STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PADA USAHA RUMAH

advertisement
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PADA USAHA
RUMAH MAKAN IKAN BAKAR MASTO
JALAN RINGROAD MEDAN
M Andy Abdillah
ABSTRAK
Akhir-akhir ini perkembangan usaha rumah makan dan pusat jajanan kuliner di kota
Medan tumbuh sangat cepat, sehingga terjadi persaingan usaha yang semakin ketat. Untuk
dapat mengikuti perkembangan ini maka, kita dituntut untuk dapat mengembangkan usaha,
agar menjadi pengusaha yang sukses. Untuk berhasilnya suatu usaha, maka pengelola bisnis
perlu mengadakan strategi, untuk menentukan dan mengembangkan strategi tersebut
dibutuhkan analisis SWOT.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi
pengembangan usaha Rumah Makan Ikan Bakar Masto, Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui strategi apa yang akan dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan
pengembangan usaha pada usaha Rumah Makan Ikan Bakar Masto.
Jenis penelitian adalah penelitian dengan menggunakan metode deskriptif dengan
analisa data kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan: Pengumpulan data
dengan menggunakan instrument adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
Teknis analisis data menggunakan Matriks EFAS dan IFAS, matriks penggabungan
EFAS+IFAS,kuadran SWOT,dan matriks SWOT.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis SWOT telah mampu digunakan
secara efektif oleh rumah makan Ikan Bakar Masto Medan sebagai alat pengembangan usaha.
Hal tersebut dapat dilihat dari strategi yang diterapkan perusahaan mampu mencapai tujuan
perusahaan.
Kata kunci : Analisis SWOT, internal dn eksternal perusahaan.
1
BUSINESS DEVELOPMENT STRATEGY BUSINESS
AT RESTAURANT IKAN BAKAR MASTO MEDAN
ABSTRACT
Lately, the development of the restaurant business and culinary hawker center in
Medan city grew very rapidly, resulting in a tight competition. To be eligible for this
development then, we are required to be able to develop the business, in order to become a
successful entrepreneur. For the success of a business, the business manager needs to hold
strategies, to define and develop the strategies needed SWOTanalysis.
Issues raised in this study is how the business development strategy Eating Grilled
Fish Masto, this study aims to determine what strategy will be carried out in an effort to
improve business development efforts on Grilled Fish Eating Masto.
This type of research is a descriptive study using the qualitative data analysis. Data
was collected by: Data collection using the instrument is observation, interview, and study
documentation. Technical analysis of the data using Matrix EFAS and IFAS, EFAS + IFAS
merging matrix, SWOT quadrant, and a SWOT matrix.
The results of this study showed that the SWOT analysis has been able to be used
effectively by eating home Masto Medan Ikan Bakar as a business development tool. This
can be seen from strategiyang applied firms achieve corporate goals.
Keywords: SWOT analysis, internal nd external companies.
2
I.
PENDAHULUAN
Bisnis usaha rumah makan makin
menjamur belakangan ini, dengan berbagai
jenis menu makanan, aneka konsep rumah
makan, dan terobosan inovatif dilakukan
pemilik usaha untuk mendatangkan
pengunjung. Setelah era wirausaha makin
booming, banyak khalayak yang tidak
memiliki latar belakang bisnis usaha rumah
makan ikut mencoba mengadu peruntungan
usahanya. Ada dari para pemilik usaha
yang berhasil tetapi banyak pula yang
mengalami kegagalan usaha. Sering kali
pemilik
usaha
menganggap
bahwa
kegagalan usahanya lebih di sebabkan oleh
kurang beruntung (tidak hoki), belum ada
rezekinya di bisnis rumah makan, tanpa
membuat koreksi lebih terperinci tentang
apa saja hal yang menyebabkan kegagalan
tersebut terjadi.
Akhir–akhir ini perkembangan rumah
makan dan pusat jajanan kuliner di kota
Medan tumbuh sangat cepat, sehingga
terjadi persaingan usaha yang semakin
ketat. Sekarang ini kita dituntut untuk dapat
mengembangkan usaha, dan agar kita bisa
menjadi pengusaha yang sukses, maka kita
dituntut untuk bekerja keras. Tetapi pada
kenyataanya untuk mengembangkan usaha
yang pada awalnya dimulai dari nol besar
atau baru memulai usaha sangatlah sulit.
