siklus biologi dalam ekosistem

advertisement
SIKLUS BIOGEOKIMIA DALAM EKOSISTEM
A.
Latar Belakang
Ekologi biasanya didefinisikan sebagai Ilmu
tentang interaksi antara organisme - organisme dan
lingkungannya. Berbagai ekosistem dihubungkan
satu sama lain oleh proses-proses biologi, kimia,
fisika. Masukan dan buangan energi, gas, bahan
kimia anorganik dan organik dapat melewati batasan
ekosistem melalui perantara faktor meteorologi
seperti angin dan presipitasi, faktor geologi seperti
air mengalir dan daya tarik dan faktor biologi seperti
gerakan hewan. Jadi, keseluruhan bumi itu sendiri
adalah ekosistem, dimana tidak ada bagian yang
terisolir dari yang lain. Ekosistem keseluruhannya
biasanya disebut biosfer.
Biosfer terdiri dari semua organisme hidup dan
lingkungan biosfer membentuk “shell” (kulit), relatif
tipis di sekeliling bumi, berjarak hanya beberapa mil
di atas dan di bawah permukaan air laut. Kecuali
energi, biosfir sudah bisa mencukupi dirinya sendiri,
semua persyaratan hidup yang lain seperti air, O2 dan
hara dipenuhi oleh pemakaian dan daur ulang bahan
yang telah ada dalam sistem tersebut.
Siklus biogeokimia pada akhirnya cenderung
mempunyai mekanisme umpan-balik yang dapat
mengatur sendiri (self regulating) yang menjaga
siklus itu dalam keseimbangan. Siklus biogeokimia
yang terpenting adalah siklus karbon dan oksigen,
siklus nitrogen dan siklus fosfor, yang berperan
terhadap lingkungan tanaman (Jumin, 2002).
1.
2.
3.
4.
Untuk mengetahui sistem energi dalam
ekosistem
Untuk mengetahui siklus biogeokimia
dalam kehidupan
Untuk mengetahui hubungan aliran
energi dengan siklus biogeokimia
Untuk
mengetahui
macam-macam
siklus biogeokimia
C. Manfaat Penulisan
1. Dapat memahami sistem energi dalam
ekosistem
2. Dapat memahami siklus biogeokimia
dalam kehidupan
3. Dapat memahami hubungan aliran
energi dengan siklus biogeokimia
4. Dapat memahami macam-macam
siklus biogeokimia
A. Aliran Energi
1.
Pengertian Energi
Energi
merupakan
faktor
utama
yang
mengendalikan ekosistem. Pada hakikatnya hampir
semua sistem di bumi dibatasi oleh jumlah energi
matahari yang tersedia. Tetapi batas toleransi berbagai
spesies terhadap faktor abiotik, misalnya suhu, cahaya,
unsur hara, juga membatasi besarnya populasi dalam
ekosistem. Tetapi peranan faktor toleransi terhadap
faktor fisik lebih kecil peranannya dibandingkan
dengan faktor energi (Jumin, 2002).
Tiga sumber energi yang dikenal yaitu gravitasi,
berbagai kekuatan dalam bumi, dan radiasi sinar
surya. Sinar surya merupakann pendorong banyak
peristiwa alam seperti sirkulasi atmosfer dan siklus air
dalam ekosistem (Wirakusumah, 2003).
2. Arus Energi dalam Ekosistem
Energi mengalir melalui ekosistem yang
dipasok dari luar sebagai energi sinar surya yang
akhirnya hilang kembali lepas sebagai panas
dalam proses respirasi semua anggota komunitas
(Wirakusumah, 2003).
Energi terdiri dari dua macam hukum yaitu :
1. Hukum termodinamika pertama
2. Hukum termodinamika kedua
3. Sinar Surya Sebagai Energi
Matahari merupakan reaktor agung termonuklir dalam
proses reaksi fusi yang serupa saja dengan bom hidrogen,
namun berskala maha besar. Pada dasarnya energi surya
tidak dapat dihilangkan walaupun telah dibelokkan oleh
atmosfer, dan berubah menjadi bentuk-bentuk energi lain
seperti energi kimia, energi kinetik (kinetic energy) atau
energi panas (Wirakusumah, 2003).
