upaya peningkatan keterampilan menulis teks recount dengan

advertisement
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 2 Nomor 5 Juni Tahun 2016
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS RECOUNT DENGAN
MENGGUNAKAN TEKNIK KALIMAT MENGALIR PADA SISWA KELAS VIII A SMP
NEGERI 1 MATESIH
SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Kamadi, S.Pd
Email :
SMP Negeri 1 Matesih Karanganyar
ABTRAK
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa hasil pembelajaran menulis
teks recount masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Oleh sebab itu perlu adanya upaya dari
guru untuk meningkatkan hasil belajar tersebut. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk
meningkatkan keterampilan menulis teks recount siswa. Secara khusus penelitian ini bertujuan
untuk : 1) Memperoleh informasi tentang dapat tidaknya teknik kalimat mengalir meningkatkan
keterampilan menulis teks recount, 2) Memperoleh informasi tentang dapat tidaknya teknik kalimat
mengalir meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran menulis teks recount. Prosedur
Penelitian Tindakan Kelas ini mencakup tahap-tahap : (1) perencanaan tindakan (2) pelaksanaan
tindakan, (3) observasi dan interprestasi, dan (4) analisis dan refleksi.
Penelitian ini didesain dalam dua siklus dengan menggunakan teknik kalimat mengalir.
Instrument penelitian menggunakan teknik tes dan pengamatan. Teknik analisis data menggunakan
analisis deskriptif, yakni hasil belajar siswa dianalisis dengan mendeskripsikan nilai tes antar
siklus dengan indikator kinerja. Hasil observasi dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil
pengamatan dan reflection. Hasil dari Penelitian Tindakan kelas ini adalah ini adalah : Pada
kondisi awal 15 siswa atau 46 % tidak tuntas, 17 siswa atau 54% tuntas. Pada siklus I 8 siswa
atau 25 % tidak tuntas, 24 siswa atau 75 % tuntas. Pada Siklus II 4 siswa atau 12,5 % tidak tuntas,
28 siswa atau 87,5 % tuntas. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik
kalimat mengalir dapat meningkatkan keterampilan menulis teks recount siswa VIII A SMP Negeri
1 Matesih.Teknik Kalimat mengalir juga dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam
pembelajaran menulis teks recount. Dengan tingkat ketuntasan klasikal 87,5 % pada siklus II
menujukan bahwa upaya perbaikan pembelajaran telah berhasil. Teknik kalimat mengalir efektif
digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks recount.
Kata Kunci : Teknik kalimat mengalir, keterampilan menulis
recount kelas VIII A adalah 68,87. Dari 32
siswa hanya 17 siswa atau 54 % yang tuntas
batas Kriteria Ketuntasan Mininal yang telah
ditetapkan sekolah yaitu 76. Jumlah siswa
yang belum tuntas sebanyak 15 siswa atau 46
% siswa. Ketuntasan klasikal baru mencapai
54 %.
Salah satu faktor yang mempengaruhi
rendahnya hasil belajar siswa adalah kurang
tepatnya
metode
pembelajaran
yang
diterapkan oleh guru dalam menyampaikan
materi di kelas. Metode pembelajaran yang
digunakan selama ini adalah metode ceramah,
sehingga
para
siswa
hanya
diam
mendengarkan ceramah dari guru dan
mencatat materi yang disampaikan guru. Guru
lebih terfokus menjelaskan berbagai teori
I. PENDAHULUAN
Keterampilan menulis teks bahasa
Inggris adalah salah satu keterampilan yang
harus dikuasai siswa. Keterampilan menulis
teks bahasa Inggris yang baik merupakan
salah satu indikasi keberhasilan pembelajaran
bahasa Inggris secara umum, karena dengan
keterampilan menulis teks bahasa Inggris
yang baik berarti siswa telah mampu
menggunakan bahasa sebagai alat kumunikasi
secara tertulis.
