prinsip-prinsip umum bertahan hidup di laut

advertisement
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
KEGIATAN TUGAS JAGA MESIN
PENDAHULUAN
yang dilakukan selama melaksanakan dinas jaga mesin sangatlah
Kegiatan
penting dalam menjamin kelancaran pengoperasian semua unit permesinan
yang ada di atas kapal. Kelalaian dalam melaksanakan dinas jaga mesin dapat
mengganggu kelancaran kegiatan pelayaran secara umum. Untuk menjamin
kelancaaran kegiatan tersebut diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu untuk
melaksanakan dinas jaga mesin tersebut sehingga kesinambungan kegiatan dapat
berlangsung baik.
Dalam melaksanakan dinas jaga mesin terdapat berbagai kegiatan yang
utamanya adalah melakukan kegiatan pengoperasian, perawatan dan perbaikan
unit permesinan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah pengetahuan tentang
sistem perlistrikan yang terdapat di atas kapal. Pengetahuan tentang perlistrikan
kapal meliputi pengetahuan papan penghubung (switch board), dan
pengetahuan tetang berbagai jenis aki yang merupakan salah satu sumber
tenaga yang terdapat di kapal.
Pada modul ini membahas tentang kegiatan yang dilakukan selama melaksanakan
dinas jaga mesin. Setelah mempelajari modul ini anda diharapkan dapat
memahaami tentang jenis-jenis kegiatan yang dilakukan selama dinas jaga mesin
yang secara khusus dapat dirinci dalam bentuk-bentuk perilaku sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
Melaksanakan pengoperasian dan perawatan mesin
Mengetahui jenis-jenis listrik di kapal
Mengetahui papan penguhubung (switch board) di kapal
Mengetahui jenis-jenis aki di kapal
Untuk memberikan kemudahan kepada anda mencapai tujuan-tujuan tersebut
dalam modul ini disajikan pembahan materi sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
Pengoperasian dan perawatan mesin
Jenis-jenis listrik di kapal
Papan penghubung (switch board) di kapal
Jenis-jenis aki di kapal
Pada masing-masing butir bagian, anda akan selalu menjumpai uraian materi,
bahan latihan, intisari, dan tes formatif. Oleh karena itu sebaliknya anda mengikuti
seluruh pembahasan itu. Sedangkan untuk memperkaya pemahaman dan
memperluas wawasan anda mengenai materi, disarankan agar anda membaca
buku rujukan yang sesuai dan dicantumkan di bagian akhir buku materi pokok ini.
Hal-1
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
Kegiatan Belajar
1
LEMBAR INFORMASI
Nama Program Diklat
Materi Pembelajaran
Jumlah Jam Latihan
A.
: Dinas Jaga
: Pengoperasian dan Perawatan Mesin
: 3 jam
PENGOPERASIAN MESIN
Persiapan yang perlu diperhatikan sebelum mengoperasikan mesin meliputi
kegiatan berikut :
1.
Periksa semua komponen-komponen mesin dan pastikan dalam kondisi baik.
2.
Mengunakan minyak pelumas dan gemuk sesuai dengan buku pedoman
pengoperasian mesin.
3.
Periksa pendingin motor apakah dalam kondisi baik.
4.
Pastikan tangki bahan bakar dan saluran keadaan baik.
5.
Periksa semua bagian mesin yang bergerak dan pastikan tidak ada yang
kendor.
6.
Sesudah mesin dapat di star lalu panaskan terlebih dahulu tanpa beban
beberapa saat lamanya, setelah itu barulah mesin diberi beban dan usahakan
tidak menjalankan pada putaran terlalu tinggi.
Hal-hal yang harus diperhatikan setelah mesin dapat distar, jalankan mesin pada
putaran sedang tanpa beban selama kurang lebih 5 menit sampai temperatur
pendingin dan minyak pelumas bekerja normal. Perhatikan juga bekerjanya :
1.
2.
3.
4.
Tekanan minyak pelumas
Bunyi dan getaran mesin
Warna gas buang
Kebocoran air atau minnyak pelumas
Hal-2
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
B.
MEMATIKAN MESIN
Mematikan mesin perlahan-lahan, lepaskan bebanya terlebih dahulu secara
berangsur-angsur kemudian biarkan mesin bekerja tanpa beban pada putaran
rendah kira-kira 5 menit sampai mesin menjadi agak dingin dan mesin boleh
dimatikan.
Cara mematikan mesin pada umumnya ada dua metode yaitu :
a) Menutup aliran bahan bakar ke mesin
b) Menekan atau menarik tuas dekompresi sehingga tak terjadi proses kompresi.
Apabila mesin sudah berhenti tindakan yang dillakukan adalah :
a) Kembalikan letak tuas dekompresi pada posisi jalan
b) Tutup semua kran bahan bakar
c) Tutup semua kran saluran pendingin
C.
PERAWATAN MESIN
Perawatan adalah suatu usaha untuk memelihara keawetan dan kesempurnaan
dari alat perlengkapan agar alat perlengkapan tersebut selalu berada dalam
keadaan baik, benar dan siap pakai. Perawatan merupkan pekerjaan yang
diperlukan untuk mempertahankan sesuatu dalam keadaan yang memuaskan,
perawatan ini adalah sebagai bagian yang tak dapat dipisahkan dari fungsi
produksi secara menyeluruh dimana perawatan ini merupakan elemen untuk
stabilitas menjaga agar peralatan bekerja dengan efektif dan menelan kemacetan
serendah mungkin.
Pada umumnya sistem perawatan mempunyai sifat untuk meningkatan efektifitas
serta porsi keuntungan bagi pemilik perusahaan, hal ini dimungkinkan karena
dengan perawatan mesin maka dapat ditekan ongkos produksi, disamping itu
dapat pula ditingkatkan kapasitas produksi suatu mesin hingga estimate umur
ekonomissnya.
D.
JENIS DAN TEKNIK PERAWATAN MOTOR
1. Jenis Kegiatan
Kegiatan perawatan motor induk dapat dibedakan atas dua macam, yaitu
preventive maintenace (perawatan pencegahan) dan corrective maintenace
(perawatan untuk penanggulangan atau perbaikan).
Hal-3
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
2. Preventive Mintenace (perawatan pencegahan)
Yang dimaksud dengan preventive maintenace adalah kegiatan perawatan yang
dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan, dengan mempelajari lebih dahulu
sebab-sebab kerusakan, apabila motor dioperasikan atau digunakan.
Menurut B.S Dhillon (1987), preventive maintenace (perawatan pencegahan) ini
juga dilakukan untuk menjaga peralatan dalam situasi kerja yang tetap dengan
perawatan melalui pemeriksaan dan perbaikan pada tahap awal operasi sedini
mungkin.
Sedang perawatan pencegahan adalah perawatan yang dilakukan saat motor
sedang berjalan atau pada waktu sedang berhenti. Perawatan ini meliputi :
a.
Perawatan rutin harian, kegiatan yang dilakukan mencakup kebersihan
ruangan mesin dan mesinnya sendiri, dan merapikan tempat, hal ini dilakukan
setiap hari.
b.
Perawatan rutin mingguan, perawatan secara mingguan untuk peralatan yang
bergerak atau selalu berubah, untuk itu perlu adanya pelumasan pengecekan
peralatan tersebut.
c.
Perawatan berkala, kegiatam ini mencakup perawatan motor untuk saat-saat
tertentu, dimana dilakukan pengukuran dan penganalisaan lebih lanjut agar
diketahui keadaan atau kondisi peralatan tersebut. Seandainya dari
pengecekan ditemui adanya penyimpangan, maka perlu dilakuka perbaikan
seperlunya menurut kadar kerusakan.
Nekoele Sornarta dan Soichi Faruhama (1985), menjelaskan bahwa perawatan rutin
adalah untuk memelihara motor agar kemampuannya selalu maksimum dan
memperpanjang umurnya. Untuk itu maka perlu diperiksa dan dipeliihara secara
teratur. Kalau motornya digunakan secara baik dalam kodisi operasi normal, maka
harus diperiksa secara periodik sebagai berikut :
a.
Perawatan dan pemeriksaan harian pada pada saat kapal operasi meliputi :








b.
Periksa jumlah bahan bakar dan persediaan
Buang endapan pada tangki harian bahan bakar
Periksa jumlah oli dan persediaan
Periksa packing dari sistem air pendingin
Periksa tekanan udara dari botol angin
Periksa sirkulasi air pendingin
Periksa baut-baut, mur dan kebocoran oli
Periksa kebocoran bahan bakar
Perawatan dan pemeriksaan setiap 50 jam pada saat kapal operasi :


