Masa Depan Islam Di Timur Tengah 49KB Jun

advertisement
Masa Depan Islam Di Timur Tengah
Pasca Penangkapan Saddam Husein
Oleh : Mu’arif *)
Baru-baru ini Irna kantor berita Irna, sebuah lembaga kantor berita Republik
Islam Iran memberitakan kabar baru tentang dunia Islam di Timur Tengah. Tanggal 15
Desember kemarin seluruh negara Islam telah digemparkan dengan tertangkapnya sosok
pemimipin fenomenal Saddam Husein oleh pasukan koalisi Amerika Serikat. Pada
malam 15 Desember itu, Letjen Ricardo Sanchez, komandan tentara Amerika Serikat di
Iraq dalam jumpa persnya melaporkan kinerja pasukanya dalam menangkap “Singa
Padang Pasir” itu. Tokoh yang satu ini sempat merepotkan negara adidaya ini sebab
keberaniannya dalam menentang setiap kebijakan Negeri Paman Sam itu. Saddam
kemudian dicap sebagai musuh besar pemerintah Amerika Serikat yang dipimpin oleh
George W. Bush.
Invasi Amerika Serikat terhadap Iraq yang dimulai pada bulan Maret 2003
ternyata berbuntut panjang. Meskipun secara de facto pemerintahan Saddam Husein
telah ambrug, namun sosok fenomenal “Singa Padang Pasir” belum juga terdeteksi
keberadaannya. Bahkan tokoh ini semakin misterius sebab sewaktu-waktu bisa muncul
di layar televisi al-Jazeera melalui video rekaman.
Pasca keruntuhan rezim Saddam Husein (2003), nasib bangsa Iraq semakin tidak
jelas sebab setiap harinya selalu diliputi kerusuhan, teror dan aksi-aksi bom bunuh diri
melawan tentara koalisi. Tidak pelak lagi, korban pun berjatuhan baik dari rakyat Iraq
sendiri maupun dari pihak tentara koalisi.
Yang menarik dalam perang Iraq melawan Amerika Serikat adalah tentang
keberadaan tokoh ini setelah pasukan koalisi berhasil menumbangkan kekuasaannya.
Keberadaan Saddam sempat menjadi misteri sebab sewaktu-waktu tokoh ini muncul
dalam layar teve, namun sangat sulit melacak keberadaannya. Saddam sempat kucingkucingan dengan pasukan Amerika Serikat sampai beberapa bulan lamanya. Hal ini
tentunya membuat geram pasukan koalisi, demikian juga bagi pemimpin negara adidaya
Amerika Serikat, George W. Bush. Namun dalam minggu terakhir ini, pemimpin negara
adidaya tersebut boleh merasa bangga dengan kinerja tentaranya sebab, usaha melacak
jejak Saddam Husein itu beroleh hasil yang sangat memuaskan. Saddam Husein berhasil
dibekuk tanpa perlawanan yang berarti pada hari sabtu dini hari (13/12) kemarin
(Republika, 15 Desember).
Jika selama ini banyak pihak yang memberikan interpretasi beragam seputar
figur fenomenal ini dengan kekuasaannya di Negeri Seribu Satu Malam itu. Namun
dengan tertangkapnya Saddam Husein pada malam Sabtu dini hari tanggal 13 Desember
kemarin semakin menunjukkan kejelasan, seberapa banyak pihak yang mendukung dan
yang menolaknya.
Untuk negara-negara yang tadinya abstain dengan kebijakan Amerika Serikat
menyerang Iraq seperti negara Perancis misalnya, pemerintah negara ini merespon
moment penangkapan Saddam sebagai indikasi untuk kebaikan masa depan Iraq. Selain
itu, bagi negara-negara yang menaruh dendam terhadap Saddam Husein ikut merayakan
kemenangan dengan tertangkapnya orang nomer satu Partai Ba’ath itu.