Namun realitas menunjukkan bahwa
keterampilan siswa dalam menulis teks
recount menggunakan bahasa Inggris masih
belum sesuai dengan harapan.. Hal ini dapat
dilihat dari dari hasil test menulis teks recount
siswa. Nilai rata-rata ulangan menulis test
11
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 2 Nomor 5 Juni Tahun 2016
penulisan dan contoh-contoh teks recount dan
kurang memberi kesempatan kepada siswa
untuk memgembangkan potensi untuk berlatih
menulis. Dalam kondisi yang demikian siswa
akan semakin tenggelam dalam kepasifan,
sehingga siswa kurang tertantang untuk
terlibat secara aktif dalam proses belajar
mengajar. Sebagai akibatnya keterampilan
menulis teks recount rendah.
Berdasarkan uraian tersebut maka
peneliti mengusulkan penggunaan
teknik
pembelajaran yang lebih meningkatkan minat
dan partisipasi siswa dalam pembelajaran
menulis.
Suatu teks terdiri dari paragraphparangraf yang tersusun secara logis dan
sistematis. Ada beberapa teknik pembelajaran
menulis paragraf. Salah satunya adalah teknik
kalimat mengalir . Suyatno ( 2010 : 55 )
menjelaskan bahwa teknik pembelajaran
kalimat mengalir memberikan gambaran
paragraph yang baik kepada siswa melalui
perangkaian kalimat yang dihasilkan oleh
individu anggota kelompok. Siswa membuat
paragraf dengan berkelompok secara berantai
antar anggota.
Berdasarkan latar belakang masalah
yang telah diuraikan diatas maka rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut : 1) Apakah Penggunaan teknik
kalimat mengalir meningkatkan keterampilan
menulis teks recount siswa? 2) Apakah
Penggunaan
teknik
kalimat
mengalir
meningkatkan partisipasi siswa dalam
pembelajaran menulis teks recount.
Secara umum penelitian ini bertujuan
untuk meningkatkan keterampilan menulis
teks recount dan meningkatkan partisipasi
siswa dalam proses pembelajaran. Adapun
secara khusus penelitian ini bertujuan untuk
memperoleh informasi tentang : 1) Dapat
tidaknya penggunaan teknik kalimat mengalir
meningkatkan
ketrampilan menulis teks
recount siswa 2) Dapat tidaknya penggunaan
teknik kalimat mengalir
meningkatkan
partisipasi
siswa dalam pembelajaran
menulis teks recount .
Adapun manfaat penelitian ini adalah
sebagai berikut : Manfaat bagi guru 1)
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan
sebagai acuan informasi untuk meningkatkan
ketrampilan menulis teks recount siswa. 2)
Guru akan
memiliki pengetahuan dan
pengalaman
tentang
berbagai
teknik
pembelajaran menulis. Manfaat bagi siswa 1)
Siswa akan termotivasi untuk semakin
banyak berlatih menulis teks. 2) Siswa
mendapatkan rasa senang
dengan teknik
pembelajaran yang selama ini belum pernah
di gunakan oleh guru dalam pembelajaran
keterampilan menulis. Manfaat bagi sekolah
dapat membantu memperbaiki pembelajaran
Bahasa Inggris khususnya menulis teks
recount.
II. KAJIAN TEORI
2.1. Pengertian belajar
Menurut W. S. Winkel dalam
Sulistyorini (2009:5) mengartikan belajar
sebagai suatu aktivitas mental/psikis yang
berlangsung dalam interaksi aktif dengan
lingkungan yang menghasilkan perubahanperubahan dalam penge-tahuan pemahaman,
keterampilan dan nilai-sikap. Perubahan itu
bersifat secara relatif konstan dan berbekas.
Sedangkan menurut Arnie Fajar dalam
Sulistyorini (2009:5) mengemukakan bahwa:
Belajar merupakan suatu proses kegiatan aktif
siswa dalam membangun makna atau
pemahaman, maka siswa perlu diberi waktu
yang memadai untuk melakukan proses itu.