Buang kotoran dari filter bahan bakar pelumas
Periksa jumlah bahan bakar pada tangki besar
Hal-4
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin


c.
Perawatan dan pemeriksaan setiap 250 jam pada saat kapal operasi :




d.
Periksa waktu ineksi dari bahan bakar
Periksa klep injeksi
Bongkar dan bersihkan penyaring bahan bakar
Perawatan dan pemeriksaan setiap 1000 jam pada saat kapal operasi :





3.
Bersihkan filter bahan bakar dan pelumas
Ganti miyak pelumas
Ganti minyak pelumas dalam pompa bahan bakar
Periksa bentuk injeksi
Perawatan dan pemeriksaan setiap 500 jam pada saat kapal operasi :



e.
Periksa oli di dalam pompa injeksi bahan bakar
Buang kotoran tangki dari udara
Periksa dan ganti seng anti korosif
Bersihkan ruang pembakaran
Sekur kllep isap dan klep buang
Periksa bagian-bbaian dari torak
Ganti minya idrolik
Corrective Mintenace (perawatan penanggulangan)
Corrective maintenance (perawatan penanggulangan) adalah kegiatan
perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan pada motor. Kegiatan ini juga
sering disebut kegiatan reparasi atau perbaikan. Arti lainnya adalah kegiatan yang
dilakukan untuk memperingan kondisi yang tidak diinginkan, yang diperoleh selama
kontrol perawatan pencegahan agar mesin selalu siap operasi. Kegiatan ini seperti
reparasi kecil.
Adapun tujuan sebenarnya adalah untuk melakukan perbaikan apabila terjadi
gangguan-gangguan atau kerusakan mendadak pada pengoperasian motor atau
saat motor tersebut sedang beroperasi, yang mana sifatnya mengganggu, tetapi
motor tersebut tetap dapat dioperasikan, sehingga harus diadakan perawatan
atau perbaikan secara mendadak. Misalnya kelonggoran pada katup atau
gangguan lain pada saat mesin beroperasi. Gangguan pada katup ini dapat kita
baca atau ketahui dengan indicator pada : suara yang ditimbulkan dari mesin itu
sendiri, kenaikan suhu pada air pendingin atau minyak pelumas, warna dari gas
buang yang dihasilkan, rasa dari minyak pelumas yang terasa asin dan sebagainya.
Dari indikator tersebut sehingga dapat diketahui adaya gangguan-gangguan atau
kerusakan yang terjadi pada motor, sehingga dapat segera dilakukan penanganan
perawatan/perbaikan.
Hal-5
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
LEMBAR KERJA
1.
Alat
 Mesin penggerak utama kapal
 Kunci-kunci
 Berbagai jenis obeng
2.
Bahan yang digunakan :
 Modul
 Buku petunjuk pengoperasian mesin penggerak utama kapal
3.
Langkah kerja :
 Siswa dapat mengoperasikan mesin penggerak utama kapal
 Siswa dapat mematikan mesin penggerak utama kapal
 Siswa dapat melakukan perawatan mesin
 Siswa dapat melakukan teknis perawatan mesin
LEMBAR LATIHAN
Setelah anda membaca dan memahami prinsip-prinsip tentang bagaimana cara
mengoperasikan dan merawat mesin, cobalah anda kerjakan latihan di bawah ini.
Dengan demikian anda akan dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip
ketentuan-ketentuan itu lebih jauh.
1.
2.
3.
4.
Sebutkan langkah-langkah yang dilakukan pada saat akan mengoperasikkan
mesin penggerak utama kapal ?
Sebutkan langkah-langkah yang dilakukan untuk melaksanakan perawatan
mesin ?
Seutkan jenis-jenis perawatan mesin yang anda ketahui !
Sebutkan langkah-langkah yang dilakukan pada saat mematikan mesin !
Untuk memeriksa hasil latihan anda bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. Oleh
karena itu hasil latihan anda sebaiknya anda bandingkan dengan hasil latihan
siswa/kelompok lain. Diskusikanlah dalam kelompok untuk hal-hal yang berbeda
dalam hasil latihan itu. Dalam mengkaji hasil latihan itu anda sebaiknya selalu
melihat prinsip-prinsip Pengoperasian dan Perawatan Mesin yang diuraikan
sebelumnya. Jika terdapat hal-hal yang tidak dapat di atasi dalam diskusi
kelompok, bawalah persoalan tersebut ke dalam pertemuan tutorial. Yakinlah
dalam pertemuan tersebut anda akan dapat memecahkan persoalan itu.
Hal-6
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
RANGKUMAN
1. Perawatan mesin adalah suatu usaha untuk memelihara keawetan dan
kesempurnaan dari alat perlengkapan agar alat perlengkapan tersebut selalu
berada dalam keadaan baik, benar dan siap pakai.
2. Perawatan mesin dibagi atas perawatan pencegahan dan perawatan
penanggunalan.
3. Langkah-langkah yang perlu mendapat perhatian khusus pada unit mesin
adalah pada saat melakukan pengoperasian dan mematikan kapal.
Hal-7
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
LEMBAR EVALUASI
Tes Formatif 1. Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling
tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.
1. Memeriksa semua komponen mesin sebelum diioperasikan adalah langkah yang
dilakukan pada saat ………………………. :
a. Mengoperasikan mesin
b. Persiapan yang dilakukan pada saat akan mengoperasikan mesin
c. Mematikan mesn
d. Akan mematikan mesin
2. Mengecek tekanan minyak pelumas dan suhu pendingin minyak pelumas dalah
langkah yang dilakukan pada saat ………………………….. :
a. Mesin telah beroperasi
b. Mesin sedang beroperasi
c. Mesin selesai operasi
d. Mesin akan beroperasi
3. Memeriksa getaran mesin dilakukan pada saat …………………………:
a. Mesin mati
b. Mesin sedang operasi
c. Mesin selesai beroperasi
d. Mesin akan beroperasi
4. Menutup aliran bahan bakar pada saat mesin beroperasi adalah langkah :
a. Yang diperbolehkan
b. Yang tidak diperbolehkkan
c. Yang membahayakkan
d. Biasa-biasa saja
5. Menutup aliran pendingin pada saat mesin selesai beroperasi adalah langkah :
a. Disyaratkan
b. Yang dilarang
c. Yang membahayakan
d. Biasa-biasa saja
Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian
akhir Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar, kemudian
gunakanlah rumus di bawah ini untuk megetahui tingkat penguasaan anda
terhadap materi Kegiatan Belajar 1.
Hal-8
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
Rumus :
Tingkat Penguasaan =
Jumlah Jawaban Anda yang benar
5
X 100 %
Arti tingkat penguasaan yang anda capai :
90 % - 100 %
80 % - 89 %
70 % - 79 %
 69 %
: Baik sekali
: Baik
: Cukup
: Kurang
Bila tingkat penguasaan anda mencpai 80 % ke atas, anda dapat meneruskan ke
kegiatan belajar berikutnya, Bagus, tetapi apabila nilai yang anda capai di bawah
80 %, anda harus mengulangi kegiatan belajar 1, terutama pada bagian yang
belum anda kuasai.
Hal-9
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
Kegiatan Belajar
2
LEMBAR INFORMASI
Nama Program Diklat
Materi Pembelajaran
Jumlah Jam Latihan
A.
: Dinas Jaga
: Jenis-Jenis Listrik dan Papan Penghubung (switch board)
Di Kapal
: 4 jam
JENIS JENIS LISTRIK DI KAPAL
Pada dasarnya arus listrik di kapal dapat dibedakan :
1.
Aruh Lemah
Tegangan hanya sampai 24 volt, dipakai untuk telepon, jam, alarm kebakaran,
penerangan darurat dan sebagainya.
2.
Arus Kuat
Dipakai untuk penerangan, penggerak pesawat, pemanas, sistim komando dan
alam, radio peralatan navigasi dan lain-lain. Dahulu tegangan yang dipakai
sampai 65 volt, tetapi sekarang dipakai tegangan lebih tinggi yaitu antara 220-240
