analisis tingkat kesehatan keuangan pada pt bank

advertisement
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN PADA PT BANK PEMBANGUNAN
DAERAH KALIMANTAN TIMUR
Ayu Paramita ([email protected])
Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman
Yonathan Pongtuluran
Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman
Nilam Karompot
Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja kesehatan keuangan bank berdasarkan Peraturan Bank
Indonesia Nomor : 6/10/PBI/2004 pada PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (Tbk) yang ditinjau
dari rasio Likuiditas, Profitabilitas dan Solvabilitas.
Untuk keperluan analsis dan pembahasan penulis menggunakan alat analsis:
1. Rasio Likuiditas yang ditinjau dari Cash Ratio dan Loan to Deposit Ratio.
2. Rasio Profitabilitas yang ditinjau dari Return on Asset dan Return on Equity.
3. Rasio Solvabilitas yang ditinjau dari Capital Adequacy Ratio.
Dari hasil analsis laporan keuangan data dapat diketahui bahwa perusahaan dalam menjalankan kegiatannya
telah menunjukkan kinerja mereka dari tahun 2007 hingga tahun 2010. Hal ini terbukti dari perubahan kinerja
dari masing-masing rasio yang dijadikan indicator.
Hasil analsis menunjukkan bahwa PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (Tbk) pada rasio Loan to
Deposit Ratio (LDR) dikatakan tidak sehat karena berada di bawah standar. Sedang rasio yang lain dikatakan sehat
karena berada diatas standar Bank Indonesia.
Kata Kunci
: Rasio Aktivitas, Rasio Profitabilitas, Rasio Solvabilitas
Abstract
The purpose of this study was to determine the performance of the bank's financial health based on Bank
Indonesia Regulation Number: 6/10/PBI/2004 on PT. East Kalimantan Regional Development Bank (Limited),
which in terms of the ratio Liquidity, Profitability and Solvency.
For the purposes of discussion and analysis is the author using the tool analysis is:
1. Liquidity Ratio Cash Ratio and the terms of the Loan to Deposit Ratio.
2. Profitability ratios are in terms of Return on Assets and Return on Equity.
3. Solvency ratios are viewed from Capital Adequacy Ratio.
From the results of the data analysis is the financial statements can be known that the company in carrying out
its activities have demonstrated their performance from 2007 to 2010. This is evident from the changes in the
performance of each ratio is used as an indicator.
The results indicate that the analysis is PT. East Kalimantan Regional Development Bank (Limited) at a ratio of
loan to deposit ratio (LDR) is said to be healthy because it is below the standard. Other ratios being as healthy
because it is above the standard of Bank Indonesia.
Keywords:
Activity Ratios, Profitability Ratios, Solvency Ratios
1
I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Perkembangan pembangunan di Indonesia merupakan salah satu wujud dari kebutuhan
masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Tujuan pembangunan Indonesia itu sendiri
diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Kemajuan perekonomian suatu negara sangatlah
dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi di negara tersebut.
Semua aktivitas merupakan roda penggerak kegiatan ekonomi yang sangatlah penting
peranannya. Seperti kita ketahui hampir semua sektor yang berhubungan dengan berbagai
kegiatan keuangan selalu membutuhkan jasa bank. Salah satu contoh dari perkembangan
pembangunan Indonesia adalah dibidang perbankan. Perbankan Indonesia dalam melakukan
usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian.
Perkembangan di bidang perbankan memiliki fungsi utama yaitu sebagai penghimpun dan
penyalur dana masyarakat, selain itu perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan
pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan
stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.
Bank Pembangunan Daerah Kaltim (BPD KALTIM) merupakan salah satu perusahaan
Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten atau Kota se- Kaltim,
yang menyediakan layanan jasa perbankan sebagaimana bank Bank Umum Pemerintah dan
Bank Umum Swasta Nasional lainnya. Dengan visinya sebagai bank sehat, kuat, efisien, dan
dipercaya, Bank BPD Kaltim berusaha memaksimalkan melaksanakan misinya; menyediakan
produk dan jasa perbankan yang dinamis dan berkesinambungan. Sejalan waktu BPD kaltim
makin berkembang. Sejumlah sektor usaha mulai dilirik untuk digarap. Namun hukum
payung yang ada, membatasi ruang gerak BPD kaltim untuk berkembang dinamis.
Antisipasi pun dilakukan pemilik yaitu Pemerintah Provinsi dan Pemerintah
Kabupaten atau Kota se- Kaltim, yang mengusulkan kembali perubahan perda No. 02 Tahun
2002 tentang Bank Pembangunan Daerah Kaltim. Tanggal 26 April 2006. Lahirlah Perda
Nomor 02 Tahun 2006 tentang perubahan Pertama Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan
Timur Nomor 02 Tahun 2002 tentang Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur.
