46 BAB II LANDASAN TEORI A. Teori Sinyal (Signaling Theory

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Teori Sinyal (Signaling Theory)
Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis
karena informasi pada hakekatnya menyajikan keterangan, catatan atau
gambaran baik untuk keadaan masa lalu, saat ini maupun keadaan masa yang
akan datang bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan dan bagaimana pasaran
efeknya. Informasi yang lengkap, relevan, akurat dan tepat waktu sangat
diperlukan oleh investor di pasar modal sebagai alat analisis untuk mengambil
keputusan investasi. Informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman
akan memberikan sinyal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi.
Jika pengumuman tersebut mengandung nilai positif, maka diharapkan pasar
akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar.1
Teori Sinyal menjelaskan tentang bagaimana para investor memiliki
informasi yang sama tentang prospek perusahaan sebagai manajer perusahaan.
Namum dalam kenyataannya manajer sering memiliki informasi lebih baik dari
investor luar. Hal ini disebut informasi asimetris, dan ini memiliki dampak
penting pada struktur modal yang optimal. Asimetri informasi merupakan suatu
kondisi dimana informasi privat yang hanya dimiliki investor-investor yang
hanya mendapat informasi saja. Hal tersebut akan terlihat jika manajemen tidak
secara penuh menyampaikan semua informasi yang diperoleh tentang semua
1
Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi (BPEE UGM: Yogyakarta, 2000), hlm.
570.
46
47
hal yang dapat mempengaruhi perusahaan, maka umumnya pasar akan
merespon informasi tersebut sebagai suatu sinyal terhadap suatu kejadian yang
akan mempengaruhi nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham.2
Reaksi
pasar
ditunjukkan
dengan
adanya
perubahan
volume
perdagangan saham. Pada waktu informasi diumumkan dan semua pelaku
pasar sudah menerima informasi tersebut, pelaku pasar terlebih dahulu
menginterpretasikan dan menganalisis informasi tersebut sebagai sinyal baik
(good news) atau sinyal buruk (bad news). Jika pengumuman informasi
tersebut sebagai sinyal baik bagi investor, maka terjadi perubahan dalam
volume perdagangan saham. Pengumuman informasi akuntansi memberikan
sinyal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik di masa mendatang
(good news) sehingga investor tertarik untuk melakukan perdagangan saham,
dengan demikian pasar akan bereaksi yang tercermin melalui perubahan dalam
volume perdagangan saham. Dengan demikian hubungan antara publikasi
informasi baik laporan keuangan, kondisi keuangan ataupun sosial politik
terhadap fluktuasi volume perdagangan saham dapat dilihat dalam efisiensi
pasar. Pasar modal efisien didefinisikan sebagai pasar yang harga sekuritassekuritasnya telah mencerminkan semua informasi yang relevan.3
Signaling theory juga menjelaskan mengapa perusahaan mempunyai
dorongan untuk memberikan infomasi laporan keuangan pada pihak internal.
Dorongan perusahaan untuk memberikan informasi tersebut adalah karena
terdapat asimetri informasi antara perusahaan dan pihak investor karena
2
Sri Sulistyanto, Manajemen Laba (Teori dan Model Empiris), (Jakarta: Grasindo, 2008),
hlm. 75.
3
Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi hlm. 571
48
perusahaan mengetahui lebih banyak mengenai perusahaan dan prospek yang
akan datang dibanding pihak luar (investor, kreditor). Pada motivasi signaling
manajemen melakukan kebijakan akrual yang mengarah pada presistensi laba.
Motivasi signaling mendorong manajemen menyajikan laporan laba yang dapat
mencerminkan laba sesungguhnya.4
Menurut teori sinyal kegiatan perusahaan memberikan informasi
kepada investor tentang prospek return masa depan yang substansial. Informasi
sebagai sinyal yang diumumkan pihak manajemen kepada publik bahwa
perusahaan memiliki prospek bagus dimasa depan. Return yang meningkat
akan diprediksi dan memberikan sinyal tentang laba jangka pendek dan jangka
panjang dan analisa yang mengungkap sinyal tersebut digunakan untuk
memprediksi peningkatan earning jangka panjang. Teori sinyal ini membahas
bagaimana seharusnya sinyal-sinyal keberhasilan atau kegagalan managemen
(agent) disampaikan kepada pemilik modal (principle). Penyampaian laporan
keuangan dapat dianggap sebagai sinyal, yang berarti bahwa apakah agen telah
berbuat sesuai dengan kontrak atau belum. Teori sinyal juga memprediksikan
bahwa pengumuman efek pada harga saham dan kenaikan deviden adalah
positif.5
4
Minar Simanungkalit, “Pengaruh Profitabilitas dan Rasio Leverage Keuangan Terhadap
Return Saham pada Perusahaan Makanan dan Minuman Terbuka di Indonesia”. Tesis Magister
Sains (Medan: Universitas Sumatera Utara, 2009).
5
Yeye Susilowati, “Konsekuensi Signal Subtitusi dan Komplemen Dalam Keputusan
Keputusan Pendanaan” Disertasi. Program Doktor Ilmu Ekonomi (Yogyakarta: Universitas
Gadjah Mada. 2006)
49
Secara garis besar signaling theory erat kaitannya dengan ketersediaan
informasi. Berdasarkan informasi maka pasar modal dapat dibedakan menjadi:6
1.
Pasar modal bentuk lemah (weak form): pasar yang harga-harga
sekuritasnya mencerminkan informasi masa lalu.
2.
Pasar modal bentuk setengah kuat: pasar yang harga-harga sekuritasnya
secara penuh mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan.
3.
Pasar modal bentuk kuat (strong form): pasar yang harga-harga
sekuritasnya mencerminkan secara penuh semua jenis informasi termasuk
informasi privat.
