasarkan kesadarannya tentang apa yang
dianggapnya baik untuk dilakukan.
•PRINSIP KEJUJURAN, terdapat tiga lingkup kegiatan
bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa
bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil
kalau tidak didasarkan atas kejujuran.
•PERTAMA, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat
perjanjian dan kontrak.
•KEDUA, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa
dengan mutu dan harga yang sebanding.
•KETIGA, jujur dalam hubungan kerja intern dalam
suatu perusahaan
•PRINSIP KEADILAN, menuntut agar setiap
orang diperlakukan secara sama sesuai
dengan aturan yang adil dan sesuai
kriteria rasional obyektif, serta dapat
dipertanggungjawabkan.
•PRINSIP SALING MENGUNTUNGKAN (MUTUAL
BENEFIT PRINCIPLE), menuntut agar
bisnis dijalankan sedemikian rupa
sehingga menguntungkan semua pihak.
•PRINSIP INTEGRITAS MORAL, terutama
dihayati sebagai tuntutan internal dalam
diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar
perlu menjalankan bisnis dengan tetap
menjaga nama baik pimpinan/orangorangnya maupun perusahaannya
PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS
BAGAIMANA MENERAPKANNYA AGAR BENARBENAR DAPAT OPERASIONAL
•MEMBANGUN BUDAYA PERUSAHAAN
(CORPORATE CULTURE)
•MENENTUKAN VISI SEBAGAI SIKAP DAN
PERILAKU ORGANISASI
•MEMBANGUN ETOS BISNIS
ETOS BISNIS DITENTUKAN
OLEH GAYA KEPEMIMPINAN
PERAN PEMIMPIN
DALAM MEMBENTUK BUDAYA KERJA KORPORATIF, yaitu:
•FIRST ADAPTER, penerima dan pelaksana
pertama dari budaya kerja
•MOTIVATOR, untuk mendorong insan
organisasi/ korporasi melaksanakan budaya
kerja secara konsisten dan konsekuen
•ROLE MODEL, teladan bagi insan korporasi
terhadap pelaksanaan budaya kerja
PENCETUS DAN PENGELOLA, strategi dan
program budaya kerja sesuai kebutuhan
korporasi
BISNIS YANG BAIK
-SESUNGGUHNYA TIDAK BISA DILEPASKAN DARI
KEHIDUPAN KITA SEBAGAI MANUSIA
-SANGAT ERAT TERKAIT DENGAN SISTEM NILAI YANG
DIANUT OLEH MASING-MASING MASYARAKAT
PEMBENTUKAN BUDAYA KORPORATIF YANG BAIK PALING
MENENTUKAN: ORANG-ORANGNYA
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
•KETERLIBATAN PERUSAHAAN DALAM BERBAGAI KEGIATAN SOSIAL
MERUPAKAN SUATU NILAI YANG SANGAT POSITIF BAGI PERKEMBANGAN DAN
KELANGSUNGAN PERUSAHAAN DALAM JANGKA PANJANG.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
•KETERLIBATAN SOSIAL PERUSAHAAN DI MASYARAKAT AKAN MENCIPTAKAN
SUATU CITRA YANG SANGAT POSITIF.
•BEBERAPA AKADEMISI DAN PRAKTISI BISNIS MELIHAT ADANYA HUBUNGAN
SINERGIS ANTARA ETIKA DAN LABA.
•DI ERA KOMPETISI YANG KETAT INI, REPUTASI BAIK MERUPAKAN SEBUAH
COMPETITIVE ADVANTAGE YANG SULIT DITIRU.
•KUNCI UTAMA KESUKSESAN ADALAH REPUTASINYA SEBAGAI PENGUSAHA
YANG MEMEGANG TEGUH INTEGRITAS DAN KEPERCAYAAN PIHAK LAIN.
•BERETIKA DALAM BISNIS TIDAK AKAN MEMBERI KEUNTUNGAN SEGERA 
PARA PENGUSAHA DAN PRAKTISI BISNIS HARUS BELAJAR UNTUK BERPIKIR
JANGKA PANJANG.