Dari uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengetahui lebih jauh bagaimana
tentang likuiditas pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur, guna melihat
tingkat efisiensi dari keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk
operasi bank tersebut dalam menghasilkan laba, yang kemudian digunakan oleh bank sebagai
bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan dimasa yang akan datang. Penggunaan dana
Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur digunakan dengan memberikan kredit
kepada masyarakat seperti kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumtif.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana perkembangan kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Timur Tbk di Samarinda tahun 2007-2010?
2. Apakah kinerja keuangan pada PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur di
Samarinda sehat atau tidak menurut ketentuan Bank Indonesia (BI)?
C. Tujuan Penelitian
Dari uraian rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk
menganalisis
dan
mengetahui
tingkat
kesehatan
keuangan
PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur Tbk 2007-2010.
2. Untuk mengetahui kinerja keuangan pada PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan
Timur Tbk berdasarkan ketentuan Bank Indonesia (BI).
2
II. Kajian Pustaka
A. Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan menyangkut kegiatan perencanaan, analisis dan pengendalian
kegiatan keuangan. Kegiatan keuangan dalam perusahaan dapat dikelompokkan menjadi dua
yaitu kegiatan menggunakan dana (allocation of funds) dan mencari dana (raising of funds).
Dua kegiatan tersebut disebut fungsi keuangan.
Brigham dan Houston (2007 : 4), menjelaskan bidang – bidang keuangan yaitu :
“Finance consists of three interrelated areas: (1) money and capital markets, which
deals with securities markets and financial institutions; (2) investments, which focuses on the
decisions made by both individual and institutional investors as they choose securities for
their investment portfolios; and (3) financial management, or “business finance,” which
involves decisions within firms.”
Menurut Moeljadi (2006 : 13), dalam teori keuangan modern menyebutkan bahwa
tujuan perusahaan adalah untuk memaksimalkan kekayaan para pemegang saham (to
maximize the wealth of its stock holders), yang diterjemahlan ke dalam tujuan
memaksimalkan harga saham (maximing the price of firm’s common stock).
B. Laporan Keuangan
Menurut Sutrisno (2007 : 9), laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses
akuntansi yang meliputi dua laporan utama yakni Neraca dan Laporan Rugi – Laba. Laporan
keuangan disusun dengan maksud menyediakan informasi keuangan suatu perusahaan kepada
pihak – pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan di dalam pengambilan
keputusan.
Kemudian Menurut Prihadi (2010 : 4), yang mengemukakan bahwa “terdapat tiga jenis
laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan, yaitu :
a. Neraca yang menggambarkan posisi keuangan berupa asset, utang dan
modal pada suatu saat.
b. Laporan laba rugi yang menggambarkan kinerja yang tercermin dari
laba, yaitu selisih perdapatan dan biaya, selama satu periode.
c. Laporan arus kas, merupakan laporan yang menggambarkan
bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan kas dari
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama stu periode.”
Unsur laporan keuangan menurut Hennie Van Greuning (2005 : 5) “The following
element of financial statement are directly related to the measurement of financial position :
a. Assets
Resources controlled by the entity as of past events, the settlement of
future economic benefits are expected to flow to the entity.
b. Liabities
Present obligation of an entity arriving from past events, the settlement
of wich is expected to result in an out flow from the entity of economic
benefit.
c. Equity
Assets less liabities (commonly known as share holders funds).
Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi bagi pihak-pihak yang
berkepentingan dalam pengambilan keputusan. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2007 :
4), “Tujuan laporan keuangan adalah meyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.”
3
C. Analisis Laporan Keuangan
Menurut Sofyan (2004 : 190), ia mengemukakan : “Analisis laporan keuangan adalah
menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat
hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang
lain baik antara data kuantitatif maupun data non kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui
kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan
yang tepat.”
Sedangkan menurut Lukman (2004 : 37), bahwa “Analisis laporan keuangan
perusahaan pada dasarnya merupakan perhitungan rasio-rasio untuk menilai keadaan
keuangan perusahaan di masa lalu, saat ini, dan kemungkinannya dimasa depan.”
Menurut Munawir (2010 : 31) yang menyatakan tentang tujuan analisis laporan
keuangan adalah: “Untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan
hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan yang bersangkutan. Data keuangan tersebut akan
lebih berarti bagi pihak-pihak yang berkepentingan apabila data tersebut diperbandingkan
untuk dua periode atau lebih, dan dianalisa sehingga akan dapat diperoleh data yang akan
dapat mendukung keputusan yang akan diambil.”
