Uploaded by common.user24569

Makalah Farma kel 7

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejarah antibitik dimulai ketika ditemukannya obat antibiotik pertama
oleh Alexander Flemming yaitu Penicillin-G. Flemming berhasil mengisolasi
senyawa tersebut dari Penicillium chysogenumsyn P. Notatum. Dengan
penemuan antibiotik ini membuka sejarah baru dalam bidang kesehatan
karena dapat meningkatkan angka kesembuhan yang sangat bermakna.
Kemudian terjadilah penggunaan besar-besaran antibiotik pada saat perang
dunia untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Masalah baru muncul
ketika mulai dilaporkannya resistensi beberapa mikroba terhadap antibiotik
karena penggunaan antibiotik yang besar-besaran.
Hal ini tidak seharusnya terjadi jika kita sebagai pelaku kesehatan
mengetahui penggunaan antibiotik yang tepat. Kemajuan bidang kesehatan
diikuti dengan kemunculan obat-obat antibiotik yang baru menambah
tantangan untuk menguasai medikamentosa ini. Antibiotik tidak hanya dari
satu jenis saja. Beberapa senyawa-senyawa yang berbeda dan berkelainan
tenyata mempunyai kemampuan dalam membunuh mikroba. Dimulai dengan
mengetahui
macam-macam
dari
antibiotik
dilanjutkan
mekanisme dan farmakologi dari obat-obat antibiotik tersebut
mengetahui
dan dapat
mengetahui indikasi yang tepat dari obat antibiotik tersebut. Semua ini
bertujuan akhir untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik yang tepat dan
efektif dalam mengobati sebuah penyakit sekaligus dapat mengurangi tingkat
resistensi.
Farmakologi merupakan ilmu yang sangat luas cakupannya. Namun
unutk seorang dokter ilmu ini dibatasi tujuannya yaitu agar dapat
menggunakan obat untuk maksud pencegahan, diagnosis, dan pengobatan
penyakit. Selain agar mengerti bahwa penggunaan obat dapat mengakibatkan
berbagai gejala penyakit.
1
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan antibiotik?
2. Bagaimana mekanisme kerja antibiotik?
3. Apa saja macam-macam antibiotik?
4. Bagaimana terapi Antibiotik menurut usia?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian antibiotik
2. Untuk mengetahui mekanisme kerja antibiotik
3. Untuk mengetahui macam-macam antibiotik
4. Untuk mengetahui terapi antibiotik menurut usia
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Antibiotik berasal dari bahasa latin (anti ₌ lawan, bios ₌ hidup) adalah
zat-zat kimia yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, yang memiliki khasiat
mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya
bagi manusia relatif kecil.
Antibiotik adalah zat kimia yang menghambat bakteri tertentu. Zat
kimia tersebut yang mencegah pertumbuhan bakteri disebut sebagai
bakteriostatik dan yang membunuh bakteri secara langsung disebut
bakterisidal. Beberapa antibiotik bersifat bakterisidal dan bakteriostatik,
bergantung pada konsentrasi obat tertentu. Antibiotik digunakan untuk
mengobati berbagai infeksi sistemik dan topikal. Banyak infeksi baru yang
muncul setiap tahunnya dan peneliti ditantang untuk membuat antibiotik baru
guna menghadapi setiap ancaman baru tersebut. Antibiotik dibuat dengan tiga
cara: dari organisme hidup, dengan hasil sintesis, dan pada beberapa kasus,
melalui rekayasa genetik.
Kegiatan antibiotik untuk pertama kali ditemukan secara kebetulan oleh
dr.Alexander Fleming (Inggris, 1928, penisilin). Tetapi penemuan ini baru
dikembangkan dan digunakan di tahun 1941 pada permulaan Perang Dunia II,
ketika obat-obat antibakteri sangat diperlukan untuk menangani infeksi dari
luka-luka akibat pertempuran.
