Pemahaman Konseptual Pendekatan dan Pengertian

advertisement
Iklan di tengah peradaban Manusia
BAB
I
IKLAN DI TENGAH PERADABAN
MANUSIA
Periklanan
Pengertian atau konsep dasar periklanan memiliki berbagai definisi.
Secara umum iklan merupakan sebuah proses komunikasi yang bertujuan untuk
membujuk orang untuk mengambil tindakan yang menguntungkan bagi pihak
pembuat iklan. Iklan ditujukan untuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan,
makna, kepercayaan, sikap, pendapat, pemikiran dan citra konsumen yang
berkaitan dengan suatu produk atau merek, tujuan periklanan ini bermuara pada
upaya untuk dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sebuah
produk yang ditawarkan.
Kata Iklan sendiri berasal dari bahasa Yunani, yang artinya adalah upaya
menggiring orang pada gagasan. Adapun pengertian secara komprehensif atau
luas adalah semua bentuk aktifitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide,
barang ataupun jasa secara nonpersonal melalui media yang dibayar oleh
sponsor tertentu. (Durianto, dkk, 2003).
Menurut pakar periklanan dari Amerika, S. William Pattis (1993) iklan
adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi dan
mempromosikan produk dan jasa kepada seseorang atau pembeli yang potensial.
Tujuannya adalah mempengaruhi calon konsumen untuk berfikir dan bertindak
sesuai dengan keinginan si pemasang iklan.
Pengertian lainnya, iklan adalah seni menyampaikan apa yang ditawarkan
atau dijual untuk mendapatkan perhatian dan menempatkan produk secara unik
kedalam pikiran konsumen dengan alat bantu (Roman, Maas & Nisenholtz. 2005).
Institut Praktisi Periklanan Inggris mendefinisikan istilah periklanan sebagai
berikut :
Bacaan Kuliah
Page 1
Iklan di tengah peradaban Manusia
“Periklanan merupakan pesan-pesan penjualan yang paling persuasif yang
diarahkan kepada para calon pembeli yang paling potensial atas produk
barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurah-murahnya.”
Dengan demikian, secara sederhana iklan dapat diartikan sebagai
penyampaian pesan melalui ruangan yang dibayar oleh pemasang iklan. Iklan
sering dianggap sebagai salah satu bentuk komunikasi yang dapat sungguhsungguh merasuk, luas dan cepat mencapai setiap lapisan masyarakat.
Definisi lain mengatakan bahwa periklanan merupakan penyebaran
informasi tentang suatu gagasan, barang atau jasa, untuk ‘membujuk’ orang agar
berfikir, bersikap atau bertindak sesuai dengan keinginan pengiklan.
Dari batasan-batasan di atas, secara global periklanan mempunyai
pengertian sebagai berikut :
1. Penyebaran Informasi
Periklanan adalah suatu bentuk komunikasi untuk penyebaran
informasi.
2. Penawaran gagasan, barang atau jasa
Unsur yang terkandung dalam periklanan adanya upaya penawaran
suatu gagasan, barang atau jasa, agar dipahami, diikuti atau
dipergunakan oleh sasaran.
3. Persuasi agar sesuai dengan pengiklan
Periklanan juga berupa suatu bentuk “paksaan” (persuasi) atau
bujukan agar sasaran mau mengikuti atau bertindak sesuai dengan
keinginan pengiklan.
4. Non personal
Pada umumnya periklanan direncanakan berdasarkan pertimbangan
pada hal-hal yang bersifat massa (publik). Baik tentang pembahasan
sasaran, isi pesan, media maupun pola komunikasinya.
5. Sponsor yang jelas
Periklanan mau tidak mau memerlukan biaya. Untuk itu biasanya ada
sponsor yang jelas, yang membiayai suatu program periklanan, dalam
upaya mendukung tercapainya suatu tujuan tertentu, misalnya tujuan
pemasaran.
Bacaan Kuliah
Page 2
Iklan di tengah peradaban Manusia
SEJARAH PERIKLANAN
Periklanan merupakan tahapan dalam suatu rangkaian pemsasaran, mulai
dari penciptaan produk hingga pelayanan purna jual.
Periklanan merupakan tahap yang sangat penting dalam proses pemasaran,
sehingga
periklanan
seringkali
disebut
sebagai
darah
kehidupan
dalam
pemasaran. Tanpa bantuan periklanan produk dan jasa akan sulit untuk dapat
mengalir secara lancar ke para distributor, penjual dan konsumen.
Secara mendasar, upaya periklanan telah dimulai sejak ribuan tahun yang
lalu. Banyak penemuan-penemuan purbakala yang mengungkapkan adanya bukti
kegiatan promosi dan periklanan sejak jaman dahulu, walaupun masih dilakukan
dalam bentuk yang sangat sederhana.
Dari berbagai penemuan tersebut, beberapa diantaranya adalah :
• Peninggalan masa Babylonia, dimana ditemukan tanda peringatan berukir
mengenai penjual salep, pembuat sepatu dan sebagainya yang terjadi sekitar
3000 tahun sebelum
• Catatan-catatan dalam papyrus yang ditemukan d Thebes, bangsa Mesir telah
memiliki media penulisan pesan penjualan.
• Kebiasaan bangsa Yunani yang menggunakan "Town Criers" untuk menjajakan
budak belian, mewartakan kedatangan kapal dan lain-lain. Town Crier ini
biasanya diiringi oleh pemain musik.
• Pedagang Romawi kuno yang menggunakan tanda-tanda / gambar pada
lempengan batu-batuan untuk megiklankan apa yang dijual di tokonya.
Misalnya gambar paha sapi untuk menunjukkan toko penjual daging, gambar
seekor sapi untuk menunjukkan toko penjual susu dan gambar sepatu boot
untuk menunjukkan toko penjual sepatu.
• Warga kota Pompeii yang menggunakan tanda-tanda tertentu yang dicat pada
dinding untuk menunjukkan toko penjual barang atau untuk menginformasikan
suatu gagasan. Cara ini merupakan bukti adanya iklan luar ruang (outdoor
advertising) sejak jaman dahulu.
Sejarah periklanan telah dimulai ribuan tahun lalu, ketika bangsa-bangsa di dunia
mulai melakukan pertukaran barang. Wright (dalam Liliweri, 1992) mencatat
bahwa kira-kira 3000 tahun sebelum Masehi, bangsa Mesopotamia dan Babilonia
Bacaan Kuliah
Page 3
Iklan di tengah peradaban Manusia
telah meletakkan dasar-dasar periklanan seperti yang terlihat sekarang ini. Pada
jaman
itu,
pedagang-pedagang
menyewa
perahu-perahu
dan
menyuruh
pedagang keliling mengantarkan hasil produksi ke konsumen yang tinggal di
pedalaman dengan menggunakan teknik pemasaran door to door.
