Uploaded by michaelsimple

011814153012 Juen Carla Warella.

advertisement
BIOSTATISTIK
Dosen : Dr. Pudji Lestari, dr., M.Kes.
ISOLASI FRAKSI AKTIF KAPANG ENDOFIT PADA AKAR
TUMBUHAN GANDARIA (Bouea macrophylla Griffith)
DAN PENGARUH ANTIMIKROBA TERHADAP TERDAHAP
EKSPRESI GEN mecA PADA Staphylococcus Aureus
DISUSUN OLEH :
JUEN CARLA WARELLA
NIM : 011814153013
LATAR BELAKANG :
Indonesia sebagai negara tropis sangat kaya akan keanekaragaman
hayati Akan tetapi, hingga saat ini banyak potensi alam di Indonesia yang
belum sepenuhnya digali dan dimanfaatkan secara maksimal.
Beberapa tahun terakhir, banyak bermunculan bakteri resisten yang telah
terjadi di seluruh dunia (Golkar et al. 2014; Wright 2014). Hal ini akan
berdampak bagi dunia kesehatan di indonesia, karena kesejahteraan yang
tidak merata, seringkali ditemui pemberian resep yang tidak tepat,
penggunaan obat yang tidak rasional, dan akses tidak terkendali terhadap
antibiotik (Abdulah 2012).
Akibatnya, pasien yang terinfeksi cenderung memiliki pengeluaran kesehatan
yang lebih tinggi, tinggal di rumah sakit yang lebih lama, dan memerlukan
pengobatan obat lini kedua atau ketiga yang mungkin kurang efektif dan lebih
mahal (Farrell et al. 2005; Levy 2005) .
Salah satu solusi yang perlu dikembangkan adalah dengan menghasilkan
antibiotik yang mampu untuk membunuh bakteri resisten. Antibiotik yang
dihasilkan dari bahan alam. salah satunya adalah Gandaria (Priyadi, 2010).
Umumnya tanaman yang tumbuh pada lingkungan yang unik, memiliki sifat etnobotani
khusus yang bersifat endemik bagi pertumbuhan mikroba endofit. Bakteri endofit
memberikan kontribusi pada pertumbuhan tanaman inang dengan memproduksi zat
pengatur tumbuh tanaman, meningkatkan induksi resistensi tanaman inang terhadap
patogen dan parasit, membantu fiksasi nitrogen, dan menghasilkan antibiotik (Bhore et
al., 2010).
RUMUSAN MASALAH:
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dirumuskan
beberapa masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah isolat dan karakterisasi senyawa fenolat kapang
endofit pada akar Gandaria (Bouea macrophylla Griffith) ?
2. Manakah aktivitas antibakteri terbaik dari ekstrak senyawa aktif
kapang endofit pada akar Gandaria (Bouea macrophylla Griffith) ?
3. Apakah ada pengaruh fraksi aktif terhadap ekspresi gen mecA pada
Staphylococcus Aureus ?
Tujuan penelitian:
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka Tujuan dilakukannya penelitian “Isolasi fraksi
aktif kapang endofit akar tumbuhan gandaria (Bouea macrophylla griffith) dan pengaruh
antimikroba terhadap terdahap ekspresi gen mecA pada Staphylococcus aureus” Adalah :
Tujuan Umum :
Penelitian ini bertujuan
untuk medapatkan isolasi
fraksi aktif kapang endofit
dan mengetahui pengaruh
antimikroba dari kapang
endofit kulit batang
tumbuhan gandari (Bouea
macrophylla Griffith)
terhadap ekspresi Gen
mecA pada Staphylococcus
aureus.
1. Mendapatkan isolat dan karakterisasi
senyawa fenolat kapang endofit pada batang
Gandaria (Bouea macrophylla Griffith).
Tujuan Khusus
2. Menentukan aktivitas
antibakteri terbaik dari ekstrak
senyawa aktif kapang endofit
pada akar Gandaria (Bouea
macrophylla Griffith).
3. Menlihat pengaruh fraksi aktif terhadap
ekspresi gen mecA pada Staphylococcus
Aureus.
Populasi dan Sampel
Populasi :
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kapang endofit dari akar tanaman gandaria di Desa Soya,
Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku.
Sampel :
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini Isolasi fraksi aktif ekstrak kasar kapang endofit
sebanyak 0,5mg, 1mg dan 2mg Farland biakan bakteri Staphylococcus aureus (1,5x108 CFU/mL)
yang diinkubasi selama 24 jam yang diperoleh dari laboratorium Mikrobiologi Kedokteran,
Fakultas Kedokteran Airlangga Surabaya.
1.
2.
3.
Teknik pengambilan Sampel :
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara bagian akar tanaman gandaria diambil dan
disimpan sementara dengan menggunakan wadah plastik khusus yang berpori.
Penyimpanan material tanaman dipertahankan pada suhu 4 °C, kemudian dicuci dengan
akuades.
Proses isolasi sampel : Teknik isolasi kapang endofit dari akar gandaria (Bouea
macrophylla Griff), dilakukan dengan metode langsung (direct innoculation) (Noverita et
al. 2009)
ditransfer ke dalam media kultur PDA untuk mendapakan hasil isolasi kapang endofit,
Obyek Penelitian :

