ETIKA DAN HUKUM DALAM BISNIS

advertisement
MATERI PEMBEKALAN
UJIAN KODE ETIK NOTARIS TH.2012
ETIKA DAN HUKUM
DALAM PROFESI NOTARIS
Syafran Sofyan
Notaris-PPAT-Pejabat Lelang Kls II
Di Jakarta Selatan
Hp.085693960768-08111986768
Email: [email protected]
www. Medianotaris.com
1
Pengertian dan Tujuan Etika
1. Asal kata Etika





Etika = Ethos (Yunani), yang berarti kebiasaan
Kita mengenal juga kata “moral”atau “moralitas” , bahasa Latin
mos .artinya kebiasaan
Etika diartikan sebagai kebiasaan, adat istiadat
Keduanya sama-sama sebagai sistem nilai tentang bagaimana
orang/manusia harus hidup sesuai dengan kebiasaan, adat
istiadat. Pada umumya sistem nilai sebagai suatu kebiasaan
diturunkan melalui agama dan kebudayaan.
Etika ditinjau dari segi filsafat : Etika sebagai ilmu yang
menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk sebagai
pedoman sikap dan tingkah laku manusia sejauh berkaitan dengan
norma-norma.
Sedangkan Hukum, benar/salah; persepsi salah di masy dlm
menegakan Hk? Yg harus ditegakan KEADILAN.
Notaris Syafran
2
Sumber Nilai-Nilai Etika
Terdapat 4 sumber nilai-nilai etika dalam
komunitas :
1. Agama
2. Filosofi
3. Pengalaman dan perkembangan budaya
4. Hukum
Notaris Syafran
3



Pengertian “Akhlak” berasal dari bahasa Arab, jamak dari “
khuluqun”, artinya budi pekerti, tingkah laku.
Akhlak sebagai ilmu menurut Islam adalah mengajarkan mana yang
baik dan mana yang buruk berdasarkan
Al Qur’an dan Sunnah
Rasul, yang berlakunya universal dan komprehensif bagi seluruh
umat manusia disegala waktu dan tempat;
ETIKA identik dg AKHLAK
Etika Profesi merupakan kode etik yang diberlakukan untuk
profesi tertentu dalam suatu organisasi. Kode etik berlaku untuk
suatu profesi tertentu yang bertindak secara profesional.
Profesi adalah suatu moral community (masyarakat moral) yang
memiliki cita-cita dan nilai bersama, suatu profesi disatukan
umumnya berdasarkan latar belakang
pendidikan,profesi/keahlian tertentu, yang menunjukkan arah
moral suatu profesi.
Karena itu mereka mempunyai tanggung jawab khusus/
MORAL. Melalui kode etik kepercayaan masyarakat akan suatu
profesi dapat diperkuat
Notaris Syafran
4
Mengapa NOTARIS Perlu Beretika ?
1.
2.
3.
Karena Notaris tidak hanya bertujuan untuk profit melainkan perlu
mempertimbangkan nilai-nilai manusiawi, apabila tidak akan
mengorbankan hidup banyak orang, sehingga masyarakat pun
berkepentinang agar profesi Notaris dilaksanakan secara etis;
Notaris dijalankan melibatkan para pihak, sehingga membutuhkan
etika sebagai pedoman dan orientasi bagi pengambilan keputusan,
kegiatan, dan tindak tanduk manusia dalam berhubungan satu
dengan lainnya;
Profesi Notaris saat ini dilakukan dalam persaingan yang sangat
ketat, maka dalam persaingan tersebut, orang yang bersaing
dengan tetap memperhatikan norma-norma etis pada iklim yang
semakin profesional.
Notaris Syafran
5
PRINSIP-PRINSIP DALAM ETIKA
1. Prinsip Otonomi yaitu kemampuan untuk mengambil keputusan dan
bertindak berdasarkan keselarasan tentang apa yang baik untuk
dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan
yang diambil.
2. Prinsip Kejujuran; dalam hal ini kejujurn adalah merupakan kunci
keberhasilan suatu profesi, kejujuran dalam pelaksanaan kontrol
terhadap diri sendiri, dalam hubungan kerja, dan sebagainya.
3. Prinsip Keadilan bahwa setiap orang/pihak diperlakukan sesuai
dengan haknya masing-masing dan tidak ada yang boleh dirugikan.
4. Prinsip integritas moral; ini merupakan dasar dalam menjalankan
profesi, harus menjaga nama baik, tetap dipercaya dan menjaga
integritas.
Notaris Syafran
6
KODE ETIK NOTARIS



Pasal 83 ayat 1 UUJN menyatakan :
“ Organisasi Notaris menetapkan dan
menegakkan Kode Etik Notaris”.
Atas dasar ketentuan pasal 83 ayat (1)
tersebut Ikatan Notaris Indonesia pada
Kongres Luar Biasa di Bandung pada
tanggal 27 Januari 2005, telah
menetapkan kode etik yang terdapat
dalam pasal 3 Anggaran Dasar:
Notaris Syafran
7
1. Untuk menjaga kehormatan dan keluruhan
martabat dan jabatan Notaris,
perkumpulan mempunyai Kode Etik yang
ditetapkan oleh kongres dan merupakan
kaidah moral yang wajib ditaati oleh setiap
anggota perkumpulan;
2. Dewan Kehormatan melakukan upaya
upaya untuk menegakkan kode etik;
3. Pengurus perkumpulan dan/atau Dewan
Kehormatan bekerjasama dan
berkoordinasi dengan Majelis Pengawas
untuk melakukan upaya penegakkan kode
etik.
Notaris Syafran
8
SISTIMATIKA KODE ETIK






BAB I : KETENTUAN UMUM,
yang memuat definisi- definisi /pengertianpengertian terhadap penggunaan kata yang
dimaksud dengan Kode Etik Notaris
BAB II : RUANG LINGKUP KODE ETIK,
Pengertian dan Ruang lingkup Kode Etik Notaris
BAB III : KEWAJIBAN, LARANGAN , PENGECULIAN,
Mengatur apa yang harus/wajib dilakukan, apa
yang tidak boleh dilakukan dan apa yang
dikecualikan
BAB IV : SANKSI
BAB VI : PEMECATAN SEMENTARA
BAB VII : KETETUAN UMUM
Notaris Syafran
9


Kode Etik Notaris merupakan seluruh
kaidah moral yang ditentukan oleh
perkumpulan INI (termasuk didalamnya
pejabat sementara Notaris, Notaris
pengganti, Notaris pengganti khusus);
Ikatan Notaris Indonesia (INI)
merupakan satu-satunya wadah
pemersatu bagi semua dan setiap orang
yang memangku dan menjalankan tugas
sebagai pejabat umum di Indonesia,
merupakan organisasi Notaris.
Notaris Syafran
10
KEWAJIBAN




memiliki moral, akhlak serta kepribadian
yang baik;
menghormat dan menjunjung tinggi
harkat dan martabat jabatan Notaris;
menjaga dan membela kehormatan
perkumpulan;
bertindak jujur, mandiri, tidak berpihak,
penuh rasa tanggung jawab berdasarkan
peraturan perundang-undangan dan isi
sumpah jabatan;
Notaris Syafran
11




meningkatkan ilmu pengetahuan yang
telah dimiliki tidak terbatas pada ilmu
pengetahuan hukum dan kenotariatan;
mengutamakan pengabdian kepada
kepentingan masyarakat dan negara;
memberikan jasa pembuatan akta dan jasa
kenotarisan lainnya untuk masyarakat yang
tidak mampu tanpa memungut honorarium;
menetapkan satu kantor ditempat
kedudukan dan kantor tersebut merupakan
satu-satunya kantor bagi Notaris yang
bersangkutan dalam melaksanakan tugas
jabatan sehari-hari;
Notaris Syafran
12




memasang satu buah papan nama dengan
pilihan ukuran 100cmx40cm, 150cmx60cm,
200cmx80cm, dasar papan putih dengan huruf
hitam;
hadir, mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam
setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh
perkumpulan, menghormati, mematuhi,
melaksanakan setiap dan seluruh keputusan
perkumpulan;
membayar uang iuran perkumpulan secara
tertib;
membayar uang duka untuk membantu ahli
waris teman sejawat yang meninggal dunia;
Notaris Syafran
13




melaksanakan dan mematuhi semua ketentuan
tentang honorarium ditetapkan perkumpulan;
menjalankan jabatan Notaris;
menciptakan suasana kekeluargaan dan
kebersamaan dalam melaksanakan tugas
jabatan dan kegiatan sehari-hari serta saling
memperlakukan rekan sejawat secara baik,saling
menghormati,saling menghargai, saling
membantu serta saling berusaha menjalin
komunikasi dan tali silaturahim;
memperlakukan setiap klien yang datang dengan
baik, tidak membedakan status ekonomi
dan/atau status sosialnya
Notaris Syafran
14
LARANGAN





Menjalankan jabatan di luar wilayah
jabatannya
Meninggalkan wilayah jabatannya lebih dari
7 hari kerja berturut-turut tanpa alasan
yang sah
Merangkap sebagai PNS
Merangkap jabatan sebagai pejabat negara
Merangkap jabatan sebagai advokat
Notaris Syafran
15




Merangkap jabatan sebagai pemimpin
BUMN, BUMD atau Badan Usaha Swasta
Merangkap jabatan sebagai PPAT diluar
wilayah jabatan notaris
Menjadi notaris pengganti
Melakukan perbuatan yang bertentangan
dengan norma agama, kesusilaan atau
kepatutan yang dapat mempengaruhi
kehormatan atau martabat jabatan notaris
Notaris Syafran
16
SANKSI





teguran;
peringatan;
schorsing (pemecatan sementara);
onzetting (pemecatan);
pemberhentian dengan tidak hormat.
Notaris Syafran
17
PENEGAKAN KODE ETIK
PENGAWASAN DAN PELAKSANAAN KODE ETIK:
 tingkat pertama oleh Pengurus Daerah INI
dan Dewan Kehormatan Daerah;
 tingkat banding oleh Pengurus Wilayah INI
dan Dewan Kehormatan Wilayah;
 tingkat terakhir oleh Pengurus Pusat INI dan
Dewan Kehormatan Pusat.
Notaris Syafran
18
EKSEKUSI


putusan yang ditetapkan Dewan
Kehormatan Daerah, Wilayah, Pusat
dilaksanakan pengurus Daerah;
pengurus daerah wajib mencatat dalam
buku anggota perkumpulan atas keputusan
Dewan Kehormatan Daerah, wilayah,
pusat, selanjutnya nama notaris, kasus dan
keputusan diumumkan dalam media
notariat.
Notaris Syafran
19
PEMECATAN SEMENTARA
anggota perkumpulan yang telah
melanggar UU No. 30 Tahun 2004 tentang
jabatan Notaris dengan putusan dan
diputus bersalah dipidana yang
berkekuatan hukum tetap, pengurus pusat
wajib memecat sementara sebagai anggota
perkumpulan disertai usul kepada konggres
agar anggota perkumpulan dipecat dari
anggota perkumpulan
Notaris Syafran
20
MATERI PERKUMPULAN




