MEDIA SOSIAL DALAM DUNIA PENDIDIKAN Maryani1 Abstrak Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, forum dan dunia virtual. Dalam dunia pendidikan media sosial pun ikut berperan penting dalam peningkatan kualitas pelajar.Media sosial adalah sebuah media yang isinya diciptakan dan didistribusikan melalui sebuah interaksi sosial.2 Media sosial merupakan sebuah aplikasi yang mengijinkan penggunanya berinteraksi dan memberikan timbal balik dengan sesama pengguna; membuat, mengedit dan membagikan informasi dalam berbagai bentuk.3Pertumbuhan media sosial selama beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan cara pemanfaatan internet bagi penggunanya dalam dunia pendidikan. Kata Kunci: Media Sosial, Dunia Pendidikan Pendahuluan Media sosial dalam dunia pendidikan secara fungsinya dikondisikan sebagai bentuk kolaborasi, keramahan, dan kreativitas penggunanya. kondisi yang terjadi kini, banyak kalangan masyarakat belum menyadari pentingnya kebutuhan sosial media dan internet dalam dunia pendidikan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa perubahan yang signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, perubahan itu berdampak pada kemajuan bidang ekonomi, budaya, sosial, maupun bidang pendidikan. Dalam proses pembelajaran yang baik, dibutuhkan media penunjang yang maksimal karena dengan adanya media pembelajaran akan lebih memudahkan para pengajar untuk memberikan pengertian dan pemahaman yang baik kepada peserta didik. Hasil belajar juga pasti akan berbeda antara adanya bantuan dari media sebagai sumber belajar dengan tanpa adanya bantuan apapun. Dan adanya bantuan penggunaan media pembelajaran secara maksimal maka 1 Mahasiswi Program Doktoral Pasca Sarjana Institut Agama Islam Sulthan Thaha Saifuddin Jambi semester tiga. 2 Grant, A. E. &Meadows, J. H. 2010.Communication Technology Update and Fundamentals. 12th Edition. Focal Press. 3 Selwyn, Neil. 2012. Social Media in Higher Education. 1 diharapkan prestasi belajar pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dapat meningkat secara maksimal. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi, terutama teknologi dan komunikasi, telah menyebabkan dunia ini semakin mengecil dan membentuk seperti sebuah desa dunia. Batas-batas fisik Negara satu dengan Negara yang lainya menjadi begitu kurang nampak dan secara non fisik hampir tanpa batas (bordeless). Globalisasi terjadi sebagai suatu proses mendunia yang tidak tertahankan dan tidak mungkin terelakan. Dengan demikian diperlukan upaya-upaya untuk mempersiapkan para siswa sejak dini guna memasuki zaman global yang menuntut kemampuan-kemampuan khusus. Para siswa sekarang yang sedang menuntut ilmu, pada dasarnya akan menjadi pelaku-pelaku utama pada zaman yang penuh dengan persaingan. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban para guru untuk memberi bekal kepada mereka agar bisa hidup (survive), salah satu upaya untuk mempersiapkan siswa memasuki zaman global tersebut yaitu dengan mengembangkan berbagai pendekatan pembelajaran yang berorientasi ke masa depan.4 Dunia maya adalah dunia yang tak mengenal batas, dunia yang bisa menjebak seseorang menjadi orang tak sadar. Mungkin ini adalah salah satu akibat dari majunya zaman yang semakin tak bisa dihindari. Salah satu yang bisa kita nikmati dalam dunia online adalah situs jejaring sosial, yaitu tempat berkumpul dan berinteraksinya antara satu individu dengan individu yang lain dalam sebuah komunitas. Komunitas itu memberikan banyak tawaran pada anggotanya untuk menjalin berbagai hubungan antara yang satu dengan yang lain, antara A dengan B. Semakin banyak situs jejaring sosial yang ada di bumi ini, semua menawarkan sesuatu yang menarik. Mungkin ada kesamaan tapi juga ada perbedaan antara situs jejaring social yang satu dengan yang lain, misalnya Plurk dengan twitter, atau Facebook dengan Friendstar. Selain itu situs jejaring sosial telah merambah ke dunia pelajar di Indonesia, hal ini diakibatkan oleh perkembangan teknologi sehingga menimbulkan rasa ingin tahu siswa menjadi besar. Dalam dunia maya ada berbagai situs jejaring yang 4 Udin Saefudin Sa‟ud, Inovasi Pendidikan, Jakarta: Alfabeta, 2008, hal. 200. 2 dapat dijumpai sehingga pelajar juga harus bisa membedakan antara situs jejaring yang positif dan negatif. Bahkan banyak pelajar yang memanfaatkan situs jejaring sebagai media semua informasi dan untuk mencari teman didunia maya. Dampak terburuk dalam dunia pendidikan yang mungkin dihasilkan dari situs jejaring sosial adalah mulai menurunnya motivasi dan prestasi belajar siswa. Motivasi adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh siswa demi mencapai prestasi belajar yang diinginkan. Dengan adanya internet ini dunia menjadi terasa tanpa batas ruang dan waktu, adanya internet ini segala bentuk informasi menjadi semakin terbuka. Apa yang baru saja terjadi di berbagai belahan dunia dapat diketahui dengan cepat di belahan dunia yang lain. Kecanggihan teknologi sudah tersedia, dimana melalui teknologi internet kita dapat memperoleh segala macam informasi dan komunikasi mulai dari informasi pendidikan, politik, ekonomi,bahan riset, iklan, gaya hidup, belanja, hiburan dan sebagainya yang menyangkut seluruh aspek kehidupan yang terjadi dan ada di seluruh belahan dunia. Ketersediaaan pusat informasi yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun serta berisi tentang apapun yang kita ingin ketahui dan Internet juga memungkinkan terbentuknya jaringan komunikasi multimedia yang begitu luas ke seluruh dunia, alangkah sayang jika tidak termanfaatkan/tidak mampu memanfaatkannya. Khusus penggunaan internet untuk keperluan pendidikan yang semakin meluas terutama di negara-negara maju, merupakan fakta yang menunjukkan bahwa dengan media ini memang dimungkinkan diselenggarakannya proses belajar mengajar yang lebih efektif. Hal ini terjadi karena dengan sifat dan karakteristik internet yang cukup khas, sehingga diharapkan bisa digunakan sebagaimana media lain telah dipergunakan sebelumnya seperti radio, televisi, CDROM dan lain-lain.5 Seiring dengan perkembangan IPTEK membawa perubahan yang signifikan, khususnya bidang pendidikan oleh karena itu agar pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan IPTEK maka sekolah-sekolah harus mampu mengikuti perkembangannya agar tidak dianggap GAPTEK, banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa siapa yang terlambat menguasai informasi maka terlambat 5 Ibid. hal. 188. 3 pulalah memperoleh kesempatan-kesempatan untuk maju. Diharapkan internet dapat menjadi sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk meningkatkan prestasi belajar. Dalam proses belajar mengajar salah satu faktor yang mendukung keberhasilan guru melaksanakan pelajarannya adalah kemampuan guru dalam menguasai dan mengolah kelas, begitu juga dalam penyampaian materi guru dituntut untuk menguasai hal-hal yang yang berhubungan dengan proses penyampaian pesan/ materi baik itu metode dan media. Meskipun guru merupakan sebagai sumber belajar utama, peserta didik tidak harus bergantung dengan guru tetapi banyak sumber belajar yang bisa digunakan untuk menggali ilmu secara mandiri seperti; sumber belajar dalam bentuk cetak (majalah, koran, buku, komik), sumber belajar alat/perlengkapan (komputer, tv, radio, video, kamera, internet), lingkungan (perpustakaan, aula, teman, kebun, museum, kantor), sumber belajar pesan (informasi, cerita rakyat, dongeng, hikayat). Dengan belajar secara mandiri ini akan memiliki manfaat sehingga melatih siswa tidak tergantung pada satu sumber belajar saja, tetapi bisa mencari sumber belajar yang lain untuk memperluas pengetahuanya. Banyak yang diharapkan dari alatalat teknologi pendidikan untuk membantu mengatasi berbagai masalah pendidikan, misalnya untuk mengatasi kekurangan guru guna memenuhi aspirasi belajar pendidik yang cepat pertumbuhanya atau untuk membantu pelajar menguasai pengetahuan yang sangat pesat berkembang sehingga disebut eksplosi pengetahuan membantu siswa belajar secara individual dengan lebih efektif dan efisien, akan tetapi yang terjadi dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam guru cenderung menggunakan cara-cara pembelajaran tradisional, yaitu metode ceramah sehingga siswa menjadi bosan dan tidak aktif. Untuk itu guru juga dituntut mampu mengembangkan media pembelajaran yang akan digunakan karena media adalah bagian tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar dan tercapainya tujuan pembelajaran. 