BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian 2.1.1 Green Product Menurut Shaputra (2013:51) menjelaskan green product adalah upaya untuk meminimalkan limbah ketika proses produksi, disamping memaksimalkan produk yang dibuat sekaligus memenuhi syarat ramah lingkungan. Green product sendiri harus mempunyai kualitas produk yang tahan lama dalam artian tidak mudah rusak, tidak mengandung racun, dibuat dari bahan yang dapat di daur ulang dan memiliki packaging yang minimalis. Kualitas produk seperti diatas, masih menggunakan energi atau sumber daya yang menghasilkan emisi saat proses pembuatan. Oleh karena itu, perlu ditekankan bahwa green product adalah dimana suatu produk memberikan dampak yang sekecil mungkin dalam pengaruhnya terhadap lingkungan. Menurut Albino, Balice, dan Dangelico dalam Mahbub dan Anik (2014) menyatakan bahwa green product adalah produk yang dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan selama siklus hidup produk tersebut, secara khusus penggunaan sumber daya untuk produk yang tidak dapat diperbaharui dapat diminimalkan, bahan beracun dihindari dan penggunaan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui sesuai dengan tingkat keperluan. Dapat disimpulkan bahwa green product adalah barang-barang yang salah satu cirinya adalah menggunakan material yang baik, yang bisa didaur ulang, dan proses pembuatan green product pun menggunakan manajemen persampahan yang baik, sehingga secara keseluruhan menggunakan green product berarti mengurangi emisi karbon, dan turut membantu mengurangi dampak dari pemanasan global. 2.1.2 Brand Image Brand image atau yang dikenal dengan istilah citra merek adalah salah satu bagian dari citra merek. Menurut Kottler dan Keller (2016:330), menyatakan bahwa 15 brang imagery : describes the ecstrinsic properties of the products/services including the ways in which the brand attempts to meet costumer’s psychological or social needs atau menjelaskan tentang sifat ekstrinsik produk/jasa termasuk dimana cara merek mencoba untuk memenuhi kebutuhan psikologi atau sosial pelanggan. Kotler dan Amstrong (2016:275) mengemukakak bahwa “brand are more than just names and symbols. They are the key element in the company’s relationship with consumer” atau merek lebih dari sekedar nama dan symbol. Merek adalah elemen kunci dalam hubungan antara perusahaan dengan pelanggan. Dari pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa merek adalah suatu dimensi (nama kata, huruf, warna, lambang/kombinasi dari dimensi-dimensi tersebut) yang mendiferensiasikan suatu barang dan jasa dari para pesaingnya yang dirancang sebagai identitas perusahaan untuk membangun kesetiaan dengan para konsumennya. Citra merek akan melekat dibenak para konsumen apabila merek tersebut memiliki sesuatu yang unik. 2.1.3 Manfaat Merek (Brand) Menurut Swasty (2016:10) yang mengemukaan manfaat merek bagi produsen dan konsumen diantaranya adalah : 1. Bagi produsen, merek berperan penting sebagai : a) Sarana identifikasi untuk memudahkan proses penanganan atau pelacakan produk bagi perusahaan, terutama dalam pengorganisasian sediaan dan pencatatan akuntansi. b) Bentuk proteksi hukum terhadap fitur atau aspek produk yang unik. Merek bisa mendapatkan perlindungan properti intelektual. Nama merek bisa dilindungi melalui hak paten, dan kemasan bisa diproteksi melalui hak cipta dan desain hak – hak properti intelektual ini memberikan jaminan bahwa perusahaan dapat berinvestasi dengan aman dalam merek yang dikembangkannya dan meraup manfaat dan aset bernilai tersebut. c) Sinyal singkat kualitas bagi pelanggan yang puas, sehingga mereka dengan mudah memilih dan membelinya lagi dilain waktu. 