Sedangkan teknik analisis laporan keuangan yang biasa digunakan menurut Munawir
(2010 : 36) adalah sebagai berikut :
a. Analisis Perbandingan Laporan Keuangan
b. Trend atau tredensi atau posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang
dinyatakan dalam presentase (Trend Percentage Analysis)
c. Laporan dengan presentase per komponen (Common Size Statement)
d. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja
e. Analisis Sumber dan Penggunaan Kas (Cash Flow Statement Analysis)
f. Analisis Rasio
g. Analisis Perubahan Laba Kotor (Gross Profit Analisys)
h. Analisis Break Even.”
Analisis Perbandingan Laporan Keuangan, adalah metode dan teknik
analisis dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode
atau lebih, dengan menunjukan:
a. Data absolute atau jumlah-jumlah dalam rupiah
b. Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah
c. Kenaikan atau penurunan dalam presentase
d. Perbandingan yang dinyatakan dengan rasio
e. Presentase dari total
Analisis dengan menggunakan metode ini akan dapat diketahui perubahan-perubahan
yang terjadi dan perubahan mana yang memerlukan penelitian lebih lanjut.
D. Tinjauan Umum Bank
Menurut Undang – Undang Bank No. 10 Tahun 2002 : “ Bank adalah badan usaha
yang menghimpun dana dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat
dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak “.
Fungsi pokok bank bagi suatu negara sangat luas, karena bank digunakan oleh
pemerintah sebagai alat untuk menjaga stabilitas ekonomi terutama dalam bidang moneter dan
keuangan. Berdasarkan Undang - Undang Bank No.10 Tahun 2001 : “ Fungsi utama bank
adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat. Fungsi utama bank menurut
Soemarso (2005:3), adalah : “Bank menerima simpanan uang masyarakat (to receive deposits)
dalam bentuk giro, deposito dan tabungan. Kemudian uang tersebut dikembalikan lagi pada
masyarakat dalam bentuk kredit (to make loans)”.
4
Berdasarkan Undang – Undang Bank No. 10 Tahun 2002, menurut jenisnya
bank
dapat dibedakan menjadi :
a.Bank Umum
Bank Umum menurut M. Kasmir (2002:33), adalah bank yang
melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan
Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran. Contoh dari Bank Umum ini adalah Bank Rakyat Indonesia dan
Bank Negara Indonesia (BNI’46).
b. Bank Perkreditan Rakyat
Bank Perkreditan Rakyat menurut M. Kasmir (2002:33), adalah bank yang
melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syahriah
yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Untuk menilai prestasi dan kondisi keuangan suatu perusahaan, seorang analis
keuangan memerlukan ukuran-ukuran tertentu. Ukuran yang sering digunakan adalah rasio.
Menurut Munawir (2010 : 238) ada 4 kelompok rasio keuangan yaitu rasio likuiditas,
rasio aktivitas, rasio profitabilitas dan rasio solvabilitas.
a) Rasio likuiditas adalah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan
membiayai operasi dan memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih.
b) Rasio aktivitas adalah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam
melakukan aktivitas perusahaan sehari-hari atau kemampuan perusahaan dalam
penjualan, penagihan piutang maupun pemanfaatan aktiva yang dimiliki.
c) Rasio profitabilitas adalah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk
memperoleh laba dari berbagai kebijakan dan keputusan yang telah diambil.
d) Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengukur seberapa jauh aktiva perusahaan
dibiayai oleh hutang.
Dalam menganalisis tingkat kesehatan keuangan bank, rasio yang digunakan penulis
adalah rasio likuiditas, leverage (solvabilitas) dan profitabilitas (rentabilitas) saja untuk
mengetahui tingkat kesehatan keuangan suatu bank yang sesuai standar Bank Indonesia.
Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek (Kasmir,2008:110). Likuiditas perusahaan perbankan
dapat dihitung dengan menggunakan Cash Ratio, Loan to Deposit Ratio, Loan to Asset Ratio,
Investing Policy Ratio dan Banking Ratio. Rasio leverage (solvabilitas) bank merupakan
ukuran kemampuan bank dalam mencari sumber dana untuk membiayai kegiatannya. Bisa
juga dikatakan rasio ini merupakan alat ukur untuk melihat kekayaan bank untuk melihat
efisiensi bagi pihak manajemen bank tersebut (Kasmir,2008:229). Rasio ini dapat dikur
dengan Capital Adequacy Ratio, Risk Assets Ratio dan Primary Ratio. Rasio profitabilitas
(rentabilitas) adalah sekelompok rasio yang menunjukan gabungan dari efek-efek likuiditas,
manajemen aktiva dan utang pada hasil-hasil operasi. Profitabilitas perusahaan perbankan
diketahui dengan munggunakan Net Profit Margin, Return on Equity, Return on Asset, Return
on Investment dan Interest Expense Ratio.