4 Halpin dan Tuffield6mengatakan pentingnya untuk menyadari bahwa dari sisi luar sebuah web dalam internet selalu bersifat sosial. Penggunaan media sosial dalam dunia pendidikan dirasakan belum dipandang istimewa. Penggunaan media sosial dalam dunia pendidikan sebagai media belajar telah dipandang penting pada pendidikan dengan jenjang yang lebih tinggi, karena sebagai bagian dalam dunia ber-jaringan sosial, pengguna media telah melampaui diri mereka sendiri dan menjadi bagian dalam suatu jaringan yang lebih luas. Proses pendidikan yang merupakan sebuah proses terstruktur dalam menyerap informasi dan ilmu pengetahuan. Pemanfaatan media sosial dalam proses belajar Proses belajar merupakan sebuah proses penyampaian informasi, ilmu pengetahuan, informasi yang secara formal dan informal sering terjadi di sekeliling kita. Proses belajar merupakan sebuah kondisi mengenai kapasitas individu untuk mengetahui lebih luas. Melalui sebuah media sosial, pengetahuan dan proses belajar tidak lagi hanya berfokus pada akumulasi pengetahuan individu sebelumnya. Terlepas dari baik ataukah buruk, menggunakan media tersebut sebagai media dalam proses belajar, maka jelas bahwa aplikasi dan perangkat media sosial telah berhasil menyediakan sebuah konsep tantangan baru dalam pembentukan pendidikan formal yang telah ada saat ini. Pemanfaatan media sosial sebagai media belajar telah menunjang sebuah teori klasik mengenai teori pembelajaran sosial. Teori ini mengatakan bahwa proses belajar sosial berfokus pada bagaimana seorang individu belajar dengan menjadikan orang lain sebagai subjek belajarnya 7 proses belajar ini telah ditunjang oleh media digital seperti bagaimana seseorang belajar menggoreng telur dengan melihat video orang lain menggoreng telur.8 Selain belajar mengenai sebuah perilaku sederhana mengenai keahlian seseorang, dalam media sosial dapat pula ditemukan bagaimana seorang individu belajar dan mulai memikirkan konsekuensi yang akan timbul dari perilaku yang dilakukan oleh subjek 6 Halpin,H. and Tuffield, M. 2010. Social web XG Wiki. World wide web consortium (W3C). Bandura, A. 2001. Social Cognitive theory of Mass Communication. Media Psychology. 8 Grant and Meadows, Op. Cit. hal. 53. 7 5 belajarnya. Media sosial pada kelanjutannya tidak hanya mengajarkan bagaimana sebuah teknologi komunikasi dan informasi memberikan dampak, tetapi juga mengajarkan bagaimana sebuah teknologi komunikasi diserap dan diadopsi.9 Pemanfaatan Media sosial kini banyak terjadi pada proses pendidikan jarak jauh (e-learning) dimana proses belajar mengajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas, jarak, dan waktu. Peran Media sosial bagi remaja Media sosial telah menjadi sebuah sarana umum yang dipergunakan dalam kehidupan individu sehari-hari dan era baru dalam proses belajar mengajar.10 Penyebaran informasi yang terjadi dalam kalangan remaja terbilang sangat cepat akibat media sosial, diungkapkan oleh Grant and meadows11 bahwa informasi dalam media sosial berkembang dan menyebar luas seperti virus dalam tubuh. Anak-anak pada usia remaja di Indonesia sangat cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi yang ada saat ini. Maka, tidaklah mengherankan jika kita berada di pusat keramaian, kita dapat melihat para remaja yang saat ini minimal menggunakan sebuah perangkat digital untuk membantu aktivitas mereka. Media sosial memiliki daya tariknya sendiri bagi setiap kalangan, begitupula dengan kalangan remaja. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh kementrian Kominfo dalam penelusuran para pengguna aktivitas online pada anak usia remaja tahun 2014, ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media sosial sangat melekat dengan kehidupan remaja sehari-hari. Dalam studi ini ditemukan bahwa dari 98 persen remaja yang di survei tahu tentang internet dan 79,5 persen diantaranya adalah pengguna internet. Daya tarik internet dan media sosial inilah yang kemudian memegang peranan penting dalam membangun kemampuan berkomunikasi seseorang. Remaja saat ini begitu peka dengan perubahan yang 9 Bandura, Loc. Cit. Kalasi, Rasmita. 2014. The impact of Social Networking on New age Teaching and Learning: An Overview. Journal of education & social policy vol.1. 11 Grant and meadows, Loc. Cit. 10 6 terjadi dalam teknologi sosial, mereka mengikuti perkembangan tersebut dan menguasainya dengan proses belajar menggunakan metode “Trials and Error”.12 Apakah saat ini Media Sosial ikut berperan dalam dunia pendidikan? Iya tentu, ini dapat dilihat dari banyaknya metode baru dalam dunia pendidikan yang banyak menggunakan media pembelajaran yang diambil dari media sosial. Kegiatan belajar pun menjadi lebih mudah saat media sosial digunakan dalam dunia pendidikan.Melalui media sosial pelajar dapat lebih kreatif dan mandiri dalam belajar, dengan demikian kualitas pelajar pun dapat meningkat, dengan meningkatnya kualitas pelajar tentu mutu pendidikan pun semakin baik. Cara menggunakan media sosial agar dapat memicu kualitas pelajar adalah memanfaatkan segala kemudahan berkomunikasi dan berbagi informasi yang dimiliki media tersebut untuk proses pendidikan atau pembelajran. Beberapa media sosial yang dapat berperan dalam dunia pendidikan yang mampu memicu kualitas pelajar, diantaranya adalah Facebook, Twitter, Blog, dan Youtube. Kualitas pelajar bisa menjadi lebih baik saat memanfaatkan media sosial semaksimal mungkin, dengan cara meminimalisir dampak negatifnya. Pendidikan Remaja Indonesia Pada dunia pendidikan remaja kini, proses belajar tidak lagi terfokus pada penyampaian informasi yang dibatasi dinding-dinding kelas. Ledakan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa jejaring sosial sangat popular pada perkembangan komunikasi saat ini.13 Sosial media menciptakan sebuah budaya baru dimana para pengajar dan para peserta didiknya tidak hanya dapat melakukan proses belajar di dalam konteks ruangan secara fisik, namun karena munculnya media sosial memungkinkan proses pendidikan dilakukan dalam ruang lain secara maya. Penggunaan sosial media secara formal dapat diartikan sebagai kombinasi antara belajar secara analog maupun secara online. Komunikasi media sosial yang terintegrasi dengan baik melahirkan lingkungan belajar yang baru, peran guru perlahan berubah karena adanya teknologi media yang berkembang. Rasmita 12 13 Rasmita Kalasi, Op. Cit. Ibid. 7 Kalasi14 mengungkapkan bahwa peran guru yang awalnya merupakan pemberi pengetahuan, kini berubah menjadi pihak yang menfasilitasi pembagian pengetahuan karena informasi dan ilmu yang didapat oleh para peserta didik tidak lagi hanya didapat dari guru saja. Penggunaan media sosial sebagai pembangun kualitas pendidikan mulai digalakkan. Berdasarkan penelitian Rasmita Kalasi di tahun 2014,15diperoleh hasil bahwa 90 persen peserta didik yang duduk di tingkatan fakultas menggunakan sarana media sosial dalam belajar dan mengerjakan tugasnya atau menggunakan media sosial untuk membangun karir di luar dunia kelas formal. Pembangunan pendidikan remaja lewat media sosial dapat membuktikan bahwa setiap individu pada dasarnya butuh berkomunikasi dan terlibat