16 d) Sarana menciptakan asosiasi dan makna unik yang membedakan produk dari pesaing. e) Sumber keunggulan kompetitif, terutama melalui perlindungan hukum, loyalitas pelanggan, dan citra unik yang terbentuk dalam benak konsumen. f) Sumber financial returns, terutama menyangkut pendapatan masa dating. 2. Bagi Konsumen, merek berperan penting sebagai : a) Mudah mengidentifikasi yang dibutuhkan atau dicari. b) Memberi jaminan bagi konsumen bahwa mereka bisa mendapatkan kualitas yang sama sekalian pembelian dilakukan pada waktu dan tempat berbeda. c) Memberikan kepastian bahwa konsumen dapat membeli alternatif terbaik dalam kategori produk tertenti dan pilihan terbaik untuk tujuan spesifik. d) Mendapatkan konfirmasi mengenai citra dari konsumen atau citra yang ditampilkannya kepada orang lain. 2.1.4 Green Brand Image Menurut Kotler dan Keller (2009:260), brand image adalah sebagai proses dimana seseorang memilih, mengoperasikan dan mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti. Menurut Rahman (2010:176) brand image adalah citra atas suatu merek yang tujuannya menciptakan kecendurngan bagi konsumen atas merek tersebut. Green Brand Image merupakan sebuah persepsi sebuah merek yang ada pada benak konsumen yang berkaitan dengan hal yang menggabungkan antara komitmen dengan kepedulian terhadap lingkungan (Chen 2009). Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa green brand image adalah pandangan atau pemahaman konsumen mengenai merek secara psikologis dimana tidak semata ditentukan oleh bagaimana pemberian nama yang baik kepada sebuah produk, tetapi juga dibutuhkan bagaimana cara memperkenalkan produk 17 tersebut agar dapat melekat baik dibenak konsumen dalam membentuk suatu persepsi akan sebuah produk yang ramah lingkungan. 2.1.5 Dimensi Brand Image Menurut Kotler dan Keller dalam Sentanu (2018:39) Brand Image dapat diukur dengan menggunakan 3 dimensi yaitu : 1. Strength of Brand Association (Kekuatan Asosiasi Merek) Merupakan gambaran bagaimana informasi masuk dalam ingatan konsumen. 2. Favorability of Brand Association (Keunggulan Asosiasi Merek) Merupakan gambaran tentang bagaimana atribut dan manfaat yang diberikan oleh perusahaan, yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen, sehingga menciptakan sikap yang positif terhadap merek produk yang dihasilkan oleh perusahaan. 3. Uniqueness of Brand Association (Keunikan Asosiasi Merek) Merupakan gambaran tentang keunikan atau ciri khas yang sulit ditiru oleh pesaing. 2.1.6 Minat Beli Menurut Kotler dalam Sudrajad (2014:16) menyatakan bahwa minat beli adalah perilaku konsumen dimana konsumen mempunyai keinginan untuk membeli atau memilih suatu produk berdasarkan dalam penngalaman memilih, menggunakan, mengkonsumsi atau bahkan menginginkan suatu produk. Menurut Shah, et al., dalam Purba (2015:18) minat beli merupakan keinginan konsumen untuk melakukan pembelian dimasa mendatang. Minat beli konsumen dapat berubah sesuai dengan stimulus yang diberikan. Minat beli dapat dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal. Menurut Durianto (2013), Minat Beli adalah keinginan untuk memiliki produk, minat beli akan timbul apabila seseorang konsumen sudah terpengaruh terhadap mutu dan kualitas dari suatu produk, informasi seputar produk. 18 Dari pengertian diatas dapat disimpulakan bahwa minat beli adalah keinginan konsumen untuk memiliki suatu produk/jasa yang memungkinkan kosumen untuk melakukan pembelian dimasa mendatang. 