Kemudian, para peneliti di seluruh dunia menghasilkan banyak zat lain
dengan khasiat antibiotik. Tetapi berhubung dengan sifat tksiknya bagi
manusia, hanya sebagian kecil yang dapat digunakan sebagai obat. Yang
terpenting diantaranya adalah streptomisin (1944), kloramfenikol (1947),
tetrasiklin 91948), neomisin (1949), eritromisin (1952), vankomisin (1955),
rifampisin (1960), gentamisin (1963), bleomisin (1965), doksorubisin (1969),
minosiklin (1972) dan tobramisin (1974).
3
B. Mekanisme Kerja Antibiotik
Cara kerjanya yang terpenting adalah perintangan sintesis potein,
sehingga kuman musnah atau tidak berkembang lagi, misalnya kloramfenikol,
tetrasiklin, aminoglikosida, makrolida dan linkomisin. Selain itu bebrapa
antibiotika bekerja terhadap dinding sel (penisilin dan sefalosporin) atau
membrane sel (polimiksin, zat-zat polyen dan imidazole).
Antibiotika tidak aktif terhadap kebanyakan virus kecil, mungkin
karena virus tidak memiliki proses metabolism sesungguhnya, melainkan
tergantung seluruhnya dari metabolism tuan-rumah.
C. Macam-macam Antibiotik
BP
METRONIDAZOL
Nama dagang
Flagyl® (Hawgreen Ltd) (Aventis Pharma), Metrolyl®
(Lagap), Flagyl® injection (Rhone-Poulenc Rorer),
Metronidazol (tanpa nama dagang)
Kelompok
Antimikroba
Penggunaan/Indikasi
Pengobatan infeksi anaerob dengan rentang kerja luas,
profilaksis
pada
pembedahan,
Trichomonas
vaginalis,
sepsis
saat
klostridium,
puerperium,
vaginosis bakteri, gingivitis
Jenis obat
POM
Bentuk obat
Tablet, suspensi, supositoria, infuse dan injeksi IV
yang telah dikemas
Dosis
Oral: diawali 800 mg kemudian 400-500 mg t.d.s.
IV: 500 mg t.d.s.
4
LSCS 400 mg t.d.s. (500 mg saat intubasi)
P.r.: 1g t.d.s. maksimal 3 hari kemudian 1g b.d.
pengobatan vaginosis bakteri seperti dosis oral atau
dosis tunggal 2g
Cara pemberian
Oral, p.r, IV, IM
Kontraindikasi
Hindari dosis tinggi pada ibu hamil dan menyusui,
hindari
alkohol,
hipersensitivitas
terhadap
metronidazol
Efek samping
Rasa tidak enak di mulut, lidah kotor, mual, muntah,
ruam, sakit kepala, mengantuk, pusing, urine pekat,
dan sangat jarang timbul angio-edema
Interaksi
Alkohol – reaksi seperti disulfiram, hindari selama
pengobatan dan 48 jam setelah pengobatan
Antasid
–
simetidin
menghambat
metabolisme
metronidazole
Antikoagulan – meningkatkan efek warfarin, tetapi
tidak berinteraksi dengan heparin
Antiepilepsi – menghambat metabolisme fenitosin,
fenobarbital mempercepat metabolisme metronidazol
Estrogen – mengurangi efek pil kontrasepsi oral
kombinasi
Efek farmakodinamik
Antimikroba yang efektif melawan infeksi yang luas
dengan aksi antiprotozoa dan antibakteri
Risiko pada janin
Hindari regimen dosis tinggi; pengunaan pada
trimester pertama dapat menyebabkan defek garis
tengah wajah, defek jantung, defek genital, dan defek
5
ekstremitas, tetapi penggunaan pada dua trimester
akhir memiliki efek yang sedikit
Menyusui
Sejumlah besar obat disekresikan, hindari dosis
tunggal besar
BP
ERITROMISIN
Nama dagang
Erythrocin® (Abbot laboratories Ltd), Erymax® (Elan),
Eritromisin (tanpa nama dagang)
Kelompok
Antibiotik, makrolida
Penggunaan/Indikasi
Digunakan pada klien yang sensitif terhadap penisilin,
organisme yang resistan terhadap penisilin, sifilis,
klamidia, gonorea, infeksi pernapasan, pengobatan
infeksi yang sensitif terhadap eritromisin, profilaksis
dalam penatalaksanaan pecah ketuban saat kurang
bulan. Juga untuk pasien yang sensitif terhadap
penisilin
yang
membutuhkan
antibiotik
guna
mengobati penyakit jantung dan katup jantung
Jenis obat
POM
Bentuk obat
Tablet, kapsul. Serbuk rekonstitusi, granula, suspensi
Dosis
1-2 g/hari pada dosis biasa, bergantung pada
keparahan infeksi
Oral: 250-500 mg q.d.s. atau 0,5-1 g b.d.
