BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejarah antibitik dimulai ketika ditemukannya obat antibiotik pertama oleh Alexander Flemming yaitu Penicillin-G. Flemming berhasil mengisolasi senyawa tersebut dari Penicillium chysogenumsyn P. Notatum. Dengan penemuan antibiotik ini membuka sejarah baru dalam bidang kesehatan karena dapat meningkatkan angka kesembuhan yang sangat bermakna. Kemudian terjadilah penggunaan besar-besaran antibiotik pada saat perang dunia untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Masalah baru muncul ketika mulai dilaporkannya resistensi beberapa mikroba terhadap antibiotik karena penggunaan antibiotik yang besar-besaran. Hal ini tidak seharusnya terjadi jika kita sebagai pelaku kesehatan mengetahui penggunaan antibiotik yang tepat. Kemajuan bidang kesehatan diikuti dengan kemunculan obat-obat antibiotik yang baru menambah tantangan untuk menguasai medikamentosa ini. Antibiotik tidak hanya dari satu jenis saja. Beberapa senyawa-senyawa yang berbeda dan berkelainan tenyata mempunyai kemampuan dalam membunuh mikroba. Dimulai dengan mengetahui macam-macam dari antibiotik dilanjutkan mekanisme dan farmakologi dari obat-obat antibiotik tersebut mengetahui dan dapat mengetahui indikasi yang tepat dari obat antibiotik tersebut. Semua ini bertujuan akhir untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik yang tepat dan efektif dalam mengobati sebuah penyakit sekaligus dapat mengurangi tingkat resistensi. Farmakologi merupakan ilmu yang sangat luas cakupannya. Namun unutk seorang dokter ilmu ini dibatasi tujuannya yaitu agar dapat menggunakan obat untuk maksud pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit. Selain agar mengerti bahwa penggunaan obat dapat mengakibatkan berbagai gejala penyakit. 1 B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan antibiotik? 2. Bagaimana mekanisme kerja antibiotik? 3. Apa saja macam-macam antibiotik? 4. Bagaimana terapi Antibiotik menurut usia? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian antibiotik 2. Untuk mengetahui mekanisme kerja antibiotik 3. Untuk mengetahui macam-macam antibiotik 4. Untuk mengetahui terapi antibiotik menurut usia 2 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Antibiotik berasal dari bahasa latin (anti ₌ lawan, bios ₌ hidup) adalah zat-zat kimia yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil. Antibiotik adalah zat kimia yang menghambat bakteri tertentu. Zat kimia tersebut yang mencegah pertumbuhan bakteri disebut sebagai bakteriostatik dan yang membunuh bakteri secara langsung disebut bakterisidal. Beberapa antibiotik bersifat bakterisidal dan bakteriostatik, bergantung pada konsentrasi obat tertentu. Antibiotik digunakan untuk mengobati berbagai infeksi sistemik dan topikal. Banyak infeksi baru yang muncul setiap tahunnya dan peneliti ditantang untuk membuat antibiotik baru guna menghadapi setiap ancaman baru tersebut. Antibiotik dibuat dengan tiga cara: dari organisme hidup, dengan hasil sintesis, dan pada beberapa kasus, melalui rekayasa genetik. Kegiatan antibiotik untuk pertama kali ditemukan secara kebetulan oleh dr.Alexander Fleming (Inggris, 1928, penisilin). Tetapi penemuan ini baru dikembangkan dan