di dalam sebuah komunitas, terlepas dari apapun bentuk komunitas yang ada. Setiap siswa remaja maupun mahasiswa yang terdorong untuk menggunakan media sosial sebagai salah satu media belajar perlu memiliki pemikiran yang kritis sebelum menggunakannya, serta dapat menyaring informasi yang diperoleh dalam internet dan media sosial. Pendidikan dengan tingkat yang lebih tinggi di Indonesia telah menerapkan sedikit demi sedikit pemanfaatan media sosial dan internet dalam ruang lingkup didikannya. Kehadiran Media sosial telah menjadi pelengkap dalam proses penyampaian informasi secara digital, namun kehadirannya tidak serta merta menggantikan posisi media belajar lain yang sifatnya analog seperti media cetak. Penggunaannya terbatas pada kemampuan pengguna yang belum mempuni, seperti jaringan internet yang masih sulit didapatkan pada daerah-daerah tertentu di Indonesia. Dengan memanfaatkan segala kemudahan dan manfaat dari Facebook kegiatan belajar pun dapat tercipta, dengan kata lain menjadikan Facebook sebagai media belajar. Contoh dengan adanya fasilitas Grup di Facebook kita dapat membuat komunitas tertentu sesuai dengan minat dan bakat kita masing-masing. Biasanya Grup dibuat berdasarkan Program bidang study seperti „‟ Pecinta Ilmu Pengetahuan Alam.” Dalam Grup ini para pelajar dapat dengan mudah dan bebas 14 15 Ibid. Ibid. 8 berdiskusi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu sehingga berdiskusi disini lebih menarik dan efisien. Akhirnya pelajar dapat melakukan proses pembelajaran yang mandiri tanpa harus didampingi oleh seorang guru. Akan tetapi lebih bagus lagi bila guru ikut berpartisipasi dalam mengelola Grup tersebut. Informasi yang Bisa didapatkan16 Informasi yang ada dalam komputer yang disediakan oleh penyedianya sangat beragam. Mulai dari basis data, kumpulan tulisan, program komputer, citra atau gambar, rekaman suara, potongan film sampai aplikasi jaringan. Berikut ini akan dikupas penyediaan informasi yang ada di internet:17 a) Basis Data, misalnya database katalog sebuah perpustakaan, database arsip surat kabar, database data personal, dan lainnya. b) Kumpulan Tulisan, banyak sekali tulisan ilmiah yang terdapat dalam komputer yang terhubung ke internet, yang tentunya sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai bahan referensi. c) Program Komputer, program anti virus yang paling baru akan sangat mudah dikopikan dari internet ke harddisk langsung. d) Citra atau gambar, sebuah gambar kadang bisa menceritakan lebih banyak daripada sebuah tulisan. e) Rekaman Suara, banyak sekali kumpulan lagu dengan kualitas sangat baik dapat diambil (download) dari internet untuk didengar. f) Multimedia, tidak sedikit pembuat film menyimpan sebuah film ba ru yang akan dipasarkan di internet. g) Aplikasi Jaringan, saat ini sudah banyak terdapat aplikasi jaringan yang digunakan melalui internet. Masih banyak lagi yang perkembangannya hari demi hari semakin menarik untuk diikuti dan dinikmati.Salah satu masalah pendidikan yang tak henti-hentinya dibicarakan, ialah sistem pendidikan yang belum mampu membangun generasi yang dapat mengatasi tantangan perubahan zaman seperti krisis ekonomi, politik, 16 17 Jack Febrian. Menggunakan Internet. Bandung: CV. Informatika. 2001. hal. 24. Ibid. 9 sosial, dan budaya. Begitu gencarnya masalah pendidikan dibicarakan, menandakan masalah pendidikan ini perlu mendapat perhatian dan penanganan yang sungguh-sungguh. Secara umum berbagai kalangan menyoroti bahkan mempertanyakan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya masalah prestasi belajar yang perlu mendapat perhatian. Istilah prestasi belajar sudah biasa diucapkan oleh hampir setiap pemerhati pendidikan dan orang tua murid. Tetapi di balik ungkapan tersebut, kadang kala makna atau hakekatnya belum dipahami secara baik. Masalahnya menyangkut ukuran prestasi belajar dan faktor-faktor apa saja yang menunjang serta yang menghambat prestasi pelajar itu. Semuanya belum secara tuntas teruraikan dan mendapatkan jawaban yang tepat. Oleh karena itu masalah prestasi belajar menarik diteliti untuk mendapat jawaban yang memadai. Dengan adanya kemajuan internet, informasi yang dulunya sulit digapai kini begitu mudah diakses hanya dengan beberapa klik pada komputer. Padahal kita semua memaklumi bahwa era informasi seperti sekarang ini, siapa yang mendapat informasi terlebih dahulu maka ia lebih unggul daripada yang lain. Tidak sulit pula mahasiswa sudah terbiasa memanfaatkan fasilitas akses internet yang ada disekolah, kampus, cafe, hotspot maupun di warung-warung internet (warnet), ketika mereka membutuhkan untuk mencari sumber informasi sebagai bahan belajar ataupun bahan penelitian. Penelusuran informasi secara online; ketika seseorang membuka internet, tampilan layar monitor yang muncul adalah adanya tanda online di bagian tertentu layar monitor tadi. Jika seseorang berlangganan internet kepada provider (penyedia layanan internet) dan seseorang mensetnya untuk tampilan awal, maka provider tersebut yang akan muncul pada saat seseorang membukanya. Seseorang juga bisa langsung membuka alamat-alamat situs internet yang dikenal dengan homepage. Dalam homepage inilah mulai menampilkan beragam bidang subjek, alamat situs, dan fasilitas carian (search engine) yang bisa digunakan untuk menelusuri informasi yang dibutuhkan hanya dengan mengetik kata tertentu 10 sesuai dengan subjek pokok yang diinginkan.18 Dari situ nantinya akan muncul daftar indeks bidang atau subjek-subjek yang ada relevansinya dengan makna kata yang diketik tadi. Masyarakat informasitelah lama menjadi idaman para pakar, yaitu sebuah masyarakat yang berbasiskan ilmu pengetahuan, di mana informasi menjadi komoditas yang sangat menentukan keberhasilan suatu usaha atau persaingan bisnis. Dukungan atas kehadiran masyarakat informasi adalah tersedianya sarana untuk menyalurkan informasi itu secara cepat, efektif, efisien dan murah, serta dapat diakses dari mana saja, dan kapan saja. Melihat kondisi infrastruktur Jaringan Transmis Informasi di Indonesia saat ini yang telah banyak tersedia di Wilayah Indonesia Barat dan Tengah dengan mutu layanan yang cukup memadai, walaupun biayanya masih agak mahal, dapat dikatakan bahwa masyarakat informasi di Indonesia sudah mulai berkembang pada tahun 2008.19 Salah satu peran yang nyata dari pemanfa‟atan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pemecahan masalah bangsa, seperti masalah kemacetan lalulintas di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota-kota besar lain di Indonesia adalah dengan memanfa‟atkan Jaringan Broadband Telekomunikasi yang ada, seperti Broadband Wireless (HSDPA, 3.5G, 3G, UMTS, EDGE, GPRS,WiFi DAN WiMaX) atau Broadband Wireline (Kabel Listrik PLC, Kabel Telpon ADSI_Speedy dan Serat Optik FTTH) ataupun Dial UP PSTN.20 Selain jejaring sosial ada pula Blog yang dapat digunakan sebagai media mengembangan bakat. Bagi pelajar yang memiliki hobi menulis dapat dengan bebas menulis dan berkreasi di Blog pribadinya, dapat mempublikasikan karya tulisnya tanpa harus mengirimkan karyanya ke penerbit yang entah kapan bisa dipublikasikan. Semakin banyak pelajar yang aktif menulis semakin banyak pula yang dibaca, dan semakin banyak membaca tentu menambah wawasan yang 18 Pawit M. Yusup. Perspektif Manajemen Pengetahuan Informasi, Komunikasi, Pendidikan, dan Perpustakaan. Jakarta: Rajawali Pers. 2012. hal. 406. 19 Tata Sutabri. Komputer dan Masyarakat. Yogyakarta: Andi Offset. 2013. hal. 45. 