Uploaded by reshajasragusti90

Berfikir Kritis

advertisement
Berfikir Kritis Dalam Keperawatan
Berfikir rasanya begitu mudah, dan sudah begitu sering kita lakukan sejak kecil. Setiap
hari kita berdialog dengan diri kita, dengan orang lain, bicara, menulis, membaca
suatu artikel, mengkaji suatu tulisan, mendengarkan penjelasan, mencoba menarik
kesimpulan dari apa yang dilihat dan didengar. Hal itu terus menerus dilakukan, sering
kali hampir tidak disadari kita menggunakan ungkapan, ini begini karena itu, karena
begini, maka begitu, oleh karena itu, agar dengan demikian, berhubungan dengan ini,
maka dari itu, dan lain sebagainya
Namun apabila diselidiki lebih lanjut , dan terutama bila harus dipraktekkan sungguhsungguh, ternyata bahwa berfikir dengan teliti dan tepat merupakan kegiatan yang
cukup sukar. Ketika kita meneliti dengan seksama dan sistematis berbagai penalaran,
segera akan diketahui bahwa banyak penalaran tidak menyambung. Didalam kegiatan
berfikir benar-benar dituntut kesanggupan pengamatan yang kuat dan cermat; dituntut
kesanggupan melihat hubungan-hubungan, kejanggalan-kejanggalan, kesalahankesalahan yang terselubung, waspada terhadap pembenaran diri yang dicari-cari,
terhadap prasangka-prasangka, terhadap pembuatan oleh rasa perasaan pribadi atau
kelompok/golongan
Kesadaran akan adanya kesulitan-kesulitan tersebut mendorong orang untuk memikirkan
caranya berfikir, serta meneliti azas-azas hukum yang harus mengatur pemikiran
manusia agar dapat mencapai kebenaran
Ns. Hendrawati, S. Kep
Model Berfikir Kritis Dalam Keperawatan
Feeling Model


Mengutamakan perasaan-perasaan, kesan-kesan terhadap data
yang diberikan
Perasaan-perasaan : untuk observasi sensitivitas care, concern,
kewaspadaan terhadap tanda vital
Ns. Hendrawati, S. Kep
Download