Dalam hal mengembangkan usaha
banyak hambatan–hambatan yang dihadapi
seperti kekurangan modal, tenaga kerja
yang ahli atau terampil, kinerja keuangan
usaha yang buruk, dan sebagainya. Tetapi
hambatan-hambatan itu semua dapat
diatasi dengan cara mengembangkan dan
menerapkan strategi pengembangan usaha
yang baik. Dengan strategi yang baik dan
niat yang sungguh-sungguh kita bisa
mengembangkan usaha kita menjadi lebih
besar. Salah satu cara
yang harus
dilakukan untuk dapat mengembangkan
usaha dengan baik adalah dengan cara
meningkatkan keahlian kepada pengusaha
(wirausaha) seperti memberi pelatihan
workshop tentang strategi pengembangan
usaha, dan sebagainya.
Dan perlu diingat bahwa strategi
pengembangan usaha itu merupakan bagian
dari perencanaan pemasaran (marketing
plan) oleh karena itu setiap pengusaha baik
pengusaha kecil maupun besar harus
mampu membuat marketing plan terlebih
dahulu sebelum mengembangkan usahanya.
Di dalam marketing plan itu dimuat hal-hal
seperti perencanaan, pengorganisasian,
pengawasan, dan pengontrolan terhadap
perusahaan.
Kota Medan sebagai salah satu pusat
perdagangan dan bisnis menimbulkan
banyak perubahan. Perubahan yang paling
jelas terlihat adalah timbulnya persaingan
bisnis yang semakin meningkat. Hal ini
ditandai oleh berdirinya usaha-usaha baru
di Kota Medan khususnya di bidang
kuliner.
Sebelum mendirikan suatu usaha
seorang wirausahawan harus mampu
membuat rencana usaha (Business Plan).
Rencana usaha merupakan dokumen yang
disiapkan
secara
seksama
yang
menerangkan mengenai pola dari usaha
yang akan digeluti, sasaran dari pengusaha
atau entrepreneur dan langkah-langkah
yang akan ditempuh untuk mencapai
sasaran kesuksesan dalam suatu usaha.
Rencana usaha yang baik terlihat dalam
perumusan tujuan-tujuan dan sasaran yang
spesifik, dan membantu untuk memahami
apa yang diharapkan dari mereka, waktu
yang digunakan untuk merencanakan,
mengembangkan, menerapkan dan menilai
hasil-hasil perencanaan yang akan ikut
menentukan keberhasilan suatu usaha.
Jalan Ringroad Medan merupakan
wilayah baru yang strategis dikota Medan.
Saat ini sudah banyak didirikan berbagai
usaha baru, terutama di bidang kuliner
karena wilayah ini sangat potensial bagi
para wirausahawan dan strategi bagi para
konsumen.
Dari hal tersebut terlihat dampak yang
signifikan dari tahun ke tahun dimana
persaingan bisnis khususnya usaha kuliner
semakin berkembang di wilayah ini, seperti
terlihat dalam tabel dibawah ini :
3
Observasi Pra Penelitian
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Nama Usaha
Warung Nenek
Sop Iga-Iga Bakso
Cinde Laras
Ayam Penyet Surabaya
Mie Sop Kampung
Ari Bakso
Ayam Penyet Jakarta
Asoka Corner
Ayam Presto Cabe Hijau
Ayam Kalasan
Ikan Bakar Masto
Sumber : Observasi Pra Penelitian
Maret 2014 (diolah)
II.
LANDASAN TEORI
1. Strategi
Menurut Siagian (2004), strategi
adalah serangkaian keputusan dan
tindakan mendasar yang dibuat oleh
menejemen
puncak
dan
diimplementasikan oleh seluruh
jajaran suatu organisasi dalam rangka
pencapaian tujuan organisasi tersebut.
