Uploaded by common.user32361

BAB II

advertisement
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN
2.1
Tinjauan Pustaka Penelitian
2.1.1
Green Product
Menurut Shaputra (2013:51) menjelaskan green product adalah upaya
untuk meminimalkan limbah ketika proses produksi, disamping memaksimalkan
produk yang dibuat sekaligus memenuhi syarat ramah lingkungan. Green product
sendiri harus mempunyai kualitas produk yang tahan lama dalam artian tidak
mudah rusak, tidak mengandung racun, dibuat dari bahan yang dapat di daur ulang
dan memiliki packaging yang minimalis. Kualitas produk seperti diatas, masih
menggunakan energi atau sumber daya yang menghasilkan emisi saat proses
pembuatan. Oleh karena itu, perlu ditekankan bahwa green product adalah dimana
suatu produk memberikan dampak yang sekecil mungkin dalam pengaruhnya
terhadap lingkungan. Menurut Albino, Balice, dan Dangelico dalam Mahbub dan
Anik (2014) menyatakan bahwa green product adalah produk yang dirancang untuk
meminimalkan dampak lingkungan selama siklus hidup produk tersebut, secara
khusus penggunaan sumber daya untuk produk yang tidak dapat diperbaharui dapat
diminimalkan, bahan beracun dihindari dan penggunaan sumber daya yang tidak
dapat diperbaharui sesuai dengan tingkat keperluan.
Dapat disimpulkan bahwa green product adalah barang-barang yang salah
satu cirinya adalah menggunakan material yang baik, yang bisa didaur ulang, dan
proses pembuatan green product pun menggunakan manajemen persampahan yang
baik, sehingga secara keseluruhan menggunakan green product berarti mengurangi
emisi karbon, dan turut membantu mengurangi dampak dari pemanasan global.
2.1.2
Brand Image
Brand image atau yang dikenal dengan istilah citra merek adalah salah satu
bagian dari citra merek. Menurut Kottler dan Keller (2016:330), menyatakan bahwa
15
brang imagery : describes the ecstrinsic properties of the products/services
including the ways in which the brand attempts to meet costumer’s psychological
or social needs atau menjelaskan tentang sifat ekstrinsik produk/jasa termasuk
dimana cara merek mencoba untuk memenuhi kebutuhan psikologi atau sosial
pelanggan. Kotler dan Amstrong (2016:275) mengemukakak bahwa “brand are
more than just names and symbols. They are the key element in the company’s
relationship with consumer” atau merek lebih dari sekedar nama dan symbol.
Merek adalah elemen kunci dalam hubungan antara perusahaan dengan pelanggan.
Dari pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa merek adalah
suatu dimensi (nama kata, huruf, warna, lambang/kombinasi dari dimensi-dimensi
tersebut) yang mendiferensiasikan suatu barang dan jasa dari para pesaingnya yang
dirancang sebagai identitas perusahaan untuk membangun kesetiaan dengan para
konsumennya. Citra merek akan melekat dibenak para konsumen apabila merek
tersebut memiliki sesuatu yang unik.
2.1.3
Manfaat Merek (Brand)
Menurut Swasty (2016:10) yang mengemukaan manfaat merek bagi
produsen dan konsumen diantaranya adalah :
1. Bagi produsen, merek berperan penting sebagai :
a) Sarana identifikasi untuk memudahkan proses penanganan atau
pelacakan produk bagi perusahaan, terutama dalam pengorganisasian
sediaan dan pencatatan akuntansi.
b) Bentuk proteksi hukum terhadap fitur atau aspek produk yang unik.
Merek bisa mendapatkan perlindungan properti intelektual. Nama
merek bisa dilindungi melalui hak paten, dan kemasan bisa diproteksi
melalui hak cipta dan desain hak – hak properti intelektual ini
memberikan jaminan bahwa perusahaan dapat berinvestasi dengan
aman dalam merek yang dikembangkannya dan meraup manfaat dan
aset bernilai tersebut.
c) Sinyal singkat kualitas bagi pelanggan yang puas, sehingga mereka
dengan mudah memilih dan membelinya lagi dilain waktu.
16
d) Sarana menciptakan asosiasi dan makna unik yang membedakan produk
dari pesaing.
e) Sumber keunggulan kompetitif, terutama melalui perlindungan hukum,
loyalitas pelanggan, dan citra unik yang terbentuk dalam benak
konsumen.
f) Sumber financial returns, terutama menyangkut pendapatan masa
dating.