Namun lain dengan negara Islam yang selama ini secara politis telah
diuntungkan dengan keberadaan sosok yang satu ini. Rakyat Yordania misalnya, mereka
sangat kehilangan sosok pemimpin yang paling berani dalam menentang kebijakan
negara adidaya Amerika Serikat. Bahkan bangsa Palestina sempat bersedih dengan
tertangkapnya sosok pelindung ini. Keberadaan Saddam Husein bagi kedua negara
Islam ini dinilai sebagai pelindung sekaligus pemimpin yang sangat peduli dengan nasib
kaum muslim di Timur Tengah. Bahkan Saddam sendiri adalah musuh besar bangsa
Israel yang selama ini menjadi duri bagi negara-negara Islam di Timur Tengah.
Dengan tertangkapnya Saddam Husein yang selama ini menjadi simbol
perlawanan bangsa Timur Tengah terhadap Barat (Amerika dan sekutunya) secara tidak
langsung telah mengeser peta kekuatan umat Islam di sana. Terlepas dari karakter
kepemimpinan Saddam yang keras dan otoriter itu, namun selama ini figurnya menjadi
simbol perlawanan sekaligus kekuatan bagi dunia Islam. Saddam adalah orang nomor
satu yang paling keras mengecam dan melawan kebijakan Amerika Serikat yang
berkenaan dengan nasib dunia Islam.
Kalau kita mengamati keberadaan pemimpin Islam di kawasan Timur Tengah,
maka hanya beberapa figur saja yang mampu menjadi pemimpin dan bisa dijadikan
sebagai representasi atas umat Islam di kawasan ini. Figur kedua setelah Saddam
Husein yang paling keras menentang kebijakan negara kapitalis Amerika adalah
Muamar Khadafi, penguasa negara Libia itu.
Tertangkapnya Saddam Husein akan membawa pengaruh besar bagi masa depan
bangsa Timur Tengah yang mayoritas memeluk agama Islam. Secara tidak langsung,
masa depan bangsa Timur Tengah yang selama ini menjadi “sapi perahan” bangsa Barat
(Amerika dan sekutunya) akan semakin terpuruk. Selama ini orang yang paling getol
membela ketertindasan umat Islam atas kebijakan luar negeri Amerika Serikat adalah
Saddam Husein. Maka ke depan, bangsa Timur Tengah telah kehilangan pembela sejati,
pelindung terkuat dan penyokong dana terbesar yang menjadi simbol kekuatan umat
Islam. Lantas, bagaimanakah nasib umat Islam pasca tertangkapnya Saddam Husein itu?
Setidak-tidaknya di Timur Tengah terdapat tiga sosok yang sangat keras dan
tegas menolak segala kebijakan Amerika Serikat yang selama ini cenderung merugikan
umat Islam. Tokoh pertama adalah Saddam Husein itu sendiri sementara tokoh kedua
adalah Muamar Khadafi, penguasa Libia. Sedangkan tokoh ketiga adalah Osamah bin
Laden, milyuner muslim yang paling getol memperjuangkan umat Islam di Afghanistan.
Memang selain ketiga tokoh tersebut masih terdapat figur-figur lain seperti
Yasser Arafat, pemimpin bangsa Palestina dan pangeran Abdullah, penguasa Yordania.
Hanya saja kedua tokoh ini masih terlalu kooperatif, bahkan sering memperlihatkan
kelemahan sikap dalam hal merespon kebijakan Amerika Serikat. Yasser Arafat
terkenal dengan diplomasinya yang sangat kooperatif terhadap pihak manapun.
Sedangkan pangeran Abdullah terlalu lembek dalam bersikap, bahkan cenderung
mendukung kebijakan Amerika meskipun rakyatnya menolak.
Pasca penangkapan Saddam Husein, peta kekuatan umat Islam di Timur Tengah
sudah tidak lagi memiliki posisi tawar, atau bahkan semakin menjatuhkan harga diri
kaum muslimin dengan kebijakan-kebijakan Amerika Serikat yang sangat diskriminatif.
Ke depan, konflik perang antar bangsa, atau bahkan antar agama yang selama ini terjadi
antara Palestina dan Israel akan semakin menyudutkan umat Islam. Setelah mendengar
penangkapan Saddam Husein, rakyat dan penguasa Israel bersorak-sorai merayakan
kemenangan. Mereka merasa puas karena musuh utama mereka telah berhasil dibekuk
oleh Amerika Serikat, negara pengayom dan donatur Israel itu.