digunakan di tahun 1941 pada permulaan Perang Dunia II, ketika obat-obat antibakteri sangat diperlukan untuk menangani infeksi dari luka-luka akibat pertempuran. Kemudian, para peneliti di seluruh dunia menghasilkan banyak zat lain dengan khasiat antibiotik. Tetapi berhubung dengan sifat tksiknya bagi manusia, hanya sebagian kecil yang dapat digunakan sebagai obat. Yang terpenting diantaranya adalah streptomisin (1944), kloramfenikol (1947), tetrasiklin 91948), neomisin (1949), eritromisin (1952), vankomisin (1955), rifampisin (1960), gentamisin (1963), bleomisin (1965), doksorubisin (1969), minosiklin (1972) dan tobramisin (1974). 3 B. Mekanisme Kerja Antibiotik Cara kerjanya yang terpenting adalah perintangan sintesis potein, sehingga kuman musnah atau tidak berkembang lagi, misalnya kloramfenikol, tetrasiklin, aminoglikosida, makrolida dan linkomisin. Selain itu bebrapa antibiotika bekerja terhadap dinding sel (penisilin dan sefalosporin) atau membrane sel (polimiksin, zat-zat polyen dan imidazole). Antibiotika tidak aktif terhadap kebanyakan virus kecil, mungkin karena virus tidak memiliki proses metabolism sesungguhnya, melainkan tergantung seluruhnya dari metabolism tuan-rumah. C. Macam-macam Antibiotik BP METRONIDAZOL Nama dagang Flagyl® (Hawgreen Ltd) (Aventis Pharma), Metrolyl® (Lagap), Flagyl® injection (Rhone-Poulenc Rorer), Metronidazol (tanpa nama dagang) Kelompok Antimikroba Penggunaan/Indikasi Pengobatan infeksi anaerob dengan rentang kerja luas, profilaksis pada pembedahan, Trichomonas vaginalis, sepsis saat klostridium, puerperium, vaginosis bakteri, gingivitis Jenis obat POM Bentuk obat Tablet, suspensi, supositoria, infuse dan injeksi IV yang telah dikemas Dosis Oral: diawali 800 mg kemudian 400-500 mg t.d.s. IV: 500 mg t.d.s. 4 LSCS 400 mg t.d.s. (500 mg saat intubasi) P.r.: 1g t.d.s. maksimal 3 hari kemudian 1g b.d. pengobatan vaginosis bakteri seperti dosis oral atau dosis tunggal 2g Cara pemberian Oral, p.r, IV, IM Kontraindikasi Hindari dosis tinggi pada ibu hamil dan menyusui, hindari alkohol, hipersensitivitas terhadap metronidazol Efek samping Rasa tidak enak di mulut, lidah kotor, mual, muntah, ruam, sakit kepala, mengantuk, pusing, urine pekat, dan sangat jarang timbul angio-edema Interaksi Alkohol – reaksi seperti disulfiram, hindari selama pengobatan dan 48 jam setelah pengobatan Antasid – simetidin menghambat metabolisme metronidazole Antikoagulan – meningkatkan efek warfarin, tetapi tidak berinteraksi dengan heparin Antiepilepsi – menghambat metabolisme fenitosin, fenobarbital mempercepat metabolisme metronidazol Estrogen – mengurangi efek pil kontrasepsi oral kombinasi Efek farmakodinamik Antimikroba yang efektif melawan infeksi yang luas dengan aksi antiprotozoa dan antibakteri Risiko pada janin Hindari regimen dosis tinggi; pengunaan pada trimester pertama dapat menyebabkan defek garis tengah wajah, defek jantung, defek genital, dan defek 5 ekstremitas, tetapi penggunaan pada dua trimester akhir memiliki efek yang sedikit Menyusui Sejumlah besar obat disekresikan, hindari dosis tunggal besar BP ERITROMISIN Nama dagang Erythrocin® (Abbot laboratories Ltd), Erymax® (Elan), Eritromisin (tanpa nama dagang) Kelompok