Pada
jaman
Yunani
dan
Romawi,
teknik
beriklan
mengalami
perkembangan . Pada jaman ini telah dikenal perdagangan antarkota dimana iklan
pada terekota dan perkamen sudah mulai digunakan untuk kepentingan Lost &
Found (Kasali, 1995). Pada masa inilah mulai disadari pentingnya menggunakan
medium untuk menyampaikan informasi. Para pemilik usaha menggunakan
pahatan di dinding-dinding kota untuk memberitahu orang banyak bahwa mereka
mempunyai dagangan tertentu. Pada zaman Caesar, banyak toko di kota-kota
besar yang telah mulai memakai tanda dan symbol atau papan nama sebagai
media utama dalam beriklan.
Periklanan memasuki babak sejarah yang sangat penting ketika kertas
ditemukan pada tahun 1215 di Cina dan mesin cetak diciptakan Johann
Gutenberg pada tahun 1450. Sejak itu medium-medium kuno ditinggalkan. Orang
beralih ke pamphlet atau selebaran-selebaran untuk menginformasikan atau
menjual sesuatu. Selebaran dan pamflet inilah yang menjadi cikal bakal
munculnya surat kabar, sebuah medium klasik yang sampai sekarang tetap
menjadi pilihan pengiklan sebagai medium utama.
Periklanan mengalami perkembangan yang luar biasa cepat seiring dengan
tumbuhnya era industri. Populasi penduduk dunia meningkat, industri-industri baru
tumbuh dan iklan menempati posisi yang penting untuk mendorong penjualan.
Sampai abad 19, belum ada perusahaan periklanan (advertising agency) baik di
Eropa maupun di Amerika. Jadi, siapapun yang ingin mengiklankan sesuatu harus
berhubungan dengan surat kabar.
Sekitar tahun 1800-an, kerumitan dan kesulitan diantara pengiklan dan
surat kabar mulai berkembang. Para pengiklan merasakan kebutuhan untuk
menjangkau khalayak yang lebih luas, bukan hanya masyarakat yang tinggal satu
kota dengannya saja – sebagaimana distribusi surat kabar pada masa itu.
Perkembangan itulah yang melahirkan kebutuhan perlunya penghubung antara
surat kabar dengan pengiklan. Hower mencatat dua nama pertama yang bertindak
Bacaan Kuliah
Page 4
Iklan di tengah peradaban Manusia
sebagai advertising agent, yaitu Volney B. Palmer di Philadelphia dan John
Hooper di New York. Oleh orang-orang sesudah mereka, bisnis tersebut
dikembangkan ke dalam sebuah institusi yang disebut advertising agency.
Karena memiliki tanggung jawab moral dan interaksi yang cukup banyak
dengan beragam segmen, para praktisi periklanan di sekitar abad 19 mulai
meletakkan standar-standar periklanan yang lebih baik. Sebagai contoh, FW Ayer
& Son yang didirikan di Philadelphia menjadi advertising agency tertua yang
memberi tatanan modern pada bisnis periklanan. Agency yang didirikan Francis
Wayland Ayer ini memperbaiki teknik-teknik periklanan dan memajukan standar
layanan sebuah agency, termasuk mengembangkan prinsip-prinsip etika bagi
sebuah bisnis yang sukses.
Beberapa standar penting yang berlaku saat ini merupakan ‘peninggalan’
para praktisi periklanan di abad 19 maupun awal-awal abad 20, seperti besarnya
persentase komisi bagi agency sebesar 15% yang berlaku pada tahun 1917
maupun pembagian aktifitas perusahaan periklanan ke dalam 3 bidang dasar yaitu
account, creative dan media.
Perkembangan periklanan di Indonesia
Perkembangan periklanan di Indonesia telah ada sejak lebih dari se abad
yang lalu. Iklan yang diciptakan dan dimuat di surat kabar telah ditemukan di surat
kabar "Tjahaja Sijang" yang terbit di Manado pada tahun 1869. Surat kabar
tersebut terbit sebulan sekali setebal 8 halaman dengan 4 halaman ekstra. Iklaniklan yang tercantum di surat kabar tersebut bukan hanya dari perusahaan /
produsen, tetapi juga dari individu yang mencantumkan iklan untuk kepentingan
pribadi.
Di tempat lain juga telah ada kegiatan periklanan melalui surat kabar, yaitu di
Semarang pada tahun 1864. Surat kabar "De Locomotief yang beredar setiap hari
telah memuat iklan hotel / penginapan di kota Paris. Iklan di kedua surat kabar ini
masih didominasi oleh tulisan dan belum bergambar, karena kesulitan teknis cetak
pada saat itu.
Dalam perkembangannya, setiap surat kabar yang terbit kemudian, juga
mencantumkan iklan sebagai sarana memperoleh penghasilan guna membiayai
ongkos cetaknya.
Bacaan Kuliah
Page 5
Iklan di tengah peradaban Manusia
Pertumbuhan Industri Periklanan Indonesia
Pertumbuhan industri periklanan di Indonesia dimulai pada zaman
pendudukan Belanda, di saat Gubernur Jan Pieterz Coen (1619-1625) berkuasa.
Pada saat itu sudah diterbitkan lembaran informasi yang ditulis indah (silografi).
Dilihat dari fungsi dan bentuknya, lembaran tersebut bersifat informasi pemerintah
yang komersial.
Akan tetapi iklan dalam arti sesungguhnya –menghubungkan kepentingan
produsen dan konsumen dengan membayar ruang iklan- baru terlihat di
suratkabar Bataviaashe Nouvells terbitan Agustus 1744. Hal ini sekaligus
menunjukkan bahwa keberadaan industri periklanan berkaitan erat dengan
keberadaan industri media.
Tahun 1825, surat kabar pada masa itu sudah dimanfaatkan sebagai alat
pemasaran yang efektif. Surat kabar yang pertama kali memuat iklan-iklan produk
adalah surat kabar Tjahaja Siang yang terbit di Minahasa, yang mengiklankan
produk obat-obatan tradisional. Bentuk iklannya hanya berupa iklan baris, karena
memang baru seperti itulah model iklan yang ada pada masa itu. Surat kabar
lainnya seperti Advertentie Blad dan Bintang Timoer juga melakukan hal yang
sama.
Dalam buku Iklan Surat Kabar, Bejo Riyanto mencatat bahwa pada tahun
1870-an kreativitas dalam penanganan visual dalam pesan periklanan terlihat
semakin baik. Hal ini disebabkan oleh factor internal dan eksternal industri pers
maupun periklanan itu sendiri. Pertama, terbentuknya peluang investasi modal
swasta secara langsung dalam bidang industri periklanan dan perdagangan di
Jawa. Kedua, pertumbuhan perekonomian masyarakat pribumi dan industrialisasi
melahirkan
sejumlah
produk
yang
memerlukan
kegiatan
pemasaran.
Pertumbuhan perekonomian memungkinkan terbentuknya suatu masyarakat
konsumen yang potensial untuk pemasaran produk industri dan jasa modern di
pulau Jawa.