Sifilis/klamidia: 500 mg q.d.s. selama 14 hari
IV: 25-50 mg/kg setiap hari atau 1-2 g dalam 6 dosis
biasa
6
Cara pemberian
Oral, IV
Kontraindikasi
Hipersensitivitas, disfungsi hati
Efek samping
Mual, muntah, diare, demam, erupsi kulit, urtikaria,
ruam, aritmia jantung; pada dosis besar: kehilangan
pendengaran reversible, disfungsi hati, tromboflebitis
akibat IV, respons alergi jarang menyertai anafilaksis
ringan
Interaksi
Antikoagulan – efek warfarin meningkat
Antihistamin – menghambat metabolisme terfenadin,
menyebabkan aritmia jantung yang membahayakan
Sisaprid – dapat menyebabkan kardiotosisitas dan
aritmia
Ergotamine – toksisitas ergot akut, vasospasme perifer
cepat dan disestesia
Teofilin – menghambat metabolisme teofilin
Efek farmakodinamik
Antimikroba yang menempel pada subunit organisme
yang rentan dan menekan sintesis protein dan
menghancurkan kestabilan dinding sel organisme
tersebut serta membuatnya rentan diserang. Aktif
melawan bakteri gram negatif dan gram postif,
mikoplasma, treponema, klamidia, dan gonorea
Risiko pada janin
Melewati barier plasenta, tetapi tidak dalam jumlah
yang besar; konsentrasi obat pada janin cukup rendah,
tidak ada laporan ditemukannya defek kongenital;
namun, Little (1999) menyebutkan bahwa jika obat ini
digunakan untuk mengobati infeksi sifilis maternal,
bayi akan lahir dengan sifilis kongenital sehingga
7
pengobatan alternatif untuk penyakit maternal
Menyusui
Disekresikan ke dalam ASI hanya dalam jumlah yang
kecil, dianggap aman karena tidak dilaporkan adanya
efek merugikan walaupun pabriknya menganjurkan
menghindari penggunan obat ini
BP
SEFRADIN
Nama dagang
Velosef® (Squibb), sefradin (tanpa nama dagang)
Kelompok
Antibiotik­sefalosporin
Penggunaan/Indikasi
Melawan bakteri gram positif dan gram negatif,
profilaksis untuk LSCS, ISK, infeksi pernapasan
Jenis obat
POM
Bentuk obat
Kapsul, sirup, serbuk rekonstitusi
Dosis
Oral: 250-500 mg setiap 6-8 jam atau 0,5-1 g b.d.
IM, IV: 500 mg-1 g q.d.s. diberikan setelah 3-5 menit
Cara pemberian
Oral, IM, IV
Kontraindikasi
Disfungsi
sefalosporin,
ginjal,
hipersensitivitas
peringatan
pada
pasien
terhadap
yang
hipersensitivitas terhadap penisilin
Efek samping
Mual, diare, dan hipersensitivitas-biasanya ringan,
sakit kepala, pusing, dispnea
Interaksi
Tidak spesifik terhadap sefradin:
Antikoagulan – meningkatkan efek warfarin
8
Urikosurik – eksresi berkurang oleh probenesid
Estrogen – mengurangi efek pil kontrasepsi oral
kombinasi
Efek farmakodinamik
Obat
bakterisida
organisme
spectrum
gram
positif,
luas
aktif
seperti
melawan
stafilokokus,
streptokokus, Streptococcus pyogenes, Streptococcus
pneumonia, dan organisme gram negatif, seperti E.