20 Ibid. 11 dimiliki pelajar. Blog juga sangat cocok menjadi tempat menaruh gambar atau video karya siswa, karena tidak semua siswa hobi menulis, ada juga yang hobi memotret dan membuat film pendek, disini lah tempat yang sangat cocok untuk menyalurkan bakat-bakat seperti itu yang dimiliki pelajar. Selain karya tulis yang dapat ditampilkan di media sosial, ada juga multimedia yang berbasis audio dan visual pun bisa dimanfaatkan. Situs yang sudah kita kenal adalah Youtube, disinilah tempat yang tepat untuk mencari sebuah video. bukan hanya video yang berbasis entertain saja yang bisa dilihat disini, sudah banyak video-video pembelajaran yang sudah terunggah didalamnya. Dengan banyaknya video pembelajaran yang sifatnya non Eksak inilah yang memicu kekreativitasan siswa meningkat. Contoh ada siswa yang tertarik bermain gitar, namun di sekolahnya tidak ada tenaga pengajar yang suka rela mengajarinya atau di sekolah tersebut belum ada ekstrakurikuler kesenian. Dalam situasi seperti ini pelajar dapat melihat video tutor bermain gitar, yang nantinya akan menjadikan pelajar tersebut lebih kreatif. Tidak hanya video tutor bermain gitar tetapi ada pula video tutor membuat robot. Dengan demikian media sosial dapat berperan dalam meningkatkan kualitas pelajar, dengan cara menjadikannya sebagai tempat penyalur bakat serta menjadi sarana informasi bagi pelajar. Agar peranan media sosial dapat tercipta dengan maksimal harus ada kekompakan yang tercipta antara peserta didik dan pendidik, berpandai-pandai memanfaatkan media sosial dengan menggunakan fitur-fitur yang tersedia dengan penggunaan yang maksimal dan bermanfaat tentunya. Pengaruh Jejaring Sosial Terhadap Kelakuan Seseorang Belakangan ini kita di mana-mana sering mendengar kata-kata “jejaring sosial”, remaja pun sangat menggemari jejaring sosial, pertama saya akan mencoba menjelaskan apa jejaring sosial tersebut. Jejaring sosial merupakan situs dimana 12 setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan temanteman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi.21 Seperti pernyataan yang dikutip dari wikipedia, jejaring sosial adalah struktur sosial yang berasal dari individu-individu dan organisasi yang diikat oleh satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, kesamaan hobi, dankesamaan sifat. Jaringan jejaring sosial juga merupakan hubungan sosial sebagai simpul dan ikatan. Simpul adalah aktor individu di dalam jaringan, sedangkan ikatan adalah hubungan antar aktor tersebut. Bisa terdapat banyak jenis ikatan antar simpul. Penelitian dalam berbagai bidang akademik telah menunjukkan bahwa jaringan jejaring sosial beroperasi pada banyak tingkatan, mulai dari keluarga hingga negara, dan memegang peranan penting dalam menentukan cara memecahkan masalah, menjalankan organisasi, serta derajat keberhasilan seorang individu dalam mencapai tujuannya.22 Dalam bentuk yang paling sederhana, suatu jaringan jejaring sosial adalah peta semua ikatan yang relevan antar simpul yang dikaji. Jaringan tersebut dapat pula digunakan untuk menentukan modal sosial aktor individu. Konsep ini sering digambarkan dalam diagram jaringan sosial yang mewujudkan simpul sebagai titik dan ikatan sebagai garis penghubungnya. Pada zaman era digital seperti sekarang, semuanya bergantung kepada teknoogi, salah satu hasil dari teknologi adalah internet, yang mengandung banyak situs di dalamnya termasuk situs jejaring social, Jejaring social ini ternyata memberikan dampak yang besar bagi kelakuan penggunanya, entah itu dampak positif juga dampak yang negatif. Facebook, Twitter, Friendster adalah sebagian kecil contoh dari situs jejaring sosial yang ada di internet, situs tersebut dapat memuat/ menyediakan 21 ptkomunikasi. (2012, 06 11). Pengertian Media Sosial, Peran serta Fungsinya. Retrieved November 08, 2013, from ptkomunikasi.wordpress.com:http://ptkomunikasi.wordpress.com/2012/06/11/pengertianmedia-sosial-peran-serta-fungsinya/ 22 Wikipedia. (2013, November 10). Jejaring sosial. Retrieved November 8, 2013, from Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Jejaring_sosial 13 data/informasi dari si pengguna jejaring sosial. Data itu antara lain nama, alamat, pendidikan, pekerjaan dan data demografis lainnya, serta hobi dan kecenderungan lainnya. Dengan mempelajari profil di Facebook, sesorang akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas terhadap orang lainnya. Kecuali data, Facebook dilengkapi dengan banyak fasilitas untuk berinteraksi, mulai dari email, berbagi foto, bahkan hingga chat. Bahkan saat ini fitur game online sebagai daya tarik utama lain bagi usia anak dan remaja. Salah satu masalah pendidikan yang tak henti-hentinya dibicarakan, ialah sistem pendidikan yang belum mampu membangun generasi yang dapat mengatasi tantangan perubahan zaman seperti krisis ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Begitu gencarnya masalah pendidikan dibicarakan, menandakan masalah pendidikan ini perlu mendapat perhatian dan penanganan yang sungguh-sungguh. Secara umum berbagai kalangan menyoroti bahkan mempertanyakan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya masalah prestasi belajar yang perlu mendapat perhatian. Istilah prestasi belajar sudah biasa diucapkan oleh hampir setiap pemerhati pendidikan dan orang tua murid. Tetapi di balik ungkapan tersebut, kadang kala makna atau hakekatnya belum dipahami secara baik. Masalahnya menyangkut ukuran prestasi belajar dan faktor-faktor apa saja yang menunjang serta yang menghambat prestasi pelajar itu. Semuanya belum secara tuntas teruraikan dan mendapatkan jawaban yang tepat. Oleh karena itu masalah prestasi belajar menarik diteliti untuk mendapat jawaban yang memadai. Dengan adanya kemajuan internet, informasi yang dulunya sulit digapai kini begitu mudah diakses hanya dengan beberapa klik pada komputer. Padahal kita semua memaklumi bahwa era informasi seperti sekarang ini, siapa yang mendapat informasi terlebih dahulu maka ia lebih unggul daripada yang lain. Tidak sulit pula mahasiswa sudah terbiasa memanfaatkan fasilitas akses internet yang ada disekolah, kampus, cafe, hotspot maupun di warung-warung internet (warnet), ketika mereka membutuhkan untuk mencari sumber informasi sebagai bahan belajar ataupun bahan penelitian. 14 Pengaruh Positif Jejaring Sosial terhadap Kelakuan Seseorang Jejaring sosial juga memiliki dampak positif bagi kelakuan seseorang di antaranya adalah : Seseorang dapat mengembangkan keterampilan teknis dan social yang sangat di butuhkan dizaman digital seperti sekarang ini. Kedua untuk memperluas jaringan pertemanan, seseorang akan menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar diantaranya belum pernah mereka temui secara langsung. Ketiga, mempercepat komunikasi, sehingga seseorang dapat dengan cepat mengirim dan menerima informasi yang penting. Keempat sebagai media untuk mencari informasi atau data, Sehingga seseorang yang mengakses jejaring sosial akan selalu update informasi dan tidak tertinggal informasi. Dampak situs jejaring sosial mungkin lebih banyak dirasakan oleh kalangan remaja, karena sebagian besar pengguna jejaring sosial berasal dari kalangan remaja pada usia sekolah. Karena sangatlah mudah untuk mendaftar menjadi anggota dari situs jejaring sosial, maka tidak heran jika banyak orang, baik sengaja ataupun hanya coba-coba mendaftarkan dirinya menjadi pengguna situs jejaring sosial tersebut. Di antara pengaruh positif jejaring sosial antara lain: a) Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. b) Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah. c) Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. d) Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. e) Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain. 15 f) Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlupergi menuju ke tempat penawaran/penjualan. Manusia yang normal dalam arti menjalani kehidupannya tanpa tanpa terpengaruh dampak negatif yang berasal dari luar termasuk “dampak negatif jejaring sosial” seharusnya tanpa mendaftarkan diripun untuk bergabung ke dalam situs jejaring sosial, mereka sudah memiliki kemampuan