Secara
internal,
industri
pers
mulai
berkembang
dan
mampu
mendistribusikan surat kabar secara luas hingga ke luar pulau Jawa. Selain itu
teknologi percetakan-pun semakin baik dan industri pers berkembang di kota-kota
Bacaan Kuliah
Page 6
Iklan di tengah peradaban Manusia
besar di Nusantara. Bahasa pengantar yang digunakan-pun disesuaikan dengan
khalayak sasaran penerbitan, yaitu bahasa Cina, Melayu, Jawa dan Sunda. Untuk
menjaga kelangsungan hidup, penerbitan pers butuh dukungan dari iklan.
Sebaliknya, hal ini menimbulkan peluang bisnis tersendiri, yaitu munculnya
industri jasa periklanan yang dikelola dengan lebih baik.
Setelah kemerdekaan, istilah iklan belum dikenal. Kata yang digunakan
adalah reklame. Pada masa itu sudah banyak perusahaan periklanan yang dimiliki
oleh orang Belanda dan Indonesia. Perusahaan Periklanan yang ada pada masa
pascakemerdekaan antara lain Aneta, Pikat, Reka dan Indonesia Reclame and
Advertentie Bureau (IRAB). Sedangkan di Bandung ada Balai Iklan yang sampai
sekarang tetap bertahan.
Tahun 1949, atas prakarsa beberapa perusahaan periklanan yang
berdomisili di Jakarta dan Bandung, dibentuk suatu asosiasi bagi perusahaanperusahaan periklanan dengan nama Van Reclame Bureau in Indonesia –dalam
bahasa Indonesia berarti Perserikatan Biro Reklame Indonesia (PBRI). Ada
sebelas perusahaan yang menjadi anggota PBRI diantaranya adalah Contact, De
Unie, F Bodmer dan Frank Klein. Namun demikian, PBRI ternyata kurang mampu
menampung aspirasi perusahaan periklanan milik orang Indonesia dikarenakan
dominasi perusahaan periklanan milik orang Belanda. Situasi tersebut memicu
berdirinya asosiasi perusahaan periklanan lainnya, yakni Serikat Biro Reklame
Nasional (SBRN) pada tahun 1953.
Pada tahun 1957 diselenggarakan konggres PBRI Reklame pertama yang
menghasilkan keputusan penting yaitu merubah kata ‘perserikatan’ menjadi
‘persatuan’, sehingga makna PBRI menjadi Persatuan Biro Reklame Indonesia.
Dan pada tahun 1972, pemerintah melalui Direktur Jenderal Pembinaan Pers dan
Grafika (PPG) Departemen Penerangan Republik Indonesia, menyatakan bahwa
PBRI adalah satu-satunya wadah perusahaan periklanan di Indonesia.
Sejalan dengan perkembangan bahasa Indnesia, istilah ‘Biro Reklame’
yang sebelumnya
digunakan oleh asosiasi diganti menjadi ‘perusahaan
periklanan’. Hal ini untuk membedakan pencitraan dari biro reklame pinggir jalan.
Akhirnya PBRI pun berubah nama menjadi Persatuan Perusahaan Periklanan
Indonesia.
Bacaan Kuliah
Page 7
Iklan di tengah peradaban Manusia
Era Periklanan Modern Indonesia
Industri periklanan modern di Indonesia mulai tumbuh di awal tahun 1970-an
untuk mengantisipasi kebutuhan periklanan perusahaan-perusahaan yang sedang
tumbuh akibat dikeluarkannya UU Penanaman Modal Asing (UU PMA) di tahun
1967 dan UU Penanaman Modal Dalam Negeri (UU PMDN) di tahun 1968.
Hasilnya adalah cukup banyak perusahaan dan pabrik yang merambah pasar
Indonesia.
Pelopor periklanan modern di Indonesia diantaranya adalah Intervesta, Matari,
Fortune, Metro dan Perwanal. Intervista yang muncul pada tahun 1964 dianggap
sebagai cikal bakal perusahaan periklanan modern, karena untuk pertama kalinya
perusahaan periklanan tersebut mengenalkan teknik-teknik periklanan modern
seperti menggunakan naskah iklan bertuliskan tangan atau menata huruf diatas
timah agar hasilnya baik. Akan tetapi sejak tahun 1990-an Intervista sudah tidak
beroperasi lagi. Perusahaan periklanan lainnya yaitu Matari didirikan pada tahun
1971 untuk mengantisipasi kebutuhan periklanan perusahaan-perusahaan yang
tumbuh akibat munculnya dua Undang-undang tersebut.
Tetapi kita tidak bisa mengabaikan Unilever sebagai perusahaan yang ikut dalam
proses perjalanan periklanan modern dengan selalu memikirkan manfaat
periklanan. Keseriusan Unilever menggarap komunikasi periklanannya terlihat
dengan dibentuknya Lintas (Lever International Advertising Services) sebagai
inhouse agency. Melalui Lintas, Unilever membangun sumberdaya yang sangat
penting bagi ekuitas merek di masa depan, sehingga memungkinkan Unilever
menjadi dominant di pasar barang konsumsi saat ini. Kemudian pada tahun 1980an, Unilever memisahkan Lintas menjadi lebih independent. Bahkan dari Lintas
lahir
sumberdaya
periklanan
handal
yang
mengembangkan
perusahaan
periklanan baru seperti Cabe Rawit.
Pertumbuhan perekonomian yang terus meningkat membuat pasar Indonesia
menjadi penting bagi produk-produk yang berasal dari Amerika, Eropa maupun
Jepang. Sebagian besar produk yang diiklankan adalah produk impor atau produk
joint venture seperti Lux, Tancho, Coca Cola, Kao. Akan tetapi pada tahun 1981
pemerintah mengambil keputusan yang mengejutkan banyak pihak , yaitu dengan
Bacaan Kuliah
Page 8
Iklan di tengah peradaban Manusia
menghapuskan iklan di TVRI. Pemerintah khawatir dengan meningkatnya belanja
iklan akan meningkatkan ekspektasi masyarakat dalam mengkonsumsi produk.
Era tanpa iklan TV ini ternyata memberikan kesempatan bagi radio untuk
memperoleh peluang merebut pangsa iklan yang lebih besar. Di era ini pula
sejumlah radio mulai memantapkan posisi segmentasi mereka secara lebih tajam.
Hilangnya iklan TV juga telah membuat pengelola media luar ruang kebanjiran
iklan.
Perkembangan industri periklanan yang mulai pesat pada tahun 1980-an,
menimbulkan pemikiran tersendiri di kalangan pemerintah. Jika sebelumnya
kegiatan periklanan berinduk ke Departemen Perdagangan, di awal tahun 1980-an
industri periklanan berinduk ke Departemen Penerangan melalui UU Pokok Pers
no 21 tahun 1982, yang menyebutkan organisasi periklanan dianggap sama
dengan organisasi pers.