volt. Penggunaan tegangan yang tinggi memungkinkan kita untuk dapat
menggunakan alat-alat dengan daya lebih besar, seperti diketahui dengan
tegangan lebih tinggi maka untuk daya yang sama, arus yang mengalir akan lebih
kecil, dengan demikian dapat memakai kawat dengan penampang yang lebih
kecil pula, sehingga lebih ringan. Namun begitu kwalitas isolasi, baik pada kawat
penghubung maupun pada pesawat sendiri harus lebih baik. Arus listrik (arus kuat)
dibedakan menjadi arus searah dan arus bolak-balik.
B.
GENERATOR
Generator atau disebut juga dynamo ialah sebuah pesawat yang merubah tenaga
mekanis menjadi tenaga listrik. Untuk tenaga penggerak atau tenaga mekanis
dapat dipakai motor pembakaran atau turbin.
Hal-10
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
1. Generator Arus Searah
Dinamo pada pokoknya terdiri dari sebuah rotor (1) atau jangkar (armature) yang
berputar didalam sebuah stator yang tinggal diam. Rotor terdiri dari sebuah tromol.
Pada tromol ini dililitkan sejumlah gulungan kawat yang diberi isolasi antara satu
sama lain. Gulungan kawat ini bergerak di dalam suatu medan magnit, yang
dibangkitkan dari suatu susunan magnit.
Sebuah tromol dari rotor terdiri dari susunan pelat-pelat besi lunak berbentuk bulat
yang digabungkan menjadi satu, tetapi diberi isolasi antara pelat yang satu
dengan pelat yang lain. Untuk mencegah terjadinya arus pusar atau eddy current.
Pada rotor dibuat alur-alur, untuk menempatkan gulungan kawat, ujung kawat ini
dihubungkan kepada pengumpul arus atau kolektor atau komutator.
Sedangkan pada stator merupakan suaru susunan kutub-kutub yang ditempatkan
pada rumah bentuk silinder. Kutub dengan rumah merupakan kesatuan yang
menyalurkan garis-garis gaya magnet. Kutub utara (u), melalui celah udara. Rotor
atau jangkar, celah udara, kutub selatan (s) dan rumah generator, kembali ke
kutub utara. Celah udara harus diusahakan sekecil mungkin agar kebocoran garisgaris gaya pada celah udara juga sekecil-kecilnya.
Magnit pada kutub dibentuk atau dibangkitkan oleh gulungan kawat pada sepatu
kutub yang dialiri arus listrik. Juga terdiri dari pelat-pelat besi lunak yang digabung
jadi satu setelah diisolasi satu sama lain seperti gambar 4a. Sedang gulungan kawat
dibut atau dibentuk sesuai dengan ukuran sepatu kutub. Kemudian diikat dan diberi
lapisan isolasi atau lak.
a) Cara kerja generator arus searah
Cara kerja generator adalah berdasarkan pada azas induksi listrik (electro
magnetic induction). Kalau sebatang kawat digerakkan sehingga memotong
suatu (garis gaya) medan magnit, maka pada kawat akan dibangkitkan gaya
gerak listrik (ggl) atau electro motive force(emf). Gaya gerak listrik(ggl) akan
menyebabkan timbulnya arus listrik yang mengalir pada kawat tadi dan ggl
yang timbul tergantung pada kuat medan magnit dan kecepatan kawat
memotong garis gaya. Makin kuat medan dan makin tinggi kecepatan
gerakkan kawat, makin tinggi tegangan yang timbul.
Hubungan antara arah gerakan kawat dengan arah yang timbul adalah sesuai
dengan kaidah atau ketentuan tangan kanan. Yaitu kalau telapak tangan
kanan kita hadapkan kearah kutub utara atau tegak lurus garis gaya dan
keempat jari kita luruskan maka ibu jari yang tegak lurus pada jari-jari lain
menunjukkan arah arus yang dibangkitkan pada kawat tersebut.
Hal-11
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
Generator sederhana, terdiri dari sati kawat yang lengkung dan dua buah kutub
magnit, dari kedua kutub magnit atau garis-garis gaya yang selalu keluar dari
kutub utara menuju kutub selatan.
Posisi kawat tidak memotong garis-garis gaya magnit sehingga tidak/belum
timbul arus listrik, tetapi pada saat telah bergerak sejauh 90, maka pada posisi
demikian kawat akan memotong jumlah garis-garis gaya yang paling banyak,
sehingga gaya gerak listrik(ggl) yang timbul merupakan harga maksimum.
Jadi ggl yang dibangkitkan selama satu putaran sebenarnya tidak rata tetapi
terjadi fluktuasi ujung-ujung dari kawat yang dihubungkan pada komuntator
dengan satu pasang sikat-sikat arang. Jadi sekarang antara sikat-sikat juga akan
terjadi fluktuasi ggl pada suatu saat, sikat-sikat akan berhubungan dengan 2
komutator sekaligus.
C.
PAPAN PENGHUBUNG (SWITH BOARD)
1.
Susunan Papan Hubung
Papan hubung merupakan suatu susunan instrumen-instrumen, pemutus sirkuit,
saklar-saklar dan lai-lainnya , yang memungkinkan suatu instalansi listrik dapat
bekerja dan dimonitor secara efisien. Papan hubung umumnya seperti panel-panel,
yang masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Papan hubungan dapat
dibedakan :
a.
b.
c.
Papan hubung utama yang langsung berhubungaan dengan generator
Papan hubungan batu , yang mengatur penyaluran arus listrik dari papan
hubung utama kepesawat-pesawat penggerak yang kadang-kadang disebut
juga papan pembagi (ditribution board)
Papan hubung darurat, yang berhubungan dengan generator darurat atau
baterai/aki darurat.
Papan hubung utama merupakan pusat dimana arus listrik dapat dibagi-bagi dan
diatur untuk keperluan seluruh kapal. Papan hubung utama dipasang dikamar
mesin, sedekat mungkin dengan pesawat pembangkit listrik (generator) antara
papan hubung dan generator dihubungkan oleh saluran atau kabel induk. Pada
papan hubung kabel induk ini dibagi-bagi atau dibuat saluran-saluran cabang
yang terpisah-pisah dan merupakan grup-grup. Setiap grup diberi saklar dan sekring
atau fuse.
Hal-12
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
2. Jenis Papan Hubung
Dari segi konstruksinya papan hubung dibedakan dalam 2 jenis :
a. Papan hubung terbuka (Live Front), dimana pada bagian depannya dipasang
alat-alat seperti saklar, sekring dan lain-lainnya yang langsung dialiri oleh arus
listrik. Jenis papan hubung ini digunakan di kapal yang memakai sistim arus
searah.
b. Papan hubung tertutup (dead front), yang pada bagian depannya juga
dipasang alat-alat yang sama seperti papan hubung terbuka, tetapi sama sekali
bebas dari arus listrik. Papan hubung ini terutama dipakai pada kapal yang
memakai sistim arus bolak-balik. Namun begitu sekarang kapal yang memakai
sistim arus searahpun cenderung untuk memakai papan hubung jenis tertutup ini.
3. Papan Hubung Sistim Arus Listrik
Jenis generator yang dipakai adalah generator kompon. Di kapal selalu dipakai
lebih dari satu generator yang sama, yang masing-masing dapat dihubungkan
secara pararel. Untuk keperluan tersebut maka masing-masing generator juga
dilengkapi dengan peralatan.
4. Pengukur Arus
Seperti namanya, alat ini dipakai untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir
dari generator, dengan pemasangan pengukur arus secara berseri.
5. Pengukur Tegangan
Tegangan antara kawat-kawat pada generator harus dapat diukur. Untuk ini
dipasang sebuah pengukur tegangan yang dihubungkan secara pararel.
Hal-13
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
LEMBAR KERJA
1. Alat :



