P U T U S A N - Pengadilan Tinggi Medan

advertisement
PUTUSAN
Nomor : 718/PID.SUS/2015/PT.MDN.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana
dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut
dalam perkara Terdakwa :
Nama Lengkap
: JONNI SIHOTANG
Tempat Lahir
: Baneara (Samosir)
Umur/tanggal lahir : 45 tahun, 05 Desember 1970
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat Tinggal
: Jalan Kolonel Liberti Malau Pangururan, Kabupaten
Samosir, Provinsi Sumatera Utara
Agama
: Kristen Protestan
Pekerjaan
: Direktur Utama PT. Gorga Duma Sari
Pendidikan
: Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pangururan
Terdakwa
berdasarkan
Penetapan
Penahanan
nomor
:
1057/Pen.Pid.Sus/2015/PT.MDN tanggal 30 Nopember 2015, memerintahkan agar
Terdakwa ditahan, tetapi sampai dengan dibacakannya putusan ini belum
dilaporkan pelaksanaannya oleh Jaksa Penuntut Umum;
Pengadilan Tinggi tersebut;
Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Medan tanggal 13
Nopember 2015 nomor : 718/PID/2015/PT.MDN, serta berkas perkara Pengadilan
Negeri Balige nomor : 28/Pid.Sus/2015/PN.Blg, dan surat-surat yang bersangkutan
dengan perkara tersebut;
Membaca surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri
Pangururan, yang mendakwa Terdakwa sebagai berikut :
KESATU
Bahwa terdakwa JONNI SIHOTANG, pada sekitar bulan Januari 2013
sampai dengan 28 Februari 2014 atau setidak-tidaknya dalam tahun 2013 sampai
dengan tahun 2014, bertempat di PT. Gorda Duma Sari (PT. GDS) dengan alamat
Hutan Tele Dusun Hariara Pintu, Ds Partungko Naginjang, Kecamatan Harian
Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara atau setidak-tidaknya pada suatu
-2-
tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Balige,
selaku orang yang memberi perintah atau orang yang bertindak sebagai pemimpin
kegiatan dalam tindak pidana tersebut, telah dengan sengaja melakukan
perbuatan yang mengakibatkan dilampauninya baku mutu udara ambien, baku
mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, perbuatan tersebut
dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut :
- Bahwa terdakwa Jonni Sitohang selaku Direktur Utama PT. Gorga Duma
Sari (PT.GDS), berdasarkan Copy Akta Notaris Julitri Roriana SH Nomor 26
tanggal 9 November 2011, dengan susunan pengurusnya PT. Gorga Duma
Sari sebagai berikut yaitu, Direktur Utama : Jonni Sihotang, Direktur : Rico
Sihotang dan Komisaris : Nyonya Risma Simarmata. Tugas dan tanggung
jawab terdakwa selaku Direktur Utama dan Penangungjawab PT. GDS
adalah bertanggung jawab terhadap semua kegiatan perusahaan di dalam
maupun di luar pengadilan sesuai dengan Anggaran Dasar perusahaan, PT.
GDS sesuai dengan izin yang dimiliki mempunyai kegiatan usaha antara lain
: adalah melakukan pemanfaatan kayu dengan tujuan areal tersebut
diperuntukan untuk perkebunan, peternakan dan perikanan darat, namun
saat ini baru pada tahapan kegiatan penebangan dan pemanfaatan kayu.
- Bahwa terdakwa selaku Direktur Utama PT. GDS telah melakukan kegiatan
sejak tanggal 23 Januari 2013, yaitu kegiatan pembangunan jalan menuju
lokasi kegiatan sepanjang 4,5 km lebar 10 m, telah memasukkan dan
menggunakan alat berat berupa excavator 6 unit, Dump truck 4 unit, Logging
truck 8 unit ditambah rental kalau dibutuhkan, Chainsaw 8 unit, mobil
operasional 4 unit dan pada bulan April 2013 dilakukan Penebangan kayu
sampai dengan sekarang sesuai dengan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK).
Adapun Dokumen /surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha yang telah
dimiliki oleh Terdakwa Jonni Sitohang (PT. GDS) adalah :
(1) Izin lokasi Nomor 89 Tahun 2012 tanggal 1 Mei 2012 yang dikeluarkan
oleh Bupati Samosir.
(2) Perintah Melaksanakan Timber Crusing sesuai Surat Kepala Dinas
Kehutanan
dan
Perkebunan
Kabupaten
Samosir
Nomor
522.21/1201/PH/DKP/2012 tanggal 17 Desember 2012.
(3) Izin Pemanfaatan Kayu Nomor 005/2013 tanggal 16 Januari 2013
dikeluarkan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir
di Desa Hariara Pintu Kecamatan Hariang Kabupaten Samosir seluas +
-3-
800 ha atas nama PT. Gorga Duma Sari. Yang diberikan IPK seluas 605
ha, sedangkan yang termuat dalam peta lampiran IPK seluas 715 ha.
(4) Persetujuan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) an. PT. Gorga Duma Sari
sesuai dengan surat Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Kabupaten Samosir Nomor 522.21/024/PH/DKP/2013 tanggal 9 Januari
2013.
(5) Izin
Penetapan
Lokasi
Tempat
Penimbunan
Kayu
dan
Tempat
Pengumpulan Kayu pada izin pemanfaatan kayu di areal lokasi atas
tanah yang terletak di desa Hariara Pintu Kecamatan Harian Kabupaten
Samosir atas nama PT. Gorga Norma Sari Nomor 014 Tahun 2013
tanggal 18 Februari 2013.
(6) Izin Prinsip Penanaman Modal No.001/1217/IP/PMDN/2012 Nomor
perusahaan 03138.2011 lokasi proyek desa Hariara Pintu, Kecamatan
Harian, dan desa partungko naginjang Kecamatan Harian, Kabupaten
Samosir Provinsi Sumatera Utara, Bidang Usaha Perkebunan Buah,
Umbi-umbian, peternakan sapi, kambing, unggas dan budi daya ikan air
tawar, tanggal 23 Pebruari 2012 yang dikeluarkan oleh Badan
Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Samosir.
(7) Kepastian Hukum Penertiban Izin Pemanfaatan Kayu sesuai dengan
Surat Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara nomor
522.21/3543 tanggal 3 Mei 2013.
(8) Perpanjangan Izin Pemanfaatan Kayu Nomor 005/2013 tanggal 16
Januari 2013 dikeluarkan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Kabupaten Samosir di Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian Kabupaten
Samosir seluas + 800 ha atas nama PT. Gorga Duma Sari. Yang
diberikan IPK seluas 605 ha, sedangkan yang termuat dalam peta
lampiran IPK seluas 715 ha.