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini Isolasi fraksi aktif ekstrak kasar
kapang endofit adalah 0,5mg, 1mg dan 2mg biakan bakteri Staphylococcus
aureus (1,5x108 CFU/mL) yang diinkubasi selama 24 jam.

Sampel akan dibiakan dalam medium padat media NA dan diinkubasi selama
24 jam pada suhu 37oC.

Perlakuan yang diberikan pada sampel berjumlah lima, yakni untuk kontrol
positif, control negatif, dan tiga konsentrasi ekstrak yang dilakukan secara
duplo. Untuk difusi sumur agar Ekstrak kapang endofit dimasukkan ke dalam
sumur masing-masing sebanyak 0,5, 1 dan 2 mg. Sebagai kontrol positif
digunakan antibiotik kloramfenikol sebanyak 300 μg/mL dan kontrol negatif
menggunakan pelarut yang digunakan untuk ekstraksi, yaitu etil asetat
sebanyak 20 μL/mL.
Variable Penelitian :
Variabel Bebas :
Variabel bebas adalah variabel yang nilainya menentukan variabel lain
(nursalam,2008). Variabel bebas yang digunakan adalah Konsentrasi Ekstrak Kasar
fraksi aktif kapang endofit terdapat pada 3 konsentrasi 2mg, 1mg, dan 0,5mg dengan
metode Difusi sumur agar.
Variabel Terikat :
Variabel terikat adalah variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lain
(Nursalam,2008). Dalam penelitian ini, variabel terikat adalah aktivitas antimikroba
(diameter zona hambat) yang dihasilkan Staphylococcus aureus, ekspresi gen mecA
saat diberi ekstrak kapang endofit.
Variabel Kontrol :
Konsentrasi Bakteri Staphylococcus aureus, jenis bakteri Staphylococcus aureus,
Ekstrak kapang endofit, temperature inkubaki kultur bakteri Staphylococcus aureus
secara in vitro, Waktu inkubasi, pH pada medium tempat pembiakan Staphylococcus
aureus, nutrisi pada medium tempat pembiakan Staphylococcus aureus.
Definisi operasional variabel :
Variabel
•
Bebas :
Ekstrak Kasar
•
fraksi aktif kapang •
endofit
Defenisi operasional
Ekstrak Kasar : Ektrak yang mengandung senyawa antimikroba dengan
menggunakan pelarut organik.
Fraksi aktif : Senyawa aktif yang berfungsi sebagai antimikroba
Kapang endofit : mikroba yang hidup di dalam jaringan tumbuhan tanpa
menyebabkan efek negatif langsung yang nyata (Noverita et al, 2009).
Terikat :
•
Aktivitas antimikroba •
(diameter zona hambat)
yang dihasilkan
Staphylococcus aureus
Aktivitas Antimikroba :
Ekspresi gen mecA saat •
diberi ekstrak kapang
•
endofit.
Ekspresi Gen : Suatu proses penerjemahan informasi genetik menjadi protein (yang
dihasilkan)
Gen mecA : gen yang terdapat pada Staphylococcus aureus, yang merupakan salah
satu penyebab resistensi mikroba terhadap antibiotik
Diameter zona hambat : Suatu sumuran yang terbentuk ketika ada suatu agen yang
dapat menghabta pertumbuhan bakteri sehinnga cenderung menjauh dan pula
dikatakan pada daerah tersebut bakteri tidak dapat hidup.
Instrumen dan skala data :
Parameter
Alat ukur
Skala Data
Skor
Dilakukan pengocokkan
atau pengadukan
selama 3x24 jam tanpa
proses pemanasan.
selanjutnya dipekatkan.
Vacum rotary
evaporator pada
suhu 40 oC
Heidolph VV 2000
(Nuremberg,
Jerman)
Lebar zona hambat yang
terbentuk
Mikrometer skrup
(skala milimeter)
Rasio
Ukuran diameter
zona hambat yang
terbentuk
Ekspresi Gen mecA
PCR
Ratio
Mutasi yang
terjadi pada gen
mecA saat
