Uploaded by vinasoraya10

BIOLOGI

advertisement
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Penulisan
1.3 Manfaat Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Keanekaragaman Bentuk Kehidupan
2.2 Karakteristik Makhluk hidup
2.3 Tingkatan Organisasi Kehidupan
2.4 Klasifikasi
2.5 Sistem Klasifikasi
2.6 Tatanama Binner
2.7 Klasifikasi Tumbuhan
2.8 Klasifikasi Hewan
BAB III PENUTUP
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Makhluk hidup dari spesies yang sama memiliki ciri yang sama. Misalnya, ayam di Indonesia
dengan ayam di negara lain memiliki ciri yang sama. Sebaliknya, ciri suatu spesies berbeda dengan
spesies lainnya. Jadi, di dalam spesies yang sama terdapat keseragaman ciri makhluk hidup,
sedangkan antar spesies yang berbeda terdapat keanekaragaman.
Diberbagai lingkungan juga dapat kita jumpai keanekaragaman makhluk hidup.
Keanekaragaman itu meliputi variasi bentuk ukuran, warna dan sifat-sifat lain dari makhluk hidup.
Setiap lingkungan memiliki keanekaragamannya masing-masing.
1.2 Tujuan Penulisan
 Memenuhi tugas dari dosen mata kuliah Biologi Umum.
1.3 Manfaat Penulisan
 Agar materi ini bisa dipahami/ dimengerti oleh Mahasiswa.
BAB II
PEMBAHASAN
KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP
(BIODIVERSITAS)
2.1 Keanekaragaman Bentuk Kehidupan
Keanekaragaman makhluk hidup tumbuh dan berkembang dari keanekaragaman jenis,
keanekaragaman genetis dan keanekaragaman ekosistem. Karena ketiga keanekaragaman ini saling
kait-mengkait dan tidak terpisahkan, maka dipandang sebagai satu keseluruhan (totalitas) yaitu
keanekaragaman makhluk hidup.
Keanekaragaman makhluk hidup menunjukkan adanya berbagai macam variasi bentuk,
penampilan, jumlah dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkat gen, tingkat jenis dan tingkat
ekosistem.
a. Keanekaragaman jenis
Manusia dalam mengenal adanya keanekaragaman makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang
dapat diamati dan juga mungkin tingkah laku, penampilannya, makanannya dan cara
perkembangbiakannya, habitatnya serta interaksinya dengan makhluk lain.
Pada tumbuhan yang dapat diamati misalnya tempat tumbuhnya, batangnya, daunnya,
bunganya, serangga yang mengunjunginya serta burung yang bersarang di dalamnya.
b. Keanekaragaman genetis/gen/genetika
Setiap populasi mempunyai sifat genetik tertentu. Individu-individu sejenis ini mempunyai
kerangka dasar komponen genetis yang sama (kromosomnya sama tetapi memiliki komponen faktor
keturunan yang berbeda).
Misal : rasa manis dan asam pada mangga
warna kuning, merah dan putih pada biji jagung
Keanekaragaman gen menentukan keanekaragaman jenis individu, meski jenisnya sama tetapi
memiliki gen yang tidak sama bila dibandingkan dengan individu lain dalam kelompok tersebut.
c. Keanekaragaman ekosistem
Ekosistem merupakan satu kesatuan lingkungan yang melibatkan faktor biotik (makhluk
hidup) dan faktor abiotik (mineral, udara, air, tanah dll.) yang berinteraksi satu sama
lain. Indonesia memiliki makhluk hidup yang bervariasi, sehingga ekosistem yang terbentuk juga
beragam.
Misal :
- ekosistem bahari
- ekosistem hutan bakau
- ekosistem hutan rawa air tawar
- ekosistem danau
- ekosistem pertanian.



2.2 Karakteristik Makhluk hidup
Makhluk hidup memiliki karakteristik umum:
Organisasi. Makhluk hidup menunjukkan tingkat organisasi yang besar, organisme multiseluler
dapat dibagi menjadi sel-sel dan sel-sel dibagi menjadi organela-organela selanjutnya organela dibagi
menjadi molekul-molekul.