Menurut Januch dan Glueck (1991 :
9), strategi adalah rencana yang
disatukan, luas dan integrasi yang
menghubungkan keunggulan strategis
perusahaan
dengan
tantangan
lingkungan dan yangt dirancang
untuk memastikan bahwa tujuan dari
perusahaan itu dapat dicapai melalui
pelaksanaan
yang
tepat
oleh
organisasi. Strategi merupakan alat
untuk mencapai tujuan perusahaan
dalam kaitannya dengan tujuan
jangka panjang, program tindak
lanjut, serta prioritas alokasi sumber
daya. (Rangkuti, 2006:3)
2. Strategi Bisnis
Strategi bisnis adalah strategi yang
menekan pada peningkatan dari
posisikompetitif dari produk atau jasa
perusahaan dalam industry yang
Dapat dilihat dari Tabel di atas
berbagai usaha kuliner yang terus
berkembang dan bertambah di sepanjang
jalan Ringroad membuat semakin kuatnya
persaingan usaha. Pemilik usaha ditantang
secara tidak langsung untuk terus
melakukan inovasi demi mempertahankan
dan mengembangan usahanya.
Dari semua usaha kuliner yang ada
berada di jalan Ringroad tersebut tampak
beberapa usaha yang memiliki keunggulan
bersaing salah satunya adalah Rumah
Makan Ikan Bakar Masto. Rumah Makan
Ikan Bakar Masto sebagai objek penelitian
karena berlokasi di pusat keramaian, yaitu
di jalan Ringroad Medan dimana lokasi
berada di daerah yang strategis yang
merupakan pusat jajanan khususnya
masyarakat Medan.
spesifik atau segmen pasar yang
dilayani oleh unit bisnis tersebut
(Wheelen dan Hunger, 2011:13).
Strategi bisnis (business Strategy)
merupakan strategi yang dibuat pada
level unit bisnis dan strateginya lebih
di tekankan untuk meningkatkan
posisi bersaing produk atau jasa
perusahaan didalam suatu industry
atau segmen pasar tertentu (Solihin
2012:196).
3. Manajemen Strategi
Manajemen strategi merupakan istilah
yang banyak digunakan untuk
menggambarkan proses keputusan
yang merupakan fokus pembahasan
ini.
Menurut
Umar
(2008),
manajemen strategis adalah seni dan
ilmu untuk pembuatan (formulating),
penerapan
(implementing)
dan
evaluasi (evaluating) keputusankeputusan
antarfungsi
yang
memungkinkan sebuah organisasi
tercapai dimasa mendatang. David
(2004) mendefenisikan manajemen
strategis merupakan ilmu tentang
perumusan dan evaluasi keputusankeputusan
lintas
fungsi
yang
4
memungkinkan organisasi mencapai
tujuan.
4. Pengembangan Usaha Kecil
Menurut Hunger
&
Wheelen,
(2003:502), perusahaan kecil adalah
perusahaan yang dimiliki dan dikelola
secara mandiri serta tidak dominan
dalam operasinya. Pada tahap awal
usaha,
perkembangan
yang
ditunjukkan oleh perusahaan dengan
peningkatan
volume
penjualan.
Peningkatan
volume
penjualan
tersebut merupakan bekal usaha
jangka panjang untuk memperoleh
usaha yang lebih besar lagi
(Gitosudarmo, 2001:20).
Secara lebih rinci, Hunger dan
Wheelen (2003:514) memaparkan
tahap perkembangan perusahaan kecil,
yaitu:
tahap
eksistensi,
tahap
kelangsungan hidup, tahap sukses,
tahap tinggal landas, dan tahap
kematangan sumber daya.
5. Analisis SWOT (Strenght Weakness
Opportunity Threats)
Analisis SWOT atau sering juga
disebut Matriks SWOT, merupakan
metode perencanaan terstruktur yang
digunakan
untuk
mengevaluasi
Strenght
(kekuatan),
Weakness
(kelemahan), Opportunities (peluang).
Analisis SWOT merupakan alat
analisis situasional yang banyak
digunakan
perusahaan
dalam
melakukan formulasi strategi (Solihin
2012:164).
Menurut Ferrel dan Harline (2005:48),
fungsi analisis SWOT adalah untuk
mendapatkan informasi dari analisis
situasi dan memisahkannya dalam
pokok persoalan internal (kekuatan
dan kelemahan) dan pokok persoalan
eksternal (peluang dan ancaman).
Analisis SWOT tersebut akan
menjelaskan
apakah
informasi
tersebut berindikasi sesuatu yang akan
membantu perusahaan mencapai
tujuannya atau memberikan indikasi
bahwa terdapat rintangan yang harus
dihadapi atau diminimalkan untuk
memenuhi
diinginkan.
pemasukan
yang
6.
