Sistem Informasi Manajemen 1 EB 03.

advertisement
Kelompok 10
Nama Kelompok :
Disusun Oleh :
1. ANDHIKA PRASETYA
(23209910)
2. ARIEF RACHMAN
(25209445)
3. AULIA ARRAHMAN
(24209358)
4 KEMAS M.BANI.A.P
(21209476)
5. MUHAMMAD NUR ARIFIN
(20209810)
6. MUTAWALI NUZULUL KARIMA
(26209312)
1
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kita Panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas Kelimpahan
rahmatnya yang begitu besar sehingga kami akhirnya dapat menyusun laporan ini dengan
sebaik-baiknya. Laporan ini sendiri merupakan laporan karya tulis kami yang ditulis dengan
melalui proses yang panjang. Bukan sekedar ditulis dari ungkapan kata-kata semata. Namun
Laporan ini merupakan refleksi dari penelitian kami didalam segala macam aspek kehidupan
terutama aspek kehidupan perekonomian indonesia yang nyata terutama kehidupan
masyarakat.
Dalam Penyusunan laporan ini mungkin terdapat kesalahan baik di dalam penyusunan
maupun bahasa dan lainnya, maka kami mohon untuk di bikakan pintu maaf yang Sebesarbesarnya.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan
membantu dalam pembuatan laporan ini, semoga laporan ini beserta dengan pembacanya
dapat membantu meretas jalan untuk perwujudan negeri ini sebagai seorang Mahasiswa yang
lebih baik.
Depok, 22 Febuari 2010
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………..
i
DAFTAR ISI ………………………………………………………….
ii
LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………..
iii
BAB I
1
BAB II
PENDAHULUAN……………………………………
A. Latar Belakang …………………………………...
1
B. Tujuan Laporan... …………………………………
3
C. Kegunaan Laporan ... ……………………………..
3
DEFINISI SISTEM
INFORMASI.............................
4
A. SISTEM INFORMASI...........................…...………
BAB III
4
B. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN....………...
5
C. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ....................
6
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN.……………
7
A. Proses Sistem Informasi Manajemen .......................
7
3
BAB VI
B. Perbedaan SIM dan SIA.............…………………..
10
C. Fungsi Sistem Informasi Manajemen.……………...
11
D. Struktur Sistem Informasi Manajemen......................
13
E. Karakteristik Sistem Informasi Manajemen.............
15
F. Peranan SIM dibidang Bisnis dan Perbankan...........
18
PENUTUP …………………………………………….
20
A. Kesimpulan ………………………………………..
20
B. Saran ……………………………………………….
20
C. Daftar Pustaka.........................................................
21
4
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Karya tulis tentang struktur pasar yang bertujuan untuk mengetahui tentang seluk beluk
Sistem Informasi khususnya di budang Manajemen
Di era Globalisasi ini, kita haru sbersikap arif dan mampu merumuskan serta
mengaktualitaskan kembali nilai-nilai kebangsaan terhadap tatanan dunia luar dengan tetah
berpijak pada jadi diri bangsa serta memperluas makna pemahaman kebangsaan kita dengan
mengurangi berbagai dampak negatif yang akan timbul. Perekonomian masyarakat indonesia
yang masih sangat rentang dengan kemiskinan juga sangat berpengaruh dalam era globlisasi
ini.
Khususnya pada tahun-tahun yang akan datang struktur kerja khususnya di bidang
Manajemen di indonesia semakin lama juga akan berubah, apalagi ditambah dengan adanya
pasar bebas dan perdagangan bebas pada tahun 2010. hal tersebut memanggil semangat kita
untuk terus meningkatkan kualitas dan kinerja masyarakat untuk berusaha lebih dari tahuntahun sebelumnya.
Tidak seperti mata kuliah lainnya, system informasi (SI) dalam bidang manajemen
tidak memiliki bidang pengetahuan tertentu yang mendapat kesepakatan bersama. Terdapat
banyak pendapat yang berbeda mengenai apa yang termasuk SI dan apa yang bukan SI. Studi
mengenai Sistem Informasi Manajemen ini akan dimulai dengan mengenai berbagai sumber
5
daya bisnis. Sama dengan sumber daya bisnis lainnya, bahan baku, modal dan tenaga kerja,
informasi sangat penting bagi perusahaan modern untuk bertahan hidup.
Dalam laporan kali ini kelompok kami membahas tentang Sistem Informasi Manajemen
tetapi masih terdapat berbagai macam Sistem Informasi yang belum pernah kita ketahui
sebelumnya, berikut ini adalah macam-macam Sistem Informasi :