Artinya memberikan waktu yang cukup untuk
berfikir ketika siswa menghadapi masalah,
sehingga siswa mem-punyai kesempatan
untuk membangun sendiri gagasannya.
2.2. Hakekat Pembelajaran
Menurut Agus Suprijono (2009:13)
pembelajaran adalah : proses,
cara,
perbuatan mempelajari. Pembelajaran adalah
upaya guru mengorganisir lingkungan
terjadinya pembelajaran. Guru menyediakan
fasilitas belajar bagi siswa. Pembelajaran
adalah dialog interaktif.
Sementara itu menurut Undang-Undang
RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, menyatakan bahwa
pembelajaran adalah proses interaksi peserta
didik dengan pendidik dan sumber bellajar
pada suatu lingungan belajar.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan
bahwa dalam pembelajaran harus ada
interaksi antara peserta didik dan pendidik dan
sumber belajar. Dengan demikian guru
sebagai pendidik harus dapat mengelola
kegiatan pembelajaran secara interaktif.
Pembelajaran
yang
interaktif
dapat
meningkatkan
partisipasi siswa dalam
pembelajaran.
Asep Umar ( 2011 : 34 ) menyatakan
bahwa proses belajar mengajar merupakan
12
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 2 Nomor 5 Juni Tahun 2016
proses yang mengandung serangkaian
perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan
timbal balik yang berlangsung dalam situasi
edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.
Setiap
individu
dalam
belajar
dipengaruhi oleh banyak yang mengakibatkan
hasil yang diperoleh berbeda-beda. Menurut
Slameto (1995: 54-71) menyatakan bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
seseorang digolongkan menjadi dua golongan,
yaitu faktor intern dan dan faktor ekstern.
Moh.
Uzer
Usman
(2011:21)
menyatakan bahwa guru memiliki peran yang
sangat penting dalam menentukan kuantitas
dan kwalitas pengajaran yang dilaksanakanya.
Oleh karena itu guru harus memikirkan dan
membuat perencanaan secara seksama dalam
meningkatkan kesempatan belajar bagi
siswanya
dan
memperbaiki
kualitas
mengajarnya. Guru dituntut untuk mampu
mengelola proses belajar mengajar yang
memberikan rangsangan kepada siswa
sehingga ia mau belajar karena memang
siswalah subjek utama dalam belajar.
2.3. Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran
Partisipasi berasal dari bahasa Inggris
yaitu “participation” adalah pengambilan
bagian atau pengikutsertaan. Menurut Keith
Davis, partisipasi adalah suatu keterlibatan
mental dan emosi seseorang kepada
pencapaian tujuan dan ikut bertanggung jawab
di dalamnya. Dalam defenisi tersebut kunci
pemikirannya adalah keterlibatan mental dan
emosi. memikul tanggung jawab sesuai
dengan tingkat kematangan dan tingkat
kewajibannya.(https://id.wikipedia.org/wiki/P
artisipasi)
Jadi dari beberapa pengertian di atas,
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
partisipasi adalah suatu keterlibatan mental
dan emosi serta fisik peserta dalam
memberikan respon terhadap kegiatan yang
melaksanakan dalam proses belajar mengajar
serta mendukung pencapaian tujuan dan
bertanggung jawab atas keterlibatannya.
Partisipasi siswa dalam pembelajaran
sangat
penting
untuk
menciptakan
pembelajaran yang aktif, kreatif, dan
menyenangkan. Dengan demikian tujuan
pembelajaran yang sudah direncakan bisa
dicapai semaksimal mungkin.