Perkumpulan Ikatan Notaris Indonesia diatur dalam
Anggaran dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan
Kongres dan peraturan perkumpulan lainnya.
Ikatan Notaris Indonesia adalah organisasi yang berbentuk
perkumpulan yang berbadan hukum sebagai satu satunya
organisasi profesi jabatan Notaris bagi segenap Notaris di
seluruh Indonesia (pasal 1 Anggaran Dasar).
Bercita-cita untuk menjaga dan membina keluhuran
martabat dan jabatan Notaris (Mukadimah AD-INI)
Perkumpulan bernama Ikatan Notaris Indonesia disingkat
INI adalah organisasi profesi jabatan Notaris yang
berbadan hukum sebagaimana dimaksud dalam UUJN
Notaris Syafran
21



Pemerintah hanya mengakui Ikatan
notaris Indonesia sebagai organisasi
jabatan Notaris sebagaimana tertuang
dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM
Nomor : M.02.PR.08.10 tentang Tata cara
PengangkatanAnggota, pemberhentian
Anggota, Susunan Organisasi, Tata Kerja
Majeli Pengawas.
Perkumpulan INI berkedudukan di ibu
kota Negara Republik Indonesia (pasal 2
Anggaran Dasar)
Perkumpulan berazaskan Pancasila (pasal
4 Anggaran Dasar)
Notaris Syafran
22
KEDUDUKAN HUKUM DAN
TANGGUNG-JAWAB UJIAN
KODE ETIK NOTARIS (UKEN) 2012
DALAM PIMPINAN KOLEGIAL
PENGURUS PUSAT
IKATAN NOTARIS INDONESIA
(PK PP INI)
Notaris Syafran
23

IKATAN NOTARIS INDONESIA (INI)
lahir pada tanggal 1 Juli 1908.
Sebelumnya INI bernama
de Nederlandsch – Indische
Notarieele Vereeniging.
Tercatat dengan jelas bahwa organisasi ini
telah disahkan oleh Pemerintah Kolonial
Belanda sebagai Badan Hukum melalui
Penetapan Pemerintah Kolonial Belanda
(Gouvernements Besluit) tanggal 5
September 1908, Nomor 9.
Dengan tempat kedudukan di Jakarta.
Notaris Syafran
24

INI berdiri sejak tanggal 1 – 7 – 1908
untuk waktu yang tidak ditentukan
lamanya ditegaskan kembali dalam
Aggaran Dasar INI Hasil Kongres XIX
Ikatan Notaris Indonesia,
Jakarta 28 Januari 2006.
Notaris Syafran
25

Perubahan anggaran dasar organisasi
dinyatakan sah dan sejak diumumkannya
anggaran dasar baru tersebut dalam
Tambahan Berita Negara Republik
Indonesia tanggal 6 Maret 1959 No 19,
nama perkumpulan de Nederlandsch –
Indische Notarieele Vereeniging
berubah menjadi:
IKATAN NOTARIS INDONESIA (INI).

Sejak saat itulah INI diakui sebagai satusatunya organisasi Notaris di Indonesia
sampai sekarang.
Notaris Syafran
26

Anggaran Dasar INI yang terakhir telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia tanggal 23 Januari 1995,
No: C2-10221.HT.01.06 Tahun 1995 dan
telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia tanggal 7 April 1995,
Nomor 28 Tambahan No. 1/P-1995.
Notaris Syafran
27



Oleh karena sesuatu dan lain hal yang telah
diketahui oleh anggota Ikatan Notaris Indonesia,
yang menghadiri Kongres XXI INI di Yogyakarta,
dan Kongres XXI INI (Lanjutan) di Jakarta,
pada tanggal 16 Juli 2012.
Berdasarkan butir Kedua dan Ketiga Keputusan
Presidium Kongres XXI Lanjutan Ikatan Notaris
Indonesia, tanggal 16 Juli 2012,
bahwa Kepengurusan Perkumpulan
sebagaimana yang diatur dalam AD dan ART INI
secara Kolektif Kolegial selama 1 (satu) tahun
terhitung 16 Juli 2012 – 16 Juli 2013.
Notaris Syafran
28

Kolektif Kolegial ini untuk selanjutnya disebut
PIMPINAN KOLEGIAL PENGURUS PUSAT
IKATAN NOTARIS INDONESIA
(PK PP INI).

Sesuai dengan Keputusan Presidium Kongres
tersebut, bahwa PK PP INI menjalankan
kepengurusan yang selama ini
dilakukan/dijalankan oleh Pengurus Pusat INI,
sehingga mempunyai kedudukan hokum, tugas
dan wewenang sebagaimana tersebut dalam
anggaran dasar/anggaran rumah
tangga/peraturan perkumpulan.
Notaris Syafran
29


Salah satu kepengurusan atau Program
Kerja PK PP INI yaitu
menyelenggarakan/melaksanakan UJIAN
KODE ETIK NOTARIS (UKEN) 2012
yang merupakan tanggungjawab
sepenuhnya PK PP INI yang setiap tahun
selalu dijalankan/dilakukan oleh PP INI.
Notaris Syafran
30

Bahwa UKEN ini sebagai salah satu syarat
pengangkatan Notaris sebagaimana disebutkan
dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Nomor :
M.01.HT.03.01 Tahun 2006 Tentang Syarat dan
Tata Cara Pengangkatan, Perpindahan, dan
Pemberhentian Notaris - Pasal 2 ayat (2) huruf f
bahwa dalam pengangkatan Notaris harus
melampirkan fotocopi sertifikat kode etik
yang diselenggrakan oleh Organisasi
Notaris yang disahkan Notaris.
Notaris Syafran
31

Ikatan Notaris Indonesia yang sekarang
kepengurusannya dijalankan secara
Pimpinan Kolektif sudah tentu
bertanggungjawab atas UKEN ini dan
sertifikat Kode Etik Notaris yang
diterbitkan oleh PK PP INI dijadikan
salah satu syarat untuk pengangkatan
Notaris sebagaimana tersebut di atas.
Notaris Syafran
32
Tujuan Perkumpulan INI
sebagaimana dalam pasal 7 Anggaran Dasar INI adalah :
1. Menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan serta
mengupayakan terwujudnya kepastian hukum.
2. Memajukan dan mengembangkan ilmu hukum pada
umumya dan ilmu serta pengetahuan dalam bidang
Notariat pada khususnya.
3. Menjaga keluhuran martabat serta meningkatkan mutu
Notaris selaku pejabat umum dalam rangka
pengabdiannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa
dan Negara.
4. Memupuk dan mempererat hubungan silaturahmi dan
rasa persaudaraan serta rasa kekeluargaan antara
sesama anggota untuk mewujudkan persatuan dan
kesatuan serta kesejahteraan segenap anggotanya.
Notaris Syafran
33
Keanggotaan Perkumpulan INI
(pasal 9 Anggaran Dasar dan pasal 2 ART)
1. Anggota perkumpulan terdiri dari :
a. Anggota biasa yang terdiri dari Notaris
yang telah mengangkat sumpah.
b. Anggota luar biasa yang terdiri dari
Candidat Notaris dan Werda Notaris.
c. Anggota Kehormatan yang terdiri dari
orang orang yang dianggap mempunyai jasa yang
luar biasa terhadap perkumpulan INI.
2. Setiap Notaris Indonesia menjadi anggota biasa
(mempunyai arti bahwa INI menganut stelsel pasif
dalam keanggotaannya)
3. Hal hal lain mengenai keanggotaan diatur dalam
Anggaran Rumah tangga .
Notaris Syafran
34
Perkumpulan mempunyai
alat perlengkapan organisasi berupa :
1. Rapat anggota
 Pada tingkat Nasional disebut
Kongres/Kongres Luar Biasa (pasal 15 ART)
 Pada tingkat Propinsi disebut Konferensi
Wilayah/Konferensi Wilayah Luar Biasa
(pasal 18 ART)
 Pada tingkat Kota atau Kabupaten disebut
Konferensi Daerah/Konferensi Daerah Luar
Biasa (pasal 20 ART)
Notaris Syafran
35



Struktur kepengurusan INI
Pada tingkat Pusat disebut Pengurus Pusat
(pasal 22 ART)
Pada tingkat Propinsi disebut Pengurus
Wilayah (pasal 23 ART)
Pada tingkat kota/kabupaten disebut
Pengurus Daerah (pasal 25 ART)
Notaris Syafran
36

Dewan Kehormatan diatur dalam pasal 27 , 28, 29 ART
adalah salah satu alat perkumpulan INI yang merupakan
badan yang mandiri dan bebas dari kepengurusan INI
yang mempunyai tugas untuk :
- Melakukan pembinaan, bimbingan,
pengawasan,pembenahan anggota dalam
menjunjung tinggi Kode Etik
- Memeriksa dan mengambil keputusan atas dugaan
pelanggaran ketentuan Kode Etik yang bersifat
internal atau yang tidak mempunyai kaitan dengan
kepentingan masyarakata secara langsung.
- Memberikan saran dan pendapat kepada Majelis
Pengawas atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan
Jabatan Notaris.
Notaris Syafran
37
MATERI UUJN
(Undang-Undang Nomor 30 Th 2004)




Notaris = pejabat umum berwenang membuat akta otentik
dan kewenangan lain sebagaimana disebut dalam UUJN
Profesi = bidang pekerjaan yang dilandasi:
- pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan dsb),
- bersifat terus menerus,
- mendahulukan pelayanan daripada imbalan,
- rasa tanggung jawab tinggi,
- berkelompok dalam suatu organisasi.
Jabatan notaris = mempunyai fungsi sebagai notaris
Profesi jabatan notaris = bidang pekerjaan dilandasi
keahlian membuat akta otentik dan kewenangan lainnya
oleh mereka yang berfungsi sebagai notaris dimaksud
dalam UUJN serta Kode Etik
Notaris Syafran
38
Asas Perjanjian
Wajib mentaati:
 Asas Kebebasan Berkontrak( Pasal 1338 KUHPerdata)
 Asas Konsensualisme
 Asas Pacta sun servanda( asas kepastian hukum)
 Asas kekuatan mengikat
 Asas kepastian hukum
 Asas Moral
 Asas kebiasaan
 Asas kepatutan
 Asas keseimbangan
 Asas kepercayaan
 Asas Itikad baik (Goede trouw)
Notaris Syafran
39
Syarat diangkat sbg Notaris:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
WNI
Bertaqwa kpd Tuhan YME
Berumur min 27 th
Sehat jasmani dan rohani
Berijazah SH, & MKn/SpN
Telah menjalani magang 12 bl berturut2 setelah
lulus MKn
Tdk berstatus pegawai neg,pejabat
neg,advokat,atau jabatan lain yg dilarang UU.
Notaris Syafran
40


a.
b.
c.
Sebelum menjalankan jabatannya,
Notaris wajib mengucapkan sumpah/janji(?)
menurut agamanya dihadapan
Menkumham/pejabat yg ditunjuk.
Paling lambat 2bln sejak tgl SK.
Dlm waktu 30hr sejak pengambilan
sumpah/janji,ybs wajib:
Menjalankan jabatannya dg nyata
Menyampaikan berita acr sumpah/janji kpd
Menteri,organisasi,dan MPD;dan
Menyampaikan alamat kantor,contoh tanda-tangan dan
paraf,serta teraan cap/stempel jabatan notaris berwarna
merah kpd Menkumham,dan pejabat lain;BPN,
INI,MPD,bupati/wlkota di tempat Notaris di angkat.
Notaris Syafran
41
Notaris berhenti/diberhentikan dg
hormat karena:
a.
b.
c.
d.
e.
Meninggal dunia;
Telah berumur 65 th,dpt diperpanjang 67th;
Permintaan sendiri;
Tdk mampu secara jasmani,rohani,lebih dari
3th secara terus menerus;
Merangkap jabatan sbg pns,pejabat
neg,advokat,atau jabatan lain yg dilarang
UU.
Notaris Syafran
42
Notaris dpt diberhentikan sementara
karena:
a.
b.
c.
d.
•
•
Dlm proses pailit/penundaan kewaj pembayaran utang;
Berada di bawah pengampuan;
Melakukan perbuatan tercela; atau
Melakukan pelanggaran thd kewajiban dan larangan jabatan.
Sebelum pemberhentian sementara dilakukan,Notaris diberi
kesempatan membela diri dihadapan Majelis Pengawas
secara berjenjang.
Pemberhentian sementara dilakukan
Menkumham,atas usul MPP.
Notaris Syafran
43