-
Bahwa Saksi Royandi Hutasoit, S.S., atas arahan dan perintah dari
Terdakwa Direktur Utama Joni Sihotang (PT. GDS) melaksanakan semua
kegiatan di lapangan mulai dari kegiatan untuk mengkoordinir kegiatan
lapangan seperti urusan administrasi seperti pembayaran, penebangan,
pengangkutan, distribusi alat berat, dan lain-lain dan tanggung jawab Saksi
selaku Manager Umum PT. GDS ialah memastikan bahwa semua kegiatan
di lapangan berjalan sebagaimana mestinya dan semua hasil pekerjaan
lapangan yang dilakukan oleh PT. GDS terkait dengan kegiatan
-4-
penebangan kayu dan pengangkutan kayu, dilaporkan saksi kepada
Direktur Utama Joni Sihotang.
-
Bahwa saksi Drs. Wilmar Eliaser Simandjorang, Dipl.Ec., Dipl. Plan, M.Si.,
mengetahui kegiatan dan memantau kegiatan PT. GDS di lokasi hutan tele
sebagaimana disebutkan dalam izin lokasi tersebut di atas, dimana kegiatan
PT. GDS telah mengeluarkan kayu log besar dengan menggunakan truk
logging dari lokasi kejadian menuju sawmill milik PT. GDS di Desa
Hutagalung Kecamatan Harian Kabupaten Samosir. Kejadian tersebut
berlangsung sore hari sekitar pukul 16.00 – 17.00 WIB setiap harinya.
Setidaknya 3 (tiga) truk perharinya keluar dari lokasi yang menuju sawmill
PT. GDS. Kemudian Bahwa kondisi saat ini di PT. GDS sudah melakukan
kegiatan seperti :
(1) Sudah melakukan pembukaan jalan sepanjang 1,5 km lebar 10 m.
(2) Sudah memasukkan dan menggunakan alat berat berupa excavator 10
unit, Dump truck 5 unit, Logging truck 12 unit, Chainsaw 26 unit, mobil
operasional 5 unit ke lokasi lokasi kegiatan di Hutan Tele tidak
dilengkapi dengan izin lingkungan.
(3) Sudah melakukan penebangan hutan alam khas Tapanuli lebih kurang
400 ha sudah habis dilakukan penebangan.
(4) Melakukan penutupan induk sungai dan anak sungai.
-
Bahwa pada tanggal 16 bulan Mei tahun 2013, saksi Drs. Wilmar Eliaser
Simandjorang, Dipl.Ec., Dipl. Plan, M.Si. juga menyaksikan adanya
pengangkutan kayu milik PT. GDS yang berasal dari lokasi hutan tele yang
sedang dibawa menuju sawmill PT. GDS di Desa Hutagalung Kecamatan
Harian Kabupaten Samosir, tepatnya di depan pos polisi Tele dan saksi
melihat kegiatan/usaha pengangkutan kayu gelondongan dalam ukuran
besar hingga kecil dengan alat angkut truk logging berlangsung hingga saat
ini, setidaknya pada hari senin tanggal 4 (empat) bulan November tahun
2013 telah dilakukan pengangkutan kayu dari lokasi hutan yang menuju
sawmill milik PT. GDS di Desa Hutagalung Kecamatan Harian Kabupaten
Samosir. Kemudian akibat kegiatan tersebut, PT. GDS telah melakukan
perusakan lingkungan karena induk sungai dan anak sungai yang mengalir
ke Sungai Renun yang mengalir ke Kabupaten Dairi dan Provinsi Aceh yang
merupakan sumber air untuk pertanian dan juga untuk menggerakan PLTA
mini Combi di Kabupaten Fakfak Bharat ditutup oleh kayu dan tanah dari
kegiatan PT. GDS, padahal menurut SK Bupati Nomor 89 Tahun 2012
-5-
tentang Izin Lokasi menyebutkan bahwa dalam point d diharuskan
memelihara dan menjaga jalur hijau sebagai kawasan lindung yaitu 100
meter kiri/kanan sungai, 50 meter kiri/kanan anak sungai radius dari sumber
mata air serta tanah dengan kemiringan 40%. Selain itu juga dampak dari
penebangan kayu tanpa izin ini juga mengakibatkan perusakan lingkungan,
karena : punahnya anggrek batak, punahnya binatang khas seperti
trenggiling, tertutupnya aliran sungai, terganggunya pasokan air untuk
persawahan di Kabupaten Dairi dan Pasokan air ke PLTA Combi serta
daerah Aceh, dan dampak penting yang akan ditimbulkan berupa
perubahan bentuk lahan dan bentang alam, eksploitasi sumber daya alam,
baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan yang akibatnya dapat
menimbulkan pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup.
-
Bahwa pada tanggal 29 Mei 2013 staf Saksi Drs. Wilmar Eliaser
Simandjorang, Dipl.Ec., Dipl. Plan, M.Si. yaitu Dr. H. Indra Utama, SE.,
M.Si. telah melakukan verifikasi lapangan, sehingga Saksi mengetahui
kegiatan Terdakwa berdasarkan laporan yang dibuat tersebut, kemudian
Saksi Dr. H. Indra Utama, SE., M.Si. memerintahkan staf untuk melakukan
analisis pelanggaran hukum lingkungan yang dilakukan oleh Terdakwa, dan
mempersiapkan konsep surat kepada Bupati Kabupaten Samosir cq.
Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian Kabupaten Samosir untuk
menghentikan
kegiatan
penebangan
dan
pengangkutan
kayu
oleh
Terdakwa sesuai dengan kewenangan daerah yang diatur dalam pasal 63
ayat (3) huruf p jo Pasal 76 ayat (2) huruf d dan Pasal 80 ayat (1) huruf f
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebagaimana surat nomor 1134/BLHSU/BPL-KL/2013 tanggal 03 Juni 2013 perihal Penghentian Kegiatan PT.
Gorga Duma Sari, dan membuat konsep surat laporan penanganan kasus
hutan Tele atas kegiatan PT. GDS kepada Deputi Bidang Penaatan Hukum
Kementerian Lingkungan Hidup cq. Asisten Deputi Penegakan Hukum
Pidana, sebagaimana surat nomor 1348/BLH-SU/BPL-KL/2013 tanggal 28
Juni 2013. Isi dari surat tersebut adalah sebagai berikut :
a) Tim Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara telah melakukan
verifikasi bersama-sama dengan perwakilan Forum Peduli Samosir Nauli
(PESONA) kelokasi kegiatan PT. Gorga Duma Sari di desa Hariara Pintu
Kecamatan Harian Kabupaten Samosir pada tanggal 9 April 2013.