2.1.7 Indikator Minat Beli Menurut Ferdinand (2009:129) dalam Hariani (2013:54) minat beli dapat diidentifikasi melalui beberapa indikator yaitu: 1. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk. 2. Minat refrensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk merefrensikan produk kepada orang lain. 3. Minat prefrensial, yaitu yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki prefrensi utama pada produk tersebut. Prefrensi ini hanya dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk prefrensinya. 4. Minat eksploratif, yaitu minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut. 2.1.8 Pengaruh Green Brand Image Terhadap Minat Beli Green brand image bisa mempengaruhi sudut pandang orang mengenai brand suatu produk yang menjelaskan bahwa produk tersebut adalah produk ramah lingkungan yang terbuat dari bahan alami dan tidak memberikan efek negatif bagi pengguna maupun lingkungan. Menurut Abdian, et al., (2013), menyatakan bahwa citra merek dapat memberikan pengaruh terhadap minat beli konsumen. Torlak et al (2014) mengatakan dalam penelitiannya yang berjudul “The Effect of Electronic Word of Mouth on Brand Image and Purchase Intention” bahwa citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Namun pada penelitian Paolinus et al (2018) yang berjudul “Pengaruh Kualitas Produk, Promosi, Citra Merek Terhadap 19 Minat Beli Produk Pocari Sweat Isotonic“ bahwa citra merek dapat berpengaruh positif maupun negative terhadap minat beli konsumen. Jadi, dapat disimpulkan bahwa green brand image memiliki pengaruh baik positif maupun negatif dan dapat memberikan rangsangan kepada konsumen untuk menimbulkan rasa minat beli yang memungkinkan melakukan pembelian dikemudian hari. 20 2.1.10 Penelitian Terdahulu Tabel 2.1 Skripsi Terdahulu Penelitian Judul Penulis Tahun Variabel dan Sub Metode dan Variabel Teknik Analisis Kesimpulan Persamaan Perbedaan Pengaruh Kualitas Variabel Metode yang Kesimpulan yang dapat Persamaan penelitian ini Perbedaan penelitian Produk, Citra independen dalam digunakan dalam diambil dari penelitian dengan penelitian yang ini dengan penelitian Merek, dan penelitian ini terdiri penelitian ini adalah ini adalah ketiga dilakukan penulis adalah yang dilakukan penulis Promosi terhadap dari: metode kuantitatif, variable independen Citra Merek (X2) adalah pada objek Minat Beli Kualtias Produk dengan jenis yaitu kualitas produk, terhadap Minat Beli (Y) penelitian. Penelitian NOTEBOOK (X1) penelitian deskriptif citra merek, dan terdahulu objeknya ACER Citra Merek (X2) dan menggunakan promosi berpengaruh adalah NOTEBOOK Promosi (X3) analisis regresi linear dan signifikan terhadap ACER sedangkan Adrian Hira Dan variabel berganda untuk minat beli. penelitian yang Himawan dependennya adalah mengetahui pengaruh dilakukan peneliti 2016 Minat Beli (Y) kualitas produk, citra objeknya adalah Sepatu merek, dan promosi Converse Renew terhadap minat beli Canvas. Perbedaan lainnya pada jumlah variabel independennya. (Bersambung) 21 Tabel 2.1 (Sambungan) Penelitian Judul Variabel dan Sub Metode dan Variabel Teknik Analisis Kesimpulan Persamaan Perbedaan Pengaruh Brand Variabel Metode yang Brand Image Persamaan ini dengan Perbedaan penelitian Image terhadap independen dalam digunakan dalam berpengaruh signifikan penelitian yang ini dengan penelitian Minat Beli pada penelitian ini terdiri penelitian ini adalah terhadap Minat Beli dilakukan penulis yang dilakukan oleh Produk Nature dari : metode kuantitatif, yaitu sebesar 45%, adalah Brand Image penulis terletak