Antibiotik, makrolida Penggunaan/Indikasi Digunakan pada klien yang sensitif terhadap penisilin, organisme yang resistan terhadap penisilin, sifilis, klamidia, gonorea, infeksi pernapasan, pengobatan infeksi yang sensitif terhadap eritromisin, profilaksis dalam penatalaksanaan pecah ketuban saat kurang bulan. Juga untuk pasien yang sensitif terhadap penisilin yang membutuhkan antibiotik guna mengobati penyakit jantung dan katup jantung Jenis obat POM Bentuk obat Tablet, kapsul. Serbuk rekonstitusi, granula, suspensi Dosis 1-2 g/hari pada dosis biasa, bergantung pada keparahan infeksi Oral: 250-500 mg q.d.s. atau 0,5-1 g b.d. Sifilis/klamidia: 500 mg q.d.s. selama 14 hari IV: 25-50 mg/kg setiap hari atau 1-2 g dalam 6 dosis biasa 6 Cara pemberian Oral, IV Kontraindikasi Hipersensitivitas, disfungsi hati Efek samping Mual, muntah, diare, demam, erupsi kulit, urtikaria, ruam, aritmia jantung; pada dosis besar: kehilangan pendengaran reversible, disfungsi hati, tromboflebitis akibat IV, respons alergi jarang menyertai anafilaksis ringan Interaksi Antikoagulan – efek warfarin meningkat Antihistamin – menghambat metabolisme terfenadin, menyebabkan aritmia jantung yang membahayakan Sisaprid – dapat menyebabkan kardiotosisitas dan aritmia Ergotamine – toksisitas ergot akut, vasospasme perifer cepat dan disestesia Teofilin – menghambat metabolisme teofilin Efek farmakodinamik Antimikroba yang menempel pada subunit organisme yang rentan dan menekan sintesis protein dan menghancurkan kestabilan dinding sel organisme tersebut serta membuatnya rentan diserang. Aktif melawan bakteri gram negatif dan gram postif, mikoplasma, treponema, klamidia, dan gonorea Risiko pada janin Melewati barier plasenta, tetapi tidak dalam jumlah yang besar; konsentrasi obat pada janin cukup rendah, tidak ada laporan ditemukannya defek kongenital; namun, Little (1999) menyebutkan bahwa jika obat ini digunakan untuk mengobati infeksi sifilis maternal, bayi akan lahir dengan sifilis kongenital sehingga 7 pengobatan alternatif untuk penyakit maternal Menyusui Disekresikan ke dalam ASI hanya dalam jumlah yang kecil, dianggap aman karena tidak dilaporkan adanya efek merugikan walaupun pabriknya menganjurkan menghindari penggunan obat ini BP SEFRADIN Nama dagang Velosef® (Squibb), sefradin (tanpa nama dagang) Kelompok Antibiotik­sefalosporin Penggunaan/Indikasi Melawan bakteri gram positif dan gram negatif, profilaksis untuk LSCS, ISK, infeksi pernapasan Jenis obat POM Bentuk obat Kapsul, sirup, serbuk rekonstitusi Dosis Oral: 250-500 mg setiap 6-8 jam atau 0,5-1 g b.d. IM, IV: 500 mg-1 g q.d.s. diberikan setelah 3-5 menit Cara pemberian Oral, IM, IV Kontraindikasi Disfungsi sefalosporin, ginjal, hipersensitivitas peringatan pada pasien terhadap yang hipersensitivitas terhadap penisilin Efek samping Mual, diare, dan hipersensitivitas-biasanya ringan, sakit kepala, pusing, dispnea Interaksi Tidak spesifik terhadap sefradin: Antikoagulan – meningkatkan efek warfarin 8 Urikosurik – eksresi berkurang oleh probenesid Estrogen – mengurangi efek pil kontrasepsi oral kombinasi Efek farmakodinamik Obat bakterisida organisme spectrum gram positif, luas aktif seperti melawan stafilokokus, streptokokus, Streptococcus