Pada tahun 1989 merupakan peristiwa penting bagi industri periklanan Indonesia,
yaitu dengan munculnya stasiun televisi swasta pertama, RCTI. Minat pengiklan
cukup tinggi, terutama Unilever yang memahami betul pentingnya iklan, menjadi
produsen pertama yang memasok iklan ke RCTI. Kehadiran televisi swasta
lainnya mendongkrak belanja iklan nasional.
Pesatnya pertumbuhan belanja iklan, menjadikan Indonesia pasar potensial.
Kenyataan semacam ini tidak bisa diabaikan oleh produsen multinasional yang
semakin banyak melakukan investasi di Indonesia, sehingga membuat biro iklan
multinasional harus memberikan layanan global untuk meningkatkan pelayanan
klien-klien global mereka di Indonesia. Oleh karenanya, pada dekade 1990-an
untuk meningkatkan efisiensi dan sebagai strategi menghadapi ketatnya
kompetisi, sejumlah perusahaan periklanan menyatukan diri. Pada era tahun
1990-an sudah ada sekitar 20-an perusahaan periklanan yang berafiliasi dengan
perusahaan periklanan Indonesia. Beberapa diantaranya adalah AdForce yang
berafiliasi dengan J. Walter Thompson, Indo Ad berafiliasi dengan Ogilvy &
Mather, Kreasindo berafiliasi dengan Leo Burnett, AdWork dengan Euro-RSCG,
Komunika dengan BBDO. Namun demikian, sampai sekarang hanya Matari dan
Fortune yang bertahan sebagai perusahaan periklanan local.
Bacaan Kuliah
Page 9
Iklan di tengah peradaban Manusia
Periklanan merupakan suatu kegiatan yang mencakup ruang lingkup
pemasaran dan komunikasi. Promosi merupakan salah satu faktor dari kegiatan
pemasaran. Sedangkan di dalam menyusun strategi, periklanan memanfaatkan
pola-pola dasar dan strategi komunikasi.
Dalam periklanan kita temukan suatu kombinasi kreativitas, riset
pemasaran dan pembelian media berdasarkan perhitungan yang ekonomis.
Kegiatan periklanan memang bisa menelan biaya yang sangat mahal, namun
selama itu didasarkan pada tujuan dan perhitungan yang serba jelas maka
semuanya bisa dibenarkan. Yang penting, semua kegiatan itu tetap efektif dan
ekonomis, dalam pengertian dapat mencapai sasaran dan tetap menjamin
keuntungan perusahaan. Sebuah kampanye periklanan baru bisa dikatakan baik
jika semuanya terencana dan terselenggara sedemikian rupa sehingga ia dapat
mencapai hasil-hasil yang diharapkan dengan anggaran dana yang tersedia.
Banyak kampanye periklanan yang menelan biaya milyaran, namun itu
tidak bisa dikatakan berlebihan karena semuanya relatif tergantung pada ukuran
pasar dan volume penjualan yang ingin dicapai
kapasitas
produksi
pabrik.
Perusahaan
demi terjaganya output dari
deterjen
atau
mobil
bisa
saja
mengeluarkan biaya yang sama mahalnya jika hal itu memang dibutuhkan.
Biaya Kegiatan Periklanan
Dari manakah biaya yang dibutuhkan
untuk membayar berbagai
keperluan dalam kampanye periklanan, sejauh mana biaya-biaya itu dapat
dibenarkan, dan apakah harga-harga produk memang bisa turun seandainya iklan
ditiadakan? Pertanyaan-pertanyaan ini dapat dijawab sebagai berikut ;
a. Pada dasarnya biaya iklan itu nantinya akan dibayar oleh para
konsumen melalu harga produk yang mereka tanggung, sama halnya
dengan biaya-biaya dalam pengadaan produk mulai dari biaya-biaya
riset
dan
penelitian,
pembelian
bahan
baku,
serta
proses
pengolahan/manufaktur dan distribusi, diluar sejumlah keuntungan yang
akan dipungut oleh pihak perusahaan. Periklanan merupakan salah
satu biaya distribusi
yang setara dengan biaya yang dikeluarkan
perusahaan untuk membayar gaji para salesman, ongkos pengantaran,
dan laba bagi para pengecer. Itu berarti periklanan merupakan
Bacaan Kuliah
Page 10
Iklan di tengah peradaban Manusia
investasi. Tentu saja jika produk itu gagal di pasar, maka segala biaya
mulai dari biaya manufaktur sampai dengan biaya periklanan harus
dipikul oleh pihak produsen sebagai kerugian. Namun secara umum,
dapat dikatakan bahwa konsumenlah yang pada akhirnya akan
membayar
semua
biaya
iklan
yang
telah
dikeluarkan
perusahaan/produsen.
b. Biaya periklanan semahal apapun, akan dapat dibenarkan atas dasar
dua hal;
-
sebesar apapun biaya iklan tidak menjadi masalah selama hal itu
memungkinkan para konsumen dapat memuaskan keinginan
atau kebutuhannya dengan produk yang diiklankan (apalagi jika
produk itu memiliki cukup banyak saingan).
-
semahal apapun biaya-biaya iklan masih bisa diterima, selama
hal itu memungkinkan pihak produsen atau pemasok memetik
keuntungan.
c. Secara umum, harga-harga produk justru akan lebih murah dengan
adanya iklan. Sebaliknya, tanpa iklan, harga produk justru akan lebih
mahal. Karena seandainya kegiatan iklan dihentikan, maka permintaan
atas produk tadi dengan sendirinya akan turun, dan biaya produksi pun
akan meningkat sehingga pada akhirnya harga produk justru akan
mahal (karena perusahaan/produsen akan mengejar keuntungan yang
sama dari produk-produk yang jumlahnya lebih sedikit)
Periklanan dan Pemasaran
Bauran pemasaran merupakan kombinasi dari berbagai tahapan atau
elemen yang diperlukan mulai dari tahap perencanaan sampai dengan eksekusi
atau pelaksanaan keseluruhan operasi pemasaran. Dalam pemasaran kita
mengenal konsep dasar 4P atau bauran pemasaran
yang pertama kalinya
diperkenalkan oleh E. Jerome McCarthy, yang kemudian
dikembangkan oleh
Philip Kotler, dan kini digunakan secara luas oleh para dosen pemasaran dan juga
praktisi.
Bacaan Kuliah
Page 11
Iklan di tengah peradaban Manusia
Prinsip 4P ini pada dasarnya membagi bauran pemasaran menjadi empat
bagian utama yaitu ;
1 Produk
2 Place
3 Price
4 Promotion
Unsur periklanan masuk ke dalam elemen promosi. Konsep 4P ini
merupakan versi bauran yang mendasar dan sederhana. Sementara itu, bauran
promosi diantaranya adalah;

Advertising
o Periklanan merupakan bentuk promosi, yang lebih banyak didasari
pada penonjolan kelebihan-kelebihan produk (product benefit).

Publicity
o Publisitas
merupakan
bentuk
promosi
yang
didasari
pada
kandungan nilai berita (news value) yang ada pada suatu produk /
perusahaan.