-6-
b) Berdasarkan hasil verifikasi diketahui bahwa kegiatan PT. Gorga Duma
Sari tidak memiliki Dokumen Lingkungan (AMDAL, UKL/UPL) dan Izin
Lingkungan untuk melakukan kegiatan dengan dalih membuka lahan
Perkebunan buah,Umbi-umbian, Peternakan Sapi, Kambing, Unggas,
dan Budi daya ikan tawar. Terindikasi terjadinya kerusakan lingkungan
yang dapat merubah fungsi lingkungan dan adanya pelanggaran
administrasi yang dilakukan oleh PT. Gorga Duma Sari.
c) Perlu disampaikan bahwa pada saat ini telah terbentuk Tim Terpadu
Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, Tim ini
terdiri dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (BLH-SU, BIRO
HUKUM), Kepolisian Daerah Sumatera Utara (POLDASU), Kejaksaan
Tinggi Sumatera Utara (KEJATISU) dengan Keputusan Gubernur
Sumatera Utara Nomor : 188.44/125/KPTS/2013. Tanggal 15 Februari
2013. (Terlampir).
d) Tim ini telah melakukan verifikasi lapangan dalam rangka Pengumpulan
Bahan Keterangan (PULBAKET) pada tanggal 28 Mei 2013 dari hasil
verifikasi lapangan tersebut.
-
Bahwa Saksi Drs. JABIAT SAGALA, M.Hum., sebagai Kepala Badan
Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan (BLHPP), memberikan
saran/tindakan yang dilakukan oleh Instansi Saksi sehubungan dengan
kegiatan pemanfaatan kayu, perkebunan, peternakkan dan perikanan yang
dilakukan oleh PT.GDS di Hutan Tele, Desa Hariara Pintu, Kecamatan
Harian, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara melakukan koordinasi
dengan pihak BLHD Provinsi dan keluarlah surat dari Badan Lingkungan
Hidup Provinsi Sumatera Utara Nomor 522.21/384/PH/DKP/2013 tanggal 8
April 2013 perihal Penghentian Sementara kegiatan Penebangan dan
Pengangkutan Kayu. Disamping itu juga, Saksi sudah memberikan telaahan
staf kepada Bupati Kabupaten Samosir tanggal 5 April 2013 terkait dengan
permasalahan PT. GDS dan menyarankan kepada Bupati Kabupaten
Samosir supaya Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten
Samosir memerintahkan penghentian sementara aktifitas di lokasi izin PT.
GDS sampai dengan izin lingkungan dan dokumen lainnya dipenuhi. Akan
tetapi berdasarkan informasi dan laporan dari staf Saksi yang terakhir ke
lapangan besama-sama Tim dari Kementerian Lingkungan Hidup tanggal 4
Februari 2014 melaporkan kepada Saksi bahwa PT. GDS masih tetap
melakukan kegiatan penebangan kayu dan kegiatan perkebunan.
-7-
-
Bahwa menurut Saksi Drs. JABIAT SAGALA, M.Hum., yang sudah
memberikan teguran adalah Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi
Sumatera Utara Nomor 1134/BLH-SU/BPL-KL/2013 tanggal 3 Juni 2013
perihal Penghentian Kegiatan PT. Gorga Duma Sari. Selanjutnya Kerangka
Acuan saat ini masih dalam proses untuk menyatakan layak atau tidak
layak, dalam AMDAL, RKL dan RPL pada waktu yang akan datang sesuai
yang telah ditetapkan dalam aturan.
-
Bahwa keterangan Ahli Prof. Ir. Lambok Maringan Hutasoit, M.Sc., Ph.D.,
kegiatan-kegiatan yang dilanggar oleh PT. GDS dalam melakukan kegiatan
penebangan kayu dan kegiatan perkebunan antara lain ditemukan adanya
cut and fill pada pembangunan jalan dengan ketebalan 2-6 meter. Sudut
lereng pada cut terlalu terjal yang bisa menyebabkan terjadinya longsoran
karena tanah/batuan menunjukkan sifat yang belum kompak, dan
ditemukan adanya potongan kayu yang berada di aliran sungai yang akan
menghambat aliran air, lalu sudah ada indikasi adanya perusakan
lingkungan karena dilakukan penebangan pohon yang fungsinya sebagai
resapan air terganggu, potongan kayu yang berada di aliran sungai yang
akan menghambat aliran air, sudut lereng pada cut terlalu terjal yang bisa
menyebabkan terjadinya longsoran karena tanah/batuan menunjukkan sifat
yang belum kompak.
-
Bahwa berdasarkan keterangan Ahli Dony Arif Wibowo, S.Hut., M.Sc.,
selaku Penelaah dan Penyaji Data Evaluasi Pengelolaan Dampak
Lingkungan, Terdakwa di dalam kedudukannya sebagai orang yang
memberikan perintah atau yang bertindak sebagai pemimpin kegiatan di PT.
Gorga Duma Sari (PT. GDS) beroperasi di Areal Penggunaan Lain (APL).
Syarat PT GDS beroperasi adalah :
a. Izin prinsip;
b. Izin lokasi;
c. Hak Guna Usaha (HGU);
d. Dokumen lingkungan (AMDAL/UKL-UPL);
e. Izin Usaha;
f. IPK (untuk land clearing).
Bahwa menurut pendapat Ahli, areal kanan-kiri sungai termasuk kawasan
lindung (Kawasan Perlindungan Setempat/KPS) yang wajib untuk dijaga
dan dipertahankan sesuai UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang,
-8-
Penjelasan Pasal 5 ayat (2), dan Kepres No. 32/1990 tentang Pengelolaan
Kawasan Lindung.
Kawasan tersebut dilarang untuk dilakukan kegiatan budidaya, kecuali yang
tidak mengganggu fungsi lindung. Adapun penebangan habis dilakukan
disepanjang jalur kawasan lindung jelas akan menggangu fungsi lindung.