Tidak ada proses belajar tanpa
partisipasi dan keaktifan anak didik yang
belajar. Setiap anak didik pasti aktif dalam
belajar, hanya yang membedakannya adalah
kadar/bobot keaktifan anak didik dalam
belajar. Ada keaktifan itu dengan kategori
rendah, sedang dan tinggi. Disini perlu
kreatifitas guru dalam mengajar agar siswa
berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
Penggunaan strategi dan metode yang tepat
akan menentukan keberhasilan kegiatan
belajar mengajar. Metode belajar mengajar
yang bersifat partisipatoris yang dilakukan
guru akan mampu membawa siswa dalam
situasi yang lebih kondusif karena siswa lebih
berperan serta lebih terbuka dan sensitif dalam
kegiatan belajar mengajar.
2.4.
Teknik
Pembelajaran
Kalimat
Mengalir
Gerlach dan Ely dalam Hamzah
(2008:2) mendefinisikan teknik pembelajaran
adalah jalan, alat, atau media yang digunakan
oleh guru untuk mengarahkan kegiatan
peserta didik kea rah tujuan yang yang ingin
dicapai.
Suatu teks terdiri dari paragraphparangraf yang tersusun secara logis dan
sistematis. Untuk menyusun teks secara baik
diperlukan latihan yang diawali dengan
berlatih menyusun kalimat. Setelah berlatih
menyusun kalimat maka perlu dilanjutkan
dengan melatih siswa untuk merangkai
kalimat-kalimat tersebut menjadi paragrap
yang padu. Ada beberapa teknik pembelajaran
menulis paragraf. Salah satunya adalah teknik
kalimat mengalir. Suyatno (2004 : 55)
menjelaskan
bahwa teknik pembelajaran
kalimat mengalir memberikan gambaran
paragraf yang baik dan yang tidak baik
kepada siswa melalui perangkaian kalimat
demi kalimat yang dihasilkan oleh tiap
individu anggota kelompok. Siswa membuat
paragraf
dengan
berkelompok
secara
berantantai antar anggota. Alat yang
digunakan adalah lembar kertas kosong yang
hanya berisi satu kalimat pemancing.
Adapun teknik pelaksanaan teknik ini
adalah sebagai berikut :
1. Siswa yang duduk paling depan diberi
lembar kertas yang telah tertera satu
kalimat untuk diteruskan. Posisi kertas
dibalik agar siswa tidak mengetahui
kalimat yang tertulis.
2. Setelah semua kelompok mendapatkan
kertas kalimat mengalir, siswa yang
duduk pada urutan pertama mulai
menambahkan satu kalimat.
3. Setelah siswa yang duduk pada urutan
pertama selesai menuliskan kalimat,
13
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 2 Nomor 5 Juni Tahun 2016
maka kertas tersebut diserahkan kepada
siswa pada urutan ke-dua untuk
meneruskan menulis kalimat. Begitu
seterusnya, kertas mengalir sampai siswa
yang paling belakang.
4. Hasil paragraf yang dibuat kemudian
dikumpulkan untuk dianalisa oleh guru
tentang kebaikan dan kelemahan paragraf
yang dibuat siswa.
2.5. Keterampilan Menulis
Menulis merupakan suatu aktifitas
komunikasi yang menggunakan bahasa
sebagai mediumnya. Tulisan terdiri atas
rangkaian huruf yang bermakna dengan segala
lambang tulisan seperti ejaan dan pungtuasi.
Seseorang bisa disebut penulis apabila
memiliki kemahiran menuangkan secara
tertulis ide, gagasan, dan perasaan dengan
runtut. Apa yang dituliskan mengandung arti
dan manfaat yang membuat orang lain merasa
perlu untuk membaca dan menikmatinya.
Sabarti Akhdiah, dkk, 2001: 13)
Menulis merupakan suatu proses.
Proses itu merupakan sesuatu yang kompleks.