Notaris yg di berhentikan sementara karena
sedang dlm proses pailit/penundaan kewaj
pembayaran utang/sedang berada dibawah
pengampuan dpt diangkat kembali menjadi Notaris
oleh Menkumham setelah dipulihkan haknya.
Jika pemberhentian sementara berdasarkan
perbuatan tercelah dan melakukan pelanggaran thd
kewaj dan larangan jabatan,maka pemberhentian
sementara paling lama 6bl.
Notaris yg diangkat menjadi pejabat neg wajib
mengambil cuti;berlaku selama Notaris memangku
jabatan sbg pejabat negara; wajib menunjuk notaris
pengganti,kalau tdk,maka MPD dpt menunjuk Notaris
lain sbg pemegang sementara protokol.
Sementara untuk PPAT tdk ada cuti??
Notaris Syafran
44

a.
b.
c.
d.

Notaris dpt diberhentikan dg tdk hormat
oleh Menkumham atas usul MPP apb:
Dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yg
telah berkekuatan hk tetap;
Berada dibawah pengampuan secara terus menerus > 3
th;
Melakukan perbuatan yg merendahkan kehormatan dan
martabat jabatan notaris;
Melakukan pelanggaran berat thd kewajiban dan larangan
jabatan
Notaris dpt diberhentikan Menkumham,tanpa usulan
MPP,apb ybs dijatuhi pidana penjara berdasarkan put
pengadilan yg telah berkekuatan hk tetap yg di ancam
5 th atau lebih.
Notaris Syafran
45
Wewenang utama Notaris meliputi:
a.
b.
c.
Memb akta autentik mengenai semua perb
perjanjian,dan ketetapan yg diharuskan
oleh peraturan per-UU-an dan/ yg
dikehendaki oleh yg berkep unt dinyatakan
dlm akta autentik,
Menjamin kepastian tgl pembuat akta,dan
Menyimpan akta, memb grosse, salinan,
dan kutipan akta, semua nya itu sepanjang
pembuat akta2 itu tdk ditugaskan atau
dikecualikan kpd pejabat lain/org lain yg
ditetapkan oleh UU.
Notaris Syafran
46
Wewenang Notaris lainnya meliputi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
Mengesahkan tanda-tangan dan menetapkan
kepastian tgl surat di bawah tangan dg mendaftar dlm
buku khusus;
Membukukan surat2 di bawah tangan dg mendaftar
dlm buku khusus;
Memb kopidari asli surat2 di bawah tangan berupa
salinan yg memuat uraian sebagaimana di tulis dan di
gambarkan dlm surat ybs;
Melakukan pengesahan kecocokan fotokopi dg surat
aslinya;
Memberikan penyuluhan Hk sehubungan dg
pembuatan akta;
Membuat akta risalah lelang.
Notaris Syafran
47
Kewajiban Notaris meliputi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
Bertindak jujur,seksama,mandiri, tidak berpihak,dan
menjaga kepentingan pihak yg terkait dlm perbuatan
hukum;
Memb akta dlm bentuk Minuta akta dan
menyimpannya sbg bagian dari Protokol Notaris;
Mengeluarkan grosse akta, salinan akta,atau kutipan
akta berdasarkan minuta akta;
Memb pelayanan sesuai dg ketentuan dlm
UUJN,kecuali ada alasan unt menolaknya;
Merahasiakan sesuatu mengenai akta,kecuali UU
menentukan lain;
……….
Notaris Syafran
48
f.
g.
h.
i.
j.
Menjilid akta yg dibuatnya dlm 1 bl menjadi
buku yg memuat tdk lebih dari 50 akta dan
mencatat jlh minuta akta, bulan dan tahun
pembuatannya pada sampul setiap buku;
Membuat daftar dan akta protes thd tdk
dibayar/tdk diterimanya surat berharga;
Memb daftar akta yg berkenaan dg wasiat
menurut urutan waktu pembuatan akta setiap
bulan;
Mengirimkan daftar akta sebagaimana
dimaksud dlm huruf h atau daftar nihil yg
berkenaan dg wasiat ke daftar Pusat wasiat
Departemen yg tugas dan tgjw di bid
kenotariatan dlm waktu 5 hari pd mg pertama
setiap bulannya;
. …………
Notaris Syafran
49
j.
k.
l.
l.
Mencatat dlm reportorium tgl pengiriman
daftar wasiat pada setiap akhir bulan;
Memp cap/stempel yg memuat lambang
negara RI dan pada ruang yg melingkarinya
dituliskan nama,jabatan, dan tempat
kedudukan ybs;
Membacakan akta dihadapan penghadap dg
dihadiri oleh paling sedikit 2 org saksi dan
ditanda-tangani pd saat itu juga oleh
penghadap,saksi,dan Notaris;
Menerima magang calon Notaris.
Notaris Syafran
50
Notaris dilarang (Ps 17 UUJN):
a.
b.
c.
d.
e.
f.
Menjalankan jabatan diluar wil jabatan;
Meninggalkan wil jabatannya > 7 hr kerja
berturut2 tanpa alasan yg sah;
Merangkap sbg pegawai negeri, pejabat neg,
advokat, pemimpin,atau pegawai
BUMN,BUMD,BUMS;
Merangkap PPAT diluar jabatannya;
Menjadi notaris pengganti;
Melakukan pekerjaan lain yg bertentangan dg
norma agama,kesusilaan/kepatutan yg
mempengaruhi martabat kehormatan Notaris.
Notaris Syafran
51
Notaris Jabatan atau Profesi?



UUJN mempergunakan scr bersama2 institusi Notaris sbg
jabatan dan Not sbg profesi;spt dlm Konsiderans
Menimbang huruf C,yi bahwa Not merup Jabatan ttt yg
menjalankan Profesi dlm pelayanan hk kpd masyarakat.
Ps 1 angka 5: Organisasi Not adl Organisasi
profesi/jabatan yg berbentuk….;Padahal UU No.30 th
2004 disebut UUJN,bukan UU Profesi Notaris; adanya
inkonsistensi dlm penyebutan notaris sbg
jabatan/profesi?
Seharusnya cukup Notaris disebut sbg Jabatan.
Notaris Syafran
52
Menurut Izenic,Corak Not dibagi dua :
1. Notariat Functionel; dlm mana wewenang2
pem didelegasikan (gedelegeerd),dan demikian
diduga memp kebenaran isinya,memp kekuatan
bukti formal dan memp daya/kekuatan
eksekusi.(Objek TUN?)
2. Notariat professionel; dlm kelompok ini,
walaupun pem mengatur ttg organisasinya,tetapi
akta2 notaris itu tdk memp akibat2 khusus ttg
kebenaranya,kekuatan bukti/eksekutorial.
Notaris Syafran
53
Notaris Fungsional/Profesional?
Akta yg dibuat dihadapan/oleh Not Fungsional memp
kekuatan sbg alat bukti yg sempurna dan kuat,serta
memp daya eksekusi; akta spt ini harus dilihat Apa
adanya;jika ada pihak yg keberatan dg akta tsb maka
ybs harus membuktikannya.
2.
Notaris Fungsional menerima tugasnya dari neg dlm
bentuk delegasi dari neg,salah satu rationya,
Not memakai Lambang Garuda;oleh karena menerima
tugas dari neg sbg jab dari neg.
3. Not Ind,sebelumnya diatur oleh PJN (Reglement op het
Notarisambt) S,1860-3 sbg Ambt/Jabatan
1.
Notaris Syafran
54
Pejabat Umum


Terjemahan dari istilah Openbare Amtbtenaren
terdapat dlm Ps 1 PJN dan Ps.1868 BW
Ps 1 PJN: Notaris adl pejabat umum yg satu2nya
berwenang unt memb akta otentik mengenai
semua perb,perjanjian dan penetapan yg
diharuskan oleh suatu peraturan umum/oleh yg
berkepentingan dikehendaki unt dinyatakan dlm
suatu akta otentik,menjamin kepastian tgl nya,
menyimpan aktanya dan memb grosse, salinan dan
kutipannya, semuanya sepanjang pembuatan akta
itu oleh suatu peraturan umum tdk juga
ditugaskan/dikecualikan kpd pejabat/org lain.
Notaris Syafran
55


Ps 1868 BW : suatu akta otentik
ialah suatu akta yg dibuat dlm bentuk
yg ditentukan UU oleh/dihadapan
pejabat umum yg berwenang unt itu
di tempat akta itu dibuat.
Ps 1 UUJN: Notaris adl Pejabat
Umum yg berwenang unt memb akta
otentik dan kew lainnya sebagaimana
dimaksud dlm UU ini.
Notaris Syafran
56
Notaris suatu Jabatan Publik;
a.
b.
c.
d.
e.
Sebagai Jabatan; UUJN merup unifikasi di bid
pengaturan Jabatan Notaris; Jabatan Not merup suatu
lembaga yg diciptakan oleh neg, unt keperluan dan kew
tertentu;
Notaris memp kew ttt; setiap wewenang yg diberikan
kpd jabatan harus ada aturan hk nya (Ps 15 ay.1,2,3
UUJN;
Diangkat dan diberhentikan oleh Pem (Ps 2), namun dlm
menjalankan jabtannya:bersifat mandiri,tdk
memihak,dan independen;
Tdk menerima gaji/pensiun;
Akuntabilitas atas pekerjaannya kpd masy.
Notaris Syafran
57

1.
2.
3.

