Uploaded by Suyadi Akbar

HOTS MOTS LOTS 2019

advertisement
Mengapa asesmen di Indonesia
diarahkan ke model asesmen
Higher Order Thinking Skills (HOTS)
dan Contextual Assessment?
3
Kecakapan Abad 21yang dibutuhkan
1
3
2
Kualitas Karakter
Kompetensi
Literasi Dasar
1.
2.
3.
4.
5.
6.
1.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Bagaimana menghadapi
lingkungan yang terus
berubah.
Iman & taqwa
Rasa ingin tahu
Inisiatif
Gigih
Kemampuan
beradaptasi
Kepemimpinan
Kesadaran sosial dan
budaya
Agenda
Bagaimana mengatasi
tantangan yang kompleks.
2.
3.
4.
Berpikir
kritis/memecahkan
masalah
Kreativitas
Komunikasi
Kolaborasi
Bagaimana menerapkan
keterampilan inti untuk
kegiatan sehari-hari.
Baca tulis
Berhitung
Literasi sains
Literasi informasi
teknologi dan
komunikasi
Literasi keuangan
Literasi budaya dan
kewarganegaraan
4
Hasil PISA 2012: mayoritas siswa usia 15 tahun belum memiliki
kompetensi literasi dasar (membaca, matematika, sains)
Anak-anak kita tidak akan berdaya saing bila di sekolah mereka tidak dilatih kecakapan hidup abad 21,
misalnya: untuk membuat perbandingan, membuat penilaian data, berpikir kritis, membuat kesimpulan,
memecahkan masalah dan menerapkan pengetahuan mereka pada konteks kehidupan nyata serta pada
situasi yang masih asing
Matematika
Membaca
75% siswa di bawah kompetensi minimum
56% siswa di bawah kompetensi minimum
Source: Rodrigo, World Bank, Extracted from OECD. Pisa 2012 Results in Focus: What Students Know and What They Can Do
With What They Know.
Permasalahan sehari-hari:
1. Bank A menggunakan sistem anuitas untuk pencicilan hutang,
sedangkan Bank B menggunakan sistem bunga menurun. Manakah
yang lebih ringan bunganya?
2. Ada 2 desa yang berdekatan sedang dilanda konflik adat. Apa yang
harus dilakukan, jika Anda menjadi salah satu kepala desa tersebut?
3. Bagaimana cara mengetahui umur suatu pohon yang tidak diketahui
kapan ditanam, tanpa menebangnya terlebih dahulu?
4. Bagaimana cara memperlambat proses korosi pada badan kapal laut?
5. Bagaimana cara mengembangbiakkan mangga agar buahnya sejak
kecil terasa manis?
6. Jika Anda menjadi kepala sekolah, trobosan apa yang akan dilakukan
untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah Anda, jika dana
komite tidak ada?
Kurikulum 2013
Tantangan Eksternal
(Globalisasi)
Tantangan
Internal
Lingkungan
hidup
Kemajuan
Teknologi
Industri
Kreatif
Kemajuan
Pendidikan
Internasional
Konten
Sistem
evaluasi
TABLE OF THINKING
Krulik &
Rudnick
Bloom
Orisinil
Bloom
Revisi
recall
Pengetahuan
Mengingat
basic
Pemahaman
Memahami
Penerapan
Menerapkan
critical
Analisis
Menganalisis
creative
Sintesis
Evaluasi
Presseisen
“HOTS”
Berpikir kritis; Berpikir
kreatif; Pemecahan
Mengevaluasi
masalah; Pembuatan
keputusan
Mencipta
Kemampuan berpikir yang tidak sekadar
mengingat (recall), menyatakan kembali (restate),
atau merujuk tanpa melakukan pengolahan
(recite)
Soal-soal HOTS mengukur kemampuan:
1) transfer satu konsep ke konsep lainnya,
2) memproses dan menerapkan informasi,
3) mencari kaitan dari berbagai informasi yang
berbeda-beda,
4) menggunakan informasi untuk menyelesaikan
masalah,
5) menelaah ide dan informasi secara kritis.
1. Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi,
meminimalkan aspek ingatan atau pengetahuan,
Ciri-ciri berpikir tingkat tinggi, kemampuan:
 menemukan
 menganalisis
 menciptakan metode baru
 mereflksi
 memprediksi
 berargumen
 mengambil keputusan yang tepat
2. Berbasis permasalahan kontekstual (berbasis kasus);
3. Menarik (Trend Topic)
4. Tidak rutin;
Mengkreasi
HOTS
Mengevaluasi
Menganalisis
Mengaplikasi
MOTS
Memahami
LOTS
Mengetahui
• Mengkreasi ide/gagasan sendiri.
• Kata kerja: mengkonstruksi, desain, kreasi, mengembangkan,
menulis, memformulasikan.
• Mengambil keputusan sendiri.
• Kata kerja: evaluasi, menilai, menyanggah, memutuskan,
memilih, mendukung.
• Menspesifikasi aspek-aspek/elemen.
• Kata kerja: membandingkan, memeriksa, , mengkritisi,
menguji.
• Menggunakan informasi pada domain berbeda
• Kata kerja: menggunakan, mendemonstrasikan,
mengilustrasikan, mengoperasikan.
• Menjelaskan ide/konsep.
• Kata kerja: menjelaskan, mengklasifikasi, menerima,
melaporkan.
• Mengingat kembali.
• Kata kerja: mengingat, mendaftar, mengulang, menirukan.
Sumber: Anderson&Krathwohl (2001)
NO.
LEVEL KOGNITIF
KARAKTERISTIK SOAL
1.
Pengetahuan dan
Pemahaman
Mengukur pengetahuan faktual, konsep,
dan prosedural.
2.
Aplikasi
 Menggunakan pengetahuan faktual,
konsep, dan prosedural tertentu pada
konsep lain dalam mapel yang sama
atau mapel lainnya;
 Menggunakan pengetahuan faktual,
konsep, dan prosedural tertentu untuk
menyelesaikan masalah kontekstual
(situasi lain).
3.
Penalaran
Menggunakan penalaran dan logika untuk:
 Mengambil keputusan (evaluasi)
 Memprediksi & Refleksi
 Menyusun strategi baru untuk
memecahkan masalah
‘DIFFICULTY’ IS NOT SAME AS HIGHERORDER THINKING.
MENGETAHUI ARTI DARI KATA YANG
JARANG DIGUNAKAN MUNGKIN SULIT,
TETAPI INI BUKANLAH HIGHER-ORDER
THINKING KECUALI MELIBATKAN PROSES
BERNALAR (SEPERTI MENCARI ARTI DARI
KONTEKS/STIMULUS).
1. Pengetahuan dan Pemahaman
Di antara salat sunnah berikut yang bisa dilaksanakan secara
munfarid dan berjamaah adalah salat ...
A. Rawatib
B. Istisqa
C. Fajar
D. Tahajud
E. Tarawih
2. Aplikasi (Penerapan)
Pada hari libur Ali berkunjung ke rumah nenknya di Yogyakarta. Ali
naik bus dari pool Bekasi pada pukul 16.00. Bus berhenti di rumah
makan di Cirebon pada pukul 20.00. Di rumah makan ini Ali
melaksanakan salat maghrib dan isya secara jamak dan qasar.
Bagaimana cara Ali melaksanakannya?
A. Salat maghrib 3 rekaat dilanjutkan salat isya 4 rekaat
B. Salat maghrib 3 rekaat dilanjutkan salat isya 2 rekaat
C. Salat maghrib 2 rekaat dilanjutkan salat isya 2 rekaat
D. Salat isya 4 rekaat dilanjutkan salat maghrib 3 rekaat
E. Salat isya 2 rekaat dilanjutkan salat maghrib 3 rekaat
3. Penalaran
Seperti biasanya siswa SMP Al-Hikmah selalu melaksanakan salat
dhuhur berjamaah. Siang itu Pak Amir menegur Ali agar dia
berwudhu. Namun Ali menjelaskan kepada Pak Amir bahwa dia
sudah wudhu. Pak Amir kemudian menerangkan bahwa Ali perlu
mengulang wudhunya karena Ali sempat keluar masjid dan berlarilari di halaman tanpa alas kaki. Pak Amir menjelaskan bahwa
halaman itu kotor. Halaman masjid sering dilewati oleh kendaraan
maupun terinjak sepatu atau sandal yang memungkinkan
megandung najis, meskipun benda najisya tidak kelihatan, sehingga
Ali perlu membersihkan dirinya dulu dan berwudhu kembali.