pyogenes, Streptococcus pneumonia, dan organisme gram negatif, seperti E. coli, haemophilus influenza, salmonela. Sangat aktif melawan stafilokokus penghasil penisilinase, misalnya S. aureus Risiko pada janin Tidak ada laporan mengenai defek kongenital, namun pabriknya tidak menyebutkan obat ini aman digunakan Menyusui Diangap aman walaupun pabrik menganjurkan pemberian secara hati-hati, seperti pada amoksisilin BP FLUKLOKSASILIN NATRIUM Nama dagang Floxapen® (Smithkline Beecham), flukloksasilin (tanpa nama dagang) Kelompok Antibiotik, penisilin resistan penisilinase Penggunaan/Indikasi Melawan mikroba resistan β-laktamase termasuk S. aureus dan streptokokus, profilaksis pembedahan Jenis obat POM Bentuk obat Kapsul, sirup, serbuk rekonstitusi Dosis Oral: 250-500 mg t.d.s. (30-60 menit sebelum makan) IV/infuse: 250 mg-2 g q.d.s. 9 IM: 250-500 mg q.d.s. (sesuai dengan beratnya infeksi) Profilaksis: 1-2 g IV ketika induksi anesthesia, kemudian 500 mg q.d.s. IM atau IV sampai 72 jam Cara pemberian Oral, IM, IV/infuse Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap penisilin dan/atau sefalosporin, diet rendah natrium, kerusakan ginjal atau hati Efek samping Anafilaksis- jarang dan biasanya ringan serta tidak permanen, diare, ruam, gangguan pencernaan, kerusakan hati yang jarang terjadi, neutropenia reversible, trombositopenia Interaksi Kontasepsi – mengurangi efek kontrasepsi Efek farmakodinamik Penisilin spectrum sempit yang tidak di-inaktivasi oleh lactamase stafilokokus. Obat ini bekerja pada sintesis dinding bakteri dan memberi efek bakterisida pada streptokokus termasuk Neissera dan Clostridia, tetapi tidak MRSA. Risiko pada janin Penelitian pada hewan tidak menunjukkan adanya efek teratogen, teatpi pabriknya menganjurkan obat ini hanya digunakan jika dianggap sangat diperlukan Menyusui Dianggap aman, tetapi seperti pada amoksisilin 10 BP KOAMOKSIKLAV (SENYAWA AMOKSISILIN BERUPA GARAM NATRIUM DAN ASAM KLAVULANAT) Nama dagang Augmentin® (SmithKline Beecham) Kelompok Antibiotik, penisilinase spectrum luas Penggunaan/Indikasi Melawan bakteri yang resistan terhadap amoksisilin, yaitu S. aureus, E. coli, gonorea, infeksi β lactamase, ISK, infeksi abdomen, selulitis, profilaksis untuk LSCS atau MRP Jenis obat POM Bentuk obat Tablet, tablet dispersible, suspensi, serbuk rekonstitusi Dosis Oral: 375 mg (setara dengan 250 mg amoksisilin) t.d.s.; 625 mg (500 mg) t.d.s. pada infeksi berat IV: 600 mg-1,2 g t.d.s. Cara pemberian Oral, IV, infuse IV Kontraindikasi Hipersensitif terhadap penisilin dan/atau sefalosporin, disfungsi hati/icterus Efek samping Mual, diare, ruam, kerusakan hati jarang terjadi, hipersensitivitas, efek SSP- jarang terjadi, gatal di vagina, nyeri, dan rabas vagina Interaksi Tidak spesifik Antikoagulan – dapat memperpanjang waktu perdarahan dan waktu protrombin Kontrasepsi – mengurangi efek kontrasepsi 11 Efek farmakodinamik Resistensi terhadap antibiotik disebabkan oleh enzim bakteri yang menghancurkan obat sebelum obat bekerja pada pathogen. Klavulanat mengantisipasi hal ini dan menghambat pengeluaran enzim β-laktamase pada organisme yang sensitif terhadap amoksisilin. Koamoksiklav memiliki efek bakterisida yang cepat Risiko pada