2. Bagi Konsumen, merek berperan penting sebagai :
a) Mudah mengidentifikasi yang dibutuhkan atau dicari.
b) Memberi jaminan bagi konsumen bahwa mereka bisa mendapatkan
kualitas yang sama sekalian pembelian dilakukan pada waktu dan
tempat berbeda.
c) Memberikan kepastian bahwa konsumen dapat membeli alternatif
terbaik dalam kategori produk tertenti dan pilihan terbaik untuk tujuan
spesifik.
d) Mendapatkan konfirmasi mengenai citra dari konsumen atau citra yang
ditampilkannya kepada orang lain.
2.1.4
Green Brand Image
Menurut Kotler dan Keller (2009:260), brand image adalah sebagai proses
dimana seseorang memilih, mengoperasikan dan mengartikan masukan informasi
untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti. Menurut Rahman (2010:176)
brand image adalah citra atas suatu merek yang tujuannya menciptakan
kecendurngan bagi konsumen atas merek tersebut.
Green Brand Image merupakan sebuah persepsi sebuah merek yang ada
pada benak konsumen yang berkaitan dengan hal yang menggabungkan antara
komitmen dengan kepedulian terhadap lingkungan (Chen 2009).
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa green brand image
adalah pandangan atau pemahaman konsumen mengenai merek secara psikologis
dimana tidak semata ditentukan oleh bagaimana pemberian nama yang baik kepada
sebuah produk, tetapi juga dibutuhkan bagaimana cara memperkenalkan produk
17
tersebut agar dapat melekat baik dibenak konsumen dalam membentuk suatu
persepsi akan sebuah produk yang ramah lingkungan.
2.1.5
Dimensi Brand Image
Menurut Kotler dan Keller dalam Sentanu (2018:39) Brand Image dapat
diukur dengan menggunakan 3 dimensi yaitu :
1. Strength of Brand Association (Kekuatan Asosiasi Merek)
Merupakan gambaran bagaimana informasi masuk dalam ingatan
konsumen.
2. Favorability of Brand Association (Keunggulan Asosiasi Merek)
Merupakan gambaran tentang bagaimana atribut dan manfaat yang
diberikan oleh perusahaan, yang dapat memuaskan kebutuhan dan
keinginan konsumen, sehingga menciptakan sikap yang positif terhadap
merek produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
3. Uniqueness of Brand Association (Keunikan Asosiasi Merek)
Merupakan gambaran tentang keunikan atau ciri khas yang sulit ditiru
oleh pesaing.
2.1.6
Minat Beli
Menurut Kotler dalam Sudrajad (2014:16) menyatakan bahwa minat beli
adalah perilaku konsumen dimana konsumen mempunyai keinginan untuk membeli
atau memilih suatu produk berdasarkan dalam penngalaman memilih,
menggunakan, mengkonsumsi atau bahkan menginginkan suatu produk. Menurut
Shah, et al., dalam Purba (2015:18) minat beli merupakan keinginan konsumen
untuk melakukan pembelian dimasa mendatang. Minat beli konsumen dapat
berubah sesuai dengan stimulus yang diberikan. Minat beli dapat dipengaruhi oleh
factor internal dan eksternal. Menurut Durianto (2013), Minat Beli adalah
keinginan untuk memiliki produk, minat beli akan timbul apabila seseorang
konsumen sudah terpengaruh terhadap mutu dan kualitas dari suatu produk,
informasi seputar produk.
18
Dari pengertian diatas dapat disimpulakan bahwa minat beli adalah
keinginan konsumen untuk memiliki suatu produk/jasa yang memungkinkan
kosumen untuk melakukan pembelian dimasa mendatang.
2.1.7
Indikator Minat Beli
Menurut Ferdinand (2009:129) dalam Hariani (2013:54) minat beli dapat
diidentifikasi melalui beberapa indikator yaitu:
1. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli
produk.
2. Minat refrensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk merefrensikan
produk kepada orang lain.
3. Minat prefrensial, yaitu yang menggambarkan perilaku seseorang yang
memiliki prefrensi utama pada produk tersebut. Prefrensi ini hanya dapat
diganti jika terjadi sesuatu dengan produk prefrensinya.