Najis yang dimaksudkan pada ilustrasi tersebut adalah najis ...
A. Mukhaffafah
B. Hukmiyah
C. Ainiyah
D. Mughaladzah
Langkah-langkah Menyusun Soal HOTS
1.
2.
3.
4.
Menganalisis KD yang dapat dibuatkan soal HOTS.
Menyusun kisi-kisi soal.
Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual;
Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal.
Butir-butir pertanyaan ditulis agar sesuai dengan
kaidah penulisan butir soal.
5. Membuat pedoman penskoran atau kunci
jawaban.
KISI-KISI SOAL
Mata Pelajaran
No.
: .............................................................
Kompetensi Dasar
Mengetahui
Kepala SMA .........................................
................................................................
NIP.
Materi
Kelas/
Semester
Indikator Soal
Level
Kognitif
Bentuk
Soal
..............................., ....................................
Koordinator MGMP .....................................
................................................................
NIP.
No.
Soal
1. Menjabarkan KD Menjadi IPK dan Indikator Soal
Esensi IPK:
 Menentukan tujuan pembelajaran
 Menentukan materi pelajaran (faktual,
konseptual, prosedural, metakognitif)
 Menentukan langkah-langkah pembelajaran
 Menentukan media dan sumber belajar
 Menentukan bentuk instrumen penilaian
Dimensi pengetahuan
Meta
kognitif
Prosedural
Konseptual
Faktual
Mengingat
Memahami
Menerap
kan
Menganalisis
Mengeva luasi
Mencipta
Dimensi proses kognitif
Contoh:
KD: 3.5 Menganalisis informasi/data dari berbagai sumber tentang ekosistem dan
semua interaksi yang berlangsung di dalamnya.
Tuntutan KD: pengetahuan metakognitif, dan kemampuan berpikir menganalisis
Dimensi Pengetahuan
1. Faktual
2. Konseptual
3. Prosedural
4. Metakognitif
Materi Pelajaran
 Kolam: katak, nyamuk, air, ikan air tawar, burung
bangau, dll.
 Laut: ikan laut, burung camar, air laut, rumput laut,
ganggang, dll.
 Sungai: air, ikan, lumut, dll.
 Dst.
Pengertian: ekosistem, rantai makanan, interaksi, dll.
Rantai makanan (urutan).
Kemampuan memecahkan masalah kontekstual
menggunakan konsep ekosistem.
No.
Proses Kognitif
1. Mengingat (C1)
2.
Memahami (C2)
3.
4.
Menerapkan (C3)
Menganalisis (C4)
5.
Mengevaluasi (C5)
6.
Mengkreasi/mencipta (C6)
Kata Kerja Operasional
Mendeskripsikan, menjelaskan,
menyebutkan, melafalkan, menuliskan
kembali, menghafal.
Membedakan, menjelaskan, menyebutkan,
menceritakan kembali.
Menerapkan, mengaplikasikan, menggunakan
Membandingkan, mengkritisi, menguji,
mengelompokkan
Menyimpulkan, memilih, memprediksi,
memutuskan
Menyusun, menemukan, merancang,
membuat
IPK
1. Menyebutkan beberapa contoh ekosistem;
2. Menjelaskan pengertian ekosistem;
3. Menyebutkan komponen-komponen
ekosistem;
4. Menjelaskan interaksi yang terjadi dalam
ekosistem;
5. Menjelaskan pengertian rantai makanan;
6. Membandingkan interaksi yang berlangsung
dalam ekosistem;
7. Menyelesaikan permasalahan kontekstual
menggunakan konsep ekosistem.
Indikator soal
Siswa dapat menyebutkan 3 contoh ekosistem
Siswa dapat menjelaskan pengertian ekosistem.
Disajikan gambar tentang ekosistem, siswa dapat
menyebutkan komponen-komponen dalam
ekosistem.
Disajikan gambar tentang ekosistem, siswa dapat
menjelaskan interaksi yang terjadi dalam
ekosistem.
Siswa dapat menjelaskan pengertian rantai
makanan.