B.Tinjauan Umum Tentang Pasar Modal
1. Pasar Modal Secara Umum
a. Pengertian Pasar Modal
Istilah pasar biasanya digunakan istilah bursa, exchange dan
market. Sementara untuk istilah modal sering digunakan istilah efek,
securities, dan stock. Pasar modal menurut undang-undang No. 8 tahun
1995 tentang Pasar Modal Pasal 1 Ayat (12) adalah kegiatan yang
bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek,
Perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta
lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Sedangkan yang
dimaksudkan dengan efek pada Pasal 1 ayat (5) adalah surat berharga
yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi,
6
Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi., hlm. 572
50
tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak
berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.7
Pasar modal disebut juga dengan nama bursa efek. Bursa efek
menurut Pasal 1 Ayat (4) UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/ atau
sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak
lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka.8
Pasar modal merupakan tempat atau sarana bertemunya antara
permintaan dan penawaran atas instrumen keuangan jangka panjang,
umumnya lebih dari satu tahun.9 Pasar modal adalah pasar yang dikelola
secara terorganisir dengan aktivitas perdagangan surat berharga, seperti
saham, obligasi, option, warrant, right,publik dapat memperoleh dana
segar masyarakat melalui penjualan efek saham melalui prosedur IPO
atau efek utang (obligasi) dengan menggunakan jasa perantara,
komisioner, dan underwriter.10
b. Landasan Hukum Pasar Modal
Dasar hukum pasar modal di Indonesia adalah sebagai berikut:11
1) Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
7
Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah (Jakarta: Kencana Prenada Media
Group, 2009), hlm. 109
8
Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, hlm. 109
9
Mohamad Samsul, Pasar Modal dan Manajemen Portofolio (Jakarta: Erlangga, 2006),
hlm. 43.
10
Subagyo, et al, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya (Yogyakarta: STIE YKPN, 1999),
hlm. 115
11
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, “Regulasi Pasar Modal”,
http://www.bapepam.go.id/pasar_modal/regulasi_pm/uu_pm/index.htm. Diakses,07 april 2015.
51
2) PP No. 12 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah
No. 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang
Pasar Modal.
3) Kepmenkeu Nomor 645/KMK.01/1995 Pencabutan Keputusan
Menteri Keuangan Nomor 1548/KMK.013/1990 Tentang Pasar
Modal Sebagaimana Telah Diubah Terakhir dengan Keputusan
Menteri Keuangan Nomor 284/KMK.010/1995.
c. Fungsi Pasar Modal
Pasar modal memberikan peran besar bagi perekonomian suatu
negara karena pasar modal memberikan dua fungsi sekaligus, fungsi
ekonomi dan fungsi keuangan. Pasar modal dikatakan berfungsi ekonomi
karena pada pasar modal disediakan fasilitas atau wahana yang
mempertemukan dua kepentingan, yaitu pihak yang memiliki kelebihan
dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana. Dengan adanya pasar
modal, maka perusahaan publik dapat memperoleh dana segar
masyarakat melalui penjualan efek saham melalui prosedur IPO atau efek
utang (obligasi).12
Pasar modal dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena pasar
modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan
(return) bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik yang dipilih. Jadi,
diharapkan dengan adanya pasar modal, aktivitas perekonomian akan
meningkat karena pasar modal itu merupakan alternatif pendanaan bagi
12
Abdul Manan, Aspek Hukum dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal (Jakarta:
Kencana Prenada Media Group, 2009), hlm. 14.
52
perusahaan-perusahaan
untuk
dapat
meningkatkan
pendapatan
perusahaan yang pada akhirnya memberikan kemakmuran bagi
masyarakat.13
d. Jenis-jenis Pasar Modal
Pasar modal dapat dibedakan atas dua segmen yaitu:14
1) Nonsecurities Segment
Segmen ini menyediakan dana dari lembaga keuangan
langsung kepada perusahaan. Di sini perusahaan berunding langsung
dengan lembaga penyedia dana, misalnya lembaga perbankan,
perusahaan asuransi, dana pensiun, dan sebagainya. Biasanya
lembaga keuangan akan menahan tanda bukti investasi perusahaan,
umpamanya berupa lian agreement dan credit agreement, sampai
dengan pembayaran selesai. Dengan perkataan lain, investasi tidak
dilakukan dengan negotiablesecurities secara bebas yang dapat
dijual secara mudah kepada perorangan maupun kepada investor
kecil.
2) Securities Segment
Berbeda halnya dengan nonsecurities segment, maka securities
segment
dirancang
dengan
maksud
menyediakan
sumber
pembelanjaan jangka panjang dan memungkinkan perusahaan
melakukan investasi pada barang modal, memperbanyak alat-alat
produksi, dan menciptakan kesempatan kerja. Tujuan segmen ini
13
Abdul Manan, Aspek Hukum dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal, hlm. 14.
Abdul Manan, Aspek Hukum dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal, hlm. 25.
14
53
adalah memobilisasi tabungan jangka panjang, menyediakan wahana
atau saluran tabungan yang dapat ditarik atau ditempatkan pada
investasi jangka panjang pada perusahaan-perusahaan produktif.
