Uploaded by User41932

efektivitas program pendidikan gratis dalam peningkatan motivasi belajar Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang

advertisement
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kewajiban Negara memberikan pelayanan pendidikan dasar tertuang pada
pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa Negara berkewajiban untuk
melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan
kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial. Pasal 31 UUD 1945 lebih tegas menyatakan hak warga Negara dan
kewajiban Negara memberikan pendidikan kepada warganya. Pasal 31
menyatakan (1) Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan, (2) Setiap
warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib
membiayainya, (3) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) dan
anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).
Dalam UU No.32 tahun 2004 tentang otonomi daerah, sebagai revisi dari
UU No.22 Tahun 1999 tentang pemerintah daerah, juga menyatakan bidang
pendidikan termasuk kewenangan pemerintah pusat yang ikut serta diotonomikan.
Setelah otonomi pendidikan juga diberlakukan, ternyata banyak pihak, terutama
sekolah dan juga pemerintah daerah yang belum memahami apa yang seharusnya
dilakukan.
Saat ini pemerintah daerah tengah disibukkan dengan program pendidikan
gratis yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Namun Pendidikan gratis itu
1
2
seolah hanya mimpi siang para elit negara. Jika kita lihat di lapangan tempat
berlangsungnya pendidikan yaitu sekolah-sekolah dan kampus di Indonesia, tidak
ada sekolah yang sepenuhnya gratis alias bebas biaya. Pendidikan di Indonesia
100% bukan pendidikan gratis. Karena di setiap jenjang pendidikan baik
Pendidikan Dasar, Menengah Pertama, Menengah Atas dan Perguruan Tinggi
baik perguruan tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia
belum sepenuhnya gratis karena orang tua siswa dan mahasiswa masih tetap
terbebani dengan biaya-biaya pendidikan yang lain.
Biaya merupakan faktor penting dalam pendidikan. Namun memenuhi
hajat hidup dalam hal ini kebutuhan pokok lebih penting. Hal ini yang
menyebabkan banyak orangtua yang tidak menyekolahkan anaknya. Banyak
sekali anak usia sekolah yang harus membantu orangtuanya mencari nafkah. Oleh
karena itu undang-undang mengamanatkan agar pemerintah memperhatikan anakanak usia sekolah agar dapat mengikuti pendidikan dasar tanpa dibebani biaya
yang dapat menghambat proses pendidikan. Hal ini dipertegas dalam UndangUndang Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 pasal 11 ayat 2 yang berbunyi
“Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna
terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai
lima belas tahun”.
Menurut data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional berkaitan
dengan analisis Biaya Satuan Pendidikan (BSP) untuk pendidikan dasar dan
menengah, biaya yang dikeluarkan meliputi : Buku dan alat tulis, Pakaian dan
perlengkapan
sekolah,
Akomodasi,
Transportasi,
Konsumsi,
Kesehatan,
3
Karyawisata, Uang saku, Kursus, Iuran sekolah dan biaya lainnya. Dari biayabiaya tersebut, sangatlah tidak mungkin jika biaya harus dibebankan pada
orangtua, mengingat masih banyak rakyat Indonesia yang miskin. Keadaan ini
tampak sekali masih banyak anak yang putus sekolah, pengangguran dan
sebagainya karena hanya alasan tanpa biaya.
Adapun program pendidikan gratis di Sekolah Menengah Pertama 4
Baranti, di dasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang
Nomor 5 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Gratis. Dalam peraturan daerah ini di
sebutkan bahwa “Pendidikan adalah Usaha Sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara” dan
“Pendidikan Gratis adalah membebaskan segala biaya pendidikan bagi peserta
didik/orangtua peserta didik yang berkaitan dengan proses belajar mengajar dan
kegiatan pembagunan sekolah”.
Anggaran pendidikan gratis berasal dari negara sebesar 20% dari APBN
(anggaran pendapatan dan belanja negara) dan dibantu oleh pemerintah
daerahyang disebut dengan BOSDA. Persyaratan pendidikan gratis tidak ada
persyaratan khusus, dilakukan dengan cara orang tua siswa/wali murid
mengajukan keringanan, berupa prosedur yang telah dijelaskan kepada
masyarakat dengan membawa surat keterangan tidak mampu daro RT atau RW.
4
Dari hasil observasi dilapangan pada tanggal 5 Januari 2017 masih
kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pendidikan gratis di lingkungan
masyarakat, sosialisasi oleh pemerintah yang masih minim terhadap masyarakat
menjadi penyebab masyarakat banyak yang mengira bahwa pendidikan gratis
diberikan kepada seluruh warga negara indonesia namun makna sebenarnya
bahwa pendidikan gratis diberikan kepada yang tidak mampu guna meringankan
biaya pendidikannya. Sebenarnya pendidikan gratis bermakna bahwa pemerintah
ikut melaksanakan program wajar dengan memberikan biaya operasional sekolah
untuk menunjang pendidikan yang bermutu dan berkualitas
Jika dilihat dengan saksama program pendidikan gratis di kabupaten
Sidenreng Rappang belum sepenuhnya berjalan dengan baik mengingat masih
banyak anak usia sekolah yang didapati berada di luar sekolah pada saat jam
pelajaran. Belum lagi siswa masih harus memberikan beban bagi orang tuanya
dalam memenuhi kebutuhan sekolah yang tidak terpikirkan dalam konsep
pendidikan gratis yang dicanangkan oleh pemerintah pusat yang kemudian di
amanatkan kepada pemerintah daerah. Untuk itu diperlukan suatu tindakan guna
menilai sejauh mana program ini telah berjalan, bagaimana program ini dapat
mengayomi seluruh lapisan masyarakat dan apakah program ini dapat mencapai
sasarannya. Hal ini yang seharusnya menjadi salah satu perhatian utama
pemerintah bila ingin program ini berjalan dengan sukses.Dari penjelasan tersebut
tentu menorehkan sebuah harapan besar kepada masyarakat kabupaten Sidenreng
Rappang untuk tetap bisa menikmati pendidikan yang murah, layak dan
berkualitas.
5
Berangkat dari permasalahan
di atas, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas Program Pendidikan Gratis
dalam Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama
Negeri 4 Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang diteliti
dirumuskan dalam pertanyaan berikut:
1.
Bagaimana efektivitas program pendidikan gratis dalam peningkatan
motivasi belajar Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Baranti Kabupaten
Sidenreng Rappang?
2.
Bagaimana peningkatan motivasi belajar siswa pada sekolah SMP negeri 4
Baranti kabupaten sidenreng rappang ?
3.
Faktor-faktor apa yang mempengaruhi efektivitas program pendidikan
gratis dalam peningkatan motivasi belajar Sekolah Menengah Pertama
Negeri 4 Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah
1. Untuk
mengetahui
efektivitas
program
pendidikan
gratis
dalam
peningkatan motivasi belajar Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Baranti
Kabupaten Sidenreng Rappang.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program
pendidikan gratis dalam peningkatan motivasi belajar Sekolah Menengah
Pertama Negeri 4 Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang.
6
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan dalam hal sebagai berukut:
1. Manfaat Teoritis
yaitu diharapkan agar hasil penelitian dapat menguji teori-teori
yang pernah ada, khususnya tentangEfektivitas Program Pendidikan Gratis
Dalam Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Pada Sekolah Menengah
Pertama Negeri 4 Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang.
2. Manfaat Akademis:
Hasil
penelitian
ini
diharapkan
dapat
bermanfaat
bagi
pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya bagi para peneliti yang
tertarik pada tema yang sama.
3. Manfaat Paraktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan
khususnya bagi Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Baranti dalam
peningkatan motivasi belajar.
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Efektivitas
1. Pengertian Efektivitas
Efektivitas berasal dari kata efektif yang mengandung pengertian dicapainya
keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Efektivitas selalu
terkait dengan hubungan antara hasil yang diharapkan dengan hasil yang
sesungguhnya dicapai.
Efektivitas umumnya dipandang sebagai tingkat pencapaian tujuan operatif
dan operasional.Dengan demikian pada dasarnya efektivitas adalah tingkat
pencapaian tujuan atau sasaran organisasional sesuai yang ditetapkan.Efektivitas
adalah seberapa baik pekerjaan yang dilakukan, sejauh mana seseorang
menghasilkan keluaran sesuai dengan yang diharapkan. Ini dapat diartikan,
apabila sesuatu pekerjaan dapat dilakukan dengan baik sesuai dengan yang
direncanakan, dapat dikatakan efektif tanpa memperhatikan waktu, tenaga dan
yang lain.
H.A.S. Moenir (2010 : 166) memberikan pengertian mengenai efektivitas
yaitu: “Efektivitas adalah melakukan atau mengerjakan tepat pada sasaran (doing
the righ thing).”Harbani Pasolong (2007:4), juga mengemukakan pengertian
efektivitas sebagai berikut: “Efektivitas pada dasarnya berasal dari kata “efek”
dan digunakan istilah ini sebagai hubungan sebab akibat.Efektivitas dapat
dipandang sebagai suatu sebab dari variabel lain. Efektivitas berarti bahwa tujuan
yang telah direncanakan sebelumnya dapat tercapai atau dengan kata sasaran
7
8
tercapai karena adanya proses kegiatan”. Sondang P. Siagian (2007 ;25:)
mengatakan bahwa: “Efektivitas adalah pemanfaatan sumber daya, dana, sarana
dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya
untuk menghasilkan barang atau jasa dengan mutu tertentu tepat pada waktunya”.
2. Pendekatan Efektivitas
Stufflebeam menilai efektivitas program dalam Tayibnapis (2000:23)
menjelaskan berbagai pendekatan evaluasi, yaitu sebagai berikut.
a. Pendekatan eksperimental (experimental approach).