Sistem informasi akuntansi (accounting information systems),

Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi pemasaran (marketing information systems),

Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information
systems).

Sistem informasi personalia (personal information systems).

Sistem informasi distribusi (distribution information systems).

Sistem informasi pembelian (purchasing information systems).

Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).

Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).

Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development
information systems).

Sistem informasi analisis software

Sistem informasi teknik (engineering information systems)
Dan pada laporan karya tulis ini mahasiswa dan mahasiswi dapat belajar mengetahui
bayak hal yang berkaitan dengan segala aspek Dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara kebudayaan tidak luput dalam kehidupa kita sehati-hari dan setiap apa yang kita
lakukan setiap hari juga tidak luput berbagai bentuk dan begrbagai macam bisnis. Dari
beberapa Aspek tersebut kita dapat mengetahui banyak hal seperti fungsi dan dampakdampaknya, apa gunanya dan bagaimana pendapat masyarakat dunia dengan adanya Sistem
Informasi Manajemen itu sendiri.
Semoga dengan adanya karya tulis ini akan bermanfaat bagi pembaca terutama
parasiswa da siswi itu sendiri. Tentu saja untuk tujuan hidup di masa yang anka datang
6
A.
Tujuan Laporan
Secara umum Tujuan Laporan ini adalah untuk mencari :
1.
Mahasiswa bisa membedakan antara
Sistem
Informasi
Manajemen dan Sistem Ekonomi Akuntansi
2. Ilmu yang ada di dalam perekonomian
3. Data mengenai Globalisasi prekonomian di indonesia
4.
Mengetahui nilai-nilai dari seluruh aspek Sistem Informasi
Manajemen
5.
Mengetahui hubungan masyarakat mengenai kegunaan dan
tujuan sistem informasi manajemen tersebut
6.
Semangat Belajar siswa dalam rangka menghadapi efek
globalisasi yang akan datang
7. Memahami arus informasi terutama dalam dunia bisnis
8. Memahami berbagai tahapan dalam evolusi informasi
B.
Kegunaan Laporan ini
Laporan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berarti untuk
kepentingan teoristis dan praktis dalam peningkatan mutu pengajaran dan pembelajaran
pendidikan oleh karena itu hasil laporan ini diharapkan :
1. Secara Praktis, laporan ini di harapkan dapat memberikan sumbangan positif untuk
memperbaiki Motivasi Siswa dan Hasil belajar yang ada di Universitas Gunadarma.
2.
Secara Teoritis, Laporan ini di harapkan berguna bagi pengembangan ilmu
pendidikan, khususnya berkenan dengan Motivasi Siswa, dan Hasil Belajar.
7
3. Hasil Laporan ini dapat di jadikan sebagai bahan pertimbangan penelitian bagi siapa
yang tertarik dengan permasalahannya.
BAB II
DEFINISI SISTEM INFORMASI
A. Definisi Sistem Informasi
Apakah yang dimaksud dengan sistem?
Bagi banyak orang, Istilah Sistem (System) memunculkan gambaran mental mengenai
berbagai komputer dan pemrograman. Kenyataannya, istilah tersebut dapat diartikan dan
diaplikasikan secara lebih luas. Beberapa sistem terjadi secara alami, sementara lainnya
terjadi secara buatan. Sistem alami berkisar dari atom, elektron, proton, neutronm hingga
alam semeta, sistem galaksi, bintang, dan planet. Semua makhluk hidup, tumbuhan dan
binatang adalah contoh dari sistem alami. Sedangkan sistem buatan adalah sistem yang
digunakan oleh manusia. Sistem ini meliputi banyak hal, mulai dari jam, kapal selam, sistem
sosial, hingga sistem informasi.
Struktur sistem informasi pada dasarnya dibedakan menjadi dua yaitu sistem yang
terstruktur (formal) dan sistem yang tidak terstruktur (non formal). Sistem formal adalah
sistem yang berjalan menurut norma-norma organisasi yang berlaku pada semua orang,
sesuai dengan kedudukannya dalam organisasi. Sistem ini tergantung kepada tugas,