coli, haemophilus influenza, salmonela. Sangat aktif
melawan stafilokokus penghasil penisilinase, misalnya
S. aureus
Risiko pada janin
Tidak ada laporan mengenai defek kongenital, namun
pabriknya tidak menyebutkan obat ini aman digunakan
Menyusui
Diangap
aman
walaupun
pabrik
menganjurkan
pemberian secara hati-hati, seperti pada amoksisilin
BP
FLUKLOKSASILIN NATRIUM
Nama dagang
Floxapen® (Smithkline Beecham), flukloksasilin
(tanpa nama dagang)
Kelompok
Antibiotik, penisilin resistan penisilinase
Penggunaan/Indikasi
Melawan mikroba resistan β-laktamase termasuk S.
aureus dan streptokokus, profilaksis pembedahan
Jenis obat
POM
Bentuk obat
Kapsul, sirup, serbuk rekonstitusi
Dosis
Oral: 250-500 mg t.d.s. (30-60 menit sebelum makan)
IV/infuse: 250 mg-2 g q.d.s.
9
IM: 250-500 mg q.d.s. (sesuai dengan beratnya
infeksi)
Profilaksis: 1-2 g IV ketika induksi anesthesia,
kemudian 500 mg q.d.s. IM atau IV sampai 72 jam
Cara pemberian
Oral, IM, IV/infuse
Kontraindikasi
Hipersensitivitas
terhadap
penisilin
dan/atau
sefalosporin, diet rendah natrium, kerusakan ginjal
atau hati
Efek samping
Anafilaksis- jarang dan biasanya ringan serta tidak
permanen,
diare,
ruam,
gangguan
pencernaan,
kerusakan hati yang jarang terjadi, neutropenia
reversible, trombositopenia
Interaksi
Kontasepsi – mengurangi efek kontrasepsi
Efek farmakodinamik
Penisilin spectrum sempit yang tidak di-inaktivasi oleh
lactamase stafilokokus. Obat ini bekerja pada sintesis
dinding bakteri dan memberi efek bakterisida pada
streptokokus termasuk Neissera dan Clostridia, tetapi
tidak MRSA.
Risiko pada janin
Penelitian pada hewan tidak menunjukkan adanya efek
teratogen, teatpi pabriknya menganjurkan obat ini
hanya digunakan jika dianggap sangat diperlukan
Menyusui
Dianggap aman, tetapi seperti pada amoksisilin
10
BP
KOAMOKSIKLAV (SENYAWA AMOKSISILIN
BERUPA GARAM NATRIUM DAN ASAM
KLAVULANAT)
Nama dagang
Augmentin® (SmithKline Beecham)
Kelompok
Antibiotik, penisilinase spectrum luas
Penggunaan/Indikasi
Melawan bakteri yang resistan terhadap amoksisilin,
yaitu S. aureus, E. coli, gonorea, infeksi β lactamase,
ISK, infeksi abdomen, selulitis, profilaksis untuk
LSCS atau MRP
Jenis obat
POM
Bentuk obat
Tablet, tablet dispersible, suspensi, serbuk rekonstitusi
Dosis
Oral: 375 mg (setara dengan 250 mg amoksisilin)
t.d.s.; 625 mg (500 mg) t.d.s. pada infeksi berat
IV: 600 mg-1,2 g t.d.s.
Cara pemberian
Oral, IV, infuse IV
Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap penisilin dan/atau sefalosporin,
disfungsi hati/icterus
Efek samping
Mual, diare, ruam, kerusakan hati jarang terjadi,
hipersensitivitas, efek SSP- jarang terjadi, gatal di
vagina, nyeri, dan rabas vagina
Interaksi
Tidak spesifik
Antikoagulan
–
dapat
memperpanjang
waktu
perdarahan dan waktu protrombin
Kontrasepsi – mengurangi efek kontrasepsi
11
Efek farmakodinamik
Resistensi terhadap antibiotik disebabkan oleh enzim
bakteri yang menghancurkan obat sebelum obat
bekerja pada pathogen. Klavulanat mengantisipasi hal
ini dan menghambat pengeluaran enzim β-laktamase
pada organisme yang sensitif terhadap amoksisilin.