4. Minat eksploratif, yaitu minat ini menggambarkan perilaku seseorang
yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan
mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk
tersebut.
2.1.8 Pengaruh Green Brand Image Terhadap Minat Beli
Green brand image bisa mempengaruhi sudut pandang orang mengenai
brand suatu produk yang menjelaskan bahwa produk tersebut adalah produk ramah
lingkungan yang terbuat dari bahan alami dan tidak memberikan efek negatif bagi
pengguna maupun lingkungan.
Menurut Abdian, et al., (2013), menyatakan bahwa citra merek dapat
memberikan pengaruh terhadap minat beli konsumen. Torlak et al (2014)
mengatakan dalam penelitiannya yang berjudul “The Effect of Electronic Word of
Mouth on Brand Image and Purchase Intention” bahwa citra merek berpengaruh
positif dan signifikan terhadap minat beli. Namun pada penelitian Paolinus et al
(2018) yang berjudul “Pengaruh Kualitas Produk, Promosi, Citra Merek Terhadap
19
Minat Beli Produk Pocari Sweat Isotonic“ bahwa citra merek dapat berpengaruh
positif maupun negative terhadap minat beli konsumen.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa green brand image memiliki pengaruh baik
positif maupun negatif dan dapat memberikan rangsangan kepada konsumen untuk
menimbulkan rasa minat beli yang memungkinkan melakukan pembelian
dikemudian hari.
20
2.1.10 Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1
Skripsi Terdahulu
Penelitian
Judul
Penulis
Tahun
Variabel dan Sub
Metode dan
Variabel
Teknik Analisis
Kesimpulan
Persamaan
Perbedaan
Pengaruh Kualitas
Variabel
Metode yang
Kesimpulan yang dapat
Persamaan penelitian ini
Perbedaan penelitian
Produk, Citra
independen dalam
digunakan dalam
diambil dari penelitian
dengan penelitian yang
ini dengan penelitian
Merek, dan
penelitian ini terdiri
penelitian ini adalah
ini adalah ketiga
dilakukan penulis adalah
yang dilakukan penulis
Promosi terhadap
dari:
metode kuantitatif,
variable independen
Citra Merek (X2)
adalah pada objek
Minat Beli
Kualtias Produk
dengan jenis
yaitu kualitas produk,
terhadap Minat Beli (Y)
penelitian. Penelitian
NOTEBOOK
(X1)
penelitian deskriptif
citra merek, dan
terdahulu objeknya
ACER
Citra Merek (X2)
dan menggunakan
promosi berpengaruh
adalah NOTEBOOK
Promosi (X3)
analisis regresi linear
dan signifikan terhadap
ACER sedangkan
Adrian Hira
Dan variabel
berganda untuk
minat beli.
penelitian yang
Himawan
dependennya adalah
mengetahui pengaruh
dilakukan peneliti
2016
Minat Beli (Y)
kualitas produk, citra
objeknya adalah Sepatu
merek, dan promosi
Converse Renew
terhadap minat beli
Canvas.
Perbedaan lainnya pada
jumlah variabel
independennya.
(Bersambung)
21
Tabel 2.1 (Sambungan)
Penelitian
Judul
Variabel dan Sub
Metode dan
Variabel
Teknik Analisis
Kesimpulan
Persamaan
Perbedaan
Pengaruh Brand
Variabel
Metode yang
Brand Image
Persamaan ini dengan
Perbedaan penelitian
Image terhadap
independen dalam
digunakan dalam
berpengaruh signifikan
penelitian yang
ini dengan penelitian
Minat Beli pada
penelitian ini terdiri
penelitian ini adalah
terhadap Minat Beli
dilakukan penulis
yang dilakukan oleh
Produk Nature
dari :
metode kuantitatif,
yaitu sebesar 45%,
adalah Brand Image
penulis terletak pada
Repuclic Aloe
Brand Image (X)
yang berjenis
sedangkan sisanya
(X) terhadap Minat
objek penelitiannya.
Vera di Bandung
Dan variabel
hubungan kausal dan
55% dipengaruhi oleh
Beli (Y)
dependennya
menggunakan teknik
faktor lain yang tidak
adalah Minat Beli
analisis regresi linear
diamati dalam
(Y)
sederhana untuk
penelitian ini.