Disajikan beberapa kasus dalam ekosistem, siswa
dapat membandingkan interaksi yang terjadi
dalam ekosistem.
Disajikan permasalahan kontekstual tentang
ekosistem, siswa dapat menyelesaikan
permasalahan tersebut menggunakan konsep
ekosistem.
2. Menyusun stimulus HOTS
a. Pilihlah beberapa informasi dapat berupa gambar, grafik,
tabel, wacana, dll yang memiliki keterkaitan dalam sebuah
kasus.
b. Stimulus hendaknya menuntut kemampuan
menginterpretasi, mencari hubungan, menganalisis,
menyimpulkan, atau menciptakan.
c. Pilihlah kasus/permasalahan konstekstual dan menarik
(terkini) untuk dibaca oleh peserta didik. Pengecualian
untuk mapel Bahasa, Sejarah boleh tidak kontekstual.
d. Terkait langsung dengan pertanyaan (pokok soal),
berfungsi.
PENGGUNA INTERNET DI DUNIA
Pengguna Internet dari hari ke hari selalu mengalami peningkatan. Salah
satu cara untuk mengetahui pengguna Internet di dunia adalah dengan
melihat data ter-update melalui Internet World Stats (IWS). Gambar
berikut adalah data pengguna Internet di dunia di berbagai wilayah.
Tabel 1.
Perkiraan jumlah penduduk.
Jumlah
No
Nama Region
Penduduk
(dalam juta)
1 Asia
2.531
2 Eropa
739
3 Amerika Latin/Karibia
93
4 Amerika Utara
351
5 Afrika
1.125
6 Timur Tengah
279
7 Oceania/Australia
36
Jumlah
5.154
Pengguna Internet di Indonesia adalah 73 juta orang pengguna.
Dari data di atas, hitunglah perbandingan pengguna internet di
Indonesia terhadap negara-negara di Asia!
Kunci/Pedoman Penskoran:
Penyelesaian
Jumlah pengguna internet di Asia
= 47.5% x 5.154
= 2.448 juta .................................................................................
Skor
1
Pengguna Internet di Indonesia
= 73 juta
Jadi perbandingan pengguna internet di Indonesia dibandingkan
dengan pengguna internet di Asia adalah 73 : 2.448 atau sekitar
73
2448
𝑥 100% = 2,98% ....................................................................
Jumlah skor Maksimum
1
2
Keterangan:
Soal masuk kategori HOTS karena untuk menyelesaikan soal ini:
1. diperlukan pemahaman konsep membaca diagram dan
membaca tabel, serta melihat keterkaitan (mencari hubungan)
informasi pada stimulus.
2. menghitung jumlah pengguna internet dengan menggunakan
perbandingan.
3. membandingkan pengguna internet di Indonesia dengan
pengguna di Asia.
KAIDAH PENULISAN BUTIR SOAL
BENTUK TES PILIHAN GANDA
No.
A.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Komponen/Aspek
Materi
Soal sesuai dengan indikator.
Soal tidak mengandung unsur SARAPPPK (Suku, Agama, Ras,
Anatargolongan, Pornografi, Politik, Propopaganda, dan Kekerasan).
Soal menggunakan stimulus yang menarik (baru, mendorong peserta didik
untuk membaca).
Soal menggunakan stimulus yang kontekstual (gambar/grafik, teks, visualisasi,
dll, sesuai dengan dunia nyata)*
Soal mengukur level kognitif penalaran (menganalisis, mengevaluasi,
mencipta). Sebelum menentukan pilihan, peserta didik melakukaan tahapantahapan tertentu.
Jawaban tersirat pada stimulus.
Pilihan jawaban homogen dan logis.
Setiap soal hanya ada satu jawaban yang benar.
1
Butir Soal
2 3 4 5
B.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
C.
17.
18.
19.
20.
Konstruksi
Pokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tegas.
Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang
diperlukan saja.
Pokok soal tidak memberi petunjuk ke kunci jawaban.
Pokok soal bebas dari pernyataan yang bersifat negatif ganda.
Gambar, grafik, tabel, diagram, atau sejenisnya jelas dan berfungsi.
Panjang pilihan jawaban relatif sama.
Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan "semua jawaban di atas salah”
atau “semua jawaban di atas benar" dan sejenisnya.
Pilihan jawaban yang berbentuk angka/waktu disusun berdasarkan urutan besar
kecilnya angka atau kronologisnya.
Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal lain.
Bahasa
Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, untuk
bahasa daerah dan bahasa asing sesuai kaidahnya.
Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.
Soal menggunakan kalimat yang komunikatif.
Pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok katayang sama, kecuali merupakan
satu kesatuan pengertian.
KAIDAH PENULISAN BUTIR SOAL
BENTUK TES URAIAN
No.
Komponen/Aspek
A.
1.
2.
Materi
Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk Uraian).
Soal tidak mengandung unsur SARAPPPK (Suku, Agama, Ras,
Anatargolongan, Pornografi, Politik, Propopaganda, dan Kekerasan).
Soal menggunakan stimulus yang menarik (baru, mendorong peserta didik
untuk membaca).
Soal menggunakan stimulus yang kontekstual (gambar/grafik, teks, visualisasi,
dll, sesuai dengan dunia nyata)*
Soal mengukur level kognitif penalaran (menganalisis, mengevaluasi,
mencipta). Sebelum menentukan pilihan, peserta didik melakukaan tahapantahapan tertentu.
Jawaban tersirat pada stimulus.
3.
4.
5.
6.
1
Butir Soal
2 3 4 5
B.
6.
7.
8.
9.
10.
C.
11.
12.
13.
Konstruksi
Rumusan kalimat soal atau pertanyaan menggunakan kata-kata tanya atau
perintah yang menuntut jawaban terurai.
Memuat petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.
Ada pedoman penskoran/rubrik sesuai dengan kriteria/kalimat yang
mengandung kata kunci.
Gambar, grafik, tabel, diagram, atau sejenisnya jelas dan berfungsi.
Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal lain.
Bahasa
Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, untuk
bahasa daerah dan bahasa asing sesuai kaidahnya.
Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.
Soal menggunakan kalimat yang komunikatif.
Kurikulum
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator Soal
Level Kognitif
: ........................................
:
:
:
:
Soal:
Kunci/Pedoman Penskoran:
Keterangan:
Soal ini termasuk soal HOTS karena
1. .....................................
2. .....................................
3. .....................................
KARTU SOAL NOMOR 1
(URAIAN)
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Kurikulum
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator Soal
Level Kognitif
: ........................................
: ........................................
: ........................................
:
:
:
:
Soal:
PEDOMAN PENSKORAN
No.
Uraian Jawaban/Kata Kunci
Total Skor
Keterangan:
Soal ini termasuk soal HOTS karena:
1. .....................................
2. .....................................
@ Dit. PSMA
Skor
KISI-KISI SOAL
Mata Pelajaran
No.
1.
: PPKn
Kompetensi Dasar
Materi
Menganalisis berbagai kasus Hak asasi manusia
pelanggaran HAM secara
dalam Pancasila
argumentatif dan saling
keterhubungan antara aspek
ideal, instrumental, dan
praksis sila-sila Pancasila.
Kelas/
Level
Bentuk No.
Indikator Soal
Semester
Kognitif
Soal Soal
XII/1
Disajikan kasus kontekstual,
Penalaran Uraian
1
peserta didik mampu menganalisis
berbagai informasi yang disajikan
dalam kasus.
KAKEK DAN PENCURI PEPAYA
Cerita ini tentang seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai
orang kampung yang bersahaja. Suatu sore, ia mendapati pohon
pepaya di depan rumahnya telah berbuah. Walaupun hanya dua
buah namun telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana
memetik buah itu di keesokan hari. Namun, tatkala pagi tiba, ia
mendapati satu buah pepayanya hilang dicuri orang.
Kakek itu begitu bersedih, hingga istrinya merasa heran. “Suamiku,
jangan hanya karena sebuah pepaya saja engkau demikian
murung” ujar sang istri. “Bukan itu yang aku sedihkan,” jawab sang
kakek. “Aku berpikir, betapa sulitnya orang itu mengambil pepaya
kita. Ia harus sembunyi-sembunyi di tengah malam agar tidak
ketahuan orang. Belum lagi mesti memanjatnya dengan susah
payah untuk bisa memetik pepaya.”