Koamoksiklav memiliki efek bakterisida yang cepat
Risiko pada janin
Penelitian pada hewan dengan cara pemberian oral dan
parenteral menunjukkan tidak adanya efek teratogen,
tetapi pabriknya menganjurkan untuk menghindari
penggunaan obat ini pada trimester awal dan dapat
digunakan setelahnya hanya jika dianggap benar-benar
diperlukan. Trimester kedua/ketiga- pada penelitian
tunggal pada ibu yang mengalami pecah ketuban dini
premature
yang
diberikan
profilaksis
melawan
infeksi,
Augmentin
ditemukan
sebagai
adanya
hubungan dengan necrotizing enterocolitis pada
neonates
Menyusui
Sejumlah kecil obat dieksresikan, tetapi dianggap
aman- seperti pada amoksilin
BP
AMOKSILIN
Nama dagang
Amoxil® (SmithKline Beecham)
Kelompok
antibiotik, penisillinase spektrum luas
Penggunaan/indikasi
Spektrum luas, digunakan untuk melawan bakteri
Gram-positif dan bakteri Gram-negatif, kecuali
pseudomonas, infeksi pernapasan, ISK, gonorea,
sepsis saat puerperium, profilaksis rutin yang
diberikan bersama gentamisin pada klien penderita
penyakit jantung dan penyakit katup jantung,
endokarditis bakteri
12
Jenis obat
POM
Bentuk Obat
Kapsul, tablet dispersibel, kemasan kecil, serbuk
rekonstitusi
Dosis
Oral: 250-500 mg t.d.s
IM: 500 mg t.d.s
IV: 500 mg t.d.s sampai 1 g q.d.s pada infeksi berat
Profilaksis untuk katup jantung dll: 1 g IV kemudian
500 mg setelah 6 jam
Cara Pemberian
Oral, IM, IV/infusi
Kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap penisillin
Efek samping
Diare ringan, gangguan pencernaan, ruam, jarang
terjadi anafilaksis-biasanya ringan
Interaksi
Antikoagulan – menyebabkan waktu protrombin
memanjang
Kontrasepsi – mengurangi efek kontrasepsi
Urikosurik – ekskresi berkurang pada pembemberian
bersama probenesid – digunakan dalam pengobatan
gonorea
Efek farmakodinamik
Antibiotik spektrum luas dengan efek bakterisida
cepat, yang memiliki profil keamanan penisillin
Resiko pada janin
Tidak diketahui, tidak ada laporan toksitas pada
penelitian hewan atau manusia, tetapi pabriknya
menganjurkan agar manfaatnya harus lebih besar dari
resikonya
Menyusui
Dianggap aman, tetapi mengubah flora usus yang
dapat
menyebabkan
timbulnya
sensitivitas;
mengganggu hasil kultr jika diperlukan penapisan
infeksi
13
BP
TRIMETROPRIM
Nama dagang
Monotrim® (Solvay Health Ltd)
Kelompok
Antimikroba – sulfonamid
Penggunaan/indikasi
Pengobatan organisme yang sensitif, ISK, ISPA,
profilaksis melawan ISK
Jenis obat
POM
Bentuk Obat
Tablet, suspensi, injeksi
Dosis
Oral; 200mg b.d.
Injeksi IV/infusi: 200mg d.d.
Profilaksis: 200 mg
Cara Pemberian
Oral, IV
Kontraindikasi
Kehamilan, hipersensitivitas terhadap trimetoprim,
sidkrasia darah, insufiensi atau kerusakan ginjal
Efek samping
Mual, muntah, ruam-ringan dan reversibel, reaksi
alergi termasuk anafilaksis
Interaksi
Antikonvulsan – waktu paruh fenitoin bertambah,
efek antifolat meningkat
Antikoagulan – meningkatkan efek antikoagulan
Estrogen – mengurangi efel pil kontrasepsi oral
kombinasi
Efek farmakodinamik
Antimikroba yang bekerja dengan menghambat di
hidrofolat reduktase bakteri secara efektif. Obat ini
efektif melawan organisme aerob Gram positif dan
Gram negatif termasuk E. Coli, Proteus, Klebsiella, S.
