Uploaded by Ikhsan Nirwana

BAHASA INDONESIA ROAD TO UN

advertisement
KELOMPOK
IKHSAN NIRWANA
NO. 20
Menentukan Amanat Cerita
Amanat adalah sebuah pesan moral dalam sebuah cerita atau karya lainnya yang ingin disampaikan oleh si penulis atau pengarang kepada
para pembacanya.
•
TIPS MENENTUKAN AMANAT CERITA
Untuk menentukan amanat cerita dapat dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri amanat sebagai berikut.
1.
Amanat berisi saran, ajakan, atau imbauan.
2. Untuk hal-hal yang baik, pembaca diajak/diimbau untuk melakukan (biasanya ditandai dengan kata kerja berpartikel –lah).
Misalnya, pedulilah, bantulah, dsb.
3.
Untuk hal-hal negatif, pembaca diimbau untuk tidak melakukan (biasanya ditandai dengan penggunaan kata jangan).
CONTOH PREDIKSI SOAL UN 2017/2018 SMK/MAK BAHASA INDONESIA KOMPETENSI MENENTUKAN AMANAT CERITA
•
Sebelum subuh mereka telah bangun. Siti Rubiyah ikut bangun pagi dan memasak kopi dan makanan pagi untuk mereka. Buyung merasa
berat dalam hatinya berangkat. Dia teringat Siti Rubiyah yang ditinggalkan sendiri dengan Wak Hitam yang masih sakit. Kemarin malam
panasnya naik lagi hingga dia mengerang-ngerang sepanjang malam dan sepanjang malam terdengar dia tak tertidur. Akan tetapi,
berbalik-balik dengan gelisah di atas tempat tidurnya. Dan tiap sebentar terdengar gerak Siti Rubiyah di dalam kamar mengambil air
minum untuknya.(Harimau! Harimau! Muchtar Lubis)
Amanat yang sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah ...
•
A.
B.
C.
D.
E.
Tidak baik berputus asa menghadapi penderitaan hidup.
Janganlah terlalu menghitung-hitung j asa yang dilakukan.
Sabarlah menghadapi segala cobaan yang menimpa diri.
Pedulilah terhadap kondisi dan penderitaan orang lain.
Janganlah mencurigai orang lain secara berlebihan.
No.21
Menentukan Latar Tempat
A. Pengertian Latar
Latar adalah keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dalam karya sastra; (https://kbbi.web.id/latar)
B. Macam-macam Latar
Unsur-unsur latar dapat dibedakan menjadi empat yakni : Latar Tempat, Latar Waktu, Latar Suasana dan Latar Sosial.
Contoh analisis latar cerpen
Ibu terkulai di kursi seperti orang mati. Pintu, jendela, televisi, telepon, perabotan, buku, cangkir teh, dan lain-lain masih seperti dulu—tetapi waktu
telah berlalu sepuluh tahun. Tinggal Ibu kini di ruang keluarga itu, masih terkulai seperti sepuluh tahun yang lalu. Rambut, wajah, dan busananya
bagai menunjuk keberadaan waktu.
Telepon berdering. Ibu tersentak bangun dan langsung menyambar telepon. Diangkatnya ke telinga. Ternyata yang berbunyi telepon genggam.
Ketika disambarnya pula, deringnya sudah berhenti..( Ibu yang Anaknya Diculik Itu oleh Seno Gumira Ajidarma )
Analisis unsur intrinsik setting atau latarnya.
·Latar tempat: ruang keluarga
·Latar waktu: masa kini
·Latar suasana: sedih (terkulai di kursi seperti orang mati)
Jawaban pada soal tersebut adalah C.
No.22
Mengidentifikasi Kalimat Bermajas
Majas atau gaya Bahasa adalah cara pengarang atau seseorang dalam mempergunakan bdanau ahasa sebagai alat mengekspresikan perasaan dan buah
pikiran yang terpendam di dalam jiwanya
•
Pengklasifikasian Majas
Berdasarkan penggolongannya, macam macam majas atau gaya bahasa kiasan terbagi menjadi empat kategori diantaranya, majas perbandingan;
majas pertentangan; majas sindiran; dan majas penegasan. Keempat kategori majas tersebut masih dibagi lagi menjadi beberapa majas turunan yang
akan dijelaskan pada ulasan berikut ini.