Kemudian dalam menjalankan fungsinya, pasar modal dibagi
menjadi tiga macam, yaitu pasar perdana, pasar sekunder, dan bursa
paralel.15
1) Pasar Perdana
Pasar perdana adalah penjualan perdana efek atau
penjualan efek oleh perusahaan yang menerbitkan efek sebelum
efek tersebut dijual melalui bursa efek. Pada pasar perdana, efek
dijual dengan harga emisi sehingga perusahaan yang menerbitkan
emisi hanya memperoleh dana dari penjualan tersebut
2) Pasar Sekunder
Pasar sekunder adalah penjualan efek setelah penjualan
pada pasar perdana berakhir. Pada pasar sekunder ini harga efek
ditentukan berdasarkan kurs efek tersebut. Naik turunnya kurs
suatu efek ditentukan oleh daya tarik menarik antara permintaan
dan penawaran efek tersebut. Bagi efek yang memenuhi syarat
listing dapat menjual efeknya di dalam bursa efek, sedangkan
bagi efek yang tidak memenuhi syarat listing dapat menjual
efeknya di luar bursa efek.
15
Subagyo, et al, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya , hlm.116.
54
3) Bursa Paralel
Bursa paralel merupakan pelengkap bursa efek yang ada.
Bagi perusahaan yang akan menjual efeknya melalui bursa dapat
dilakukan melalui bursa paralel. Tidak semua efek yang
diterbitkan oleh perusahaan yang go public dapat menjual
sahamnya di bursa efek. Ini dikarenakan persyaratan untuk listing
di bursa efek tersebut cukup berat dan sangat ketat. Bursa paralel
merupakan
alternatif
bagi
perusahaan
yang
go
public
memperjualbelikan efeknya, jika ia tidak dapat memenuhi syarat
yang ditentukan oleh bursa efek.
Contoh
perdagangan
efek
di
luar
bursa
adalah
perdagangan sertifikat dan sertifikat yang diterbitkan oleh PT
Danareksa. Prinsip perdagangan di bursa paralel adalah sama
dengan perdagangan sertifikat Danareksa yaitu antara lain
akanditetapkan kantor-kantor, tempat-tempat tertentu dimana
perdagangan ini dapat dilakukan. Apakah bank-bank tertentu, di
lembaga-lembaga keuangan non bank, maupun kantor-kantor
pialang dan sebagainya.16
e. Bentuk Instrumen Pasar Modal
Instrumen pasar modal pada prinsipnya adalah semua surat-surat
berharga (efek) yang umum diperjualbelikan melalui pasar modal. Efek
adalah setiap surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham,
16
Abdul Manan, Aspek Hukum dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal , hlm 29.
55
obligasi, sekuritas kredit, tanda bukti utang, right, warrant, opsi atau
setiap derivatif dari efek atau setiap instrumen yang ditetapkan oleh
Bapepam-LK sebagai efek. Sifat efek yang diperdagangkan di pasar
modal (bursa efek) biasanya berjangka waktu panjang.17
Saham menjadi produk utama yang diperdagangkan di pasar
modal, dan memang tujuan utama keberadaan suatu pasar modal
memperdagangkan saham. Selain saham, hingga saat ini, efek yang
diterbitkan dan diperdagangkan di pasar modal Indonesia adalah saham
(stock), saham preferen (preferred stock), obligasi (bond), obligasi
konversi (convertible bond), right, warrant, reksadana, kontrak
berjangka indeks saham (index future), kontrakopsi saham (single stock
option), Surat Utang Negara (SUN), instrumen syariah (obligasi
syariah), reksa dana syariah.18
2. Pasar Modal Syariah
a. Pengertian Pasar Modal Syariah
Secara sederhana, pasar modal syariah dapat diartikan sebagai
pasar modal yang menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan
transaksi ekonomi dan terlepas dari hal-hal yang dilarang seperti: riba,
perjudian, spekulasi dan lain-lain.19 Pasar modal syariah adalah pasar
modal yang dijalankan dengan konsep syariah, dimana setiap
17
Andri Soemitra, o Bank dan Lembaga Keuangan Syariah., hlm. 133.
Abdul Manan, Aspek Hukum dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal, hlm. 75.
19
Tjiptono Darmadji dan Hendy M. Fakhruddin, Pasar Modal di Indonesia: Pendekatan
Tanya Jawab, Edisi Ketiga (Jakarta: Salemba Empat, 2012), hlm. 158
18
56
perdagangan surat berharga menaati ketentuan transaksi sesuai dengan
ketentuan syariah.20
Pasar modal syariah adalah pasar modal yang seluruh
mekanisme kegiatannya terutama mengenai emiten, jenis efek yang
diperdagangkan dan mekanisme perdagangannya telah sesuai dengan
prinsip-prinsip syariah. Pasar modal syariah secara prinsip berbeda
dengan pasar modal konvensional. Sejumlah instrumen syariah sudah
digulirkan di pasar modal Indonesia seperti dalam bentuk saham dan
obligasi dengan kriteria tertentu yang sesuai dengan prinsip syariah.21
b. Landasan Hukum Pasar Modal Syariah
1) Firman Allah SWT
             
            
     
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang
yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan
sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan
memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba)
maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak (boleh) menganiaya dan
tidak (pula) dianiaya” (QS. al-Baqarah [2]: 278-279).
2) Hadits Nabi SAW
ِ
ِِ
(‫ِف بَـْيـ َع ٍة (رواه أبو داود والرتمذي والنسـائى‬
َّ ِ‫إِ َّن الن‬
َ ‫َِّب‬
ْ ‫صلَّى اهللُ َعلَْيو َو َسلَّ َم نَـ َهى َع ْن بَـْيـ َعتَـ ْْي‬
“Nabi SAW melarang pembelian ganda pada satu transaksi
pembelian” (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, dan al-Nasa’i).
3) Kaidah Fiqh
20
. Indah Yuliana., hlm 46.
Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah., hlm. 111.