wewenag, dan tanggung jawab yang dibebankan kepada pemegang jabatan organisasi. Sistem
nonformal adalah sistem yang berlaku di lingkungan organisasi melalui saluran-saluran tidak
resmi, tetapi mempunyai pengaruh cukup kuat dalam kehidupan organisasi yang
bersangkutan (Gordon,1999).
8
B. Definisi Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sistem informasi yang
menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai
proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
Sistem informasi Manajemen yaitu serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan
terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga
menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai
dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
Sistem informasi manajemen berusaha untuk menggabungkan keduanya dengan
bertumpu pada norma organisasi dalam mendukung kegiatan organisasi. Dengan demikian
diharapkan sistem formal dapat menjadi subsistem terutama keberhasilan organisasi bukan
hanya perorangan tetapi hasil kerjasama seluruh organisasi.
Sistem informasi manajemen merupakan suatu sistem berbasis komputer yang
menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai
biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya.
Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang
terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang
akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan
ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non
manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan.
Sistem informasi manajemen di dalam perancangan, penerapan dan pengoperasiannya
sangat mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada
beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer
harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari
kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan muncunya peraturan dari pemerintah.
C. Definisi Sistem Informasi Akuntansi
9
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Memproses berbagai transaksi keuangan dan
transaksi non keuangan yang secara langsung mempengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri atas 3 Subsistem :
1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaksi Processing System- TPS).
Yang mengandung operasi bisnis harian melalui berbagai dokumen serta
pesan untuk pera pengguna di seluruh perusahaan. Penting untuk keseluruhan
fungsi dari sistem informasi karena :
a. Mengonversikan berbagai kegiatan ekonomi kedalam transaksi
keuangan
b. Mencatat berbagai transaksi keuangan kedalam catatan akuntansi
c. Mendistribusikan informasi keuangan yang penting untuk personel
operasional dalam mendukung operasi hariannya.
2. Sistem Buku Besar/ Laporan Keuangan (General Ledger/Financial Reporting
SystemGL/FRS). Yang menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi,
neraca, arus kas, pengambilan pajak, serta berbagai macam lainnya yang
disyaratkan oleh hukum.
3. Sistem Pelaporan manajemen (Management Reporting System). Yang
menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan khusus serta informasi
yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kerja,
serta laporan pertanggung jawaban.
10
BAB III
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
A. Proses Sistem Informasi Manajemen
Suatu
dan
sistem
perencanaan
baik,
telebih
pengembangan
diharapkan.
puncak,
Tanpa
maka
informasi
dapat
dahulu.
sistem
adanya
tidak
Tanpa
akan
kebijakan
pengembangan
dikembangkan
sistem
manajemen
adanya
dapat
karena
perencanaan
berjalan
pengembangan
tidak
adanya
akan
sesuai
sistem
mendapat
kebijakan
sistem
yang
dengan
yang
oleh
manajemen
dukungan
puncak
dari
tersebut.
A. Dasar-Dasar Organisasional
Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi dan
salaing
sama
bekerja
antara orang yang
satu
dengan
orang
yang
lain
dalam
suatu
kelompok
untuk
mencapai
suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Organisasi merupakan sistem