“Oleh karena itu istriku...,” lanjut sang kakek. “Saya akan meminjam
tangga dan saya taruh di bawah pohon pepaya kita. Mudahmudahan ia datang kembali malam ini dan tidak akan kesulitan
lagi mengambil pepaya yang satunya.” Namun saat pagi kembali
hadir, ia mendapati pepaya yang tinggal sebuah itu tetap ada
beserta tangganya tanpa bergeser sedikitpun. Sang Kakek tetap
menunggu. Namun di pagi berikutnya, tetap saja buah pepaya itu
masih di tempatnya.
Di sore harinya, sang kakek kedatangan seorang tamu yang
menenteng dua buah pepaya besar di tangannya. Sang kakek
belum pernah mengenal si tamu tersebut. Singkat cerita, setelah
berbincang lama, sang tamu dengan amat menyesal mengaku
bahwa dialah yang telah mencuri pepayanya.
“Sebenarnya, di malam berikutnya saya ingin mencuri
buah pepaya yang tersisa. Namun saat saya
menemukan ada tangga di sana, saya tersadarkan
dan sejak itu saya bertekad untuk tidak mencuri lagi.
Untuk itu, saya kembalikan pepaya Anda dan untuk
menebus kesalahan saya, saya hadiahkan pepaya
yang baru saya beli di pasar untuk Anda.”
Diambil dari
http://www.kisahinspirasi.com/2012/09/kisah
-kakek-dan-pencuri-pepaya.html
PERTANYAAN
1. Ani berpendapat bahwa sifat Kakek tersebut
dermawan. Setujukah kamu dengan pendapat Ani
tersebut? Jelaskan alasanmu!
2. Apakah pendapatmu jika pada cerita tersebut si
pencuri tetap mengambil pepaya milik Kakek yang
kedua?
3. Apakah yang membuat perasaan Kakek sedih
setelah menyadari satu buah pepaya miliknya
hilang?**)
4. Apakah yang dilakukan sang pencuri untuk
menebus kesalahannya?**)
**) bukan soal HOTS
Pedoman Penskoran
Mata Pelajaran
Kelas/Peminatan
Kelas/Semester
No
1.
: PPKn
: Umum
: XII/1
Jawaban
Langkah ke-1 ……………………………
Langkah ke-2 ……………………………
Langkah ke-3 ……………………………
…………….
Jumlah
Skor
1
1
1
….
5
Ujian Sekolah (US) adalah kegiatan pengukuran dan
penilaian kompetensi peserta didik terhadap SKL,
untuk semua mata pelajaran yang dilakukan oleh
Satuan Pendidikan.
1. Mempersiapkan kompetensi peserta didik
menyongsong abad ke-21;
2. Memupuk rasa cinta dan peduli terhadap
kemajuan daerah;
3. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik;
4. Meningkatkan mutu soal US.




Merumuskan kebijakan
Menyiapkan bahan
Pelatihan
Pendampingan
Mengimplementasikan
kebijakan:
 Meningkatkan pemahaman
dan keterampilan
 Menerapkan dlm berbagai
bentuk penilaian
Satuan
Pendidikan
Pusat
(Dit. PSMA)
 Sosialisasi
 Fasilitasi
 Pengawasan
HOTS
Dinas
Pendidikan
Prov/Kab/
Kota
Contoh Pemetaan Soal Berdasarkan Dimensi Pengetahuan dan Dimensi
Proses Kognitif
KD: 3.9. memahami tata cara salat sunah berjamaah dan munfarid (SMP kelas 8 )
DIMENSI
Mengingat
Pengetahu Jelaskan
an Faktual pengertian
salat
dhuha!
Memahami
Menerapkan
Menganalisis
Apa yang
kamu
ketahui
tentang
salat
tarawih?
Salat yang
dilakukan
di
lapangan,
dilanjutkan,
khutbah,
bertujuan
untuk
memohon
hujan
adalah
salat ...
Salat
istisqa dan
salat id
sama-sama
dilakukan
secara
berjamaah
dan
dilanjutkan
khutbah.
Apa
perbedaan
nya?
Mengevaluasi
Mencipta
Buatlah
perencana
an
pelaksana
an salat
istisqa
Download