-
Bahwa menurut keterangan Ahli Esther Simon, ST., setiap orang yang
mendapat Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) wajib untuk mendapatkan izin
lingkungan sebagai syarat
izin usaha dan izin usaha tersebut menjadi
syarat untuk mendapatkan IPK. Kemudian Peraturan Menteri Kehutanan
Nomor P.14/Menhut-II/2011 tentang Izin Pemanfaatan Kayu tidak secara
langsung mempersyaratkan kegiatan memiliki dokumen lingkungan dan izin
lingkungan, namun diatur dalam persyaratan IPK, pemrakarsa wajib
mencantumkan
izin
peruntukan
penggunaan
lahan.
Di dalam
izin
peruntukan penggunaan lahan yang mewajibkan setiap kegiatan yang
menimbulkan dampak lingkungan untuk memiliki izin lingkungan dan
dokumen lingkungan. Peraturan yang mengatur tentang kewajiban memiliki
dokumen lingkungan (Amdal atau UKL-UPL) dan Izin Lingkungan pada
Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.21/MenhutII/2014 tentang Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Kegiatan
Kehutanan Pasal 2.
-
Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan fakta di lapangan dan Surat
Keterangan Ahli Perusakan Lingkungan PT Gorda Duma Sari oleh Ahli Dr.
Ir. Basuki Wasis, M.Si. tanggal 11 April 2014, Kesimpulan secara
keseluruhan hasil pemeriksaan analisa Laboratorium Pengaruh Hutan
(DAS) Bagian Ekologi Hutan Departeman Silvikultur Fakultas Kehutanan
IPB, sebagai berikut :
1. Telah terjadi perusakan lingkungan di PT Gorda Duma Sari Hariara
Pintu Kecamatan Harian Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara
melalui kegiatan penebangan hutan dan pembukaan lahan seluas 400
Ha,
2. Hasil Analisa tanah dan pengamatan lapangan menunjukkan bahwa
memang pada hutan alam telah terjadi kerusakan lingkungan karena
telah masuk kriteria baku kerusakan (PP Npmpr 150 tahun 2000) untuk
kriteria kerusakan di lahan kering akibat erosi air,
3. Hasil analisa tanah dan pengamatan lapangan menunjukkan bahwa
memang pada hutan alam telah terjadi kerusakan lingkungan karena
-9-
telah masuk kriteria baku kerusakan (PP Nomor 150 tahun 2000) untuk
kriteria kerusakan tanah di lahan kering untuk parameter ketebalan
solum tanah, derajat pelurusan air, komposisi fraksi dan jumlah mikroba.
-
Bahwa berdasarkan Penghitungan kerugian perusakan lingkungan PT
Gorda Duma Sari yang dilakukan oleh Ahli Dr. Ir. Basuki Wasis, M.Si.,
Laboratorium Pengaruh Hutan Bagian Ekologi Hutan Departeman Silvikultur
Fakultas Kehutanan IPB tanggal 11 April 2014, kerugian yang ditimbulkan
berdasarkan Permen Nomor : 13 Tahun 2011 tentang Ganti Kerugian Akibat
Pencemaran dan atau Kerusakan Lingkungan Hidup akibat penebangan
pohon dan pembukaan lahan (400 ha) adalah :
1. Kerusakan Ekologi
Rp
76.510.000.000,-
2. Kerusakan Ekonomi
Rp
38.400.000.000,-
3. Pemulihan Ekologi
Rp
34.986.000.000,-
-----------------------------Total Kerugian Kerusakan Rp 149.896.000.000,-
Bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Terdakwa di dalam kedudukannya
sebagai orang yang memberikan perintah atau yang bertindak sebagai
pemimpin kegiatan di PT. Gorga Duma Sari (PT. GDS) yaitu meliputi,
melakukan pemanfaatan kayu dengan tujuan areal tersebut diperuntukan
untuk perkebunan, peternakan dan perikanan darat, sama sekali tidak
memiliki izin dari pihak yang berwenang, sebagaimana Peraturan Menteri
Kehutanan Nomor P.14/Menhut-II/2011 jo. No. P.20/Menhut-II/2013 tentang
Izin Pemanfaatan Kayu, izin peruntukan penggunaan lahan (izin usaha)
adalah dokumen lingkungan dan izin lingkungan. Peraturan Menteri
Kehutanan Nomor P.14/Menhut-II/2011 tentang Izin Pemanfaatan Kayu
tidak secara langsung mempersyaratkan kegiatan memiliki dokumen
lingkungan dan izin lingkungan, namun diatur dalam persyaratan IPK,
pemrakarsa wajib mencantumkan izin peruntukan penggunaan lahan. Di
dalam izin peruntukan penggunaan lahan yang mewajibkan setiap kegiatan
yang menimbulkan dampak lingkungan untuk memiliki izin lingkungan dan
dokumen lingkungan. Peraturan yang mengatur tentang kewajiban memiliki
dokumen lingkungan (Amdal atau UKL-UPL), sehingga tindakan terdakwa
tidak dapat dibenarkan karena tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang
sesuai dengan ketentuan yang ada.
Dan berdasarkan hasil pemeriksaan fakta di lapangan dan Surat
Keterangan Ahli Perusakan Lingkungan Telah terjadi perusakan lingkungan
- 10 -
di PT Gorda Duma Sari Hariara Pintu Kecamatan Harian Kabupaten
Samosir Provinsi Sumatera Utara melalui kegiatan penebangan hutan dan
pembukaan lahan.
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam
Pasal 98 Ayat (1) jo Pasal 116 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 32 Tahun
2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
ATAU
KEDUA
Bahwa terdakwa JONNI SIHOTANG, pada sekitar bulan Januari 2013
sampai dengan 28 Februari 2014 atau setidak-tidaknya dalam tahun 2013 sampai
dengan tahun 2014, bertempat di PT. Gorda Duma Sari (PT. GDS) dengan alamat
Hutan Tele Dusun Hariara Pintu, Ds Partungko Naginjang, Kecamatan Harian
Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara atau setidak-tidaknya pada suatu
tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Balige,
selaku orang yang memberi perintah atau orang yang bertindak sebagai pemimpin
kegiatan dalam tindak pidana tersebut, telah melakukan usaha dan/atau kegiatan
tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 Ayat (1),
perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut :
- Bahwa terdakwa Jonni Sitohang selaku Direktur Utama PT. Gorga Duma
Sari (PT.GDS), berdasarkan Copy Akta Notaris Julitri Roriana SH Nomor 26
tanggal 9 November 2011, dengan susunan pengurusnya PT. Gorga Duma
Sari sebagai berikut yaitu, Direktur Utama : Jonni Sihotang, Direktur : Rico
Sihotang dan Komisaris : Nyonya Risma Simarmata. Tugas dan tanggung
jawab terdakwa selaku Direktur Utama dan Penangungjawab PT. GDS
adalah bertanggung jawab terhadap semua kegiatan perusahaan di dalam
maupun di luar pengadilan sesuai dengan Anggaran Dasar perusahaan, PT.