maka
1.
terdiri
elemen
yaitu
:
ada
yang
memimpin
organisasi
tersebut.
Tujuan, dalam organisasi harus ada tujuan yang harus dicapai, baik dalam jangka
pendek
3.
beberapa
Orang, dalam organisasi harus ada sekelompok orang yang bekerja dan salah
satunya
2.
dari
maupun
jangka
panjang.
posisi, setiap orang yang ada dalam suatu organisasi akan menempati posisi atau
kedudukannya
masing-masing.
11
4.
pekerjaan, setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut mempunyai pekerjaan
(job)
5.
sesuai
dengan
posisinya.
teknologi, untuk mencapai tujuan organisasi membutuhkan teknologi untuk
membantu
6.
masing-masing
dalam
pengolahan
data
menjadi
suatu
informasi.
struktur, struktur organisasi merupakan pola yang mengatur pelaksanaan pekerjaan
dan hubungan kerja sama antar setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut.
7.
lingkungan luar, merupakan elemen yang sangat penting dan akan mempengaruhi
keberhasilan
suatu
organisasi,
misalnya
adanya
kebijakan
pemerintah
Prinsip-prinsip organisasi adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai landasan kerja
bagi setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan
tujuan yang telah disepakati. Prinsip-prinsip yang ada dalam organisasi meliputi :
1.
2.
tujuan
tugas
organisasi
yang
dilakukan
yang
harus
jelas
jelas
3.
pembagian
tugas
yang
adil
4.
penempatan
posisi
yang
tepat
5. adanya koordinasi dan integrasi
Manajemen dalam organisasi terdiri dari tiga tingkatan pembuat keputusan
manajemen yaitu : manajemen tingkat bawah (operasional), manajemen tingkat
menengah (perencanaan dan kontrol manajerial) dan manajemen tingkat atas
(strategik). Setiap level memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri dan semuanya
bekerja sama dalam mencapai tujuan dan sasaran.
1. Manajemen tingkat bawah (operasional)
-
Manajer operasional membuat keputusan berdasarkan aturan-aturan yang telah
ditetapkan sebelumnya dan menghasilkan hal-hal yang dapat diprediksikan bila
diterapkan dengan benar.
-
Manajer operasi adalah pembuat keputusan yang pekerjaannya lebih jelas
sehingga dapat mempengaruhi implementasi dalam jadwal kerja, kontrol
inventaris, penerimaan, dan pengontrolan proses-proses seperti produksi.
-
Manajer operasi membutuhkan informasi internal yang repetitif, dan sangat
tergantung pada informasi yang memuat tentang kinerja terbaru dan merupakan
12
pengguna on-line terbesar, sumberdaya-sumberdaya informasi
real-time
2. Manajemen tingkat menengah (perencanaan dan kontrol manajerial)
-
Manajer tingkat menengah membuat perencanaan jangka pendek dan
mengontrol keputusan-keputusan tentang bagaimana sumberdaya bisa
dialokasikan dengan baik untuk memenuhi tujuan-tujuan organisasional, dan
meramalkan kebutuhan-kebutuhan sumberdaya dimasa datang untuk
meminimalkan problem-problem pegawai yang dapat membahayakan
produktivitas.
-
Manajer tingkat menengah sangat tergantung pada informasi internal dan
membutuhkan sangat besar informasi real- time agar dapat melakukan
pengontrolan dengan tepat dan informasi terbaru atas kinerja yang diukur sesuai
standar.
3. Manajemen tingkat atas (strategik)
-
Manajer strategik membuat keputusan-keputusan yang akan membimbing
manajer operasional dan manajer tingkat menengah.
-
Manajer strategik bekerja di lingkungan pembuat keputusan yang sangat tidak
pasti. Membutuhkan informasi yang bersifat strategis, karena tugas kesehariannya
adalah pengarahan dan perencanaan.
-
Informasi yang strategis diperlukan untuk menilai tingkat keberhasilan organisasi
menjalankan tugas dan tujuan organisasi.
-
Membutuhkan informasi internal (agar bisa beradaptasi dengan perubahanperubahan yang terjadi dengan cepat) dan informasi eksternal (untuk mengetahui
peraturan pemerintah,kebijakan perekonomian, kondisi pasar dan strategi
perusahaan-perusahaan pesaing)
B.
Perbedaan SIM dan SIA
13