1. Majas Perbandingan
Majas perbandingan adalah majas (gaya bahasa) yang menyatakan perbandingan. Proses pembanding tersebut diungkapkan dengan cara yang
berbeda, bergantung pada pengguna bahasa (penutur).
Macam macam majas perbandingan, diantaranya :
1.1. Majas Asosiasi (perumpamaan)
Majas perumpamaan diungkapkan dengan maksud mengadakan perbandingan terhadap dua hal yang secara mutlak berbeda, namun dianggap sama.
Penggunaan majas ini biasa ditandai dengan kata bagai; bak; seperti; seumpama; laksana.
Contoh Majas Asosiasi :
•
•
•
Wataknya keras seperti batu
Pendiriannya kuat bagaikan batu karang
Menggapai mimpinya itu, bagai punuk rindukan bulan
1.2. Majas Metafora
Majas metafora adalah gaya bahasa yang memberikan ungkapan perbandingan analogis. Penggunaan majas metafora ditandai dengan pemakaian kata
yang bukan makna sebenarnya seperti kata tangan kanan; kembang desa; bintang kelas.
Contoh Majas Metafora :
Beberapa pekerjaan sudah diselesaikan dengan baik oleh tangan kanan Pak Bobi.
•
•
Winda memang kembang desa di kampung ini, wajar banyak pemuda yang ingin memperistrinya.
Prestasi Ardi yang selalu menjadi bintang kelas semakin membuat bangga ibunya.
1.3. Majas Personifikasi
Majas personifikasi adalah majas yang memunculkan karakteristik manusia kepada benda mati, sehingga benda mati tersebut seolah
memiliki nyawa layaknya manusia.
Beberapa kata yang termasuk majas personifikasi diantaranya, angin berbisik; pena menari; langit menangis.
Contoh Majas Personifikasi :
Angin yang berbisik seolah menyampaikan pesanmu untukku Ayah.
Dengan lihainya penulis itu berimajinasi dengan pena yang menari-nari diatas kertas.
Langit ikut menangis dengan beberapa bencana yang melanda Indonesia beberapa waktu ini.
Ombak berlarian semakin menambah eksotisnya pantai Lovina
Pikirannya pasti melayang kemana-mana karena banyak masalah beberapa waktu belakangan
1.4. Majas Alegori
Majas alegori adalah majas perbandingan yang berkaitan satu dengan yang lain. Majas alegori lebih sering ditemukan pada beberapa
paragraf dalam karya sastra seperti cerita pendek atau novel. Penggunaan majas alegori ditandai dengan pengungkapan dalam cerita
yang penuh simbol bermuatan moral.
Contoh Majas Alegori :
[-]Merawat seorang anak itu ibarat memelihara sebuah pohon. Ketika menyiraminya dengan pupuk yang baik, maka pertumbuhannya
juga akan baik, sehingga berbuah manis.
[-]Seorang guru adalah Nahkoda bagi murid-muridnya. Ketika sang nahkoda tepat jalur, maka kemudi pun akan tenang-tenang saja
[-]Menjaga nama baik ibaratnya merawat kertas putih, sedikit saja ada titik disana pasti kentara
[-]Memang cantik rupa si Aisyah, bagaikan mawar pesonanya menyihir kumbang-kumbang lelaki di sekitarnya
[-]Ibarat alat dapur, perlakukan otak seperti pisau. semakin sering diasah ia akan semakin tajam
1.5. Majas Simbolik
Majas simbolik adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan benda yang lain, perbandingan hewan atau dengan
tumbuhan.
Contoh Majas Simbolik :
Sebab seringnya Ia berhutang pada lintah darat, alhasil tahun ini dipastikan tokonya bangkrut.
Rumah mewah di ujung jalan Surapati semalam ludes dilalap si jago merah.
Sebutan buaya darat yang menempel pada Andi membuatnya susah mendekati hati perempuan idamannya
1.6. Majas Metonimia
Majas metonimia adalah majas yang menggunakan label sebuah merk dagang untuk menggantikan benda tersebut dalam kalimat.
Contoh Majas Metonimia :
Kakek tua yang berpenyakit asma itu masih saja menghisap Djarum (rokok).
Biasanya Ayah membawa Aqua sebagai bekal saat olahraga pagi.