Sales Promotion
o Sedangkan promosi penjualan lebih didasari dengan adanya
kelebihan tambahan dari luar produk, seperti pemberian hadiah,
penghargaan, beli satu dapat dua, dan sejenisnya.

Personal Selling
o Penjualan perorangan lebih memfokuskan pada upaya agar sasaran
mau mencoba suatu produk (trial).
Konsep bauran pemasaran yang lebih lengkap harus mencakup berbagai
hal secara komprehensif, mulai dari titik awal sampai dengan titik akhir. Artinya,
kegiatan bauran pemasaran itu sendiri meliputi keseluruhan upaya pemasaran
hingga akhir. Bertolak dari kerangka berpikir komprehensif seperti itu, maka kita
akan dapat dengan mudah menentukan keterkaitan yang erat antara periklanan
dengan elemen-elemen pemasaran lainnya. Meskipun tidak semua pemasaran
produk atau jasa melibatkan setiap elemen yang diuraikan dibawah ini, pada
Bacaan Kuliah
Page 12
Iklan di tengah peradaban Manusia
dasarnya duapuluh elemen berikut ini merupakan unsur-unsur dasar dari suatu
bauran pemasaran. Adapun keduapuluh elemen utama tersebut adalah :
1.
Konsepsi, invensi atau penemuan baru, inovasi atau modifikasi suatu
produk barang atau jasa. Di sini tercakup segenap kegiatan riset dan
pengembangan.
2.
Siklus-siklus hidup produk, baik yang standar maupun berbagai
variasinya, mulai dari siklus hidup berkelanjutan, siklus hidup produk
ganda, siklus hidup lompatan katak, serta siklus hidup berbentuk tangga.
3.
Riset pemasaran
4.
Pemberian nama dan merek produk
5.
Perumusan citra produk
6.
Penentuan segmen pasar
7.
Penentuan harga produk
8.
Bauran produk, rasionalisasi dan standarisasi.
9.
Pengemasan
10.
Distribusi
11.
Penyiapan tenaga-tenaga penjualan
12.
Usaha mendidik pasar
13.
Penyiapan kegiatan humas perusahaan dan finansial
14.
Penyiapan hubungan industri (industrial relation)
15.
Pengujian pasar
16.
Periklanan
17.
Riset periklanan
18.
Promosi penjualan
19.
Pelayanan purna jual
20.
Pemeliharaan keinginan dan loyalitas konsumen
Batasan dari “The American Marketing Association” memberikan gambaran
bahwa
pemasaran
merupakan
suatu
konsep
dari
proses
perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi dalam bentuk penentuan produk, penetapan harga,
penyusunan pola distribusi serta promosi. Kondisi ini dilaksanakan untuk
menciptakan suatu pertukaran yang saling memuaskan antara produsen dan
konsumen.
Bacaan Kuliah
Page 13
Iklan di tengah peradaban Manusia
Dalam konsep pemasaran, pertukaran merupakan suatu konsep penting
dan dominan untuk mempelajari permasalahan dalam pemasaran. Pertukaran
yang saling menguntungkan tersebut, akan terjadi apabila adanya dua pihak,
produsen dan konsumen, baik sebagai individu maupun lembaga, yang masingmasing mempunyai nilai, kemauan atau kesanggupan untuk saling memberi pada
pihak lainnya.
Adapun konsep dasar pemasaran modern, bertumpu pada kebutuhan
konsumen (consumer oriented), dalam rangka untuk mendapatkan keuntungan
dalam jangka panjang. Pelayanan pada konsumen tersebut, diimplementasikan ke
dalam bentuk; Bagaimana membuat produk yang baik, menentukan harga yang
pantas, mendistribusikan produk yang benar, serta melakukan teknik penjualan
atau promosi yang tepat.
Periklanan sebagai Proses Komunikasi
Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris Communication berasal dari
kata Latin Communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama.
Sama disini maksudnya adalah sama makna. Komunikasi kemudian dapat
dianggap sebagai proses menciptakan suatu kesamaan (commonness) atau suatu
kesatuan pemikiran antara pengirim dengan penerima.
Definisi komunikasi menurut Barelson & Steiner mengenai komunikasi
adalah tindakan atau proses penyampaian informasi, ide-ide, emosi, keterampilan
atau sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, gambar, gratik dan
sebagainya.
Di sini mengandung arti bahwa komunikasi merupakan suatu proses
penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui suatu media.
Periklanan dalam hal ini merupakan satu proses komunikasi yang bisa dijelaskan
melalui formula Harold D Lasswell (1948) dengan unsur-unsurnya antara lain :
- Who?
(Siapakah komunikatornya?)
- Says What?
(Pesan apa yang dinyatakannya?)
Bacaan Kuliah
Page 14
Iklan di tengah peradaban Manusia
- In Which Channel?
(Media apa yang digunakannya?)
- To Whom?
(Siapa komunikannya?)
- With What Effect?
(Efek apa yang diharapkannya?)
Kajian lebih jauh mengenai pertanyaan “efek apa yang diharapkan?”, maka
secara implisit mengandung pertanyaan lain yang perlu dijawab dengan seksama.
Pertanyaan tersebut ialah:
- When?
(Kapan dilaksanakannya?)
- How?
(Bagaimana melaksanakannya?)
- Why?
(Mengapa dilaksanakan demikian?)
Tambahan pertanyaan tersebut dalam strategi komunikasi sangat penting
karena pendekatan (approach) terhadap efek yang diharapkan dari suatu kegiatan
komuikasi bisa bermacam-macam antara lain :
- Information
(Informasi - menginformasikan)
- Persuasion
(Persuasi - mempengaruhi)
- Instruction
(Instruksi - memerintahkan)
Masyarakt Periklanan Indonesia mempunyai rumusan tentang beberapa hl
yang berhubungan dengan periklanan :
1 Periklanan adalah keseluruhan proses yang meliputi penyiapan,
perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan penyampaian iklan.
2 Iklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang
disampaikan melalui suatu media, dibiayai oleh pemrakarsa yang
dikenal, serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.
Dengan demikian iklan adalah suatu proses (penyiapan, perencanaan,
pelaksanaan dan pengawasan penyampaian iklan) suatu produk yang ditujukan
kepada khalayak dengan menggunakan media tertentu dan dibiayai oleh
pengiklan (perusahaan).
Bacaan Kuliah
Page 15
Iklan di tengah peradaban Manusia
Definisi ini menyebutkan periklanan sebagai suatu proses yang terdiri dari
empat macam kegiatan, antara lain :
1. Penyiapan
(preparation)
2. Perencanaan
(planning)
3. Pelaksanaan
(execution)
4. Pengawasan
(control)
Telaah atas pengertian di atas sangatlah penting, karena ia akan
menjelaskan adanya pra-kondisi untuk dapat beriklan secara efektif dan
efisien. Pertama kita perlu mengenal dulu sasaran khalayaknya. Setelah itu
kita menentukan media yang mana yang akan kita gunakan. Baru kita
dapat merancang pesan iklan yang sesuai dengan kedua pra-kondisi
tersebut.