Mengapa membedakan SIA dan SIM?
Berdasarkan berbagai perubahan yang terjadi dalam akuntansi dan Manajemen,
perlukah untuk membedakan antara SIM dan SIA. Jawaban pertanyaan ini adalah
”Ya”. Perusahaan yang dimiliki publik harus memberikan laporan keuangan kepada
para pihak yang berkepentingan. Pihak manajemen, Akuntan, Auditor perusahaan
publik memiliki tanggung jawab hukum untuk mendesain, mengoperasikan,
mengendalikan dan mengaudit berbagai macam aplikasi SIA yang dapat berdampak
pada laporan keuangan. Pada dasarnya, aplikasi SIM juga penting begi perusahaan,
jika tidak, aplikasi tersebut tidak akan diimplementasikan. Akan tetapi, standar hukum
dan profesi yang memberi karakter pada SIA dengan jelas membedakannya pada
SIM. Dengan meningkatnya integerasi sistem keuanga non keuangan, manajemen
perusahaan, para ahli sistem, dan akuntan membutuhkan model konseptual yang
mencerminkan
perbedaan
yang
penting
ini.
C. Fungsi Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem yang cukup kompleks. Sistem ini dapat
berjalan dengan baik apabila semua proses didukung dengan teknologi yang tinggi, sumber
daya yang berkualitas, dan yang paling penting komitmen perusahaan.
SIM berguna untuk mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan
dalam sebuah organisasi. Sistem merupakan kesatuan banyak hal yang terintegrasi untuk
menjadi sebuah fungsi atau menghasilkan tujuan tertentu. Sistem Informasi Manajemen
bertujuan menghasilakn informasi yang berguna untuk perusahaan.
Kegiatan ini mendukung proses bisnis perusahaan dan perlu diperhatikan untuk kelangsungan
perusahaan. Oleh karena itu, komitmen perusahaan untuk menjalankan Sistem Informasi
Manajemen haruslah sangat tinggi agar proses yang terjadi dilantai produksi menjadi
14
menguntungkan bagi perusahaan. Beberapa kegunaan/fungsi sistem informasi antara lain
sebagai berikut :
1.
Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para
pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem
informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem
informasi.
5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem
informasi dan teknologi baru.
7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi,
mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau
pelayanan mereka.
9. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat
berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id
10. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada
tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
11. SIM untuk Pendukung Pengambilan Keputusan
15
Sebuah sistem keputusan, yaitu model dari sistem dengan mana keputusan diambil,
dapat tertutup atau terbuka. Sebuah sistem keputusan tertutup menganggap bahwa
keputusan dipisah dari masukkan yang tidak diketahui dari lingkungan.
12. SIM Berdasarkan Aktivitas/Kegiatan Manajemen
13. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Operasional
14. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Manajemen
15. Sistem Informasi Untuk Perencanaan Strategis
16. SIM Berdasarkan Fungsi Organisas
D. Struktur Sistem Informasi Manajemen
Struktur sistem informasi pada dasarnya dibedakan menjadi dua yaitu sistem yang
terstruktur (formal) dan sistem yang tidak terstruktur (non formal). Sistem formal adalah
sistem yang berjalan menurut norma-norma organisasi yang berlaku pada semua orang,
sesuai dengan kedudukannya dalam organisasi. Sistem ini tergantung kepada tugas,
wewenag, dan tanggung jawab yang dibebankan kepada pemegang jabatan organisasi. Sistem
nonformal adalah sistem yang berlaku di lingkungan organisasi melalui saluran-saluran tidak
resmi, tetapi mempunyai pengaruh cukup kuat dalam kehidupan organisasi yang
bersangkutan (Gordon,1999).
Sistem informasi manajemen berusaha untuk menggabungkan keduanya dengan bertumpu
pada norma organisasi dalam mendukung kegiatan organisasi. Dengan demikian diharapkan