Generator
Berbagai obeng
Multitester
2. Bahan yang digunakan :


Modul
Buku petunjuk pengoperasian generator
3. Langkah Kerja :
 Siswa dapat mengenal generator dikapal
 Siswa dapat mengenal papan penghubung (switch board) kapal
LEMBAR LATIHAN
Setelah anda membaca dan memahami prinsip-prinsip Kelistrikan dan Papan
Penghubung di kapal, cobalah anda kerjakan latihan di bawah ini. Dengan
demikian anda akan dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ketentuanketentuan itu lebih jauh.
1. Sebutkan langkah-langkah yang dilakukan pada saat akan mengoperasikan
mesin generator kapal !
2. Sebutkan langkah-langkah yang dilakukan untuk mengoperasikan papan
penghubung (switch board) kapal !
Untuk memeriksa hasil latihan anda bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. Oleh
karena itu hasil latihan anda sebaiknya anda bandingkan dengan hasil latihan
siswa/kelompok lain. Diskusikanlah dalam kelompok untuk hal-hal yang berbeda
dalam hasil latihan itu. Dalam mengkaji hasil latihan itu anda sebaiknya selalu
melihat prinsip-prinsip Kelistrikan dan Papan Penghubung di kapal yang diuraikan
sebelumnya. Jika terdapat hal-hal yang tidak dapat di atasi dalam diskusi
kelompok, bawalah persoalan tersebut ke dalam pertemuan tutorial. Yakinlah
dalam pertemuan tersebut anda akan dapat memecahkan persoalan itu.
Hal-14
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
RANGKUMAN
1. Listrik arus lemah adalah listrik arus listrik arus lemah yang mempunyai tegangan
sampai 24 volt dan dipakai untuk telepon, jam, alarm kabakaran dan
penerangan darurat.
2. Listrik arus kuat yang dipakai untuk penerangan, penggerak pesawat, pemanas,
sistim komando dan alarm, radio, navigasi dan lain-lain. Tegangan yang dipakai
adalah 65 volt sampai pada tegangan antara 220-240 volt.
3. Generator atau disebut juga dynamo adalah sebuah pesawat yang tenaga
mekanik menjadi tenaga listrik.
4. Generator arus searah adalah dynamo yang terdiri dari atas komponen rotor,
jangkar(armature) dan bagian yang diam disebut stator.
5. Papan penghubung adalah susunan intrumen-instrumen, pemutus sirkuit, saklarsaklar dan lain-lain, yang memungkinkan suatu instansi listrik dapat bekerja dan
dimonitor secara efisien.
Hal-15
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
LEMBAR EVALUASI
Tes Formatif 2. Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling
tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.
1. Tenaga listrik yang hanya mempunyai tegangan sebesar 24 volt, tergolong pada
arus listrik ……………………………………………
a. Listrik arus kuat
b. Listrik arus lemah
c. Listrik arus sedang
d. Listrik tegangan tinggi
2. Pesawat yang merubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik disebut
……………………………………………………………
a. Transformator
b. Akumulator
c. Generator
d. Stator
3. Jangkar, stator adalah komponen ……………………………………………..
a. Generator arus searah
b. Generator arus bolak balik
c. Generator satu fase
d. Generator dua fase
4. Satu susunan tempat instrumen-instrumen, saklar-saklar dan sirkuit pemutus
disebut dengan ……………………………………………………….
a. Papan alas
b. Papan penghubung
c. Papan listrik
d. Papan sirkuit
5. Papan penghubung yang langsung berhubungan dengan generator disebut
……………………………………………………….
a. Papan penghubung bantu
b. Papan penghubung utama
c. Papan penghubung pertama
d. Papan penghubung lanjutan
Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian
akhir Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar, kemudian
gunakanlah rumus di bawah ini untuk megetahui tingkat penguasaan anda
terhadap materi Kegiatan Belajar 2.
Hal-16
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
Rumus :
Tingkat Penguasaan =
Jumlah Jawaban Anda yang benar
5
X 100 %
Arti tingkat penguasaan yang anda capai :
90 % - 100 %
80 % - 89 %
70 % - 79 %
 69 %
: Baik sekali
: Baik
: Cukup
: Kurang
Bila tingkat penguasaan anda mencpai 80 % ke atas, anda dapat meneruskan ke
kegiatan belajar berikutnya, Bagus, tetapi apabila nilai yang anda capai di bawah
80 %, anda harus mengulangi kegiatan belajar 2, terutama pada bagian yang
belum anda kuasai.
Hal-17
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
Kegiatan Belajar
3
LEMBAR INFORMASI
Nama Program Diklat
Materi Pembelajaran
Jumlah Jam Latihan
A.
: Dinas Jaga
: Jenis-Jenis Aki Yang Ada Di Kapal
: 4 jam
AKI SEBAGAI SUMBER ENERGI
Aki ialah suatu alat yang digunakan untuk mengubah energi kimia menjadi energi
listrik. Sering dianggap aki adalah alat penyimpan listrik, hal ini kurang tepat. Yang
benar adalah bahwa aki alat penyimpan energi kimia. Aki tersusun dari sel-sel.
Setiap sel terdiri dari satu pelat atau kutub positif dan satu kutub negatif. Jadi aki
merupakan gabungan dari dua buah sel atau lebih dan membentuk sebuah
“batteray” atau bateray-bateray berarti gabungan alat yang sejenis dan
membentuk satu kesatuan.
Aki merupakan alat yang penting pada sistim listrik di kapal, karena aki bukan saja
merupakan sumber tenaga cadangan, kalau terjadi gangguan pada sistem listrik
dari generator, tetapi aki juga dipakai untuk keperluan sehari-hari. Aki dapat
dengan segera mensuplai energi listrik setiap saat diperlukan, dan inilah merupakan
kelebihan dari aki terhadap alat lain sebagai sumber energi cadangan siap pakai,
sehingga Solas 1960 memberikan pengakuan penuh, bahwa aki sumber tenaga
siap pakai merupakan kebutuhan yang esensial bagi kapal-kapal samudra.
Manfaat yang optimal dari penggunaan aki di kapal banyak tergantung pada :
1.
2.
3.
B.
Pemilihan yang tepat dari jenis dan kapasitas aki
Pemasangan dan penempatan yang baik dan benar
Pemeriksaan dan perawatan yang teratur
JENIS-JENIS AKI
Aki atau bateray dibedakan dalam dua jenis, yaitu :
1.
Bateray primer, yang dapat mengeluarkan arus listrik (discharge), sebagai
contoh, baterai kering.
Hal-18
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
2.
Baterai sekunder, yang dapat mengeluarkan atau menerima arus listrik ke/dari
luar. Artinyaa setelah baterai mengeluarkan arus dan dalam keadaan hampir
kosong (discharge), kemudian dapat diisi (charge) kembali, sampai keadaan
kembali seperti semula. Sebagai contoh : aki pada mobil.
Baterai sekunder pada pokoknya dibagi pada dua golongan, yaitu:
a.
b.
C.
Jenis timah hitam asam
Jenis alkalin
AKI TIMAH HITAM - ASAM
Bagian-bagian pokok dari aki terutama adalah susunan pelat-pelat positif dan
negatip. Masing-msing pelat ini tersusun dari bahan atau material aktip yang khusus
yang ditempatkan atau dituang pada sebuah rangka atu grid yang dibuat dari
bahan campuran antara atimon dan timah hitam. Pelat grid ini merupakan plat
berbentuk segi empat yang ratadengan tepi-tepinya agak tebal dan dibuat
anyaman kawat-kawat secara vertikal dan horizontal. Pelat-pelat negatif apabila
bermuatan mengandung timah hitam (pb), berupa bunga karang (sponge) yang
berwarna abu-abu. Sedang pelat-pelat positifnya mengandung timah hitam
peroksida (PbO2), yang berwarna coklat.
Pelat yang sejenis digabung ditahan oleh sebuah kelem (strap) kemudian diparti
atau disolder. Pada kelem dibuat pula terminal penghubung. Pelat- pelat positif
