VIRUS HEPATITIS B - AROBIYANA

advertisement
1
VIRUS HEPATITIS B
Untuk Memenuhi Tugas Browsing Artikel Webpage
Oleh
AROBIYANA
G0C015009
PROGRAM DIPLOMA III ANALIS KESEHATAN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNUVERSITAS MUHAMADIYAH SEMARANG
2016
Arobyana http://unimus.ac.id
2
Artikel Umum: Hepatitis B
Fakta:

Diperkirakan bahwa sepertiga populasi dunia pernah terpajan virus ini dan
350-400 juta orang diantaranya merupakan pengidap hepatitis B. Sekitar
600.000 orang meninggal setiap tahun akibat hepatitis B akut maupun
kronis.

Di Indonesia, angka pengidap hepatitis B pada populasi sehat diperkirakan
mencapai 4.0-20.3%, dengan proporsi pengidap di luar Pulau Jawa lebih
tinggi daripada di Pulau Jawa.

Secara genotip, virus hepatitis B (HBV) di Indonesia kebanyakan
merupakan virus dengan genotip B (66%), diikuti oleh C (26%), D (7%)
dan A (0.8%)
Pengertian
Apa itu Hepatitis B?
Hepatitis B adalah penyakit peradangan hati akibat infeksi virus Hepatitis B.
Perjalanan infeksi Hepatitis B dapat berupa “akut” atau “kronis”, dan dapat
menyebabkan komplikasi hati kronis seperti sirosis dan kanker hati yang dapat
menyebabkan risiko tinggi kematian.
·
Infeksi akut virus Hepatitis B adalah penyakit jangka pendek yang terjadi
dalam 6 bulan pertama setelah seseorang terkena virus Hepatitis B. Infeksi akut
dapat menjadi infeksi kronis.
Arobyana http://unimus.ac.id
3
·
Infeksi kronis virus Hepatitis B adalah penyakit jangka panjang yang terjadi
ketika virus Hepatitis B menetap dalam tubuh seseorang dan dapat berkembang
menjadi sirosis dan kanker hati hingga menyebabkan kematian.
Mekanisme Penularan
Berapa besar kemungkinan bahwa Hepatitis B akut akan menjadi kronis?
Kemungkinannya tergantung pada saat usia berapa seseorang menjadi terinfeksi.
Usia bayi sangat tinggi kemungkinannya Hepatitis B akut berkembang menjadi
kronis, yaitu sekitar 90% dari total bayi yang terinfeksi HBV. Risiko semakin
turun jika usia makin tua. Sekitar 25% -50% dari anak-anak berusia antara 1 – 5
tahun yang terinfeksi HBV akan juga beresiko menjadi kronis. Risiko semakin
turun menjadi 6% -10% ketika seseorang terinfeksi yang berusia lebih dari 5
tahun. Di seluruh dunia, kebanyakan orang dengan Hepatitis B kronis terinfeksi
pada saat lahir atau pada anak usia dini. Di samping itu sebesar 25% orang akan
meninggal untuk orang dewasa yang telah terinfeksi HBV kronik sejak anak –
anak. Sedangkan untuk pasien yang terinfeksi hepatitis B saat dewasa 90% pasien
akan pulih kembali dan virus akan hilang selama rentang waktu 6 bulan[v].
Bagaimana Hepatitis B menyebar?
Hepatitis B menyebar melalui darah, air mani, atau cairan tubuh lainnya terinfeksi
virus Hepatitis B memasuki tubuh orang yang tidak terinfeksi. Virus Hepatitis B
dapat menular melalui kegiatan seperti:

Kelahiran (menyebar dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya)

Aktivitas seks dengan pasangan yang terinfeksi

Berbagi barang seperti pisau cukur atau sikat gigi dengan orang yang
terinfeksi

Kontak langsung dengan darah atau luka terbuka dari orang yang
terinfeksi

Paparan darah dari jarum suntik dan peralatan tajam lainnya
Arobyana http://unimus.ac.id
4

Orang yang menggunakan tindikan dan tatoo yang dibuat oleh peralatan
yang tidak steril.