Ps 1869 BW; Akta otentik
terdegradasi menjadi kekuatan
pembuktian dibawah tangan dg
alasan:
Tdk berwenangnya pejabat umum ybs;
Tdk memp pejabat umum ybs;
Cacat dlm bentuknya;atau krn akta Not
dibatalkan berdasarkan put pengadilan yg
memp kekuatan hukum tetap.
Menjadi dasar unt menggugat Not
sbg perb melawan Hk.
Notaris Syafran
58
Kedudukan Akta Not sbg akta
dibawah tangan/batal demi
hk;tdk berdasarkan akta Not,tdk
memenuhi syarat subjektif dan
objektif,dlm hal ini:
a. UUJN telah menentukan syarat2 tsb
b. Not telah tdk cermat,tdk teliti dan tdk
tepat dlm menerapkan aturan hk yg
berkaitan pelaksanaan tugas jabatan
Not,maupun berkaitan dg isi akta,

Notaris Syafran
59
Tuntutan kpd Not berdasarkan
adanya:
1.
2.
a.
b.
Hub hk yg khas antara Not dg para
penghadap dg bentuk sbg perbuatan
melawan hk;
Ketidakcermatan,ketidaktelitian,dan
ketiktepatan dlm:
Teknik adm memb akta berdasarkan UUJN;
Penetapan berbagai aturan hk yg tdk didasarkan
kpd kemampuan menguasai keilmuan bid not scr
khusus dan hk pd umumnya.
Notaris Syafran
60
Sebelum Notaris dijatuhi sanksi
Perdata harus dibuktikan
dahulu:
a.
b.
c.
Adanya diderita kerugian;
Antara kerugian yg diderita dan
pelanggaran/kelalaian dari Notaris
terdapat hub. kausal;
Pelanggaran/kelalaian tsb
disebabkan kesalahan yg dpt
dipertgjw kpd Not ybs.
Notaris Syafran
61
Notaris dlm Gugatan Perdata.
 Yurisprudensi MA (Penting!!!)
Put MA No.702K/Sip/1973;
Not
fungsinya hanya mencatatkan/menuliskan
apa2 yg dikehendaki dan dikemukakan oleh
para pihak yg menghadap Notaris tsb. Tdk
ada kewajiban bagi not unt
menyelidiki scr materil apa2(hal2) yg
dikemukakan oleh penghadap dihadapan
not tsb.
Notaris Syafran
62

Berdasarkan Put MA tsb,jika akta yg
dibuat dihadapan/oleh Not bermasalah
oleh para pihak sendiri,maka hal tsb
menjadi urusan para pihak sendiri, Not tdk
perlu dilibatkan,dan Not bukan pihak
dlm akta.
Notaris Syafran
63
Notaris dan Hukum Pidana.
Pemidanaan Not dpt dilakukan dg batasan:
1. Ada tindakan hk dari Not thd aspek
lahir,formal,dan materil akta yg
sengaja,penuh kesadaran,serta
direncanakan.
2. Ada tindakan hk dari Not yg tdk sesuai dg
UUJN;
3. Tindakan Not tsb tdk sesuai menurut instansi yg
berwenang (Majelis Pengawas).
 Sanksi Pidana merup Ultimum
remedium,yi obat terakhir/upaya2
Notaris Syafran
64
terakhir.
Kewajiban Ingkar (Verschoningsplicht)
Notaris



Ps 16 ay.1e UUJN;bahwa Not berkewajiban
merahasiakan segala sesuatu mengenai akta yg dibuatnya
dan segala ket yg diperoleh guna pembuatan akta sesuai dg
sumpah/janji jabatan,kecuali UU menentukan lain.
Merupakan kelengkapan kpd Not dlm menjalankan tugas
jabatannya sbg kewajiban ingkar Notaris.
Apb Not melanggar,UU tdk memerintahkannya,maka atas
pengaduan pihak yg dirugikan maka pihak yg berwajib dpt
diambil tindakan thd Not tsb (Ps 22 ay.1,2 KHUP,yi
membongkar Rahasia).
Notaris Syafran
65


Dlm kedudukan Notaris sbg saksi
(perkara perdata) Not dpt minta
dibebaskan dari kewaj unt memb
kesaksian,karena jabatannya
menurut UU diwajibkan unt
merahasiakannya (Ps 1909 ay 3 BW).
Not memp kewaj ingkar bukan unt
kepentingan diri Not tapi unt kep para
pihak yg telah mempercayakan kpd
Not.
Notaris Syafran
66
PENGAWASAN NOTARIS


a.
b.
c.
Pengawasan Notaris dilakukan oleh
Menkumham dg membentuk majelis
Pengawas.
Majelis Pengawas berjumlah 9
orang , yg terdiri dari unsur:
Pemerintah sebanyak 3 org;
Organisasi Notaris sebanyak 3 org; dan
Ahli/akademisi sebanyak 3 org.
Notaris Syafran
67



a.
b.
c.
Jika disuatu daerah tdk terdapat unsur
instansi pemerintah sebanyak 3 org,maka
keanggotaan dlm Majelis Pengawas dari
unsur lain yg ditunjuk oleh menteri.
Sasaran kegiatan pengawasan meliputi
perilaku Notaris dan pelaksanaan
jabatan notaris.
Majelis Pengawas Notaris memiliki tingkatan
sbb:
Majelis Pengawas daerah;
Majelis Pengawas Wilayah;
Majelis Pengawas Pusat.
Notaris Syafran
68
MAJELIS PENGAWAS
DAERAH




MPD dibentuk di kabupaten/kota.
Keanggotaan MPD terdiri atas unsur2
Pem,Organisasi Not,dan ahli/akademisi di
daerah setempat masing2 sebanyak 3 org.
Ketua dan Wk Ketua MPD dipilih dari dan
oleh anggota. Masa jabatan MPD 3 th dan
dpt diangkat kembali.
MPD dibantu oleh seorang sekretaris/lebih yg
ditunjuk dlm rapat MPD.
Notaris Syafran
69
Wewenang MPD meliputi:
a.
b.
c.
d.
e.
Menyelenggarakan sidang unt memeriksa
Not adanya dugaan tindak pidana oleh
penyidik,penuntut umum/hakim,dan/adanya
pelanggaran kode etik notaris/ pelanggaran
pelaksanaan jabatan notaris(Ps.66 UUJN);
Melakukan pemeriksaan thd protokol notaris
secara berkala.
Memb izin cuti unt waktu sd 6 bl
Menetapkan notaris pengganti dg
memperhatikan usul notaris ybs.
………..
Notaris Syafran
70
e. Menentukan tempat penyimpanan
protokol notaris yg pd saat serah terima
protokol notaris telah berumur 25
th/lebih;
f. Menunjuk notaris yg akan bertindak sbg
pemegang sementara protokol notaris
yg diangkat sbg pejabat neg;
g. Menerima laporan dari masy mengenai
adanya dugaan pelanggaran kode etik
notaris atau pelanggaran dlm UUJN;
h. Memb dan menyampaikan laporan
sebagaimana dimaksud pada huruf
a,b,c,d,e,f,g kpd MPW.
Notaris Syafran
71
Kewajiban MPD,meliputi:
a.
b.
c.
d.
Mencatat pada buku daftar yg termasuk dlm
protokol notaris dg menyebutkan tgl
pemeriksaan, jumlah akta serta jumlah
surat di bawah tangan yg disahkan dan yg
dibuat sejak tgl pemeriksaan terakhir;
Membuat BAP dan menyampaikannya kpd
MPW setempat,dg tembusan kpd notaris
ybs,Organisasi Notaris,& MPP;
Merahasiakan isi akta dan hasil
pemeriksaan;
…………
Notaris Syafran
72
d. Menerima salinan yg telah disahkan
dari daftar akta dan daftar lain dari
notaris dan merahasiakannya;
e. Memeriksa laporan masy thd notaris
dan menyampaikan hasil pemeriksaan
tsb kpd MPW dlm waktu 30 hr,dg
tembusan kpd pihak yg
melaporkan,notaris ybs,MPP,dan INI;
f. Menyampaikan permohonan banding
thd keputusan penolakan cuti.
Notaris Syafran
73
PUTUSAN MPD: TIDAK DUA KALI
UNTUK HAL YG SAMA.
 Asas Ne bis in idem; suatu perkara
atau sengketa yg sama tdk boleh
diajukan untuk yg kedua kalinya.
 Agar adanya kepastian Hk.
 Putusan MPD unt melaksanakan Ps 66
UUJN yg berkaitan dg permintaan
penyidik,hakim,atau kejaksaan
bersifat final.
Notaris Syafran
74
Objek Pemeriksaan MPD.
 Dlm tataran aturan Hk, MPD harus
menempatkan akta notaris sbg
objek karena notaris dlm
menjalankan tugas jabatannya
berkaitan unt memb dokumen hk
berupa akta sbg alat bukti tertulis yg
berada dlm ruang lingkup hk perdata.
 Bukan menempatkan Notaris sbg
objek; MPD berarti akan memeriksa
tindakan/perbuatan notaris dlm
menjalankan tugas jabatannya?.
Notaris Syafran
75
Batasan MPD Melakukan Pemeriksaan
a.
b.
c.
Kekuatan Pembuktian Lahiriah Akta Not; MPD
harus dpt membuktikan otensitas akta notaris tsb.
MPD harus melak pembuktian terbalik unt menyangkal
aspek lahiriah dari akta notaris,jika tdk mampu harus
melihat akta tsb apa adanya,bukan ada apanya?
Kekuatan Pembuktian Formal Akta Notaris; MPD
harus dpt membuktikan ketidakbenaran apa yg
dilihat,disaksikan, dan didengar notaris,juga
pernyataan/ket para pihak yg diberikan/disampaikan
kpd notaris.
Kekuatan Pembuktian Materil Akta Notaris; MPD
harus membuktikan bahwa notaris tdk menerangkan/
menyatakan yg sebenarnya dlm akta (akta pejabat) /
para pihak yg telah benar berkata (dihadapan Not)
menjadi tdk berkata benar.
Notaris Syafran
76
MPD menyetujui/menolak kaitan Ps 66 UUJN
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Ada penyangkalan keabsahan tanda tangan dari para pihak yang
menandatangani akta pada minuta akta ;
Ada penyangkalan keabsahan tanda tangan pada dokumen yang
dilekatkan pada minuta akta ;
Ada ahli waris pembuat akta, atau penerima hak dari pembuat akta atau
pihak yang berkepentingan pada akta menyatakan bahwa pada
tanggal pembuatan akta, pembuat akta telah meninggal dunia ;
Ada keterangan palsu yang dimasukkan dalam minuta akta ;
Dokumen yang dilekatkan atau dilampirkan pada minuta akta palsu ;
Ada dokumen palsu yang dilekatkan atau dilampirkan pada minuta akta
Ada pengurangan atau penambahan angka, kata atau kalimat pada
minuta akta yang merugikan pihak lain ;
Ada dugaan Notaris melakukan pemunduran tanggal akta yang
merugikan pihak lain ;
Belum gugur hak menuntut berdasarkan ketentuan tentang daluarsa
dalam peraturan perundang-undangan di bidang pidana.
Diluar point a sd i diatas, MPD, menolak Surat panggilan dari
penyidik, penuntut, maupun peradilan.
Notaris Syafran
77
MAJELIS PENGAWAS
WILAYAH


a.
b.
c.
1.
2.
MPW dibentuk dan berkedudukan di
ibukota propinsi; keanggotaan,dll,= MPD
Kewenangan MPW:
Menyidangkan atas laporan masy,dan
memanggil Not ybs unt pemeriksaan;
Memb izin cuti > 6bl sd 1th
Mengusulkan pemb sanksi thd not kpd
MPP;
Pemberhentian sementara, 3 sd 6bl;
Pemberhentian dg tdk hormat.
Notaris Syafran
78
MAJELIS PENGAWAS
PUSAT


a.
b.
MPP dibentuk dan berkedudukan di
ibukota Jkt; yl idem MPD/MPW.
MPP berwenang:
Memeriksa dan mengambil keput dlm tk
banding thd penjatuhan sanksi & penolakan
cuti;
Menjatuhkan sanksi pemberhentian
sementara/dg tdk hormat
Notaris Syafran
79
Perlindungan Hk thd Saksi Akta
Notaris.