Aureus, Strep. Faecalis dan pneumoniae, Haemophilus
influenzae, tetapi tidak efektif melawan nisseria,
Pseudomonas aeruginosa, Treponema pallidum atau
organisme anaerob
Resiko pada janin
Trimester pertama: teratogen – sebagai antagonis
folat, parbiknya menganjurkan untuk menghindari
obat ini karena dapat menyebabkan hiperbilirubinemia
14
sementarapada neonatus. (Little 1999)
Menyusui
Diekskresikan dalam jumlah kecil tetapi dianggap
cukup aman untuk penggunaan jangka pendek
BP
GENTAMISIN
Nama dagang
Gentacin® (Roche), Cidomycin® (Hoechst Marion
Roussel)
Kelompok
Antibiotik aminoglikosida spektrum luas
Penggunaan/indikasi
Infeksi sistemis, profilaksis selama persalinan untuk
pasien penderita penyakit jantung/katup jantung, ISK,
infeksi dada
Jenis obat
POM
Bentuk Obat
Ampul
Dosis
3-4 mg/kg BB setiap hari dalam dosis yang dibagi
(mis, 80 mg setiap 8 jam untuk pasien yang memiliki
berat badan lebih dari 60 kg, atau 60 mg setiap 8 jam
untuk pasien yang memiliki berat badan kurang dari
60 kg)
Cara Pemberian
IM, injeksi IV lambat, infusi IV
Kontraindikasi
Hipersensitivitas, miasteria gravis, kerusakan ginjal.
Efek samping
Toksisitas – toksisitas ginjal reversibel, setelah putus
obat, kerusakan/kehilangan pendengaran vestibular,
hipersensitivitas
Interaksi
Hindari penggunaan bersamaan dengan obat yang
bersifat nefrotoksik dan otoksik
Relaksan otot – meningkatkan efek relaksan otot
Estrogen – dapat mengurangi efek pil kontasepsi oral
kombinasi
Efek farmakodinamik
Bakterisida aminoglikosida yang bekerja dengan
menghambat sintesis protein, memengaruhi intengritas
membran plasma dan metabolisme asam ribonukleat
15
bakteri
Resiko pada janin
Tidak dianggap aman dan dapat menembus barier
plasenta. Pada trimester kedua/ketiga-mungkin
beresiko rendah, tetapi berpotensi menyebabkan
ketulian
Menyusui
Ada di dalam ASI, dan walaupun cenderung tidak
menyebabkan masalah, pabriknya menganjurkan
untuk menghindari penggunaan obat ini
BP
BENZILPENISILIN
Nama dagang
(Penisilin G) Crystapen® (Britannia)
Kelompok
Antibiotik-penisilinase
Penggunaan/indikasi
Infeksi steptokus, yaitu infeksi tenggorokan, infeksi
telinga, pneumonia, pengobatan gonorea
Jenis obat
POM
Bentuk Obat
Vial berisi serbuk rekonstitusi
Dosis
IM, injeksi atau infusi IV: 2,4-4,8 g dalam dosis yang
dibagi empat (tersedia dalam dosis 600 mg dan 1200
mg yang ekuvalen dengan 1 dan 2 megaunit)
Cara Pemberian
IM, injeksi/infusi IV
Kontraindikasi
Hipersensitivisa terhadap penisilin
Efek samping
Hipersensitivitas – urtikaria, demam, nyeri sendi,
ruam, anafilaksis, diare, trombositoperia, neutropenia,
pada dosis tinggi – anemia antibiotik
Interaksi
Tidak spesifik
estrogen – mengurangi efek pil kontrasepsi oral
kombinasi
Efek farmakodinamik
Bakteriostatik dengan aktivitas bakterisida melawan
coli Gram-negatif. Obat ini di-inaktivasi oleh asam
lambung sehingga paling baik diberikan melalui
injeksi atau IV
16
Resiko pada janin
Tidak ada laporan tentang resiko pada bayi
Menyusui
Tidak tersedia data dari penelitian yang dikontrol pada
ibu menyusui walaupun penggunaannya dianggap
aman
BP
AMPISILIN
Nama dagang
Ampisilin (tanpa nama dagang, untuk perincian lihat
BNF), Penbritin® (Smithkline Beecham)
Kelompok
Penisilin, antibiotik spektrum luas
Penggunaan/indikasi