GDS sesuai dengan izin yang dimiliki mempunyai kegiatan usaha antara lain
: adalah melakukan pemanfaatan kayu dengan tujuan areal tersebut
diperuntukan untuk perkebunan, peternakan dan perikanan darat, namun
saat ini baru pada tahapan kegiatan penebangan dan pemanfaatan kayu.
- Bahwa terdakwa selaku Direktur Utama PT. GDS telah melakukan kegiatan
sejak tanggal 23 Januari 2013, yaitu kegiatan pembangunan jalan menuju
lokasi kegiatan sepanjang 4,5 km lebar 10 m, telah memasukkan dan
menggunakan alat berat berupa excavator 6 unit, Dump truck 4 unit, Logging
truck 8 unit ditambah rental kalau dibutuhkan, Chainsaw 8 unit, mobil
- 11 -
operasional 4 unit dan pada bulan April 2013 dilakukan Penebangan kayu
sampai dengan sekarang sesuai dengan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK).
Adapun Dokumen /surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha yang telah
dimiliki oleh Terdakwa Jonni Sitohang (PT. GDS) adalah :
(1) Izin lokasi Nomor 89 Tahun 2012 tanggal 1 Mei 2012 yang dikeluarkan
oleh Bupati Samosir.
(2) Perintah Melaksanakan Timber Crusing sesuai Surat Kepala Dinas
Kehutanan
dan
Perkebunan
Kabupaten
Samosir
Nomor
522.21/1201/PH/DKP/2012 tanggal 17 Desember 2012.
(3) Izin Pemanfaatan Kayu Nomor 005/2013 tanggal 16 Januari 2013
dikeluarkan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir
di Desa Hariara Pintu Kecamatan Hariang Kabupaten Samosir seluas +
800 ha atas nama PT. Gorga Duma Sari. Yang diberikan IPK seluas 605
ha, sedangkan yang termuat dalam peta lampiran IPK seluas 715 ha.
(4) Persetujuan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) an. PT. Gorga Duma Sari
sesuai dengan surat Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Kabupaten Samosir Nomor 522.21/024/PH/DKP/2013 tanggal 9 Januari
2013.
(5) Izin Penetapan Lokasi Tempat Penimbunan Kayu dan Tempat
Pengumpulan Kayu pada izin pemanfaatan kayu di areal lokasi atas
tanah yang terletak di desa Hariara Pintu Kecamatan Harian Kabupaten
Samosir atas nama PT. Gorga Duma Sari Nomor 014 Tahun 2013
tanggal 18 Februari 2013.
(6) Izin Prinsip Penanaman Modal No.001/1217/IP/PMDN/2012 Nomor
perusahaan 03138.2011 lokasi proyek desa Hariara Pintu, Kecamatan
Harian, dan Desa Partungko Naginjang Kecamatan Harian, Kabupaten
Samosir Provinsi Sumatera Utara, Bidang Usaha Perkebunan Buah,
Umbi-umbian, peternakan sapi, kambing, unggas dan budi daya ikan air
tawar, tanggal 23 Pebruari 2012 yang dikeluarkan oleh Badan
Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Samosir.
(7) Kepastian Hukum Penertiban Izin Pemanfaatan Kayu sesuai dengan
Surat Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara nomor
522.21/3543 tanggal 3 Mei 2013.
(8) Perpanjangan Izin Pemanfaatan Kayu Nomor 005/2013 tanggal 16
Januari 2013 dikeluarkan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Kabupaten Samosir di Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian Kabupaten
- 12 -
Samosir seluas + 800 ha atas nama PT. Gorga Duma Sari. Yang
diberikan IPK seluas 605 ha, sedangkan yang termuat dalam peta
lampiran IPK seluas 715 ha.
-
Bahwa Saksi Royandi Hutasoit, S.S., atas arahan dan perintah dari
Terdakwa Direktur Utama Joni Sihotang (PT. GDS) melaksanakan semua
kegiatan di lapangan mulai dari kegiatan untuk mengkoordinir kegiatan
lapangan seperti urusan administrasi seperti pembayaran, penebangan,
pengangkutan, distribusi alat berat, dan lain-lain dan tanggung jawab Saksi
selaku Manager Umum PT. GDS ialah memastikan bahwa semua kegiatan
di lapangan berjalan sebagaimana mestinya dan semua hasil pekerjaan
lapangan yang dilakukan oleh PT. GDS terkait dengan kegiatan
penebangan kayu dan pengangkutan kayu, dilaporkan saksi kepada
Direktur Utama Joni Sihotang.
-
Bahwa saksi Drs. Wilmar Eliaser Simandjorang, Dipl.Ec., Dipl. Plan, M.Si.,
mengetahui kegiatan dan memantau kegiatan PT. GDS di lokasi hutan tele
sebagaimana disebutkan dalam izin lokasi tersebut di atas, dimana kegiatan
PT. GDS telah mengeluarkan kayu log besar dengan menggunakan truk
logging dari lokasi kejadian menuju sawmill milik PT. GDS di Desa
Hutagalung Kecamatan Harian Kabupaten Samosir. Kejadian tersebut
berlangsung sore hari sekitar pukul 16.00 – 17.00 WIB setiap harinya.
Setidaknya 3 (tiga) truk perharinya keluar dari lokasi yang menuju sawmill
PT. GDS. Kemudian bahwa kondisi saat ini di PT. GDS sudah melakukan
kegiatan seperti :
(1) Sudah melakukan pembukaan jalan sepanjang 1,5 km lebar 10 m.
(2) Sudah memasukkan dan menggunakan alat berat berupa excavator 10
unit, Dump truck 5 unit, Logging truck 12 unit, Chainsaw 26 unit, mobil
operasional 5 unit ke lokasi lokasi kegiatan di Hutan Tele tidak
dilengkapi dengan izin lingkungan.
(3) Sudah melakukan penebangan hutan alam khas Tapanuli lebih kurang
400 ha sudah habis dilakukan penebangan.
(4) Melakukan penutupan induk sungai dan anak sungai.