Bibi terbang dengan Garuda ke Surabaya
1.7. Majas Sinekdoke
Majas sinekdok adalah majas yang menyebut sebagian untuk menggantikan keseluruhan, atau sebaliknya. Majas sinekdoke terdiri dari dua
kategori yaitu majas pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan dan majas totem pro parte, yaitu majas yang menyebutkan
keseluruhan untuk sebagian.
Contoh Majas Sinekdoke :
Tiket masuk konser band luar negeri itu dijual Rp 200.000. per kepala.
Batang hidung pengacara gadungan itu belum juga terlihat di ruang sidang.
Contoh penggunaan Totem pro parte dalam kalimat :
Para personil POLRI sudah siaga menjaga demonstran yang hendak berunjuk rasa pagi ini.
Anggota Darmawanita kota Buleleng sedang menyiapkan lomba memasak untuk memeringati hari Ibu.
Skuad Jerman berhasil dikalahkan oleh Portugal pada pertandingan semifinal semalam.
Kampung kami menjuarai lomba panjat pinang se kelurahan.
1.8. Majas Simile
Majas simile adalah majas yang menggunakan kata depan dan penghubung untuk menerangkan perbandingan eksplisit.
Contoh Majas Simile :
[-]Mentalnya tangguh seperti baja, membuatnya semakin idealis.
[-]Seperti belut saja kelakuannya, gesit kemana-mana.
[-]Kedekatan mereka seperti sepasang kekasih yang tengah berbahagia.
2. Majas Pertentangan
Gaya bahasa sindiran adalah penggunaan majas sebagai ungkapan untuk menyatakan suatu hal yang bertolak belakang dengan
keadaan yang sebenarnya.
Majas pertentangan dikategorikan menjadi beberapa jenis, diantaranya majas antithesis; majas paradoks; majas hiperbola; dan majas
litotes. Pada ulasan berikut ini akan dijelaskan mengenai keempat kategori majas pertentangan tersebut.
2.1. Majas Antitesis
Majas antitesis adalah majas yang menggunakan dua kata yang berlawanan untuk mengungkapkan suatu pertentangan.
Contoh Majas Antitesis :
[-]Tua atau muda boleh ikut meramaikan gerak jalan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
[-]Bagi wakil Indonesia di ajang sea games, menang atau kalah bukan suatu masalah karena yang utama adalah pengalaman.
[-]Baik buruk seseorang itu tidak bisa kita nilai dari penampilan saja.
[-]Cantik atau jelek rupa seorang wanita bisa terlihat dari cara ia menggunakan hatinya.
[-]Lapang atau sempitnya rezeki itu bergantung pada usaha kita dalam bekerja.
2.2. Majas Paradoks
Paradoks adalah jenis majas yang mengungkapkan pernyataan mengenai dua hal yang seolah bertentangan, tetapi kadang juga ada
benarnya.
Contoh Majas Paradoks :
[-]Bisa saja tempat yang berbahaya adalah tempat yang paling aman.
[-]Dia hanya bisa tersenyum, meski hatinya menangis saat kehilangan sahabatnya.
[-]Meski dalam keramaian kota, masih saja dirinya merasa sendiri usai kehilangan anak semata wayangnya.
[-]Tanpa kehadiran buah hati jelas saja rumah tangga akan terasa sepi meski tengah merayakan kebahagiaan dengan meriah.
2.3. Majas Hiperbola
Majas hiperbola termasuk majas yang sering digunakan oleh beberapa pengguna bahasa untuk mengungkapkan pertentangan. Majas
hiperbola ditandai dengan pernyataan berlebihan dan melampaui kenyataan yang ada.
Contoh Majas Hiperbola :
[-]Air matanya mengalir deras saat beradu pandang dengan Ayah kandung yang telah sepuluh tahun meninggalkannya.
[-]Hatinya pasti seprti disayat sembilu saat mendengar hinaan itu.
[-]Suaranya begitu menggelegar saat menjadi personil upacara minggu lalu.
[-]Usianya yang sudah renta membuat kesehatan kakek menurun, kini tubuhnya tinggal kulit dan tulang saja.
[-]Mendengar kabar penipuan itu, Ayahnya mengamuk dan membakar kemarahannya pada seisi rumah.
2.4. Majas Litotes
Majas litotes adalah majas yang mengungkapkan sesuatu dengan cara merendahkan diri dari kenyataan yang sesungguhnya. Hal
tersebut dikarenakan menghormati lawan tutur.
Contoh Majas Litotes :
[-]Beruntung sekali Pak Bupati sudi mampir ke gubug saya.