dan negatip dipasang berselang seling, dimana pelat negatip selalu dibuat satu
pelat lebih banyak dari pada pelat positip, hal ini dimaksudlkan untuk pelat negatip
dapat mengurung semua bidang dari pelat-pelat positip.
Antara pelat-pelat positip dan negatip dibuat pelat pemisah, yang berupa
lembaran-lembaran karet yang poros, yang pada salah satu sisinya dibuat rusukrusuk vertical dipasang menghadap kepelat positip. Dengan penempatan rusukrusuk demikian, maka ruang antara rusuk-rusuk tersebut akan memeperlancar
sirkulasi elektrolit kepada pelat-pelat positip dan memebentuk satualur, agar artikelartikel terlepas dari pelat positip jatuh diruang pengumpul pada dasar kotak aki.
Susunan dari pelat-pelat positif dan negatif serta pelat pemisah yang kemudian
dikelem menjadi satu kesatuan disebut elemen atau sel. Pada tiap elemen ini
umumnya dapat membangkitkan ggl atau tegangan sebesar 2 volt. Jadi jumlah
elemen pada aki akan menentukan jumlah teganggan yang dapat dibangkitkan.
Elemen-elemen ynag sudah siap, kemudian dimasukan kedalam kotak aki dan
diturtup dengan penutup elemen yang dibuat dari karetyang keras.
Penutup elemen dibuat lubang-lubang dan diberi bus dari timah hitam yang dapat
masuk dengan bebas pada terminal dari kelem, yang kemudian dipatri atau
disolder dengan terminal. Antara elemen-elemen kemudian dipasang penghubung
elemen sehingga elemen-elemen tersebut membentuk hubungan seri. Akhirnya
Hal-19
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
bagian atas elemen dituangkan bahan campuran diseluruh permukaan atas dari
kotak aki. Bahan ini merupakan bahan perekat dan perapat antara bagian-bagian
tadi dan membentuk satu lapisan yang kuat yang dapat mencegah agar elektrolik
tidak bocor keluar.
D.
KAPASITAS AKI
Kapasitas aki dinyatakan dalam satuan amper/ jam atau ampere hour (AH). Kalau
sebuah aki dinyatakan kapasitasnya 70 AH ,maka dalam keadaan terisi penuh
(charge) berarti aki dapat mensuplai arus listrik sebesar 7 ampere selama 10 jam
teru menerus sesuai teganganya atau dapat pula mensuplai arus 10 amper selama
7 jam dan sebagainya banyaknya ampere/jam suatu aki juga berguna untuk
menentukan besarrnya arus listrik yang diperlukan pada waktu mengisi aki
(recharging),karena aki tidak boleh diisi dengan arus yang terlalu kecil, sehingga
waktu pengisian terlalau lama sebaliknya juga tidak boleh dengan arus yang terlalu
besar karena dapat merusak elemen-elemen aki (ofercharging).
Menurut pengalaman agar didapatkan pengisian yang sebaik–baiknya besarnya
arus (amper) waktu mengisi dihitung dengan rumus :
7% x Jumlah Amper-Jam
Jadi, misalnya sebuah aki mempunyai kapasitas 100 AH, besarnya arus yang
diperlukan waktu mengisi ialah :
7/100 x 100 = 7amper
E.
REAKSI KIMIA PADA AKI
Apabila pada aki yang sudah terisi, antara terminal-terminal dihubungkan suatu
beban misalnya lampu, radio atau alat lain maka bahan atau material aktif di
dalam aki akan mengadakan suatu proses atau reaksi kimia, sehingga terjadi proses
perubahan energi dari energi kimia menjadi energi listrik dan terbentuk suatu aliran
listrik harus searah. Atau dengan kata lain arus listrik dihasilkan suatu reksi kimia
antara bahan-bahan aktif dari pelat positif dan negatif serta asam sulfat dari
elektrolik.
Hal-20
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
Elektrolik dalam keadaan aki terisi penuh merupakan cairan yang terdiri dari
campuran asam sulfat dalam konsentrasi sedang dan air dengan perbandingan
sebagai berikut:
Elektrolit
=
berat jenis
1,270
100%
Air (H2O)
+
berat jenis
1.000
=
64%
Asam Sulfat (H2SO4)
berat jenis
1.835
+
36%
Berat jenis elektrolit adalah 1,270 pada suhu + 27oC.
Tegangan sel atau elemen tergantung pada perbedaan antara material aktif dan
konsentrasi elektrolik. Sedangkan kemamapuan dan energi listri yang dapat
dihasilkan oleh aki ialah tergantung dari luas aktip dan berat dari material dalam
pelat-pelat oleh jumlah asam sulfat didalam elektrolik. Apabila antara terminal aki
dihubungkan dengan suatu beban, maka arus listrik akan mengalir dari terminal aki
ke beban dan kembali keaki melalui terminal yang lain.
Timah hitam peroksid (PbO2) didalam pelat positip adalah senyawa dari timah
hitam (Pb) dan zat asam (O2). Asam sulfat adalah senyawa dari zat air (H2) dan
sulfat(SO4), sedang zat asam didalam bahan aktip positip bergabung dengan zat
air dari asam sulpat kemudian membentuk air (H2O).Dan dalam dalam waktu yang
sama timah hitam didlam bahan aktif positif bergabung dengan sulfat dan
membentuk timah hitam sulpat (PbSO4). Reaksi yang sama akan berlangsung
dipelat negatif dimana timah hitam (Pb) dari bahan aktif negatif bergabung
dengan membentuk timah hitam sulfat (PbSO4). Jadi timah hitam sulfat dibentuk
oleh kedua pelat positif dan negatif, pada waktu aki mengeluarkan arus
(discharged), sedang asam sulfat di dalam elektrolik telah terpakai dan diganti
dengan air.
Perlu diperhatikan bahwa material didalam pelat positip dan negatif, selama
discharge menjadi serupa susunan kimianya karena timh hitam sulfat akan
berkumpul (akumulasi). Keadaan inoi mengakibatkan tegangan elemen akan
berkurang. Kalau pembuangan atau pengeluaran arus berjalan terus akan terjadi
pengurangan kepekatan elektrolit dan akumulasi timah hitam sulfat didalam pelatpelat mengakibatkan reksi lama – lama akan berhenti. Dan apabila aki tidak
dapatmemberikaan tegangan yang diperlukan, maka dikatakan bahwa aki telah
kosong dengn keaddaan demikian aki harus diisi dengan sejumlah arus listrik yang
cukup dari sumber lain, sebelum dapat dipakai reaksi kimia yang berlangsung di
dalam sel aki pada waktu diisi, adalah kebalikan dari apa yang terjadi waktu
membuang. Timah asma sulfat pada kedua pelat akan terpisah menjadi Pb dan
SO4, sedang air atau H2O, terpisah menjadi zat air dan zat asam. SO4 akan
Hal-21
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
meninggalkan pelat dan bergabung dengan zat air membentuk H2SO4 atau asam
sulfat. Pada waktu yang sama zat asam bergabung dengan timah hitam pada
pelat positif membentuk PbO2 atau timah hitam peroksida.
Perlu diingat bahwa berat jenis dari elektrolit makin berkurang pada waktu
membuang, yang disebabkan oleh dua hal, yaitu :
1.
2.
Asam sufat – yang lebih beraty dari air – terpakai,
Terjadi pembentukan air.
Dan sebaliknya dari kejadian di atas, pada waktu diisi, berat jenis elektrolik akan
bertambah, karena ada gas-gas yang bebas dari elektrolit.
Hal-22
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
F.
AKI ALKALIN
Disebut aki alkalin, karena aki ini menggunakan elektrolit caustik potash atau
potassium hidroksida (KOH) yang bersifat alkalis.
Ada dua macam aki alkalin yaitu :
1. Aki dengan nikel – besi (Ni Fe)
Pelat positif terdiri dari sebuah grid yang padanya dipasang tabung baja yang
mengandung nikel yang berisi material aktip. Sedang pelat negatip mempunyai
kontruksi yang sama denga pelat-pelat positip, tetapi oksida besi sebagi material
aktipnya. Reaksi kimia yang terjadi pada aki ini adalah komplek, tetapi dapat
disingkat demkian.