Homeostatis. Homeostasis adalah keadaan pemeliharaan lingkungan internal dalam keadaan tetap
(dinamik) yaitu suhu, pH, konsentrasi air dan sebagainya. Kebanyakan metabolisme energi tubuh
bertujuan menjaga batas homeostatis. Jika kita sakit dalam waktu yang lama, peningkatan suhu akan
merusak organ dan merusak fungsi fisiologis tubuh. Homeostatis dijaga agar fungsi-fungsi fisiologis
dan metabolisme dapat berjalan dengan baik.
Adaptasi. Makhluk hidup berusaha untuk dapat bertahan hidup. Charles Darwin dalam teori
evolusinya menyatakan makhluk hidup berupaya untuk beradaptasi dengan lingkungannya untuk tetap
hidup.
Reproduksi dan Hereditas. Semua sel berasal dari sel-sel sebelumnya. Adanya sel-sel baru dengan
cara reproduksi. Reproduksi dapat dibagi menjadi dua yaitu aseksual (tanpa rekombinasi materi
genetik) dan seksual (terjadi rekombinasi materi genetik).




Pertumbuhan dan Perkembangan. Sejak sel tunggal bertumbuh, ketika sel terbentuk melalui
pembelahan, sel-sel itu berukuran kecil dan akan bertumbuh dan berkembang mencapai tahap
kematangan sel. Organisasi multiseluler melewati proses yang rumit mencakup proses diferensiasi
dan organogenesis (karena memiliki banyak sel yang berkembang).
Perolehan energi dan pelepasan. Sumber energi untuk tetap bertahan hidup adalah memperoleh
energi (melalui cahaya matahari, komponen inorganik atau organisme lain) dan melepaskan energi
yang didapat untuk proses pembentukan ATP (adenosine triphosphate) sebagai energi untuk aktivitas
seluler.
Deteksi dan Respons. Untuk menimbulkan stimulus (eksternal dan internal).
Interaksi. Makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya sebaik mungkin. Organisme
mendapatkan materi dan energi dari lingkungan atau dari organisme lain. Terdapat banyak tipe-tipe
simbiosis (interaksi organisme dengan organisme lain).
2.3 Tingkatan Organisasi Kehidupan
 Biosfer adalah keseluruhan makhluk hidup dan lingkungannya.
 Ekosistem adalah interaksi antara kelompok kecil organisme satu dengan lainnya dan dengan
lingkungan hidupnya.
 Komunitas adalah hubungan antara kelompok species yang berbeda.
 Populasi adalah kelompok individu sejenis yang ada pada area geografis terbatas.
 Species adalah kelompok individu sejenis yang dapat melakukan perkawinan secara fertil.
 Individu adalah satu atau lebih sel ditandai oleh susunan DNA yang spesifik.
 Sistem organ ada pada organisme multiseluler. Kelompok sel, jaringan dan organ yang bekerja pada
fungsi yang spesifik.
 Organ (pada organisme multiseluler). Kelompok sel-sel atau jaringan yang membentuk satu fungsi bagi
tubuh.
 Jaringan (pada organisme multiseluler). Kelompok sel yang menunjukkan fungsi spesifik.
 Sel adalah unit dasar semua makhluk hidup. Setiap sel memiliki materi genetik (DNA dan RNA),
membutuhkan energi kimia dan sebagainya.
 Organela adalah subunit dari sel. Organela memiliki fungsi spesifik dalam sel sebagai suatu sistem.
 Molekul, atom dan partikel subatomik merupakan tingkat dasar fungsional dalam biokimia.
2.4 Klasifikasi
Ilmuwan mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan banyaknya persamaan dan
perbedaan, baik morfologi, fisiologi maupun anatominya. Makin banyak persamaan di antara
makhluk hidup makin dekat kekerabatannya, makin sedikit persamaan makhlik hidup dikatakan
makin jauh kekerabatannya.
Dalam tatanama makhluk hidup telah disepakati penggunaan sederet takson yang disusun dari
yang beranggota besar (sedikit persamaan ciri) ke yang beranggotakan kecil (banyak persamaan ciri).
Untuk setiap katagori atau tingkat takson diberi nama tertentu, yaitu :
- dunia
: regnum/ kingdom/ kerajaan
- devisi/ filum
: devisio/ phyllum
- kelas
: classis
- bangsa
: ordo
- suku/ famili
: famillia
- marga
: genus
- jenis
: species
Para ahli dulu membagi makhluk hidup menjadi 2 dunia, yaitu dunia tumbuhan dan dunia
hewan. Sekarang ilmuwan membagi makhluk hidup menjadi 5 dunia, yaitu dunia monera, protista,
fungi, plantae (tumbuhan) dan animalia.