Penulis
Dwi Karyati
Tahun
2019
mengetahui pengaruh
Brand Image terhadap
minat beli.
(Bersambung)
Tabel 2.1 (Sambungan)
22
Penelitian
Judul
Penulis
Tahun
Variabel dan Sub
Metode dan
Variabel
Teknik Analisis
Kesimpulan
Persamaan
Perbedaan
Pengaruh Brand
Variabel
a. Metode penelitian
a. Hasil analisis secara
Persamaan penelitian ini
Perbedaan penelitian
Image dan
independen dalam
yang digunakan yaitu
simultan menunjukan
dengan penelitian yang
ini dengan penelitian
Electronic Word of
penelitian ini terdiri
penelitian assosiatif,
bahwa variabel brand
dilakukan penulis adalah
yang dilakukan penulis
Mouth terhadap
dari :
b. Teknik sampling
image dan electronic
pada variabel
adalah pada objek
Minat Beli
Brand Image (X1)
yang digunakan yaitu
word of mouth
independennya yaitu
penelitiannya.
Konsumen
Electronic Word of
accidental sampling,
berpengaruh signifikan
Brand Image (X1)
Perbedaan lain terletak
Oriflame di
Mouth (X2)
c. Teknik analisis
terhadap minat beli
terhadap Minat Beli (Y)
pada jumlah variabel
Manado
Dan variabel
data yang digunakan
konsumen Oriflame di
dependennya
yaitu Analisis
Manado
Cynthia Agatha,
adalah Minat Beli
Regresi Linear
b. Hasil analisis secara
Altje Tumbel,
(Y)
Berganda
parsial menunjukan
Djurwati Soepeno
bahwa variabel brand
2019
image berpengaruh
independennya.
signifikan terhadap
minat beli konsumen
Oriflame di Manado
(Bersambung)
Tabel 2.1 (Sambungan)
23
Penelitian
Judul
Penulis
Tahun
Variabel dan Sub
Metode dan
Variabel
Teknik Analisis
Kesimpulan
Persamaan
Perbedaan
Pengaruh Brand
Variabel
Penelitian ini
a. Brand Ekstensi
Persamaan penelitian
Perbedaan
Ekstensi dan
independen dalam
menggunakan
berpengaruh potitif dan
ini dengan penelitian
penelitian ini
Brand Image
penelitian ini terdiri
metode pendekatan
signifikan terhadap minat
yang dilakukan penulis
dengan penelitian
terhadap Minat
dari:
kuantitatif. Teknik
beli pada produk iPhone di
terletak pada Brand
yang dilakukan
Beli Iphone
Brand Ekstensi
analisis yang
kota Malang.
Image (X2) terhadap
penulis adalah pada
Dikota Malang
(X1)
digunakan adalah
b. Brand image berpengaruh
Minat Beli (Y)
objek penelitian
Brand Image (X2)
analisis linear
positif dan signifikan
dan tempat
Dessy Irma
Sedangkan
berganda.
terhadap minat beli pada
penelitian.
Dianita, Zainul
Variabel dependen
produk iPhone di kota
Perbedaan lain
Arifin,
dalam penelitian ini
Malang.
terletak pada
2018
adalah Minat Beli
c. Brand ekstensi dan Brand
jumlah variable
(Y)
image secara simultan
independennya.
berpengaruh positif dan
signifikan terhadap minat
beli pada produk iPhone di
kota Malang.
24
Tabel 2.2
Jurnal Nasional
Penelitian
Judul
Penulis
Tahun
Variabel dan
Metode dan
Sub Variabel
Teknik Analisis
Kesimpulan
Persamaan
Perbedaan
Pengaruh Brand
Variabel
Pendekatan riset yang
Brand Image
Persamaan penelitian
Perbedaan penelitian
Image terhadap
independen dari
digunakan dalam
berpengaruh signifikan
ini dengan penelitian
ini dengan penelitian
Minat Beli
penelitian ini
penelitian ini dengan
terhadap minat beli
yang dilakukan oleh
yang dilakukan oleh
Konsumen pada
adalah Brand
metode kuantitatif.
konsumen bimbel
penulis terletak pada
penulis adalah pada
Bimbel Tridaya
Image (X)
Penelitian ini termasuk
Tridaya yaitu sebesar
variabelnya yaitu
objek penelitian yang
Bandung
Dan vaiabel
kedalam penelitian
45,6% dan sisanya
Brand Image (X)
digunakan.
dependennya
deskriptif dan kausal
54,4% tidak dijelaskan
terhadap Minat Beli
dalam penelitian ini.