21
57
ِ
‫اَةُ َما ََْ ََ ُُ َّ َّ َدلِْيلٌ َعلَى َََِْْـ َها‬
ْ ‫األ‬
َ َ‫َصلُ ِف الْ ُُ َع َامَاَِ اْ ِِإب‬
“Pada dasarnya, segala bentuk mu’amalah boleh dilakukan
sepanjang tidak ada dalil yang mengharamkannya.”22
4) Pendapat Ulama
‫بِنِ ْسبَ ِة‬
َّ ‫َس ُه ِم َجائٌِز َش ِْْي ًعا أل‬
‫َس ُه ِم ُشََِكاءُ ِف الش َِِّْك ِة‬
ْ ‫َن أ‬
ْ ‫اب اْأل‬
ْ ‫َّع ُاملُ بِ ْاأل‬
َ ‫اَألتـ‬
َ ‫َص َح‬
‫َما َيَْلِ ُك ْو َن‬
“Bermuamalah dengan (melakukan kegiatan transaksi atas) saham
hukumnya boleh, karena pemilik saham adalah mitra dalam
perseroan sesuai dengan saham yang dimilikinya.”23
5) Fatwa dan Peraturan Lainnya
Pasar modal syariah di Indonesia telah memiliki landasan fatwa
sebagai berikut :24
a) Fatwa No.40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan
Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar
Modal.
b) Fatwa No. 80/DSN-MUI/III/2011 tentang Penerapan Prinsip
Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di
Pasar Reguler Bursa Efek.
Juga terdapat 3 (tiga) Peraturan Bapepam & LK yang mengatur
tentang efek syariah sejak tahun 2006, yaitu:25
a) Peraturan Bapepam & LK No IX.A.13 tentang Penerbitan Efek
Syariah.
22
Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan
Pedoman Umum Penerapan Prinsip di Bidang Pasar Modal
23
Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan
Pedoman Umum Penerapan Prinsip di Bidang Pasar Modal
24
Bursa Efek Indonesia,“Sharia Regulation,” www.idx.co.id. Diakses 07 april 2015.
25
Bursa Efek Indonesia,“Sharia Regulation,” www.idx.co.id. Diakses 07 april 2015
58
b) Peraturan Bapepam & LK No IX.A.14 tentang Akad-akad yang
Digunakan dalam Penerbitan Efek Syariah di Pasar Modal.
c) Peraturan Bapepam & LK No II.K.1 tentang Kriteria dan
Penerbitan Daftar Efek Syariah.
c. Fungsi Keberadaan Pasar Modal Syariah
Fungsi keberadaan pasar modal syariah adalah:26
1) Memungkinkan pemilik investasi berpartisispasi secara penuh dalam
perusahaan dengan sistem bagi hasil dan risiko.
2) Memungkinkan pemegang saham memperoleh likuiditas dengan
menjual saham yang mereka miliki sesuai dengan sistem di pasar
modal.
3) Memperbolehkan perusahaan untuk meningkatkan modal eksternal
untuk membangun dan meningkatkan produksi mereka.
4) Menghindarkan operasi bisnis perusahaan dari perubahan harga
saham jangka pendek yang merupakan karakteristik utama dari pasar
modal non-Islam.
5) Memungkinkan investasi dalam ekonomi menjadi cermin kinerja
perusahaan dengan melihat harga saham perusahaan tersebut.
d. Instrumen Pasar Modal Syariah
Instrumen pasar modal syariah dikelompokkan ke dalam tiga kategori,
yaitu:27
26
Veithzal Rivai dan Andi Buchari, Islamic Economics (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm.
535-536.
27
Muhammad Firdaus NH, et al, Sistem Kerja Pasar Modal Syariah (Jakarta: Renaisan,
2005), hlm. 27.
59
1) Sekuritas aset/ proyek aset (aset securitisation) yang merupakan
bukti penyertaan, baik dalam bentuk penyertaan musyarakah
(management share) maupun penyertaan mudharabah (participation
share). Penyertaan musyarakah adalah yang mewakili modal tetap
dengan hak pengelola, mengawasi manajemen dan hak suara dalam
pengambilan keputusan. Sedangkan penyertaan mudharabah adalah
mewakili modal kerja dengan hak atas modal dan keuangan tersebut,
tetapi tanpa hak suara, hak pengawasan atau pengelolaan.
2) Sekuritas utang (debt securisation) atau penerbitan surat utang yang
timbul atas transaksi jual beli atau merupakan sumber pendanaan
bagi perusahaan.
3) Sekuritas modal, sekuritas ini merupakan emisi surat berharga oleh
perusahaan emiten yang telah terdaftar dalam pasar modal syariah
dalam bentuk saham.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka efek-efek yang
diperdagangkan dalam pasar modal syariah hanya yang memenuhi
kriteria saham syariah. Sampai saat ini, efek-efek syariah menurut fatwa
DSN MUI No. 40/ DSN-MUI/ X/ 2003 tentang Pasar Modal dan
Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal
mencakup Saham Syariah, Obligasi Syariah, Reksa Dana Syariah.
Kontrak Investasi Efek Kolektif Beragun Aset (KIK EBA) Syariah, dan
surat berharga lainnya yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Kemudian instrumen keuangan syariah bertambah dalam fatwa DSN-
60
MUI No. 65/ DSN-MUI/ III/ 2008 tentang Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu (HMETD) Syariah dan fatwa DSN-MUI No. 66/ DSN-MUI/ III/
2008 Tentang Waran Syariah pada tanggal 6 Maret 2008.28
C. Tinjauan Umum Tentang Saham
1. Saham Secara Umum
a. Pengertian Saham
Saham adalah surat bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan
yang melakukan penawaran umum (go public) dalam nominal atau
prosentase tertentu. Sementara itu, saham adalahjumlah satuan dari
modal kooperatif yang sama jumlahnya bisa diputar dengan berbagai
cara berdagang, dan harganya bisa berubah sewaktu-waktu tergantung
keuntungan dan kerugian kinerja perusahaan tersebut.29
Dalam bahasa Belanda, saham disebut aandeel, dalam bahasa
Inggris disebut share, dalam bahasa Jerman disebut aktie, dan dalam
bahasa Perancis disebut dengan action. Semua istilah ini mempunyai
arti surat berharga yang mencantumkan kata “saham” di dalamnya
sebagai tanda bukti pemilihan sebagian dari modal perseroan.30
Saham adalah klaim terhadap penghasilan bersih dan aset
perusahaan, yaitu dividen yang dibagikan kepada stockholder
(pemegang saham) setelah perusahaan memenuhi kewajibannya,
seperti membayar gaji karyawan, pajak, dan kewajiban utangnya,
28
Andri Soemitro, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, hlm. 136-137.