-
Bahwa pada tanggal 16 bulan Mei tahun 2013, saksi Drs. Wilmar Eliaser
Simandjorang, Dipl.Ec., Dipl. Plan, M.Si. juga menyaksikan adanya
pengangkutan kayu milik PT. GDS yang berasal dari lokasi hutan tele yang
sedang dibawa menuju sawmill PT. GDS di Desa Hutagalung Kecamatan
Harian Kabupaten Samosir, tepatnya di depan pos polisi Tele dan saksi
- 13 -
melihat kegiatan/usaha pengangkutan kayu gelondongan dalam ukuran
besar hingga kecil dengan alat angkut truk logging berlangsung hingga saat
ini, setidaknya pada hari senin tanggal 4 (empat) bulan November tahun
2013 telah dilakukan pengangkutan kayu dari lokasi hutan yang menuju
sawmill milik PT. GDS di Desa Hutagalung Kecamatan Harian Kabupaten
Samosir. Kemudian akibat kegiatan tersebut, PT. GDS telah melakukan
perusakan lingkungan karena induk sungai dan anak sungai yang mengalir
ke Sungai Renun yang mengalir ke Kabupaten Dairi dan Provinsi Aceh yang
merupakan sumber air untuk pertanian dan juga untuk menggerakan PLTA
mini Combi di Kabupaten Fakfak Bharat ditutup oleh kayu dan tanah dari
kegiatan PT. GDS, padahal menurut SK Bupati Nomor 89 Tahun 2012
tentang Izin Lokasi menyebutkan bahwa dalam point d diharuskam
memelihara dan menjaga jalur hijau sebagai kawasan lindung yaitu 100
meter kiri/kanan sungai, 50 meter kiri/kanan anak sungai radius dari sumber
mata air serta tanah dengan kemiringan 40%. Selain itu juga dampak dari
penebangan kayu tanpa izin ini juga mengakibatkan perusakan lingkungan,
karena : punahnya anggrek batak, punahnya binatang khas seperti
trenggiling, tertutupnya aliran sungai, terganggunya pasokan air untuk
persawahan di Kabupaten Dairi dan Pasokan air ke PLTA Combi serta
daerah Aceh, dan dampak penting yang akan ditimbulkan berupa
perubahan bentuk lahan dan bentang alam, eksploitasi sumber daya alam,
baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan yang akibatnya dapat
menimbulkan pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup.
-
Bahwa pada tanggal 29 Mei 2013 staf Saksi Drs. Wilmar Eliaser
Simandjorang, Dipl.Ec., Dipl. Plan, M.Si. yaitu Dr. H. Indra Utama, SE.,
M.Si. telah melakukan verifikasi lapangan, sehingga Saksi mengetahui
kegiatan Terdakwa berdasarkan laporan yang dibuat tersebut, kemudian
Saksi Dr. H. Indra Utama, SE., M.Si. memerintahkan staf untuk melakukan
analisis pelanggaran hukum lingkungan yang dilakukan oleh Terdakwa, dan
mempersiapkan konsep surat kepada Bupati Kabupaten Samosir cq.
Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian Kabupaten Samosir untuk
menghentikan
kegiatan
penebangan
dan
pengangkutan
kayu
oleh
Terdakwa sesuai dengan kewenangan daerah yang diatur dalam pasal 63
ayat (3) huruf p jo Pasal 76 ayat (2) huruf d dan Pasal 80 ayat (1) huruf f
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebagaimana surat nomor 1134/BLH-
- 14 -
SU/BPL-KL/2013 tanggal 03 Juni 2013 perihal Penghentian Kegiatan PT.
Gorga Duma Sari, dan membuat konsep surat laporan penanganan kasus
hutan Tele atas kegiatan PT. GDS kepada Deputi Bidang Penaatan Hukum
Kementerian Lingkungan Hidup cq. Asisten Deputi Penegakan Hukum
Pidana, sebagaimana surat nomor 1348/BLH-SU/BPL-KL/2013 tanggal 28
Juni 2013. Isi dari surat tersebut adalah sebagai berikut :
a) Tim Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara telah melakukan
verifikasi bersama-sama dengan perwakilan Forum Peduli Samosir Nauli
(PESONA) kelokasi kegiatan PT. Gorga Duma Sari di desa Hariara Pintu
Kecamatan Harian Kabupaten Samosir pada tanggal 9 April 2013.
b) Berdasarkan hasil verifikasi diketahui bahwa kegiatan PT. Gorga Duma
Sari tidak memiliki Dokumen Lingkungan (AMDAL, UKL/UPL) dan Izin
Lingkungan untuk melakukan kegiatan dengan dalih membuka lahan
Perkebunan buah,Umbi-umbian, Peternakan Sapi, Kambing, Unggas,
dan Budi daya ikan tawar. Terindikasi terjadinya kerusakan lingkungan
yang dapat merubah fungsi lingkungan dan adanya pelanggaran
administrasi yang dilakukan oleh PT. Gorga Duma Sari.
c) Perlu disampaikan bahwa pada saat ini telah terbentuk Tim Terpadu
Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, Tim ini
terdiri dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (BLH-SU, BIRO
HUKUM), Kepolisian Daerah Sumatera Utara (POLDASU), Kejaksaan
Tinggi Sumatera Utara (KEJATISU) dengan Keputusan Gubernur
Sumatera Utara Nomor : 188.44/125/KPTS/2013. Tanggal 15 Februari
2013. (Terlampir).
d) Tim ini telah melakukan verifikasi lapangan dalam rangka Pengumpulan
Bahan Keterangan (PULBAKET) pada tanggal 28 Mei 2013 dari hasil
verifikasi lapangan tersebut.
-
Bahwa Saksi Drs. JABIAT SAGALA, M.Hum., sebagai Kepala Badan
Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan (BLHPP), memberikan
saran/tindakan yang dilakukan oleh Instansi Saksi sehubungan dengan
kegiatan pemanfaatan kayu, perkebunan, peternakkan dan perikanan yang
dilakukan oleh PT.GDS di Hutan Tele, Desa Hariara Pintu, Kecamatan
Harian, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara melakukan koordinasi
dengan pihak BLHD Provinsi dan keluarlah surat dari Badan Lingkungan
Hidup Provinsi Sumatera Utara Nomor 522.21/384/PH/DKP/2013 tanggal 8
April 2013 perihal Penghentian Sementara kegiatan Penebangan dan
- 15 -
Pengangkutan Kayu. Disamping itu juga, Saksi sudah memberikan telaahan
staf kepada Bupati Kabupaten Samosir tanggal 5 April 2013 terkait dengan
permasalahan PT. GDS dan menyarankan kepada Bupati Kabupaten
Samosir supaya Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten
Samosir memerintahkan penghentian sementara aktifitas di lokasi izin PT.