(Y)
Arif Rachman
adalah Minat Beli
Hakim
(Y)
2017
(Bersambung)
25
Tabel 2.2 (Sambungan)
Penelitian
Judul
Penulis
Tahun
Variabel dan Sub
Metode dan
Variabel
Teknik Analisis
Kesimpulan
Persamaan
Perbedaan
Pengaruh Kualitas
Variabel
Penelitian ini
Hasil penelitian
Persamaan penelitian
Perbedaan penelitian
Produk dan Brand
independen dari
menggunakan metode
menunjukkan bahwa
ini dengan penelitian
ini dengan penelitian
Image terhadap
penelitian ini terdiri
kuantitatif dengan
variabel Kualitas Produk
yang dilakukan penulis
yang dilakukan oleh
minat beli pada
dari :
teknik deskriptif.
(X1) berpengaruh secara
adalah pada
penulis adalah pada
Gerai Starbucks
Kualitas Produk
parsial dan signifikan
variabelnya Brand
objek penelitian yang
di Kota Surabaya
(X1)
terhadap Proses
Image (X2) terhadap
digunakan.
Brand Image (X2)
Keputusan Pembelian
Minat Beli (Y)
A.A Ngurah
Dan variabel
(Y), kemudian variabel
Dianta Esa
dependennya
Brand Image (X2)
Negara, Zainul
adalah Minat Beli
berpengaruh secara
Arifin, Inggang
(Y)
parsial dan signifikan
Perwangsa
terhadap Proses
Nuralam
Keputusan Pembelian
2018
(Y), kemudian Kualitas
Produk (X1) dan Brand
Image (X2) secara
bersama-bersama
berpengaruh secara
26
simultan dan signifikan
terhadap Minat Beli (Y).
(Bersambung)
Tabel 2.2 (Sambungan)
Penelitian
Judul
Variabel dan Sub
Metode dan
Variabel
Teknik Analisis
Kesimpulan
Persamaan
Perbedaan
Pengaruh Citra
Variabel
Teknik pengumpulan
Citra merek mempunyai
Persamaan penelitian
Perbedaan penelitian
Merek Terhadap
independen dari
data yang digunakan
hubungan yang sangat
ini dengan penelitian
ini dengan penelitian
Minat Beli Pada
penelitian ini
dalam penelitian ini
kuat terhadap minat beli
yang dilakukan oleh
yang dilakukan oleh
Makanan Fast
adalah Citra Merek
adalah kuesioner.
Texas Chicken. Citra
penulis adalah pada
penulis adalah pada
Food Ayam
(X)
Teknik analisis yang
merek berpengaruh
variabelnya yaitu Citra
objek penelitian yang
Goreng (Studi
Dan variabel
digunakan adalah
positif terhadap minat
Merek (X) terhadap
digunakan.
Pada Konsumen
dependennya
analisis linear
beli, sehingga jika ada
Minat Beli (Y)
sederhana.
peningkatan terhadap
27
Texas Chicken
adalah Minat Beli
citra merek Texas
Pekanbaru)
(Y)
Chicken, maka juga akan
Penulis
Randi
menimbulkan
Tahun
2016
peningkatan terhadap
minat beli untuk
membeli Texas Chicken.
(Bersambung)
Tabel 2.2 (Sambungan)
Penelitian
Judul
Variabel dan Sub
Metode dan
Variabel
Teknik Analisis
Kesimpulan
Persamaan
Perbedaan
Pengaruh Citra
Variabel
Jenis penelitian yang
Variabel citra merek
Persamaan penelitian
Perbedaan penelitian
Merek Terhadap
independen dari
digunakan adalah
yang terdiri dari Citra
ini dengan penelitian
ini dengan penelitian
Minat Beli Dan
penelitian ini
penelitian penjelasan
Pembuat (X1), Citra
yang dilakukan penulis
yang dilakukan oleh
Keputusan
adalah adalah Citra
(explanatory research).