Pendekatan ini berasal dari kontrol eksperimen yang biasanya
dilakukan dalam penelitian akademik.Tujuannya untuk memperoleh
kesimpulan yang bersifat umum tentang dampak suatu program tertentu
dengan mengontrol sabanyak-banyaknya faktor dan mengisolasi pengaruh
program.
b. Pendekaatan yang berorientasi pada tujuan (goal oriented approach).
Pendekatan ini memakai tujuan program sebagai kriteria untuk
menentukan keberhasilan.Pendekatan ini amat wajar dan prakits untuk
desain pengembangan program. Pendekatan ini memberi petunjuk kepada
pengembang program, menjelaskan hubungan antara kegiatan khusus yang
ditawarkan dengan hasil yang akan dicapai.
c. Pendekatan yang berfokus pada keputusan (the decision focused
approach).
Pendekatan ini menekankan pada peranan informasi yang
sistematik untuk pengelola program dalam menjalankan tugasnya. Sesuai
9
dengan pandangan ini, informasi akan amat berguna apabila dapat
membantu para pengelola program membuat keputusan. Oleh sebab itu,
evaluasi harus direncanakan sesuai dengan kebutuhan untuk keputusan
program.
d. Pendekatan yang berorientasi pada pemakai (the user oriented approach).
Pendekatan ini memfokuskan pada masalah utilisasi evaluasi
dengan penekanan pada perluasan pemakaian informasi.Tujuan utamanya
adalah pemakaian informasi yang potensial.
Untuk mengetahui efektivitas suatu program, perlu dilakukan
penilaian terhadap manfaat atau daya guna program tersebut. Martani dan
Lubis (1987:35) mengemukakan tiga pendekatan untuk mengukur
efektivitas suatu organisasi:
a. Pendekatan Sumber
Pendekatan sumber mencoba mengukur efktivitas dari sisi input
dan mengukur keberhasilan organisasi dalam mendapatkan sumber-sumber
yang dibutuhkan untuk mencapai performansi yang baik. Dengan kata lain,
efektivitas organisasi dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan
organisasi dalam memanfaatkan lingkungan untuk memperoleh berbagai
jenis sumber yang bersifat langka dan nilainya tinggi. Untuk mengukur
efektivitas organisasi pendekatan sumber mempergunakan dimensi; (a)
kemampuan
organisasi
untuk
memanfaatkan
lingkungan
untuk
memperoleh berbagai jenis sumber yang bersifat langka dan nilainya
tinggi; (b) kemampuan para pengambil keputusan dalam organisasi untuk
10
menginterpretasikan sifat-sifat lingkungan secara tepat; (c) kemampuan
untuk menghasilkan output tertentu dengan menggunakan sumber-sumber
yang berhasil diperoleh; (d) kemampuan organisasi dalam memelihara
kegiatan operasional harian; (e) kemampuan organisasi untuk bereaksi dan
menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
b. Pendekatan Proses
Pendekatan proses melihat kegiatan internal organisasi dan
mengukur efektivitas melalui berbagai indikator internal seperti efesiensi
dan iklim organisasi. Pendekatan proses menganggap efektivitas sebagai
efesiensi dan kondisi kesehatan organisasi internal, yaitu proses internal
yang berjalan dengan lancar.
c. Pendekatan sasaran
Pendekatan sasaran dalam pengukuran efektivitas memusatkan
perhatian terhadap aspek output, yaitu dengan mengukur keberhasilan
organisasi
dalam mencapai
tingkatan output
yang direncanakan.
Pendekatan sasaran dalam pengukuran efektivitas dimulai dengan
identifikasi sasaran organisasi dan mengukur tingkat keberhasilan
organisasi dalam mencapai sasaran tersebut. Sasaran yang paling penting
dalam pengukuran efektivitas adalah sasaran yang sebenarnya karena akan
memberikan hasil yang lebih realistis dari pada pengukuran efektivitas
berdarkan sasaran resmi dengan memperhatikan permasalahan seperti; (a)
adanya berbagai output (b) adanya subyektivitas dalam penilaian; (c)
pengaruhkonstektual lingkungan.
11
Dari pendapat para ahli di atas dapat dijelaskan, bahwa efektivitas
merupakan usaha pencapaian sasaran yang dikehendaki (sesuai dengan harapan)
yang ditujukan kepada orang banyak dan dapat dirasakan oleh kelompok sasaran
yaitu masyarakat.Efektivitas merujuk pada suatu keadaan dimana tercapainya
tujuan dari sebuah desain atau rumusan kebijakan yang telah ditetapkan
sebelumnya.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan Pendekaatan yang berorientasi
pada tujuan (goal oriented approach), dimana untuk melihat sejauh mana
efektivitas pelaksanaan program yang pusat perhatian berada pada tujuan
program, dalam hal ini efektivitas program pendidikan gratis di SMP Negeri 4
Baranti kabupaten Sidenreng Rappang.
Tinjauan kembali atas berbagai pengaruh pada efektivitas sedikitnya
menghasilkan sedikitnya enam bidang umum, yang menyangkut manajemen dan
dianggap dapat memperlancar pencapaian tujuan dan meningkatkan efektivitas
Richard M. Steers (2006:160 ) Bidang-bidang itu adalah:
a. Penyusunan tujuan strategis
Penyusunan tujuan strategi penting artinya untuk keberhaslian dan
kelangsungan hidup organisasi/program karena adanya serangkaian perubahan
dan perbedaan kondisi di lapangan tempat berlansungnya pelaksanaan suatu
program.Untuk itu penyusunan tujuan stategis perlu untuk dilakukan dalam
menetapkan sasaran dari program serta mengintegrasikan sumber daya yang ada
untuk pencapaian tujuan secara maksimal.
b. Pencarian dan pemanfaatan sumber daya
12
Setelah keputusan strategi mengenai arah utama dari suatu program
ditetapkan, maka selanjutnya memastikan segala usaha demi tercapainya tujuan
yang telah ditetapkan itu.Oleh karena itu, usaha-usaha harus diarahkan untuk
mendapatkan sumber daya yang perlu dan memanfaatkannya seefisien
mungkindalam kegiatan-kegiatan yang diarahkan ke pencapaian tujuan.
c. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja menggambarkan suatu kondisi dimana perencanaan
program harus berjalan sesuai dengan desain pekerjaan yang telah dirancang
sebelumnya serta komponen pelaksana program yang memahami setiap prosedur
yang menjadi pedoman pelaksanaan.tersebut dapat memberikan sumbangan besar
bagi perbaikan lingkungan kerja di mana efektivitas akhirnya ditentukan.
d. Kepemimpinan dan pengambilan keputusan
Ciri umum para pemimpin yang efektif adalah kemampuannya mengambil
keputusan yang tepat, pada waktu, dan dapat diterima.Pada kenyataannya
ketidakmampuan memikul tanggung jawab menyebabkan pimpinan dengan
mudah kehilangan kesetiaan atau pengakuan dari bawahannya. Karena itu proses
pengambilan keputusan dalam proses semacam ini harus memahami lebih
mendalam peranan kepemimpinan manajemen untuk mencapai efektivitas.
e. Adaptasi dan Inovasi organisasi
Kemampuan suatu program dalam menyesuaikan diri dengan kondisi
nyata di lapangan merupakan suatu hal yang mesti dilakukan demi kesempurnaan
hasil yang diharapkan.Untuk mencapai sebuah hasil yang sempurna, pelaksana
13
program harus mampu menetapkan keputusan agar pelaksanaan program selalu
sejalan dengan desain pekerjaan.
Berdasarkan pendekatan-pendekatan dalam efektivitas organisasi yang
telah dikemukakan sebelumnya maka dapat dikatakan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi efektivitas organisasi sebagaimana yang dikemukakan oleh
Richard M Steers (2006:8):
a. Ciri organisasi
Struktur dan teknologi organisasi dapat mempengaruhi segi-segi
tertentu dari efektifitas, dengan berbagai cara. Mengenai struktur,
ditemukan bahwa meningkatnya produktivitas dan efisiensi sering
merupakan hasil dari meningkatkan spesialisasi fungsi, ukuran organisasi,
sentralisasi pengambilan keputusan, dan formalisasi.
b. Ciri lingkungan
Lingkungan luar dan dalam juga telah dinyatakan berpengaruh atas
efektifitas.Bila lingkungan luar meliputi hukum, ekonomi, dan pasar
dimana
organisasi
berusaha
mendapatkan
sumberdaya
dan
mendistribusikan keluarannya, lingkungan dalam meliputi kebudayaan
dan sosial yang sangat menentukan perilaku pekerja.
c. Ciri pekerja
Faktor pengaruh penting yang ketiga atas efektivitas adalah para
pekerja itu sendiri. Pada kenyataannya, para anggota organisasi mungkin
merupakan faktor yang paling penting atas efektivitas karena perilaku
14
merekalah yang dalam jangka panjang akan memperlancar atau
merintangi tercapainya tujuan organisasi.
d. Kebijakan dan praktek manajemen
Mekanisme ini meliputi penetapan tujuan strategi, pencarian dan
pemanfaatan sumber daya secara efisien, menciptakan lingkungan
prestasi, proses komunikasi dan pengambilan keputusan, dan adaptasi dan
inovasi organisasi.
Suatu organisasi jika tidak memperhatikan faktor-faktor yang
mempengaruhi efektivitas organisasi, akan mengalami kesulitan dalam
mencapai tujuannya tetapi apabila suatu perusahaan memperhatikan
faktor-faktor tersebut maka tujuan yang ingin dicapai dapat lebih mudah
tercapai hal itu dikarenakan efektivitas akan selalu dipengaruhi oleh
faktor-faktor tersebut.
B. Pengertian Program
Secara umum pengertian program adalah penjabaran dari suatu
rencana.Dalam hal ini program merupakan bagian dari perencanaan.Sering pula
diartikan bahwa program adalah kerangka dasar dari pelaksanaan suatu kegiatan.