Pada waktu mengisi
Material yang aktip pada pelat negatip yaitu oksida besi(FeO)direduksi menjadi
besi(Fe). Material yang aktip pada pelat positip yaitu oksida nikel(NiO),
dioksidakan menjadi nikel dioksida(NiO2).

Pada waktu membuang
Terjadi kebalikan dari proses diatas yaitu pelat negatip dioksida jadi oksida besi,
dan pelat positip direduksi menjadi oksida nikel. Selama diisi dan membuang
larutan yang terdiri dari 2KOH + H2O tetap tidak berubah baik sifat kimia,
maupun kosentrasinya. Sehinggaapabila tidakada penguapan berat jenisnya
selalu tetap.
2. Aki dengan nikel – cadmium (Ni Cd)
Di kapal pada umumnya dipakai aki jenis ini. Materialaktip dari pelat positip
terutama tersiri darinikelhidroksida(NiOH3) dengan ditambahkan grafit agar
produktifitas lebih baik. Material aktip dari pelat negatip adalah campuran dari
cadmium dan besi. Material aktip dari pelat negatip tersebut dituang pada pelat
baja yang belubang-lubang danmerupakan satu kesatuan dan merupakan pelat
positip atau negatip. Sejumlah pelat-pelat dari polaritas yang sama atau sejenis
diikat bersama-sama dengan sebuah baut dan dipasang berselang-seling dengan
pelat dari polaritas yang lain. Antara pelat-pelat tadi dipasang lembaran-lembaran
tipis dari ebonite yang berguna sebagai pemisah.
Susunan
pelat-pelat
positip
dan
negatip
serta
ebonite
pemisah,
kemudiandimasukkan kedalam kotak dari pelat baja, lalu ditutup dan merupakan
sebuah sel. Gabungan dari sel-sel tadi kemudian dimasukkan kedalam sebuah
crate dari kayu keras, lihat gambar 183. Perlu diingatbahwa kotakbaja dari
akimerupakan penghantar listrik, karena kotak tersebut langsung berhubungan
dengan elektrolit, sehingga harus dicegah bahwa kawat atau logam lain tidak
tersinggung dengan kotak aki ini.
Hal-23
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
G.
PEMAKAIAN AKI DI KAPAL
Pemakaian aki kapal dapat dibagi dalam 3 katagori sebagai berikut :
1.
Peralatan Darurat atau Siap Pakai
Aki segera akan bekerja secara otomatis atau manual apabila terjadi gangguan
pada generator kapal. Sebagai contoh :







2.
Penerangan darurat umum
Penerangan darurat kamar mesin
Kemudi darurat
Pintu kedap air
Penjalan(starting) generator darurat
Sekoci
Gyro kompas
Peralatan Kerja Sehari-Hari
Aki juga digunakan sebagai sumber tenaga untuk keperluan sehari-hari :


3.
Penerangan kapal untuk kapal kecil
Untuk penjalan motor diesel
Sistim Tegangan Rendah
Disini aki dipakai untuk memberikan daya listrik tegangan rendah misalnya :