Kedudukan saksi notaris berbeda dg saksi pd umumnya.
Saksi akta notaris merup para saksi yg ikut di dlm pemb
terjadinya akta(instrumen). Dg jalan membubuhkan
tanda-tangan mereka, mereka memb kesaksian ttg
kebenaran adanya dilakukan dan dipenuhinya
formalitas2 yg diharuskan oleh UUJN,yg disebutkan dlm
akta tsb
Salah satu syarat formal akta not sbg mana disebut dlm
Ps 38 UUJN,dan mengenai saksi(instrumentair) ini
ditegaskan dlm Ps 38 ay.4c UUJN;bahwa pd akhir akta
harus memuat nama lengkap,tempat dan tgl
lahir,pekerjaan,jabatan,kedudukan,dan tempat tinggal
saksi; kalo tdk ada maka akta tsb menjadi akta
dibawah tangan (Ps 1869
– 1870 BW)
Notaris Syafran
80


Ketika notaris oleh MPD tdk
diperkenankan unt memenuhi
panggilan penyidik,berarti akta tsb
telah benar scr Hk; karenanya tdk
perlu lagi penyidik mengambil
tindakan Hk lain,yi dg cara memanggil
saksi akta unt dimintai keterangan.
Saksi akta merupakan bagian yg tdk
terpisahkan dari formalitas2 akta not
sbg akta otentik.
Notaris Syafran
81
Notaris bukan Pihak dlm Akta yg
dibuatnya.



Ps 38 ay.2d UUJN; Pada awal/kepala akta memuat nama
lengkap dan tempat kedudukan notaris.
Ps.44 ay.1 UUJN pd akhir akta wajib dicantumkan tandatangan notaris.
Pencantuman nama dan tanda-tangan notaris merupakan
perintah UUJN,krn merup bgn dari syarat formal akta
notaris; bahkan jika tdk dipenuhi sbg mana disyaratkan
Ps 38,akta tsb hanya memp kekuatan pembuktian sbg
mana Ps 84,dan juga kekuatan pembuktian sbg tulisan
dibawah-tangan jika diteken para pihak (Ps 1869 BW).
Notaris Syafran
82



Pencantuman nama & tanda-tangan Not
sering ditafsir Not sbg pihak di dlm akta; shg
jika akta dipersalahkan Not sering ditempatkan
sebagai tergugat/turut tergugat/saksi/tersangka/
terdakwa.
Menempatkan kedudukan Not spt itu salah kaprah
/tdk memahami kedudukan Not dlm sistem Hk
Nasional.
Ps 38 ay.3c UUJN: isi akta yg merupakan
kehendak dan keinginan para penghadap
sendiri,bukan keinginan Not; Not hanya
membingkainya dlm bentuk akta not sesuai UUJN.
Notaris Syafran
83


Dan suatu yg tdk tepat apb Not
ditempatkan sbg saksi atas akta
yg dibuat dihadapan/oleh not
tsb; krn akta not telah
dikonstruksikan memp kekuatan
pembuktian yg sempurna shg
siapapun terikat dg akta tsb.
Akta Not harus dinilai apa
adanya,dan setiap org harus
dinilai benar berkata spt itu yg
dituangkan dlm akta not ybs
Notaris Syafran
84
 Keberadaan
notaris sebagai
Pejabat Umum yang
berwenang memuat akta
otentik bersumber dari Pasal
1868 KUH Perdata
yang kemudian melahirkan UU
No. 30 Tahun 2004 tentang
Jabatan Notaris (UUJN)
Notaris Syafran
85

1.
2.
3.
4.
Beberapa asas atau nilai yang harus
dijaga seorang notaris yaitu :
Jujur, seksama, mandiri, tidak berfihak, dan
menjaga kepentingan pihak yang terkait
dalam perbuatan hukum;
Memberikan pelayanan sesuai dengan UU,
kecuali ada alasan untuk menolaknya;
Merahasiakan segala sesuatu mengenai akta;
Unsur professional lain “good faith”, taat pada
kebenaran (fidelity), fairness and integrity);
Notaris Syafran
86
PERTANYAAN &
KASUS
Notaris Syafran
87
PERTANYAAN & KASUS
EFEKTIVITAS MPD DALAM PEMANGGILAN NOTARIS
SEBAGAI PEJABAT UMUM

Bersama surat ini, mohon di berikan saran dan masukan menurut
hukum, dalam kaitan dengan, beberapa hal yang ingin saya
tanyakan, antara lain:
saya pernah diberi Surat panggilan oleh Majelis Pengawas Daerah
Notaris (MPD), di tempat domisili kantor saya, dalam kaitannya
dengan Surat Permohonan dari Penyidik, adanya tuduhan dugaan
tindak pidana, terhadap akta yang pernah saya buat untuk
memenuhi undangan panggilan terhadap Surat Permohonan
tersebut, tapi pada waktu itu, karena kesibukan saya sebagai
Notaris yang tidak dapat saya tinggalkan, sehingga setelah itu, 2
(dua) minggu kemudian ada surat dari penyidik, agar saya dapat
memenuhi panggilan, dengan membawah akta-akta sesuai yang
diminta dalam surat tersebut.
Notaris Syafran
88
Pertanyaan :
1.
2.
3.
4.
Apakah saya wajib memenuhi panggilan dari
pihak penyidik tersebut?
Adakah Upaya hukum dari Notaris terhadap
tuduhan / keputusan yang tidak tepat, atau salah
yang dilakukan oleh MPD?
Bagaimana menurut Pengasuh, kalau ada
perbedaan
persepsi,
adanya
dugaan
pidana,antara MPD dengan Notaris?
Saya juga sebelumnya, pernah dipanggil oleh
MPD, untuk yang kedua kalinya, dalam kasus
yang sama, padahal dalam panggilan pertama,
sudah ada keputusan MPD, bahwa surat
permohonan dari penyidik tersebut tidak
disetujui?
Notaris Syafran
89
Jawaban:
1. Dalam hal ini Pihak Penyidik mengacu kepada ketentuan di dalam
Pasal 6, 12, dan 18 Permenkumham Nomor: M.03.HT.03.10 Tahun
2007 yang menyatakan antara lain tengat waktu 14 hari bagi MPD
untuk memberikan persetujuan atau tidak menyetujui, jika tidak ada
jawaban dalam tengat waktu itu (14 hari), maka MPD dianggap
menyetujui permohonan tersebut.
Jadi menurut pengasuh, dalam kasus ini, hendaknya sdr dapat
memenuhi panggilan tersebut.
Kedepan, memang untuk menyikapi pasal tersebut di atas,masih
dirasakan, kurang memenuhi rasa keadilan bagi Notaris, mengingat
di lapangan banyak terjadi minimnya tertib administrasi di MPD,
kurangnya pendanaan dari Pemerintah bahkan masih ada dijumpai
alamat Notaris yang bersangkutan tidak jelas, atau bahkan tidak
terdaftar di MPD, atau ada Notaris yang telah pindah alamat tidak
melapor kepada MPD alamatnya yang baru. Pengasuh berpandangan
sudah selayaknya mendudukan harkat, martabat, fungsi,
kewenangan dan kewajiban seorang Notaris sebagaimana yang
seharusnya, bukan sebagaimana adanya.
Notaris Syafran
90
2.Keputusan
dari
Majelis
Pengawas Daerah( MPD),
adalah bersifat final, artinya
tidak ada upaya hukum yang
lain, misalnya banding, dan
lainnya.
Jadi
kalau
sdr
menganggap
keputusan
tersebut dianggap salah atau
keliru, maka sdr dapat
Notaris Syafran
91
3. Dalam hal ini memang harus ada
keseragaman MPD, dalam memutuskaitan
dengan Ps 66 UUJN;bahwa Objek dalam
Pemeriksaan adanya dugaan tindak pidana,
berkaitan dengan minuta akta,dan/atau
surat-surat yang dilekatkan pada minuta
akta,atau
protokol
Notaris
dalam
penyimpanan
Notaris
saja,
bukan
Notaris(orang yg melaksanakan jabatan
notaris).
Notaris Syafran
92
Lanjutan……

MPD dapat memberikan persetujuan terhadap pemanggilan
penyidik,menurut
M.03.HT.03.10
Th
2007
Permenkumham,apabila: adanya dugaan tindak pidana ;mis.
keterangan palsu, antara lain: ada dugaan yg berkaitan
dengan membuat surat palsu(Pasal 263 ayat 1 KUH Pidana);
yang dimaksud dengan membuat surat
palsu adalah
membuat yang isinya bukan semestinya (tidak benar), atau
membuat surat sedemikian rupa, sehingga menunjukkan
asal surat itu yang tidak benar dari orang yang menerangkan
kepadanya; Contoh: Notaris
diduga menuliskan dalam
aktanya lain dari pada hal yang diceritakan kepadanya oleh
orang yang membuat akta: ada dugaan yg berkaitan dengan
memalsu surat(Pasal 263 ayat 1 KUH Pidana);
yang
dimaksud dengan memalsu surat adalah mengubah surat
sedemikian rupa, sehingga isinya menjadi lain dari isi yang
asli atau sehingga surat itu menjadi lain dari pada yang asli.
Notaris Syafran
93
Lanjutan……