Pengertian program juga bisa disebut sebagai rancangan mengenai asas, serta
usaha (dalam ketatanegaraan, perekonomian yang akan dijalankan). Untuk lebih
memahami mengenai pengertian program, berikut ini akan dikemukakan defenisi
oleh beberapa ahli:
Pariata Westra dalam Harbani (2007 : 32), mengatakan bahwa: “Program
adalah rumusan yang membuat gambaran pekerjaan yang akan dilaksanakan
15
beserta petunjuk cara-cara pelaksanaannya”.Saifuddin Anshari, yang mengatakan
bahwa: “Program adalah daftar terperinci mengenai acara dan usaha yang akan
dilaksanakan”. Menurut Sindhunata dalam Tayibnapis (2000 : 28) mengatakan
bahwa: “Program adalah kelompok pernyataan yang persis dan berurutan yang
gunanya untuk memberi tahu bagaimana melaksanakan suatu pekerjaan”.S.P.
Siagian, (2006:117) mengemukakan bahwa:
“Perumusan program kerja
merupakan perincian daripada suatu rencana. Dalam hubungannya dengan
pembangunan nasional program kerja itu berwujud berbagai macam bentuk dan
kegiatan”
Suatu program yang baik menurut Bintoro Tjokroamidjojo (2005:181)
harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Tujuan yang dirumuskan secara jelas.
b. Penentuan peralatan yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
c. Suatu kerangka kebijaksanaan yang konsisten atau proyek yang saling
berkaitan untuk mencapai tujuan program seefektif mungkin.
d. Pengukuran dengan ongkos-ongkos yang diperkirakan dan keuntungankeuntungan yang duharapkan akan dihasilkan program tersebut.
e. Hubungan dalam kegiatan lain dalam usaha pembangunan dan program
pembangunan lainnya.
f. Berbagai upaya dalam bidang mamajemen, termasuk penyediaan tenaga,
pembiayaan, dan lain-lain untuk melaksanakan program tersebut. Dengan
demikian, dalam menentukan suatu program harus dirumuskan secara
16
matang sesuai dengan kebutuhan agar dapat mencapai tujuan melalui
partisipasi dari masyarakat.
Dengan beberapa pendapat tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa
program adalah serangkaian tindakan atau aktivitas untuk dapat melaksanakan
sesuai dengan target rencana yang telah ditetapkan. Untuk melaksanakan suatu
pekerjaan tertentu diperlukan penyusunan program yang mantap agar pekerjaan
yang dilakukan lebih terarah, efektif dan efisien dalam memanfaatkan semua
sumber daya yang dubutuhkan.
C. Motivasi Belajar
A. Pengertian Motivasi Belajar
Pada dasarnya motivasi adalah suatu usaha yang didasari untuk
mengerakanmengarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang untuk mendorong
melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil dan tujuan tertentu.
Motivasi belajar adalah suatu perubahan tenaga di dalam diri seseorang
(Pribadi) yang ditandai dengan timbulnya reaksi untuk mencapai tujuan
(Frederick J. Mc Donald dalam H. Nashar, 2004:39). Motivasi belajar adalah
kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh
hasrat yang bertujuan unyuk mencapai prestasi belajar sebaik mungkin.
B. Unsur-unsur Motivasi Belajar siswa
Menurut Dimyati dan Mudjiono (1994:89-92) ada beberapa faktor yang
mempengaruhi motivasi belajar,yaitu:
a. Cita-cita atau aspirasi siswa
17
Cita-cita akan memperkuat motivasi belajar intrinsik maupun ektrinsik
sebab tercapainya suatu cita-cita akan mewujudkan aktualisasi diri.
b. Kemampuan Belajar
Dalam belajar dibutuhkan berbagai kemampuan.Kemampuan ini meliputi
beberapa aspek psikis yang terdapat dalam diri siswa.Misalnya pengamatan,
perhatian, ingatan, daya pikir dan fantasi.Di dalam kemampuan belajar ini,
sehingga perkembangan berfikir siswa menjadi ukuranKondisi jasmani dan
Rohani Siswa
c. Kondisi Lingkungan kelas
Kondisi lingkungan merupakan unsur unsur yang datangnya dari luar diri
siswa.Lingkungan siswa juga sebagaimana lingkungan individu siswa pada
umumnya ada tiga yaitu lingkungan keluarga, sekolah,dan masyarakat.
d. Unsur-unsur Dinamis dalam Belajar
Unsur-unsur
dinamis
dalam
belajar
adalah
unsur-unsur
yang
keberadaannya dalam proses belajar mengajar tidak stabil kadang lemah,bahkan
kadang tidak sama sekali.
e. Upaya Guru dalam membelajarkan siswa
Upaya yang dimaksud disini adalah bagaimana guru membelajarkan
siswanya dalam memahami materi yang diberikan.
C. Fungsi Motivasi Belajar
Menurut Sadirman (2000:83) Motivasi belajar ada tiga yakni sebagai
berikut:
18
a.
Sebagai penggerak atau motor yamg melepaskan energi. Motivasi
dalam hal ini merupakan motor penggerak dari segala kegiatan yang
dilakukan
b.
Menentukan
arah
perbuatan
yakni
kearah
tujuan
yang
akan
dicapai.Dengan demikian motivasi dapat sebagai arahan kegiatan yang
akan dicapai dengan rumusan tujuan.
c.
Menyeleksi perbutan yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang
akan dilakukan yang serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkan
perbuatan yang tidak bermanfaat dengan tujuan tersebut.
D. Tinjauan Hasil Belajar
a.
Pengertian Hasil Belajar
Menurut Catharina Tri Anni (2002:4) hasil belajar merupakan
perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami
aktivitas belajar.Hasil belajar juga merupakan kemampuan yang
diperoleh siswa setelah melalui kegiatan belajar (H. Nashar, 2004:77).
Hasil belajar adalah terjadinya perubahan dari hasil masukan pribadi
berupa motivasi dan harapan untuk berhasil dan masukan dari lingkungan
berupa rancangan dan pengelolaan motivasional tidak berpengaruh
terdadap besarnya usaha yang dicurahkan oleh siswa untuk mencapai
tujuan belajar (Keller dalam H Nashar ,2004:77).
b.
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Menurut Dalyono (1997: 55-60) berhasil tidaknya seseorang dalam
belajar disebabkan oleh dua faktor yaitu:
19
a) Faktor internal (berasal dari dlm diri yang belajar)
1) Kesehatan
Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya dalam
kegiatan belajar.
2) Intelegensi dan bakat
Kedua aspek kejiwaan ini besar sekali pengaruhnya terhadap
kemampuan belajar.Seseorang yang mempunyai intelegensi baik (IQnya tinggi) umumnya mudah belajar dan hasilnyapun cenderung
baik.Bakat juga besar pengaruhnya dalam menentukan keberhasilan
belajar. Jika seseorang mempunyai intelegensi yang tinggi dan
bakatnya ada dalam bidang yang dipelajari, maka proses belajar
akanlebih mudah dibandingkan orang yang hanya memiliki intelegansi
tinggi saja atau bakat saja.
3) Minat dan motivasi
Minat dapat timbul karena adanya daya tarik dari luar dan juga
datang dari sanubari. Timbulnya minat belajar disebabkan beberapa
hal, antara lain karena keinginan yang kuat untuk menaikkan martabat
atau memperoleh pekerjaan yang baik serta ingin hidup senang atau
bahagia. Begitu pula seseorang yang belajar dengan motivasi yang
kuat, akan melaksanakan kegiatan belajarnya dengan sungguhsungguh, penuh gairah dan semangat. Motivasi berbeda dengan
minat.Motivasi adalah daya penggerak atau pendorong.
20
4) Cara belajar
Cara belajar seseorang juga mempengaruhi pencapaian hasil
belajarnya. Belajar tanpa memperhatikan teknik dan faktor fisiologis,
psikologis, dan ilmu kesehatan akan memperoleh hasil yang kurang.
b) Faktor-faktor eksternal
1) Keluarga
Faktor orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan
anak dalam belajar, misalnya tinggi rendahnya pendidikan, besar
kecilnya penghasilan dan perhatian.
2) Sekolah
Keadaan sekolah tempat belajar turut berpengaruh dalam motivasi
belajar.
3) Masyarakat
Keadaan masyarakat juga menentukan hasil belajar. Bila sekitar
tempat tinggal keadaan masyarakatnya terdiri dari orang-orang
yang
berpendidikan,
terutama
anak-anaknya, rata-rata
bersekolah tinggi dan moralnya baik, hal ini akan mendorong anak
giat belajar.
4) Lingkungan Sekitar
Lingkungan tempat tinggal juga mempengaruhi dalam belajar.
E.Konsep Pendidikan Gratis
1. Pengertian Pendidikan
Bagi sebahagian masyarakat pendidikan sering diidentikkan
dengan sekolah, guru mengajar di kelas, atau satuan pendidikan formal
21
belaka.Secara akademik, istilah pendidikan berspektrum luas. Pendidikan
adalah proses peradaban dan pemberadaban manusia. Pendidikan adalah
aktivasi semua potensi dasar manusia melalui interaksi antar manusia
dewasa dengan
yang belum dewasa. Pendidikan adalah proses
kemanusiaan dan pemanusiaan sejati, dengan atau tanpa di sengaja.
Pendidikan adalah proses pemartabatan manusia menuju puncak
optimasi potensi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dimilikinya.
Pendidikan adalah proses membimbing, melatih, dan memandu manusia
terhindar atau keluar dari kebodohan dan pembodohan. Pendidikan adalah
metamorphosis perilaku menuju kedewasaan sejati .pendidikan juga dapat
didefinisikan sebagai proses elevasi secara non diskriminasi, dinamis, dan
intensif menuju kedewasaan individu, dimana prosesnya dilakukan secara
kontinyu dengan sifat yang adaptif dan nirlimit atau tiada akhir.