Indah Yuliana, hlm. 59.
30
Abdul Manan, Aspek Hukum dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal, hlm. 93.
29
61
termasuk kewajibannya terhadap bondholder (pemegang obligasi).
Oleh karena itu, saham disebut juga residual claimant, dan pemegang
saham memperoleh penghasilan yang berfluktuasi, berhubungan
dengan keuntungan atau kerugian perusahaan penerbitnya.31
b. Jenis-jenis Saham
Saham merupakan surat berharga yang paling populer dan
dikenal luas masyarakat. Umumnya saham yang dikenal sehari-hari
merupakan saham biasa (common stock). Ada beberapa sudut pandang
dalam membedakan saham, yaitu:32
1) Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim, maka
saham terbagi atas:
a) Saham biasa (common stock), merupakan saham
yang
menempatkan pemiliknya paling junior terhadap pembagian
dividen, dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila
perusahaan tersebut dilikuidasi.
b) Saham preferen (preferred stocks), merupakan saham yang
memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham
biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga
obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil yang
dikehendaki investor.
31
Ktut Silvanita Mangani, Bank dan Lembaga Keuangan Lain (Jakarta: Erlangga, 2009),
hlm. 104
32
Tjiptono Darmadji dan Hendy M. Fakhruddin, Pasar Modal di Indonesia: Pendekatan
Tanya Jawab., hlm. 6-8.
62
2) Dilihat cara peralihannya, saham dapat dibedakan atas:
a) Saham atas unjuk (bearer stocks), artinya pada saham tersebut
tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan
dari satu investor ke investor lain. Secara hukum, siapa yang
memegang saham tersebut, maka dialah yang diakui sebagai
pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.
b) Saham atas nama (registered stocks), merupakan saham yang
ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, dimana cara
peralihannya harus melalui prosedur tertentu.
3) Ditinjau dari kinerja perdagangan, maka saham dapat dikategorikan
atas:
a) Saham unggulan (blue-chip stocks), yaitu saham biasa dari
suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader
di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan
konsisten dalam membayar dividen.
b) Saham pendapatan (income stocks), yaitu saham dari suatu
emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih
tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun
sebelumnya.
c) Saham pertumbuhan (growth stocks-well-known), yaitu sahamsaham dari emiten yang memiliki pendapatan yang tinggi,
sebagai leader industri sejenis yang memiliki reputasi tinggi.
Selain itu, terdapat juga growth stock (lesser-known), yaitu
63
saham dari emiten yang tidak sebagai leader dalam industri
namun memiliki ciri growth stock.
d) Saham spekulatif (speculative stocks), yaitu saham suatu
perusahaan yang tidak bisa konsisten memperoleh penghasilan
dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai
1) kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang
meskipun belum pasti.
2) Saham siklikal (counter cyclical stocks), yaitu saham yang
tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun
situasi bisnis secara umum.
2. Saham Syariah
a. Pengertian Saham Syariah
Secara konsep, saham merupakan surat berharga bukti penyertaan
modal kepada perusahaan dan dengan bukti penyertaan tersebut
pemegang saham berhak untuk mendapatkan bagian hasil dari usaha
perusahaan tersebut. Konsep penyertaan modal dengan hak bagian
hasil usaha ini merupakan konsep yang tidak bertentangan dengan
prinsip syariah. Prinsip syariah mengenal konsep ini sebagai kegiatan
musyarakah atau syirkah.33
Berdasarkan analogi tersebut, maka secara konsep saham syariah
adalah sertifikat
yang menunjukkan bukti
kepemilikan suatu
perusahaan yang diterbitkan oleh emiten yang kegiatan usaha maupun
33
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, “Pengenalan Produk Syariah.”
http://www.bapepam.go.id/syariah/pengenalan_produk_syariah.html. Diakses, 07 april 2015
64
cara pengelolaannya tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Namun
demikian, tidak semua saham yang diterbitkan oleh Emiten dan
Perusahaan Publik dapat disebut sebagai saham syariah.34
b. Kriteria Saham Syariah
Suatu saham dapat dikategorikan sebagai saham syariah jika
saham tersebut diterbitkan oleh:35
1) Emiten dan Perusahaan Publik yang secara jelas menyatakan dalam
anggaran dasarnya bahwa kegiatan usaha Emiten dan Perusahaan
Publik tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip syariah.
2) Emiten dan Perusahaan Publik yang tidak menyatakan dalam
anggaran dasarnya bahwa kegiatan usaha Emiten dan Perusahaan
Publik tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip syariah, namun
memenuhi kriteria sebagai berikut:
a) Kegiatan usaha tidak bertentangan dengan prinsip syariah, yaitu
tidak melakukan kegiatan usaha:
(1) Perjudian dan permainan yang tergolong judi.
(2) Perdagangan
yang tidak disertai dengan penyerahan
barang/jasa.
(3) Perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu.
(4) Bank berbasis bunga.
(5) Perusahaan pembiayaan berbasis bunga.