sistem formal dapat menjadi subsistem terutama keberhasilan organisasi bukan hanya
perorangan tetapi hasil kerjasama seluruh organisasi.
1. Struktur sistem informasi berdasarkan kegiatan manajemen
Kegiatan perencanaan dan pengendalian manajemen dibagi atas tiga macam yaitu:
kontrol operasional, kontrol manajemen, dan perencanaan stategi. Pengendalian
operasional adalah proses penempatan agar kegiatan operasional dilaksanakan secara
efektif dan efisien. Pengendalian operasional menggunakan prosedur dan aturan
16
keputusan yang telah ditentukan lebih dahulu dalam jangka waktu yang relatif pendek.
Dukungan pengolahan untuk pengendalian operasional terdiri atas: pengolahan transaksi,
pengolahan laporan, dan pengolahan pertanyaan. Ketiga jenis pengolahan berisikan
berbagai macam pembuatan keputusan yang melaksanakan aturan keputusan yang telah
disetujui atau menyajikan suatu keluhan yang mengeluarkan yang akan diambil
(Gordon,1999).
Informasi pengendalian manajemen diperlukan oleh berbagai manajer bagian, pusat laba
dan sebagainya untuk mengukur prestasi, memutuskan tindakan pengendalian,
merumuskan aturan keputusan baru untuk ditetapkan personalian operasional dan
mengalokasikan sumber daya. Proses pengendalian manajemen memerlukan jenis
informasi yang berkaiatan dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi menyangkut:
pelaksanaan yang direncanakan, alasan adanya perbedaaan, dan analisa atas keputusan
atau arah tindakan yang mungkin.
Perencanaan strategi mengembangkan strategi sebagai sarana suatu organisasi untuk
mencapai tujuannya. Kegiatan perencanaan strategi tidak mempunyai keteraturan
meskipun sebenarnya bisa dijadwalkan dalam periode waktu yang relatif panjang.
Informasi yang dibutuhkan haruslah memberikan gambaran yang lengkap dan
menyeluruh, walaupun tidak mempunyai ketelitian yang tinggi.
2. Struktur sistem informasi berdasarkan fungsi organisasi
Setiap informasi dapat dianggap sebagai kumpulan subsistem yang didasarkan
atas fungsi yang dilaksanakan dalam organisasi. subsistem-subsistem yang umum adalahh
sebagai fungsi-fungsi utama suatu organisasi dalam pemasaran, produk, logistik,
personalia, keuangan dan akuntansi. Setiap fungsi akan melakukan kegiatan sebagai
subsistem informasi untuk mendukung pengendalian operasional, pengendalian
manajemen dan pengendalian strategi.
3. Struktur sistem informasi manajemen secara konseptual dan fisik
17
Struktur sistem informasi manajemen (SIM) dapat pula dipandang menurut
konsep struktural yang memungkinkan pembahasan dan perancangan sistem fisik yang
akan mendefinisikan cara pelaksanaan SIM.
a. Struktur Konseptual
SIM didefinisikan sebagai suatu gabungan subsistem fungsional yang masingmasing dibagi dalam empat macam pengolahan informasi, yaitu: pengolahan transaksi,
dukungan operasional sistem informasi, dukungan pengendalian manajerial sistem
informasi, dukungan perencanaan stategi sistem informasi.
b. Struktur Fisik
Struktur konseptual suatu SIM adalah untuk subsistem fungsional yang terpisah
ditambah suatu pangkalan data, beberapa aplikasi umum, dan satu model dasar analisa
umum dan model keputusan/
E. Karakteristik Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sistem yang menyediakan informasi untuk
kebutuhan pimpinan tingkat menengah (manajer), baik pada unit-unit kerja maupun pada subunit dalam lingkungan organisasi. SIM menggunakan data dari sistem pengolahan transaksi
bersama dengan data lainnya, untuk diolah menjadi laporan tertentu. Sistem Informasi
Manajemen (SIM) sering juga disebut sebagai Management Reporting System (MRS) atau
sistem pelaporan manajeman, karena sistem ini menghasilkan berbagai macam laporan untuk
kepentingan manajemen, terutama tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan,
pengontrolan, dan pengembangan organisasi.
Beberapa karakteristik utama dari SIM adalah:

Beroperasi pada tugas-tugas yang terstruktur, dimana prosedur, pengambilan
keputusan, arus informasi, format laporan dsb, sudah terdefinisi.

Bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.

Menyediakan laporan untuk keperluan pengambilan keputusan
18

Mempermudah akses informasi untuk keperluan manajemen
Pada organisasi yang telah mapan SIM biasa ditemukan dalam bentuk sistem informasi
fungsional seperti: Sistem Informasi Personalia, Sistem Informasi Persediaan, Sistem
Informasi Manufaktur, Sistem Informasi Keuangan, Sistem Informasi Pemasaran, dan
berbagai sistem informasi lainnya sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap unit kerja dalam
lingkungan organisasi. Namun yang perlu ditekankan adalah sistem-sistem fungsional ini
jangan sampai menjadi sistem yang ter-isolasi, berdiri sendiri, tanpa ada koneksi dengan
sistem lainnya, karena sistem-sistem tersebut harus ber-sinergi dalam penyediaan informasi
untuk kebutuhan manajemen organisasi.
Model umum sistem informasi fungsional
dapat digambarkan sebagai berikut:
Model Sistem Informasi Fungsional
Data operasional sehari-hari dikumpulkan oleh sistem pengolahan transaksi (TPS) dan
menjadi sumber data utama dari sistem informasi fungsional, data ini menjadi bagian utama
dari basis-data untuk SIM. Sumber data yang lain bisa bersumber pada sistem riset yang
19
melakukan penelitian tentang berbagai hal yang berkaitan dengan organisasi, misalnya pada
sistem informasi pemasaran maka sistem riset-nya biasa-nya penelitian tentang pasar, tentang
penduduk, tentang produk yang dipasarkan, dsb. Data hasil riset digunakan sebagai bagian
basis-data yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas atau memperbaiki kinerja. Data yang
bersumber dari luar organisasi dapat dijadikan sebagai data tambahan untuk melengkapi
kebutuhan informasi para pemakai. Data-base kemudian di-olah menjadi informasi oleh subsistem dalam organisasi sesuai dengan keperluan sub-unit kerja-nya.
Ada empat kategori laporan yang biasanya disediakan oleh SIM, yaitu laporan:

periodik (periodical)

insidentil (incidential)

pengecualian (exceptional)