Ad.1. Monera
Organisme bersel satu dan bersifat prokaryotik (tidak berselaput inti).
Contoh : bacteri dan algae biru
ad.2. Protista
Organisme bersel satu yang bersifat eukaryotik (sudah berselaput inti).
Contoh : protozoa, algae, jamur yang bersel satu
ad.3. Fungi (jamur)
Organisme yang tubuhnya terbentuk dari benang-benang hifa.
Contoh : mycota dan eumycota
ad.4. Plantae (tumbuhan)
Merupakan organisme multiselluler dan bersifat eukaryotik, dinding sel terbuat dari selulosa,
mempunyai kloroplas.
Contoh :
- Algae (ganggang)
- Bryophyta (lumut)
- Pteridophyta (tumbuhan paku)
- Spermatophyta (tumbuhan biji)
ad.5. Animalia (hewan)
Merupakan organisme multiseluler dan bersifat heterotop dan dapat bergerak/ berpindah tempat.
Contoh : Jellyfish, katak, simpanse
2.5 Sistem Klasifikasi
Terdiri dari :
a. Sistem artifisial (buatan)
Dasar klasifikasi yang menggunakan sifaf-sifat morfologi terutama alat reproduksi, habitat atau
perawakan.
Misal : tanaman pohon, perdu, herba, semak, gulma atau liana.
b. Sistem alam
Dasar klasifikasi yang digunakan adalah banyak sedikitnya persamaan, terutama persamaan sifat
morfologi.
Misal :
sapi, buaya, gajah, kuda termasuk hewan berkaki empat
padi, gandum, jewawut termasuk tumbuhan berbulir
c. Sistem filogenetik
Dasar klasifikasi yang digunakan adalah urutan perkembangan serta jauh dekatnya kekerabatan
antar takson, selain mencerminkan persamaan dan perbedaan sifat morfologi dan anatominya.
2.6 Tatanama Binner
Tatanama binner/ dwi tatanama/ binomial nomenklatur adalah pemberian nama makhluk hidup
dengan menggunakan dua kata yang dilatinkan yang dipelopori oleh Carolus Linnaeus (1707 -1778).
Cara-caranya :
1. Untuk nama species (jenis) :
- nama species terdiri dari dua kata tunggal yang dilatinkan.
- kata depan menunjukkan nama marga, kata belakang menunjukkan nama spesies.
- nama marga mulai ditulis dengan huruf besar, sedang nama species dimulai dengan huruf kecil.
- nama marga dan jenis digarisbawahi secara terputus atau dicetak miring.
contoh : Rhinoceros sondaicus (badak jawa)
Havea brasikensis (karet)
Elephas indicus (gajah)
Hibiscus rosasinensis (kembang sepatu)
Felis maniculata-domestika (kucing jinak)
2. Untuk nama famili (suku) :
Nama suku diambil dari nama marga yang bersangkutan.
- Untuk tumbuhan :
nama marga + akhiran aceae
contoh :- Solamum lycopersicum (tomat)
Solanum + aceae  fam: Solanaceae
- Marchantia polymorpha (lumut hati)
Marchantia + aceae  fam: Marchantiaceae
- Untuk hewan :
nama marga + akhiran idae
contoh : - Felis tigris (harimau india)
Felis + idae  fam: Felidae (kucing)
- Columba livea (merpati)
Columba + idae  fam: Columbidae
3. Untuk nama ordo (bangsa) :
Nama ordo umumnya diambil dari nama marga yang bersangkutan.
- Untuk tumbuhan :
nama marga + akhiran ales
contoh : - Sphagnum fimbriatum (lumut gambut)
Sphagnum + ales  ordo: Sphagnales
- Untuk hewan :
nama marga + akhiran iformis
contoh : - Columba livea (merpati)
Columba + iformis  ordo: Columbiiformis
2.7 Klasifikasi Tumbuhan
a). Devisi Algae (ganggang)
Uniseluller atau multiseluller, hidup berkoloni, tubuh berupa lembaran (filamen).