[-]Saya hanya orang desa, wajar bila merasa bangga bisa bersekolah di kota.
[-]Hanya air yang bisa kami suguhkan kepada kalian.
[-]Janganlah Anda bertanya pada orang bodoh seperti kami.
2.5. Majas Anakronisme
Anakronisme adalah majas pertentangan yang ditandai dengan munculnya ketidaksesuaian antara kejadian dengan masa kejadian
tersebut.
Contoh Majas Anakronisme :
[-]Kalau saja prajurit perang kerajaan Majapahit memakai pistol saat berperang, mungkin sejarah akan lain sekarang.
[-]Mungkin saja perang Baratayudha tak berakhir demikian jika saja saat itu GPS sudah bisa digunakan.
2.6. Majas Oksimoron
Oksimoron adalah majas yang masing- masing bagian kalimatnya mengungkapkan hal bertentangan.
Contoh Majas Oksimoron :
[-]Harta bisa membuat bahagia, tapi harta juga bisa membawa penderitaan.
[-]Ilmu akan membuatmu pandai, tapi bisa saja ilmu membodohkanmu jika salah dalam mengaplikasikannya.
3. Majas Sindiran
Majas sindiran adalah adalah gaya bahasa yang dipakai oleh penutur bahasa dengan maksud menyindir lawan tutur atau
pihak ketiga.
Beberapa yang termasuk dalam kategori macam macam majas sindiran adalah: majas ironi; majas sinisme; dan sarkasme.
3.1. Majas Ironi
Majas Ironi ditandai dengan munculnya ungkapan sindiran oleh penutur yang bertentangan dengan keadaan sebenarnya.
Contoh Majas Ironi :
[-]Rajin sekali kamu, siang bolong begini baru bangun tidur.
[-]Cantik sekali gaya rambutmu, sampai aku enggan menirunya.
[-]Sungguh enak makanan ini, sampai anakku tidak habis memakannya.
[-]Bagusnya kostum yang kau kenakan, pasti harganya murah.
3.2. Majas Sinisme
Majas sinisme adalah majas yang dipakai dengan maksud menyindir secara tidak langsung. Sinisme diungkapkan
menggunakan kosakata yang kurang santun. (baca : pengertian majas sinisme)
Contoh Majas Sinisme :
[-]Perilakumu tidak mencerminkan pendidikanmu yang sudah sarjana.
[-]Tidak bisa ya menulis lebih baik lagi, tulisanmu seperti orang yang baru bisa menggunakan pensil.
3.3. Majas Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran paling kasar. Penggunaan majas ini seringkali dimaksudkan untuk sengaja menyakiti lawan
tutur.
Contoh Majas Sarkasme :
[-]Gajah bengkak tidak seharusnya ada disini !
[-]Buang saja foto lamamu itu, muak aku melihatnya!
4. Majas Penegasan
Disebut majas penegasan, maka fungsi utamanya adalah menegaskan kepada lawan tutur atas sesuatu hal. Majas penegasan
bermaksud memunculkan kesan idealis dan terkadang bersifat provokatif kepada pendengarnya.
Beberapa majas yang tergolong dalam macam macam majas penegasan antara lain, pleonasme; repetisi; paralelisme; tautologi;
klimaks; antiklimaks; dan retorik.
4.1. Majas Pleonasme
Pleonasme adalah majas penegasan yang ditandai dengan pengunaan kata denotasi (sudah jelas maknanya), namun dipertegas lagi
pada kalimat berikutnya.
Contoh Majas Pleonasme :
[-]Ayo Ardi, giliranmu maju ke depan untuk baca puisi ini.
[-]Andai saja dia berani masuk ke dalam ruangan Kepala Sekolah, pastilah hukumannya bisa jadi ringan.
4.2. Majas Repetisi
Majas repetisi adalah majas yang menggunakan kata berulang pada satu kalimat. Pengulangan bisa pada kata, frasa, maupun klausa.
Hal tersebut disebabkan majas repetisi bermaksud untuk memberikan penekanan.
Contoh Majas Repetisi :
[-]Sekarang, saat ini, detik ini juga aku harus mulai berubah menjadi dewasa.
[-]Bung Karno adalah contoh, Bung Karno adalah panutan, Bung Karno adalah suri tauladan kita semua.