1. Analisis Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan
membiayai operasi dan memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Adapun
perhitungan rasio tersebut adalah sebagai berikut:
a. Cash Ratio
Cash ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank
dalam melunasi kewajiban yang harus segera dibayar dengan harta likuid yang
dimiliki bank tersebut (Kasmir,2008:224). Ratio ini menunjukkan kemampuan
bank untuk membayar kembali simpanan para nasabahnya dengan alat-alat yang
5
paling likuid yang dimiliki bank tersebut. Adapun rumus yang digunakan sebagai
berikut:
Jumlah Cash Assets
x 100%
Jumlah Hutang Lancar
b. Loan to Deposit Ratio (LDR)
LDR adalah rasio antara seluruh jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana
yang diterima bank. LDR menggambarkan seberapa jauh kemampuan bank dalam
membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan dengan mengandalkan
kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Semakin tinggi rasio LDR
memberikan indikasi semakin rendahnya kemampuan likuiditas bank yang
bersangkutan. Hal ini disebabkan karena jumlah dana yang diperlukan untuk
membiayai kredit menjadi semakin besar. LDR dapat dirumuskan sebagai berikut:
(Lukman, 2009 : 116)
Jumlah Kredit Yang Diberikan
x 100%
Total Dana Pihak Ketiga
2. Analisis Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan
untuk memperoleh laba dari berbagai kebijakan dan keputusan yang telah diambil.
Adapun perhitungan rasio tersebut adalah sebagai berikut:
a. Return on Assets (ROA)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam
memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Semakin besar ROA suatu
bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai oleh bank tersebut dan
semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset. Rasio ini dapat
dirumuskan sebagai berikut : (Lukman, 2009 : 118)
Laba Sebelum Pajak
x 100%
Total Aktiva
b. Return on Equity (ROE)
ROE adalah perbandingan antara laba bersih bank dengan modal sendiri. Rasio
ini merupakan indikator bagi para pemegang saham dan calon investor untuk
mengukur kemampuan bank dalam memperoleh laba yang dikaitkan dengan
pembayaran deviden. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut : (Lukman,
2009 : 117)
Laba Bersih
x 100%
Modal Sendiri
3. Analisis Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengukur seberapa jauh aktiva
perusahaan dibiayai oleh hutang. Adapun perhitungan rasio tersebut adalah sebagai
6
berikut:
a. Capital Adequacy Ratio (CAR)
CAR adalah rasio kinerja bank untuk mengukur kecukupan modal yang
dimiliki bank untuk menunjang aktiva yang mengandung resiko, misalnya
kredit yang diberikan. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut : (Lukman,
2009 : 144)
Modal Bank Menurut Resiko Kredit
x 100%
Aktiva Tertimbang Menurut Resiko Kredit
E. Kerangka Konsep
PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Timur Tbk
Analisa Laporan
Keuangan
Alat analisis
1. Rasio Likuidias
2. Rasio
Profitabilitas
3. Rasio
Solvabilitas
TIDAK
SEHAT
SEHAT
Gambar 2.1. Kerangka Konsep
III. Metode Penelitian
A. Definisi Operasional
Laporan keuangan merupakan ringkasan suatu proses pencatatan dan
transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama setahun. Laporan keuangan yang digunakan
dalam analisis adalah laporan Laba Rugi dan Neraca Perusahaan. Adapun definisi operasional
dari penelitian ini adalah perhitungan dari rasio likuiditas, profitabilitas dan solvabilitas dalam
menentukan kinerja bank. Adapun indikator dari masing-masing rasio adalah sebagai berikut:
7
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah suatu rasio keuangan yang menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya yang harus
dipenuhi. Dalam penelitian ini rasio likuiditas diukur dengan menggunakan
perhitungan:
a. Loan to Deposit Ratio (LDR)
LDR adalah rasio antara seluruh jumlah kredit yang diberikan bank dengan
dana yang diterima bank. LDR menggambarkan seberapa jauh kemampuan
bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan deposan
dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya.
b. Cash Ratio (CR)
Cash ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
bank dalam melunasi kewajiban yang harus segera dibayar dengan harta likuid
yang dimiliki bank tersebut. Ratio ini menunjukkan kemampuan bank untuk
membayar kembali simpanan para nasabahnya dengan alat-alat yang paling
likuid yang dimiliki bank tersebut
2. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk
memperoleh laba dari berbagai kebijakan dan keputusan yang telah diambil.
a. Return on Assets (ROA)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam
memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan.
b. Return on Equity (ROE)
ROE adalah perbandingan antara laba bersih bank dengan modal sendiri. Rasio
ini merupakan indikator bagi para pemegang saham dan calon investor untuk
mengukur kemampuan bank dalam memperoleh laba yang dikaitkan dengan
pembayaran deviden.