Usaha Kecil Menengah (UKM)
Usaha Kecil Menengah disingkat
UKM adalah sebuah istilah yang
mengacu kejenis usaha kecil yang
memiliki kekayaan bersih paling
banyak Rp 200.000.000 tidak
termasuk tanah dan bangunan tempat
usaha.
Usaha
Kecil
dan
Menengah
mempunyai peran yang strategis
dalam
pembangunan
ekonomi
nasional, oleh karena selain berperan
dalam pertumbuhan ekonomi dan
penyerapan tenaga kerja juga berperan
dalam
pendistribusian
hasil
pembangunan. Dalam krisis ekonomi
yang terjadi dinegara kita sejak
beberapa waktu lalu, dimaa banyak
usaha berskala besar yang mengalami
stagnan bahkan berhenti aktifitasnya,
sektor UKM justru lebih tangguh
dalam menghadapi aktifitas tersebut.
Pengembangan UKM perlu mendapat
perhatian yang besar baik dari
pemerintah maupun masyarakat agar
dapat berkembang yang lebih
kompetitip bersama pelaku ekonomi
lainnya.
Kebijakan
pemerintah
kedepan perlu diupayakan lebih
kondusif
bagi
tmbuh
dan
berkembangnya UKM. Pemerintah
perlu meningkatkan peranya dalam
memberdayakan UKM, disamping
mengembangkan kemitraan usaha
yang saling menguntungkan antara
pengusaha besar dengan pengusaha
kecil, dan meningkatkan kualitas
Sumber Daya Manusia, dikarenakan
UKM selama ini baik untuk
masyarakat maupun untuk negara
dapat dirasakan hasilnya.
7. Rumah Makan / Restaurant
Rumah makan adalah suatu tempat
makanan yang siap saji dengan adanya
fasilitas-fasilitas yang dibuat untuk
menarik bagi konsumen Bisnis rumah
makan termasuk bisnis yang berisiko
5
besar, karena bisnis makanan berbeda
dengan bisnis-bisnis lainnya. Kecuali
yang dijual adalah makanan kering
yang bisa bertahan sampai berbulanbulan. Namun jika anda ingin yakim
pangsa pasarnya bagus, maka bisnis
makanan akan memberi keuntungan
yang berlipat ganda.
III.
METODE PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
Bentuk penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif dengan analisa data
kualitatif. Metode analisis deskriptif
merupakan
cara
merumuskan,
mengumpulkan data dan menafsirkan
data yang ada berupa kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman
yang dihadapi oleh Rumah Makan
Ikan
Bakar
Masto,
sehingga
memberikan gambaran yang jelas
mengenai strategi untuk meningkatkan
daya saing Rumah Makan Ikan Bakar
Masto.
2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat
terjadinya masalah penelitian. Adapun
yang dijadikan tempat penelitian
adalah Rumah Makan Ikan Bakar
Masto, Jl. Ringroad atau Jl. Gagak
Hitam Medan.
3. Informan Penelitian
a. Informan kunci (key informan),
Dalam penelitian ini yang
menjadi informan kunci adalah
Bapak Indra Kesuma Yuzar, S.E,
M.M sebagai pemilik usaha Ikan
Bakar Masto Medan. Penulis
memilih bapak Indra sebagai
informan kunci penulis karena
menurut penulis bapak Indra
adalah salah satu orang yang
mengetahui dan memiliki banyak
informasi pokok di bidang kuliner
salah satunya di Kota Medan ini
b. Informan utama
Dalam penelitian ini
yang
menjadi informan utama penulis
adalah karyawan di Rumah
Makan Ikan Bakar Masto Medan.
4. Teknik Pengumpulan Data
a. Sumber data primer
1) Observasi, yaitu pengamatan
langsung maupun secara
tidak langsung terhadap
beberapa usaha rumah makan
yang ada di Jalan Ringroad
Medan.
2) Wawancara
mendalam
(indepth
interview),
melakukan interview kepada
pihak-pihak
pemilik/pengelola
rumah
makan,
dan
beberapa
informan
lainnya
untuk
menggali
data
yang
diperlukan terkait dengan
objek penelitian.
b. Sumber data sekunder
1) Studi dokumentasi, dengan
memanfaatkan
dokumendokumen tertulis, gambar,
foto,atau benda lainnya yang
berkaitan dengan aspekaspek yang diteliti.