4.3. Majas Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan dalam satu kalimat dan tersusun dalam baris kata yang berbeda. Majas paralelisme biasa
ditemukan dalam karya sastra puisi.
Contoh Majas Paralelisme :
[-]Senja ini begitu manis
[-]Senja ini begitu indah
[-]Senja ini sangat berkesan
[-]Wajahnya tampan
[-]Wajahnya memang menawan
[-]Wajahnya begitu rupawan
4.4. Majas Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan yang ditandai dengan adanya pengulangan sinonim.
Contoh Majas tautologi :
[-]Harusnya kau bisa kuat dan tegar menghadapi setiap masalah.
[-]Ubah pemikiranmu, tidak semestinya hatimu kau biarkan dingin apalagi sampai beku.
4.5. Majas Klimaks
Majas klimaks adalah majas yang mengungkapkan hal secara berturut-turut dan semakin lama semakin meningkat.
Contoh Majas Klimaks :
[-]Dari kecil hingga dewasa, hobinya memancing masih saja dipertahankan.
[-]Dosen, Kajur, bahkan Dekan seharusnya mampu mengatasi masalah intern perselisihan antar mahasiswanya.
4.6. Majas Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang berkebalikan dari majas klimaks. Antiklimaks ditandai dengan munculnya kata yang berturutturut semakin menurun.
Contoh Majas antiklimaks :
[-]Kalau saja Camat, Lurah, bahkan RT mampu bersosialisasi dengan baik, pasti acara pentas seni di wilayah kita bisa berjalan
lancar.
[-]Jangan hanya bicara Negara, seharusnya dari propinsi, kota, hingga kampong adalah tanggung jawab seluruh warga.
4.7. Majas Retorik
Majas retorik adalah majas yang penggunaannya dapat dilihat pada kalimat pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.
Contoh Majas Retorik :
[-]Haruskah Ibu mengajarkan materi SD pada kalian semua yang sudah jadi mahasiswa ?
4.8. Majas Elipsis
Majas ellipsis adalah majas majas yang menghilangkan unsur dalam kalimat
Contoh Majas Elipsis :
[-]Ibu ke pasar (predikat “belanja” dihilangkan)
[-]Ayah ke kantor (predikat “pergi” dihilangkan )
4.9. Majas Koreksio
Majas koreksio adalah majas yang diungkapkan penutur untuk menarik perhatian dengan menyanggah kalimat sebelumnya
dan memunculkan kalimat baru sebagai pembenaran.
Contoh Majas Koreksio :
[-]Sebenarnya sudah hampir enam tahun, maaf, sepertinya lebih dari enam tahun keluarga kami menumpang di tanah milik
negara ini.
4.10. Majas Inversi
Majas Inversi adalah majas yang didalamnya terdapat pergantian susunan kata pada kalimat.
Contoh Majas Inversi :
[-]Ayah saya pengacara, pengacara Ayah saya.
[-]Ibu saya guru matematika, guru matematika Ibu saya.
[-]Dia seorang Dokter, seorang dokter dia.
[-]Hidupnya kini menderita, menderita kini hidupnya.
4.11. Majas Interupsi
Majas Interupsi adalah majas yang ditandai dengan munculnya keterangan tambahan pada masing-masing unsur kalimat.
Contoh Majas Interupsi :
[-]Wanita yang tadi kemari, memakai jaket merah serta tas punggung berisi banyak peralatan rias itu ternyata adalah seorang
dokter. Tidak disangka memang, penampilannya seperti remaja masa kini.
NO
1.
Jenis Majas
Personifikasi
Definisi/Ciri
perbandingan yang melukiskan benda mati seolah-olah hidup
Contoh
Banjir bandang telah menelan korban manusia.
2.
Metafora
perbandingan yang implisit tanpa kata pembanding.
Kapan Anda bertemu dengan kembang desa itu?
3.
Hiperbola
majas yang menyatakan sesuatu dengan berlebih-lebihan
Suaranya menggelegar membelah angkasa.
4.
ironi
majas yang menyatakan makna yang bertentangan atau sebaliknya dengan maksud
menyindir
Pagi benar engkau datang, baru pukul delapan
5.
Pleonasme
majas penegasan yang menggunakan sepatah kata yang sebenarnya tidak perlu
dikatakan lagi /mubadzir.
Salju putih sudah mulai turun ke bawah.
6.
Repetisi
7.
Antitesis
8.