3. Analisa Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengukur seberapa jauh aktiva
perusahaan dibiayai oleh hutang. Adapun perhitungan rasio solvabilitas dengan
menggunakan perhitungan Capital Adquecy Ratio (CAR) adalah rasio kinerja
bank untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank untuk menunjang
aktiva yang mengandung resiko, misalnya kredit yang diberikan.
IV. Analisis Dan Pembahasan
A. Gambaran Umum Perusahaan
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur adalah salah satu Perusahaan Daerah
(BUMD) milik Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kaltim sebagal hasil
buah pikiran Gubernur KDH Tingkat I Kaltim Bapak A. Moeis Hasan yang didirikan tanggal 14
Oktober 1965 berdasarkan Perda. Tingkat I Kalimantari Timur Nomor: 03/PD164 tanggal 19
September 1964 yang telah mendapat persetujuan Menteri Dalam Negeri No.9/I 0/8-45 tanggal
01 April 1965. Kemudian Perda tersebut mengalami perubahan dalam Peraturan Daerah
Provinsi Kalimantan Timur Nomor 02 Tahun 2002 tanggai I I Pebruari 2002 tentang Bank
Pembangunan Daerah Kalimantan Timur, Peraturan Daerah Nomor 02 Tahun 2006 tanggal 26
April 2006 tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Namor 02
Tahun 2002.
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur sebagai Bank Umum, setelah
usianya mencapai 41 tahun telah beroperasi sebagai bank Devisa dengan ijin BI No.
5/48/KERDGS/2003 tanggal 13 Nopember 2003, dan juga telah memiliki kegiatan Usaha
secara Syariah berdasarkan Ijin Prinsip dan Ijin Operasional dan Bank Indonesia No.
8
8/5/DS/Smr Tanggal 27 Nopember 2006 dan No. 8/7/DS/Smr Tanggal 22 Desember 2006.
Keberadaan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur didirikan adalah dengan
maksud dan tujuan untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian &
pembangunan daerah di segala bidang serta sebagal salah satu sumber pendapatan asli daerah
dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat sehingga terwujudnya masyarakat Kalimantan
Timur yang sejahtera.
Adapun Visi dan Misi Bank Pembangunan Daerah Kaltim adalah sebagai berikut:
VISI
Sebagal Bank Sehat, Kuat, Efisien dan Dipercaya
MISI
Menyediakan produk dan jasa perbankan secara dinamis dan berkesinambungan
MOTTO
Bank Kebanggaan Kaltim
7 CORE VALUE DAN PERILAKU
(1). Jujur, tanggung jawab, cepat, tepat dan akurat (Integrity)
(2). Sadar dalam menjaga citra Bank (brand awarenes)
(3). Bekerjasama, arief, toleran dan luwes antar sesama pegawai (team work)
(4). Berfikir, bertindak dan bekerja cerdas secara profesional (bankers minded)
(5). Inovatif, kreatif, proaktif dalam mengembangkan dan memasarkan
(marketing sense)
(6). Merespon terhadap perkembangan bisnis (sense of change)
(7). Peduli dalam pengembangan lingkungan (CSR)
produk
B. Struktur Organisasi Perusahaan
Di setiap perusahaan pasti terdapat sebuah struktur organisasi, guna untuk mencegah
terjadinya kesalahan dalam sistem bekerja, seperti Bank Pembangunan Daerah Kaltim.
Pemilik perusahaan, Direktur atau Pemimpin perusahaan adalah orang yang utama dalam
memimpin sebuah perusahaan serta memberi pengarahan kepada bawahan untuk bagaimana
perusahaan ini akan berjalan.
Bank Pembangunan Daerah Kaltim memiliki pemimpin
cabang utama yang membawahi pemimpin bidang pelayanan, pemimpin bidang operasional,
kuasa kantor kas. Berikut adalah bentuk struktur organisasi pada PT Bank Pembangunan
Daerah Kalimantan Timur.