2) Studi kepustakaan, yaitu
pengumpulan data yang
diperoleh dari buku-buku,
karya ilmiah, serta pendapat
para ahli yang berkompetensi
serta memiliki relevansi
dengan masalah yang diteliti.
5. Teknik Analisis Data
Proses analisis data pada penelitian
ini adalah sebagai berikut:
1) Mengumpulkan seluruh data yang
tersedia dari berbagai sumber
melalui observasi, wawancara dan
dokumentasi yang sudah dicatat
dalam
catatan
lapangan,
dokumen, gambar, foto, dan
sebagainya.
2) Reduksi data, merangkum dan
memfokuskan pada hal-hal yang
penting agar dapat memberi
gambaran yang lebih jelas, dan
mempermudah
penulis
mengumpulkan
data
yang
6
diperlukan. Dalam hal ini penulis
Matrik ini dapat menghasilkan empat
memfokuskan pada strategi yang
kemungkinan alternatif strategis.
mencakup kebijakan promosi,
Tahapan analisis dilakukan dengan
anggaran,
perencanaan
dan
mengembangkan
matriks
pengendalian dalam produksi.
EFAS+IFAS dan dilanjutkan dengan
3) Penyajian data, pada penelitian ini
matriks alternating strategi.
penyajian data dilakukan dengan IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
menyyajikan teks yang bersifat
Rumah Makan Ikan Bakar MasTo
naratif.
merupakan usaha waralaba yang
4) Verifikasi, hasil kesimpulan dapat
didirikan Pada tahun 2007, yang
berupa deskripsi atau gambaran
berlokasi di Jl. Gagak Hitam/Ringroad
suatu obyek pada penelitian
Medan. Usaha rumah makan tersebut
sebelumnya masih belum jelas,
diberi nama Ikan Bakar Masto, rumah
setelah
dilakukan
penelitian
makan ini menyajikan berbagai jenis
menjadi jelas. (Miles dan
makanan khusus sajian ikan bakar,
Huberman dalam Sugiyono,
dengan menu ikan yang terdiri dari ikan
2012:249).
mujair, ikan nila, ikan gurami, ikan
Analisis
dalam
penelitian
ini
gembung, dan jenis ikan lainnya.
menggunakan matrik SWOT sesuai
Disamping menyediakan ikan bakar
judul dan tujuan dari penelitian itu
juga ada menu lainnya seperti ikan
sendiri yaitu untuk mengetahui
goreng, ayam goreng, ayam akar, ayam
strategi rumah makan Ikan Bakar
asam manis, dan bermacam-macam
Masto
dalam
mengembangkan
jenis menu makanan. Rumah makan
usahanya.
Matrik
ini
dapat
Ikan Bakar Masto ini juga menyediakan
menggambarkan
secara
jelas
minuman segar seperti berbagai macam
bagaimana peluang dan ancaman
jus, sop buah, dan minuman segar
eksternal yang dihadapi perusahaan
lainnya.
dapat disesuaikan dengan kekuatan
1. Analisa Lingkungan Internal dan
dan kelemahan yang dimilikinya.