Paradoks
majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata atau beberapa
kata berkali-kali yang biasanya dipergunakan dalam pidato.
majas pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan meng- gunakan kepaduan kata
yang berlawanan arti.
majas pertentangan yang melukiskan sesuatu seolah-olah ber tentangan, padahal
maksud sesungguhnya tidak karena objeknya berlainan.
Kita junjung dia sebagai pemimpin, kita junjung dia sebagai
pelindung, kita junjung dia sebagai pembebas kita.
Cantik atau tidak, kaya atau miskin, bukan-lah suatu ukuran
nilai seorang wanita.
Hidupnya mewah, tetapi tidak bahagia.
9.
Perumpamaan
perbandingan dua hal dengan menggunakan kata-kata perbandingan (bagaikan,
seperti, dsb.)
Gadis itu sangat cantik bagaikan bidadari
10.
Litotes
majas yang menyatakan berlawanan, memperkecil, atau memperhalus keadaan.
Terimalah pemberian yang tidak berharga ini.
11.
Metonimia
majas yang memakai nama ciri atau hal yang ditautkan dengan
orang, barang sesuai penggantinya
Dia ke Jakarta naik Garuda
12.
13.
Sinekdok Pars pro toto
penyebutan sebagian untuk maksud keseluruhan
Sinekdok Totem Pro parte penyebutan keseluruhan untuk maksud sebagian.
Saya tidak melihat batang hidungnya
Indonesia meraih medali emas dalam pertandingan itu.
14.
Alusio
15.
Eufeumisme
Menggantung asap saja kerjamu sejak tadi. (membual, omong
kosong)
Pemerintah mengadakan penyesuaian harga BBM, (menaikkan)
majas yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu peristiwa dengan
menggunakan peribahasa
majas yang halus sebagai pengganti ungkapan
No.23
Menentukan Makna Ungkapan
Ungkapan merupakan gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.
Contoh:
•
•
•
tinggi hati : 'sombong'
ringan kepala : 'mudah belajar'
darah daging : 'anak kandung'
Langkah-langkah menentukan makna ungkapan yang tepat sesuai ilustrasi/dalam paragraf
Bacalah dengan cermat ilustrasi yang dimaksud.
1. Data kejadian-kejadian atau penjelasan-penjelasan dalam ilustrasi.
2. Tentukan gagasan pokok sesuai dengan kejadian-kejadian atau penjelasan-penjelasan dalam ilustrasi tersebut.
3. Cari dan tentukan makna ungkapan yang sesuai dengan gagasan pokok ilustrasi.
4. Makna ungkapan dapat juga dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
CONTOH PREDIKSI SOAL 2017/2018 KOMPETENSI MENENTUKAN MAKNA UNGKAPAN
(1) Saat ini banyak kalangan masyarakat yang menganggap bahwa pelajar tidak berguna dan tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya. (2) Pelajar hanya merusak
dan menggangu ketertiban dan ketenangan lingkungan masyarakat. (3) Pelajar hanya bisa berpangku tangan. (4) Anggapan seperti itulah yang akhirnya
rnenyebabkan munculnya paradigma masyarakat yang mengungkapkan bahwa tugas pelajar yang baik adalah belajar dengan tekun.
Makna ungkapan dalam kalimat nomor (3) pada paragraf tersebut adalah ... .
A.
bermain-main
B.
bercanda
C.
bersukaria
D.
bermalas-malasan
•
No.24
Menentukan Makna Peribahasa
Peribahasa adalah 1 kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal,
ungkapan, perumpamaan); 2 ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku
(https://kbbi.web.id/peribahasa)
Contoh
1.
Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang jua. ( Budi baik itu tidak akan dilupakan orang).
2.
Seperti air dengan tebing.(persahabatan yang kokoh dan tolong-menolong).
B. Langkah-langkah menentukan makna peribahasa yang tepat dalam ilustrasi
Carilah peribahasa dalam teks.
•
•
•
•
Bacalah dengan cermat ilustrasi/kejadian dalam teks.
Data kejadian-kejadian dalam ilustrasi.
Tentukan gagasan pokok sesuai dengan kejadian-kejadian dalam ilustrasi tersebut.
Tentukan makna peribahasa yang sesuai dengan gagasan pokok ilustrasi.