9
Gambar 4.1. Struktur Organisasi
Sumber: PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur tbk 2012
Mengingat pentingnya bagian-bagian tersebut dalam uraian pelaksanaan praktek kerja,
penulis memberikan deskripsi secara singkat mengenai bagian tersebut, seperti:
1. Pemimpin Kantor Cabang Pembantu
Merencanakan dan melaksanakan pengelolaan operasional Kantor Cabang Pembantu untuk
mengupayakan terpenuhinya misi Kantor Cabang Pembantu, yaitu:
a. Membantu Kantor Cabang dalam memasarkan produk dan jasa Bank kepada
masyarakat.
b. Membantu Kantor Cabang dalam memberikan kontribusi laba yang nyata terhadap
laba Bank secara keseluruhan.
c. Membantu Kantor Cabang dalam memberikan kontribusi yang nyata untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
d. Melaksanakan kepatuhan terhadap system dan prosedur, peraturan Bank Indonesia
serta perundang-undangan lainnya yang berlaku.
e. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan kegiatan.
10
2. Penyelia Pemasaran Dana dan Jasa
a. Mengelola pemasaran dana dan jasa Bank.
b. Mengadakan penjualan silang (cross selling) produk dan jasa Bank.
c. Melakukan penelitian potensi pemasaran dana dan jasa serta menyusun peta bisnis
dana dan jasa di daerah kerja Cabang
d. Melaksanakan kepatuhan terhadap system dan prosedur, peraturan Bank Indonesia
serta peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku.
e. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan kegiatan
3. Penyelia Pemasaran Kredit
a. Membantu penyusunan usulan business plan dan Anggaran Kantor Cabang.
b. Mengelola pemasaran kredit Bank.
c. Memproses permohonan serta mengelola kredit komersial.
d. Menggandakan penjualan silang (cross selling) produk dan jasa Bank.
e. Melakukan penelitian pemasaran kredit serta menyusun peta bisnis di daerah kerja
Cabang.
f. Melaksanakan kepatuhan terhadap system dan prosedur, peraturan Bank Indonesia
serta peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku.
g. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan kegiatan.
4. Penyelia Pemasaran Bisnis
a. Membantu penyusunan business plan dan Anggaran Cabang.
b. Mengelola pemasaran dana dan jasa Bank.
c. Mengelola pemasaran kredit Bank.
d. Menggandakan penjualan silang (cross selling) produk dan jasa Bank.
e. Melakukan penelitian potensi pemasaran produk dan jasa Bank serta
menyusun peta bisnis di daerah kerja Cabang.
f. Memproses permohonan serta mengelola kredit komersial.
g. Mengelola portepel perkreditan.
h. Melaksanakan kepatuhan terhadap system dan prosedur, peraturan Bank
Indonesia serta peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku.
i. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan kegiatan.
B. Deskripsi Hasil penelitian
Sebagaimana diuraikan dalam bab sebelumnya peneltian ini dimaksudkan untuk
melakukan analisis laporan keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur
dengan membandingkan hasil rasio-rasio bank sendiri berdasarkan standar tingkat kesehatan
Bank Umum berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor : 6/10/PBI/2004.
Dengan membandingkan standar rasio keuangan yang telah ditentukan oleh Bank
Indonesia sendiri maka dapat diketahui sejauh mana tingkat kesehatan PT Bank Pembangunan
Daerah Kalimantan Timur tahun 2007-2010 dalam mengelola semua keuangan baik itu dari
modal sendiri bank, pinjaman, dana pihak ketiga (tabungan, giro dan deposito) serta
pemberian kredit yang disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman dan lain
sebagainya yang digunakan dalam menjalankan setiap kegiatan perusahaan.