Caranya memalsu surat itu bermacam-macam, tidak senantiasa
perlu bahwa surat itu diganti dengan yang lain, dapat pula
dilakukan dengan jalan mengurangkan, menambah atau merubah
sesuatu dari surat itu. Memalsu tanda tangan masuk pengertian
memalsu surat dalam Pasal 263 KUH Pidana; ada dugaan yang
berkaitan dengan menyuruh menempatkan keterangan palsu
kedalam akta (Pasal 266 KUH Pidana), maksudnya Pasal ini adalah
orang menyuruh menempatkan keterangan yang tidak benar dalam
akta otentik; Contoh: Ada orang membuat akta peralihan atau
penjaminan barang, ternyata barang tersebut milik orang
lain;Disamping itu ada ahli waris pembuat akta yang menyatakan
bahwa pada tanggal pembuatan akta pembuat akta telah meninggal
dunia; belum daluwarsa penuntutannya menurut KUHP (Pasal 76
s/d Pasal 82), ada penyangkalan keabsahan tandatangannya, ada
dugaan pengurangan atau penambahan dari minuta atau ada
dugaan Notaris melakukan pemunduran tanggal Akta (antidatum).
Diluar hal-hal tersebut maka MPD harus menolak atau tidak
menyetujui terhadap Surat Permohonan dari Penyidik, Penuntut
Umum, atau Hakim tersebut.
Notaris Syafran
94
4. Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPD)
yang telah memeriksa Notaris dalam
memenuhi panggilan penyidik, Penuntut
Umum, atau Hakim, dan telah diputus
oleh MPD, maka kasus tersebut tidak
dapat diajukan kedua kalinya (asas ne
bis in idem), agar adanya kepastian
hukum.
Notaris Syafran
95
Pertanyaan & Kasus
Notaris dalam Jeratan Hukum

Dalam kesempatan ini, izinkanlah saya menyampaikan
suatu hal yang pernah saya alami, yakni saya pernah
mendapatkan surat panggilan dari Majelis Pengawas
Notaris Daerah, adanya dugaan tindak pidana dari
penyidik terhadap akta yang pernah saya buat, dimana
diduga adanya dokumen palsu yang dilekatkan atau
dilampirkan pada minuta akta sehingga ada pihak yang
merasa dirugikan, dan melaporkan hal tersebut kepada
Polres setempat. Pada waktu dipanggil dihadapan
anggota MPD saya telah menjelaskan semua, sepanjang
sepengetahuan saya, tidak ada dokumen yang
dipalsukan, namun tetap saja MPD menyetujui surat
panggilan dari penyidik.
Notaris Syafran
96
Pertanyaan:
1.
2.
3.
4.
Apakah Notaris dalam hal ini dapat dikenakan sanksi
pidana?
Kalau ada pihak yang merasa dirugikan, apakah
juga Notaris dapat dikenakan sanksi perdata?
Adakah alasan pembenar yang menghapus
perbuatan melawan hukum tersebut?
Dalam kesempatan yang baik ini, saya juga mohon
pandangan dan pendapat dari pengasuh mengenai
kisru Konggres INI di Jogja, yang gagal memilih
Ketua Umum, yang berakhir adanya somasi/gugatan
di Pengadilan?
Notaris Syafran
97
Jawaban:
1.




Notaris dapat dikenakan sanksi pidana, dengan
catatan pemidanaan dapat dilakukan dengan batasan
sebagai berikut:
Ada tindakan hukum dari Notaris terhadap
aspek
lahir,formal,dan materil akta yang sengaja,penuh
kesadaran,serta direncanakan.
Ada tindakan hukum dari Notaris yg tidak sesuai
dengan UUJN;
Tindakan Notaris
tersebut
tidak sesuai menurut
instansi yang
berwenang (untuk menilai tindakan
Notaris, dalam hal ini Majelis Pengawas Notaris ).
Sanksi Pidana merup Ultimum remedium,yakni obat
terakhir/upaya-upaya terakhir.
Notaris Syafran
98
Lanjutan……






Tuntutan kepada Notaris berdasarkan adanya:
Hubungan hukum yang khas antara Notaris dengan
para penghadap dengan
bentuk sebagai perbuatan
melawan hukum;
Ketidakcermatan,ketidaktelitian,dan ketiktepatan dalam:
Teknik administrasi membuat akta berdasarkan UUJN;
Penetapan berbagai aturan hukum yang tidak didasarkan
kepada kemampuan menguasai keilmuan bidang notaris
secara khusus dan hukum pada umumnya.
Notaris yang turut serta terlibat melakukan atau
membantu terjadinya perbuatan tercela, bahkan
kejahatan dan lebih jauh lagi kejahatan terorganisasi.
Notaris Syafran
99
Lanjutan………







Dalam hal ini perbuatan tercela yang dilakukan mulai dari pelanggaran-pelanggaran
terhadap etika profesi dan disiplin, kealpaan (negligence) kesemberonoan
(recklessness) yang menjurus pada kesengajaan kemungkinan (dolus eventualis)
sampai dengan “deliberate dishonesty” berupa kesengajaan jahat (dolus malus).
Dari sisi moral berlakulah prinsip-prinsip kode etik yang ditetapkan dan ditegakkan
oleh organisasi profesi (mis. Kode Etik Notaris dan Kode Etik PPAT) ;
Dari sisi hukum perdata (mis. KUH Perdata, UU PT ) berakibat sanksi gugatan ganti
rugi akibat cidra janji (wanprestatie)
atau perbuatan melanggar hukum
(onrechtmatige daad/1365 KUH Perdata) ;
Dari sisi hukum administrasi berlakukalah sanksi peraturan jabatan dan disiplin dalam
Pasal 85 UUJN (mulai dari tegoran lisan, tegoran tertentu, pemberhentian sementara,
pemberhentian dengan hormat s/d pemberhentian dengan tidak hormat) ;
Dan dari segi hukum pidana tak dapat dihindari penerapan pidana perampasan
kemerdekaan atau denda serta pidana tambahan terhadap perbuatan yang melawan
hukum (wederrechtelijk)
Pelbagai sanksi ini dapat bersifat simultan dan tidak menyebabkan “ne bis in idem”
satu sama lain.
Dalam tindak pidana, unsur pelanggaran sekaligus terhadap kode etik dan hukum
administratif akan memperkuat unsur sifat melawan hukumnya perbuatan yang
merupakan salah satu syarat pemidanaan.
Notaris Syafran
100
2. Notaris dapat saja dijatuhi sanksi Perdata, namun sebelum Notaris
dijatuhi sanksi Perdata harus dibuktikan dahulu:
 Adanya diderita kerugian;
 Antara kerugian yg diderita dan pelanggaran/kelalaian dari Notaris
terdapat hubungan. kausal;
 Pelanggaran/kelalaian tersebut
disebabkan kesalahan yang dapat
dipertanggung-jawabkan kepadan Notaris yang bersangkutan
 Agar juga diperhatikan; ada Yurisprudensi Mahkama Agung yakni
Putusan
MA No.702K/Sip/1973; Notaris
fungsinya hanya
mencatatkan/menuliskan apa-apa
yang dikehendaki dan
dikemukakan oleh para pihak yang menghadap Notaris tersebut.
Tidak ada kewajiban bagi notaris untuk menyelidiki secara materil
apa-apa
yg dikemukakan oleh penghadap dihadapan
Notaris
tersebut.
 Berdasarkan Putusan MA tersebut,jika akta yg dibuat dihadapan/oleh
Notaris bermasalah oleh para pihak sendiri,maka hal tsb menjadi
urusan para pihak sendiri, Notaris tidak perlu dilibatkan,dan Notaris
bukan pihak dalam akta.
Notaris Syafran
101
3.




Alasan Pembenar apakah, yang dapat menghapus
perbuatan melawan Hukum?
Dalam setiap tindak pidana bisa diajukan alasan
pembenar yang bisa menghapuskan unsur sifat
melawan
hukum
perbuatan
(fait
justificatif,
rechtsvaardigingsgrond) sebagai berikut :
Melaksanakan peraturan perundang-undangan (in
according with regulation) (Pasal 50 KUHP);
Melaksanakan perintah jabatan yang sah (lawful order)
(Pasal 51 ayat 1 KUHP);
Karena pembelaan darurat (noodweer/self defence)
(Pasal 49 ayat 1 KUHP);
Keadaan darurat (state of necessity) ;
Notaris Syafran
102
Lanjutan………
Ada juga alas an pembenar yang tidak
tertulis,antara lain:
 Tidak bertentangan dengan hukum yang hidup dalam
masyarakat (absence of substantive unlawfulness) ;
 Eksepsi kedokteran;
 Persetujuan (consent);

Seorang notaris “seharusnya patut menduga” bahwa
perbuatannya salah dengan segala akibatnya. Notaris
sebagai professional dengan pengetahuan dan
ketrampilan setingkat master sulit sekali dikatakan
kurang ketrampilan, kurang pengalaman atau kurang
pengetahuan.
Notaris Syafran
103
Lanjutan…..
Sedangkan alasan pemaaf yang bisa menghapuskan
kesalahan (fait d’excuse, schulduitsluitingsgrond) adalah :
 Tidak mampu bertanggungjawab (insanity) (Pasal 44
KUHP);
 Tidak mengetahui atau sesat mengenai keadaan yang
merupakan unsur tindak pidana ;
 Karena daya paksa (overmacht, compulsion);
 Pembelaan darurat
yang melampaui batas (excessive
self-defence) (Pasal 49 ayat 2 KUHP) ;
 Melaksanakan perintah jabatan dengan itikad baik dan
dalam lingkup kewenangannya (unlawful order seeming
to be lawful) (Pasal 51 ayat 2 KUHP);
Notaris Syafran
104
Lanjutan…….
Alasan lain yang tidak tertulis, antara lain:
 Tidak
ada kesalahan sama sekali
(afwezigheid van alle schuld/AVAS, no
fault);

Di bawah umur;
Notaris Syafran
105
4. Dalam hal ini sangat disayangkan terjadinya kisru Konggres
INI di Jogja, yang gagal memilih Ketua Umum, apalagi
berakhir adanya somasi/gugatan di Pengadilan. Kalo saja
semua pihak mentaati aturan Perkumpulan (INI), asas dan
nilai yang harus dijaga oleh Notaris,tentulah hal tersebut
dapat dihindari. Saran saya sebaiknya penyelesaian kisru ini
dapat diselesaikan dengan baik, secara musyawarah
mufakat di dalam internal perkumpulan sendiri; kalau
memang ada hal yang diduga oleh Tim Pengawas, sebaiknya
pihak yang dituduh dapat mengklarifikasi hal tersebut
berdasarkan bukti-bukti yang ada,sehingga permasalahan
tersebut cepat selesai,dan roda Perkumpulan dapat berjalan
efektif, dan legitemate,sehingga masih banyak hal yang
lebih besar butuh penyelesaian segera diatasi untuk
kepentingan organisasi dan seluruh Notaris di Indonesia,
misalnya Pembahasan RUU UUJN, yang sudah sangat
mendesak.
Notaris Syafran
106
Pertanyaan dan Kasus
Kekuatan Hukum Cover note
Sebagai syarat efektif penarikan
Kredit

