Pegadaian dan sewa guna usaha (leasing)

advertisement
Pegadaian dan sewa guna usaha
(leasing)
pengertian hukum gadai menurut KUHP pasal
1150, adalah sebagai berikut :
“ Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang
berpiutang atas suatu barang bergerak, yang
diserahkan kepadanya oleh seorang yang berutang
atau oleh seorang lain atas namanya, dan memberikan
kekuasaan kepada orang yang berpiutang itu untuk
mengambil pelunasan dari barang tersebut secara
didahulukan dari pada orang-orang yang berpiutang
lainnya; dengan pengecualian biaya untuk melelang
barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk
menyelamatkan setelah barang itu digadaikan.”
Keuntungan Usaha Gadai
Keuntungan yang ditawarkan pihak pegadaian kepada masyarakat adalah
sebagai berikut :
a. Dalam waktu yang relatif singlat masyarakat dapat memperoleh uang
seperti yang diharapkan, tanpa harus menjalani prosedur yang sulit.
b. Persyaratan yang cukup mudah, dimana seseoarng yang ingin
mendapatkan uang melalui pihak pegadaian hanya membawa fotocopy
KTP dan barang yang akan dijaminkan.
c. Pihak pegadaian tidak akan mempermasalahkan uang tersebut akan
digunakan untuk apa
d. Saat ini pelayanan pegadaian semakin baik dimana pelanggan dianggap
nomor satu sehingga pelayanan yang diberikan menjadikan nasabah
menjadi semakin ramah dan cepat sehingga nasabah menjadi nyaman dan
bisa dikatakan telah banyak orang yang menggunakan jasa pegadaian.
Berikut adalah beberapa barang-barang yang
dapat digadaikan :
a. Barang-barang yang termasuk ke dalam golongan perhiasan
- emas
- perak
- intan
- Berlian
- Platina
b. Barang-barang yang termasuk ke dalam golongan kendaraan
- Mobil
- Sepeda motor
- Sepeda- becak
c. Barang yang termasuk ke dalam golonagn elektronik
- Televisi - Radio
- DVD
- Kompuer
- Handphone
- Kulkas
- Kamera
d. Mesin-mesin
- Mesin jahit
- Mesin kapal motor
- Mesin untuk pengairan disawah
e. Barang-barang keperluan rumah tangga
- pakaian
- Kain batik
- Barang-barang pecah belah
Persentase Taksiran
• Pinjaman dipegadaian kini dibagi menjadi 6
golongan dengan persentase tertentu menurut
golongannya, Perhitungan bunga diperum
pegadaian dilakukan setiap 15 hari. Contoh Rita
menggadaian barang miliknya dengan harga Rp
40.000. Bila Rita dapat menebus bunganya hanya
dalam waktu 15 hari maka Rita hanya perlu
membayar pokok plus bunga pinjaman sebesar
1,25%, berikut persentase yang berlaku
dipegadaian
Kegiatan Usaha Pegadaian Lainnya
Selain menyalurkan kredit kepada masyarakat dengan jaminan barang
tertentu yang telah digolongkan oleh pihak pegadaian, ternyata dalam
perkembangannya pegadaian memiliki usaha lainnya pula, yaitu seperti :
a. Jasa Taksiran
Jasa taksiran adalah pemebrian fasilitas pelayanan kepada masyarakat
yang ingin mengetahui kualitas dan nilai sesungguhnya dari barang
perhiasan yng dimilikinya, misalnya emas, berlian, dan yang lainnya.
Dimana penaksiran akan dilakukan oleh juru taksir yang dimiliki oleh
perum pegadaian.
b. Memberikan Kredit
Pemberian kredit ini diberikan kepada karyawan tetap suatu perusahaan,
dimana pembayaran angsuran kredit akan dipotong setiap bulannya dari
gaji bulanan karyawan tetap yang bersangkutan.
c. Galeri 24
Adalah tempat penjualan emas dan permata, dimana perum pegadaian
akan menjamin kualitas keaslian karetase dan kualitas emas serta permata
yang dijual.
Leasing
Pengertian dari sewa guna usaha adalah adanya
hubungan antara perusahaan leasing (lessor)
dengan nasabah (lessee) dalam hal ketika
lessee membutuhkan jasa lessor untuk sewa
guna barang yang dibutuhkan oleh lessee.
pengertian sewa guna usaha sesuai dengan
keputusan Menteri Keuangan No.
1169/KMK.01/1991 adalah kegiatan
pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang
modal, baik secara sewa guna usaha dengan
hak opsi (finance lease) maupun secara sewa
guna usaha tanpa hak opsi (operating lease)
untuk digunakan oleh lessee selam jangka
waktu tertentu berdasarkan pembayaran
secara berkala.
finance lease adalah kegiatan sewa guna usaha
di mana lessee pada akhir masa kontrak
mempunyai hak opsi untuk membeli objek
sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang
disepakati. Sebaliknya operating lease tidak
memiliki hak opsi untuk membeli objek sewa
guna usaha.
Kegiatan yang dilakukan oleh sewa guna usaha
menurut Surat Keputusan Menteri Keuangan
Nomor 1169/KMK.01/1991 tanggal 21
November 1991. Kegiatan leasing dapat
dilakukan dengan dua (dua) cara yaitu :
a. Melakukan sewa guna usaha dengan hak opsi
bagi lessee (finance leasing) Adapun kriteria
untuk finance leasing apabila perusahaan
leasing memenuhi persyaratan sebagai berikut
1.) Jumlah pembayaran sewaguna usaha dan
selama masa sewa guna usaha pertama kali,
ditambah dengan nilai sisa barang yang
dilease harus dapat menutupi harga
perolehan barang modal yang dileasekan dan
keuntungan bagi pihak lessor.