Menurut Rumney dalam Climatology and the World’s
Climates (1968), jumlah energi yang mencapai suatu titik di
muka bumi merupakan fungsi letak titik itu di atas
permukaan laut, dan jaraknya dari khatulistiwa serta
lamanya sinar matahari itu mencapai bumi karena dihadang
oleh berbagai gas dan benda-benda atmosfer. Berdasarkan
berbagai penelitian di Hamburg, Jerman, gambaran
disposisi rata-rata penyinaran sinar surya dilukiskan pada
gambar.
Radiasi udara
(atmosfer) 11%
Radiasi Sinar Surya
(26%)
B.SIKLUS BAHAN / BIOGEOKIMIA
Hidrosfer
Litosfer
Atmosfer
Hidrosfer memberi air, litosfer mensuplai berbagai jenis mineral,
sedangkan atmosfer merupakan sumber oksigen, nitrogen, dan karbon.
Kesemuanya itu merupakan material-material anorganis
penyusun elemen - elemen kimiawi yang membentuk dan
mempertahankan kehidupan makhluk (Heddy, dkk, 1989).
Siklus biogeokimia atau siklus organik-anorganik
adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari
komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen
abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui
organisme, tetapi jugs melibatkan reaksireaksi kimia dalam
lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia
(Wikipedia.com)
Jika aliran energi merupakan arus satu arah yang
diperbarui terus dari pasokan Sinar Surya, aliran materi yang
diperlukan dunia kehidupan pada dasarnya bersifat dua arah,
karena bahan-bahan kimia terbatas persediannya hingga
harus digunakan lagi melalui proses perputaran (siklus).
Karena proses siklus materi tidak hanya terjadi dalam tubuh
organisme (biota) tetapi berlangsung juga dalam lingkungan
abiotik, proses ini disebut siklus biogeokimia (Wirakusumah,
2003).
Organisme - organisme dan kemampuannya
tergantung pada aliran energi dan zat-zat yang dapat
dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memproduksi
materi organik. Energi surya terutama dibutuhkan untuk
menjalankan peredaran materi tersebut karena elemenelemen vital dan alat bantu yang dapat digunakan oleh
organisme-organisme pada ekosistem alam tidak
tersebar merata. Aliran ini disebut daur, siklus atau,
peradaran (Frick dan Suskiyatno, 2007).
Ahli - ahli ekologi membicarakan tingkat urutan
makanan dalam rantai makanan dari suatu komunitas,
yang disebut tingkat trofik.
Hubungan antara organisme pada berbagai
tingkatan trofik berpengaruh terhadap ukuran organisme.
Karnivora Sekunder
Karnivora
Karnivora Primer
Herbivora
Akibatnya, beberapa komunitas mempunyai piramida jumlah,
dimana individu herbivora lebih sedikit daripada individu tanaman dan
individu karnivora lebih sedikit daripada individu herbivora (Heddy,
dkk, 1989).
BAB III
SIKLUS BIOGEOKIMIA
A. Siklus Biogeokimia
1. Pengertian Siklus Biogeokimia
Siklus biogeokimia merupakan pergerakan
memutar unsur apa pun melalui atmosfer, samudra,
kerak bumi, dan makhluk hidup (Burnie, 1999).
Menurut Hutchinson (1944 , 1950) siklus
biogeokimia merupakan suatu pertukaran atau
perubahan yang terus – menerus dari bahan-bahan
antara komponen biotik dan abiotik. Berdasarkan
sumber yang ada di alam, siklus biogeokimia
dibagi dalam 2 golongan yaitu :
1. Tipe gas, sebagai sumbernya atmosfer dan
lautan (hidosfer) misalnya siklus hidrogen.
2. Tipe sedimen, sumbernya adalah batuan bumi
seperti fosfor, kalsium dan kalium.