Kenyataan itu pula yang menyebabkan perusahaan periklanan dalam
memulai penyiapan pesan maupun media periklanan selalu bekerja dari
arah kebalikan proses (model) komunikasi, yaitu mengenali dulu khalayak
sasaran, lalu memilih media yang akan digunakan baru kemudian
merancang pesan.
Sumber
Pesan
Saluran
Masyarakat
Dari penjelasan di atas tampak bahwa strategi pemasaran banyak
berkaitan dengan komunikasi. Periklanan merupakan salah satu bentuk
khusus komunikasi untuk memenuhi fungsi pemasaran. Untuk dapat
menjalankan fungsi pemasaran, maka apa yang harus dilakukan dalam kegiatan
periklanan harus mampu membujuk khalayak ramai agar berperilaku sedemikian
rupa sesuai dengan strategi pemasaran perusahaan untuk mencetak penjualan
dan keuntungan.
Periklanan harus mampu mengarahkan konsumen membeli produk-produk
yang oleh departemen pemasaran telah dirancang sedemikian rupa, sehingga
Bacaan Kuliah
Page 16
Iklan di tengah peradaban Manusia
diyakini dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan pembeli. Singkatnya,
periklanan harus dapat mempengaruhi pemilihan dan keputusan pembeli.
Segi positif periklanan juga dapat dikemukakan melalui definisi lain yang
mengatakan bahwa “periklanan merupakan cara menjual melalui penyebaran
informasi.” Tentu saja tidak sembarang informasi yang perlu dikemukakan, dan
tidak semua informasi merupakan iklan. Nama-nama terkenal Toyota, Guinness,
atau Danone sudah diketahui banyak orang. Mereka tahu bahwa ketiga nama itu
adalah perusahaan terkemuka di bidang otomotif, bir dan consumer good. Akan
tetapi itu bukan
iklan karena nama-nama tersebut sekedar mewakili sosok
perusahaan. Nama-nama itu belum memberikan penjelasan mengenai apa yang
dibuatnya bagi masyarakat.
Periklanan harus dapat membedakan mana nama produk, mana nama
perusahaan, dan mana nama jenis barang. Meskipun produk bisa saja dinamakan
sama dengan nama perusahaan, namun kegiatan periklanan harus mampu
memilah-milahnya.
Sedangkan yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran menurut
Tjiptono (1997), adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan
informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran
atas perusahaan dan produknya agar bisa menerima, membeli, dan loyal pada
produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Peranan komunikasi pemasaran adalah aspek yang sangat penting dalam
keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Dalam dekade
terakhir ini, komponen komunikasi pemasaran dalam bauran pemasaran
(marketing mix) menjadi semakin penting. Bahkan telah diklaim bahwa “
pemasaran di era 1990-an adalah komunikasi dan komunikasi adalah pemasaran,
keduanya tak terpisahkan”.
Suatu komunikasi pemasaran dapat dikatakan berhasil jika pesan yang
disampaikan dapat dipahami khalayak dan membuat khalayak melakukan sesuatu
sesuai dengan isi pesan tersebut. Disini terdapat unsur bujukan (persuasion) agar
khalayak dapat menerima produk atau jasa tertentu dan membawa kepada
tindakan yang diinginkan pengirim pesan.
Dengan demikian, di dalam periklanan pemahaman komunikasi mutlak
diperlukan. Mengingat bekerjanya suatu proses periklanan merupakan suatu
Bacaan Kuliah
Page 17
Iklan di tengah peradaban Manusia
bentuk komunikasi, yang khusus dimanfaatkan untuk mendukung tercapainya
suatu program pemasaran. Komunikasi dalam bentuk paling esensi berupa suatu
proses pemindahan pesan dari pengirim kepada penerima. Pesan merupakan
suatu lambang, dapat berupa gambar, ucapan, tulisan, isyarat, gerak dan
sebagainya. Dalam proses komunikasi, syarat utama agar penerima dapat
menerima pesan dengan tepat, perlu adanya penyamaan referensi dan
pengalaman antara pengirim dan penerima. Jadi lambang perlu disusun dalam
‘bahasa’ yang dipahami oleh sasaran.
Hal lain yang perlu dipahami adalah bahwa apabila menilai suatu kegiatan
komunikasi, perlu dibedakan dalam kategori atau unsur-unsur komunikasi yang
terdiri dari;
1 Komunikator,
2 Isi pesan,
3 Media pembawa pesan,
4 Komunikan
5 Dampak komunikasi yang ditimbulkannya.
Melalui formula tersebut, kegagalan atau keberhasilan program komunikasi
dapat dideteksi.
Di dalam periklanan, mengingat sifatnya yang non personal
(massa) perlu juga dipahami pengertian tentang bentuk komunikasi massa.
Sebagai komunikator, di dalam suatu program komunikasi massa, biasanya
berupa lembaga (agency atau biro). Sebelum terbentuknya pesan yang akan
disampaikan pada massa, suatu tugas atau masalah yang akan dikomunikasikan,
sebelumnya telah diolah, didiskusikan dalam lembaga tersebut. Di sini telah terjadi
proses komunikasi. Terjadi pembentukan pesan (decoding), pengolahan maupun
interpretasi (encoding).
Setelah lambang atau pesan terbentuk, bersama-sama dengan berbagai
bentuk pesan lainnya, pesan disampaikan dengan memanfaatkan media massa.
Penerima tentunya juga bersifat massa dengan berbagai bentuknya. Di dalam
penerima juga terjadi proses pengolahan kembali, maupun interpretasi. Bisa
terjadi dalam diri individu atau kelompok. Dapat terjadi proses penyampaian
pesan dalam dua tahap maupun banyak tahap.
Dalam periode waktu tertentu, akan terbentuk makna lambang yang
ditangkap oleh penerima, sebagai suatu dampak komunikasi.
Bacaan Kuliah
Di dalam
Page 18
Iklan di tengah peradaban Manusia
komunikasi massa, dampak atau respons ini tidak bisa terjadi seketika, seperti
halnya dalam komunikasi antar personal. Dampak terjadi dalam kurun waktu
terentu. Sesuatu yang perlu dipertimbangkan, bagaimana agar pesan yang
dibentuk dan disampaikan, dengan melewati berbagai kendala dalam proses
komunikasi massa tersebut, pesan bisa tidak berubah makna yang dikandungnya.
Suatu hal penting yang perlu dipahami dalam proses komunikasi dalam
periklanan, bahwa tahap paling awal agar terbentuk pemahaman terhadap suatu
pesan, perlu adanya proses persepsi. Dalam bentuk yang sederhana, proses
persepsi terjadi apabila adanya rangsangan (stimulus) yang mampu menarik
perhatian (atensi) sasaran. Selanjutnya akan terjadi interpretasi
pesan, dan
akhirnya terbentuk suatu pemahaman (kognisi).