Eksternal
Matriks IFAS
(Internal Factory Analysis Summary)
Faktor - Faktor Strategi
Internal
Strengths (S)
Aspek Pemasaran
- Lokasi strategis
- Harga kompetitif
- Pelayanan baik
- Jenis makanan beragam
- Jenis minuman beragam
Aspek Produksi/Operasional
- Kualitas makanan bagus
- Pasokan bahan baku
memadai
- Jarak pemasok dan lokasi
usaha berdekatan
- Fasilitas
Bobot
Rating
Bobot x
Rating
0,1
0,075
0,05
0,075
0,075
4
4
3
4
4
0,40
0,30
0,15
0,30
0,30
0,05
3
0,15
0,075
4
0,30
0,05
0,75
3
4
0,15
0,30
7
- Pekerja bekerja sesuai job
description
- Karyawan bagian produksi
yang berpengalaman
Sub Total
Weakness (W)
Aspek Persaingan
- Banyak barang substitusi
disekitar lokasi
- kekuatan tawar menawar
pembeli rendah
- Kekuatan tawar menawar
pemasok tinggi
- Banyak usaha yang sejenis
disekitar lokasi
Aspek Keuangan
- Modal mencukupi
- Laporan keuangan yang
efektif
Sub total
Total
0,05
3
0,15
0,05
0,665
3
0,15
2,65
0,05
2
0,10
0,1
2
0,20
0,05
2
0,10
0,1
2
0,20
0,1
2
0,20
0,1
2
0,20
0,5
1,325
1
3,65
1. Penawaran kredit ke Bank
Ancaman
Aspek Kebijakan
1. Harga bahan baku meningkat
2. Harga
sewa
bangunan
meningkat
Dari hasil analisis pada matriks
IFAS, factor strength mempunyai
total 2,65 sedangkan weakness
mempunyai total nilai skor 1
Peluang
Aspek kebijakan
Matriks EFAS
(Eksternal Factory Analysis Summary)
Faktor - Faktor Strategi Internal
Opportunities (O)
Aspek Kebijakan
- Penawaran kredit ke Bank
Sub Total
Threats (T)
- Meninggkatkan harga bahan
baku
- Meningkatnya harga sewa
bangunan
Sub Total
TOTAL
Dari hasil analisis pada tabel EFAS,
factor opportunity mempunyai total
Bobot x
Rating
Bobot
Rating
0,175
0,175
4
0,70
0,70
0,025
3
0,075
0,175
0,375
0,550
4
0,060
1,375
2,075
nilai skor 0,70 sedangkan threat
mempunyai total nilai skor 1,375
8
Dari hasil Penggabungan IFAS
2. Tahapan Analisis
a. Matriks Penggabungan IFAS +
dan EFAS maka diperoleh hasil
EFAS
sebagai berikut:
Matriks Penggabungan IFAS + EFAS
Sub Total Strength
= 2,65
Sub Total Wekness =1
Sub Total Opportunity =0,75
Sub Total Threat
=1,375
Sub Total S + O
Sub Total W + T
=2,375
=3,4
Diketahui bahwa: Strength +
Opportunity > Weakness + Threat
Maka faktor strategis kekuatan dan
peluang mendukung tercapainya
jalan
ke
luar
dari
pokok
permasalahan yang ada untuk
mendapatkan rekomendasi yang
diharapkan.
b. Matriks SWOT
Dari hasil identifikasi factorfaktor tersebut maka dapat
digambarkan dalam diagram
SWOT, sebagai berikut:
Kuadran SWOT
Opportunity ( -0,75 )
3. Strategi Turn Over
1. Strategi Agresif
Weakness ( +1 )
4. Strategi Defensif
Strength ( +2,65 )
2. Strategi Deversifikasi
Threat ( +1,375 )
Dari diagram diatas menunjukkan
bahwa strategi yang perlu
diterapkan
untuk
strategi
pengembangan
bisnis
pada
Rumah Makan Ikan Bakar Masto
Medan adalah Strategi Agresif,
dimana fokus strategi tersebut
yang dilakukan untuk lebih
meningkatkan
produksi
berdasarkan perkiraan penjualan
setiap hari.
9
V.
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitiaan, adapun
indicator
yang
mendukung
kesimpulan tersebut antara lain :
a. Usaha Rumah Makan Ikan Bakar
Masto dapat dikatakan usaha
menengah kelas atas. Hal ini dapat
dibuktikan dengan adanya usaha
sejenis, memiliki aneka ragam jenis
makanan dan minuman kelas
menengah atas.
b. Usaha Rumah Makan Ikan Bakar
Masto ini dapat menganalisis
secara
tepat
kekuatan
dan
kelemahan yang dimiliki, serta
peluang-peluang usaha yang dapat
mendukung perkembangan usaha
Ikan Bakar Masto.
c. Setelah dilakukan analisis SWOT
dengan menggunakan IFAS dan
EFAS serta diagram SWOT pada
usaha rumah makan Ikan Bakar
Masto, maka strategi yang tepat
dalam meningkatkan pendapatan
pada usaha rumah makan Ikan
Bakar Masto Jalan Ringroad
Medan adalah Strategi Agresif,
dimana fokus strategi tersebut yang
dilakukan
untuk
lebih
meningkatkan
produksi
berdasarkan perkiraan penjualan
setiap hari.