untuk bersosial/berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitar mereka seperti dengan keluarga, teman-teman di lingkungan sekolah, rumah, saudara, dan segala yang nyata-nyata yang ada di hadapan mereka, serta tidak melakukan hal-hal aneh seperti yang sedang hangat di bicarakan belakangan ini. Pengaruh Negatif Jejaring Sosial Terhadap Kelakuan Seseorang Banyak masalah yang ditimbulkan jejaring sosial di kehidupan nyata, terlebih dampak nyatanya pada dunia pendidikan. Motivasi siswa kini menurun, prestasi belajarnya pun menurun, dan minat siswa untuk mengikuti pelajaran juga mulai mengalami penurunan. Kurangnya waktu belajar juga merupakan dampak negatif dari situs jejaring sosial. Masalah-masalah tersebut dapat saja diatasi dengan jalan melarang siswa atau anak didik untuk tidak menjadi pengguna jejaring sosial. Belakangan ini sering terdengar kata-kata “Jejaring sosial dapat mendekatkan yang jauh dan juga menjauhkan yang dekat” bagaimana menurut seseorang dalam menanggapi kata-kata tersebut? Apakah benar? Mendekatkan yang jauh. Tentu saja bukan?. Di jejaring sosial, kita bisa bebas dan leluasa berteman dengan siapa saja yang berasal dari berbagai belahan dunia. Jejaring sosial tidak mengenal tempat, selagi tempat tersebut ada sinyal untuk internet, maka jejaring sosial dapat berjalan lancar. Kita sebagai orang Indonesia bisa mengenal dan berteman dengan orang Cina, Korea bahkan Amerika. Itu semua mungkin, dan itulah kelebihan dari jejaring sosial. Jika seseorang bisa memanfaatkan jejaring sosial dengan baik, maka akan menguntungkan juga. Seperti berdagang, penawaran jasa dan masih banyak lagi hal-hal positif yang bisa dilakukan di jejaring sosial. 16 Namun jejaring sosial juga mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi penggunanya, coba seseorang pikirkan lagi kalimat tadi, “Menjauhkan yang dekat” inilah salah satu dampak negatif jejaring sosial tersebut, Ketika seseorang terlalu asyik dengan jejaring sosial di dunia maya dan hingga melupakan dunia nyatanya, Mereka merasa lebih leluasa, leluasa dan nyaman menyampaikan pendapat dan juga perasaan mereka di dalam jejaring sosial. Sehingga mereka justru kelihatan murung setiap hari. Orang yang sudah ketagihan jejaring sosial menjadi cenderung pendiam di dunia nyata. Orang-orang yang berada di sekitarnya juga akan merasa tidak nyaman, karena sikap orang yang kecanduan jejaring sosial tersebut. Efek lainnya seseoranghingga lupa waktu karena dia terlalu terlena dengan aktifitasnya di jejaring sosial tersebut. Yang sangat mengkhawatirkan adalah bahwa pada era kemajuan teknologi dan globalisasi seperti saat ini, telepon seluler/handphone yang dulunya hanya dapat berfungsi sebagai alat penerima dan pemanggil jarak jauh, kini dapat digunakan untuk mengakses internet dan situs jejaring sosial. Ada juga 10 ciri seseorang kecanduan jejaring sosial di dunia maya menurut analis Retrevo Gadgetology adalah sebagai berikut :23 Yang Pertama, seseorang berbicara atau mengirim pesan hanya 140 karakter atau kurang dari itu. Ini mencerminkan bahwa pola pikir seseorang sudah sangat meresap dengan Twitter yang hanya memperbolehkan mengirim 140 karakter di setiap pesan yang seseorang kirim. Kedua, seseorang seringkali iseng untuk mencolek teman atau rekan kerja meski sekadar hanya untuk pergi ke tolilet. Ketiga, ketika ditanya oleh seseorang, "Bagaimana akhir pekanmu?". Di pikiran seseorang yang pertama kali muncul adalah “ Duh aku lupa update status di Facebook dan Twitter”. Keempat, seseorang kerap kali memposting link tentang keberhasilan memainkan game di Facebook. Misalnya: 'Sukses naik ke level 932 Mafia Wars". Sementara di Twitter, dalam 24 jam langsung mem-follow ribuan account sekaligus. Kelima, seseorang menilai bahwa diri berhasil dan berharga dengan mengukur dari seberapa sering Seseorang me-retweed. 23 Suryadhi, A. (2010, 03 29). 10 ciri pecandu jejaring sosial. Retrieved November 08, 2013, from inet.detik.com: http://inet.detik.com/read/2010/03/29/124856/1327601/398/10-ciri-pecandujejaring-sosial 17 Keenam, Ketika koneksi internet terhambat, Seseorang tak sabar untuk terus menerus me-refresh halaman jejaring sosial yang ingin dibuka. Ketujuh, seseorang mengganggap bahwa dengan menambah satu orang follower sangat begitu berarti, seperti mencetak skor dalam sebuahpertandingan olahraga. Kedelapan, Mengecek atau mengupdate status di Facebook dan Twitter sebelum tidur. Kesembilan, Selalu wara-wiri di jejaring sosial sedikitnya satu kali sehari. Dan Kesepuluh, ketika ingin bersantap alias makan pun tak bisa menahan diri untuk tetap aktif ke situs jejaring sosial. 24 Dampak negatif lainnya dari kecanduan jejaring sosial belakangan ini adalah maraknya orang yang memposting foto makanan ke dalam jejaring sosial facebook, twitter, atau instagram mereka, entah apa yang ada di dalam pikiran mereka hingga melakukan hal-hal seperti itu, hal-hal seperti itu sudah melewati batas kelakuan manusia normal yang sebenarnya, berhati-hatilah bagi seseorang yang suka melakukan kebiasaan tersebut, karena belakangan ini telah di lakukan penelitian oleh Dr. Valerie Taylor, psikiater dari Women College Hospital, University of Toronto, Kanada, Bahwa seseorang yang terobsesi mengunggah foto makanan dan minuman, Bisa jadi itu adalah gejala gangguan mental. Sebelum makanan atau minuman mereka nikmati, banyak orang mengambil gambarnya terlebih dulu untuk kemudian diunggah di berbagai media sosial. "Beberapa orang keluar rumah untuk makan, bukan karena memang membutuhkan makanan. Justru hanya demi interaksi di media sosial. Kebiasaan buruk yang di akibatkan oleh pengaruh negatif jejaring sosial tersebut bisa jadi termasuk gejala gangguan kebiasaan makan atau juga adanya masalah psikologis. Yang Berupa bentuk obsesi dan keasyikan tidak sehat pada makanan. Lalu, beberapa orang yang melihat foto makanan dan mudah tergoda bisa berujung menjadi emotional eater dan menyebabkan kegemukan. Untungnya beberapa restoran di Amerika telah menerapkan aturan bahwa makanan tidak boleh difoto dan diunggah ke media sosial. Seperti restoran di New York milik Chef Michelin, David Bouley. dia melarang pelanggannya untuk mengambil foto makanan dan minuman yang disajikan. Menurutnya, makanan yang disajikan 24 Ibid. 18 harus segera dinikmati dan aktivitas mengambil gambar dapat mengganggu pelanggan lain.25 Mungkin bila di terapkan pada restoran-restoran di Indonesia aturan tersebut akan sangat bermanfaat untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang juga telah melseseorang masyarakat Indonesia, mengingat kebiasaan tersebut sangat tinggi di Indonesia. Pengaruh negatif lainnya dari jejaring sosial adalah bagi siswa/pelajar makaMotivasi dan Prestasi belajar siswa dapat menurun. prestasi belajar siswa menurun akibat terlalu sering membuka situs jejaring sosial di internet. Hal ini mungkin karena motivasi belajar siswa tersebut juga menjadi berkurang karena lebih mementingkan jejaring sosialnya daripada prestasi belajarnya sendiri. Pengaruh ini di buktikan dengan penelitian yang di lakukan oleh Aryn Karpinski peneliti dari Ohio State University,menunjukkan bahwa :“para mahasiswa pengguna aktif jejaring sosial seperti facebook ternyata mempunyai nilai yang rendah daripada para mahasisswa yang tidak menggunakan situs jejaring social facebook. Dari 219 mahasisswa yang diriset oleh karpinski.148 mahasiswa pengguna situs facebook ternyata memiliki nilai yang lebih rendah daripada mahasiswa non pengguna. Menurut Karpinski, memang tidak ada korelasi langsung FB akan menyebabkan nilai para mahasiswa atau pelajar menjadi jeblok. Namun diduga FB telah menyebabkan waktu belajar para siswa tersita oleh keasyikan berselancar di situs jaring sosial yang tengah populer ini. Para pengguna FB mengakui waktu belajar mereka memang telah tersita. Rata-rata para siswa pengguna FB kehilangan waktu antara 1 - 5 jam sampai 11 - 15 jam waktu belajarnya per minggu untuk bermain FB.26 Selanjutnya beberapa Pengaruh negatif lainnya dari jejaring sosial adalah : Pertama adalah membuat seseorang menjadi pemalas, Ini efek negatif yang paling sering ditemukan pada anak atau bahkan bukan hanya anak. Mereka menjadi malas untuk belajar dan beribadah, karena terlalu asyik dengan teman barunya di 25 life.viva.co.id, :http://life.viva.co.id/news/read/411552-pamer-makanan-di-media-sosial-bisajadi-tseseorang-gangguan-mental. 