34
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. . Diakses, 07 april 2015
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. . Diakses, 07 april 2015
35
65
(6) Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian
(gharar) dan/atau judi (maisir), antara lain asuransi
konvensional.
(7) Memproduksi,
mendistribusikan,
memperdagangkan
dan/atau menyediakan barang atau jasa haram zatnya (haram
li-dzatihi), barang atau jasa haram bukan karena zatnya
(haram li-ghairihi) yang ditetapkan oleh DSN-MUI;
dan/atau, barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat
mudharat.
(8) Melakukan
transaksi
yang
mengandung
unsur
suap
(risywah).
b) Rasio total hutang berbasis bunga dibandingkan total ekuitas
tidak lebih dari 82%, dan
c) Rasio total pendapatan bunga dan total pendapatan tidak halal
lainnya dibandingkan total pendapatan usaha dan total
pendapatan lainnya tidak lebih dari 10%.
D. Tinjauan Umum Tentang Kinerja Keuangan
1. Pengertian Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk
melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan
menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.36
36
Irham Fahmi, Analisis Laporan Keuangan (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm 239.
66
Menurut Hanafi, pengukuran kinerja keuangan didefinisikan sebagai
“financial performing measurement“ (pengukuran kinerja keuangan).
Kinerja keuangan merupakan kualifikasi dan efisiensi perusahaan atau
segmen atau keefektifan dalam pengoperasian bisnis selama periode
akuntansi.37
Pengukuran
kinerja
keuangan
digunakan
perusahaan
untuk
melakukan perbaikan di atas kegiatan operasionalnya agar dapat bersaing
dengan perusahaan lain. Bagi investor informasi mengenai kinerja
perusahaan dapat digunakan untuk melihat apakah mereka akan
mempertahankan investasi mereka di perusahaan tersebut atau mencari
alternatif lain. Selain itu pengukuran juga dilakukan untuk memperlihatkan
kepada penanam modal maupun pelanggan atau masyarakat secara umum
bahwa perusahaan memiliki kredibilitas yang baik.38
Menurut Samsul, secara fundamental harga suatu jenis saham
dipengaruhi oleh kinerja perusahaan dan kemungkinan risiko yang dihadapi
perusahaan, kinerja perusahaan tercermin dari laba operasional dan laba
bersih per saham serta beberapa rasio keuangan yang menggambarkan
kekuatan manajemen dalam mengelola perusahaan. Risiko perusahaan
tercermin dari daya tahan perusahaan dalam menghadapi siklus ekonomi
serta faktor makro ekonomi dan makro nonekonomi. Dengan kata lain,
37
Mamduh Hanafi, Analisis Laporan Keuangan, Edisi Revisi, Cet. Ke-1 (Yogyakarta:
YKPN, 2003), hlm.69.
38
Munawir, Analisis Laporan Keuangan (Yogyakarta: Liberty, 2001), hlm. 62.
67
kinerja perusahaan dan risiko yang dihadapi dipengaruhi oleh faktor makro
dan mikro ekonomi.39
2. Tahap-tahap dalam Menganalisis Kinerja Keuangan
Secara umum, terdapat 5 (lima) tahap dalam menganalisis kinerja
keuangan, diantaranya sebagai berikut:40
a. Melakukan review terhadap data laporan keuangan.
b. Melakukan perhitungan.
c. Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh.
d. Melakukan penafsiran (interpretation) terhadap berbagai permasalahan
yang ditemukan.
e. Mencari dan memberikan pemecahan masalah (solution) terhadap
berbagai masalah yang ditemukan
3. Analisis Laporan Keuangan
a. Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi
keuangan perusahaan pada saat ini dalam suatu periode tertentu.41
Laporan keuangan adalah laporan pertanggungjawaban manajer atau
pimpinan perusahaan atas pengelolaan perusahaan yang dipercayakan
kepadanya kepada pemangku kepentingan atau pihak-pihak yang
39
Mohamad Samsul, Pasar Modal dan Manajemen Portofolio., hlm. 200.
Irham Fahmi, Analisis Laporan Keuangan, hlm 239.
41
Kasmir, Pengantar Manajemen Keuangan (Jakarta: Kencana Prenada Media Group,
2010), hlm. 66.
40
68
mempunyai kepentingan (stakeholders) di luar perusahaan; pemilik
perusahaan, pemerintah, kreditor dan pihak lainnya.42
Analisa laporan keuangan perusahaan pada dasarnya merupakan
perhitungan rasio-rasio untuk menilai keadaan keuangan perusahaan di
masa lalu, dan kemungkinannya di masa depan. Ada beberapa cara
yang dapat digunakan di dalam menganalisa keadaan keuangan
perusahaan, tetapi analisa dengan menggunakan rasio merupakan hal
yang sangat umum dilakukan dimana hasilnya akan memberikan
pengukuran relatif dari operasi perusahaan.43
Analisis laporan keuangan dapat dilihat dari berbagai sudut
kepentingan. Analisis untuk kepentingan pihak manajemen berbeda
dengan analisis untuk kepentingan investor. Bahakan investor yang
ingin melakukan investasi jangka panjang mempunyai tujuan analisis
yang berbeda dengan investor yang ingin melakukan investasi jangka
pendek, walaupun sama-sama menggunakan analisis fundamental.
Investor jangka panjang akan menganalisis kinerja manajemen dan
kinerja
perusahaan,
sedangkan
investor
jangka
pendek
akan
menganalisis kinerja saham.44
42
Budi Rahardjo, Dasar-dasar Analisis Fundamental Saham, Laporan Keuangan
Perusahaan, Membaca, Memahami, dan Menganalisis (Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press, 2009), hlm. 1.
43
Lukman Syamsuddin, Manajemen Keuangan Perusahaan: Konsep Aplikasi dalam:
Perencanaan, Pengawasan dan Pengambilan Keputusan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2009),
hlm. 37.