2. Saran
Adapun saran yang dapat diberikan
pada penelitian ini sebagai berikut :
a. Usaha Rumah Makan Ikan Bakar
Masto sebaiknya dapat lebih teliti
dalam menganalisis lingkungan
internal
perusahaan
yakni
kekuatan dan kelemahan serta
lingkungan eksternal perusahaan
yakni peluang dan ancaman agar
dapat disusun strategi-strategi
yang efektif untuk perkembangan
usaha Ikan Bakar Masto.
b. Suasana yang nyaman dan
higienis akan dapat menentukan
keberhasilan suatu usaha , oleh
karena itu Pemilik usaha dituntut
untuk setiap saat melakukan
inovasi atau perubahan-perubahan
terhadap suasana yang lebih baik
lagi dan mengupayakan agar para
konsumen merasa betah dan tidak
akan berpaling kelain tempat
c. Kelemahan usaha diantisipasi
dengan menggunakan peluangpeluang yang ada, antara lain
meningkatkan pelayanan yang
ramah,
cepat
dan
prima,
merenovasi
rumah
makan
maupun prasaana lainnya serta
menyesuaikan harga dengan
kualitas penyajian.
DAFTAR PUSTAKA
Andri. 2004. Strategi Pengembangan
Usaha. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo Kelompok Gramedia
Ayodya, R. Wulan. 2007. Kursus Singkat
Usaha Rumah Makan. Jakarta: PT
Elex Media Komputindo Kelompok
Gramedia
Gitosudarmo, indriyo. 2001. Manajemen
Strategis.Yogyakarta : BPFE
Yogyakarta
Hunger, J.David & Wheelen, Thomas L.
2011. Manajemen Strategis.
Yogyakarta:Andi
Hunger, J.David & Wheelen, Thomas L.
2003. Manajemen Strategis. Edisi
Kedua Bahasa Indonesia.
Yogyakarta: Andi
Kotler, P.2009. Manajemen Pemasaran.
Jakarta: PT Indeks
Kuncoro, Mudjarad. 2006. Strategi :
Bagaimana Meraih Keunggulan
Kompetitif. Jakarta : Erlangga
Porter, ME . 1997. Strategi Bersaing:
Teknik Menganalisis Industri dan
Pesaing. Terjemahan. Jakarta:
Erlangga
Rangkuti, Freddy (2004). Analisis SWOT
Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT.
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Rangkuti, Freddy. 2009. Analisis SWOT:
Tekinik Membedah Kasus Bisnis.
10
Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama
Singarimbun, Masri dan Effendi. 2008.
Metode Penelitian Survei. Jakarta:
Pustaka LP3ES Indonesia
Solihin, Ismail. 2012. Manajemen
Strategik. Jakarta: Erlangga
Umar, H. 2005. Strategic Management in
Action. Cetakan ketiga. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama
Zimeerer, Thomas W dan Scarborough,
Norman. M. 2002. Pengantar
Kewirausahaan dan Manajemen
Bisnis Kecil. Jakarta : prehalindo
Sumber Internet
http://www.academia.edu/786854/aAnalisis
(diakses pada tanggal 12 Maret 2014 pukul
01.34 WIB).
http://www.bglconline.com (diakses pada
tanggal 12 Maret 2014 pukul 01.47 WIB ).
http://id.m.wikipedia.org/w (diakses pada
tanggal 12 Maret 2014 pukul 01.54 WIB).
http://www.mol.com (diakses pada tanggal
12 Maret 2014 pukul 02.13 WIB).
http://bisnisukm.com/tips-mer
(diakses
pada tanggal 12 Maret 2014 pukul 02.32
WIB).
PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN
Undang-Undang No. 9 Tahun 2005 tentang
Usaha Kecil
Undang-Unndang No. 20 Tahun 2008
tentang Usaha Mikro Kecil
Menengah
Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1998
tentang Pembinaan dan
Pengembangan Usaha Kecil
Kepres no. 56 Tahun 2002 Tentang
Restrukturisasi Kredit Usaha Kecil
dan Menengah
Peraturan Menteri Negara BUMN Per05/mbu/2007 tentang Program
Kemitraan Badan Usaha Kecil
11
Download