GDS sampai dengan izin lingkungan dan dokumen lainnya dipenuhi. Akan
tetapi berdasarkan informasi dan laporan dari staf Saksi yang terakhir ke
lapangan besama-sama Tim dari Kementerian Lingkungan Hidup tanggal 4
Februari 2014 melaporkan kepada Saksi bahwa PT. GDS masih tetap
melakukan kegiatan penebangan kayu dan kegiatan perkebunan.
Bahwa menurut Saksi Drs. JABIAT SAGALA, M.Hum., yang sudah
memberikan teguran adalah Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi
Sumatera Utara Nomor 1134/BLH-SU/BPL-KL/2013 tanggal 3 Juni 2013
perihal Penghentian Kegiatan PT. Gorga Duma Sari. Selanjutnya Kerangka
Acuan saat ini masih dalam proses untuk menyatakan layak atau tidak
layak, dalam ANDAL, RKL dan RPL pada waktu yang akan datang sesuai
yang telah ditetapkan dalam aturan.
-
Bahwa keterangan Ahli Prof. Ir. Lambok Maringan Hutasoit, M.Sc., Ph.D.,
kegiatan-kegiatan yang dilanggar oleh PT. GDS dalam melakukan kegiatan
penebangan kayu dan kegiatan perkebunan antara lain ditemukan adanya
cut and fill pada pembangunan jalan dengan ketebalan 2-6 meter. Sudut
lereng pada cut terlalu terjal yang bisa menyebabkan terjadinya longsoran
karena tanah/batuan menunjukkan sifat yang belum kompak, dan
ditemukan adanya potongan kayu yang berada di aliran sungai yang akan
menghambat aliran air, lalu sudah ada indikasi adanya perusakan
lingkungan karena dilakukan penebangan pohon yang fungsinya sebagai
resapan air terganggu, potongan kayu yang berada di aliran sungai yang
akan menghambat aliran air, sudut lereng pada cut terlalu terjal yang bisa
menyebabkan terjadinya longsoran karena tanah/batuan menunjukkan sifat
yang belum kompak.
-
Bahwa berdasarkan keterangan Ahli Dony Arif Wibowo, S.Hut., M.Sc.,
selaku Penelaah dan Penyaji Data Evaluasi Pengelolaan Dampak
Lingkungan, Terdakwa di dalam kedudukannya sebagai orang yang
memberikan perintah atau yang bertindak sebagai pemimpin kegiatan di PT.
Gorga Duma Sari (PT. GDS) beroperasi di Areal Penggunaan Lain (APL).
Syarat PT GDS beroperasi adalah :
- 16 -
a. Izin prinsip;
b. Izin lokasi;
c. Hak Guna Usaha (HGU);
d. Dokumen lingkungan (AMDAL/UKL-UPL);
e. Izin Usaha;
f.
-
IPK (untuk land clearing).
Bahwa menurut pendapat Ahli, areal kanan-kiri sungai termasuk kawasan
lindung (Kawasan Perlindungan Setempat/KPS) yang wajib untuk dijaga
dan dipertahankan sesuai UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang,
Penjelasan Pasal 5 ayat (2), dan Kepres No. 32/1990 tentang Pengelolaan
Kawasan Lindung.
-
Kawasan tersebut dilarang untuk dilakukan kegiatan budidaya, kecuali yang
tidak mengganggu fungsi lindung. Adapun penebangan habis dilakukan
disepanjang jalur kawasan lindung jelas akan menggangu fungsi lindung.
-
Bahwa menurut keterangan Ahli Esther Simon, ST., setiap orang yang
mendapat Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) wajib untuk mendapatkan izin
lingkungan sebagai syarat
izin usaha dan izin usaha tersebut menjadi
syarat untuk mendapatkan IPK. Kemudian Peraturan Menteri Kehutanan
Nomor P.14/Menhut-II/2011 tentang Izin Pemanfaatan Kayu tidak secara
langsung mempersyaratkan kegiatan memiliki dokumen lingkungan dan izin
lingkungan, namun diatur dalam persyaratan IPK, pemrakarsa wajib
mencantumkan
izin
peruntukan
penggunaan
lahan.
Di dalam
izin
peruntukan penggunaan lahan yang mewajibkan setiap kegiatan yang
menimbulkan dampak lingkungan untuk memiliki izin lingkungan dan
dokumen lingkungan. Peraturan yang mengatur tentang kewajiban memiliki
dokumen lingkungan (Amdal atau UKL-UPL) dan Izin Lingkungan pada
Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.21/MenhutII/2014 tentang Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Kegiatan
Kehutanan Pasal 2.
-
Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan fakta di lapangan dan Surat
Keterangan Ahli Perusakan Lingkungan PT Gorda Duma Sari oleh Ahli Dr.
Ir. Basuki Wasis, M.Si. tanggal 11 April 2014, Kesimpulan secara
keseluruhan hasil pemeriksaan analisa Laboratorium Pengaruh Hutan
(DAS) Bagian Ekologi Hutan Departeman Silvikultur Fakultas Kehutanan
IPB, sebagai berikut :
- 17 -
1. Telah terjadi perusakan lingkungan di PT Gorda Duma Sari Hariara Pintu
Kecamatan Harian Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara melalui
kegiatan penebangan hutan dan pembukaan lahan seluas 400 Ha,
2. Hasil Analisa tanah dan pengamatan lapangan menunjukkan bahwa
memang pada hutan alam telah terjadi kerusakan lingkungan karena
telah msuk kriteria baku kerusakan (PP Npmpr 150 tahun 2000) untuk
kriteria kerusakan di lahan kering akibat erosi air,
3. Hasil analisa tanah dan pengamatan lapangan menunjukkan bahwa
memang pada hutan alam telah terjadi kerusakan lingkungan karena
telah masuk kriteria baku kerusakan (PP Nomor 150 tahun 2000) untuk
kriteria kerusakan tanah di lahan kering untuk parameter ketebalan solum
tanah, derajat pelurusan air, komposisi fraksi dan jumlah mikroba.