Istilah pendidikan berasal dari bahasa latin “e-ducere” atau
“educare” yang berarti “untuk memimpin atau memandu keluar”,
“terkemuka”, “membawa manusia menjadi mengemuka”, „”proses
menjadi terkemuka”, atau “sebagai kegiatan terkemuka”.
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun
2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
22
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
Negara.
Menurut M.J. langeveld dalam Redja Mudyahardjo (2001:6)
Pendidikan adalah setiap pergaulan atau hubungan mendidik yang terjadi
antara orang dewasa dengan anak-anak. Dalam undang-undang No.20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), disebutkan
bahwa, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
Negara”.
Definisi-definisi diatas menggiring kita pada beberapa kesimpulan.
Pertama, pendidikan adalah proses kemanusiaan dan pemanusiaan secara
simultan. Kedua, pendidikan adalah proses sosial yang dibangun untuk
menggali dan mengembangkan potensi dasar manusia agar menjadi insane
berperadaban. Ketiga, pendidikan adalah proses manusiawi yang
dilakukan oleh subjek dewasa untuk menumbuhkan kedewasaan pada
subjek yang belum dewasa dengan menunjukkan potensi yang ada dan
yang sesuai. Keempat, aktivitas-aktivitas pendidikan mencakup produksi
dan distribusi pengetahuan yang terjadi baik dalam skema kelembagaan
maupun pada proses sosial pada umumnya. .
2. Pendidikan Gratis di Kabupaten Sidenreng Rappang
23
Dalam peraturan daerah kabupaten Sidenreng Rappang Nomor 5 Tahun
2009 tentang Pendidikan Gratis disebutkan bahwa Pendidikan Gratis adalah
membebaskan segala biaya pendidikan bagi peserta didik/orang tua peserta
didik yang berkaitan dengan proses belajar mengajar dan kegiatan
pembagunan sekolah.
Pendidikan gratis adalah sebuah kebijakan pemerintah yang dimana siswa
tidak lagi dibebankan dengan bermacam-macam biaya mulai dari uang
pangkal, uang sekolah, uang komite, dan buku penunjang utama. Sementara
itu, untuk biaya-biaya lain, tidak ditanggung oleh pemda, misalnya, biaya
transportasi, pakaian seragam, dan biaya-biaya lain (penambahan materi,
darma wisata, dan sebagainya).
3. Sasaran Pendidikan Gratis
Sasaran program pendidikan gratis yang dimaksud dapat dilihat dalam
peraturan daerah kabupaten Sidenreng Rappang Nomor 5 Tahun 2009 pasal 2
ayat 1 yang menyatakan sasaran program pendidikan gratis adalah:
a
Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Luar Biasa
(SLB) negeri dan swasta
b
Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan
Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) negeri dan swasta
c
Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),
Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa
(SMALB) negeri dan swasta.
24
Sedangkan bila ditinjau dari aspek kelompok masyarakat, sasaran pendidikan
gratis adalah semua siswa pada satuan pendidikan yang menjadi sasaran program.
a. Fungsi dan Tujuan
Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang Nomor 5 Tahun
2009 pasal 3 dan 4 disebutkan bahwa:
Fungsi Pendidikan Gratis adalah untuk memberi kesempatan yang seluasluasnya kepada usia belajar guna mendapatkan pendidikan yang layak dan
bermutu dan Pendidikan Gratis bertujuan untuk mengurangi beban masyarakat
peserta didik / orang tua peserta didik.
b. Jenis Pembiayaan
Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan
biaya personal.
i. Biaya investasi satuan pendidikan, meliputi: penyediaan sarana dan
prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap.
ii. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh
peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur
dan berkeanjutan. misalnya uang saku/uang jajan, buku tulis dan alat-alat
tulis, dls. Pendanaan sebagian biaya investasi pendidikan dan/atau
sebagian biaya operasional pendidikan tambahan yang diperlukan untuk
pengembangan sekolah menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis
keunggulan lokal.
c. Biaya operasi satuan pendidikan, sebagai berikut:
25
1) Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang
melekat pada gaji.
2) Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan
3) Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa
telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur,
transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya.
4. Indikator Pendidikan Gratis
Dalam UU Sisdiknas Pasal 34, ayat (2) ”Pemerintah dan
Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal
pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya”. Inilah sehingga
mengapa pendidikan dasar harus gratis, meskipun dalam UU Sisdiknas
sendiri terminologi gratis tidak dikenal.Karena politisi dan para calon
bupati/walikota dan bahkan calon gubernur kebanyakan telanjur
menggunakan istilah pendidikan gratis ketika berkampanye untuk
menduduki posisinya masing-masing, pendidikan gratislah yang paling
menjadi terkenal beberapa tahun terakhir ini.
Pendidikan gratis banyak dikumandangkan untuk berkampanye
para politisi, bupati/walikota dan bahkan gubernur dalam rangka merebut
simpati para pemilihnya.Namanya juga janji.ada yang ketika mereka
benar-benar menjadi pejabat publik, kemudian langsung memenuhinya
dan juga ada yang tidak peduli sama sekali. Mereka yang memenuhi
kemudian memang memiliki political will dan dengan demikian
mengalokasikan dana dari APBD mereka untuk menggratiskan wajib
26
belajar pendidikan dasar di daerah kekuasaannya. Pada konteks seperti ini,
pendidikan gratis bisa berjalan dengan wajar sehingga sekolah masih
memiliki cukup sumber daya untuk berkembang dan melakukan inovasi
yang memerlukan biaya.Dalam konteks seperti ini sekolah tidak dipasung
dengan utopia pendidikan gratis. Dengan demikian ketika pemda sanggup
menambahi dana untuk membiayai operasional sekolah maka sekolah
masih memiliki ruang untuk melakukan peningkatan kualitas pendidikan
di sekolahnya masing-masing.
Dalam undang-undang sistim pendidikan nasional, beberapa pasal
lebih rinci mengatur tentang hal ini, antara lain sebagai berikut :
Pasal 5 ayat 1 : Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk
memperoleh pendidikan yang bermutu
Pasal 5 ayat 5 : Setiap warga negara berhak mendapatkan kesempatan
meningkatkan pendidikan sepanjang hayat
Pasal 34 ayat 2 : Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin
tersediaya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa
memungut biaya
Pasal 46 ayat 2 : Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggungjawab
menyediakan anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam pasal 31
ayat 4 UUD Negara RI tahun 1945.
Setumpuk regulasi yang mengatur masalah pendidikan tersebut di atas
mengisyaratkan
bahwa
tanggung
jawab
pemerintah
daerah
untuk
menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, yang merata bagi semua anak usia
27
sekolah harus diwujudnyatakan, bukan sekedar slogan akan tetapi harus
terimplementasi dengan baik yang berdasarkan keinginan kuat dari pemerintah
daerah yang harus didukung oleh penyelenggara pendidikan dan segenap
stakeholder serta peran serta masyarakat dalam menyukseskan peandidikan yang
merata, bermutu dan berkualitas.
F. Kerangka pikir
Dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, terdapat kewajiban yang harus dilakukan pemerintah termasuk masalah
biaya. Kewajiban pemerintah yang menyediakan biaya pendidikan dasar tertuang
dalam amanat UUD 1945 pada pasal 31 ayat 2 yang berbunyi “Setiap warga
negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”.
Untuk mewujudkan amanat undang-undang tersebut dibutuhkan sebuah langkah
yang tepat.Salah satu langkah tersebut adalah program pendidikan gratis yang
dicanangkan oleh pemerintah pusat dan kemudian diamanatkan kepada
pemerintah daerah.Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan program
pendidikan gratis ini, dapat dilihat dari sisi sasaran dari program itu sendiri.Dalam
pesfektif ini, sasaran program merupakan posisi yang paling penting mengukur
keberhasilan suatu program tersebut.Sasaran program yang dimaksud ialah
peserta didik/siswa yang berada dalam sebuah satuan pendidikan.
Oleh kerena itu agar program pendidikan gratis dapat berjalan sesuai
dengan yang diharapkan, harus dilaksanakan secara optimal dan sungguhsungguh. Sehingga tidak ada lagi anggapan bahwa program pendidikan gratis
akan menimbulkan konsekuensi terhadap keberlangsungan komponen pendidikan
28
yang lain dan berimplikasi terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah
(APBD) suatu daerah dalam memenuhi kebutuhan pedidikan di daerahnya.
Untuk lebih jelasnya di bawah ini terdapat gambar kerangka pikir yang
dapat menjelaskan keseluruhan isi penelitian ini.
29
Gambar Kerangka Pikir
Program pendidikan
Gratis di SMP Negeri 4
Baranti
Efektif
(Martani & Lubis
1987:35)
1. Pendekatan Sumber
2. Pendekatan Proses
3. Pendekatan Sasaran
Faktor yang mempengaruhi
efektivitas. (Richard
M.Steers 2006:160)
1. Penyusunan tujuan strategis
2. Pencarian dan Pemanfaatan
Sumber Daya
3. Lingkungan Kerja
4. Kepemimpinan dalam
Pengambilan Keputusan
5. Adaptasi dan inovasi
organisasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Motivasi
(Dalyono 1997: 55-60)
Kesehatan
Intelegensi dan bakat
Minat dan motivasi
Caara belajar
Keluarga
Sekolah
Masyarakat
Lingkungan sekitar
30
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Baranti
Kabupaten Sidenreng Rappang.Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan
bahwa Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Baranti adalah salah satu sekolah
yang menerapkan program pendidikan gratis.