Pemakai (X2), dan
adalah pada
penulis adalah pada
Pembelian
Merek (X)
Metode pengumpulan
Variabel Citra Produk
variabelnya Citra
objek penelitian yang
Konsumen
Dan variabel
data yang digunakan
(X3) mempunyai
Merek (X) terhadap
digunakan.
dependennya
adalah dengan
pengaruh positif
Minat Beli (Y)
adalah Minat Beli
kuesioner dengan
terhadap variabel Minat
(Y)
teknik pengambilan
Beli (Z) dan keputusan
sampel yaitu
Pembelian (Y).
Accidental Sampling,
dan menggunakan
28
teknik analisis data
Penulis
analisis jalur (path
analysis).
Tahun
Tabel 2.3
Jurnal Internasional
Penelitian
Judul
Variabel dan Sub
Metode dan
Variabel
Teknik Analisis
Kesimpulan
Persamaan
Perbedaan
The Influence
Variabel
Penelitian ini
Hasil penelitian ini
Persamaan penelitian
Perbedaan penelitian ini
Of
independennya adalah
merupakan studi
menunjukkan bahwa
ini dengan penelitian
dengan penelitian yang
Consumers’
Perception on Green
cross-sectional
green corporate
yang dilakukan penulis
dilakukan penulis adalah
Perception Of
Products (X)
dengan
perception, eco-label,
adalah sama-sama
pada variabel independen
Green
sedangkan variabel
menggunakan
dan green product value
menggunakan variabel
(X) yaitu Perception on
Products On
dependennya adalah
kuesioner dan
berpengaruh positif dan
dependen minat beli.
Green Products.
Green
green purchase
menggunakan
signifikan terhadap
Purchase
intention (Y)
teknik analisis
green purchase intention,
regresi linear
sedangkan green
berganda.
advertising dan green
Intention
29
Penulis
Tahun
Wilson Kong
packaging tidak
et, al
memiliki pengaruh yang
2014
signifikan.
(Bersambung)
Tabel 2.3 (Sambungan)
Penelitian
Judul
Penulis
Tahun
Variabel dan Sub
Metode dan
Variabel
Teknik Analisis
Kesimpulan
Persamaan
Perbedaan
Brand personality
Variabel independennya
Penelitian ini
Hasil Penelitian
Persamaan penelitian
Perbedaan penelitian ini
and purchase
adalah brand personality
menggunakan
menunjukkan bahwa
ini dengan penelitian
dengan penelitian yang
Intention
(X) sedangkan variabel
metode kuantitatif
Hipness/Vivacity,
yang dilakukan
dilakukan penulis adalah
dependennya adalah
dan menggunakan
Success, Sincerity
penulis adalah sama-
pada variabel independen
purchase intention (Y)
teknik analisis
dan Sophistication
sama menggunakan
(X) yaitu Brand
regresi linear
dimensi dari brand
variabel dependen
Personality.
berganda.
personality adalah
minat beli (purchase
Toldos-Romero,
prediktor yang
intention).
Ma. Margarita
signifikan dari
Orozco-Gómez
purchase Intention.
María de la Paz
2015
(Bersambung)
30
Tabel 2.3 (Sambungan)
Penelitian
Judul
Penulis
Tahun
Variabel dan Sub
Metode dan
Variabel
Teknik Analisis
Kesimpulan
Persamaan
Perbedaan
The Impact of
Variabel independennya
Penelitian ini
Hasil penelitian ini
Persamaan penelitian
Perbedaan penelitian ini
Green Marketing
adalah green marketing
menggunakan
menunjukkan bahwa
ini dengan penelitian
dengan penelitian yang
and Perceived
(𝑋1), perceived
tinjauan pustaka dan
green marketing
yang dilakukan penulis
dilakukan penulis adalah
Innovation on
innovation (𝑋2),
penelitian empiris
awareness
adalah sama-sama
pada variabel independen
Purchase Intention
sedangkan variabel
untuk
berpengaruh positif
menggunakan variabel
dan objek penelitian.
for Green
dependen dari penelitian
mengeksplorasi
dan signifikan
dependen minat beli
Products
ini adalah purchase
korelasi antara
terhadap purchase
(purchase intention).