Saya seorang karyawati Bank di Jakarta, kebetulan dibagian Risk
Management, banyak permasalahan proses pengurusan, pengikatan
jaminan kredit yang dilakukan oleh Notaris bermasalah, tidak selesai,
bahkan ada yang timbul sengketa hukum, diantaranya, ada pengikatan kredit
yang jaminannya suatu perkebunan kelapa sawit, status SKT, yang nantinya
akan ditingkatkan menjadi Sertifikat HGU, dan setelah itu diikat Hak
Tanggungan. Dalam proses pengurusan, Perjanjian kredit, sampai
pengikatan, pendaftaran jaminan diserahkan kepada Notaris/PPAT rekanan
bank. Setelah penanda-tanganan akta, notaris mengeluarkan cover note,
yang menyatakan bahwa tanah/jaminan, sedang dalam proses pengurusan
pensertifikatan SHGU, dan setelah itu akan diikat Hak Tanggungan, kalau
selesai akan diserahkan ke Bank. Dari keterangan tersebut pihak bank
mencairkan kredit, karena salah satu persyaratan pencairan, minimal ada
cover note notaris. Sekarang ini pengurusan sertifikat HGU tersebut tidak
kunjung selesai, bahkan sengketa di Pengadilan.
Notaris Syafran
107
Pertanyaan:


Apakah covernote dari notaris tersebut
mempunyai kekuatan hukum yang kuat,
apabila kredit sudah dicairkan kepada
debitur dan ternyata agunan oleh notaris
tidak kunjung diserahkan ke Bank?
Bagaimana
terhadap
tanggung-jawab
hal
tersebut
Notaris Syafran
notaris
diatas?
108

Jawaban:
Cover note berasal dari bahasa Inggris
yang terdiri dari dua kata, yakni cover dan
note, dimana cover berarti tutup dan note
berarti tanda catatan. Maka cover note
berarti tanda catatan penutup. Dalam
istilah kenotariatan arti dari cover note
adalah surat keterangan, yakni surat
keterangan
yang
dikeluarkan
oleh
seorang Notaris yang dipercaya dan
diandalkan atas tanda tangan, cap, dan
segelnya guna untuk menjamin dan
sebagai alat bukti yang kuat.
Notaris Syafran
109
Lanjutan……

Cover note dikeluarkan oleh Notaris karena Notaris
belum tuntas pekerjaannya dalam kaitannya dengan
tugas dan kewenangannya untuk menerbitkan akta
otentik. Jika dicermati tugas dan kewenangan Notaris
dalam Undang-Undang Jabatan Notaris tidak ada satu
pasalpun yang menegaskan bahwa Notaris dapat
mengeluarkan cover note untuk menerangkan bahwa
akta yang akan dikeluarkan masih dalam proses
berjalan. Untuk menerangkan bahwa sertifikat hak
tanggungan sebagai rumusan atau prasyarat lahirnya
perjanjian ikatan jaminan dari perjanjian pencairan
kredit oleh Bank, kemudian Bank dapat melakukan
pencairan
kredit.
Notaris Syafran
110
Lanjutan……

Pasal 15 Undang-undang Nomor 30 tahun 2004
tentang
Jabatan
Notaris:
1. Notaris berwenang membuat akta otentik mengenai
semua perbuatan, perjanjian, dan ketetapan yang
diharuskan oleh peraturan perundang-undangan dan/
atau yang dikehendaki oleh yang berkepentingan untuk
dinyatakan dalam akta otentik, menjamin kepastian
tanggal pembuatan akta, menyimpan akta, memberikan
grosse, salinan dan kutipan akta, semuanya itu
sepanjang pembuatan akta-akta itu tidak juga
ditugaskan atau dikecualikan kepada pejabat lain atau
orang lain yang ditetapkan oleh Undang-undang.
Notaris Syafran
111
Lanjutan……
2.
Notaris
berwenang
pula:
a. Mengesahkan tanda tangan dan menetapkan kepastian
tanggal surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam
buku
khusus.
b. Membukukan surat-surat di bawah tangan dengan
mendaftar
dalam
buku
khusus.
c. Membuat kopi dari asli surat-surat di bawah tangan berupa
salinan yang memuat uraian
sebagaimana ditulis dan
digambarkan
dalam
surat
yang
bersangkutan.
d. Melakukan pengesahan kecocokan foto kopi dengan surat
aslinya.
e. Memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan
pembuatan
akta.
f. Membuat akta yang berkaitan dengan pertanahan.
g.
Membuat
akta
risalah
lelang
Notaris Syafran
112
Lanjutan…..

Tidak ada satu pasal pun yang dapat ditafsirkan
sebagai kewenangan Notaris untuk mengeluarkan
surat keterangan yang disebut sebagai Cover
note. Oleh karena itu jika dilihat bagaimana kekuatan
mengikatnya, dengan hanya melihat cover note yang
biasa dijadikan jaminan oleh Bank. Cover note bukan
akta otentik, oleh karena tidak ditegaskan dalam undangundang
perihal
kewenangan
Notaris,
untuk
mengeluarkan akta otentik. Apalagi dalam UUJN tidak
pernah ada satu pasal yang mengindikasikan sebagai
akta otentik, tetapi ia hanya berupa surat keterangan.
Sehingga jika dipandang secara hukum memang pada
kenyataannya cover note tidak memiliki kekuatan hukum
yang mengikat dan sempurna.
Notaris Syafran
113
Lanjutan…..

Menurut pengasuh mestinya bank jangan segampang itu
mencairkan kredit, atas dasar cover note notaris, tetapi Bank tetap
berpegang pada prinsip kehati-hatian; yakni Prinsip 5C
(Character,Capital,Capacity, Collateral,Condition of Economy),
Prinsip 4-P (Personality, Purpose,Prospect ,Payment), Prinsip 3-R
(Return,Repayment,Risk Bearing Ability). Oleh karena itu Bank
biasanya mencari sumber, history, kejelasan bukti kepemilikan,
bahkan oleh Bank mendapat keterangan dari tanah yang menjadi
objek hak tanggungan tersebut melalui permintaan tanda tangan
dari semua pemilik yang berdekatan dengan batas-batas tanah
tersebut, selebihnya juga mendapat keterangan melalui tanda
tangan dari kepala desa/ camat/ lurah dimana tanah yang menjadi
objek jaminan tersebut terletak .Pastikan dulu proses
persertifikatan, baik data fisik, maupun yuridis sudah dijalankan
secara sempurna, minimal sampai terbit SK.
Notaris Syafran
114
Lanjutan…….

Cover note hanya berisi surat keterangan
maka ia adalah bukan produk hukum
sebagai bukti agunan seperti sertifikat
APHT dan Fidusia. Sehingga cover note
tidak mungkin memilki kekuatan hukum
yang mengikat secara hukum (legal
binding) bagi debitur pemberi hak
tanggungan dan kreditur pemegang hak
tanggungan.
Notaris Syafran
115
Lanjutan…….

Cover note hanya dapat dikatakan mengikat secara moral
yang muncul berdasarkan praktik dan kebutuhan, dan
mengikatnya itu hanya mengikat Notaris apabila Notaris
tersebut tidak menyangkal tanda tangannya. Cover note
bukan bukti agunan kredit, hanya keterangan Notaris/ PPAT
selaku pejabat yang membuat akta tersebut bahwa telah
terjadi pengikatan kredit atau jaminannya, untuk itulah
sebaiknya cover note tersebut harus diuji oleh bank,
terhadap kebenarannya; dan sebaiknya didukung data-data
formil lainya sesuai kebutuhan, dan pihak bank dapat
menolak, jika Covernote tersebut ternyata tidak benar.
Apabila hal-hal yang telah dibuat/dinyatakan dalam
cover note tidak benar, maka hal tersebut menjadi
tanggungjawab
Notaris
sepenuhnya,
dengan segala akibat hukumnya.
Notaris Syafran
116
Lanjutan……..

Notaris dalam membuat dan mengeluarkan Covernote tersebut di
luar kewenangan sebagai notaris. Covernote Notaris tidak memiliki
kekuatan hukum sebagai ambtelijke acte, sehingga tidak memiliki
kekuatan pembuktian yang sempurna, melainkan hanya memiliki
kekuatan pembuktian sebagai petunjuk ke arah pembuktian atau
dapat dipakai sebagai alat bukti tambahan, dan sepenuhnya
tergantung kepada penilaian hakim sebagaimana ditentukan dalam
Pasal 1881 ayat 2 KUH Perdata, Covernote tidak diatur dalam
Undang-undang Jabatan Notaris (UUJN), maka akibat yang
ditimbulkan oleh adanya covernote berlaku ketentuan hukum
umum, baik secara perdata maupun pidana. Oleh karenanya bentuk
pertanggungjawaban yang dapat dituntut kepada Notaris akibat dari
kegagalan covernote yang disebabkan oleh adanya kesalahan atau
kelalaian Notaris, adalah pertanggungjawaban perdata berdasarkan
perbuatan melawan hukum atau berdasarkan wanprestasi.
Notaris Syafran
117
Lanjutan…….

Pertanggung jawaban pidana hanya dapat dituntut
kepada Notaris apabila adanya tindakan hukum
dari Notaris yang secara sengaja dengan penuh
kesadaran dan keinsyafan serta direncanakan oleh
Notaris bersama debitor bahwa covernote yang
diterbitkan tersebut untuk dijadikan suatu alat
melakukan, turut serta melakukan atau membantu
melakukan
suatu
kebohongan/memberikan
keterangan yang tidak benar yang dapat
merugikan pihak bank. Bank hendaknya juga
tidak berlindung dibawah cover note notaris,
untuk
melakukan
pembenaran
dalam
pencairan kredit.
Notaris Syafran
118
PELANGGARAN WILAYAH JABATAN NOTARIS





Saya seorang pegawai Bank BUMN di Jakarta, bagian legal kredit,
ingin menanyakan tentang wilayah kerja Notaris/PPAT, yang mana
saat ini banyak Notaris/PPAT luar Jakarta, yang melakukan
penanda-tanganan , dan pembacaan akta di Jakarta.
Adapun yang ingin saya tanyakan adalah:
Apakah akta yang dibuat oleh Notaris/PPAT tersebut tetap menjadi
akta otentik?
Bagaimana kalau, di dalam komparisi akta disebutkan seolah-olah
para pihak (Pimpinan Bank) berada/untuk sementara ditempat
kedudukan Notaris tersebut?
Adakah solusinya agar perbuatan Notaris tersebut tidak melanggar
hukum?.
Notaris Syafran
119



Ps 1 UUJN: Notaris adl Pejabat Umum yg berwenang
untuk membuat akta otentik dan kewenagan lainnya
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.
Pembuatan akta otentik dihadapan Notaris selain
diharuskan oleh peraturan perundang-undangan yang
berlaku juga karena dikehendaki oleh para pihak.
Jadi Notaris mempunyai kewenangan penuh dalam
hal pembuatan akat-akta otentik sebagai bukti yang
terkuat dan terpenuh sepanjang tidak dikhususkan
kepada pejabat umum lainnya, dan atau tidak dilarang
oleh undang-undang/Peraturan perundangundangan lainnya.
Notaris Syafran
120