Siklus
biogeokimia
pada
akhirnya
cenderung mempunyai mekanisme umpan-balik
yang dapat mengatur sendiri (self regulating)
menjaga siklus itu dalam keseimbangan. Siklus
biogeokimia yang terpenting adalah siklus
karbon, siklus nitrogen, dan siklus fosfor, yang
berperanan terhadap lingkungan tanaman
(Irwan,1992).
2. Ciri-ciri Siklus Biogeokimia
Ada dua siklus abiotik ini, ialah fase
atmosfer yang penting, bagi elemen seperti
nitrogen, dan fase sedimen yang penting
misalnya bagi fosfor yang relatif kurang sekali
mengikuti fase atmosfer. Siklus biogeokimia
yang terjadi dominan pada fase atmosfer disebut
siklus waduk atmosfer dan siklus biogeokimia
yang lebih banyak terjadi pada fase sedimen
disebut siklus waduk sedimen (Wirakusumah,
2003).
2. Ciri-ciri Siklus Biogeokimia
Ada dua siklus abiotik ini, ialah fase atmosfer
yang penting, bagi elemen seperti nitrogen, dan
fase sedimen yang penting misalnya bagi fosfor
yang relatif kurang sekali mengikuti fase atmosfer.
Siklus biogeokimia yang terjadi dominan pada fase
atmosfer disebut siklus waduk atmosfer dan siklus
biogeokimia yang lebih banyak terjadi pada fase
sedimen
disebut
siklus
waduk
sedimen
(Wirakusumah, 2003).
B. Siklus Karbon
1.
Karbon di Biosfer
Siklus karbon sangat menyerupai arus
energi dalam memasuki rantai pakan melalui
proses fotosintesis. Siklus karbon yang
disajikan pada gambar menunjukkan praktis
semua karbon memasuki organisme melalui
daun-daunan hijau dan kembali ke udara
melalui respirasi hingga merupakan siklus yang
lengkap. Akan tetapi sebagian ada yang
difermentasikan dan atau membentuk jaringan
lainnya menjadi karbon terikat.
B. Siklus Karbon
1.
Karbon di Biosfer
Siklus karbon sangat menyerupai arus energi
dalam memasuki rantai pakan melalui proses
fotosintesis. Siklus karbon yang disajikan pada
gambar menunjukkan praktis semua karbon
memasuki organisme melalui daun-daunan hijau dan
kembali ke udara melalui respirasi hingga
merupakan siklus yang lengkap. Akan tetapi
sebagian ada yang difermentasikan dan atau
membentuk jaringan lainnya menjadi karbon terikat.
Gambar Siklus Karbon di Biosfer
2. Karbon di Atmosfer
Karbon diambil dari atmosfer dengan berbagai cara:
1.Ketika matahari bersinar, tumbuhan melakukan fotosintesa
untuk mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat, dan
melepaskan oksigen ke atmosfer.
2. Pada permukaan laut ke arah kutub, air laut menjadi lebih
dingin dan CO2 akan lebih mudah larut.
3. Di laut bagian atas (upper ocean), pada daerah dengan
produktivitas yang tinggi, organisme membentuk jaringan
yang mengandung karbon, beberapa organisme juga
membentuk cangkang karbonat dan bagian-bagian tubuh
lainnya yang keras.
4. Pelapukan batuan silikat. Tidak seperti dua proses
sebelumnya, proses ini tidak memindahkan karbon ke
dalam reservoir yang siap untuk kembali ke atmosfer.
Bagian terbesar dari karbon yang berada di atmosfer Bumi adalah gas karbon dioksida (CO2).
Meskipun jumlah gas ini merupakan bagian yang sangat kecil dari seluruh gas yang ada di atmosfer (hanya
sekitar 0,04% dalam basis molar, meskipun sedang mengalami kenaikan), namun ia memiliki peran yang
penting dalam menyokong kehidupan. Gas-gas lain yang mengandung karbon di atmosfer adalah metan dan
kloroflorokarbon atau CFC (CFC ini merupakan gas artifisial atau buatan). Gas-gas tersebut adalah gas
rumah kaca yang konsentrasinya di atmosfer telah bertambah dalam dekade terakhir ini, dan berperan dalam
pemanasan global.