janin Penelitian pada hewan dengan cara pemberian oral dan parenteral menunjukkan tidak adanya efek teratogen, tetapi pabriknya menganjurkan untuk menghindari penggunaan obat ini pada trimester awal dan dapat digunakan setelahnya hanya jika dianggap benar-benar diperlukan. Trimester kedua/ketiga- pada penelitian tunggal pada ibu yang mengalami pecah ketuban dini premature yang diberikan profilaksis melawan infeksi, Augmentin ditemukan sebagai adanya hubungan dengan necrotizing enterocolitis pada neonates Menyusui Sejumlah kecil obat dieksresikan, tetapi dianggap aman- seperti pada amoksilin BP AMOKSILIN Nama dagang Amoxil® (SmithKline Beecham) Kelompok antibiotik, penisillinase spektrum luas Penggunaan/indikasi Spektrum luas, digunakan untuk melawan bakteri Gram-positif dan bakteri Gram-negatif, kecuali pseudomonas, infeksi pernapasan, ISK, gonorea, sepsis saat puerperium, profilaksis rutin yang diberikan bersama gentamisin pada klien penderita penyakit jantung dan penyakit katup jantung, endokarditis bakteri 12 Jenis obat POM Bentuk Obat Kapsul, tablet dispersibel, kemasan kecil, serbuk rekonstitusi Dosis Oral: 250-500 mg t.d.s IM: 500 mg t.d.s IV: 500 mg t.d.s sampai 1 g q.d.s pada infeksi berat Profilaksis untuk katup jantung dll: 1 g IV kemudian 500 mg setelah 6 jam Cara Pemberian Oral, IM, IV/infusi Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap penisillin Efek samping Diare ringan, gangguan pencernaan, ruam, jarang terjadi anafilaksis-biasanya ringan Interaksi Antikoagulan – menyebabkan waktu protrombin memanjang Kontrasepsi – mengurangi efek kontrasepsi Urikosurik – ekskresi berkurang pada pembemberian bersama probenesid – digunakan dalam pengobatan gonorea Efek farmakodinamik Antibiotik spektrum luas dengan efek bakterisida cepat, yang memiliki profil keamanan penisillin Resiko pada janin Tidak diketahui, tidak ada laporan toksitas pada penelitian hewan atau manusia, tetapi pabriknya menganjurkan agar manfaatnya harus lebih besar dari resikonya Menyusui Dianggap aman, tetapi mengubah flora usus yang dapat menyebabkan timbulnya sensitivitas; mengganggu hasil kultr jika diperlukan penapisan infeksi 13 BP TRIMETROPRIM Nama dagang Monotrim® (Solvay Health Ltd) Kelompok Antimikroba – sulfonamid Penggunaan/indikasi Pengobatan organisme yang sensitif, ISK, ISPA, profilaksis melawan ISK Jenis obat POM Bentuk Obat Tablet, suspensi, injeksi Dosis Oral; 200mg b.d. Injeksi IV/infusi: 200mg d.d. Profilaksis: 200 mg Cara Pemberian Oral, IV Kontraindikasi Kehamilan, hipersensitivitas terhadap trimetoprim, sidkrasia darah, insufiensi atau kerusakan ginjal Efek samping Mual, muntah, ruam-ringan dan reversibel, reaksi alergi termasuk anafilaksis Interaksi Antikonvulsan – waktu paruh fenitoin bertambah, efek antifolat meningkat Antikoagulan – meningkatkan efek antikoagulan Estrogen – mengurangi efel pil kontrasepsi oral kombinasi Efek farmakodinamik Antimikroba yang bekerja dengan menghambat di hidrofolat reduktase bakteri secara efektif. Obat ini efektif melawan organisme aerob Gram positif dan Gram negatif termasuk E. Coli, Proteus, Klebsiella, S. Aureus, Strep. Faecalis dan pneumoniae, Haemophilus influenzae, tetapi tidak efektif melawan nisseria, Pseudomonas