Shwu-Ing Wu,
intention (Y)
consumer awareness
intention sedangkan
Yen-Jou Chen
terhadap green
perceived innovation
2014
marketing, perceived
tidak. Green
innovation,
marketing awareness
perceived quality,
memiliki efek yang
perceived price,
lebih besar
perceived risk,
dibandingkan
perceived value, dan
perceived innovation
purchase intention
dan menggunakan
teknik analisis SEM.
(Bersambung)
31
Tabel 2.3 (Sambungan)
Penelitian
Judul
Variabel dan Sub
Metode dan
Variabel
Teknik Analisis
Kesimpulan
Persamaan
Perbedaan
Temuan juga
Menggunakan brand
Perbedaan penelitian ini
Image Variabel X2 :
mencatat bahwa
image sebagai
dengan penelitian yang
Quality on
Service Quality Variaebl
konsumen di
Consumer
Y: Niat Beli
tokotoko ritel besar
Impact of Brand
Varianel X1 : Brand
Image and Service
Regresi sederhana
Purchase
tidak mengganggu
Intention: A Study
harga karena
of Retail Store in
konsumen
Pakistan
menganggap bahwa
toko biaya harga
Penulis
Rashid Zaman,
yang wajar. Sebagian
Tahun
2014
besar pembelian
konsumen tergantung
pada citra merek dan
kualitas layanan.
Kerentanan normatif
dan informatif
32
variabel X Dan
variabel niat Beli
sebagai variabel Y
dilakukan penulis adalah
pada objek yang diteliti.
berpengaruh positif
terhadap citra merek.
33
2.2 Kerangka Pemikiran
Menurut D’Souza et al., (Yusa Nurrahman, 2014:34) green product atau
produk ramah lingkungan adalah produk yang proses dan manfaatnya dapat
mengurangi dampak kerusakan lingkungan, baik saat proses produksi maupun saat
mengkonsumsinya. Untuk mengukur suatu produk dikatakan green product dapat
dilihat dari tiga dimensi yaitu labeling (label), packaging (kemasan) dan product
perception (persepsi produk). Peneliti menggunakan teori tersebut dikarenakan
dimensi dari teori tersebut menjelaskan detail mengenai suatu objek/ produk yang
akan diteliti oleh peneliti.
1. Labeling (Label)
Label adalah memberikan informasi adalah instruksi penggunaan, kandungan,
daftar bahan pembentuk atau bahan baku, peringatan penggunaan dan
pemeliharaan produk. Untuk beberapa produk tertentu, informasi label dengan
kuat dapat mempengaruhi pembelian.
2. Packaging (Kemasan)
Kemasan dalam suatu produk sudah menjadi perhatian dari green product
karena kemasan produk yang ditawarkan merupakan kesempatan dalam
meningkatkan kinerja yang berwawasan lingkungan dari produk nyata, tanpa
merubah bentuk dari produk inti.
3. Product Perception (Persepsi Produk)
Persepsi dari produk yang ramah lingkungan adalah produk organik yang
keseluruhan dari produknya dapat didaur ulang, merupakan hasil dari proses
produksi bersih dan mempunya masa pakai yang lama sehingga dapat
meminimalisasikan jumlah penggunaan produk tersebut. Persepsi produk
tentunya sangat dipengatuhi oleh persepsi perushaan pembuatnya, dan persepsi
suatu produk sangat mempengaruhi perilaku pembelian konsumen terutama
bagi konsumen yang belum pernah memiliki pengalaman dengan suatu produk.
Menurut Kotler dan Keller (2009:260), brand image adalah sebagai proses
dimana seseorang memilih, mengoperasikan dan mengartikan masukan informasi
untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti. Dimensi citra merek terdiri dari
34
tiga dimensi yaitu product attributes (produk atribut), consumer benefits
(keuntungan konsumen) dan brand personality (kepribadian merek). Peneliti
menggunakan teori tersebut dikarenakan dimensi dari teori tersebut sesuai dan
berkaitan dengan variabel independen dan objek yang sedang diteliti.
1.
Product Attributes (Produk Atribut)
Atribut produk merupakan hal-hal yang berkaitan dengan merek tersebut sendiri
seperti, kemasan, isi produk, harga, rasa, dll. Atribut Produk dapat
dikategorikan dalam berbagai cara dalam pandangan luas mengatakan bahwa
atribut produk adalah fitur deksriptif yang bertujuan untuk mengkarateristik
sebuah produk. Produk bisa dilihat sebagai paket atribut intrinsik dan ekstrinsik
atau sebuah paket atribut yang dirasakan. Atribut instrinsik dari sebuah produk
adalah informasi yang secara langsung menghubungkan dengan produk
sedangkan atribut ekstrinsik adalah isyarat informasi yang secara tidak langsung
terhubung dengan produk.