11
C. Analisis Rasio Keuangan
1. Analisis Rasio Likuiditas
Analisis Rasio Keuangan
a)
Cash Ratio (CR)
C
Keterangan
a
s
h
Kas
Surat Berharga
R
Jumlah Cash Asset
a
Giro
t
Kewajiban
Segera
i
o
Tabungan
Tahun
x 100
%
2007
439.517
111.475
550.992
7.690.952
1.305.388
1.837.372
3.679.355
Simpanan Berjangka
=
Jumlah
Hutang
Lancar
14.513.067
Jumlah Cash Asset
Jumlah Hutang Lancar
2008
363.856
100.745
464.601
6.738.248
358.783
1.525.899
3.239.478
2009
565.409
80.271
645.680
6.362.216
398.362
2.182.632
1.943.624
2010
837.953
1.415.269
2.253.222
4.807.849
2.713.905
3.671.362
11.862.408 10.886.834
11.193.116
550.992
x 100 %
14.513.067
464.601
Cash Ratio 2008 =
x 100 %
11.862.408
645.680
Cash Ratio 2009 =
x 100 %
10.886.834
2.253.222
Cash Ratio 2010 =
x 100 %
11.193.116
Cash Ratio 2007 =
= 3,79 %
= 3,91 %
= 5,93 %
= 20,13 %
b) Loan to Deposit Ratio (LDR)
Keterangan
Kredit yg diberikan
Giro
Tabungan
Simpanan Berjangka
Jumlah Dana Pihak
Ketiga
LDR =
2007
2.678.357
7.690.952
1.837.372
3.679.355
13.207.679
Tahun (Dalam jutaan Rp)
2008
2009
4.356.922 7.202.870
6.738.248 6.362.216
1.525.899 2.182.632
3.239.478 1.943.624
11.503.625
Kredit yang diberikan
100%%
xx100
Jumlah Dana Pihak Ketiga
12
10.488.472
2010
9.484.339
4.807.849
2.713.905
3.671.362
11.193.116
2.678.357
x 100 % = 20,27 %
13.207.679
4.356.922
LDR 2008 =
x 100 % = 37,87 %
11.503.625
7.202.870
LDR 2009 =
x 100 % = 68,67 %
10.488.472
9.484.339
LDR 2010 =
x 100 % = 84,73 %
11.193.116
LDR 2007 =
c)
Return On Assets (ROA)
Tahun (Dalam jutaan Rp)
2007
2008
2009
2010
403.894
590.865
555.498
795.847
Laba Sebelum Pajak
14.007.288 1.514.374 13.283.092 15.130.282
Total Aktiva
Keterangan
Laba Sebelum Pajak
100
xx100
%%
Total Aktiva
403.894
ROA 2007 =
x 100 % = 2,88 %
14.007.288
590.865
ROA 2008 =
x 100 %
= 3,93 %
1.514.374
555.498
ROA 2009 =
x 100 % = 4,18 %
13.283.092
795.847
ROA 2010 =
x 100 % = 5,25 %
15.130.282
ROA =
d) Return On Equity (ROE)
Keterangan
Laba Bersih
Modal Sendiri
2007
279.024
879.334
Tahun (Dalam jutaan Rp)
2008
2009
2010
412.555
396.022
575.505
1.234.413 1.759.410
2.116.145
Laba Bersih x 100 %
x100%
Modal Sendiri
279.024
ROE 2007 =
x 100 %
3.370.143
412.555
ROE 2008 =
x 100 %
5.134.785
396.022
ROE 2009 =
x 100 %
8.397.296
575.505
ROE 2010 =
x 100 %
10.854.838
ROE =
13
= 8,27 %
= 8,03 %
= 4,70 %
= 5,30 %
e)
Capital Adequaci Ratio (CAR)
Keterangan
Modal Bank
Menurut Resiko
Kredit
Aktiva Menurut
Resiko Kredit
2007
914.507
Tahun (Dalam jutaan Rp)
2008
2009
2010
1.290.140 1.850.098
2.207.645
3.370.143 5.134.785 8.397.296 10.954.838
Modal Bank Menurut Resiko Kredit
100%%
xx100
Aktiva Tertimbang Menurut Resiko Kredit
914.507
CAR 2007 =
x 100 %
= 27,13 %
3.370.143
1.290.140
CAR 2008 =
x 100 %
= 25,12 %
5.134.785
1.850.098
CAR 2009 =
x 100 %
= 22,03 %
8.397.296
2.207.645
CAR 2010 =
x 100 % = 20,15 %
10.954.838
CAR =
Dari hasil perhitungan dari rasio diatas maka didapat rekapitulasi kesehatan bank
Peraturan Bank Indonesia Nomor : 6/10/PBI/2004 yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Rasio
Standar BI
Cash Ratio
> 3%
Loan to Deposit
85% - 100%
Ratio
Return on Asset 0,5% - 1,25%
Return on Equity 5% - 12,5%
Capital
> 8%
Adequacy Ratio
Sumber: Data Diolah 2012
Rata-R
ata
2007
8,44% 3,79%%
Tahun
2008
2009
3,91% 5,93%
2010
20,13%
Keteranga
n
Sehat
52,89%
20,27%
37,87% 68,67% 84,73%
Tidak Sehat
4,06%
6,58%
2,88%
8,27%
3,93%
8,03%
5,25%
5,30%
Sehat
Sehat
23,61%
23,61%
27,13% 25,12% 22,03%
Sehat
4,18%
4,70%
Dari data diatas perhitungan rata-rata selama empat periode untuk empat rasio yang
terdiri dari Cash Ratio, Return on Asset, Return on Equity dan Capital Adequacy Ratio
dinyatakan sehat. Hal ini berdasarkan dimana hasil rata-rata perhitungan rasio selama empat
tahun PT Bank Pembangunan Daerah Kalimtan Timur periode 2007 – 2010 lebih tinggi
dibandingkan dengan standar Bank Indonesia.