B. Tipe dan Dasar Penelitian
Tipe
penelitian
yang
digunakan
dalam
penelitian
ini
adalah
Deskriptif.Penelitian deskriptif terbatas pada usaha mengungkapkan suatu
masalah atau keadaan atau peristiwa sebagaimana adanya sehingga bersifat
sekedar untuk mengungkapkan fakta dan memberikan gambaran secara obyektif
tentang keadaan sebenarnya dari obyek yang di teliti.Sedangkan dasar
penelitiannya adalah wawancara kepada narasumber/informan yang berisi
pertanyaan-pertanyaan mengenai hal yang berhubungan dengan rumusan masalah
penelitian.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Penulis dalam penelitian ini akan menggunakan populasi untuk
menentukan subyek penelitian. Jamaluddin Ahmad (2015:137),“Populasi
adalah kumpulan dari keseluruhan pengukuran, objek, atau individu yang
sedang dikaji“. Sedangkan menurut Sugiyono (2011) mendefinisikan
bahwa Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek dan
31
obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya
Populasi di sini bukan hanya orang akan tetapi bisa berupa benda
lain, populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek
yang dipelajari melainkan meliputi seluruh karasteristik atau sikap yang
dimiliki oleh subyek dan obyek. Hal ini akan membantu proses
menganalisa data karena sumber data jelas dan sudah ditentukan. Populasi
dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 4
Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang yang berjumlah 232 orang tua
siswa.
2. Sampel
Menurut Sugiyono (2011) bahwa “Bagian atau jumlah dan
karakteriktik yang dimiliki oleh populasi tersebut“. Dalam penelitian ini,
penulis mengambil secara keseluruhan populasi yang ada, yakni sebanyak
232 orang tua siswa. Dasar pengambilan Random sampling ini sesuai
dengan pendapat Jamaluddin Ahmad(2015:140), yang Mengemukakan
bahwa Sampel adalah sebagian atau subset (himpunan bagian), dari suatu
populasi. Adapun informan dan responden dalam penelitian ini adalah :
Kepala Tata Usaha Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Baranti dan
Orang Tua Siswa. Sedangkan responden dalam penelitian ini adalah
Orang Tua Siswa Menengah Pertama Negeri 4 Baranti yang berjumlah
232 orang tua siswa, adapun cara untuk pengambilan sampel yaitu dengan
menggunakan Rumus Slovin :
32
n=
N
1+N (e)²
Keterangan :
n
= Ukuran sampel
N
= Ukuran populasi
e²
= Konstanta (10)²
Dengan rumus diatas dapat dihitung ukuran sampel dengan populasi
sebesar 232 orang tua dengan mengambil taraf kesalahan ( e² ) = 10%, sebagai
berikut:
n=
n=
N
1+N (e)²
232
232
n=
1+232(10)² 3,32
=69,87 = 70
D. Teknik Pengumpulan Data
1. Wawancara
Wawancara adalah wawancara yang dilakukan dengan terlebih
dahulu pewawancara mempersiapkan pedoman (guide) tertulis tentang apa
yang hendak ditanyakan kepada responden. Pedoman wawancara tersebut
digunakan oleh pewawancara sebagai alur yang harus diikuti, mulai dari
awal sampai akhir wawancara, karena biasanya pedoman tersebut telah
tersusun sedemikian rupa sehingga merupakan sederetan pertanyaan,
dimulai dari hal-hal yang mudah dijawab oleh responden sampai dengan
hal-hal yang lebih kompleks.
33
2. Observasi
Observasi adalah pengumpulan data yang digunakan untuk
menghimpun data penelitian, data penelitian tersebut dapat diamati oleh
peneliti.Dalam arti bahwa data tersebut dihimpun melalui pengamatan
peneliti melalui penggunaan pancaindra.
3. Kuisioner (angket),
Kuisioner
yaitu
teknik
pengumpulan
data
dengan
cara
mengedarkan atau memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk dijawabnya dalam hal ini kepada para
guru di Sekolah Menengah Pertama 4 Baranti kabupaten Sidenreng
Rappang.
4. Studi Dokumen (Dokumentasi)
Studi dokumen yaitu cara pengumpulan data dan telaah pustaka,
dimana dokumen-dokumen yang dianggap menunjang dan relevan dengan
permasalahan yang akan diteliti baik berupa literatur, laporan tahunan,
majalah, jurnal, tabel, karya tulis ilmiah dokumen peraturan pemerintah dan
Undang-Undang yang telah tersedia pada lembaga yang terkait dipelajari,
dikaji dan disusun/dikategorikan sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh
data guna memberikan informasi berkenaan dengan penelitian yang akan
dilakukan.
E. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah bagian yang sangat penting dalam metode ilmiah
analisis. Menurut Nazir (2005;346), mengemukakan bahwa :
34
Analisis data adalah bagian yang sangat penting dalam metode ilmiah,
karena melalui analisislah, data tersebut diberi arti dan makna yang berguna
dalam memecahkan masalah penelitian. Data mentah yang telah terkumpulkan
perlu dipecahkan dalam kelompok-kelompok, diadakan kategorisasi serta
diproses sedemikian rupa sehingga data tersebut mempunyai makna untuk
menjawab masalah dan bermanfaat untuk menguji hipotesis.
Analisis yang digunakan adalah melalui pendekatan deskriptif, yaitu
menjawab dan memecahkan masalah-masalah dengan melakukan pemahaman
dan pendalaman secara menyeluruh dan utuh dari obyek yang diteliti agar
diperoleh gambaran yang jelas.
Menggunakan bantuan tabel frekuensi, dengan menggunakan skala likers
sebagai alat ukur :
1) Sangat baik
bobot nilai 4
2) baik
bobot nilai 3
3) cukup baik
bobot nilai 2
4) kurang baik
bobot nilai 1
Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik tabulasi frekuensi,
yaitu :
Keterangan
P = F/n.100%
P = Hasil persentase
F = Jumlah frekuensi responden
n = Jumlah sampel
35
Rentangnya
skor = Frekuensi x Bobot
Jumlah Skor
Rata-rata Skor =
Jumlah responden
Rata – rata Skor
Rata-rata persentase =
X 100 %
Karakteristik jawaban
Kualifikasi penilaian diambil berdasarkan empat tingkat pembagian,
menurut pendapat Sugiyono (2014:137), yaitu
1.
Sangat baik
: 76 % - 100 %
2.
Baik
: 51 % - 75 %
3.
Cukup baik
: 26 % - 50%
4.
Tidak baik
: 0% - 25 %
F. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional adalah makna dari konsep istilah variabel yang
dipakai dalam penelitian sehingga akan mudah diukur dalam skala pengukuran.
Definisi operasional dari variabel penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. pendekatan sumber adalah mengukur efktivitas dari sisi input dan
mengukur keberhasilan organisasi dalam mendapatkan sumber-sumber
yang dibutuhkan untuk mencapai performansi yang baik.
2. pendekatan proses adalah kegiatan internal organisasi dan mengukur
efektivitas melalui berbagai indikator internal seperti efesiensi dan
iklim organisasi.
36
3. Pendekatan sasaran adalah mengukur keberhasilan organisasi dalam
mencapai tingkatan output yang direncanakan.
4. Penyusunan tujuan stategis adalah pemerataan kesempatan mendapat
pendidikan serta mengurangi beban biaya masyarakat.
5. Pencarian dan pemanfaatan sumber daya adalah tenaga pengajar serta
sarana
dan
prasarana
untuk
menunjang
kesuksesan
program
pendidikan gratis.
6. Lingkungan kerja menggambarkan suatu kondisi dimana perencanaan
program harus berjalan sesuai dengan desain pekerjaan yang telah
dirancang sebelumnya.
7. Kepemimpinan
dan
pengambilan
keputusan
adalah
proses
pengambilan keputusan dalam pelaksanaan suatu program sangat
penting kedudukannya demi kesempurnaan hasil yang diharapkan.
8. Adaptasi dan Inovasi organisasi adalah kemampuan suatu program
dalam menyesuaikan diri dengan kondisi nyata di lapangan.
9. Kesehatan adalah Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar
pengaruhnya dalam kegiatan belajar.
10. Intelegensi dan bakat adalah kemampuan seseorang untuk menjadi
lebih baik lagi dan menjadi pembelajaran buat orang banyak.
11. Minat dan motivasi adalah suatu pendorong untuk lebih bersemangat
melakukan sesuatu yang kita ingin capai.
37
12. Cara belajar adalah kegiatan yang sangat berpengaruh untuk belajar
karena apabila cara belajar tidak sesuai dengan keinginan maka akan
memperoleh hasil yang tidak baik atau tidak memuaskan.
13. Keluarga
faktor orang tua sangat penting dalam keberhasilan anaknya.misalnya
memberikan semangat dan motivasi untuk belajar
14. Sekolah
apabila keadaan sekolah tidak memungkinkan untuk belajar maka anak
tidak konsentrasi dalam belajar
15. Masyarakat
apabila dalam masyarakat banyak yang berpendidikan tinggi maka
akan memotivasi anak untuk giat belajar dan mengikuti orang tersebut
16. Lingkungan sekitar
apabila anak bergaul dengan orang yang berpendidikan tinggi maka
akan memotivasi untuk mengikuti orang tersebut, begutupun
sebaliknya
apabila
anak
bergaul
dengan
orang
yang
tidak
berpendidikan maka anak akan terpengaruh dalam hal yang tidak baik.
38
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. NamaSekolah
: SMP NEGERI 4 BARANTI
2. KatagoriSekolah
: PRASPM/SPM/POTENSIAL/SDSN/………….*)
3. NPSN
: 40313289
4. Status
: Negeri
5. Terakreditasi
: A (Tahun 2016)
6. Dibangun Tahun
: 2006
7. Sumber Dana
: Block Grent dan Bantuan Pemerintah Australia
8. Tahun beroperasi
: 2007
9. AlamatSekolah
: Jl. GotongRorong No. !7 TonrongeKec. Baranti
: KabupatenSidenrengRappang
KodePos
7.