“Makna yang sesuai dengan peribahasa dalam teks adalah
meskipun kemakmuran dapat diperoleh di negeri orang,
hidup apa adanya di negeri sendiri lebih baik ”
(pilihan jawaban C)
No.25
Menentukan Kalimat Sumbang/Tidak Padu dalam Teks
Kalimat tidak padu merupakan kalimat yang tidak memiliki korelasi dengan kalimat lainnya pada suatu paragraf.
Berikut beberapa ciri dari kalimat tidak padu :
a. Kalimat tidak padu seingkali bertentangan dengan ide pokok pada kalimat utama dalam paragraf. Jika pembaca mencermati tiap kalimat pada
paragraf, maka akan dengan mudah mengidentifikasi kalimat tak padu tersebut.
b. Kalimat tidak padu jika diperhatikan konten kalimatnya tidak sambung atau tidak berkesinambungan serta tidak mendukung kalimat lainnya dalam
paragraf.
c. Kalimat tak padu seringkali keluar dari inti permasalahan yang sedang dibicarakan dalam kalimat.
Hal-hal yang harus dilakukan guna mengidentifikasikan kalimat sumbang adalah terlebih dahulu menentukan kalimat utama yang memuat ide pokok
paragraf. Setelah itu tentukan beberapa kaliama penjelas yang mendukung serta berkesesuaian dengan kalimat utama. Jika terdapat kalimat yang tidak
sambung dengan kalimat utama dan penjelas, maka dapat dipastikan bahwa kalimat tersebut adalah kalimat tidak padu.
Jawabannya adalah E, Karena Ide utama dari Teks tersebut adalah
“Tentang Kemampuan Manusia Mengingat dipengaruhi banyak faktor”
Kalimat 2,3,4 menjelaskan tentang faktor faktornya sementara
Kalimat ke 5 menjelaskan tentang model belajar meringkas yang sering
Digunakan dikelas , yang bukan termasuk faktor yang mempengaruhi
kemampuan mengingat.
No.26
Menentukan Tema Pantun
Pantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat.
CIRI – CIRI PANTUN :
Dilihat dari isinya :
1.
2.
Setiap bait terdiri 4 baris
Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
- Pantun anak anak
- Pantun Agama
3.
Baris 3 dan 4 merupakan isi
- Pantun Berkasih-kasihan/anak muda
4.
Bersajak a – b – a – b
- Pantun Orangtua/ Nasihat
5.
Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
- Pantun Jenaka
6.
Berasal dari Melayu (Indonesia)
- Pantun Teka- Teki
Contoh :
Contoh Soal :
Ada pepaya ada mentimun (a)
Ada mangga ada salak
(b)
Daripada duduk melamun
(a)
Mari kita membaca sajak
(b)
Jawabannya adalah (D.) Nasihat
Pantun Dari Bentuknya
1.
PANTUN BIASA : Pantun biasa sering juga disebut pantun saja.
Contoh :
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati
2. SELOKA (PANTUN BERKAIT)
Seloka adalah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.
CIRI-CIRI SELOKA:
a.
Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
b.
Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait ketiga
Contoh :
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
Kayu jati bertimbal jalan,
Turun angin patahlah dahan
Ibu mati bapak berjalan,
Ke mana untung diserahkan
3.
TALIBUN
Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
Jadi :
Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d
Contoh :
Kalau anak beli ke pekan
Yu beli belanak pun beli
Sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari
Isi
Induk semang cari dahulu
4.
PANTUN KILAT ( KARMINA )
CIRI-CIRINYA :
Contoh :
a.
Setiap bait terdiri dari 2 baris
Dahulu parang, sekarang besi (a)
b.
Baris pertama merupakan sampiran
Dahulu sayang, sekarang benci (a)
c.
Baris kedua merupakan isi
d.
Bersajak a – a
e.
Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
Langkah-Langkah Melengkapi Pantun
Soal 27
Melengkapi Pantun
1. Perhatikan dengan cermat kata-kata dalam setiap larik pantun. Kata-kata pada baris pertama memiliki keterkaitan pada kata-kata baris kedua dsb.
Contoh
Menanam ubi di tepi ladang
Ubi ditanam bertambah besar
Aku tak untung dalam berdagang
Selalu menanggung rugi besar
2.
Perhatikan persajakan pantun. rima akhir larik bersajak a-b-a-b atau bersajak silang.
Contoh
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
3.
Perhatikan maksud isi pantun. (saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan).