Pasien gagal ginjal yang menjalani prosedur Hemodialisis selama bertahun
– tahun.
Namun, Virus hepatitis B tidak ditularkan melalui kegiatan seperti berbagi
peralatan makan, menyusui, memeluk, mencium, memegang tangan, batuk, atau
bersin.
Siapa yang beresiko untuk terkena Hepatitis B?
1. Pengguna narkoba / obat suntik.
2. Penerima donor darah.
3. Orang yang menggunakan tindikan dan tatoo yang dibuat oleh peralatan
yang tidak steril.
4. Pasien gagal ginjal yang menjalani prosedur Hemodialisis selama bertahun
– tahun.
5. Petugas kesehatan yang terluka akibat jarum suntik.
6. Pasien yang mengidap HIV.
Berapa lama virus Hepatitis B bertahan hidup di luar tubuh?
Virus hepatitis B dapat bertahan hidup di luar tubuh setidaknya 7 hari. Selama
waktu itu, virus tetap aktif dan dapat menyebabkan infeksi jika memasuki tubuh
orang yang tidak terinfeksi.
Jika terkena Hepatitis B di masa lalu kemudian sembuh, apakah dapat
tertular kembali?
Tidak, setelah sembuh dari Hepatitis B, tubuh pasien akan mengembangkan
antibodi yang melindungi tubuh dari virus HBV. Antibodi adalah zat yang
terdapat dalam darah yang diproduksi oleh tubuh sebagai respon terhadap virus.
Antibodi melindungi tubuh dari penyakit dengan menempel pada virus dan
Arobyana http://unimus.ac.id
5
menghancurkannya. Namun untuk beberapa orang, terutama mereka yang
terinfeksi pada usia dini, mereka tetap terinfeksi seumur hidup karena virus tidak
akan hilang dari tubuh mereka.
Gejala & Efek
Apa saja gejala dari Hepatitis B?
Kebanyakan orang tidak mengalami gejala apapun selama fase infeksi akut.
Namun, untuk beberapa orang dengan hepatitis B akut memiliki gejala yang mulai
terlihat setelah masa inkubasi selama 3 minggu hingga 6 bulan. Gejalanya dapat
berupa menguningnya kulit dan mata (jaundice), urin gelap, kelelahan ekstrim,
mual, muntah, dan nyeri perut, yang dapat berlangsung selama beberapa minggu
hingga 6 bulan.
Apakah mungkin ada penderita Hepatitis B yang tidak tahu tentang
penyakitnya?
Ya, sebagian besar orang yang terinfeksi virus Hepatitis B namun tidak tahu kalau
mereka terinfeksi karena mereka tidak merasa sakit atau menderita gejalanya.
Dapatkah seseorang menyebarkan Hepatitis B tanpa gejala?
Ya, seseorang dengan Hepatitis B meskipun tidak memiliki gejala, namun dapat
menyebarkan virus ke orang lain.
Apa dampak kronis dari Hepatitis B?
Penderita hepatitis B kronis mungkin tidak memiliki gejala, meskipun kerusakan
hati bertahap mungkin terjadi. Seiring waktu, beberapa orang mungkin mengalami
gejala kerusakan hati kronis, sirosis hati dan kanker hati.
Rangkaian pemeriksaan
Arobyana http://unimus.ac.id
6
Apa yang dimaksud dengan antigen dan antibodi?
Antigen
adalah
substansi
yang
terdapat
pada
permukaan virus yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh seseorang untuk
mengenali
dan
menanggapinya.
Ketika
tubuh
terkena
antigen,
tubuh
memandangnya sebagai bahan asing dan mengambil langkah untuk menetralisir
antigen dengan memproduksi antibodi. Antibodi adalah zat yang terdapat dalam
darah yang diproduksi tubuh sebagai respon terhadap virus. Antibodi melindungi
tubuh dari penyakit dengan melampirkan virus dan menghancurkannya.
Apakah pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi Hepatitis B?
Ada beberapa rangkaian pemeriksaan yang digunakan intik mendiagnosa hepatitis
B diantaranya adalah:

Pemeriksaan HBsAg, tujuannya untuk mengetahui ada tidaknya HBV
dalam darah. Hasil yang positif berarti: seseorang telah terinfeksi virus
Hepatitis B baik akut ataupun kronis dan dapat menularkan virus kepada
orang lain. Sedangkan jika pemeriksaan negatif berarti: seseorang tidak
memiliki virus Hepatitis B dalam darahnya. Jika HBsAg menetap selama
> 6 bulan maka infeksi dinyatakan kronis.

Pemeriksaan anti-HBs, tujuannya untuk mendeteksi antibodi yang
dihasilkan oleh tubuh sebagai respon terhadap antigen pada virus Hepatitis
B. Jika pemeriksaan positif berarti: seseorang telah dilindungi atau kebal
dari virus Hepatitis B karena telah divaksinasi atau ia telah sembuh dari
infeksi akut (dan tidak bisa Hepatitis B lagi).

Pemeriksaan anti-HBc, tujuannya untuk mendeteksi antibodi yang
dihasilkan oleh tubuh sebagai respons terhadap bagian dari virus Hepatitis
B yang disebut antigen inti. Hasil dari pemeriksaan ini seringkali
Arobyana http://unimus.ac.id
7
tergantung pada hasil dari dua pemeriksaan lainnya , pemeriksaan antiHBs dan HBsAg. Pemeriksaan positif berarti: seseorang saat ini terinfeksi
dengan virus Hepatitis B atau pernah terinfeksi sebelumnya.

Pemeriksaan IgM anti-HBc, tujuan pemeriksaan yaitu untuk mendeteksi
infeksi akut. Pemeriksaan positif berarti: seseorang telah terinfeksi virus
Hepatitis B dalam 6 bulan terakhir.

Pemeriksaan HBeAg, tujuannya untuk mendeteksi protein (HBeAg) yang
ditemukan dalam darah selama infeksi virus Hepatitis B aktif.
Pemeriksaan positif berarti: seseorang memiliki virus tingkat (level) tinggi
dalam darahnya dan dapat dengan mudah menyebarkan virus ke orang
lain. Pemeriksaan ini juga digunakan untuk memantau efektivitas
pengobatan untuk Hepatitis B kronis.

Pemeriksaan HBeAb atau anti-HBe, Tujuan untuk mendeteksi antibodi
(HBeAb atau anti-HBe) yang dihasilkan oleh tubuh sebagai respons
terhadap Hepatitis B antigen “e”. Pemeriksaan positif berarti: seseorang
terinfeksi virus Hepatitis B kronis tetapi berada pada risiko rendah untuk
terkena masalah penyakit hati karena rendahnya tingkat virus Hepatitis B
dalam darah.