Koordinat
:
Bujur :
Lintang :
8. NamaYayasan (bagiswasta):
9. AlamatYayasan
10. a. NamaKepalaSekolah
1: Drs. SYAMSUDDIN, M.Pd( 2007 s/d 2016)
b. NIP
: 19631210 199002 1 003
c. NamaKepalaSekolah
2: AHMAD DINI, S.Pd ,.M.Si
d. NIP
c. NomorTeleponSekolah :
: 19621231 198403 1 110
39
d. NomorHandphone
:081 342 207 382
e. Alamat e-mail
: [email protected]
11. Penerima Dana Bantuan
Revitalisasidarisumber
DAK/APBN/APBD I/APBD II
TA 2015
: Ya/Tidak *)
12. Kepemilikan Tanah Sekolah
: MilikPemda/Hibah
13. Status Kepemilikan Tanah
: Hibah *)
14. MasihOperasional
: Ya/ *)
Tabel 4.1. Data SiswaTahunTerakhir Tahun 2016/2017
Jumlah Siswa (Orang)
Kelas
JumlahRombel
Putra
Putri
Total
KelasVII
56
26
82
3 Rombel
KelasVIII
38
36
74
3 Rombel
Kelas IX
44
32
76
3 Rombel
TOTAL
120
99
232
9 Rombel
40
Tabel 4.2.Data Ruang SMP
NamaRuang
Ada/Tidak
Ukuran (m)
Kondisi fisik ruang
RuangKelas VII.1
Ada
7X9m
Baik
RuangKelas VII.2
Tidak (Numpang Di Lab
IPA)
RuangKelasVII.3
Tidak (Numpang
Perpustakaan
RuangKelas VIII.1
Ada
7X9m
Baik
RuangKelas VIII.2
Ada
7X9m
Baik
RuangKelasVIII.3
Ada
7X9m
Baik
RuangKelas IX.1
Ada
7X9m
Baik
RuangKelas IX.2
Ada
7X9m
Baik
RuangKelasIX.3
Ada
7X9m
Baik
R. Perpustakaan SMP
Ada
7 x 15 m
Baik
RuangKepala SMP
Ada
7x3m
Baik
RuangKerja Guru
Ada
7x6m
Baik
Ruang Tata Usaha
Ada
3 x 3.5 m
Baik
Ruang UKS
Tidak
Dapur
Ada
3x5m
Baik
Gudang
Ada
3x5m
Baik
KM/WC Guru
Ada
3x5m
Baik
KM/WC Anak
Tidak
di
Baik
B. Karakteristik Responden
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat digambarkan
dalam table berikut ini :
41
Tabel 4.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
NO
Jenis Kelamin
Frekuensi
Persentase %
1.
Laki-laki
29
41,43
2.
perempuan
41
58,57
70
`100
Jumlah
Sumber : Data Primer hasil penelitian, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa karakteristik
responden berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki 29 Orang (41,43%) dan
perempuan 41 Orang (58,57%) selanjutnya karakteristik responden berdasarkan
umurnya dapat digambarkan dalam table berikut :
Tabel 4.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
NO
Umur
Frekuensi
Persentase %
1.
21-30
9
12,86
2.
31-40
25
35,71
3.
41-50
21
30
4.
51-60
13
18,57
5.
61-70
2
2,86
70
100
Total
Sumber : Data Primer hasil penelitian, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa karakteristik
responden berdasarkan umur yaitu umur 21-30 tahun adalah 9 orang (12,86%),
umur 31-40 tahun adalah 25 orang (35,71%), umur 41-50 tahun adalah 21 orang
(30%), umur 51-60 adalah 13 orang (18,57), dan umur 61-70 adalah 2 orang
(2,86%).
42
selanjutnya
karakteristik
responden
berdasarkan
pekerjaan
dapat
digambarkan dalam table berikut :
Tabel 4.5. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
NO
Pekerjaan
Frekuensi
Persentase %
1.
Petani
22
31,43
2.
URT
33
47,14
3.
Wirausaha
7
10
4.
Wiraswasta
4
5,72
5.
Guru
3
4,28
6.
Pegawai
1
1,43
70
100
Sumber : Data Primer hasil penelitian, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa karakteristik
responden berdasarkan pekerjaan adalah petani 22 Orang (31,43%),URT 33 orang
(47,14%),Wirausaha 7 orang (10 %),wiraswasta 4 orang (5,72),guru 3 orang
(4,28%), dan pegawai 1 orang (1,43%).
C. Pembahasan
1. Indikator Efektif
Dari data yang diperoleh penulis melalui kuesioner tentang
pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu keberhasilan
organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti dilihat pada table berikut ini :
43
Tabel 4.6. Tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input
untuk mengukur suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP
Negeri 4 Baranti.
Tanggapan Responden
X
F
F.X
Persentase
Sangat Baik
4
17
68
24,28
Baik
3
21
63
30
Cukup Baik
2
24
48
34,29
Tidak Baik
1
8
8
11,43
JUMLAH
70
187
100
Rata-rata Skor = ∑F.X = 187 = 2,67 Rata-rata Persentase 2,67 x 100 = 66 %
N
70
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 17 orang
(24,28%) responden menjawab Sangat Baik, 21 orang (30%) responden
menjawab Baik, 24 orang (34,29%) responden menjawab Cukup Baik, dan 8
orang (11,43%) responden menjawab Tidak Baik.
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 66% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang pendekatan proses untuk mengukur efektivitas melalui berbagai indikator
di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti dilihat pada table berikut ini :
44
Tabel 4.7. Tanggapan responden tentang pendekatan proses untuk
mengukur efektivitas melalui berbagai indikator di Sekolah SMP Negeri 4
Baranti
Tanggapan Responden
X
F
Sangat Baik
4
14
Baik
3
27
Cukup Baik
2
23
Tidak Baik
1
6
JUMLAH
70
∑F.X
189
Rata-rata Skor =
=
= 2,7 Rata-rata Persentase
N
70
2,7
F.X
Persentase
56
20
81
38,57
46
32,86
6
8,57
189
100
x 100 = 67 %
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 14 orang (20%)
responden menjawab Sangat Baik, 27 orang (38,57%) responden menjawab Baik,
23 orang (32,86%) responden menjawab Cukup Baik, dan 6 orang (8,57%)
responden menjawab Tidak Baik.
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 67% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang pendekatan proses sasaran dalam pengukuran efektivitas terhadap aspek
output di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti dilihat pada table berikut ini :
45
Tabel 4.8. Tanggapan responden tentang pendekatan proses sasaran dalam
pengukuran efektivitas terhadap aspek output di Sekolah SMP
Negeri 4 Baranti
Tanggapan Responden
Sangat Baik
Baik
Cukup Baik
Tidak Baik
JUMLAH
X
4
3
2
1
F
17
24
23
6
70
F.X
68
72
46
6
192
Rata-rata Skor = ∑F.X = 192 = 2,74 Rata-rata Persentase
N
70
2,74
Persentase
24,28
34,29
32,86
8,57
100
x 100 = 68 %
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 17 orang
(24,28%) responden menjawab Sangat Baik, 24 orang (34,29%) responden
menjawab Baik, 23 orang (32,86%) responden menjawab Cukup Baik, dan 6
orang (8,57%) responden menjawab Tidak Baik.
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 68% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil rekapitulasi tanggapan responden mengenai indikator
efektif dapat dilihat pada table berikut ini
46
Tabel 4.9. Rekapitulasi tanggapan responden mengenai indikator efektif
NO
1
2
3
Tanggapan Responden
Rata-rata Skor
Pendekatan Sumber
2,67
Pendekatan Proses
2,7
Pendekatan Sasaran
2,74
JUMLAH
2,70
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Rata-rata Persentase
66
67
68
67%
Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa orang tua siswa
yang sebagai responden member tanggapan tentang indikator efektif yaitu 67%
atau kategori baik yang berdasarkan pertanyaan sesuai dengan indikator diatas.
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang penyusunan tujuan strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan secara
maksimal dilihat pada table berikut ini :
Tabel 4.10. Tanggapan responden tentang penyusunan tujuan strategi yang
dilakukan untuk mencapai tujuan secara maksimal
Tanggapan Responden
Sangat Baik
Baik
Cukup Baik
Tidak Baik
JUMLAH
Rata-rata Skor = ∑F.X = 184
N
70
X
4
3
2
1
F
F.X
Persentase
11
44
15,72
29
87
41,43
26
52
37,14
4
4
5,71
70
184
100
2,63
= 2,63 Rata-rata Persentase
x 100 = 66 %
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 11 orang
(15,72%) responden menjawab Sangat Baik, 29 orang (41,43%) responden
47
menjawab Baik, 26 orang (37,14%) responden menjawab Cukup Baik, dan 4
orang (5,71%) responden menjawab Tidak Baik.
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 66% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang pencarian tenaga pengajar serta sarana dan prasarana untuk menunjang
kesuksesan program pendidikan gratis dilihat pada table berikut ini :
Tabel 4.11. Tanggapan responden tentang pencarian tenaga pengajar serta
sarana dan prasarana untuk menunjang kesuksesan program
pendidikan gratis
Tanggapan Responden
X
F
F.X
Persentase
Sangat Baik
4
14
56
20
Baik
3
32
96
45,72
Cukup Baik
2
20
40
28,57
Tidak Baik
1
4
4
5,71
JUMLAH
70
196
100
∑F.X
196
2,8
Rata-rata Skor =
=
= 2,8 Rata-rata Persentase
x 100 = 70 %
N
70
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 14 orang (20%)
responden menjawab Sangat Baik, 32 orang (45,72%) responden menjawab Baik,
20 orang (28,57%) responden menjawab Cukup Baik, dan 4 orang (5,71%)
responden menjawab Tidak Baik.