Contoh
Berburu ke padang datar
Dapatkan rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagaikan bunga kembang tak jadi
Isi pantun tersebut terdapat pada larik ketiga dan keempat yaitu agar belajar dengan sungguh-sungguh sampai selesai atau tuntas.
CONTOH SOAL PREDIKSI UN 2017/2018 SMK/MAK MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
KOMPETENSI MELENGKAPI LARIK PANTUN
Cermati pantun berikut!
Sekuncup melati di rama-rama
Satu sayur kelopak dua
Sehidup semati kita bersama
...........................................
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah
A. Sebatas umur selalu berdua
B. Satu kubur suka dan duka
C. Satu kubur kelak berdua
D. Sebatas umur suka dan duka
E. Seumur kelak kita berdua
No.28
Menentukan Informasi Teks Biografi
Biografi memuat informasi berdasarkan fakta pada tokoh. Informasi tersebut dapat tersurat dan tersirat. Informasi tersurat adalah
informasi yang tertulis secara jelas dalam teks. Informasi tersirat adalah informasi yang tidak tertulis secara jelas/tersembunyi.
Pokok-pokok informasi terangkum dalam rumus 5W + 1H. Dalam bahasa Indonesia, pokok-pokok informasi itu dapat pula disingkat dengan
ADIKSIMBA (Apa, DI mana, SIapa, Mengapa, BAgaimana)
A. Apa (what) peristiwanya?
Jawaban sesuatu/perihal peristiwa dalam bacaan
B. Siapa (who) yang mengalami peristiwa itu?
Jawaban: Pihak (subjek) yang diinformasikan
C. Di mana (where) terjadinya peristiwa itu?
Jawaban: tempat terjadinya peristiwa
D. Kapan (when) terjadinya peristiwa itu?
Jawaban: Waktu terjadinya peristiwa
E. Mengapa (why) peristiwa itu terjadi?
Jawaban: alasan/penyebab terjadinya peristiwa
F. Bagaimana (how) proses peristiwanya?
Jawaban: proses terjadinya peristiwa
(B)Jawaban tersebut sesuai dengan kalimat pertama pada kutipan teks.
No.29
Mengidentifikasi Kata Baku/ Tidak Baku
No
Kata Tidak Baku
Kata Baku
1
nopember
November
2
setap
staf
3
di undang
diundang
4
terdaptar
terdaftar
5
Unipersitas
Universitas
Jawabannya yaitu (B)
Kata Baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.
Perbaikan kata tidak baku yang sesuai dengan ejaan pedoman umum bahasa Indonesia dalam paragraf di atas yaitu :
Ciri-Ciri Kata Baku
Ciri-Ciri Kata Tidak Baku
Kata baku tidak dapat berubah setiap saat
Dapat terpengaruh bahasa daerah atau bahasa asing
Tidak terpengaruh bahasa daerah
Terpengaruh oleh perkembangan zaman
Bukan bahasa percakapan sehari-hari
Digunakan pada percakapan santai
Tidak terpengaruh bahasa asing
Dapat dibuat oleh siapa saja sesuai keinginannya
N0.30
Fungsi Teks Biografi
Biografi adalah riwayat hidup (seseorang) yang ditulis oleh orang lain (https://kbbi.web.id/biografi). Biografi merupakan salah satu
teks yang menjelaskan tentang seorang tokoh yang memiliki kelebihan atau keunggulan tokoh tersebut yang dapat diteladani
pembaca. Memuat informasi berdasarkan fakta pada tokoh, memuat sebuah fakta pengalaman hidup suatu tokoh dalam
memecahkan masalah, harus memiliki struktur teks biografi yang jelas.
B. Fungsi Teks Biografi
Dapat digunakan sebagai panutan bagi pembaca, memuat informasi berdasarkan fakta pada tokoh, memuat sebuah fakta
pengalaman hidup suatu tokoh dalam memecahkan masalah, mengetahui dan memahami karakter orang lain dan banyak belajar
tentang orang lain melalui tokoh-tokoh lain.
Jawabannya adalah (B)
Teks tersebut menceritakan riwayat hidup
Umar Kayam. Pernyataan yang sesuai dengan
isi teks adalah Gaya renungan selalu muncul
pada karya Umar Kayam (opsi B). Hal ini sesuai
dengan kalimat kedua paragraf kedua pada
teks, yaitu Sebagai kolumnis, Umar Kayam
dikenal dengan ciri khas tulisannya yang
berbau renungan.
Download