44
Mohamad Samsul, Pasar Modal dan Manajemen Portofolio hlm. 128.
69
b. Metode dalam Analisis Laporan Keuangan
Dalam praktik analisis laporan keuangan terdapat dua macam
metode analisis laporan keuangan yang biasa dipakai, yaitu:45
1) Analisis vertikal (statis)
Analisis vertikal merupakan analisis yang dilakukan terhadap
hanya 1 periode laporan keuangan saja. Analisis dilakukan antara
pos-pos yang ada, dalam satu periode. Informasi yang diperoleh
hanya untuk satu periode saja dan tidak diketahui perkembangan
dari periode ke periode tidak diketahui.
2) Analisis horisontal (dinamis)
Analisis horisontal, merupakan analisis yang dilakukan dengan
membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode. Dari
hasil analisis ini akan terlihat perkembangan perusahaan dari
periode yang satu ke periode yang lain.
3) Analisis Rasio
Analisis rasio digunakan untuk pandangan yang lebih jelas
terhadap karakter keuangan dari sebuah perusahaan. Hasil dari
rasio sering dapat digunakan untuk lebih menjelaskan posisi
keuangan maupun kinerja keuangan dari sebuah perusahaan.
Analisis
rasio
merupakan
analisis
yang digunakan
untuk
mengetahui hubungan pos-pos yang ada dalam satu laporan
45
Kasmir, Pengantar Manajemen Keuangan , hlm. 95-96.
70
keuangan atau pos-pos antara laporan keuangan neraca dan laporan
laba rugi.46
4) Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan merupakan hubungan yang dihitung dari informasi
keuangan sebuah perusahaan dan digunakan untuk tujuan
perbandingan. Penggunaan rasio akan menghilangkan masalah
ukuran karena ukuran akan secara efektif terbagi, yang akhirnya
kita dapatkan adalah presentase, kelipatan, atau periode waktu.47
Rasio keuangan merupakan penulisan ulang data akuntansi ke
dalam bentuk perbandingan dalam rangka mengidentifikasi
kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan.48
5) Return saham
Return adalah hasil yang diperoleh dari kegiatan investasi. Return
dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return
ekspektasi yang belum terjadi tetapi yang diharapkan akan terjadi
di masa mendatang49 atau return saham merupakan Capital gain:
selisih antara harga saham (closing price) pada periode t dengan
harga saham (closing price) periode sebelumnya (t-1) Return total
dapat dinyatakan sebagai berikut:
Return Saham =
46
Kasmir, Analisis Laporan Keuangan (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012), hlm. 72.
Stephen A. Ross, et al, Pengantar Keuangan Perusahaan I, Edisi Kedelapanm alih bahasa
Ali Akbar Yulianto, dkk (Jakarta: Salemba Empat, 2009), hlm. 78.
48
Arthur J. Keown, et al, Manajemen Keuangan: Prinsip dan Penerapan, Edisi Kesepuluh,
alih bahasa Marcus Prihminto Widodo (Jakarta: Indeks, 2011), hlm. 74.
49
Sari
47
71
Keterangan
Pt
= Harga saham periode sekarang
Pt‐1
= Harga saham periode sebelumnya
1) Return on Equity
Return on Equity (ROE) adalah ukuran dari hasil yang
diperoleh para pemegang saham sepanjang tahun. Dari segi
akuntansi, ROE menjadi ukuran hasil akhir kinerja yang
sebenarnya. Return on equity mengukur kemampuan perusahaan
memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan.
Rasio return on equity (ROE) disebut juga dengan laba atas equity.
Di beberapa referensi disebut juga dengan rasio total asset turnover
atau perputaran total asset. Rasio ini mengkaji sejauh mana suatu
perusahaan mempergunakan sumber daya yang dimiliki untuk
mampu memberikan laba atas ekuitas.50
Rasio ini memperlihatkan sejauh manakah perusahaan
mengelola modal sendiri secara efektif, mengukur tingkat
keuntungan dari investasi yang telah dilakukan pemilik modal
sendiri atau pemegang saham perusahaan. ROE menunjukkan
rentabilitas modal sendiri atau yang sering disebut sebagai
rentabilitas usaha. Investor memandang bahwa ROE merupakan
indikator profitabilitas yang penting, karena ROE merupakan
indikator untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam rangka
50
Irham Fahmi, op.cit., hlm. 137.
72
melakukan tugasnya yakni menghasilkan keuntungan yang
maksimal bagi para pemilik modal.51ROE digunakan untuk
mengukur rate of return (tingkat imbalan hasil) ekuitas. Para analis
sekuritas dan pemegang saham umumnya sangat memperhatikan
rasio ini, semakin tinggi ROE yang dihasilkan perusahaan, akan
semakin tinggi harga sahamnya.52
Adapun rumus return on equity (ROE) adalah:53
Rumus ROE =
Return on equity (ROE) menunjukkan bagian keuntungan
yang berasal dari (atau menjadi hak) modal sendiri, dan sering
dipakai oleh para investor dalam pembelian saham suatu
perusahaan (karena modal sendiri menjadi bagian pemilik).
Misalkan laba bersih PT Maju Jaya tahun 2010 sebesar Rp
17.150.000,- dan ekuitas sebesar Rp 90.000.000,- , maka ROE PT
Maju Jaya sama dengan:54
Contoh ROE =
Menurut Penelitian yang dilakukan oleh Indah Satria
Miningsih (2011), Nopenda Wati (2008), menunjukkan bahwa
ROE berpengaruh positif terhadap return saham.
51
Agnes Sawir, Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan
(Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005), hlm. 20.
52
Andy Tambunan, Menilai Harga Wajar Saham. (Jakarta: PT Grasindo, 2007), hlm. 179.
