DAUR BIOGEOKIMIA

advertisement
DAUR BIOGEOKIMIA
Student Objectives:
1. Students will be able describe the major nutrient cycles.
2. Students will be able to tie the nutrient cycles into trophic
systems.
3. Students will be able to identify organic molecules that
are depended upon the proper nutrient cycle.
4. Students will be able to explain how the major nutrient
cycles affect the ecosystem
What is Nutrient Cycling?
1. Plants need nutrients from the soil to grow,
just like people need food.
2. Soil nutrients mostly come from the
breakdown of mineral-bearing rocks and from
organic matter, which comes from the
decomposition of plants and animals.
3. The nutrients that plants get from the soil
are stored in all plant tissues, such as leaves,
stems and flowers.
4. When these tissues fall to the ground they start to break down, and
together with decomposing dead insects, dead animals and animal feces, they
are eventually re-incorporated into the soil by rainfall and earthworms.
5. There, the organic matter is further broken down and slowly
transformed to become nutrients that are available to growing plants,
6. and the cycle continues.
PENGERTIAN
• Daur Biogeokimia atau siklus organikanorganik atau siklus
mineral adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir
dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen
abiotik.
• Menurut Hutchinson
(1944, 1950) siklus biogeokimia
merupakan suatu pertukaran atau perubahan yang terus
menerus dari bahan-bahan antara komponen biotik dan abiotik.
• Dalam suatu ekosistem, materi pada setiap tingkat trofik tidak
hilang, tetapi materi berupa unsur-unsur penyusun bahan
organik tersebut didaur-ulang.
• Siklus tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga
melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan abiotik.
TIPE SIKLUS BIOGEOKIMIA
Berdasarkan sumber yang ada di alam, siklus
biogeokimia dapat dibagi menjadi 2 tipe, yaitu :
1. Tipe Gas
Sebagai sumbernya atmosfer dan lautan (hidrosfer),
Siklus ini dianggap relatif lebih sempurna, sebab ada
pengendalian umpan balik aktif alam.
Misalnya siklus nitrogen dan siklus karbon.
2. Tipe Sedimen
Sumbernya adalah batuan (kerak) bumi.
Siklus ini cenderung tidak sempurna karena lebih mudah
terganggu sebab sebagian besar dari bahan siklus ini
berasal dari sumber yang relatif tidak aktif dan tidak
bergerak di dalam kerak bumi.
Misalnya siklus fosfor, siklus kalium.
• Pertumbuhan dan perkembangan tanaman membutuhkan 15 unsur
hara esensial, yaitu : C, H, O, N, P, K, S, Ca, Mg, Fe, Mn, Zn, Cu, B, dan
Mo.
• Ke-15 unsur tersebut dibedakan dalam (dua) kelompok , yaitu :
1. Unsur hara makro
: C, H, O, N, P, K, S, Ca, dan Mg.
2. Unsur hara mikro
: Fe, Mn, Zn, Cu, B, dan Mo.
• Unsur hara makro dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Unsur hara primer
: C, H, O, N, P, K, dan S.
b. Unsur hara sekunder
: Ca dan Mg.
FUNGSI DAN MACAM
• Fungsi
sebagai siklus materi yang mengembalikan semua unsur-unsur
kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik
komponen biotik maupun abiotik, sehingga kelangsungan hidup di
bumi dapat terjaga.
• Macam
Siklus-siklus biogeokimia antara lain :
1. siklus air,
2. siklus oksigen,
3. siklus carbon,
4. siklus nitrogen,
5. siklus fosfor.
Daur Air/H2O (daur/siklus hidrologi)
1. Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air
2. Uap air berasal dari air di daratan dan laut yang menguap
(evaporasi) karena panas cahaya matahari dan transpirasi karena
penguapan oleh tumbuhan
3. Sebagian besar uap air di atmosfer berasal dari laut karena laut
mencapai tiga perempat luas permukaan bumi.
4. Uap air di atmosfer terkondensasi menjadi awan yang turun ke
daratan dan laut dalam bentuk hujan (presipitasi)
5. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat
berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian
diserap oleh tanaman sebelum mencapai tanah.
• Setelah mencapai tanah, siklus
hidrologi terus bergerak secara
terus menerus dalam tiga
cara yang berbeda :
1. Evaporasi/Transpirasi
a. Air yang ada di laut, di daratan, di
sungai,
di
tanaman
akan
menguap menjadi awan
b. Pada keadaan jenuh uap air
(awan) itu akan menjadi bintik-bintik
air yang selanjutnya akan turun
(precipitation) dalam bentuk hujan,
salju atau es.
2. Infiltrasi/Perlokasi
a. Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan
pori-pori tanah dan batuan.
b. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat
bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah
permukaan tanah hingga air tersebut memasuki
kembali sistem air permukaan.
3. Air Permukaan
a. Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan
aliran utama dan danau
b. Makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori
tanah, maka aliran permukaan semakin besar.
Download