Kemudian dari data diatas perhitungan rata-rata selama empat periode untuk satu rasio
yaitu Loan to Deposit Ratio dinyatakan tidak sehat. Hal ini berdasarkan hasil rata-rata
perhitungan rasio selama empat tahun PT Bank Pembangunan Daerah Kalimtan Timur periode
2007 – 2010 lebih rendah dibandingkan dengan standar Bank Indonesia.
14
5. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Perhitungan Cash Ratio (CR) secara rata-rata selama empat periode diketahui
berada diatas standar Bank Indonesia yang berarti PT Bank Pembangunan
Daerah Kalimantan Timur dikatakan sehat dari sisi Cash Ratio dengan rata-rata
8,44%.
2. Kemudian untuk perhitungan Loan to Deposit Ratio (LDR) secara rata-rata
selama empat periode diketahui masih dibawah standar Bank Indonesia
sebesar 85% - 100 % yang berarti PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Timur dapat dikatakan tidak sehat dari sisi Loan to Deposit Ratio
dengan rata-rata 52,89%.
3. Selanjutnya untuk perhitungan Return on Asset (ROA) secara rata-rata selama
empat periode diketahui berada diatas standar Bank Indonesia yang berarti
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dikatakan sehat dari sisi
Return on Asset dengan rata-rata 4,06%.
4. Untuk Return on Equity (ROE) secara rata-rata selama empat periode diketahui
berada diatas standar Bank Indonesia yang berarti PT Bank Pembangunan
Daerah Kalimantan Timur dikatakan sehat dari sisi Return on Equity dengan
rata-rata 6,58%.
5. Dan terakhir untuk Capital Adequacy Ratio (CAR) secara rata-rata selama
empat periode diketahui berada diatas standar Bank Indonesia yang berarti
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dikatakan sehat dari sisi
Capital Adequacy Ratio (CAR) dengan rata-rata 23,61%.
Saran
1. Untuk Cash Ratio (CR) diharapkan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan
Timur lebih meningkatkan jumlah asset mereka agar dapat menjaga dana pihak
ketiga yang terdiri dari Tabungan, Simpanan Berjangka dan Giro sehingga
memperkecil resiko kehilangan.
2. PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur perlu meningkatkan
kinerjanya untuk mencapai Loan to Deposit Ratio (LDR) hingga 85% ke atas
agar dapat dikategorikan sehat sesuai standar BI Nomor : 6/10/PBI/2004.
3. Peningkatan nilai Loan to Deposit Ratio (LDR) juga dibarengi dengan
peningkatan pemberian kredit terutama pada usaha mikro dan usaha kecil
karena mengingat kredit merupakan sumber pendapatan bank yang utama.
4. PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur lebih meningkatkan
kinerjanya untuk tahun – tahun kedepan karena mengingat persaingan industri
perbankan lebih ketat.
5. Diharapkan kredit yang dikelola dan diberikan lebih tepat sasaran terutama
pada usaha mikro dan usaha kecil sehingga pembangunan dapat dirasakan
dampaknya bagi masyarakat kecil.
15
Daftar Pustaka
Brigham and Houston. 2007. Fundamentals of Financial Management. Concise 4, Horcourt
College, United State of America.
Kasmir. 2002. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi Keenam. PT. Raja Grafindo
Persada. Jakarta.
Lukman, Syamsudin. 2004. Manajemen Keuangan Perusahaan (Konsep Aplikasi Dalam
Perencanaan, Pengawasan, dan Pengambilan Keputusan). PT.Raja Grafindo Persada.
Jakarta.
Moeljadi. 2006. Manajemen Keuangan, Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif, Jilid Satu.
Bayumedia Publishing. Malang.
Munawir, S. 2007. Analisa Laporan Keuangan, Edisi Keempat. Liberty. Yogyakarta.
Greuning, Hennie Van. 2005. “Standar Pelaporan Keuangan Internasional”. Salemba Empat.
Jakarta.
Prihadi, Toto. 2010. Analsis Laporan Keuangan Teori dan Aplikasi. PPMi. Jakarta.
Sofyan, Syafri. 2004. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. PT Raja Grafindo Persada.
Jakarta.
Sutrisno. 2007. Manajemen Keuangan Teori, Konsep, dan Aplikasi. Edisi 1.
EKONISIA. Yogyakarta.
Undang – Undang Bank No. 10 Tahun 2002 tentang perbankan, Jakarta.
16
Download