48
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 70% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang pelaksanaan di lapangan dan prosedur pelaksanaan program pendidikan
gratis di kabupaten sidenreng rappang dilihat pada table berikut ini :
Tabel 4.12. Tanggapan responden tentang pelaksanaan di lapangan dan
prosedur pelaksanaan program pendidikan gratis di kabupaten
sidenreng rappang
Tanggapan Responden
X
F
F.X
Persentase
Sangat Baik
4
20
80
28,57
Baik
3
26
78
37,14
Cukup Baik
2
18
36
25,72
Tidak Baik
1
6
6
8,57
JUMLAH
70
200
100
∑F.X
200
2,86
Rata-rata Skor =
=
= 2,86 Rata-rata Persentase
x 100 =71 %
N
70
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 20 orang
(28,57%) responden menjawab Sangat Baik, 26 orang (37,14%) responden
menjawab Baik, 18 orang (8,57%) responden menjawab Cukup Baik, dan 6 orang
(8,57%) responden menjawab Tidak Baik
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
49
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 71% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang pelaksanaan program serta proses adaptasi yang diperlukan guna
menyesuaikan diri dengan kondisi nyata di lapangan dilihat pada table berikut ini :
Tabel 4.13. Tanggapan responden tentang pelaksanaan program serta proses
adaptasi yang diperlukan guna menyesuaikan diri dengan kondisi
nyata di lapangan
Tanggapan Responden
X
F
F.X
Persentase
Sangat Baik
4
8
32
11,43
Baik
3
19
57
27,14
Cukup Baik
2
30
60
42,86
Tidak Baik
1
13
13
18,57
70
163
100
JUMLAH
Rata-rata Skor = ∑F.X = 163 = 2,33 Rata-rata Persentase
N
70
2,33
x 100 = 58 %
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 8 orang
(11,43%) responden menjawab Sangat Baik, 19 orang (27,14%) responden
menjawab Baik, 30 orang (42,86%) responden menjawab Cukup Baik, dan 13
orang (18,57%) responden menjawab Tidak Baik.
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
50
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 58% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil rekapitulasi tanggapan responden mengenai indikator
faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas dapat dilihat pada table berikut ini :
Tabel 4.24. Rekapitulasi tanggapan responden mengenai indikator faktorfaktor yang mempengaruhi efektivitas
NO
Tanggapan Responden
Rata-rata Skor
Rata-rata Persentase
1
Penyusunan Tujuan Strategis
2,63
66
2
Pencarian Dan Pemanfaatan
2,8
70
Sumber Daya
3
Lingkungan Kerja
2,86
71
4
Kepemimpinan Dalam
2,84
71
2,33
58
2,69
67,2%
Pengambilan Keputusan
5
Adaptasi Dan Inovasi
Organisasi
JUMLAH
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa orang tua siswa
yang sebagai responden member tanggapan tentang indikator faktor yang
mempengaruhi efektivitas yaitu 67% atau kategori baik yang berdasarkan
pertanyaan sesuai dengan indikator diatas.
Menurut salah satu rekan guru di sekolah SMP Negeri 4 Baranti
Efektivitas program pendidikan gratis sangat baik untuk kelanjutan proses
belajar siswa karena pendidikan gratis mengarah pada siswa yang tidak
mampu, maka dari itu pendidikan gratis harus tetap kita pertahankan dan
apabila pendidikan gratis di cabut maka perubahan di sekolah juga akan turun
51
drastis. Seperti yang dikatakan oleh Bapak Suparman,S.Th.I (Bimbingan dan
Konselin)
2. Indikator Motivasi
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang kesehatan jasmani dan rohani dalam kegiatan belajar di sekolah SMP
Negeri 4 Baranti dilihat pada table berikut ini :
Tabel 4.15. Tanggapan responden tentang kesehatan jasmani dan rohani
dalam kegiatan belajar di SMP Negeri 4 Baranti
Tanggapan Responden
X
F
F.X
Persentase
Sangat Baik
4
16
64
22,86
Baik
3
26
78
37,14
Cukup Baik
2
22
44
31,43
Tidak Baik
1
6
6
8,57
70
192
100
JUMLAH
Rata-rata Skor = ∑F.X = 192 = 2,74 Rata-rata Persentase
N
70
2,74
x 100 = 68 %
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 16 orang
(22,86%) responden menjawab Sangat Baik, 26 orang (37,14%) responden
menjawab Baik, 22 orang (31,43%) responden menjawab Cukup Baik, dan 6
orang (8,57%) responden menjawab Tidak Baik.
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
52
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 68% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang intelegensi dan bakat siswa bermanfaat untuk orang banyak dilihat pada
table berikut ini :
Tabel 4.16.Tanggapan responden tentang intelegensi dan bakat siswa
bermanfaat untuk orang banyak
Tanggapan Responden
X
F
F.X
Persentase
Sangat Baik
4
3
12
7,29
Baik
3
28
84
40
Cukup Baik
2
29
58
41,42
Tidak Baik
1
10
10
14,29
70
164
100
JUMLAH
Rata-rata Skor = ∑F.X = 164 = 2,34 Rata-rata Persentase
N
70
2,34
x 100 = 58 %
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 3 orang (7,29%)
responden menjawab Sangat Baik, 28 orang (40%) responden menjawab Baik, 29
orang (14,29%) responden menjawab Cukup Baik, dan 10 orang (14,29%)
responden menjawab Tidak Baik.
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 58% yang
berarti kategori Baik.
53
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang minat dan motivasi belajar siswa di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti dilihat
pada table berikut ini :
Tabel 4.17. Tanggapan responden tentang minat dan motivasi belajar siswa
di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti
Tanggapan Responden
X
F
F.X
Persentase
Sangat Baik
4
9
36
12,86
Baik
3
33
99
47.14
Cukup Baik
2
21
42
30
Tidak Baik
1
7
7
10
70
184
100
JUMLAH
Rata-rata Skor = ∑F.X = 184 = 2,63 Rata-rata Persentase
N
70
2,63
x 100 = 66 %
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 9 orang
(12,86%) responden menjawab Sangat Baik, 33 orang (47,14%) responden
menjawab Baik, 21 orang (30%) responden menjawab Cukup Baik, dan 7 orang
(10%) responden menjawab Tidak Baik.
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 66% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang cara belajar siswa di sekolah SMP Negeri 4 Baranti dilihat pada table
berikut ini :
54
Tabel 4.18. Tanggapan responden tentang cara belajar di Sekolah SMP
Negeri 4 Baranti
Tanggapan Responden
X
F
F.X
Persentase
Sangat Baik
4
16
64
22,86
Baik
3
31
93
44,29
Cukup Baik
2
17
34
24,28
Tidak Baik
1
6
6
8,57
70
197
100
JUMLAH
Rata-rata Skor = ∑F.X = 197 = 2,81 Rata-rata Persentase
N
70
2,81
x 100 = 70 %
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 16 orang
(22,86%) responden menjawab Sangat Baik, 31 orang (44,29%) responden
menjawab Baik, 17 orang (24,28%) responden menjawab Cukup Baik, dan 6
orang (8,57%) responden menjawab Tidak Baik.
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 70% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang factor orang tua dalam motivasi belajar siswa dilihat pada table berikut
ini:
55
Tabel 4.19. Tanggapan responden tentang factor orang tua dalam motivasi
belajar siswa
Tanggapan Responden
X
F
F.X
Persentase
Sangat Baik
4
15
60
21,43
Baik
3
36
108
51,43
Cukup Baik
2
15
30
21,43
Tidak Baik
1
4
4
5,71
70
202
100
JUMLAH
Rata-rata Skor = ∑F.X = 202 = 2,88 Rata-rata Persentase
N
70
2,88
x 100 = 72 %
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 15 orang
(21,43%) responden menjawab Sangat Baik, 36 orang (51,43%) responden
menjawab Baik, 15 orang (21,43%) responden menjawab Cukup Baik, dan 4
orang (5,71%) responden menjawab Tidak Baik.
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 72% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang keadaan sekolah untuk belajar dilihat pada table berikut ini:
56
Tabel 4.20. Tanggapan responden tentang keadaan sekolah untuk belajar
Tanggapan Responden
X
F
F.X
Persentase
Sangat Baik
4
21
84
30
Baik
3
27
30
38,57
Cukup Baik
2
17
34
24,29
Tidak Baik
1
5
5
7,14
70
153
100
JUMLAH
Rata-rata Skor = ∑F.X = 153 = 2,18 Rata-rata Persentase
N
70
2,18
x 100 = 70 %
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 21 orang (30%)
responden menjawab Sangat Baik, 27 orang (38,57%) responden menjawab Baik,
17 orang (24,29%) responden menjawab Cukup Baik, dan 5 orang (7,14%)
responden menjawab Tidak Baik.
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 70% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang masyarakat yang berpendidikan tinggi untuk memotivasi siswa dalam
kegiatan belajar dilihat pada table berikut ini :
57
Tabel 4.21. Tanggapan responden tentang masyarakat yang berpendidikan
tinggi untuk memotivasi siwa dalam kegiatan belajar
Tanggapan Responden
X
F
F.X
Persentase
Sangat Baik
4
16
64
22,86
Baik
3
31
93
44,29
Cukup Baik
2
19
38
27,14
Tidak Baik
1
4
4
5,71
70
199
100
JUMLAH
Rata-rata Skor = ∑F.X = 199 = 2,84 Rata-rata Persentase
N
70
2,84
x 100 = 71 %
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 16 orang
(22,86%) responden menjawab Sangat Baik, 31 orang (44,29%) responden
menjawab Baik, 19 orang (27,14%) responden menjawab Cukup Baik, dan 4
orang (5,71%) responden menjawab Tidak Baik.
