PERTEMUAN KE-9

advertisement
UPAYA PENINGKATAN
PRODUKTIVITAS
A. UPAYA PENINGKATAN
PRODUKTIVITAS
1. Efisisiensi
• Setiap organisasi mutlak perlu memegang prinsip
efisiensi.
• Prinsip efisiensi pada dasarnya menghindari bentuk
pemborosan.
• Dimana faktor penyebab terjadinya inefisiensi
misalnya :
a) pemborosan yang timbul karena perilaku yang
bersifat disfungsional dari para anggota organisasi
b) Ketidak sesuaian antara pengetahuan dan
keterampilan para pelaku dalam menggunakan dan
memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki.
2. Sumber Daya dan Dana hanya Benda Mati
• Cara yang harus ditempuh untuk pengadaannya,
sarana dan prasarana kerja harus dipelihara
dengan cermat dan digunakan dengan hati-hati.
• Pentinya pemeliharaan dan penggunaan sarana
dan prasarana yang mahal harganya; langka
sifatnya; bahkan tidak mungkin diperbaharui.
• Sarana dan Prasarana kerja adalah bangunan
fisik, perabot dan peralatan kantor, wahana
mobilitas, uang, bahan mentah dan bahan baku
(diproses menjadi produk), dan waktu.
3. Sumber daya manusia sebagai elemen yang
paling strategik
• Karena peningkatan produktivitas kerja hanya
mungkin dilakukan oleh manusia. Sebalinya
SDM-lah yang menjadi penyebab terjadinya
pemborosan dan inefisiensi dalamberbagai
bentuk.
• Perhatian
terhadap
unsur
manusia
merupakan salah satu tuntutan dalam
keseluruhan upaya peningkatan produktivitas
kerja.
4. Komponen Dasar Penentuan Produktivitas Kerja
a) Tujuan Organisasi ; organisasi didirikan oleh seseorang
atau sekelompok orang dengan maksud untuk
menggunakannya sebagai wahana mencapai tujuan.
b) Tujuan jika dilihat dari perspektif waktu yaitu tujuan
akhir dan tujuan antara.
• Tujuan akhir merupakan titik kulminasi kearah mana
oragnisasi akan dibawa dan berperan sebagai
penuntun bagi organisasi dalam menyelenggarakan
bebragai fungsi dan kegiatannya.
• Ciri-ciri pokok jangka panjang :
Ciri-ciri pokok jangka panjang :
1. sifatnya
idealistik
menggambarkan
kondisi
sempurna bagi organisasi di M.y.a.d
2. Tidak ada prediksi yang tepat
3. Wujud tujuan akhir masih abstrak
4. Hasil yang akan datang dinyatakan secara kualitatif
Ciri-ciri pokok jangka menengah dan pendek :
1. Sifat tidak idealistik tetapi pragmatis
2. Batas waktu 5 -10 tahun
3. Hasil konkrit
4. Tergambar secara kuantitatif
PERUMUSAN VISI DAN MISI
a) Visi adalah dalam rangka pencapaian tujuan
akhir, manajemen mutlak memberikan arah
yang akan ditempuh oleh organisasi. (milik
setiap orang dalam organisasi)
• Yang dalam prosesnya akan timbul aktualisasi dan
personalisasi.
• Aktualisasi adalah kesediaan para anggota
organisasi dalam tindakan operasional sehari-hari
• Personalisasi adalah setiap orang dalam
organisasi menghayati dan menerima Visi seolaholah bukan merupakan perintah .
b) Misi adalah sesuatu yang harus diemban oleh
semua komponen organisasi berupa kegiatan
pokok yang dilakukan dalam mencapai tujuan
yang telah ditetapkan sebelumnya.
c) Visi dan Misi harus mempunyai keterkaitan
kuat dan relevansi yang tinggi dengan tujuan
yang ingin dicapai.
PENENTUAN STRATEGI ORGANISASI
• Strategi merupakan kiat yang diterapkan oleh
manajemen puncak untuk memenangkan
peperangan yang melibatkan organisasi.
• Untuk organisasi Besar dan Menengah diperlukan
strategi fungsional (functional strategy) yang
merupakan tanggung jawab para manajer tingkat
madya untuk merumuskan dan menetapkannya,
• strategi fungsional lebih bersifat teknis yang
merupakan arahan dan pedoman dalam
merumuskan dan menetapkna strategi yang
sifatnya operasional
• Dalam organisasi bisnis misal harus dirumuskan
dan ditetapkan strategi fungsional bagi semua
komponen organisasi.
• TUGAS MANDIRI
• BAGAIMANA STRATEGI DI BIDANG
1. PRODUKSI
2. PEMASARAN
3. PROMOSI
4. KEUANGAN
5. FUNGSIONAL LAINNYA (SEPERTI AKUNTANSI)
6. SDM
MISAL STRATEGI BIDANG PRODUKSI ;
• Apakah perusahaan akan mengandalakan
suatu produk unggulan tertentu yang memiliki
keunggulan kompetititf, atau meluncurkan
produk baru atau malukan diversifikasi produk
• Opsi mana yang dipilih
• Jawab : tergantung kompetensi yang dimiliki
perusahaan (core competence)
PEMAFAATAN TEKNOLOGI DAN PRODUKTIVITAS KERJA
• Terobosan yang terjadi di bidang teknologi yang
dapat memberikan sumbangan yang besar
kepada peningkatan produktivitas kerja suatu
organisasi.
• Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi informasi
berkembang dengan pesat dengan aplikasi yang
semakin beraneka ragam, antara lain perangkat
lunak.
• berbagai terobosan telah berhasil menciptakan
komputer yang semakincanggih. Dimana ukuran
yang semakin kecil, kemampuan yang semakin
tinggi, penggunaan semakin mudah dan harga
semakin murah.
• Implikasinya sangat banyak, seperti : proses
pengambilan keputusan
• Peningkatan produktivitas kerja dapat dicapai
tanpa mengorbankan harapan, cita-cita dan
keinginan sebagai sumber daya manusia yang
terdapat di dalamnya.
B. FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN
UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS
• Faktor-faktor
penentu
keberhasilan
Meningkatkan produktivitas kerja, sebagian
diantaranya berupa etos kerja yang harus
dipegang teguh oleh semua orang dalam
organisasi.
• Etos kerja ialah norma-norma yang bersifat
mengikat dan ditetapkan secara eksplisit serta
praktek-praktek yang diterima dan diakui sebagai
kebiasaan yang wajar untuk dipertahankan dan
ditetapkan dalam kehidupan kekaryaan para
anggota suatu organisasi.
1. Perbaikan terus menerus baik secara internal
maupun eksternal
Perubahan Internal contoh-contoh perubahan yang
ditanggapi adalah :
• Perubahan strategi organisasi
• Perubahan kebijakan tentang produk, (misalnya :
satu produk unggulan menjadi diversifikasi
produk)
• Perubahan dalam pemanfaatan teknologi
• Perubahan dalam praktek-praktek SDM sesuai
peraturan perundang-undangan pemerintah
dalam keputusan manajemen.
2. Tuntutan perubahan yang terjadi secara
eksternal. Perubahan dapat mengambil salah
satu dari empat bentuk ;
• Perubahan yang terjadi dengan lambat
(evolusioner) dan bersifat acak
• Perubahan yang terjadi secara perlahan tetapi
berkelompok
• Perubahan yang terjadi dengan cepat karena
dampak tindakan suatu organisasi yang dominan
peranannya di masyarakat
• Perubahan yang terjadi dengan cepat,
menyeluruh,dan kontinue.
TUGAS MANDIRI – CONTOH :
1. PERUBAHAN DALAM BIDANG POLITIK
Misalnya : dalam suatu negara terjadi
pergantian partai politik yang berkuasa karena
mendapat kepercayaan dari rakyat untuk
membentuk pemerintahan baru melalui
pemilihan umum.
Tidak mustahil terjadi
perubahan dalam berbagai kebijaksanaan
dalam menjalankan roda pemerintahan negara.
Tentunya semua organisasi harus menyesuaikan
diri dengan tuntutan kebijaksanaaan baru.
2. PERUBAHAN DIBIDANG EKONOMI
3. PERUBAHAN DIBIDANG PENDIDIKAN
4. PERUBAHAN DIBIDANG SOSIAL DAN BUDAYA.
2. Peningkatan Mutu Hasil Pekerjaan
• Berkaitan dengan upaya melakukan perbaikan secara
terus menerus ialah dengan peningkatan mutu hasil
pekerjaan oleh semua orang dan segala komponen
organisasi.
• Orientasi hasil kerja dengan mutu yang semakin tinggi.
• Mutu menyangkut semua jenis kegiatan yang
diselenggarakan oleh semua satuan kerja, baik
pelaksana tugas pokok maupun penunjang dalam
organisasi.
• Jika organisasi mendapat penghargaan ISO 9000
dinilai karena berhasil dalam meningkatkan mutu
semua jenis pekerjaan dan proses manajerial dalam
organisasi ybs.
3. Pemberdayaan SDM
memberdayakan SDM merupakan etos kerja
yang harus dipegang teguh oleh semua
eselon manajemen dalam hierarki organisasi.
Kiat- kiatnya sbb ;
a) Mengakui harkat dan martabat manusia
b) Hak asasi manusia
c) Penerapan gaya manajemen yang partisipatif
melalui
proses
demokratisasi
dalam
kehidupanberorganisasi.
4.
•
•
•
Perkayaan mutu kekaryaan mencakup 5 hal :
Penyelia atau supervisi yang simpatik
Tugas pekerjaan yang menantang
Sistem imbalan yang efektif (keadilan,
kesetaraan, kewajaran, dan kemampuan
organisasi).
• Kondisi
fisik
tempat
kerja
yang
menyenangkan
5. Filsafat Organisasi
etos kerja yang bersifat filsafat yang dikenal
dewasa ini dikalangan bisnis TQM (Total
Quality Management) ada 5 hal ;
• Fokus perhatian pada kepuasan pelanggan
• Pemupukan loyalitas
• Perhatian pada budaya organisasi
• Pentingnya ketentuan formal dan prosedur
• Budaya organisasi merupakan persepsi yang sama
tentang makna hakiki kehidupan bersama-sama
dalam organisasi.
• Peresepsi meliputi ; meliputi semua aspek
kehidupan organisasi .
• Seperti : hakikat tujuan dan berbagai sasaran
yang ingin dicapai, filsafat organisasi yang dianut,
strategi yang hendak diterapkan, visi dan misi
organisasi, norma-norma berperilaku dalam
organisasi, bentuk interaksi yang dikehendaki
antara para anggota organisasi, orientasi dalam
pelaksanaan semua kegiatan operasional.
Download