Siklus Karbon di Atmosfir
Karbon dapat kembali ke atmosfer dengan berbagai cara
pula, yaitu:
1.
Melalui pernafasan (respirasi) oleh tumbuhan dan
binatang.
2.
Melalui pembusukan binatang dan tumbuhan.
3.
Melalui
pembakaran
material
organik
yang
mengoksidasi karbon yang terkandung menghasilkan
karbon dioksida juga yang lainnya seperti asap
(Wikipedia.com).
C. SIKLUS FOSFOR
Fosfor terdapat pada setiap tanaman, berfungsi
sebagai penyusun protoplasma sel dan sangat
dibutuhkan dalam proses fotosintesa, yaitu dalam
pembentukan ATP pada fotofosforilasi dan
fosforilasi oksidatif. Unsur fosfor diabsorbsi
tanaman dalam bentuk ion H2PO4- dan HPO4-2.
Forfor juga diserap tanaman dalam bentuk piro fosfat
dan metafosfat, serta dalam bentuk fosfor organik.
Cadangan utama fosfor adalah batuan fosfat
diantaranya apatid. Selain itu, forfor juga terdapat
pada air dan guanu. Batuan fosfat yang terlarut
dalam air tanah, sebagian hilang ke badan air dan
sebagian lagi diabsorbsi tanaman (Wikipedia.com).
Siklus Fosfor di Alam
D. Siklus Nitrogen
Cadangan nitrogen anorganik adalah gas N2, yang
membangun ± 78 % udara. Tetapi N2 mempunyai aktivitas
biologis yang kecil. Gas ini memasuki semua tubuh organisme
tetapi umumnya keluar lagi tanpa berperan penting dalam
proses hidupnya.
Daur ulang nitrogen terjadi melalui rantai pakan detritus
oleh organisme detritus (nitrosomans) menjadi senyawa amino
(-NH2) lalu terbebas jadi amoniak (NH3). Proses ini disebut
deaminisasi. Oleh bakteri Nitrosomans lalu dioksidasi jadi nitrit
melalui reaksi.
2N3 + 3O2 → 2NO2- + 2H2O + 2H+
Kemudian oleh bakteri nitrobaktum dijadikan nitrit yang
tersedia bagi tanaman.
2NO2- + O2 → 2NO3-
Proses pembentukan nitrat diatas disebut nitrifikasi, dan
selanjutnya nitrat memasuki rantai pakan. Pada tahap-tahap
selanjutnya saat organisme mulai mati membusuk, nitrat kembali
dibebaskan. Proses ini disebut denitrifikasi (Wirakusumah, 2003).
Siklus Nitrogen
A. Kesimpulan
1. Berdasarkan pembahasan yang telah dibahas di atas,
maka dapat disimpulan bahwa:
1. Aliran energi dan zat-zat dapat dimanfaatkan sebagai alat
bantu untuk memproduksi materi organik.
2. Aliran energi dengan siklus biogeokimia di dalam
ekosistem sangat mempengaruhi organisme-organisme
dan kemampuannya.
3. Siklus biogeokimia dalam ekosistem yang terpenting
adalah siklus karbon, siklus nitrogen, dan siklus fosfor.
4. Siklus karbon, siklus nitrogen, dan siklus fosfor
menghasilkan
unsur
yang
dapat
membentuk
persenyawaan kimia sehingga cenderung bersirkulasi
antara lingkungan dan organisme dalam biosfer.
B. Saran
Disarankan kepada para pembaca sebagai berikut :
1. Aliran energi dan zat-zat harus dimanfaatkan sebaikbaiknya atau seoptimal mungkin sehingga ekosistem
akan tetap terjaga.
2. Siklus Biogeokimia membutuhkan energi-energi,
komponen zat pendukung, serta
organisme di
dalamnya sehingga perlu dijaga keseimbangannya.
3. Manusia harus melakukan tindakan yang efektif dan
berwawasan lingkungan dalam memanfaatkan
Sumber Daya Alam yang mendukung terjadinya
siklus karbon, siklus nitrogen maupun siklus fosfor
dimana sangat berpengaruh terhadap kelangsungan
hidup organisme di dalamnya.
SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH
Download