aeruginosa, Treponema pallidum atau organisme anaerob Resiko pada janin Trimester pertama: teratogen – sebagai antagonis folat, parbiknya menganjurkan untuk menghindari obat ini karena dapat menyebabkan hiperbilirubinemia 14 sementarapada neonatus. (Little 1999) Menyusui Diekskresikan dalam jumlah kecil tetapi dianggap cukup aman untuk penggunaan jangka pendek BP GENTAMISIN Nama dagang Gentacin® (Roche), Cidomycin® (Hoechst Marion Roussel) Kelompok Antibiotik aminoglikosida spektrum luas Penggunaan/indikasi Infeksi sistemis, profilaksis selama persalinan untuk pasien penderita penyakit jantung/katup jantung, ISK, infeksi dada Jenis obat POM Bentuk Obat Ampul Dosis 3-4 mg/kg BB setiap hari dalam dosis yang dibagi (mis, 80 mg setiap 8 jam untuk pasien yang memiliki berat badan lebih dari 60 kg, atau 60 mg setiap 8 jam untuk pasien yang memiliki berat badan kurang dari 60 kg) Cara Pemberian IM, injeksi IV lambat, infusi IV Kontraindikasi Hipersensitivitas, miasteria gravis, kerusakan ginjal. Efek samping Toksisitas – toksisitas ginjal reversibel, setelah putus obat, kerusakan/kehilangan pendengaran vestibular, hipersensitivitas Interaksi Hindari penggunaan bersamaan dengan obat yang bersifat nefrotoksik dan otoksik Relaksan otot – meningkatkan efek relaksan otot Estrogen – dapat mengurangi efek pil kontasepsi oral kombinasi Efek farmakodinamik Bakterisida aminoglikosida yang bekerja dengan menghambat sintesis protein, memengaruhi intengritas membran plasma dan metabolisme asam ribonukleat 15 bakteri Resiko pada janin Tidak dianggap aman dan dapat menembus barier plasenta. Pada trimester kedua/ketiga-mungkin beresiko rendah, tetapi berpotensi menyebabkan ketulian Menyusui Ada di dalam ASI, dan walaupun cenderung tidak menyebabkan masalah, pabriknya menganjurkan untuk menghindari penggunaan obat ini BP BENZILPENISILIN Nama dagang (Penisilin G) Crystapen® (Britannia) Kelompok Antibiotik-penisilinase Penggunaan/indikasi Infeksi steptokus, yaitu infeksi tenggorokan, infeksi telinga, pneumonia, pengobatan gonorea Jenis obat POM Bentuk Obat Vial berisi serbuk rekonstitusi Dosis IM, injeksi atau infusi IV: 2,4-4,8 g dalam dosis yang dibagi empat (tersedia dalam dosis 600 mg dan 1200 mg yang ekuvalen dengan 1 dan 2 megaunit) Cara Pemberian IM, injeksi/infusi IV Kontraindikasi Hipersensitivisa terhadap penisilin Efek samping Hipersensitivitas – urtikaria, demam, nyeri sendi, ruam, anafilaksis, diare, trombositoperia, neutropenia, pada dosis tinggi – anemia antibiotik Interaksi Tidak spesifik estrogen – mengurangi efek pil kontrasepsi oral kombinasi Efek farmakodinamik Bakteriostatik dengan aktivitas bakterisida melawan coli Gram-negatif. Obat ini di-inaktivasi oleh asam lambung sehingga paling baik diberikan melalui injeksi atau IV 16 Resiko pada janin Tidak ada laporan tentang resiko pada bayi Menyusui Tidak tersedia data dari penelitian yang dikontrol pada ibu menyusui walaupun penggunaannya dianggap aman BP AMPISILIN Nama dagang Ampisilin (tanpa nama dagang, untuk perincian lihat BNF), Penbritin® (Smithkline Beecham) Kelompok Penisilin, antibiotik spektrum luas Penggunaan/indikasi ISK, infeksi telinga, sinusitis, bronkitis, haemophilus influenzae, salmonela, penyakit