Berbagai masalah dapat muncul secara
simultan sehingga seorang penulis perlu
memiliki pemahaman yang lebih baik untuk
menciptakan proses kerja yang efektif
sehingga menghasilkan tulisan yang baik. (
Tricia Hedge, 1988: 19 )
Dari uraian di atas dapat disimpulkan
bahwa menulis adalah usaha menuangkan
gagasan dalam bentuk tulisan. Tulisan adalah
simbol-simbol, yang makna dan aturan
pemakaiannya
telah disepakati, yang
mengandung makna tertentu. Jadi ketika
menulis, gagasan yang ada di benak penulis
ditransfer ke dalam simbol-simbol.
2.6. Manfaat Menulis
Banyak orang menganggap bahwa
menulis merupakan sesuatu yang sepele,
membosankan dan kurang bermanfaat.
Pemikiran seperti itu tentunya mengurangi
motivasi seseorang untuk mengembangkan
keterampilan menulis. Menulis sebenarnya
merupakan kegiatan yang bermanfaat bagi
perkembangan kehidupan manusia. Bahkan
dapat dikatakan bahwa dunia tulis menulis
merupakan kunci berkembangnya ilmu
pengetahuan.
Graves, (1979) dalam Sabarti Akhdiah
(2001: 1.4) menjelaskan tentang manfaat
menulis sebagai berikut:
1. Menyumbangkan kecerdasan
Menulis adalah suatu aktivitas yang
kompleks. Kekompleksan itu terletak
pada
tuntutan
kemampuan
mengharmoniskan
berbagai
aspek,
seperti pengetahuan tentang topic yang
akan dituliskan, penuangan kedalam
racikan bahasa yang jernih dan
disesuaikan dengan corak wacana dan
kemampuan pembacanya.
2. Mengembangkan daya inisiatif dan
kreativitas
Dalam
menulis,
seseorang
mesti
menyiapkan dan menyupai sendiri segala
sesuatunya. Apa yang dituliskan harus
ditata dengan runtut, jelas, dan menarik
agar tulisan enak dibaca.
3. Menumbuhkan keberanian.
Seorang
penulis
harus
beranimenampilkan jati dirinya, termasuk
pemikiran, perasaan, dan gayanya serta
menawarkanya kepada public.
4. Mendorong kemauan dan kemampuan
mengumpulkan informasi. Seseorang
akan terdorong atau terpacu untuk
mencari, mengumpulan, dan menyerap
informasi yang diperlukan karena
mempunyai ide, gagasan, pendapat atau
sesuatu hal yang menurutnya perlu
disampaikan dan diketahui orang lain.
Menulis dapat diajarkan sebagai alat
untuk melatih berpikir kritis dan kreatif
karena menulis merupakan suatu modus
pengorganisasian
makna,
bagian teks
dihubungkan satu dengan yang lain yang
didalamnya terlibat kepaduan (kohesi),
struktur preposisi, dan urutan jalan piker.
(Chaedar Alwasilah, 1997: 169)
Keterampilan menulis bahasa Inggris di
sudah menjadi bagian kurikulum mata
pelajaran bahasa Inggris di SMP. Hal tersebut
dikuatkan dengan standar isi kurikulum mata
pelajaran Bahasa Inggris, yang mana
keterampilan menulis sudah tertuang pada
silabus yang ditetapkan oleh Badan Standar
Nasional
Pendidikan
(BNSP).
Untuk
keterampilan menulis SMP BNSP telah
menentukan Standar Kompetensi ( SK ) dan
Kompetensi Dasar ( KD ). Adapun Standar
Kompetensi pada aspek menulis kelas VIII
SMP adalah sebagai berikut :
1. Mengungkapkan makna dalam teks tulis
fungsional dan esei pendek sederhana
berbentuk descriptive, dan recount untuk
berinteraksi dengan lingkungan sekitar .
(KD nomor 6 )
14
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 2 Nomor 5 Juni Tahun 2016
2. Mengungkapkan makna dalam teks tulis
fungsional dan esei pendek sederhana
berbentuk recount dan narrative untuk
berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
(KD Nomor 12 )
2.7. Teks Recount
Teks recount adalah teks yang
menceritakan kembali suatu peristiwa,
kejadian
atau
kegiatan
yang
terjadi/berlangsung pada masa lampau. Teks
recount berupa cerita pengalaman/peristiwa
pada masa lalu ( Bachtiar Bima : 2013 : 26 ).