2. Consumer Benefits (Kentungan Konsumen)
Keuntungan yang dirasakan yang merupakan sebuah kegunaan produk dari
brand tersebut. Consumer Benefit adalah apa yang konsumen pikirkan
mengenai sebuah produk tersebut yang mereka (produk/merek) dapat lakukan
untuk mereka, ini berhubungan dengan persepsi dari product attributes dan
brand personality.
3. Brand Personality (Kepribadian Merek)
Kepribadian Merek merupakan asosiasi yang membayangkan mengenai
kepribadian sebuah brand apabila merek tersebut seorang manusia. Faktor
brand personality membuat konsumen dapat mengekpresikan dirinya sendiri
atau dimensi spesifik dari dirinya. Brand personality memberikan funsgi
simbolik dan membantuk konsumen membedakan dirinya dengan yang lain.
Brand personality juga memproyeksikan nilai brand dan menciptakan image
dari brand tipikal dari penggunanya yang kemungkinan menjadi image ideal
bagi konsumen. Informasi merek ini dapat mendorong penggunaan merek yang
diberikan sebagai alat mengekspresikan diri oleh konsumen yang memiliki
kesamaan posisi dan ingin memberikan image yang sama atau ideal self.
35
Green product bisa mempengaruhi sudut pandang orang mengenai brand
suatu produk yang menjelaskan bahwa produk tersebut adalah produk ramah
lingkungan yang terbuat dari bahan alami dan tidak memberikan efek negatif bagi
pengguna maupun lingkungan.
Hal ini telah dibuktikan oleh Diany Kemalasari dalam penelitiannya yang
berjudul Pengaruh Green Marketing terhadap Consumer Behaviour dan
Pembentukan Brand Image pada The Body Shop yang menyimpulkan bahwa
variabel green marketing memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap
brand image dengan total kontribusi sebesar 69,81%.
Menurut (Boztepe, 2012:5) green product memberikan dua tujuan, yaitu:
1. Dalam rangka mengembangkan barang-barang yang dapat menarik bagi
konsumen, harga cukup terjangkau dan produk ramah lingkungan.
2. Dalam rangka untuk membangun citra merek suatu perusahaan yang berkualitas
tinggi, sensitivitas lingkungan dan produksi produk yang kompatibel dengan
lingkungan.
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, secara skematis model
kerangka pemikiran ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Green Product
Brand Image
(Variabel X)
(Variabel Y)
1. Labeling (Label)
1. Product Attributes
(Atribut Produk)
2. Consumer Benefits
(Keuntungan
Konsumen)
3. Brand Personality
(Kepribadian Merek)
2. Packaging (Kemasan)
3. Product Perception
(Persepsi Produk)
Sumber: D’souza, et al. (Sofhan
Yusa Nurrahman (2014:34)
Sumber:Joseph Plummer
(Lutiary Eka Ratri, 2007:54)
Gambar 2.1
Model Kerangka Pemikiran
2.3 Hipotesis Penelitian
36
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian (Sugiyono, 2013:134). Dikatakan sementara, karena jawaban yang
diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada faktafakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Berdasarkan skema
kerangka pemikiran di atas maka hipotesis yang diajukan dan akan dibuktikan
kebenarannya adalah:
“Green product Berpengaruh Terhadap Brand Image Pada Oriflame”
2.4 Ruang Lingkup Peneitian
a. Variabel dan Sub Variabel Penelitian
Penelitian ini mengunakan dua variabel yaitu variabel independen (X) yaitu
green product yang terdiri dari labeling, packaging, dan product perception.
Variabel dependen (Y) yaitu brand image yang terdiri dari product attributes,
consumer benefits dan brand personality.
b. Lokasi dan Objek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Oriflame Bandung. Objek penelitian adalah
konsumen pengguna produk Oriflame kota Bandung.
c. Waktu dan Periode Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan selama 8 (delapan) bulan yaitu mulai dari bulan
September 2016 sampai dengan bulan Maret 2017.
37
Download