Notaris suatu Jabatan Publik;
Sebagai Jabatan; UUJN merupakan unifikasi di bidang
pengaturan Jabatan Notaris; Jabatan Notaris merupakan
suatu lembaga yg diciptakan oleh negara, untuk
keperluan dan kewenangan tertentu; semua
kewenangan notaris haruslah berdasarkan undangundang/diatur dalam peraturan perundang-undangan;
Notaris mempunyai kewenangan tertentu; setiap
wewenang yg diberikan kpd jabatan harus ada aturan
hukum nya (Ps 15 ay.1,2,3 UUJN; dst…
Notaris Syafran
121





Beberapa asas atau nilai yang harus dijaga seorang
notaris yaitu :
Jujur, seksama, mandiri, tidak berfihak, dan menjaga
kepentingan pihak yang terkait dalam perbuatan hukum;
Memberikan pelayanan sesuai dengan UU, kecuali ada
alasan untuk menolaknya;
Merahasiakan segala sesuatu mengenai akta;
Unsur professional lain “good faith”, taat pada
kebenaran (fidelity), fairness and integrity);
Notaris Syafran
122





Pertanyaan pertama, apabila Notaris menjalankan
pekerjaannya/membacakan aktanya di luar wilayah kerjanya, maka
dalam hal ini bertentangan dengan ketentuan UndangUndang Jabatan Notaris (UUJN), UU No.30 Tahun 2004, Pasal
17 UUJN, Notaris Dilarang:
Menjalankan jabatan diluar wilayah jabatan;
dst….
Dijelaskan pula dalam pasal 18 ayat (2) bahwa wilayah
kerja/wilayah jabatan notaris meliputi seluruh wilayah provinsi dari
tempat kedudukannya.
Artinya, notaris tersebut berwenang untuk membuat akta
sepanjang perbuatan hukum tersebut dilakukan masih
dalam wilayah kerjanya, yang meliputi seluruh propinsi di
tempat kedudukan notaris yang bersangkutan.
Notaris Syafran
123






Sebagai contoh:
Seorang notaris yang berkedudukan di Jakarta Selatan, berhak
untuk membuat dan membacakan akta dihadapan para pihak di seluruh
wilayah Propinsi DKI Jakarta, Namun, dia tidak berhak untuk membuat
/membacakan akta di luar DKI Jakarta, begitu sebaliknya, notaris diluar DKI
Jakarta, dilarang membuat dan membacakan akta di seluruh wilayah DKI
Jakarta.
Yang dimaksud dengan “membuat akta” di sini adalah hadir di hadapan
para penghadap (subjek perjanjian), membacakan dan menanda-tangani
akta tersebut.
Begitupun terhadap PPAT, wilayah kerjanya hanya dibatasi sampai dengan
satu wilayah kerja Kantor Pertanahan Kabupaten/kotamadya.
Kemudian, mengenai wilayah kerja PPAT, disebutkan dalam Pasal 12 ayat
(1) PP 37/1998 bahwa daerah kerja PPAT adalah satu wilayah kerja
Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II.
Ps 1868 BW : suatu akta otentik ialah suatu akta yg dibuat dlm bentuk yg
ditentukan Undang-Undang oleh/dihadapan pejabat umum yang
berwenang untuk itu di tempat akta itu dibuat.
Notaris Syafran
124





Ps 1869 BW; Akta otentik terdegradasi menjadi
kekuatan pembuktian dibawah tangan dengan
alasan:
Tidak berwenangnya pejabat umum yang
bersangkutan;
Tidak mempunyai pejabat umum yang bersangkutan;
Cacat dalam bentuknya;atau karena akta Notaris
dibatalkan berdasarkan putusan pengadilan yang
mempunyai kekuatan hukum tetap.
Menjadi dasar untuk menggugat Notaris sebagai
perbuatan melawan Hukum.
Notaris Syafran
125







Kedudukan Akta Notaris sebagai akta dibawah
tangan/batal demi hukum; tidak berdasarkan akta Notaris,
tidak memenuhi syarat subjektif dan objektif, dlm hal ini:
Syarat sah Perjanjian sesuai pada Pasal 1320 KUHPerdata ;
agar terpenuhi unsur Subjektif dan Objektif:
Unsur Subjektif:
Kesepakatan kehendak atau Sepakat mereka yang mengikatkan
dirinya;
Cakap;
Unsur Objektif:
Perihal tertentu atau Mengenai suatu hal tertentu.
Kausa yang legal atau suatu sebab yang halal.
Notaris Syafran
126




Dalam kaitan dengan Kewenangan seorang Notaris dalam
menjalankan profesinya, masuk dalam unsur Subjektif, yakni syarat adanya
Wenang berbuat atau Kecakapan untuk membuat suatu akta.
Kewenangan bertindak:
Ketidakwenangan absolut ,2.Ketidakwenangan relatif ,3.Kewenangan dg
persyaratan /kualifikasi.
Pasal 15 ayat (3) UUJN dengan kewenangan yang akan ditentukan
kemudian adalah wewenang yang berdasarkan aturan hukum lain yang
akan datang kemudian (ius constituendum). Wewenang notaris yang akan
ditentukan kemudian, merupakan wewenang yang akan ditentukan
berdasarkan peraturan perundang-undangan. Batasan mengenai apa yang
dimaksud dengan peraturan perundang-undangan ini dapat dilihat dalam
Pasal 1 angka 2 UU no. 5 Tahun 1986 tetang Peradilan Tata Usaha Negara
,bahwa : yang dimaksud dengan peraturan perundang-undangan dalam
undang-undang ini ialah semua peraturan yang bersifat mengikat secara
umum yang dikeluarkan Lembaga yang berwenang, baik di tingkat pusat
maupun di tingkat daerah, serta semua keputusan badan atau pejabat tata
usaha negara, baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah, yang juga
mengikat secara umum.
Notaris Syafran
127

Jika terbukti bahwa perjanjian/akta tsb
dibuat atas dasar suatu hal yang dilarang
undang-undang (Pasal 17 (a), maka
dalam hal ini Notaris tersebut dianggap
tidak berwenang untuk membuat akta
Notariil tersebut, maka aktanya tersebut
tidak hanya menjadi akta dibawah tangan,
namun juga dapat dibatalkan.
Notaris Syafran
128

Pertanyaan kedua, Bagaimana kalau, di dalam komparisi akta
disebutkan seolah-olah para pihak (Pimpinan Bank) berada ditempat
kedudukan Notaris tersebut?



Hal tersebut tentunya melanggaran UUJN, Asas Kepatutan, bahkan
KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), antara lain di dalam
Pasal 16 UUJN, notaris itu harus jujur, saksama, mandiri dan tidak
memihak.
Sekarang beberapa penyidik sdh mulai cermat mencari celah cacat
pada akta notaris, maka kita harus teliti dan membaca dan
memahami betul UUJN, dan semua Peraturan perundang-undangan
lainnya; didalam UUJN sudah jelas dari kewajiban dan larangan,
bentuk akta, cara merenvoi, membetulkan kesalahan ketik dengan
berita acara, dll.
Notaris Syafran
129

Segala kejadian formal yg sebenarnya terjadi ya harus di tuangkan
dalam akta, terkadang kita menggampangkannya saja, contohnya
seorang notaris Kab. Bogor prov. Jabar, dalam kenyataannya tanda
tangan dan pembacaan diwilayah DKI Jakarta , atau sebaliknya,
tetapi dalam akta disebutkan seolah-olah para pihak di Kab. Bogor /
tempat kedudukan notaris tsb, jika akta terjadi masalah dan disidik
oleh penyidik, dan dari keterangan saksi-saksi semua bilang tanda
tangan di wilayah Jakarta dan semua penghadap tidak pernah
sekalipun ke Kab.Bogor, bisa-bisa kena pidana karena apa yg
diketik tidak sesuai kenyataannya (membuat atau memberikan
keterangan palsu); jadi akta tersebut tidak hanya dapat
dibatalkan, namun juga notaris yang bersangkutan dapat dipidana,
dengan memberikan keterangan palsu.
Notaris Syafran
130



Adakah solusinya agar perbuatan Notaris tersebut tidak
melanggar hukum?.
Adapun untuk mengatasi hal tersebut diatas agar tidak terjadi
pelanggaran UU yang menyebabkan akta tersebut menjadi akta
dibawah tangan, atau bahkan dapat dibatalkan, maka Pimpinan
Bank yang berkedudukan di Jakarta tersebut memberikan surat
kuasa kepada Pimpinan Bank (luar Jakarta), misalnya Kab.Bogor/
tempat domisili notaris yang bersangkutan, dan Perjanjian Kredit,
serta akta-akta asesoirnya (Akta Jaminan) ditanda-tangani ditempat
keberadaan Notaris/PPAT setempat (sesuai wilayah kerja).
Atau tetap menggunakan Notaris di Jakarta, tanda-tangan diJakarta
terhadap objek tanah yang diluar Jakarta/wilayah kerja PPAT,
dengan menggunakan akta SKMHT (Surat Kuasa Membebankan Hak
Tanggungan), terhadap pengikatan jaminan yang objeknya diluar
Jakarta/wilayah kerja PPAT tersebut, dan APHT tetap dibuat
didaftarkan oleh PPAT tempat objek jaminan tersebut untuk
didaftarkan di kantor pertanahan setempat dengan dasar akta
SKMHT tersebut.
Notaris Syafran
131
DILARANG MENGCOPY, GANDAKAN SLIDE INI,TANPA PERSETUJUAN PENULIS/DOSEN(HANYA KEBUTUHAN PRIBADI/Diklat)
Copyright by Syafran Sofyan 2012.
132
132
SYAFRAN, SH, SpN, MHum (Dr.Cand)
Notaris-PPAT-Pejabat Lelang Kls II DKI Jakarta
Kt.Wisma Daria Lt.3 Suite 306 Jl.Iskandarsyah Raya No.7
Jakarta Selatan T.021.72798309 – Hp. 08111986768 – 085693960768
Email: [email protected] cc [email protected]

Lemhannas RI (Tenaga Profesional:Dosen/Nara-sumber)
Kanrtor: Jl.Merdeka Selatan No.10 Jakarta. T.021.3832131.

Dosen Pasca Hukum & Magister Kenotariatan
(Univ.Jayabaya, Univ. Brawijaya)

Dosen Pasca Hukum di (Kemenkumham,Kemhan, Mabes TNI, Polri,
MA/Pengadilan), Nara-Sumber di Parpol, Forkon
(Bupati/Wl.kota,DPR/DPRD), dan Pemda.

Dosen Tetap Fak.Hukum Univ.Semarang (th.1995 sd sek)

Dosen/Instruktur Diklat Perbankan/BUMN.

Dosen/Nara-Sumber Jimly School at Law & Government

Pendiri/Ketua, Dewan Pakar ISHI (Ikatan Sarjana Hukum Indonesia)

Pengurus Ikal (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas

Ketua Bidang Perlindungan Notaris PK PP INI 2012-2013.
133

SAKSI AHLI DI PENGADILAN & Nara-Sumber Seminar.
Notaris Syafran
134
Notaris Syafran
135
Notaris Syafran
136
Notaris Syafran
137
Notaris Syafran
138
Notaris Syafran
139
Notaris Syafran
140
Download