Struktur teks recount terdiri dari : 1)
Orientation (orientasi) yaitu bagian yang
berisi
pendahuluan
tentang
pengalaman/peristiwa tang terjadi, tokoh yang
terlibat,
tempat,
serta
waktu
pengalaman/peristiwa itu terjadi. 2) Events
yang erisi jalinan pengalaman/peristiwa yang
ada dalam cerita tersebut. Bagian ini bias
terdiri
atas
beberapa
peristiwa.
3)
Reorientation yaitu bagian yang berisi tentang
rangkuman atau penutup cerita. Adapun
generic structure adalah sebagai berikut : 1)
Menggunakan Kalimat Past Tense, 2)
Menggunakan temporal conjuction seperti
kata first, then, after that dan lain-lain
Menurut Dirjen Pendidikan Dasar dan
Menengah (2004:56) yang tertuang dalam
buku guru pelajaran bahasa Inggris kelas IX
ada serangkaian langkah-langkah sistematis
untuk dapat menghasilkan teks recount
dengan baik :
1. Menghimpun ide dengan cara jotting
down kata-kata atau ungkapan-ungkapan
yang diperlukan untuk setiap tahapan
teks recount.
2. Mengecek kelengkapan informasi untuk
setiap unsur di atas. Untuk itu perlu dicek
dan dicek ulang informasi-informasi
secara mendetail, termasuk waktu,
tempat, kata kerja kegiatan dan
sebagainya.
3. Menyusun setiap unsur makna dalam
bentuk paragraf.
4. Mengecek kebenaran pilihan kata, tense,
tanda bacaan dan sebagainya.
5. Mengecek
koherensi
teks
secara
keseluruhan dengan membaca berulangulang.
6. Meminta teman untuk memberikan
balikan (peer evaluation) tentang poinpoin yang disebutkan pada butir 4 dan 5.
7. Merevisi lagi jika memang diperlukan
untuk menyempurnakan pekerjaanya.
III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP
Negeri I Matesih pada siswa kelas VIIIA
dengan jumlah siswa 32 orang, yang terdiri
dari 14 siswa laki-laki dan 18 siswa
perempuan. Penelitian dilaksanakan selama 6
bulan dari bulan Januari samapai dengan Juni
2016 . Sedangkan teknik yang digunakan
untuk mendapatkan data adalah melalui
pengamatan dan test menulis teks recount
3.2 Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan
pendekatan Penelitian Tindakan Kelas ( Class
Action Research ) yang terdiri atas 2 siklus.
Penelitian Tindakan Kelas merupakan
penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas
atau sekolah tempatnya mengajar yang
bertujuan untuk menyempurnakan kegiatan
pembelajaran.
Adapun
langkah-langkah
pelaksanaan PTK dilakukan dalam penelitian
ini melalui empat tahap, yakni: (1)
perencanaan tindakan (2) pelaksanaan
tindakan, (3) observasi dan interprestasi, dan
(4) analisis dan refleksi.
3.3. Validasi Data
Pada penelitian ini uji validitas yang
akan digunakan untuk memeriksa keabsahan
data adalah triangulasi, yaitu dengan
memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data
itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai
pembanding terhadap data itu. Pada penelitian
ini, peneliti memakai teknik triangulasi data
dan triangulasi metode. Triangulasi data
berarti
peneliti memperoleh data dari
berbagai sumber dalam hal ini guru teman
sejawat pengajar mata pelajaran bahasa
Inggris.
3.4. Teknik Analisis Data
Teknik
yang
digunakan
untuk
menganalisis data yang telah diperoleh antara
lain dengan menggunakan teknik statistic
recount komparatif dan teknik analisis kritis..