pada Repuclic Aloe Brand Image (X) yang berjenis sedangkan sisanya (X) terhadap Minat objek penelitiannya. Vera di Bandung Dan variabel hubungan kausal dan 55% dipengaruhi oleh Beli (Y) dependennya menggunakan teknik faktor lain yang tidak adalah Minat Beli analisis regresi linear diamati dalam (Y) sederhana untuk penelitian ini. Penulis Dwi Karyati Tahun 2019 mengetahui pengaruh Brand Image terhadap minat beli. (Bersambung) Tabel 2.1 (Sambungan) 22 Penelitian Judul Penulis Tahun Variabel dan Sub Metode dan Variabel Teknik Analisis Kesimpulan Persamaan Perbedaan Pengaruh Brand Variabel a. Metode penelitian a. Hasil analisis secara Persamaan penelitian ini Perbedaan penelitian Image dan independen dalam yang digunakan yaitu simultan menunjukan dengan penelitian yang ini dengan penelitian Electronic Word of penelitian ini terdiri penelitian assosiatif, bahwa variabel brand dilakukan penulis adalah yang dilakukan penulis Mouth terhadap dari : b. Teknik sampling image dan electronic pada variabel adalah pada objek Minat Beli Brand Image (X1) yang digunakan yaitu word of mouth independennya yaitu penelitiannya. Konsumen Electronic Word of accidental sampling, berpengaruh signifikan Brand Image (X1) Perbedaan lain terletak Oriflame di Mouth (X2) c. Teknik analisis terhadap minat beli terhadap Minat Beli (Y) pada jumlah variabel Manado Dan variabel data yang digunakan konsumen Oriflame di dependennya yaitu Analisis Manado Cynthia Agatha, adalah Minat Beli Regresi Linear b. Hasil analisis secara Altje Tumbel, (Y) Berganda parsial menunjukan Djurwati Soepeno bahwa variabel brand 2019 image berpengaruh independennya. signifikan terhadap minat beli konsumen Oriflame di Manado (Bersambung) Tabel 2.1 (Sambungan) 23 Penelitian Judul Penulis Tahun Variabel dan Sub Metode dan Variabel Teknik Analisis Kesimpulan Persamaan Perbedaan Pengaruh Brand Variabel Penelitian ini a. Brand Ekstensi Persamaan penelitian Perbedaan Ekstensi dan independen dalam menggunakan berpengaruh potitif dan ini dengan penelitian penelitian ini Brand Image penelitian ini terdiri metode pendekatan signifikan terhadap minat yang dilakukan penulis dengan penelitian terhadap Minat dari: kuantitatif. Teknik beli pada produk iPhone di terletak pada Brand yang dilakukan Beli Iphone Brand Ekstensi analisis yang kota Malang. Image (X2) terhadap penulis adalah pada Dikota Malang (X1) digunakan adalah b. Brand image berpengaruh Minat Beli (Y) objek penelitian Brand Image (X2) analisis linear positif dan signifikan dan tempat Dessy Irma Sedangkan berganda. terhadap minat beli pada penelitian. Dianita, Zainul Variabel dependen produk iPhone di kota Perbedaan lain Arifin, dalam penelitian ini Malang. terletak pada 2018 adalah Minat Beli c. Brand ekstensi dan Brand jumlah variable (Y) image secara simultan independennya. berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli pada produk iPhone di kota Malang. 24 Tabel 2.2 Jurnal Nasional Penelitian Judul Penulis Tahun Variabel dan Metode dan Sub Variabel Teknik Analisis Kesimpulan Persamaan Perbedaan Pengaruh Brand Variabel Pendekatan riset yang Brand Image Persamaan penelitian Perbedaan penelitian Image terhadap independen dari digunakan dalam berpengaruh signifikan ini dengan penelitian ini dengan penelitian Minat Beli penelitian ini penelitian ini dengan terhadap minat beli yang dilakukan oleh yang dilakukan oleh Konsumen pada adalah Brand metode kuantitatif. konsumen bimbel penulis terletak pada penulis adalah pada Bimbel Tridaya Image (X) Penelitian ini termasuk Tridaya yaitu sebesar