Radio tranmiter dan penerima
Direction finder
Alat-alat sounding
Telapon
Jam kapal
Lampu panggilan untuk steward dan lain-lain
Hal-24
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
LEMBAR KERJA
1. Alat :
 Jenis-jenis aki
 Kunci-kunci
 Berbagai jenis obeng
 Multitester
2. Bahan yang digunakan :
 Modul
 Buku petunjuk penggunaan aki
3. Langka kerja :
 Siswa dapat mengenal jenis-jenis aki kapal
 Siswa dapat mengenal penggunaan aki kapal
LEMBAR LATIHAN
Setelah anda membaca dan memahami prinsip-prinsip Aki yang ada di kapal,
cobalah anda kerjakan latihan di bawah ini. Dengan demikian anda akan dapat
memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ketentuan-ketentuan itu lebih jauh.
1. Sebutkan jenis-jenis aki yang anda ketahui yang ada di atas kapal !
2. Sebutkan penggunaan aki di kapal !
Untuk memeriksa hasil latihan anda bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. Oleh
karena itu hasil latihan anda sebaiknya anda bandingkan dengan hasil latihan
siswa/kelompok lain. Diskusikanlah dalam kelompok untuk hal-hal yang berbeda
dalam hasil latihan itu. Dalam mengkaji hasil latihan itu anda sebaiknya selalu
melihat prinsip-prinsip Aki yang ada di kapal yang diuraikan sebelumnya. Jika
terdapat hal-hal yang tidak dapat di atasi dalam diskusi kelompok, bawalah
persoalan tersebut ke dalam pertemuan tutorial. Yakinlah dalam pertemuan
tersebut anda akan dapat memecahkan persoalan itu.
Hal-25
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
RANGKUMAN
1. Aki adalah alat yang digunakan untuk mengubah energi kimia menjadi energi
listrik.
2. Aki dibagi atas dua jenis yaitu aki atau baterai primer dan aki atau baterai
sekunder.
3. Kapasitas aki dinyatakan dalam satuan ampere-hour (AH).
4. Berdasarkan golongannya maka aki baterai dibagi atas aki jenis timah hitam
dan aki jenis alkalin.
5. Pemakaian aki dikapal dibagi atas tiga yaitu: pada peralatan darurat atau siap pakai,
pada peralatan kapal yang bekerja sehari-hari dan pada sistem tegangan rendah.
Hal-26
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
LEMBAR EVALUASI
Tes Formatif 3. Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling
tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.
1. Alat untuk merubah energi kimia menjadi energi listrik disebut ……………….
a. Aki
b. Listrik
c. Tegangan
d. Hambatan
2. Aki dibagian atas ada dua bagian yaitu ………………………………….
a. Kepala dan bahan aki
b. Aki primer dan aki sekunder
c. Air aki dan badan aki
d. Kutup dan elemen
3. Kapasitas aki dinyatakan dalam ………………………………………..
a. Ampere-hour (AH)
b. Volt meter
c. Ampere
d. Ampere-menit (AM)
4. Berdasarkan golongannya aki dapat dibagi atas ………………………
a. Aki timah hitam dan alkalin
b. Aki timah putih dan alkalin
c. Alkalin dan prolin
d. Alkalin dan platinum
Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian
akhir Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar, kemudian
gunakanlah rumus di bawah ini untuk megetahui tingkat penguasaan anda
terhadap materi Kegiatan Belajar 3.
Rumus :
Tingkat Penguasaan =
Jumlah Jawaban Anda yang benar
4
X 100 %
Hal-27
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
Arti tingkat penguasaan yang anda capai :
90 % - 100 %
80 % - 89 %
70 % - 79 %
 69 %
: Baik sekali
: Baik
: Cukup
: Kurang
Bila tingkat penguasaan anda mencpai 80 % ke atas, anda dapat meneruskan ke
kegiatan belajar berikutnya, Bagus, tetapi apabila nilai yang anda capai di bawah
80 %, anda harus mengulangi kegiatan belajar 3, terutama pada bagian yang
belum anda kuasai.
Hal-28
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
Kegiatan Belajar
4
LEMBAR INFORMASI
Nama Program Diklat
Materi Pembelajaran
Jumlah Jam Latihan
A.
: Dinas Jaga
: Mesin Pendingin
: 4 jam
PENGERTIAN REFRIGERASI
Refrigerasi adalah produksi dan pemeliharaan tingkat suhu dari bahan atau
ruangan pada tingkat yang lebih rendah dari suhu lingkungan atau atmosfer
sekitarnya dengan cara penyerapan atau penarikan panas dari bahan atau
ruangan tersebut, secara singkat refrigerasi adalah usaha memindahkan panas dari
suatu bahan atau ruangan ke bahan atau ruangan yang lain.
B.
PRINSIP DASAR REFRIGERASI MEKANIK
Dalam suatu sistem refrigerasi, tenaga panas dan efek panas antara lain terlibat
dari suatu jenis bahan yang terkait dengan proses-proses refrigerasi. Perubahan dari
suatu jenis bahan dari keadaan padat menjadi cair atau gas (uap) dan sebaliknya
dari gas menjadi cairan atau padatan melibatkan sejumlah tertentu tenaga panas
yang berhubungan dengan suhu, tekanan dan volume bahan tersebut, jadi
refrigerasi mekanik adalah suatu sistem refrigerasi yang menggunakan tenaga
khusus untuk menggerakkan guna memproduksi dingin dengan bantuan mesin.
Siklus kerja sistem refrigerasi ada empat yaitu; penguapan, kompresi, pengembunan
dan ekspansi. Untuk lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut :
1.
Penguapan
Tekanan cairan refrigeran yang diturunkan pada katup ekspansi akan didistribusikan
secara merata ke dalam pipa evaporator. Dalam hal tersebut refrigeran akan
menguap dan menyerap kalor dari udara ruangan yang dialirkan melalui
permukaan luar dari pipa evaporator. Apabila udara didinginkan maka air yang
ada di dalam udara akan mengembun pada permukaan evaporator, kemudian
ditampung dan dialirkan keluar. Jadi, cairan refrigeran diuapkan secara berangsurangsur karena menerima kalor sebanyak kalor laten penguapan, selama mengalir
di dalam setiap pipa evaporator.
Hal-29
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
2.
Kompresi
Kompresor menghisap uap refrigeran dari ruang penampung uap. Di dalam
penampung uap, tekanannya diusahakan supaya tetap rendah, agar refrigeran
seantiasa dalam keadaan uap dan bertemperatur rendah. Di dalam kompresor,
tekanan refrigeran dinaikkan, sehingga memudahkan pencairannya kembali.
Energi yang diperlukan untuk kompresi diberikan oleh motor listrik yang
menggerakkan kompresor. Jadi dalam proses kompresi energi diberikan pada uap
refrigeran. Pada waktu uap refrigeran dihisap masuk ke dalam kompresor,
temperaturnya masih rendah, tetapi selama proses kompresi berlangsung
temperaturnya naik.
3.
Pengembunan
Uap refrigeran yang bertekanan dan bertemperatur tinggi pada akhir kompresi
dengan mudah dicairkan dengan mendinginkan dengan air pendingin (atau
dengan udara pendingin pada sistem dengan pendingin udara) yang ada pada
temperatur normal. Dengan kata lain, uap refrigeran menyerahkan panasnya (kalor
laten pengembunan kepada air pendingin atau udara pendingin) di dalam
kondensor sehingga mengembun dan menjadi cair. Jadi, karena air/udara
pendingin menyerap panas dari refrigeran, maka ia akan menjadi panas pada
waktu keluar dari kondensor.
4.
Ekspansi
Untuk menurunkan tekanan dari refrigeran cair (tekanan tinggi) yang dicairkan di
dalam kondensor, supaya dapat mudah menguap, maka digunakan alat yang
dinamakan katup ekspansi. Cairan refrigeran mengalir ke evaporator, tekanannya
turun dan menerima kalor penguapan dari udara, sehingga menguap secara
berangsur-angsur. Selanjutnya proses siklus tersebut di atas terjadi berulang-ulang.
Selanjutnya Arismunandar juga mengungkapkan bahwa untuk mengetahui
karakteristik dari gas refrigeran dapat digunakan diagram Mollier. Diagram ini
memungkinkan untuk mengetahui hubungan antara tekanan (P) pada ordinat dan
entalpi (i) pada absisa pada siklus refrigerasi. Diagram Mollier dibagi menjadi tiga
bagian untuk membedakan tingkat keadaan super dingin (sub cooled), uap basah
dan uap super panas (superheated vapor), oleh garis cair jenuh dan garis uap
jenuh.
Hal-30
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
C.
KOMPONEN UTAMA MESIN REFRIGERASI
1.
Kompresor
Kompresor mempunyai fungsi menggerakkan sistem refrigerasi agar dapat
mempertahankan suatu perbedaan tekanan tinggi dan sistem. Dalam
melaksanakan fungsi ini, kompresor :
a.
Menciptakan sisi tekanan rendah. Kompresor menghisap uap refrigeran dari
evaporator sehingga menciptakan sisi tekanan rendah yang memungkinkan
cairan refrigeran mendidih dan menguap pada susu rendah di evaporator.
b.
Menciptakan sisi tekanan tinggi. Kompresor memampatkan uap refrigeran yang
diisap dari evaporator, dengan meningkatkan tekanan dan suhu uap itu ke
arah kondensor agar dapat diembunkan menjadi cairan yang oleh udara atau
air pendingin di kondensor sehingga panas yang dikandung refrigeran itu
enyah bersama udara atau air pendingin.
2.
Kondensor
Kondensor berfungsi untuk menaikkan uap refrigeran yang bertekanan dan
bertemperatur tinggi (yang keluar dari kompresor), diperlukan usaha melepaskan
sebanyak kalor laten pengembunan, dengan cara mendinginkan uap refrigeran
itu. Jumlah kalor yang dibebaskan oleh uap refrigeran kepada air atau udara
pendingin, di dalam kondensor sama dengan selisih entalpi uap refrigeran pada
seksi masuk dan seksi keluar kondensor. Jumlah kalor yang dilepaskan di dalam
kondensor sama dengan jumlah kalor yang diserap oleh refrigeran di dalam
evaporator dan kalor yang ekuivalen dengan energi yang diperlukan untuk
melakukan kerja kompresor di dalam kompresor.
3.
Evaporator
Evaporator adalah penukar kalor yang memegang peranan yang paling penting
yaitu mendinginkan media sekitarnya. Ada beberapa evaporator, sesuai dengan
tujuan penggunaannya, bentuknyapun dapat berbeda-beda. Hal tersebut dapat
disebabkan karena media yang hendak didinginkan dapat berupa gas, cairan
atau zat padat. Maka evaporator dapat dibagi menjadi beberapa golongan,
sesuai dengan keadaan refrigeran yang ada di dalamnya, yaitu jenis ekspansi
kering, jenis setengah basah dan sistem pompa cairan.
Hal-31
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
4.
Katup Ekspansi
Katup ekspansi dipergunakan untuk menjatuhtekankan secara adiabatik cairan
refrigeran yang bertekanan dan bertemperatur tinggi sampai menjadi tingkat
keadaan tekanan dan temperatur rendah. Selain itu ekspansi juga berfungsi
mengatur pemasukan refrigeran sesuai dengan beban pendinginan yang harus
dilayani oleh evaporator, jadi katup ekspansi mengatur supaya evaporator dapat
selalu bekerja sehingga diperoleh efisiensi siklus mesin refrigerasi yang maksimal.
D.
MACAM-MACAM ALAT PENGAMAN UNIT REFIGERASI
Alat pengaman unit refrigerasi, pada dasarnya terbagi menjadi tiga kelompok,
yaitu :
1.
Alat Pengaman Listrik
Menurut Handoko (1987), bahwa alat pengaman listrik adalah suatu alat yang
bekerja memakai daya tarik dan dapat mengatur arus listrik. Arus listrik yang
mengalir ke kumparan dapat membuat magnet dan membangkitkan gerak
mekanik, sehingga dapat membuka atau menutup kontak listrik, lubang katup dan
juga dapat memutar rotor motor listrik.
Alat kontrol listrik dapat mengontrol arus listrik yang mengalir ke motor listrik dan alat
kontrol yang lain dari sistem pendingin alat kontrol tersebut juga dapat mengubh
kapasitas kompresor, mencairkan es di evaporator secara otomatis, memindahkan
refrigeran dari suatu bagian ke bagian yang lain dari sistem pendingin,
menjalankan, mematikan, mengatur dan melindungi sistem pendingin
komponennya.
Alat kontrol listrik dapat dihubungkan dengan tegangan jaringan 100 volt, 220 volt
atau tegangan rendah. Tegangan rendah yaitu tegangan yang lebih rendah dari
250 volt, pada umumnya 20 – 24 volt. Untuk mendapatkan tegangan rendah dari
tegangan jaringan harus memakai transformator.
Alat kontrol listrik harus dipasang pada tempat yang bersih dan kering, juga tempat
yang rata dan kuat. Usahakan pada tempat yang tidak ada getaran. Alat
pengaman listrik pada mesin pendingin terdiri dari :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
Sakelar
Solenoid
Relai
Kontaktor
Stater
Lampu sinyal
Hal-32
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
Dasar Kerja Pengaman Kelistrikan Refrigerasi
Menurut Handoko K (1991), bahwa pada sekeliling suatu penghantar yang dialiri
arus listrik terdapat medan magnet. Bagian yang mempunyai daya tarik besar
disebut kutub magnet. Megnet selalu mempunyai dua kutub, yaitu kutub utara dan
kutub selatan dan kutub magnet yang sejenis akan tolak menolak serta kutub
magnet yang tidak sejenis akan tarik menarik.
Sebuah kumparan yang dialiri arus listrik bersifat sebagai sebuah magnet. Bila di
dalam kumparan diisi inti besi lunak, maka kemagnetan menjadi lebih kuat.
Kumparan besi lunak akan menjadi magnet listrik atau elektromagnet. Listrik adalah
sebuah bentuk energi yang dapat mengubah menjadi energi panas maupun
energi mekanik. Sebelumdapat mempelajari motor listrik serta alat kontrol
pengaman, magnet listrik pada relai magnetik, kran (katup) solenoid pemanas dan
lampu terlebih dahulu kita harus memahami dasar-dasar listrik.
2.
Alat Pengaman Gabungan Mekanik dan Listrik
Alat pengaman gabungan mekanik dan listrik ini adalah suatu alat yang dapat
menjalankan atau menghentikan, mengatur dan melindungi sistem refrigerasi. Alat
pengaman gabungan mekanik dan listrik pada sistem refrigerasi terdiri dari :
a.
Alat Kontrol Operasi, ada beberapa macam yaitu :