Unsur-Unsur Pokok Pada Kampanye Iklan
Sebuah kampanye iklan yang baik harus mampu menjawab empat
kelompok pertanyaan dalam lima tahapan penyusunan rencananya. Empat
pertanyaan dasar itu adalah sebagai berikut :
a. Apa yang sebenarnya hendak dicapai melalui iklan? Apakah tujuan
sesungguhnya dari iklan itu untuk pencapaian target penjualan tertentu
?
b. Kapan tujuan tersebut akan dapat dicapai? Apakah harus dalam minggu
ini juga, atau pada tahun mendatang ?
c. Apa strategi yang paling cocok untuk mencapai tujuan tersebut? Apakah
peningkatan penjualan itu harus datang dari konsumen yang sudah ada,
ataukah dari konsumen-konsumen baru yang harus diupayakan agar
bersedia secara sukarela berpindah dari merek-merek lain ?
Jika strateginya sudah ada, taktik apa yang paling tepat untuk melaksanakannya?
Apa gagasan kreatifnya, dan media apa yang harus digunakan
Periklanan saat ini bukanlah sekadar upaya menempatkan iklan di media
massa konvensional seperti koran, majalah, radio dan televisi saja, tetapi
Bacaan Kuliah
Page 19
Iklan di tengah peradaban Manusia
mempunyai konotasi yang jauh lebih luas. Meskipun demikian, industri periklanan
dalam
mengembangkan
diri,
tetap
mengacu
pada
kepentingan
kelima
komponennya; yaitu : pengiklan, perusahaan periklanan, media periklanan,
industri penunjang periklanan (seperti perusahaan produksi dan jasa grafika,
audio-visual, talenta, riset dan sebagainya) dan khalayak.
Periklanan modern tidaklah dapat hanya mengandalkan bakat dan
kemampuan yang berkaitan dengan ilmu komunikasi, seni dan budaya saja.
Periklanan modern telah demikian kompleksnya sehingga membutuhkan insaninsan periklanan yang mempunyai dasar-dasar pengetahuan yang luas, seperti:
psikologi, pemasaran, filsafat, riset pemasaran, statistik, manajemen, bahkan ilmu
ekonomi dan teknologi informasi.
Belum lagi fakta bahwa dunia pemasaran dan periklanan global telah
bermutasi demikian cepat sehingga bahkan dunia pemasaran dan periklanan
nasionalpun tidak mudah untuk mengikutinya. Perkembangan teknologi informasi,
khususnya
media
sosial,
telah
memberikan
peluang-peluang
komunikasi
pemasaran baru. Komunikasi bukanlah sekedar hanya terjadi antara pemrakarsa
dengan khalayak penerima pesan, tapi bahkan khalayak itu sendiri dengan sangat
mudah dan cepat menjadi pemrakarsa (baik dalam konteks meneruskan isi pesan
awal, maupun menciptakan sendiri pesan-pesan baru). Komunikasi pemasaran
bukan lagi sekedar hanya satu arah, bahkan bukan lagi dua-arah, tetapi multiarah.
Dewasa
ini,
pertumbuhan
media
iklan
tradisional
bertumbuh
dan
berkembang dengan cepat. Beberapa kondisi dan situasi yang dapat dicermati
seperti pertumbuhan pesat dari stasiun televisi baik untuk televisi nasional
maupun televisi lokal serta munculnya berbagai macam koran dan majalah yang
melayani segmen konsumen terbatas (niche segment market). Hal ini memberikan
dampak yang besar bagi kalangan industri terutama berkaitan dengan kegiatan
komunikasi pemasaran produk mereka.
Beberapa contoh dampak langsung dari pertumbuhan media iklan
tradisional tersebut adalah meningkatnya anggaran iklan dari produk perusahaan
dengan pertimbangan bahwa dewasa ini beriklan di satu stasiun televisi saja tidak
cukup untuk menjangkau semua target audiens perusahaan serta adanya
Bacaan Kuliah
Page 20
Iklan di tengah peradaban Manusia
pertimbangan bahwa konsumen selalu mengganti saluran televisi pada saat
munculnya commercial break atau jeda iklan.
Menurut Fary M. Farghob, Managing Director Draf Indonesia, menyatakan
bahwa penggunaan komunikasi produk yang gencar melalui media televisi tidak
memberikan jaminan bahwa produk tersebut akan diserap dengan cepat oleh
pasar. Fary menambahkan bahwa pada era terdahulu memang iklan
televisi
pernah menjadi raja di dunia pemasaran, namun kini bentuk iklan 30 detik sedang
mengalami
penurunan.
Di
Amerika
Serikat,
tambah
Fary,
kiblat
dunia
pertelevisian, rating acara prime time mulai ditinggalkan seiring menurunnya
waktu para pemirsa menonton televisi. Tren ini diperkirakan tak hanya
berkembang di negara-negara Barat, tapi juga di negara berkembang, seiring
perkembangan teknologi yang mempengaruhi kebiasaan menonton televisi.
Tren seperti ini mulai menjangkau belahan dunia lainnya dan untuk
mengatasinya para praktisi pemasaran menaikkan anggarannya di semua lini.
Kini, 75% konsumen mengambil keputusan dan memilih produk saat berada di
tempat penjualan, sehingga atribut penarik perhatian Point Of Purchase (POS)
yang dulu tidak diperhatikan, justru kini menjadi penting. Iklan televisi saat ini
sudah tidak mencukupi lagi dalam artian agensi iklan harus memahami fenomena
ini untuk menciptakan materi POS yang kuat yang akan mempengaruhi keputusan
para konsumen saat berbelanja (Sinar Harapan; 2003).
Kondisi tersebut menyebabkan pemasar harus selektif di dalam memilih
media iklan yang efektif serta efisien di dalam meningkatkan ekuitas merek (brand
equity) dan di dalam meningkatkan omzet penjualan sebagai hasil dari komunikasi
pemasaran yang efektif.
Dalam dunia periklanan, terdapat pembagian dua jenis aktivitas utama iklan
yang dikenal dengan istilah Above The Line (ATL) dan Below The Line (BTL). ATL
adalah kegiatan iklan dengan menggunakan media massa seperti televisi, radio,
koran, majalah, dan billboard untuk
menjangkau target audiens secara luas.
Sedangkan BTL adalah kegiatan iklan dengan menggunakan media yang lebih
spesifik di dalam menjangkau kelompok konsumen tertentu seperti melalui
pembagian brosur, sampling produk, penyelenggaraan event – event tertentu,
dsb.
Bacaan Kuliah
Page 21
Iklan di tengah peradaban Manusia
Perubahan karakteristik dari tingkah laku konsumen (consumer behavior)
dimana saat ini konsumen tidak suka untuk ”dipaksa” dalam melihat iklan serta
tidak efektifnya penggunaan media iklan tradisional atau ATL menciptakan konsep
Integrated Marketing Communication (IMC) atau yang dikenal dengan istilah
dalam bahasa Indonesia adalah Komunikasi Pemasaran Terpadu.