Algae terdiri dari 4 kelas :
- Rhodophyta (alga merah)
- Phaeophyta (alga perang / coklat)
- Chlorophyta (algae hijau)
- Chrysophyta (algae keemasan)
b). Devisi Bryophyta (lumut)
Terdiri dari 2 kelas :
- Hepaticae (lumut hati)
berklorofil, daun sederhana, batang sederhana, belum ber-akar yang sebenarnya (rhizoid) atau belum
dapat dibedakan akar batang dan daun.
Contoh :
Marchantia polymorpha
Marchantia geminata
Reobulia hemispherica
- Musci (lumut daun)
jelas batang dan daun tetapi akar belum sempurna (rhizoid).
Contoh :
Spagnum fimbriatum
Pogonatum cirrhatum
c). Devisi Pteridophyta (tumbuhan paku)
sudah dapat dibedakan akar, batang, daun serta sudah memiliki sistem pembuluh.
Terdiri dari 4 kelas :
1. Psiophytinae
contoh :
Psilotum nodum
2. Equisetinae (paku ekor kuda)
contoh :
Equisetum debile (paku ekor kuda)
3. Lycopodinae (paku kawat)
contoh :
Lycopodium clavatum
Lycopodium cernuum
Selaginella willdonovii
4. Filicinae (paku sejati)
contoh :
Gleichenia linearis (paku resam)
Asplenium nidus (paku sarang burung)
Adiatum cuneatum (suplir)
Platycerium bifurcatum (p. tanduk rusa)
Marsilea crenata (semanggi)
d.) Devisi Spermatophyta (tumbuhan biji)
Terdapat adanya bunga, menghasilkan biji sebagai sebagai alat perkembangbiakan, alat kelamin jantan
dan betina terpisah.
Terdiri dari 2 sub devisi :
1. Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka)
Berakar tunggang, akar batang berkambium, terjadi pembuah-an tunggal.
Terdiri dari 4 kelas :
- Pteridospermae (paku biji), sudah punah
- Cycadinae
contoh : Cycas rumphii (pakis haji)
- Coniferae
contoh : Agathis alba (damar)
Pinus merkusi (pinus/tusam)
Casuarina sp (Cemara)
- Gnetinae
contoh : Gnetum gnemon (melinjo)
2. Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)
Memiliki bunga yang sesungguhnya, bakal biji tidak terlihat karena terlindung dalam bakal
buah atau putik, terjadi pembuahan ganda.
Terdiri dari 2 kelas :
- Dicotylae (berkeping dua) :
Berbiji tertutup, berakar tunggang, bercabang banyak, daun pada batang tersebar, tulang daun
menyirip atau menjari, berkambium, bagian bunga berjumlah 2,4,5 atau kelipatannya.
Contoh :
- Manihot utilisima ( ketela pohon)
- Fiscus benyamina (beringin)
- Vigna sinensis (kacang panjang)
- Arachis hypogeae (kacang tanah)
- Tamarandus indica (asem)
- Tectona grandis (jati)
- Citrus nobilis (jeruk keprok)
- Artocarpus integra (nangka)
- Gossypium herbaceum (kapas)
- Eugenia malacensis (jambu bol/mete)
- Psidium guajava (jambu biji)
- Solanum tuberosum (kentang)
- Monocotylae ( berkeping satu) :
berakar serabut, ruas batang nyata, tulang daun sejajar atau melengkung, tidak berkambium,
bagian bunga 3 atau kelipatnnya.