b.
Sakelar kontrol temperatur
Sakelar kontrol otomatis
Sakelar kontrol kelembaban
Kontrol Pelaksana
Alat kontrol ini tidak dapat langsung mengontrol dan memperbaiki hasil kerja
sistem pendingin. Adapun alat kontrol pelaksana ada beberapa macam, yaitu:





Starting relai dan kontaktor
Katup solenoid
Katup pengatur air
Katup pengatur tekanan evaporator
Katup pengatur tekanan isap
Alat kontrol pelaksana ini mengatur dan melindungi sistem pendingin, karena
keadaan di dalam sistem atau diperlukan untuk membuat oleh kontrol operasi.
Hal-33
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
c.
Kontrol Pembatas
Sistem pendingin merupakan batas temperatur atau tekanan yang tertentu
untuk melindungi kompresor dan komponen yang lain dari kerusakan, karena
bekerjanya di luar batas yang telah ditentukan.
LEMBAR KERJA
1.
Alat


2.
Bahan yang digunakan :


3.
Model mesin pendingin
Diagram kerja mesin pendingin
Modul
Buku petunjuk penggunaan mesin pendingin .
Langka kerja.



Siswa dapat mengenal prinsip kerja mesin pendingin di kapal.
Siswa dapat mengenal komponen-komponen utama mesin pendingin.
Siswa dapat menjelaskan alat-alat pengaman pada mesin pendingin.
LEMBAR LATIHAN
Setelah anda membaca dan memahami prinsip-prinsip yang berkenaan dengan
mesin pendingin, cobalah anda kerjakan latihan di bawah ini. Dengan demikian
anda akan dapat memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Mesin Pendingin
lebih jauh.
1.
2.
3.
Sebutkan komponen-komponen utama mesin pendinginl.
Sebutkan alat-alat pengaman mesin pendingin.
Sebutkan pengoperasian mesin pendingin.
Untuk memeriksa hasil latihan anda bagian ini tidak disediakan kunci jawaban. Oleh
karena itu hasil latihan anda sebaiknya anda bandingkan dengan hasil latihan
siswa/kelompok lain. Diskusikanlah dalam kelompok untuk hal-hal yang berbeda
dalam hasil latihan itu. Dalam mengkaji hasil latihan itu anda sebaiknya selalu
menerapkan prinsip-prinsip Mesin Pendingin yang diuraikan sebelumnya. Jika
terdapat hal-hal yang tidak dapat di atasi dalam diskusi kelompok, bawalah
persoalan tersebut ke dalam pertemuan tutorial. Yakinlah dalam pertemuan
tersebut anda akan dapat memecahkan persoalan itu.
Hal-34
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
Untuk selanjutnya kita bisa menyimak rangkuman penerapan mesin pendingin agar
anda lebih mudah menangkap maknanya dan menerapkannya di dalam
keadaan nyata di dunia kerja.
Rangkuman
1.
Refrigerasi adalah usaha pemindahan panas dari suatu bahan atau ruang ke
bahan atau ruang lain.
2.
Komponen utama mesin refrigerasi terdiri atas : kompresor, kondensor,
evaporator dan katup ekspansi
3.
Siklus kerja sistem refrigerasi ada 4 yaitu : penguapan, kompresi, pengembunan
dan ekspansi.
4.
Alat pengaman gabungan pada sistem pendingin terdiri dari : sakelar kontrol
temperatur, sakelar kontrol tekanan dan sakelar kontrol kelembaban.
Hal-35
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
LEMBAR EVALUASI
Tes Formatif 4.
Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda
paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c,
atau d.
1.
Usaha untuk memindahkan panas dari suatu bahan ke bahan atau ruangan
lain disebut
a. Pendinginan.
b. Refrigerasi.
c. Sistim refrigerasi
d. Sistim pendingin.
2.
Kompresor, kondensor, katup ekspansi dan evaporator adalah merupakan
a. Komponen bantu.
b. Komponen utama.
c. Komponen sangat penting.
d. Komponen tambahan.
3.
Alat kontrol pelaksana yang masuk kedalam unit refrigerasi adalah
a. Solenoid.
b. Kondensor.
c. Katup ekspansi.
d. Alat mekanik
4.
Alat pengatur aliran refrigerant kedalam evaporator disebut
a. Kompresor.
b. Katup kapiler.
c. Pipa evaporator.
d. Katup isap.
5.
Mesin refrigerasi yang
menggunakan jenis
a. Refrigerasi mekanik.
b. Refrigerasi torak.
c. Sistem pendingin.
d. Sistem refrigerasi.
sering
digunakan
di
kapal
pada
umumnya
Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian
akhir Buku Materi Pokok ini. Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar, kemudian
gunakanlah rumus di bawah ini untuk megetahui tingkat penguasaan anda
terhadap materi Kegiatan Belajar 4.
Hal-36
Modul 2 : Kegiatan Tugas Jaga Mesin
Rumus :
Tingkat Penguasaan =
Jumlah Jawaban Anda yang benar
5
X 100 %
Arti tingkat penguasaan yang anda capai :
90 % - 100 %
80 % - 89 %
70 % - 79 %
 69 %
: Baik sekali
: Baik
: Cukup
: Kurang
Bila tingkat penguasaan anda mencapai 80 % ke atas, anda dapat meneruskan ke
kegiatan belajar berikutnya, Bagus, tetapi apabila nilai yang anda capai di bawah
80 %, anda harus mengulangi kegiatan belajar 4, terutama pada bagian yang
belum anda kuasai.
Hal-37
Download