meningokus, meningitis listeria Jenis obat POM Bentuk Obat Kapsul, suspensi, vial untuk injeksi Dosis Oral: o,25-1 g q.d.s (diminum 30 menit sebelum makan) IM, IV/IVI: 500 mg setiap 4-6 jam Cara Pemberian Oral, IM, IV Kontraindikasi Hipersensitivitas, terhadap penisilin, riwayat gangguan ginjal, hati-hati pada klien yang mengalami ruam eritema Efek samping Gangguan gastrointestinal, ruam, hipersensitivitasanafilaksis Interaksi Antibiotik – penggunaan bersamaan dengan obat bakteriostatik dapat mengganggu kerja bakterisida ampisilin Antikoagulan – INR dapat berubah karena efek antibiotik spektrum luas Estrogen – mengurangi keefektifan pil kontrasepsi oral kombinasi 17 Efek farmakodinamik Antibiotik spektrum luas diindikasikan untuk pengobatan infeksi baktesi yang luas akibat organisme yang sensitif terhadap ampisilin Resiko pada janin Pabriknya menyebutkan tidak ada resiko Menyusui Sejumlah kecil dieksresikan ke dalam asi, tetapi tidak ada data yang adekuat tentang penggunaannya selama laktasi, tidak ada saran tentang penghindaran pengobatan obatan ini D. Terapi Obat Antibiotik Menurut Usia Anak-anak Dewasa Anak-anak sangat sensitif Lansia Orang dewasa ada- terhadap efek sebagian besar lah generasi Di berbagai kasus yang lansia tidak menunjuk- antibiotik pada gastrointestinal percaya bahwa anti- kan tanda dan gejala inatau sistem saraf pusat (SSP) biotik merupakan pe- feksi yang sama dengan dan reaksi yang lebih berat nyembuh semua ke- pasien-pasien lain. Me- dapat diperkirakan terjadi jika tidaknyamanan dan ngkaji masalah yang obat ini digunakan pada anak- demam. Penting untuk tepat merupakan hal anak. Memantau status hidrasi memberitahu orang yang sangat penting dan nutrisi anak-anak merupa- dewasa bahwa anti- pada populasi ini. kan hal yang penting ketika biotik hanya berguna mereka mengalami efek yang untuk bakteri tertentu merugikan akibat obat, seperti dan benar-benar hanya diare, anoreksia, mual, dan dapat muntah. Superinfeksi menimbulkan juga masalah jika diguna- dapat menjadi masalah bagi kan secara tidak benar anak-anak yang lebih muda. untuk infeksi virus, Sebagai contoh, sariawan seperti demam seles- (kandidiasis oral) merupakan ma. superinfeksi yang paling umum terjadi yang membuat anak susah makan dan minum. Pasien lansia biasanya lebih rentan terhadap efek merugikan dari terapi antibiotik. Status hidrasi dan nutrisi mereka harus dipantau dengan ketat, karena merupakan tindakan kewaspadaan Orang dewasa jika terjadi efek SSP. perlu diberi tahu untuk Jika diperkirakan akan 18 Banyak antibiotik yang tidak menghabiskan antibio- terjadi disfungsi hati terbukti aman dan efektif jika tik yang diresepkan atau ginjal (terutama digunakan pada anak-anak dan untuknya, jangan me- pada pasien yang obat ini harus diberikan secara nyimpan pil sisa untuk sangat tua, yang mesangat hati-hati kepada anak- digunakan lagi di ngalami ketergantung- anak. Fluoroquinolon, misal- masa mendatang, dan an alkohol dan yang nya, dikaitkan dengan kerusa- jangan berbagi dengan meminum obat-obat kan kartilago yang sudah ber- teman yang memiliki yang meminum obatkembang dan tidak dianjurkan gejala serupa obat hepatotoksik atau untuk anak-anak yang sedang nefrotoksik