Kekalahan Umat Islam?
Dengan tertangkapnya Saddam Husein oleh pasukan koalisi sebenarnya telah
merubah peta kekuatan Timur Tengah yang selama ini didominasi oleh umat Islam.
Selama ini umat Islam bisa eksis dengan penilaian ekstirm, radikal, dan sebagainya
kerena mereka mendapat dukungan moril mupun material dari tokoh-tokoh Islam diatas.
Maka, dengan penangkapan Saddam Husein oleh pasukan koalisi sama artinya telah
memutus urat nadi kekuatan umat Islam di Timur Tengah.
Kedepan, masa depan kaum muslimin di kawasan Timur Tengah akan semakin
kacau, harga diri umat Islam akan semakin terinjak-injak oleh kebijakan Amerika
serikat yang selama ini sangat merugikan umat Islam. Siapakah yang akan mendukung
aksi-aksi mereka sewaktu Amerika dengan kekuatan militernya menekan umat Islam?
Kelompok-kelompok yang selama ini membela mati-matian atas nasib umat Islam
seperti hamas, jamaah Islamiyah, dan sebagainya tidak lagi medapat dukungan moril
maupun materiil.
Pasca runtuhnya rezim Afghanistan kondisi umat Islam di Timur Tengah
semakin kacau balau. Umat Islam sudak tidak lagi mendapatkan dukungan dari pihak
penguasa maupun dermawan-dermawan yang secara tulus-ikhlas membantu umat Islam.
Maka, ke depan sebenarnya umat Islam tengah menghadapi suatu kondisi pencitraan
negatif. Umat Islam ibarat seekor singa, namun sudah tidak lagi memiliki taring dan
tidak bisa mengaum lagi.
Konflik-konflik yang selama ini belum selesai akan semakin terbengkalai, dan
umat Islam akan semakin tersingkir oleh tangan Amerika dan sekutu-sekutunya. Kasus
palestina paling tidak akan bertambah terpuruk sebab Saddam Husein yang selama ini
mengecam habis-habisan kebijakan Amerika yang cenderung memojokkan umat Islam.
Bangsa Yahudi (Israel) merasa paling banyak diuntungkan dengan kebijakan-kebijakan
Amerika itu. Selama ini Saddam Husein juga menjadi figur paling getol mengecam
Israel yang telah menduduki palestina. Oleh karena itu, sewaktu berita tertangkapnya
Saddam Husein, bangsa Israel berpesta-pora merayakan kemenangan. Musuh besar
mereka telah lumpuh dan sudah tidak bisa melawan bangsa Israel itu.
Adapun ke depan, bangsa-bangsa Timur Tengah mulai dari Iraq, Kuwait, Suriah,
Yaman, Arab Saudi dan sebagainya hanya akan menjadi “sapi perahan” Amerika
serikat. Ladang minyak yang berlimpah yang mereka miliki akan dirampas secara
perlahan-lahan oleh bangsa Amerika.
Kita sebenarnya bisa mengambil kesimpulan secara sederhana bahwa dengan
tertangkapnya Saddam Husein sama artinya telah memburamkan masa depan umat
Islam di Timur Tengah. Islam telah terkepung dari segala penjuru dengan melalui
pemutusan urat nadi yang menjadi sumber kekuatan dan prestise bangsa Timur Tengah.
Sekarang ini kita sudah sepantasnya menanti-nanti figur pemimpin yang akan
membebaskan seluruh umat Islam dari cengkraman kekuasaan Amerika dan sekutusekutunya. Kita sangat berharap banyak akan kemunculan tokoh yang bisa membawa
nama sekaligus prestise umat Islam di pentas perpolitikan dunia.
*) Penulis adalah alumni PP Wathoniyah Islamiyah, Petanahan, Kebumen, Jawa
Tengah. Alamat : Sapen GK I no 50 Yogyakarta. E-mail : [email protected]
Sumber:
Suara Muhammadiyah
Edisi 2 2004
Download