diberikan ekstrak
kapang endofit.
Rencana Analisis Data
 Data
hasil penelitian merupakan hasil ratarata dari dua kali ulangan beserta nilai
standar deviasinya dan ditampilkan dalam
bentuk grafik. Data tersebut dianalisis
secara deskriptif, disajikan dalam bentuk
gambar, grafik dan tabel. Data IC50 pada
uji sitotoksik diperoleh berdasarkan hasil
analisis regresi probit.
RENCANA TABEL
Tabel.4.1
PERLAKUAN
HASIL
P1
X
P2
X
P3
X
PC+
X
PC-
X
Keterangan :
P1 : konsentrasi 0.5 mg kapang endofit
P2 : konsentrasi 1 mg kapang endofit
P3 : konsentrasi 2 mg kapang endofit
PC+ : kloramfenikol sebanyak 300 μg/mL
PC- : etil asetat sebanyak 20μL/mL.
Daftar Pustaka :
• Abdulah R. 2012. Antibiotic abuse in developing countries. Pharm Regulat
Affairs: Open Access. 1:1–3
• Bhore, S., R. Nithya, & C.Y. Loh. 2010. Screening of endophytic bacteria
isolated from leaves of Sambung Nyawa [Gynura procumbens (Lour.) Merr] for
cytokinin-like campound. Bioinformation 5: 191–197.
• Farrell DJ, Jenkins SG, Brown SD, Patel M, Lavin BS, Klugman KP. 2005.
Emergence and spread of Streptococcus pneumoniae with ermB and mefA
resistance. Emerg Infect Dis. 11:851–858.
• Golkar Z, Bagasra O, Gene Pace D. 2014. Bacteriophage therapy: a potential
solution for the antibiotic resistance crisis. J Infect Dev Count. 8:129–136.
• Wright GD. 2014. Something old, something new: revisiting natural products in
antibiotic drug discovery. Can J Microbiol. 60:147–154.
• Levy SB. 2005. Antibiotic resistance—the problem intensifies. Adv Drug Deliv
Rev. 57:1446–1450.
• Priyadi, H. 2010. Five Hundred Plant Species in Gunung Halimun Salak National
Park, West Java. Bogor: Center for International Forestry Research
• Noverita, Fitriana D. dan Sinaga, E. 2009. Isolasi dan Uji Aktivitas Antibakteri
Jamur Endofit dari Daun dan Rimpang Ziniber ottensi. Jurnal Farmasi
Indonesia, 7 (4): 171-176.
• Papilaya, P.M. 2007. Kajian Ekologi Gandaria (Bouea macrophylla Griffth).
Hubungannya Dengan Produksi Dan Kualitas Buah Pada Ketinggian Dari
Permukaan Laut Yang Berbeda Di Pulau Ambon. (Suatu Analisis Tentang
Tumbuhan Endemik Daerah Maluku). [Disertasi] Universitas Negeri Malang.
• Rajan, N.S.; Bhat, R.; Karim, A.A. Preliminary Studies on the Evaluation of
Nutritional Composition of Unripe and Ripe ‘Kundang’ Fruits (Bouea Macrophylla
Griffith). International Food Research Journal 2014, 21, 985–990.
• Schulz, B.; & Boyle, C. 2006, What Are Endophytes? dalam: Schulz, B.; Boyle, C.;
& Sieber, T.N. (Eds.). Soil Biology. Volume 9. Microbial Root Endophytes.
Springer-Verlag. Berlin Heidelberg. 2006: 1-13.
• Strobel, A.S. & G.A. Strobel. 2007. Plant endophytes as a platform for discoverybased undergraduate science education. Nature Chemical Biology 3: 356–359.
• Strobel, G.A. (2003). Endophytes as sources of bioactive products. Microbes
Infection 5: 535–544.
• Tangkuman, C. 2006. Identifikasi Potensi Tanaman Gandaria (Bouea macrophylla
Griff) Di Dusun KusuKusu Sereh Desa Urimesing Kecamatan Nusaniwe Kota
Ambon. [Skripsi]. Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Ambon
• Tjitrosoepomo, G., 2001. Morfologi Tumbuhan. Cetakan 13. Gadjah Mada
University Press, Yogyakarta.
Download