ETIKA DAN LABA DALAM BISNISBISNIS
•BIAYA SOSIAL YANG DIKELUARKAN DIANGGAP SEBAGAI
INVESTASI JANGKA PANJANG.
•USAHA2 IKUT MELESTARIKAN LINGKUNGAN, PERBAIKAN
PRASARANA UMUM, PENYULUHAN, PELATIHAN, DAN
PERBAIKAN KESEHATAN LINGKUNGAN WALAUPUN
MEMERLUKAN BIAYA SOSIAL YANG SIGNIFIKAN, NAMUN
SECARA JANGKA PANJANG SANGAT MENGUNTUNGKAN
PERUSAHAAN
BIAYA SOSIAL TERSEBUT BISA MENCIPTAKAN IKLIM SOSIAL
POLITIK YANG KONDUSIF BAGI KELANGSUNGAN BISNIS
PERUSAHAAN TERSEBUT.
BIAYA SOSIAL DAN
KELANGSUNGAN USAHA
•HUBUNGAN ANTAR INDIVIDU (DEWAN
KOMISARIS, DIREKSI, DAN KARYAWAN)
DALAM PERUSAHAAN.
•HUBUNGAN INDIVIDU DENGAN
PERUSAHAAN.
•HUBUNGAN INDIVIDU DENGAN
STAKEHOLDER LAINNYA.
ETIKA KERJA DI PERUSAHAAN
MERUPAKAN S ISTEM NILAI Y ANG MENGATUR PELANGGAN :
PEMILIK(Pemegang Saham)
KOMUNITAS(Publik)
AUDITOR
PEMERINTAH
PERILAKU PERUSAHAAN
PEMERINTAH
INDIVIDU(dalam Perusahaan)
PEMASOK
PETANI PLASMA
PESAING
MEDIA MASSA
CONTOH:
STAKEHOLDER MAP USAHA PERKEBUNAN
PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE
( CONTOH ETIKA BISNIS DALAM BUMN)
(KEP. MENEG. BUMN No. 117/M-MBU/2002, tgl 31 Juli 2002)
TRANSPARANSI, yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses
pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan
informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.
KEMANDIRIAN, yaitu suatu keadaan di mana perusahaan dikelola
secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan
dari pihak mana pun yang tidak sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan prinsip korporasi yang sehat.
AKUNTABILITAS, yaitu kejelasan fungsi, pelaksanaan dan
pertanggungjawaban organ (RUPS, Komisaris dan Direksi) sehingga
pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
PERTANGGUNGJAWABAN, yaitu kesesuaian di dalam pengelolaan
perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
prinsip korporasi yang sehat.
KEWAJARAN (FAIRNESS), yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam
memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
INTERAKSI PERUSAHAAN DENGAN PELANGGAN
• PERUSAHAAN MENGHORMATI HAK-HAK PELANGGAN SESUAI DENGAN
PERATURAN PERUNDANGAN YANG BERLAKU.
• PERUSAHAAN MEMENUHI KOMITMENNYA DARI SEGI HARGA, KUALITAS,
WAKTU PENGIRIMAN, JAMINAN PRODUK MAUPUN LAYANAN PURNA
JUAL SESUAI DENGAN KETENTUAN PERUSAHAAN, PERATURAN DAN
PERUNDANGAN YANG BERLAKU.
• PERUSAHAAN MEMBERIKAN LAYANAN YANG SAMA KEPADA SEMUA
PELANGGAN.
• MANAJEMEN PERUSAHAAN TIDAK DIPERKENANKAN MEMBERI ATAU
MENERIMA SEGALA BENTUK IMBALAN BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK
LANGSUNG.
• PERUSAHAAN MENJAGA KERAHASIAAN INFORMASI MENGENAI
PELANGGAN.
INTERAKSI DENGAN PEMEGANG SAHAM
• PERUSAHAAN MEMPERLAKUKAN PEMEGANG SAHAM
SESUAI DENGAN ANGGARAN DASAR PERUSAHAAN DAN
PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU.