Contoh :
- Oryza sativa (padi)
- Curcuma domestica (kunyit)
- Musa paradisiaca (pisang)
- Cocos nucifera (kelapa)
- Zea mays (jagung)
- Zingiber officinale (jahe)
- Alpinia galanga (laos)
- Colocasia esculenta (tales)
- Triticum sativum (gandum)
- Saccharum offinarum (tebu)
- Allium cepa (bawang merah)
Contoh :
 Klasifikasi Pisang (Musa paradisiaca)
Dunia
: Plantae
Devisi
: Spermatophyta
Sub.devisi
: Angiospermae
Kelas
: Monocotylae
Bangsa
: Musales
Suku
: Musaceae
Marga
: Musa
Jenis
: Musa paradisiaca

Klasifikasi Waru (Hibiscus tiliaceus)
Dunia
: Plantae
Devisi
: Spermatophyta
Sub.devisi
: Angiospermae
Kelas
: Dicotylae
Bangsa
: Malvales
Suku
: Malvaceae
Marga
: Hibiscus
Jenis
: Hibiscus tiliaceus
 Klasifikasi Kapuk randu (Ceiba petandra)
Devisio
: Spermatophyta
Sub.devisio : Angiospermae
Classis
: Dicotylae
Ordo
: Malvales
Famillia
: Bombaceae
Genus
: Ceiba
Species
: Ceiba petandra
 Klasifikasi Padi (Oryza sativa)
Devisio
: Spermatophyta
Sub.devisio : Angiospermae
Classis
: Monocotylae
Ordo
: Poales (Glumiflorae)
Famillia
: Poaceae
Genus
: Oryza
Species
: Oryza sativa
2.8 Klasifikasi Hewan
Terdiri dari 10 filum :
- Filum Protozoa (hewan pertama)
- Filum Porifera (hewan berpori)
- Filum Coelenterata (hewan berongga)
- Filum Platyhelminthes (cacing pipih)
- Filum Nemathelminthes (cacing gilig)
- Filum Annelida (cacing cincin/ gelang)
- Filum Mollusca ( hewan bertubuh lunak)
- Filum Arthropoda (hewan berbuku-buku)
- Filum Echinodermata (hewan berkulit duri)
- Filum Chordata (hewan yang memiliki tali sumbu tubuh)
Chordata terdiri dari 2 sub filum :
 Protochordata (hewan yang memiliki notochordata)
contoh : Amfioxus
 Vertebrata (hewan yang bertulang belakang)
Terdiri dari 5 kelas :
- Pisces
- Amphibia
- Reptilia
- Aves
- Mamalia


Contoh :
Klasifikasi Manusia (Homo sapiens)
Dunia
: Animalia
Filum
: Chordata
Sub.Filum
: Vertebrata
Kelas
: Mamalia
Bangsa
: Primata
Suku
: Hominidae
Marga
: Homo
Jenis
: Homo sapiens
Klasifikasi Harimau india (Felis tigris)
Regnum
: Animalia
Phyllum
: Chordata
Sub.Phyllum : Vertebrata
Classis
: Mamalia
Ordo
: Carnivora
Famillia
: Felidae
Genus
: Felis
Species
: Felis tigris
BAB III
PENUTUP
Akhir kata “tiada gading yang tak retak”, demikian pula dengan makalah ini, masih
jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan
untuk kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
 http://tedbio.multiply.com/journal/item/3
 R. A. Repi, J. Ngangi, Y. S. Mokosuli. 2008. BIOLOGI, Jilid 1, Depdiknas UNIMA
laporan biologi
Laporan praktikum biologi dasar
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN
Nama
NIM
Oleh :
: Bambang Aji Nagan
: 1205105010026
Kelompok
: V (Lima)
Kelas
Tanggal praktikum
: SELASA, 16.00-18.00 wib
: 23 Oktober 2012
Mengetahui,
Asisten
Darussalam,28 Oktober 2012
praktikan
( kaswindi )
( Bambang Aji Nagan )
I.
TINJAUAN PUSTAKA
Keanekaragaman hayati tumbuh dan berkembang dari keanekaragaman jenis,
keanekaragaman genetis, dan keanekaragaman ekosistem. Karena ketiga keanekaragaman ini
saling kait-mengkait dan tidak terpisahkan, maka dipandang sebagai satu keseluruhan
(totalitas) yaitu keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati menunjukkan adanya
berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumlah dan sifat yang terlihat pada berbagai
tingkat gen, tingkat jenis dan tingkat ekosistem (Wolf, 1992).