variabelnya yaitu objek penelitian yang Bandung Dan vaiabel kedalam penelitian 45,6% dan sisanya Brand Image (X) digunakan. dependennya deskriptif dan kausal 54,4% tidak dijelaskan terhadap Minat Beli dalam penelitian ini. (Y) Arif Rachman adalah Minat Beli Hakim (Y) 2017 (Bersambung) 25 Tabel 2.2 (Sambungan) Penelitian Judul Penulis Tahun Variabel dan Sub Metode dan Variabel Teknik Analisis Kesimpulan Persamaan Perbedaan Pengaruh Kualitas Variabel Penelitian ini Hasil penelitian Persamaan penelitian Perbedaan penelitian Produk dan Brand independen dari menggunakan metode menunjukkan bahwa ini dengan penelitian ini dengan penelitian Image terhadap penelitian ini terdiri kuantitatif dengan variabel Kualitas Produk yang dilakukan penulis yang dilakukan oleh minat beli pada dari : teknik deskriptif. (X1) berpengaruh secara adalah pada penulis adalah pada Gerai Starbucks Kualitas Produk parsial dan signifikan variabelnya Brand objek penelitian yang di Kota Surabaya (X1) terhadap Proses Image (X2) terhadap digunakan. Brand Image (X2) Keputusan Pembelian Minat Beli (Y) A.A Ngurah Dan variabel (Y), kemudian variabel Dianta Esa dependennya Brand Image (X2) Negara, Zainul adalah Minat Beli berpengaruh secara Arifin, Inggang (Y) parsial dan signifikan Perwangsa terhadap Proses Nuralam Keputusan Pembelian 2018 (Y), kemudian Kualitas Produk (X1) dan Brand Image (X2) secara bersama-bersama berpengaruh secara 26 simultan dan signifikan terhadap Minat Beli (Y). (Bersambung) Tabel 2.2 (Sambungan) Penelitian Judul Variabel dan Sub Metode dan Variabel Teknik Analisis Kesimpulan Persamaan Perbedaan Pengaruh Citra Variabel Teknik pengumpulan Citra merek mempunyai Persamaan penelitian Perbedaan penelitian Merek Terhadap independen dari data yang digunakan hubungan yang sangat ini dengan penelitian ini dengan penelitian Minat Beli Pada penelitian ini dalam penelitian ini kuat terhadap minat beli yang dilakukan oleh yang dilakukan oleh Makanan Fast adalah Citra Merek adalah kuesioner. Texas Chicken. Citra penulis adalah pada penulis adalah pada Food Ayam (X) Teknik analisis yang merek berpengaruh variabelnya yaitu Citra objek penelitian yang Goreng (Studi Dan variabel digunakan adalah positif terhadap minat Merek (X) terhadap digunakan. Pada Konsumen dependennya analisis linear beli, sehingga jika ada Minat Beli (Y) sederhana. peningkatan terhadap 27 Texas Chicken adalah Minat Beli citra merek Texas Pekanbaru) (Y) Chicken, maka juga akan Penulis Randi menimbulkan Tahun 2016 peningkatan terhadap minat beli untuk membeli Texas Chicken. (Bersambung) Tabel 2.2 (Sambungan) Penelitian Judul Variabel dan Sub Metode dan Variabel Teknik Analisis Kesimpulan Persamaan Perbedaan Pengaruh Citra Variabel Jenis penelitian yang Variabel citra merek Persamaan penelitian Perbedaan penelitian Merek Terhadap independen dari digunakan adalah yang terdiri dari Citra ini dengan penelitian ini dengan penelitian Minat Beli Dan penelitian ini penelitian penjelasan Pembuat (X1), Citra yang dilakukan penulis yang dilakukan oleh Keputusan adalah adalah Citra (explanatory research). Pemakai (X2), dan adalah pada penulis adalah pada Pembelian Merek (X) Metode pengumpulan Variabel Citra Produk variabelnya Citra objek penelitian yang Konsumen Dan variabel data yang digunakan (X3) mempunyai Merek (X) terhadap digunakan. dependennya adalah dengan pengaruh positif Minat Beli (Y) adalah Minat Beli kuesioner dengan terhadap variabel Minat (Y) teknik pengambilan Beli (Z) dan keputusan sampel yaitu Pembelian (Y). Accidental Sampling, dan menggunakan 28 