Teknik ini digunakan untuk menganalisa data
kwantitatif yakni dengan membandingkan
hasil antar siklus. Peneliti membandingkan
nilai rata-rata kemampuan menulis pada
kondisi sebelum tindakan, setelah tindakan
siklus I, setelah siklus II dan selanjutnya.hasil
sebelum penelitian dengan hasil akhir setiap
siklus.
Dalam
penelitian
ini
peneliti
menetapkan indikator kinerja sebagai berikut :
1) Siswa yang memperoleh nilai ≥76 lebih
15
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 2 Nomor 5 Juni Tahun 2016
dari 85% . 2) Rata-rata nilai kemampuan
menulis siswa meningkat dari 69 menjadi 76.
atau 87,5% yang telah mencapai batas Kriteria
Ketuntasan Minimal yang telah ditentukan,
sedangkan 4 siswa atau 12,5% belum
mencapai batas Kriteria Ketuntasan Minimal.
Rata-rata hasil test keterampilan menulis teks
recount 76,65. Nilai tertinggi 89 dan nilai
terendah 60. Ketuntasan klasikal 75 %
IV. HASIL PENELITIAN
4.1. Deskripsi Kondisi Awal
Tingkat partisipasi siswa dalam
pembelajaran menulis teks recount pada siklus
I : 18 siswa atau 56% mempunyai tingkat
partisipasi rendah, 8 siswa atau 25%
mempunyai tingkat partisipasi sedang, 6 siswa
atau 19% mempunyai tingkat partisipasi
tinggi.
Setelah diadakan test maka dari 32
siswa, 17 siswa yang mencapai batas Kriteria
Ketuantasan Minimal (KKM) yang telah
ditetapkan. 15 siswa belum mencapai batas
KKM. Rata-rata test pada kondisi awal adalah
68,87. Nilai tertinggi 81 dan nilai terendah 47
Ketuntasan klasikal baru mencapai 53,87 %.
Hal ini mendorong guru untuk mengadakan
tindakan untuk meningkatkan keterampilan
menulis teks recount.
4.2. Deskripsi Siklus I
Siklus I terdiri dari 3 pertemuan. Setiap
pertemuan dilaksanakan selama 2 x 40 menit.
Tingkat partisipasi siswa dalam
pembelajaran menulis teks recount pada siklus
I : 10 siswa atau 32% mempunyai tingkat
partisipasi rendah,
7 siswa atau 21%
mempunyai tingkat partisipasi sedang, 15
siswa atau
47% mempunyai tingkat
partisipasi tinggi,
Berdasarkan hasil perhitungan data
pada tindakan siklus 1 dapat diketahui bahwa
dari 32 siswa ada 24 siswa atau 75% yang
telah mencapai batas Kriteria Ketuntasan
Minimal yang telah ditentukan, sedangkan 8
siswa atau 25% belum mencapai batas
Kriteria Ketuntasan Minimal. Rata-rata hasil
test keterampilan menulis teks recount 73,65.
Nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 49.
Ketuntasan klasikal 75 %
4.3. Deskripsi Siklus II
Siklus II terdiri dari 3 pertemuan.
Setiap pertemuan dilaksanakan selama 2 x 40
menit. Tingkat partisipasi siswa dalam
pembelajaran menulis teks recount pada siklus
II : 4 siswa atau 12% mempunyai tingkat
partisipasi rendah, 5 siswa atau 16%
mempunyai tingkat partisipasi sedang, 23
siswa atau 72% mempunyai tingkat partisipasi
tinggi.
Berdasarkan hasil perhitungan data
setelah dilakukan tindakan siklus 2 dapat
diketahui bahwa dari 32 siswa ada 28 siswa
V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengolahan data dari
perbaikan
pembelajaran
yang
telah
dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa
Pembelajaran dengan teknik kalimat mengalir
dapat meningkatkan keterampilan menulis
teks recount dan partisipasi siswa dalam
pembelajaran menulis teks recount.