Tumbuhan merupakan kelompok makhluk hidup eukariot, fotosintetik, multiseluler,
dan memiliki jaringan yang sudah berkembang dengan baik. Tumbuhan dapat hidup dalam
berbagai lingkungan darat, mulai dari lingkungan hutan basah hingga daerah padang pasir atau
daerah kutub. Tumbuhan memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari bentuk mikroskopis
hingga pohon yang berukuran besar hingga mencapai 100 meter lebih dan berdiameter 10 meter
lebih. Rentang hidup tumbuhan juga bervariasi. Beberapa tumbuhan bersifat musiman, baik
hanya semusim ataupun dua musim.tumbuhan lainnya dapat hidup bertahun-tahun. (Tetty
Sutiowati dan Deswaty Furqonita,2007)
Dalam pemuliaan tanaman, adanya keanekaragaman (variabilitas) pada populasi
tanaman yang digunakan mempunyai arti yang sangat penting. Besar kecilnya variabilitas dan
tinggi rendahnya rata-rata populasi tanaman yang digunakan sangat menentukan keberhasialan
pemuliaan tanaman. Misalnya, bila kita hendak mengadakan pemulian untuk mendapatkan
suatu varietas baru dengan produksi yang tinggi maka populasi yang digunakan sebagai
populasi dasar atau populasi awal, di samping mempunyai variabilitas yang besar, akan lebih
baik bila disertai rata-rata produksi yang relative tinggi. (W. Mangoendidjojo,2003)
Beberapa tumbuhan dalam satu spesies dengan susunan genetic tertentu dapat dikoleksi
karena beberapa kelebihannya. Dimungkinkan pula bahwa beberapa sifat unggul yang dimiliki
beberapa jenis tumbuhan yang sama dalam satu spesies digabungkan dalam satu tumbuhan
baru sehingga akan diperolehsatu jenis tumbuhan baru yang memiliki banyak keunggulan di
bandingkan bila sifat-sifat tadi terdapat secara sendiri-sendiri. Sementara itu tumbuhan dengan
susunan genetika yang tidak memiliki keunggulan akan punah dalam lingkungan dan kondisi
yang tidak mendukung. (Abdul Salam, 1994)
II.
PEMBAHASAN
Tumbuhan tersusun oleh unit-unit kecil yang amat banyak dan tidak dapat di amati
dengan penglihatan biasa. Unit-unit kecil yang amat banyak tersebut dinamakan sel. Tumbuhan
ada yang tersusun dari satu sel(unisel) dan ada yang tersusun dari banyak sel(multisel).
Oranisme uniseluler dapat berupa koloni maupun hidup secara individual. Makhluk hidup yang
paling sederhana hanya memiliki satu sel yang memuat seluruh informasi dan proses yang
diperlukan untuk kelangsungan hidup dan reproduksi sel. Sedangkan organisme multiseluler
biasanya dapat dilihat dengan mata telanjang. Pertumbuhan pada organisme multiseluler
melibatkan pembelahan sel. Sel-sel pada organisme multiseluler ada yang berdiferensiasi
menjadi sel-sel khusus untuk melakukan fungsi tertentu.
Euglena adalah sejenis alga bersel tunggal yang berbentuk lonjong dengan ujung
anterior (depan) tumpul dan meruncing pada ujung posterior (belakang). Setiap sel euglena
dilengkapi dengan sebuah bulu cambuk flagel yang tumbuh pada ujung anterioir sebagai alat
gerak. Pada ujung anterior ini juga terdapatcelah sempit yang memanjang kea rah posterior.
Pada bagian posterior, celah ini melebar dan membentuk kantong cadangan atau reservoir.
Flagel terbentuk di sisi reservoir. Di sisi lain dari flagel terdapat bentuk matayang sangat peka
terhadap ransagan sinar matahari. Tubuh euglena terlindung oleh pelikel sehingga bentuk
tubuhnya tetap. Euglena dapat hidup secara autotrop maupun secara heterotrop. Euglena
memiliki klorofl yang dapat melakukan fotosintesis. Tetapi bila tidak terdapat matahari,
euglena mengambil zat terlarut di sekitarnya.
Jamur (fungi,kapang,cendawan) merupakan tumbuhan tingkat rendah yang tidak
mmiliki klorofil. Tumbuhan jamur memiliki inti yang sebenarnya (eukariot) sebagian jamur
ada yang bersel satu dan ada juga yang bersel banyak. Tubuh jamur terdiri dari benang-benang
yang disebut hifa. Hifa yang bercabang-cabang membentuk jarring-jaring disebut miselium.
Dinding hifa pada jamur terdiri dari selulosa, tetapi pada jamur tingkat tinggi dinding sel terdiri
atas kitin.