53
Tjiptono Darmadji,dan Hendy M. Fakhruddin. 2012. Pasar Modal di Indonesia:
Pendekatan Tanya Jawab. hlm. 158
54
Budi Rahardjo, Dasar-dasar Analisis Fundamental, Laporan Keuangan Perusahaan,
Membaca, Memahami, dan Menganalisis. hlm 141
73
2. Current Ratio dan Pengaruh terhadap Return saham
Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa kuat
keuangan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya
(membayar hutang-hutang jangka pendeknya) atau seberapa besar
harta lancar yang bisa dijadikan jaminan bagi kewajiban
lancarnya.55
Current ratio sebagai rasio yang mengukur kemampuan
perusahaan memenuhi utang jangka pendeknya (jatuh tempo
kurang dari satu tahun) dengan menggunakan aktiva lancar.
Sehingga secara matematis Current Ratio (CR) dapat dirumuskan
sebagai berikut :
Misalkan harta lancar PT Maju Jaya tahun 2010 sebesar Rp
470.185.000.000,- dan hutang lancar sebesar Rp 295.767.000.000,maka CR PT Maju Jaya sama dengan:
Contoh CR =
Menurut Penelitian yang dilakukan oleh Nur Fita Sari
(2012), Feny Wulandari (2012), Indah Satria Miningsih (2011)
menunjukkan bahwa Current rasio berpengaruh positif terhadap
return saham.
55
Swawidji Widoatmodjo, Seri Membuat Uang Bekerja Untuk Anda Cara Cepat Memulai
Investasi Saham Panduan Bagi Pemula, (Jakarta: Gramedia, 2004), hlm. 108
74
3. Debt to Equity Ratio (DER) dan Pengaruh terhadap Return
saham
Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio leverage.
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan daam memenuhi
kewajiban-kewajiban jangka panjangnya. Rasio leverage dapat
dihitung berdasarkan informasi dari neraca, yaitu dari pos-pos
aktiva dan pos-pos hutang. DER adalah perbandingan total
kewajiban dengan ekuitas pemegang saham. DER menunjukkan
jumlah aktiva yang disediakan oleh pemilik perusahaan.56
Misalkan total debt PT Maju Jaya tahun 2010 sebesar Rp
470.185.000.000,- dan total equity sebesar Rp 295.767.000.000,- ,
maka DER PT Maju Jaya sama dengan:
Contoh DER =
Menurut Penelitian yang dilakukan oleh Nur Fita Sari
(2012), Wahyuni Peni Padan (2012), Feny Wulandari (2012),
Indah Satria Miningsih (2011), Nopenda Wati (2008), Putri
Anggraeni Ichsani (2011) menunjukkan bahwa DER berpengaruh
positif terhadap return saham.
56
Putri Anggraeni Ichsani. “Analisis Pengaruh Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin,
dan Total Asset Turnover terhadap Return on Equity serta Dampaknya terhadap Nilai Saham”, hlm
24
75
4. Adapun rumus Return On Equity (ROE) adalah:57
Rumus ROE =
Return on equity (ROE) menunjukkan bagian keuntungan
yang berasal dari (atau menjadi hak) modal sendiri, dan sering
dipakai oleh para investor dalam pembelian saham suatu
perusahaan (karena modal sendiri menjadi bagian pemilik).
Misalkan laba bersih PT Maju Jaya tahun 2010 sebesar Rp
17.150.000,- dan ekuitas sebesar Rp 90.000.000,- , maka ROE PT
Maju Jaya sama dengan:58
Contoh ROE =
Menurut Penelitian yang dilakukan oleh Indah Satria
Miningsih (2011), Nopenda Wati (2008), menunjukkan bahwa
ROE berpengaruh posotif terhadap return saham.
c. Total Assets Turnover (TAT) dan Pengaruh terhadap Return saham
Total Assets Turnover merupakan rasio antara penjualan dengan
total aktiva yang mengukur efisinsi penggunaan aktiva secara
keseluruhan. Apabila rasio ini rendah merupakan indikasi bahwa
perusahaan tidak beroperasi pada volume yang memadai bagi kapasitas
investasinya. Apabila perusahaan tidak menghasilkan volume usaha
yang cukup untuk ukuran investasi sebesar total aktivanya, penjualan
57
Tjiptono Darmadji, dan Hendy M. Fakhruddin. 2012. Pasar Modal di Indonesia:
Pendekatan Tanya Jawab. hlm. 158
58
Budi Rahardjo, Dasar-dasar Analisis Fundamental, Laporan Keuangan Perusahaan,
Membaca, Memahami, dan Menganalisis. hlm 141
76
harus ditingkatkan. Beberapa aktiva harus dijual dari langkah-langkah
tersebut harus dilakukan.59 Total Assets Turnover secara sistematis
dapat dirumuskan sebagai berikut:
Rumus TAT =
Misalkan penjualan PT Maju Jaya tahun 2010 sebesar Rp
470.185.000.000,- dan Total aktiva sebesar Rp 295.767.000.000,-, maka
TAT PT Maju Jaya sama dengan:
Contoh TAT =
Menurut Penelitian yang dilakukan oleh Nur Fita Sari (2012),Rm
Gian Ismoyo Kusumo (2011), Feny Wulandari (2012), Indah Satria
Miningsih (2011), Nopenda Wati (2008), Kwan Billy Kwandinata
(2005), Putri Anggraeni Ichsani (2011) menunjukkan bahwa TAT
berpengaruh positif terhadap return saham.
59
Putri Anggraeni Ichsani. “Analisis Pengaruh Debt To Equity Ratio, Net Profit Margin,
dan Total Asset Turnover terhadap Return on Equity serta Dampaknya terhadap Nilai Saham”,
hlm 27
Download