teknik analisis data Penulis analisis jalur (path analysis). Tahun Tabel 2.3 Jurnal Internasional Penelitian Judul Variabel dan Sub Metode dan Variabel Teknik Analisis Kesimpulan Persamaan Perbedaan The Influence Variabel Penelitian ini Hasil penelitian ini Persamaan penelitian Perbedaan penelitian ini Of independennya adalah merupakan studi menunjukkan bahwa ini dengan penelitian dengan penelitian yang Consumers’ Perception on Green cross-sectional green corporate yang dilakukan penulis dilakukan penulis adalah Perception Of Products (X) dengan perception, eco-label, adalah sama-sama pada variabel independen Green sedangkan variabel menggunakan dan green product value menggunakan variabel (X) yaitu Perception on Products On dependennya adalah kuesioner dan berpengaruh positif dan dependen minat beli. Green Products. Green green purchase menggunakan signifikan terhadap Purchase intention (Y) teknik analisis green purchase intention, regresi linear sedangkan green berganda. advertising dan green Intention 29 Penulis Tahun Wilson Kong packaging tidak et, al memiliki pengaruh yang 2014 signifikan. (Bersambung) Tabel 2.3 (Sambungan) Penelitian Judul Penulis Tahun Variabel dan Sub Metode dan Variabel Teknik Analisis Kesimpulan Persamaan Perbedaan Brand personality Variabel independennya Penelitian ini Hasil Penelitian Persamaan penelitian Perbedaan penelitian ini and purchase adalah brand personality menggunakan menunjukkan bahwa ini dengan penelitian dengan penelitian yang Intention (X) sedangkan variabel metode kuantitatif Hipness/Vivacity, yang dilakukan dilakukan penulis adalah dependennya adalah dan menggunakan Success, Sincerity penulis adalah sama- pada variabel independen purchase intention (Y) teknik analisis dan Sophistication sama menggunakan (X) yaitu Brand regresi linear dimensi dari brand variabel dependen Personality. berganda. personality adalah minat beli (purchase Toldos-Romero, prediktor yang intention). Ma. Margarita signifikan dari Orozco-Gómez purchase Intention. María de la Paz 2015 (Bersambung) 30 Tabel 2.3 (Sambungan) Penelitian Judul Penulis Tahun Variabel dan Sub Metode dan Variabel Teknik Analisis Kesimpulan Persamaan Perbedaan The Impact of Variabel independennya Penelitian ini Hasil penelitian ini Persamaan penelitian Perbedaan penelitian ini Green Marketing adalah green marketing menggunakan menunjukkan bahwa ini dengan penelitian dengan penelitian yang and Perceived (𝑋1), perceived tinjauan pustaka dan green marketing yang dilakukan penulis dilakukan penulis adalah Innovation on innovation (𝑋2), penelitian empiris awareness adalah sama-sama pada variabel independen Purchase Intention sedangkan variabel untuk berpengaruh positif menggunakan variabel dan objek penelitian. for Green dependen dari penelitian mengeksplorasi dan signifikan dependen minat beli Products ini adalah purchase korelasi antara terhadap purchase (purchase intention). Shwu-Ing Wu, intention (Y) consumer awareness intention sedangkan Yen-Jou Chen terhadap green perceived innovation 2014 marketing, perceived tidak. Green innovation, marketing awareness perceived quality, memiliki efek yang perceived price, lebih besar perceived risk, dibandingkan perceived value, dan perceived innovation purchase intention dan menggunakan teknik analisis SEM. (Bersambung) 31 Tabel 2.3 (Sambungan) Penelitian Judul Variabel dan Sub Metode dan Variabel Teknik Analisis Kesimpulan Persamaan Perbedaan Temuan juga Menggunakan brand Perbedaan penelitian ini Image Variabel X2 : mencatat bahwa image sebagai dengan penelitian