• PERUSAHAAN MEMBERIKAN KINERJA YANG OPTIMAL
DAN MENJAGA CITRA YANG BAIK UNTUK MENINGKATKAN
NILAI BAGI PEMEGANG SAHAM.
• PERUSAHAAN MEMEGANG TEGUH PERUNDANGUNDANGAN MENGENAI INFORMASI ORANG DALAM
(INSIDER INFORMATION) TERHADAP PERMINTAAN AKSES
ATAS INFORMASI TERTENTU YANG SENSITIF DAN ATAU
RAHASIA.
INTERAKSI DENGAN MASYARAKAT (3)
• PERUSAHAAN TURUT MEMELIHARA LINGKUNGAN
HIDUP YANG BERSIH DAN SEHAT DI SEKITAR
PERUSAHAAN.
• PERUSAHAAN BESERTA UNIT-UNIT KERJANYA
MEMBANGUN DAN MEMBINA HUBUNGAN YANG
SERASI DAN HARMONIS SERTA BERUPAYA MEMBERI
MANFAAT MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN.
• PERUSAHAAN MENGHORMATI HAK ASASI MANUSIA,
SERTA ASPEK SOSIAL, BUDAYA, ADAT ISTIADAT DAN
AGAMA.
INTERAKSI DENGAN PESAING (4)
• PERUSAHAAN MENJAGA TERCIPTANYA PERSAINGAN YANG ADIL, SEHAT
DAN TRANSPARAN SESUAI DENGAN KETENTUAN PERUSAHAAN DAN
PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU.
• PERUSAHAAN TIDAK DIBENARKAN UNTUK MENGEMBANGKAN
KERJASAMA DENGAN PESAING YANG DAPAT MERUGIKAN PELANGGAN.
• PERUSAHAAN TIDAK DIBENARKAN MENDISKREDITKAN PESAING.
• PERUSAHAAN DAPAT MENCARI INFORMASI MENGENAI PESAING SEJAUH
TIDAK MELANGGAR PERUNDANGAN YANG BERLAKU.
• SELURUH INDIVIDU DALAM PERUSAHAAN TIDAK DIPERKENANKAN
UNTUK IKUT SERTA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK
LANGSUNG DALAM KEPEMILIKAN DAN KEPENGURUSAN PERUSAHAAN
PESAING.
INTERAKSI DENGAN PEMERINTAH (5)
• SEBAGAI REGULATOR
• PERUSAHAAN MENJALIN HUBUNGAN YANG
BAIK DAN KONSTRUKTIF ATAS DASAR
KEJUJURAN DAN SALING MENGHORMATI.
• PERUSAHAAN BERUPAYA MENDUKUNG
PROGRAM NASIONAL MAUPUN REGIONAL
KHUSUSNYA DI BIDANG PENDIDIKAN,
SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA.
INTERAKSI DENGAN MEDIA MASSA (6)
• PERUSAHAAN BERPEGANG PADA KEBENARAN DAN
KETERBUKAAN INFORMASI SESUAI KODE ETIK
JURNALISTIK DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG
BERLAKU.
• PERUSAHAAN MENEMPATKAN MEDIA MASSA SEBAGAI
MITRA KERJA YANG SEJAJAR, KARENA ITU PERLU
DIBANGUN KERJA SAMA YANG POSITIF, SALING
MENGHARGAI DAN SALING MENGUNTUNGKAN.
• MANAJEMEN PERUSAHAAN TIDAK DIPERKENANKAN
MEMBERI ATAU MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK
APAPUN BAIK LANGSUNG ATAUPUN TIDAK LANGSUNG.
ETIKA KERJA
( INDIVIDU DALAM PERUSAHAAN )
• MENGATUR HUBUNGAN INDIVIDU DALAM
PERUSAHAAN BERSIKAP, BERPERILAKU,
BERINTERAKSI DAN MELAKUKAN PROSES
KERJA DENGAN PIHAK-PIHAK DI DALAM DAN
DI LUAR PERUSAHAAN DALAM MEMBANGUN
BUDAYA KERJA DAN BUDAYA PERUSAHAAN
Download