2013. 26 Ridhota. (2013, 10 23). Dampak negatif situs jejaring sosial terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. Retrieved November 08, 2013, from ridhota.wordpress.com: http://ridhotha.wordpress.com/2010/02/23/dampak-negatif-situs-jejaring-sosial-terhadapmotivasi-dan-prestasi-belajar-siswa. 19 jejaring sosial. Hingga pada akhirnya meninggalkan kewajiban-kewajiban yang seharusnya dikerjakan oleh anak. Kedua membuat seseorang menjadi egois, Situs jejaring sosial akan membuat seseoran cenderung lebih mementingkan diri sendiri. dirinya menjadi tidak sadar dan peduli dengan lingkungan sekitarnya karena waktu mereka dihabiskan mengutak-atik jejaring sosial. Hingga pada akhirnya mengakibatkan individu kurang bahkan tidak berempati dengan lingkungan kehidupan mereka yang sesungguhnya. Kepekaan mereka terhadap lingkungan sekitarnya menjadi mati terbunuh kesenangannya terhadap teman-temannya di situs jejaring sosial. Ketiga, merusak tata bahasa yang benar dengan mengganti menjadi kata-kata gaul yang sulit di pahami situs jejaring sosial tidak memiliki aturan baku yang berlaku bagi anak dalam melakukan interaksi dengan temannya disitus jejaring sosial. Tidak ada tata bahasa baku untuk digunakan pada situs jejaring sosial, ini membuat mereka berkomunikasi semau mereka sendiri dengan menciptakan bahasa mereka sendiri tanpa peduli dengan tata bahasa yang baik dan benar dalam berkomunikasi. Hal ini perlahan tapi pasti akan membunuh kemampuan komunikasi yang baik dan benar seperti yang dilakukannya dalam berinteraksi didunia nyata selain itu juga membunuh keterampilan menulis mereka yang sesuai dengan ejaan yang baku dan benar. Keempat, seseorang menjadi susah bergaul dan penyendiri, situs jejaring sosial di internet membuat penggunanya memiliki dunia sendiri, sehingga tidak sedikit dari mereka tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang telah kecanduan situs jejaring sosial sering mengalami hal ini. Yang mengakibatkan dirinya tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya lagi/menjadi “Antisosial”. Dan yang kelima adalah menghamburkan uang, akses internet untuk membuka situs jejaring sosial jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan seseorang (terlebih jika mereka harus mengakses jejaring sosial dari warnet). Ini dapat dikategorikan sebagai pemborosan, karena menggunakan uang secara tidak produktif. 20 Selain itu dampaknya adalah Cyberporn, yaitu salah satu jenis cybercrime yang merupakan salah satu bentuk atau dimensi baru dari kejahatan masa kini yang mendapat perhatian luas di dunia internasional.27Cyberporn merupakan penyebaran bahan-bahan atau materi-materi pornografi melalui internet, baik itu tulisan, gambar, foto, suara maupun film/video. Materi-materi pornografi di internet dapat dijumpai pada situs-situs porno, situs-situs media informasi seperti situs majalah dan koran. Cyberporn diartikan juga dengan kejahatan pornografi dengan kata lain pornografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Porné yang artinya pelacur dan graphein artinya menulis. Pornografi bukan lagi hanya mengacu pada tindakan atau perbuatan seseorang, namun sudah menjadi semacam ideologi yang hidup subur ditengah-tengah masyarakat modern dengan simbol utama perjuangan pelecehkan seksualitas perempuan. Cyberporn itu dapat dilakukan dengan cara mengunggah video,foto,tulisan maupun suara milik pribadi atau orang lain lewat internet yang kemudian dapat diunggah oleh ribuan bahkan jutaan orang dalam dunia maya, camshow adalah melakukan tarian seksual di depan kamera kemudian disaksikan oleh orang lain secara langsung atau melalui beberapa komunitas yang menyajikan konten-konten seksual. Cyberporn merupakan media yang sangat strategis bagi industri pornografi. Penyebarannya pun sangat cepat dan mudah tanpa memerlukan waktu yang lama serta tidak mengeluarkan biaya yang cukup banyak serta hal ini aman dari razia aparat karena untuk menelusurinya memerlukan proses yang sangat panjang serta berkaitan dengan instansi yang bersangkutan seperti Kemenkominfo. Cyberporn memiliki cakupan yang sangat luas berbagai macam bentuk pornografi dari segi tulisan-tulisan, gambar-gambar, video, suara serta cerita-cerita yang berbau seksual. 28 Pornografi bukan lagi hanya mengacu pada tindakan atau perbuatan seseorang, namun sudah menjadi semacam ideologi yang hidup subur ditengah-tengah masyarakat modern dengan simbol utama perjuangan pelecehkan seksualitas perempuan. Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan 27 Yuyun Yulianah, ”Pembuktian Tindak Pidana Cybercrime”, Cianjur: Universitas Kancana, 2005, hal. 10. 28 Ibid. Surya 21 pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Angka tertinggi tindak kejahatan ada pada usia 15-19 tahun, dan sesudah umur 22 tahun, kasus kejahatan yang dilakukan oleh gang-gang delinkuen jadi menurun. Kartini Kartono,29 menjelaskan ada 16 wujud perilaku, yaitu: 1) Kebut-kebutan di jalanan yang mengganggu keamanan lalu lintas, dan membahayakan jiwa diri sendiri dan orang lain. 2) Perilaku ugal-ugalan, brandalan, urakan yang mengacaukan ketentraman milieu sekitar. 3) Perkelahian antar-gang, antar-kelompok, antar-sekolah, antar-suku (tawuran), sehingga kadang-kadang membawa korban jiwa. 4) Membolos sekolah lalu bergelandangan sepanjang jalan atau bersembunyi di tempat-tempat terpencil sambil bereksperimen lakukan tindak kedurjanaan dan tindak a-susila. 5) Kriminalitas remaja dan adolesens seperti: intimidasi, memeras, mencuri, mencopet, merampas, menjambret, menyerang, merampok, membunuh dengan menyembelih korbannya, mencekik, meracun, dan tindak kekerasan serta pelanggaran lainnaya. 6) Berpesta-pora, sambil mabuk-mabukan, melakukan seks bebas. 7) Perkosaan, agresivitas seksual dan pembunuhan dengan motif seksual karena didorong oleh reaksi-reaksi kompensatoris dari perasaan inferior, menuntut pengakuan diri, depresi hebat, rasa kesunyian, emosi balas dendam, kekecewaan ditolak cintanya oleh seorang wanita, dan lain-lain. 8) Kecanduan dan ketagihan bahan narkotika yang erat kaitannya dengan tindak kejahatan. 29 Kartini Kartono. Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja, cet. ke-10. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2011. 22 9) Tindak immoral seksual tanpa tedeng aling-aling dan malu dengan cara yang kasar. 10) Homoseksualitas, erotisme anal dan oral, serta gangguan seksual lain pada remaja yang disertai tindakan sadistis. 11) Perjudian dan bentuk-bentuk permainan lain dengan taruhan, sehingga berekses kriminalitas. 12) Komersialisasi seks, pengguguran janin oleh gadis-gadis delinkuen, serta pembunuhan bayi oleh ibu-ibu yang tidak kawin. 13) Tindakan radikal dan ekstrim, dengan cara kekerasan, penculikan dan pembunuhan yang dilakukan anak-anak remaja. 14) Perbuatan a-sosial dan anti-sosial lain disebabkan gangguan kejiwaan pada remaja psikopatik, psikotik, neurotik. 