ISK, infeksi telinga, sinusitis, bronkitis, haemophilus
influenzae, salmonela, penyakit meningokus,
meningitis listeria
Jenis obat
POM
Bentuk Obat
Kapsul, suspensi, vial untuk injeksi
Dosis
Oral: o,25-1 g q.d.s (diminum 30 menit sebelum
makan)
IM, IV/IVI: 500 mg setiap 4-6 jam
Cara Pemberian
Oral, IM, IV
Kontraindikasi
Hipersensitivitas, terhadap penisilin, riwayat
gangguan ginjal, hati-hati pada klien yang mengalami
ruam eritema
Efek samping
Gangguan gastrointestinal, ruam, hipersensitivitasanafilaksis
Interaksi
Antibiotik – penggunaan bersamaan dengan obat
bakteriostatik dapat mengganggu kerja bakterisida
ampisilin
Antikoagulan – INR dapat berubah karena efek
antibiotik spektrum luas
Estrogen – mengurangi keefektifan pil kontrasepsi
oral kombinasi
17
Efek farmakodinamik
Antibiotik spektrum luas diindikasikan untuk
pengobatan infeksi baktesi yang luas akibat organisme
yang sensitif terhadap ampisilin
Resiko pada janin
Pabriknya menyebutkan tidak ada resiko
Menyusui
Sejumlah kecil dieksresikan ke dalam asi, tetapi tidak
ada data yang adekuat tentang penggunaannya selama
laktasi, tidak ada saran tentang penghindaran
pengobatan obatan ini
D. Terapi Obat Antibiotik Menurut Usia
Anak-anak
Dewasa
Anak-anak sangat sensitif
Lansia
Orang dewasa ada-
terhadap efek sebagian besar lah
generasi
Di berbagai kasus
yang lansia tidak menunjuk-
antibiotik pada gastrointestinal percaya bahwa anti- kan tanda dan gejala inatau sistem saraf pusat (SSP) biotik merupakan pe- feksi yang sama dengan
dan reaksi yang
lebih berat nyembuh semua ke- pasien-pasien lain. Me-
dapat diperkirakan terjadi jika tidaknyamanan
dan ngkaji masalah yang
obat ini digunakan pada anak- demam. Penting untuk tepat merupakan hal
anak. Memantau status hidrasi memberitahu
orang yang
sangat
penting
dan nutrisi anak-anak merupa- dewasa bahwa anti- pada populasi ini.
kan hal yang penting ketika biotik hanya berguna
mereka mengalami efek yang untuk bakteri tertentu
merugikan akibat obat, seperti dan benar-benar hanya
diare, anoreksia, mual, dan dapat
muntah.
Superinfeksi
menimbulkan
juga masalah jika diguna-
dapat menjadi masalah bagi kan secara tidak benar
anak-anak yang lebih muda. untuk infeksi virus,
Sebagai
contoh,
sariawan seperti demam seles-
(kandidiasis oral) merupakan ma.
superinfeksi
yang
paling
umum terjadi yang membuat
anak susah makan dan minum.
Pasien lansia biasanya lebih rentan terhadap efek merugikan
dari terapi antibiotik.
Status
hidrasi
dan
nutrisi mereka harus
dipantau dengan ketat,
karena
merupakan
tindakan kewaspadaan
Orang
dewasa jika terjadi efek SSP.
perlu diberi tahu untuk Jika diperkirakan akan
18
Banyak antibiotik yang tidak menghabiskan antibio- terjadi disfungsi hati
terbukti aman dan efektif jika tik yang diresepkan atau ginjal (terutama
digunakan pada anak-anak dan untuknya, jangan me- pada
pasien
yang
obat ini harus diberikan secara nyimpan pil sisa untuk sangat tua, yang mesangat hati-hati kepada anak- digunakan
lagi
di ngalami ketergantung-
anak. Fluoroquinolon, misal- masa mendatang, dan an alkohol dan yang
nya, dikaitkan dengan kerusa- jangan berbagi dengan meminum
obat-obat
kan kartilago yang sudah ber- teman yang memiliki yang meminum obatkembang dan tidak dianjurkan gejala serupa
obat hepatotoksik atau
untuk anak-anak yang sedang
nefrotoksik
tumbuh.