Dengan telah dilaksanakan penelitian
tindakan kelas ini, maka dapat diajukan
implikasi sebagai berikut 1) Penerapan teknik
kalimat
mengalir
diharapkan
dapat
memberikan dampak positif terhadap
kemajuan pembelajaran pada mata bahasa
Inggris khususnya pada aspek menulis teks
recount di SMP Negeri 1 Matesih terutama
dalam
hal
penerapan
model-model
pembelajaran yang bervariasi. 2) Penerapan
teknik kalimat mengalir dapat digunakan
sebagai salah satu alternatif pembelajaran
untuk
meningkatkan
partisipasi
dan
keterampilan menulis teks recount.
5.2. Saran
Kepala Sekolah hendaknya emberikan
motivasi dan kesempatan seluas-luasnya
kepada para guru untuk mengembangkan
profesi keguruan dengan mengadakan
penelitian, penyediaan sarana dan prasarana
pendukungnya.
Guru hendaknya lebih inovatif dalam
memilih pendekatan, metode, model dan
media pembelajaran yang sesuai dengan
karakteristik materi dan siswa yang
diampunya. Guru juga harus aktif melakukan
pengembangan diri
untuk mewujudkan
PAIKEM dan menunjang pengembangan
keprofesionalan berkelanjutan dalam rangka
meningkatkan kualitas prestasi siswa. Guru
bahasa Inggris hendaknya menerapkan teknik
kalimat mengalir untuk meningkatkan minat
dan keterampilan siswa dalam menulis teks
recount
Siswa hendaknya selalu memiliki
keaktifan, antusias, partisipasi dan kerjasama
dalam belajar sehingga akan mendapatkan
hasil prestasi belajar yang tinggi.
16
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 2 Nomor 5 Juni Tahun 2016
DAFTAR PUSTAKA
Agus Suprijono, 2009. Cooperative Learning
Teori dan Aplikasi Paikem. Yogjakarta:
Pustaka Pelajar.
Anita. Lie. 2002. Mempraktikkan Coopertive
Learning di Ruang-Ruang Kelas.
Jakarta : Gramedia.
Arnie Fajar, dkk. 2005. Portofolio dalam
pembelajaran IPS. Bandung : PT Remaja
Rosdakarya
Asep Umar Fahrudin. 2011. Menjadi guru
favorite. Jogyakarta : Diva Press
Bachtiar Bima, dkk, 2005, Let’s Talk, Pakar
Raya, Bandung.
Chaedar Alwasilah.1997.Politik Bahasa dan
Pendidikan. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
Hamzah B. Uno. (2008). Model Pembelajaran
Menciptakan proses Belajar Mengajar
Yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi
Aksara
Hery Guntur Tarigan. 1990. Pengajaran
kompetensi Bahasa. Bandung: Angkasa
Moh.Uzer Usman. 2011. Menjadi Guru
Profesional. Bandung : PT Remaja
Rosdakarya
PUSKUR. 2006. Pedoman Pengembangan
Silabus Bahasa Inggris. Jakarta :
DEPDIKNAS
Sabarti Akhdiyah, dkk. 2001. Menulis I. Buku
Materi Pokok. Jakarta: Pusat Penerbitan
Universitas Terbuka.
Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor
yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT
Rineka Cipta.
Suharsimi Arikunto,dkk. 2007. Penelitian
Tindakan Kelas. Jakarta : PT Dumi
Aksara.
Suyatno, 2010, Teknik Pembelajaran Bahasa
dan Sastra, Surabaya : SIC
--------, 2004, Buku Guru Pelajaran Bahasa
Inggris kelas IX Sekolah Menengah
Pertama Edisi 2, Jakarta : Direktorat
Jendral Pendidikan Dasar dan
Menengah.
Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional
.(https://id.wikipedia.org/wiki/Partisipasi)
diakses 5 Januari 2016
17
Download