Pemeriksaan HBV-DNA, bertujuan untuk mendeteksi seberapa besar HBV
DNA dalam darah dan hasil replikasinya pada urin seseorang.
Pemeriksaan positif berarti: virus ini berkembang biak di dalam tubuh
seseorang dan dapat menularkan virus kepada orang lain. Jika seseorang
memiliki Hepatitis B infeksi virus kronis, kehadiran DNA virus berarti
bahwa seseorang mengalami peningkatan risiko untuk kerusakan hati.
Pemeriksaan ini juga digunakan untuk memantau efektivitas terapi obat
untuk infeksi Virus Hepatitis B kronis serta dapat menjadi dasar
perhitungan dimulainya pengobatan.
Pengobatan
Bagaimanakah mekanisme pengobatan Hepatitis B?
Arobyana http://unimus.ac.id
8
Tidak ada pengobatan khusus untuk hepatitis akut B. Perawatan ditujukan untuk
menjaga kenyamanan dan keseimbangan gizi yang memadai, banyak istirahat di
tempat tidur, makan makanan sehat,
dan minum banyak cairan sebagai
penggantian cairan yang hilang akibat muntah dan diare.
Untuk beberapa pasien dengan hepatitis kronis, di Indonesia terdapat dua jenis
strategi pengobatan hepatitis B, yaitu terapi dengan durasi terbatas atau terapi
jangka panjang. Terapi dengan analog nukleos(t)ida dapat diberikan seumur hidup
atau hanya dalam waktu terbatas, sementara interferon hanya diberikan dalam
waktu terbatas mengingat beratnya efek samping pengobatan. Sampai saat ini
belum bisa diputuskan pilihan terapi mana yang paling unggul untuk semua
pasien. Pemilihan strategi terapi yang digunakan harus disesuaikan dengan
kondisi individu tiap pasien. Tenofovir atau entecavir adalah obat yang dinilai
paling efektif untuk digunakan, namun mengingat tingginya biaya dan
ketersediaan obat, lamivudin, telbivudin, dan adefovir juga tetap dapat digunakan
di Indonesia. Obat-obat tersebut dapat menurunkan atau menghapus hepatitis B
dari darah dan mengurangi risiko sirosis dan kanker hati. Pasien dengan hepatitis
kronis harus menghindari alkohol dan harus selalu memeriksa dengan dokter
sebelum mengkonsumsi obat atau suplemen herbal tambahan.
Pencegahan
Bagaimanakah mekanisme pencegahan Hepatitis B?
Cara terbaik untuk mencegah Hepatitis B adalah dengan menggunakan vaksin.
Vaksin Hepatitis B yang aman dan efektif dan biasanya diberikan 3-4 kali selama
6 bulan. Vaksin hepatitis B immuneglobulin (HBIG) dapat membantu mencegah
infeksi hepatitis B jika diberikan dalam waktu 24 jam setelah pajanan.
Siapakah yang harus segera mendapatkan vaksin Hepatitis B?
Semua anak-anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun yang sebelumnya tidak
divaksinasi, harus menerima vaksin segera. Orang-orang di kelompok risiko
Arobyana http://unimus.ac.id
9
tinggi juga harus divaksinasi dan diberikan konseling mengenai perilaku
pencegahan terhadap Hepatitis B, kelompok yang berisiko tinggi yaitu:

Orang dengan perilaku seksual yang berisiko tinggi.

Keluarga atau orang yang hidup serumah dengan orang terinfeksi.

Pengguna obat suntik.

Donor dan recipient darah.

Orang dengan pekerjaan berisiko tinggi dari infeksi virus hepatitis B,
contohnya petugas kesehatan.

Berwisata ke negara dengan tingkat tinggi hepatitis B..
Perilaku pencegahan dapat dilakukan dengan cara:

Menghindari kontak seksual dengan orang yang memiliki akut atau kronis
hepatitis B.

Menghindari tatoo dan tindikan.

Menghindari berbagi barang pribadi, seperti pisau cukur atau sikat gigi
dengan orang yang terinfeksi.

Untuk pasien agar menutup luka yang terbuka agar darah tidak
kontak dengan orang lain.

Pasien
tidak
diperbolehkan
mendonorkan
darah,
organ,
ataupun
sperma.
[i] WHO, “Hepatitis B” http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs204/en/
diakses pada tanggal 6 Februari 2013.
[iv]
CDC,
“Hepatitis
B
FAQs
for
the
Public”
http://www.cdc.gov/hepatitis/B/bFAQ.htm diakses pada tanggal 6 Februari 2013.
Arobyana http://unimus.ac.id
10
Biodata
Nama
Arobyana http://unimus.ac.id
: Arobiyana
11
Tempat tanggal lahir
: Pati,24 April 1996
Alamat
: Ds.Raci Rt 03/02
Pendidikan

SD
: SDN RACI 02 (2008)

SMP
: SMPN 2 BATANGAN (2011)

SLTA
: SMAN 1 BATANGAN (2015)

PERGURUAN TINGGI : ANALIS KESEHATAN
AROBIYANA
G0C015009
Arobyana http://unimus.ac.id
Download