perbandingan (comparable)
Laporan periodik adalah laporan yang formatnya telah ditetapkan terlebih dahulu, dan
dihasilkan oleh SIM secara periodik, misalnya daftar gaji setiap bulan, laporan perkembangan
setiap triwulan, laporan akhir tahun, dsb.
Laporan insidentil adalah laporan yang sewaktu-waktu diminta oleh manajemen, biasa juga
disebut sebagai demand report atau ad-hoc report, formatnya ditentukan pada saat
diperlukan, biasanya terjadi ketika rapat pimpinan memerlukan data penting.
Laporan pengecualian adalah laporan yang hanya muncul pada saat terjadi sesuatu yang
luarbiasa atau tidak normal dalam organisasi, misalnya ketika terjadi kerugian yang sangat
besar, atau ketika terjadi keuntungan yang sangat besar, dan sebagainya.
Laporan perbandingan adalah laporan yang menunjukkan perbandingan antara dua atau lebih
dari dua informasi yang serupa untuk bisa dibandingkan, misalnya perbandingan antara
20
penjualan barang triwulan pertama dan triwulan kedua, sehingga dapat dilakukan suatu
tindakan apabila ternyata ada penurunan.
Berikut ini adalah model dari Sistem Informasi Pemasaran, salah satu bentuk Sistem
Informasi Manajemen.
F. Peranan SIM dibidang Bisnis dan Perbankan.
Di bidang bisnis baik perdagangan barang maupun jasa komputer peranan teknologi
informasi akan sangat penting untuk kegiatan transaksi baik rutin, periodik, maupun
insidental dan menyediakan banyak informasi dengan cepat dan tepat.
Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (Management Information System – MIS), merupakan sistem
informasi yang sudah banyak diterapkan pada perusahaan yang bergerak di bidang
perdagangan barang dan jasa baik pada perusahaan besar, menengah, atau perusahaan kecil.
SIM dapat diterapkan pada semua tingkat atau level manajemen yang ada yaitu manajemen
tingkat atas (top management), manajemen tingkat menengah (middle management), dan
manajemen tingkat bawah (lower management).
Di perusahaan dagang seperti department store, telah dipergunakan mesin cash register
(mesin kasir) yang dilengkapi dengan kendali komputer sehingga mesin tersebut dapat
dikendalikan oleh pihak manajer hanya dari ruang kerjanya secara cepat dan tepat, untuk
scanning barcode kode barang dagangan, menghitung laba rugi, inventaris, dan sebagainya.
Di bidang perbankan, salah satu solusi sistem informasi perbankan telah diperkenalkan oleh
perusahaan besar seperti Hewlett-Packard (HP), yang bekerja sama dengan Infosys telah
memperkenalkan solusi core banking, yang disebut Finacle kepada bank-bank di Indonesia.
Finacle memberikan solusi bagi bank yang ingin melakukan up-grade terhadap sistem yang
telah mereka miliki. Dengan menggunakan Finacle, up-grade sistem bisa dilaksanakan
dengan resiko investasi maupun kegagalan migrasi yang rendah. Ini penting bagi bank-bank
agar mampu menghadapi siklus bisnis yang selalu berubah. Dengan solusi terpadu ini –
berupa software dan hardware, jaringan, sistem integrasi, serta opsi consulting dan
outsourcing – bank juga akan memiliki nilai tambah sehingga menjadi lebih kompetitif.
21
Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dan strategi dunia usaha
perbankan yang selanjutnya lebih mendorong inovasi dan persaingan di bidang layanan
terutama jasa layanan pembayaran melalui bank. Inovasi jasa layanan perbankan yang
berbasis teknologi tersebut terus berkembang mengikuti pola kebutuhan nasabah bank.
Transaksi perbankan berbasis elektronik, termasuk internet dan menggunakan handphone
merupakan bentuk perkembangan penyedia jasa layanan bank yang memberikan peluang
usaha baru bagi bank yang kerakibat pada perubahan strategi usaha perbankan, dari yang
berbasis manusia (tradisional) menjadi berbasis teknologi informasi yang lebih efisien dan
praktis bagi bank. Pada perusahaan jasa seperti perbankan komputer digunakan untuk
menghitung bunga secara otomatis, transaksi on-line, ATM, dan sebagianya.
Komputer juga banyak digunakan untuk proses akuntansi, melakukan analisis keuangan,
neraca, laba-rugi, dan sebagainya. Bahkan ada beberapa software yang secara khusus
disediakan untuk operasi akuntansi. Di bidang perhotelan komputer digunakan untuk
menentukan jumlah dan jenis kamar yang telah terisi dan masih kosong. Bahkan saat ini pada
penjualan pertokoan kecil, usaha kecil dan menengah (UKM), apotek dan bermacam-macam
usaha kecil lainnya juga telah banyak menggunakan komputer.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari semua penjelasan yang ada pada Bab Pembahasan maka dapat disimpulkan
bahwa mempelajari Selukbeluk Sistem Informasi Manajemen di Indonesia sangat bermanfaat
sekali bagi masyarakat khususnya tidak bisa dipisahkan dalam dunia bisnis, tetapi juga bisa
sangat merugikan bagi kita maupun masyarakat luas jika kita tidak memahami seluk beluk
tersebut. Didalam Laporan ini kami juga mengetahui bagai mana pentingnya mempelajari hal
tersebut dan jangan sampai tertinggal dengan arus globalisasi perekonomian yang semakin
berkembang.
22
B. SARAN
Kotak Kritik, Saran, atau Opini
C. Daftar Pustaka
www.google.co.id
www.wikipedia.co.id
Buku Sistem Informasi Akuntansi edisi 3
Buku Sistem Informasi Manajemen
23
Download