15) Tindak kejahatan disebabkan oleh peyakit tidur (encephalitis lethargical), dan ledakan meningitis serta post-encephalitics, juga luka di kepala dengan kerusakan pada otak yang berakibat pada kerusakan mental, sehingga yang bersangkutan tidak mampu melakukan kontrol diri. 16) Penyimpangan tingkah laku karena adanya kerusakan karakter pada anak yang menuntut kompensasi, disebabkan adanya organ-organ yang inferior. Adapun motif yang mendorong mereka melakukan tindak kejahatan dan kedursilaan itu menurut Kartini Kartono,30 antara lain adalah: (1) untuk memuaskan kecenderungan keserakahan; (2) meningkatnya agresivitas dan dorongan seksual; (3) Salah asuh dan salah didik orang tua, sehingga anak menjadi manja dan lemah mentalnya; (4) hasrat untuk berkumpul dengan kawan senasib dan sebaya, dan kesukaan untuk meniru-niru; (5) kecenderungan pembawaan yang patologis atau abnormal; (6) konflik batin sendiri, kemudian menggunakan mekanisme pelarian diri serta pembelaan diri yang irrasional. Sebab-sebab Media Internet berpengaruh terhadap perilaku kenakalan remaja. Sebagaimana telah dijelaskan diatas Internet telah mengkonstruksi dunia maya menjadi dunia tanpa batas, dunia kebebasan, yang bisa dimasuki dan 30 Ibid. 23 dimanfaatkan oleh siapa pun. Manusia yang menggunakannya disediakan ruang yang sebebas-bebasnya. Internet menyediakan sejumlah fasilitas yang dapat digunakan antara lain words wide web (www), electronic mail (e-mail), mailing list, file transfer protocol (FTP), newsgroup, chat group, situs networking dan lain-lain. Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja serta transaksi bisnis lainnya, maka internet sering disebut sebagai cyberspace atau virtual word (dunia maya). Menurut Setiawan,31 Salah satu kelemahan internet yang paling nyata dan merusak adalah item-item asusila yang tak bermoral dengan mudah diakses di jaringan internet. Jaringan pertemanan pun dipergunakan untuk memesan sekaligus menjual ganja. Bahkan informasi dari (http://www.wonosari.com) menjelaskan, tidak sedikit siswa menghabiskan harinya di warung internet (warnet) sekedar untuk chatting atau main game online. Bahkan di sebuah kota di Jawa Barat pernah ditemukan kasus banyaknya siswa yang ketagihan games online. Para siswa menjadi lupa waktu, bahkan sampai memakai uang bayaran sekolah untuk membayar sewa games online, hal ini menunjukkan gejala perilaku kenakalan pada remaja. Dampak negatif dalam perkembangan moral dapat terjadi karena adanya kesempatan untuk mengunduh isi situs tanpa ijin. Berkaitan dengan hal ini banyak orangtua yang mengajarkan anakanaknya untuk tidak mencuri bahkan mungkin memberikan hukuman bila anaknya melakukan tindak pencurian. Namun ironisnya, bila hal tersebut dilakukan dengan perangkat internet (contohnya mengunduh secara illegal baik lagu atau film dengan berbagai cara), maka punishment dari orangtua sering dan bahkan tidak pernah diterapkan. Perilaku kenakalan pada remaja yang dipengaruhi oleh media internet antara lain adalah : (a).Perkelahian sebagai akibat dari kecanduan game online yang bertema kekerasan, peperangan, terorisme. (b).Perkataan yang kotor, kasar, tidak senonoh, saling mengejek antar teman yang bermula dari penulisan “status” di facebook 31 Setiawan, T. Internet Untuk Anak: Panduan Wajib bagi Orang Tua, Yogyakarta: A „Plus Book. 2009. 24 atau twitter dan jejaring sosial lainnya. (c).Penipuan, melalui media internet rentan sekali penipuan dengan memasang iklan-iklan jual beli barang dengan harga murah.(d).Pemalsuan identitas, melalui jejaring sosial seperti facebook, twitter, friendster dan lain-lain dengan menemukan teman yang baru dikenalnya sehingga memudahkan untuk menipu dan dapat menghindar dari tanggung jawab jika melakukan tindakan merugikan orang lain.(e). Penculikan, seringkali terjadi penculikan gadis remaja karena berkenalan dengan temannya di facebook untuk bertemu di dunia nyata sehingga membawa kabur gadis remaja tersebut. (f). Perbuatan asusila, seperti perkosaan, pencabulan, sex bebas, sebagai akibat dari melihat gambar/ video porno di internet.(g).Membolos sekolah, karena begadang kecanduan game online sampai larut malam bahkan sampai pagi.(h).Berbohong pada orang tua, karena kecanduan internet membutuhkan biaya untuk ke warnet atau membeli pulsa modem. Solusi untuk meminimalisasi dampak dari pornografi tersebut tidak jauh berbeda dengan solusi untuk meminimalisasi dampak negatif dari kekejaman dan kesadisan. Dalam hal ini, Pertama-tama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan computer dan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua harus dapat mengontrol dan memantau sejauh mana penggunaan komputer dan internet pada anak-anaknya. Juga di Indonesia di balik berita yang sedang hangat-hangatnya yaitu tentang kecelakaan seorang anak musisi terkenal Indonesia, yang juga telah menelan banyak korban jiwa yaitu Anak Ahmad Dhani terlibat Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi. Kecelakaan itu semakin menarik perhatian di kalangan masyarakat dan di dalam jejaring sosial karena dikait-kaitkan dengan fenomena banyaknya anak muda/masih di bawah umur yang saling berlomba memamerkan dan membanggakan foto spidometer kendaraan yang sedang mereka pacu, baik itu sepeda motor maupun mobil. Di dalam media sosial, seperti Twitter, Instagram, Path dan lainnya, kita bisa menemukan aneka foto spidometer yang diunggah. Kebanyakan, spidometer yang diunggah tersebut menunjukkan kecepatan tinggi. Tak tanggung-tanggung, foto- 25 foto dengan tseseorang pagar #speedometer itu ada yang menunjukkan kecepatan 140 kilometer per jam, 180 km per jam, bahkan ada yang 200 km per jam. Sangat disayangkan sekali, kebiasaan buruk tersebut juga sudah mulai menjamah anakanak di bawah umur yang belum memiliki Surat izin mengemudi (SIM) dengan main kebut-kebutan di jalanan, dan memamerkan kecepatan mereka di jejaring sosial, Menurut pakar media digital, Nukman Luthfie mengatakan: “para remaja mengunggah foto spidometer ke media sosial untuk menunjukkan eksistensinya. Karena pergaulan remaja masa kini makin dipengaruhi media sosial, mereka bukan hanya ingin eksis di dunia nyata, melainkan juga di dunia maya.”32 Dari pernyataan tersebut terlihat bahwa jejaring sosial juga mempengaruhi psikologi seseorang. Orang tua juga harus membantu berperan dalam tindakan untuk mengurangi hal-hal yang tidak di inginkan tersebut, dengan tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor bahkan mengendarai mobil, dan seharusnya para orang tua tidak segan-segan memberikan hukuman kepada anak mereka jika melanggar aturan yang di tetapkan oleh orang tua si anak tersebut. Masalah pengaruh negative jejaring sosial ini juga sudah meluas di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia hingga membuat mereka mempunyai kebiasaan buruk yaitu mereka suka pamer di jejaring sosial, entah itu pamer barang mewah maupun suatu tempat yang telah mereka kunjungi. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Trip Advisor Trip Barometer Mobile and Sosial terungkap bahwa orang Indonesia adalah salah satu di dunia yang paling sering memamerkan perjalanan mereka di media sosial, setelah wisatawan India. Ternyata hampir sepertiga dari orang Indonesia (30 persennya) telah mengakui bahwa mereka memang sengaja memamerkan foto liburan mereka di sosial media, bahkan 16 persen dari mereka mengakui kalau mereka melakukannya untuk membuat teman mereka iri dan 14 persen lainnya 32 Hardoko, E. (2013, 09 08). Anak Ahmad Dhani Terlibat Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi. RetrievedNovember08,2013,frommegapolitan.kompas.com:http://megapolitan.kompas.com/read /2013/09/08/0806475/Anak.Ahmad.Dhani.Terlibat.Kecelakaan.Maut.di.Tol.Jagorawi 26 mengatakan bahwa itu bukan liburan jika teman-teman mereka tidak mengetahui tentang hal tersebut. Mungkin sulit untuk menghilangkan kebiasaan pamer orangorang Indonesia di jejaring sosial karena orang Indonesia termasuk pengguna teknologi mobile yang paling besar saat mereka pergi berlibur 98 persen, bahkan rata-rata penggunanya berada di atas rata-rata global yang hanya mencapai 87 persen. Satu-satunya cara