yang Quality on Service Quality Variaebl konsumen di Consumer Y: Niat Beli tokotoko ritel besar Impact of Brand Varianel X1 : Brand Image and Service Regresi sederhana Purchase tidak mengganggu Intention: A Study harga karena of Retail Store in konsumen Pakistan menganggap bahwa toko biaya harga Penulis Rashid Zaman, yang wajar. Sebagian Tahun 2014 besar pembelian konsumen tergantung pada citra merek dan kualitas layanan. Kerentanan normatif dan informatif 32 variabel X Dan variabel niat Beli sebagai variabel Y dilakukan penulis adalah pada objek yang diteliti. berpengaruh positif terhadap citra merek. 33 2.2 Kerangka Pemikiran Menurut D’Souza et al., (Yusa Nurrahman, 2014:34) green product atau produk ramah lingkungan adalah produk yang proses dan manfaatnya dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan, baik saat proses produksi maupun saat mengkonsumsinya. Untuk mengukur suatu produk dikatakan green product dapat dilihat dari tiga dimensi yaitu labeling (label), packaging (kemasan) dan product perception (persepsi produk). Peneliti menggunakan teori tersebut dikarenakan dimensi dari teori tersebut menjelaskan detail mengenai suatu objek/ produk yang akan diteliti oleh peneliti. 1. Labeling (Label) Label adalah memberikan informasi adalah instruksi penggunaan, kandungan, daftar bahan pembentuk atau bahan baku, peringatan penggunaan dan pemeliharaan produk. Untuk beberapa produk tertentu, informasi label dengan kuat dapat mempengaruhi pembelian. 2. Packaging (Kemasan) Kemasan dalam suatu produk sudah menjadi perhatian dari green product karena kemasan produk yang ditawarkan merupakan kesempatan dalam meningkatkan kinerja yang berwawasan lingkungan dari produk nyata, tanpa merubah bentuk dari produk inti. 3. Product Perception (Persepsi Produk) Persepsi dari produk yang ramah lingkungan adalah produk organik yang keseluruhan dari produknya dapat didaur ulang, merupakan hasil dari proses produksi bersih dan mempunya masa pakai yang lama sehingga dapat meminimalisasikan jumlah penggunaan produk tersebut. Persepsi produk tentunya sangat dipengatuhi oleh persepsi perushaan pembuatnya, dan persepsi suatu produk sangat mempengaruhi perilaku pembelian konsumen terutama bagi konsumen yang belum pernah memiliki pengalaman dengan suatu produk. Menurut Kotler dan Keller (2009:260), brand image adalah sebagai proses dimana seseorang memilih, mengoperasikan dan mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti. Dimensi citra merek terdiri dari 34 tiga dimensi yaitu product attributes (produk atribut), consumer benefits (keuntungan konsumen) dan brand personality (kepribadian merek). Peneliti menggunakan teori tersebut dikarenakan dimensi dari teori tersebut sesuai dan berkaitan dengan variabel independen dan objek yang sedang diteliti. 1. Product Attributes (Produk Atribut) Atribut produk merupakan hal-hal yang berkaitan dengan merek tersebut sendiri seperti, kemasan, isi produk, harga, rasa, dll. Atribut Produk dapat dikategorikan dalam berbagai cara dalam pandangan luas mengatakan bahwa atribut produk adalah fitur deksriptif yang bertujuan untuk mengkarateristik sebuah produk. Produk bisa dilihat sebagai paket atribut intrinsik dan ekstrinsik atau sebuah paket atribut yang dirasakan. Atribut instrinsik dari sebuah produk adalah informasi yang secara langsung menghubungkan dengan produk sedangkan atribut ekstrinsik adalah isyarat informasi yang secara tidak langsung terhubung dengan produk. 