Wanita hamil dan
menyusui boleh mi-
Dosis antibiotik pediatrik num antibiotik kecuali
harus diperiksa ulang untuk jika manfaat-nya jauh
memastikan anak mendapat- lebih besar daripada
lainnya),
dosisnya perlu diturunkan dan pasien harus
dipantau lebih sering.
Pasien lansia juga
kan dosis yang benar, sehingga potensi resikonya pa- diberi
tahu
untuk
meningkatkan
kemungkinan da janin. Tetrasiklin, menjalankan terapinya
pemberantasan
infeksi
menurunkan
resiko
dan misalnya, berhubung- sampai tuntas sekalipun
efek an dengan berlubang- mereka sudah merasa
merugikan.
nya enamel pada gigi lebih baik dan tidak
Pengobatan antibiotik pada
infeksi
telinga,
masalah
pediatrik yang banyak terjadi,
adalah hal yang kontroversial.
Penelitian yang kontinu me-
yang sedang tumbuh menyimpan pil guna
dan deposit kalsium mengobati
pada
tulang
sendiri
yang penyakitnya di masa
sedang tumbuh.
yang akan datang.
Banyak antibiotik
nunjukkan bahwa pengobatan mengganggu keefektidengan menggunakan deko- fan kontrasepsi oral
ngestan
dan
antiinlamasi sehingga dapat me-
secara
bijaksana
sama nyebabkan terjadinya
efektifnya dengan penggunaan kehamilan yang tidak
antibiotik tanpa resiko ber- direncanakan.
kembangnya
strain
bakteri
19
yang resisten.
Penyuluhan kepada orang
tua penting dalam membantu
menghentikan
penggunaan
antibiotik yang tidak perlu
pada anak-anak
20
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Antibiotik adalah zat-zat kimia yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri,
yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman,
sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil. Antibiotik digunakan
untuk mengobati berbagai infeksi sistemik dan topikal.
Cara kerjanya antibiotik adalah perintangan sintesis potein, sehingga
kuman musnah atau tidak berkembang lagi, misalnya kloramfenikol,
tetrasiklin, aminoglikosida, makrolida dan linkomisin. Selain itu bebrapa
antibiotika bekerja terhadap dinding sel (penisilin dan sefalosporin) atau
membrane sel (polimiksin, zat-zat polyen dan imidazole).
Antibiotika tidak aktif terhadap kebanyakan virus kecil, mungkin
karena virus tidak memiliki proses metabolism sesungguhnya, melainkan
tergantung seluruhnya dari metabolism tuan-rumah.
Ada beberapa macam antibiotik seperti metrodinazol, eritromisin,
sefradin, flukloksasilin natrium, koamoksiklav, amoksilin, trimetroprim,
gentamisin, benzilpenisilin, dan ampisilin.
Terapi obat antibiotik menurut usia dibagi menjadi untuk anak-anak,
orang dewasa dan lansia yang menjelaskan perlunya pengetahuan terhadap
pemberian antibiotik yang tidak sembarangan dan tidak untuk segala
penyakit.
B. Saran
Semoga dengan penyusunan makalah yang kami buat ini, dapat
memberikan manfaat dan pedoman untuk kedepannya yang kemudian
diaplikasikan dalam proses belajar yang baik meskipun bentuk makalah ini
sangat sederhana dan masih banyak yang perlu disempurnakan karena
masih ada kesalahan – kesalahan dalam penyusunan makalah kami ini.
21
DAFTAR PUSTAKA
Banister, Claire. 2006, Pedoman Obat: Buku Saku Bidan, Jakarta: EGC
Katzung, Bertam G (Ed). 2004, Farmakologi: Dasar dan Klinik, Jakarta: Salemba
Medika
Karch, Amy M (Ed). 2010, Farmakologi Keperawatan: Buku Ajar, Jakarta: EGC
Tjay, Tan H, dan Kirana Rahardja. 2015, Obat-obat Penting, Jakarta: PT Elex
Media Komputindo Kelompok Gramedia
22
Download