untuk mengatasi ini adalah kembali kepada pribadi setiap masing-masing individu masyarakat, mereka harus menyadarkan diri mereka sendiri agar tidak terus-menerus melakukan hal tersebut. Namun tidak mudah juga bagi seseorang untuk menydarkan dirinya sendiri ketika diri mereka sendiri telah terisolasi digital.33 Isolasi Digital pada Diri Seseorang di Era Modern Memang tidak bisa di pungkiri lagi, orang-orang di era modern sekarang telah terkena isolasi digital, Isolasi digital adalah suatu istilaah yang di berikan kepada seseorang yang telah sangat ketergantungan dengan alat-alat komunikasi modern seperti handphone, smartphone, tablet, notebook, dan sebagainya. Bayangkan jika seseorang sehari saja tidak memegang/menggunakan handphone atau smartphone seseorang di tangan seseorang, jika seseorang merasa risih dan tidak nyaman, itu adalah tseseorang seseorang telah terkena isolasi digital, isolasi digital juga merupakan pengaruh negatif dari jejaring sosial, awalnya sesorang memakai jejaring sosial terlebih dahulu hingga dia merasa ketergantungan pada jejaring sosial, lalu dia menggunakan gadgetnya seperti handphone/smartphone nya untuk mengakses situs tersebut bahkan setiap hari. Untuk menghilangkan isolasi digital, seseorang harus berusaha keras perlahanlahan menggunakan alat komunikasi mereka hanya ketika hal-hal penting saja, dan menganggap alat komunikasi dan situs hanya sebatas media/ alat pembantu bagi kebutuhan manusia, buka sebagai prioritas pokok/utama dalam kehidupan. 33 Susanto, D. A. (2013, 10 23). Orang Indonesia gemar pamer di jejaring sosial. Retrieved November 08, 2013, from merdeka.com: http://www.merdeka.com/teknologi/orang-indonesiagemar-pamer-di-jejaringsosial.html(https://sosialpendidikan.wordpress.com/2012/06/06/peranan-media-sosial-dalampendidikan/) 27 Tidak butuh waktu lama akan menjadi kebiasaan untuk mengakses dan membuka situs-situs jejaring sosial tersebut, dan berinteraksi secara pasif di dalamnya. Akibatnya pengguna dalam hal ini peserta didik (siswa), bisa lupa waktu karena terlalu asyik dengan kegiatannya didunia maya tersebut.Yang paling mengkhawatirkan adalah bahwa pada era teknologi dan globalisasi seperti sekarang ini, telepon seluler yang dulunya hanya berfungsi sebagai alat penerima dan pemanggil jarak jauh, kini dapat digunakan untuk mengakses internet dan situs jejaring sosial.Jadi siswa tidak perlu lagi ke warnet untuk mengakses situs pertemanan, melainkan dapat mengakses nya langsung di telepon seluler mereka. Hal ini semakin menambah banyak kasus penyalahgunaan situs jejaring sosial untuk hal yang tidak sesuai dengan aturan. Tidak hanya siswa,para mahasiswa pun tidak luput dari dampak situs jejaring sosial ini. Kesimpulan Jejaring Sosial dapat di maknai sebagai alat penghubung modern yang dapat menghubungkan antar individu di berbagai belahan dunia, meskipun jejaring sosial memiliki segelintir pengaruh positif terhadap kelakuan individu/seseorang, namun perlu di ingat, jejaring sosial ternyata mempunyai lebih banyak sisi/pengaruh negatifnya terhadap seseorang, hingga dapat mempengaruhi seseorang bertingkah di luar batasan orang normal, seperi pamer perjalanan wisata, pamer kecepatan speedometer, memotret makanan, hingga menyebabkan “Dehumanisasi”/ seseorang lebih peduli pada dunia maya di internet daripada lingkungan nyata di sekitarnya, pada seseorang yang terkena dampak negatifnya. Pencegahan pengaruh negative dari jejaring sosial dapat di lakukan mulai dari orang-orang terdekat individu tersebut, seperti Orang tua, teman, dan saudara, dan kita sebagai manusia juga harus bersikap kritis dan waspada jangan mudah terbawa arus modern yang sekarang sedang melseseorang kehidupan, jangan pernah menjadikan jejaring-jejaring sosial tersebut menjadi seperti sebuah kebutuhan pokok dalam kehidupan, namun jadikan jejaring sosial sebagai media yang bermanfaat untuk membantu kehidupan manusia bukan malah menghambatnya dan menyebabkan ketidak normalan. 28 Pengawasan terhadap pergaulan siswa dalam jejaring sosial dunia maya sangat diperlukan, karena jika siswa tidak diawasi mereka akan dengan mudah mengakses situs jejaring sosial tersebut dan menggunakannya kea rah yang tidak baik. Pergaulan mereka akan mudah melawan perkataan orang tua, dan usaha kita untuk menyelamatkan anak untuk tidak menggunakan akses internet secara berlebihan akan sia-sia dan tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Pergaulan anak yang bebas dan pengaruh dari teman-teman juga dapat memudahkan anak untuk mengakses situs jejaring social dengan mudah.maka dari itu mereka perlu diawasi untuk tidak mengakses internet dengan bebas.dengan mengimplementasikan gagasan diatas,diharapkan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh situs jejaring sosial dapat ditanggulangi, baik sebelum terjadi atau sesudah dampak itu terjadi. Namun untuk lebih meminimalkan dampak negatif yang dihasilkan dari situs jejaring sosial, alangkah lebih baiknya jika kita menggunakan internet dan jejaring sosial dengan bijak. 29 DAFTAR PUSTAKA Bandura, A. 2001. Social Cognitive theory of Mass Communication. Media Psychology. Grant, A. E. & Meadows, J. H. 2010. Communication Technology and Fundamentals. 12th Edition. Focal Press. Update Halpin, H. and Tuffield, M. 2010. Social web XG Wiki. World wide web consortium (W3C). Hardoko, E. (2013, 09 08). Anak Ahmad Dhani Terlibat Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi. Retrieved November 08, 2013, from megapolitan.kompas.com:http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09 /08/0806475/Anak.Ahmad.Dhani. Terlibat.Kecelakaan.Maut.di.Tol.Jagorawi Jack Febrian. Menggunakan Internet. Bandung: CV. Informatika. 2001. Kalasi, Rasmita. 2014. The impact of Social Networking on New age Teaching and Learning: An Overview. Journal of education & social policy vol.1. Kartini Kartono. Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja, cet. ke-10. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2011. life.viva.co.id, :http://life.viva.co.id/news/read/411552-pamer-makanan-di-mediasosial-bisa-jadi-tseseorang-gangguan-mental. 2013. Pawit M. Yusup. Perspektif Manajemen Pengetahuan Informasi, Komunikasi, Pendidikan, dan Perpustakaan. Jakarta: Rajawali Pers. 2012. Ptkomunikasi. (2012, 06 11). Pengertian Media Sosial, Peran serta Fungsinya. Retrieved November 08, 2013, from ptkomunikasi.wordpress.com:http://ptkomunikasi.wordpress.com/2012/ 06/11/pengertian-media-sosial-peran-serta-fungsinya/ Ridhota. (2013, 10 23). Dampak negatif situs jejaring sosial terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. Retrieved November 08, 2013, fromridhota.wordpress.com:http://ridhotha.wordpress.com/2010/02/23/ dampak-negatif-situs-jejaring-sosial-terhadap-motivasi-dan-prestasibelajar-siswa. Selwyn, Neil. 2012. Social Media in Higher Education. Setiawan, T. Internet Untuk Anak: Panduan Wajib bagi Orang Tua, Yogyakarta: A „Plus Book. 2009. Suryadhi, A. (2010, 03 29). 10 ciri pecandu jejaring sosial. Retrieved November 08, 2013, from inet.detik.com: http://inet.detik.com/read/2010/03/29/124856/1327601/398/10-ciripecandu-jejaring-sosial 30 Susanto, D. A. (2013, 10 23). Orang Indonesia gemar pamer di jejaring sosial. Retrieved November 08, 2013, from merdeka.com: http://www.merdeka.com/teknologi/orang-indonesia-gemar-pamer-dijejaringsosial.html(https://sosialpendidikan.wordpress.com/2012/06/06/peranan -media-sosial-dalam-pendidikan/) Tata Sutabri. Komputer dan Masyarakat. Yogyakarta: Andi Offset. 2013. Udin Saefudin Sa‟ud, Inovasi Pendidikan, Jakarta: Alfabeta, 2008. Yuyun Yulianah, ”Pembuktian Tindak Pidana Cybercrime”, Cianjur: Universitas Suryakancana, 2005. Wikipedia. (2013, November 10). Jejaring sosial. Retrieved November 8, 2013, from Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Jejaring_sosial 31