tumbuh. Wanita hamil dan menyusui boleh mi- Dosis antibiotik pediatrik num antibiotik kecuali harus diperiksa ulang untuk jika manfaat-nya jauh memastikan anak mendapat- lebih besar daripada lainnya), dosisnya perlu diturunkan dan pasien harus dipantau lebih sering. Pasien lansia juga kan dosis yang benar, sehingga potensi resikonya pa- diberi tahu untuk meningkatkan kemungkinan da janin. Tetrasiklin, menjalankan terapinya pemberantasan infeksi menurunkan resiko dan misalnya, berhubung- sampai tuntas sekalipun efek an dengan berlubang- mereka sudah merasa merugikan. nya enamel pada gigi lebih baik dan tidak Pengobatan antibiotik pada infeksi telinga, masalah pediatrik yang banyak terjadi, adalah hal yang kontroversial. Penelitian yang kontinu me- yang sedang tumbuh menyimpan pil guna dan deposit kalsium mengobati pada tulang sendiri yang penyakitnya di masa sedang tumbuh. yang akan datang. Banyak antibiotik nunjukkan bahwa pengobatan mengganggu keefektidengan menggunakan deko- fan kontrasepsi oral ngestan dan antiinlamasi sehingga dapat me- secara bijaksana sama nyebabkan terjadinya efektifnya dengan penggunaan kehamilan yang tidak antibiotik tanpa resiko ber- direncanakan. kembangnya strain bakteri 19 yang resisten. Penyuluhan kepada orang tua penting dalam membantu menghentikan penggunaan antibiotik yang tidak perlu pada anak-anak 20 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Antibiotik adalah zat-zat kimia yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil. Antibiotik digunakan untuk mengobati berbagai infeksi sistemik dan topikal. Cara kerjanya antibiotik adalah perintangan sintesis potein, sehingga kuman musnah atau tidak berkembang lagi, misalnya kloramfenikol, tetrasiklin, aminoglikosida, makrolida dan linkomisin. Selain itu bebrapa antibiotika bekerja terhadap dinding sel (penisilin dan sefalosporin) atau membrane sel (polimiksin, zat-zat polyen dan imidazole). Antibiotika tidak aktif terhadap kebanyakan virus kecil, mungkin karena virus tidak memiliki proses metabolism sesungguhnya, melainkan tergantung seluruhnya dari metabolism tuan-rumah. Ada beberapa macam antibiotik seperti metrodinazol, eritromisin, sefradin, flukloksasilin natrium, koamoksiklav, amoksilin, trimetroprim, gentamisin, benzilpenisilin, dan ampisilin. Terapi obat antibiotik menurut usia dibagi menjadi untuk anak-anak, orang dewasa dan lansia yang menjelaskan perlunya pengetahuan terhadap pemberian antibiotik yang tidak sembarangan dan tidak untuk segala penyakit. B. Saran Semoga dengan penyusunan makalah yang kami buat ini, dapat memberikan manfaat dan pedoman untuk kedepannya yang kemudian diaplikasikan dalam proses belajar yang baik meskipun bentuk makalah ini sangat sederhana dan masih banyak yang perlu disempurnakan karena masih ada kesalahan – kesalahan dalam penyusunan makalah kami ini. 21 DAFTAR PUSTAKA Banister, Claire. 2006, Pedoman Obat: Buku Saku Bidan, Jakarta: EGC Katzung, Bertam G (Ed). 2004, Farmakologi: Dasar dan Klinik, Jakarta: Salemba Medika Karch, Amy M (Ed). 2010, Farmakologi Keperawatan: Buku Ajar, Jakarta: EGC Tjay, Tan H, dan Kirana Rahardja. 2015, Obat-obat Penting, Jakarta: PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia 22