Lumut merupakan tumbuhan pelopor yang tumbuh pada suatu tempat sebelum
tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi
membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang sangat luas. Jaringan tumbuhan yang
mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain.tumbuhan lumut mengalami pergiliran
keturunan dalam daur hidupnya. Apa yang dikenal orang sebagai tumbuhan lumut merupakan
tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid(x=n). Dengan demikian, terdapat
tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu tumbuhan tidak dapat menghasilkan dua sel
kelamin sekaligus. Tumbuhan lumut memiliki peranan dalam ekosistem sebagai penghasil
oksigen, penyimpan air karena sifat selnya yang menyerupai spons) dan sebagai penyerap
polutan.
Bunga Tasbih (Canna Sp.) merupakam tumbuhan yang rimpang tebal dan memiliki
cabang horizontal dengan panjang yang dapat mencapai 60cm. bunga tasbih dapat tumbuh
hingga 2m. tumbuhan ini mampu hidup di daratan rendah 1000 m di atas permukaan
laut. Tumbuhan ini menyukai sinar matahari dan tanah yang lembab ke arah basah. Bunga
tasbih besar dan keluar dari penghujung pucuk. Bunganya besar dengan warna-warna cerah.
Buahnya berupa buah kendaga , bebiji banyak dan berbentuk bulat. Hamper selalu di tanam
sebagai tanaman hias dan juga tumbuh di hutan di daerah pegunungan.
Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) merupakan tanaman hias suku malvaceae
yang berasal dari Asia Timur. Kembang sepatu ini terdiri dari 5 helai daun kelopak yang
dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga.
Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik
berbentuk silinder panjang di kelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari.
Pada umumnya tinggi tanaman 2 sampai 5 meter. Di daerah tropis ataupun di rumah tanaman
berbunga sepanjang tahun,m sedangkan di daerah subtropics berbunga dari musim panas
hingga musim gugur. Kembang sepatu ini berkembang biak dengan cara stek, pencakokan dan
penempelan.
III.
Preparat
HASIL PENGAMATAN
: Air kolam (Euglena Sp)
Pembesaran : 10 x
Ket :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Flagel
Stigma
Paramid
Kloroplas
Vakuola
nukleus
Preparat
: Jamur Roti
Pembesaran : 10 x
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Preparat
: Lumut (Bryophyta)
Pembesaran : 10 x
Ket :
sporangiospores
Columella
Collarete
Sporangiospora
Stolon
Rhizoid
Sporangium
Apofisis
Ket :
1. Daun
2. Batang semu
3. Rhizoid
Preparat
: Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Pembesaran : 10 x
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Ket :
Kepala Putik
Tangkai Putik
Benang Sari
Tangkai Sari
Pendukung benang sari
Kelopak bunga
Tangkai bunga
Mahkota bunga
Preparat
: Bunga Tasbih ( Canna Sp )
Pembesaran : 10 x
Ket :
1.
2.
3.
4.
5.
Mahkota (Stilmen)
Ovarium
Daun pelindung Ovarium
Daun tandu dalam
Daun tandu luar
IV.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari kegiatan praktikum yang telah dilakukan dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut
:
1) Keanekaragaman makhluk hidup meliputi organisme yang bersel satu(unisel) dan organism
yang bersel banyak(multi sel).
2) Pada organisme unisel, semua fungsi sel dilakukan oleh satu sel saja.
3) Pada organisme multisel, setiap sel bekerja sesuai dengan spesialisasinya.
4) Euglena merupakan jenis organisme unisel yang memiliki cirri tumbuhan dan
hewan.
5) Jamur merupakan tumbuhan tingkat rendah yang tersusun dari benang-benang
halus(hifa) dan tidak memiliki klorofil.
B. Saran
Kegiatan praktikum telah terlaksana sesuai dengan yang kami inginkan. Semoga
berjalan hingga lebih baik lagi dari yang telah terlaksana.
DAFTAR PUSTAKA
Mangoendidjojo, W. 2003. Dasar-Dasar Pemuliaan Tanaman. Yogyakarta:
Kanisius.
Salam, Abdul. 1994. Keanekaragaman Genetik. Yogyakarta:Andi Offset.
Sutiowati, Tetty. 2007. Biologi Interaktif. Jakarta: Azka Press.
Wolf, L. , 1992, Ekologi Umum, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Download