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 71% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil penelitin yang menunjukkan Tanggapan Responden
tentang pergaulan siswa di lingkungan sekitar sekolah dilihat pada table berikut
ini :
58
Tabel 4.22. Tanggapan responden tentang pergaulan siswa di lingkungan
sekitar sekolah
Tanggapan Responden
X
F
F.X
Persentase
Sangat Baik
4
7
28
10
Baik
3
20
60
28,57
Cukup Baik
2
21
42
30
Tidak Baik
1
22
22
31,43
70
152
100
JUMLAH
Rata-rata Skor = ∑F.X = 152 = 2,17 Rata-rata Persentase
N
70
2,17
x 100 = 54 %
4
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan data tersebut diatas menunjukkan bahwa Tanggapan
Responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur suatu
keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 7 orang (10%)
responden menjawab Sangat Baik, 20 orang (28,57%) responden menjawab Baik,
21 orang (30%) responden menjawab Cukup Baik, dan 22 orang (31,43%)
responden menjawab Tidak Baik.
Jadi setelah diakumulasikan dan dapat dinilai rata-rata persentase
tanggapan responden tentang pendekatan sumber dari sisi input untuk mengukur
suatu keberhasilan organisasi di Sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 54% yang
berarti kategori Baik.
Selanjutnya hasil rekapitulasi tanggapan responden mengenai indikator
motivasi pada table berikut ini :
59
Tabel 4.23. Rekapitulasi tanggapan responden mengenai indikator motivasi
NO
Tanggapan Responden
Rata-rata Skor
Rata-rata Persentase
1.
Kesehatan
2,74
68
2.
Intelegensi dan bakat
2,34
58
3.
Minat dan motivasi
2,63
66
4.
Cara Belajar
2,81
70
5.
Keluarga
2,88
72
6.
Sekolah
2,18
70
7.
Masyarakat
2,84
71
8.
Lingkungan Sekitar
2,17
54
JUMLAH
2,57
66,12%
Sumber : Hasil Olahan Kuesioner, Juli 2017
Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa orang tua siswa
yang sebagai responden member tanggapan tentang indikator motivasi yaitu
66,12% atau kategori baik yang berdasarkan pertanyaan sesuai dengan
indikator diatas.
Menurut salah satu rekan guru di SMP Negeri 4 Baranti orang
tua sangat membantu untuk memotivasi siswa untuk keberhasilan siswa
karena apabila peran orang tua tidak baik otomatis siswa tidak akan
berkembang tetntang pembelajaran dengan baik.
Adapun total keseluruhan nilai dari Variabel X (efektif) adalah
sebesar 568. Untuk mengetahui jumlah persentasenya, maka dapat dihitung
dengan menggunakan rumus sebagai berkut:
Total Frekuensi jawaban
Hasil ideal =
× 100
Bobot tertinggi x Jumlah pertanyaan xJumlah responden
568
=
568
=
=0.67 x 100 %= 67 %
60
4x 3 x70
840
Jadi nilai Perilaku Birokrasi sebesar 67 % dari 100% yang
diharapkan.
Adapun total keseluruhan nilai dari Variabel indikator X ( Faktor
yang mempengaruhi efektivitas ) adalah sebesar 944. Untuk mengetahui
jumlah persentasenya, maka dapat dihitung dengan menggunakan rumus
sebagai berikut:
Total Frekuensi jawaban
Hasil ideal =
× 100
Bobot tertinggi x Jumlah pertanyaan xJumlah responden
944
=
944
= 0.67 × 100%= 67%
=
4 x 5 x70
1400
Jadi nilai Faktor yang mempengaruhi efektivitas yaitu sebesar 67%
dari 100% hasil yang diharapkan.
Adapun total keseluruhan nilai dari Variabel Y (Motivasi) adalah
sebesar 1494. Untuk mengetahui jumlah persentasenya, maka dapat dihitung
dengan menggunakan rumus sebagai berkut:
Total Frekuensi jawaban
Hasil ideal =
× 100
Bobot tertinggi x Jumlah pertanyaan xJumlah responden
1494
=
1494
=
4x 8 x70
=0.66 x 100 %= 66 %
2240
jadi nilai Motivasi sebesar 66 % dari 100% yang diharapkan.
61
Berdasarkan hasil analisis deskskriptif terhadap nilai dua variabel
dapat disimpulkan bahwa Efektif pendidikan gratis di sekolah SMP Negeri 4
Baranti mencapai 67% dalam kategori Baik, Faktor yang mempengaruhi
efektivitas mencapai 67% dalam kategori Baik, Dan Motivasi belajar mencapai
66% dalam Kategori Baik.
Untuk mengetahui jumlah dari kedua variabel yaitu maka dapat
dilihat dari Rumus dibawah ini dengan menggunakan Rumus Hasil Ideal
sebagai berikut:
Total Frekuensi jawaban
Hasil ideal =
× 100
Bobot tertinggi x Jumlah pertanyaan xJumlah responden
568 + 944 + 1494
× 100
=
3 x 5 x 8 x 70
3006
3006
=
=
3 x 5 x 8 x70
= 0,35 × 100% = 35 %
8400
Jika dilihat dari Rumus diatas mka terdapat 67% kurang dari 100%
dimana 35% merupakan kategori Cukup Baik.
62
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menarik kesimpulan sebagai
berikut :
1. Efektivitas program pendidikan gratis di sekolah SMP Negeri 4 Baranti
mencapai 67 % sedangkan Faktor yang mempengaruhi efektifitas yaitu
67%. Jadi Efektivitas program pendidikan gratis dalam peningkatan
motivasi belajar siswa pada sekolah SMP Negeri 4 Baranti adalah 67%
berarti dala kategori baik.
2. Peningkatan motivasi belajar siswa di sekolah SMP Negeri 4 Baranti
Kabupaten Sidenreng Rappang adalah 66% dalam kategori baik.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program pendidikan gratis
dalam peningkatan motivasi belajar siswa pada sekolah SMP Negeri 4
Baranti adalah :
a. Penyusunan tujuan strategi memiliki rata-rata persentase sebesar 66%
b. Pencarian dan pemanfaatana sumber daya memiliki rata-rata
persentase sebesar 70%
c. Lingkungan kerja memiliki rata-rata persentase sebesar 71%
d. Kepemimpinan dalam pengambilan keputusan memiliki rata-rata
persentase sebesar 71%
e. Adaptasi dan inovasi organisasi memiliki rata-rata persentase sebesar
58%
Jadi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program pendidikan
gratis dalam peningkatan motivasi belajar siswa pada sekolah SMP Negeri
4 Baranti secara signifikan dengan persentase sebesar 71% yaitu
Lingkungan kerja dan kepemimpinan dalam pengambilan keputusan.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan uraian diatas serta melihat
beberapa aspek yang berkaitan yaitu efektivitas program pendidikan gratis
dalam peningkatan motivasi belajar siswa pada sekolah SMP Negeri 4 Baranti
63
Kabupaten Sidenreng Rappang,maka penulis mencoba memberikan saransaran yaitu
1. efektivitas program pendidikan gratis dalam peningkatan motivasi belajar
siswa pada sekolah SMP Negeri 4 Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang
berjalan dengan baik jadi perlu adanya peningkatan agar tercapai hasil
yang lebih baik lagi khususnya dalam pemberian bantuan kepada siswa
yang tidak dan memberikan pemahamantetntang pendidikan gratis kepada
orang tua siswa di seluruh kabupaten sidenreng rappang.
2. Efektivitas program pendidikan gratis harus dipertahankan karena sangat
membantu anak yang tidak mampu memiliki pendidikan yang lebih tinggi,
dan sangat membantu dalam proses belajar siswa di sekolah.
64
DAFTAR PUSTAKA
Buku-buku
Ahmad Jamaluddin. 2015, Metode Penelitian Administrasi Publik, Teori dan
Aplikasi : Yogyakarta.
Hadari, Nawawi, 2007, Metode Penelitian Bidang Sosial. Gajahmada University
Press: Yogyakarta.
Martani & Lubis. 1987. Teori organisasi. Ghalia Indonesia: Bandung
Moenir H.A.S. 2010.Manajemen Pelayanan umum di Indonesia. Bumi Aksara:
Jakarta.
Siagian.Sondang.P. 2006.Manajemen Modern. Gunung Agung: Jakarta.
Siagian.Sondang.P. 1997.Organisasi, Kepemimpinan dan Perilaku administrasi.
Haji Mas Agung: Jakarta.
Steers, Ricard M. 1986.Efektivitas Organisasi. Erlangga: Jakarta
Mudyahardjo Redja. 2001. Pengantar Pendidikan. Raja Grafindo: Jakarta.
Moleong, Lexi J. 2001. Metode Penelitian Administrasi. Remaja Rodakarya:
Bandung
Pasolong, Harbani. 2007. Teori Administrasi Publik. Alfabeta. Bandung
Tayibnapis. 2000. Evaluasi Program. PT. Rineka Cipta: Jakarta
Tjokroamidjojo, Bintoro. 1995. Perencanaan pembangunan: CVHaji mas agung.
Jakarta
Uno,Hamzah.2006.
Sistem
Pengawasan
dan
Kepegawaian,
Ghalia
Indonesia,Jakarta
Martoyo,S. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia,BPFE, Jakarta.
Musanef. 2000. Sumber Daya Manusia : Tinjauan Kualitas dan Kinerja Kerja
Jakarta : Sinar Grafika.
Hasibuan, Malayu S.p.2001, Organisasi dan Motivasi Dasar Peningkatan
Produktifitas, Bumi Aksara, Bandung
Manullang,M. 2002.Dasar-dasar Manajemen,Ghalia Indonesia,Jakarta
Susilo,2007, Sistem Kepegawaian, Bumi43Aksara, Jakarta
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Administrasi, Bandung: Alfabeta
Nazir, Moh., 2005, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta
65
Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional
Peraturan Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang Nomor 5 Tahun 2009 Tentang
Pendidikan Gratis
Download