2. Consumer Benefits (Kentungan Konsumen) Keuntungan yang dirasakan yang merupakan sebuah kegunaan produk dari brand tersebut. Consumer Benefit adalah apa yang konsumen pikirkan mengenai sebuah produk tersebut yang mereka (produk/merek) dapat lakukan untuk mereka, ini berhubungan dengan persepsi dari product attributes dan brand personality. 3. Brand Personality (Kepribadian Merek) Kepribadian Merek merupakan asosiasi yang membayangkan mengenai kepribadian sebuah brand apabila merek tersebut seorang manusia. Faktor brand personality membuat konsumen dapat mengekpresikan dirinya sendiri atau dimensi spesifik dari dirinya. Brand personality memberikan funsgi simbolik dan membantuk konsumen membedakan dirinya dengan yang lain. Brand personality juga memproyeksikan nilai brand dan menciptakan image dari brand tipikal dari penggunanya yang kemungkinan menjadi image ideal bagi konsumen. Informasi merek ini dapat mendorong penggunaan merek yang diberikan sebagai alat mengekspresikan diri oleh konsumen yang memiliki kesamaan posisi dan ingin memberikan image yang sama atau ideal self. 35 Green product bisa mempengaruhi sudut pandang orang mengenai brand suatu produk yang menjelaskan bahwa produk tersebut adalah produk ramah lingkungan yang terbuat dari bahan alami dan tidak memberikan efek negatif bagi pengguna maupun lingkungan. Hal ini telah dibuktikan oleh Diany Kemalasari dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Green Marketing terhadap Consumer Behaviour dan Pembentukan Brand Image pada The Body Shop yang menyimpulkan bahwa variabel green marketing memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap brand image dengan total kontribusi sebesar 69,81%. Menurut (Boztepe, 2012:5) green product memberikan dua tujuan, yaitu: 1. Dalam rangka mengembangkan barang-barang yang dapat menarik bagi konsumen, harga cukup terjangkau dan produk ramah lingkungan. 2. Dalam rangka untuk membangun citra merek suatu perusahaan yang berkualitas tinggi, sensitivitas lingkungan dan produksi produk yang kompatibel dengan lingkungan. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, secara skematis model kerangka pemikiran ini dapat digambarkan sebagai berikut: Green Product Brand Image (Variabel X) (Variabel Y) 1. Labeling (Label) 1. Product Attributes (Atribut Produk) 2. Consumer Benefits (Keuntungan Konsumen) 3. Brand Personality (Kepribadian Merek) 2. Packaging (Kemasan) 3. Product Perception (Persepsi Produk) Sumber: D’souza, et al. (Sofhan Yusa Nurrahman (2014:34) Sumber:Joseph Plummer (Lutiary Eka Ratri, 2007:54) Gambar 2.1 Model Kerangka Pemikiran 2.3 Hipotesis Penelitian 36 Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian (Sugiyono, 2013:134). Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada faktafakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Berdasarkan skema kerangka pemikiran di atas maka hipotesis yang diajukan dan akan dibuktikan kebenarannya adalah: “Green product Berpengaruh Terhadap Brand Image Pada Oriflame” 2.4 Ruang Lingkup Peneitian a. Variabel dan Sub Variabel Penelitian Penelitian ini mengunakan dua variabel yaitu variabel independen (X) yaitu green product yang terdiri dari labeling, packaging, dan product perception. Variabel dependen (Y) yaitu brand image yang terdiri dari product attributes, consumer benefits dan brand personality. b. Lokasi dan Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Oriflame Bandung. Objek penelitian adalah konsumen pengguna produk Oriflame kota Bandung. c. Waktu dan Periode Penelitian Penelitian ini akan dilakukan selama 8 (delapan) bulan yaitu mulai dari bulan September 2016 sampai dengan bulan Maret 2017. 37