Konsep IMC muncul sejak tahun 1980 dimana Theodore Levitt
(1982)
dalam bukunya ”Innovation in Marketing” memperkenalkan kata koordinasi dan
integrasi di dalam beragam kegiatan promosi. Perusahaan melihat bahwa
pentingnya koordinasi dan integrasi dari berbagai elemen promosi dan aktivitas
marketing lainnya untuk berkomunikasi dengan para pelanggannya.
Untuk mendapatkan efek yang besar maka perusahaan mengembangkan
total marketing communication strategy dengan menerapkan semua aktivitas
marketing, tidak hanya sekedar promosi tetapi juga melakukan komunikasi
dengan para pelanggannya. Pemasar sadar bahwa persepsi konsumen terhadap
suatu perusahaan ataupun merek produk merupakan sintesis dari seperangkat
kontak yang konsumen alami dan pesan yang diterima oleh konsumen. Sehingga
semua elemen pemasaran mulai dari bauran pemasaran yang meliputi produk,
harga, distribusi, dan promosi, event - event marketing, publisitas, website, dan
elemen lain dikoordinasikan dan diintegrasikan menjadi satu kesatuan strategi
komunikasi yang terpadu.
Strategi Pemasaran dan Periklanan Pada Era Periklanan Modern
Era periklanan modern di Indonesia dapat dikatakan mulai berkembang pada
tahun 1970-an seiring dengan berkembangnya pemasaran. Untuk itu, era
periklanan modern di Indonesia dapat dilihat dari 3 era yaitu era tahun 1970-1979
yang dinamakan sebagai era seller market – era dimana strategi pemasaran &
periklanan lebih diarahkan pada penjualan, tahun 1980-1989 yang merupakan era
consumer market – era dimana strategi pemasaran & periklanan lebih diarahkan
pada kepuasan konsumen ; dan era tahun 1990-an yaitu era efektivitas dan
efisiensi – era dimana dalam strategi pemasaran dan periklanan lebih diarahkan
pada efektivitas dan efisiensi.
Pada tahun awal sampai akhir tahun 1970-an yang disebut sebagai era seller
Bacaan Kuliah
Page 22
Iklan di tengah peradaban Manusia
market, memiliki karakteristik pemasaran sbb :
a. Pilihan produk Terbatas
a. Penjual Lebih Berperan daripada pembeli
b. Daya beli pasar rendah
c. Persaingan masih rendah antar produk
d. Distribusi masih ditangani sendiri oleh produsen
e. Antisipasi pasar bersifat reaktif
f. Konsumen pasif
Karakteristik pemasaran yang telah disebut diatas juga mempengaruhi strategi
Komunikasi Pemasaran/Periklanan yaitu sbb :
a. Menonjolkan produk, bukan merk
b. Dominan pada strategi kreatif
c. Pesan monoton/satu arah
d. Lebih berorientasi pada kesan
e. Pemilihan media lebih pada above the line (televisi, suratkabar, majalah
dan radio)
f. Tujuannya adalah penjualan
g. Yang beriklan secara aktif sebatas consumer goods
h. Peranan biro iklan belum menonjol, karena produk sangat terbatas
belum persaingan antar merk
Pada tahun 1980-an strategi pemasaran mulai mengarah pada kepuasan
konsumen, yang ditandai dengan hal-hal sbb :
a. Daya beli perorangan meningkat
b. Munculnya kelas menengah baru (yuppies) yang menuntut status merk
(prestise)
c. Pilihan produk sudah banyak
d. Konsumen aktif
e. Pemasaran mulai menggunakan konsep positioning
Bacaan Kuliah
Page 23
Iklan di tengah peradaban Manusia
f. Persaingan area bisnis
g. Antisipasi pasar bersifat pro aktif
h. Persaingan melibatkan kemasan, merk dan image (bukan cuma produk)
i.
Orientasi pada kepuasan konsumen
j.
Distribusi ditangani perusahaan professional
k. Perusahaan jasa dan industri mulai beriklan seperti perbankan, hotel,
restoran, asuransi, industri mobil, dsb
Strategi
pemasaran
yang
mengarah
pada
kepuasan
konsumen
juga
mempengaruhi strategi Komunikasi Pemasaran/Periklanan
a. Program Periklanan dipadukan dengan pemasaran
b. Marketing Mix dan promotion mix dilaksanakan secara konsisten dan
terpadu, menggunakan konsep Integrated Marketing Communications
(Komunikasi Pemasaran Terpadu)
c. Menggunakan media Above The Line (media massa) dan Below The
Line (sales promotion, lomba berhadiah, publisitas, sponsor,dsb)
secara kreatif. belum menghitung efektivitas dan efisiensinya)
d. Biro iklan bukan lagi hanya sebagai agency, tetapi sudah dijadikan
konsultan komunikasi pemasaran
e. Profesional di bidang periklanan mulai memiliki nilai dan posisi yang
baik.
f. Pertumbuhan periklanan yang cepat tidak didukung jumlah SDM yang
mampu dan memadai, sehingga biro iklan Indonesia mengimpor SDM
asing
Pada tahun 1990-an strategi pemasaran mulai berubah lagi seiring dengan era
globalisasi, dengan karakteritik sbb :
a. Era Globalisasi
b. Gaya Hidup kosmopolitan, membentuk sub kultur baru
c. Produk sangat variatif (kondomonium, ponsel, kafe, cruise, dsb)
Bacaan Kuliah
Page 24
Iklan di tengah peradaban Manusia
d. Persaingan ketat antar merk. Merk pada akhir tahun 1990-an sudah
mencapai 1800 merk
e. Muncul system members (customer club) sebagai strategi dan taktik
CRM (customer retention marketing) dan loyality management
f. Pemasaran sangat professional
g. Sistem franchise (waralaba) mulai berkembang
h. Pasar sudah fragmented (bukan saja segmented)
i.
Pemasaran berorientasi ke micro marketing
j.
Biaya produksi sangat besar
Komunikasi Pemasaran/Periklanan di era efektivitas dan efisiensi adalah sbb
a. Kehadiran TV swasta pada awal tahun 1990 membuat pilihan media
sangat beragam
b. Komunikasi pemasaran tidak lagi sebatas pada kampanye periklanan,
namun juga sudah menyertakan event, upaya kehumasan dan
sponsorship.
c. Indirect marketing menjadikan media local berkembang dengan baik.
Media komunitas mulai berkembang
d. Berkembangnya Below The Line, Store Advertising, Pameran, Media
Eksklusif, Transportation Advertising, Marketing Public Relations, Even,
dsb
e. Hanya biro iklan yang berorientasi kepada marketing yang mampu
bertahan.
f. Kepemilikan perusahaan periklanan dimiliki asing, partner
g. Perusahaan penunjang Komunikasi Pemasaran tumbuh pesat : PH,
event organizer, riset pemasaran, sales promotion,dll
h. Keahlian baru seperti spesialis media, account planning, brand
strategist
Bacaan Kuliah
Page 25
Iklan di tengah peradaban Manusia
Bacaan Kuliah
Page 26
Download