2.) Dalam perjanjian sewa guna usaha memuat
ketentuan mengenai hak opsi bagi lessee.
Kemudian di dalam prakteknya transaksi finance
leasing dibagi lagi ke dalam bentuk-bentuk
sebagai berikut :
- Direct finance lease
nama lain dari transaksi ini adalah true lease, di mana dalam
transaksi ini pihak lessor membeli barang modal atas
permintaan lessee dan sekaligus menyewagunakan barng
tersebut kepada lessee. Oleh karena itu proses pembelian
yang dilakukan lessor hanyalah untuk memenuhi kebutuhan
pihak lessee.
- Sales and lease back
Prose ini dilakukan dimana pihak lessee menjual barang
modalnyakepada lessor untuk dilakukan kontrak sewa guna
usaha atas barang tersebut, yaitu antara lessee dan lessor, hal
ini dilakukan bila lessee membutuhkan modal kerja.
b. Melakukan sewa guna usaha tanpa hak opsi
(operating lease)
Berikut krietaria untuk operating lease :
- Jumlah pembayaran selama masa leasing
pertama tidak dapat memenuhi harga
perolehan barang modal yang dileasekan
ditambah keuntungan bagi pihak lessor.
- Di dalam perjanjian leasing tidak memuat
mengenai hak opsi bagi lessee.
• Perjanjian Leasing
• perjanjian yang dibuat antara lessor dengan
lease disebut dengan “lease agrement”, di
mana di dalam perjanjian tersebut memuat
kontrak kerja bersyarat antara kedua belah
pihak,
Isi kontrak tersebut
• memuat antara lain :
• a. Nama dan alamat lease
• b. Jenis barang modal yang diinginkan
• c. Jumlah atau nilai barang yang dileasingkan
• d. Syarat-syarat pembayaran
• e. Syarat-syarat kepemilikan atau syarat lainnya
• f. Biaya-biaya yang dikenakan
• g. Sangsi-sangsi apabila lessee ingkar janji
Jika seluruh pesyaratan telah disetujui, maka pihak
lessor akan menghubungi pihak asuransi untuk
menanggung resiko kemacetan pembayaran lessee.
Asuransi
1. Pengertian Asuransi
Pengertian asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian
antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung
mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima
premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada
tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan
keuntungan yang diharapkan atau tanggungjawab hukum
kepada pihak yang mungkin akan diderita tertanggung yang
timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk
memberikan suatu pembayaranyang didasarkan atas
meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
Keuntungan Asuransi
Sebuah perusahaan dalam menjalankan perusahaan
harapan mereka adalah keuntungan seoptimal
mungkin, demkian pula untuk perusahaan asuransi,
mereka pastilah mengharapkan keuntungan
seoptimal mungkin yang dapat mereka peroleh dari
premi yang dibayarkan oleh pihak tertanggung,
begitu pula pihak tertanggung juga mengharapkan
keamanan dan kenyamanan selama mereka
mempergunakan fasilitas dari perusahaan asuransi.
Berikut adalah keuntungan dari usaha asuransi dilihat
dari masingmasing pihak :
a. Bagi Perusahaan Asuransi
- Keuntungan dari premi yang diberikan nasabah
- Keuntungan dari hasil penyertaan modal di
perusahaanh lain
- Keuntungan dari hasil bunga dari investasi disuratsurat berharga
b. Bagi Nasabah
- Memberikan rasa aman
- Merupakan simpanan yang pada saat jatuh
tempo dapat ditarik kembali
- Terhindar dari resiko kerugian atau kehilangan
- Memperoleh penghasilan di masa mendatang
- Memperoleh penggantian akibat kerusakan
atau kehilangan
Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan
orang-orang atau badan hukum koperasi dengan
melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip
koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat
yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi
bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya.
Berdasarkan pengertian tersebut, yang dapat
menjadi anggota koperasi yaitu:
1. Perorangan, yaitu orang yang secara sukarela
menjadi anggota koperasi;
2. Badan hukum koperasi, yaitu suatu koperasi yang
menjadi anggota koperasi yang memiliki lingkup lebih
luas.
• karateristik utama koperasi yang membedakan
dengan badan usaha lain, yaitu anggota
koperasi memiliki identitas ganda. Identitas
ganda maksudnya anggota koperasi
merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa
koperasi.
Menurut UU No. 25 tahun 1992 Pasal
5 disebutkan prinsip koperasi, yaitu:
• Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
• Pengelolaan dilakukan secara demokratis
• Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara
adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masingmasing anggota (andil anggota tersebut dalam
koperasi)
• Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
• Kemandirian
• Pendidikan perkoprasian
• kerjasama antar koperasi
Jenis-jenis Koperasi menurut UU
No. 25 Perkoperasian
• Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi
koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi
kredit (jasa keuangan). Koperasi dapat pula
dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya.
• Koperasi Simpan Pinjam
• Koperasi Konsumen
• Koperasi Produsen
• Koperasi Pemasaran
• Koperasi Jasa
Download