-
Bahwa berdasarkan Penghitungan kerugian perusakan lingkungan PT
Gorda Duma Sari yang dilakukan oleh Ahli Dr. Ir. Basuki Wasis, M.Si.,
Laboratorium Pengaruh Hutan Bagian Ekologi Hutan Departeman Silvikultur
Fakultas Kehutanan IPB tanggal 11 April 2014, kerugian yang ditimbulkan
berdasarkan Permen Nomor : 13 Tahun 2011 tentang Ganti Kerugian Akibat
Pencemaran dan atau Kerusakan Lingkungan Hidup akibat penebangan
pohon dan pembukaan lahan (400 ha) adalah :
1. Kerusakan Ekologi
Rp
76.510.000.000,-
2. Kerusakan Ekonomi
Rp
38.400.000.000,-
3. Pemulihan Ekologi
Rp
34.986.000.000,-
-----------------------------Total Kerugian Kerusakan Rp 149.896.000.000,-
Bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Terdakwa di dalam kedudukannya
sebagai orang yang memberikan perintah atau yang bertindak sebagai
pemimpin kegiatan di PT. Gorga Duma Sari (PT. GDS) yaitu meliputi,
melakukan pemanfaatan kayu dengan tujuan areal tersebut diperuntukan
untuk perkebunan, peternakan dan perikanan darat, sama sekali tidak
memiliki izin dari pihak yang berwenang, sebagaimana Peraturan Menteri
Kehutanan Nomor P.14/Menhut-II/2011 jo. No. P.20/Menhut-II/2013 tentang
Izin Pemanfaatan Kayu, izin peruntukan penggunaan lahan (izin usaha)
adalah dokumen lingkungan dan izin lingkungan. Peraturan Menteri
Kehutanan Nomor P.14/Menhut-II/2011 tentang Izin Pemanfaatan Kayu
tidak secara langsung mempersyaratkan kegiatan memiliki dokumen
lingkungan dan izin lingkungan, namun diatur dalam persyaratan IPK,
- 18 -
pemrakarsa wajib mencantumkan izin peruntukan penggunaan lahan. Di
dalam izin peruntukan penggunaan lahan yang mewajibkan setiap kegiatan
yang menimbulkan dampak lingkungan untuk memiliki izin lingkungan dan
dokumen lingkungan. Peraturan yang mengatur tentang kewajiban memiliki
dokumen lingkungan (Amdal atau UKL-UPL), sehingga tindakan terdakwa
tidak dapat dibenarkan karena tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang
sesuai dengan ketentuan yang ada.
Dan berdasarkan hasil pemeriksaan fakta di lapangan dan Surat
Keterangan Ahli Perusakan Lingkungan Telah terjadi perusakan lingkungan
di PT Gorda Duma Sari Hariara Pintu Kecamatan Harian Kabupaten
Samosir Provinsi Sumatera Utara melalui kegiatan penebangan hutan dan
pembukaan lahan.
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam
Pasal 109 jo Pasal 116 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009
tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Membaca surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri
Pangururan, yang menuntut Terdakwa sebagai berikut :
1. Menyatakan terdakwa JONNI SIHOTANG secara sah dan meyakinkan menurut
hukum melakukan tindak pidana “Dengan Sengaja Melakukan Perbuatan yang
mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku
mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup”, sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 98 ayat (1) Jo. Pasal 116 ayat (1) Huruf (b) UndangUndang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup” sebagaimana surat dakwaan kesatu ;
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa JONNI SIHOTANG berupa pidana
penjara selama 5 (lima) Tahun, dan denda sebesar Rp5.000.000.000,00 (lima
miliar rupiah) subsidair 1 (satu) tahun kurungan dengan perintah agar terdakwa
ditahan;
3. Menetapkan barang bukti berupa :
-
2 (dua) unit Eksavator merk Volvo warna kuning
-
1 (satu) unit Mobil Operasional double gardan merk ford ranger warna putih
BK-8361-CB
-
1 (satu) unit Sepeda Motor warna biru merk Honda BK-1655-CB
Keseluruhannya dikembalikan kepada PT.GDS
-
Tanah pada Lokasi Plot 1 koordinat : No 02032’33,2’ E 098033’19,8’ dengan:
- 19 -
a. Jenis contoh tanah komposit pada hutan alam (control) dengan jumlah 4
(empat) kantong masing-masing berat 1 (satu) kg
b. Jenis Contoh tanah utuh pada hutan alam (control) dengan jumlah 1
(satu) tabung masing-masing berat 0,2 kg
c. Jenis Daun Vegetasi hutan alam masih segar dalam vegetasi pada
hutan alam jumlah 1 (satu) kantong berat 0,3 kg
-
Tanah pada Lokasi Plot 2 koordinat : No 02032’43,1’ E 098033’25,8’ dengan:
a. Jenis contoh tanah terganggu dengan jumlah 4 (empat) jumlah kantong
masing-masing berat 1 (satu) kg
b. Jenis contoh tanah utuh terganggu dengan jumlah 1 (satu) tabung berat
0,2 kg
-
Tanah pada Lokasi Plot 3 koordinat : No 02033’30,7’ E 098032’54,1’ dengan:
a. Jenis contoh tanah komposit terganggu dengan jumlah 3 (tiga) kantong
berat 1 kg
b. Jenis contoh tanah utuh terganggu dengan jumlah 1 (satu) tabung berat
0,2 kg
c. Jenis kayu takik rebah dari pohon hutan alam dengan jumlah 1 (satu)
tabung berat 0,4 kg
-
Tanah pada Lokasi Plot 4 koordinat : No 02033’56,9’ E 098032’47,0’ dengan:
a. Jenis contoh tanah terganggu dengan jumlah 3 (tiga) kantong masingmasing berat berat 1 (satu) kg
b. Jenis contoh tanah utuh terganggu dengan jumlah 1 (satu) tabung berat
0,2 kg
c. Jenis pasir kuarsa dengan jumlah 1 (satu) kantong 0,1 kg
Keseluruhannya dirampas untuk dimusnahkan.
-
Adapun barang bukti kelengkapan dokumen sebagai berikut :
a. Struktur Organisasi PT. Gorga Duma Sari (PT. GDS) tanggal 1 Mei 2014
sebanyak 1 lembar
b. Copy Akta Notaris Jalitri Roriana SH Nomor 102 tanggal 18 September
2008 sebanyak 11 lembar
c. Copy Akta Notaris Jalitri Roriana SH Nomor 26 tanggal 9 November
2011 sebanyak 11 lembar
d. Copy Surat
Badan Penanaman
Modal dan
Perizinan
Terpadu
Kabupaten Samosir tentang Izin Prinsip Penanaman Modal Nomor
001/1217/IP/I/PMDN/2012 tanggal 6 Desember 2011 sebanyak 7 lembar
- 20 -
e. Copy Surat Kepala Badan Pertanahan Nasional Kantor Pertanahan
Kabupaten Samosir Nomor 041/1217/400/10/2012 tanggal 05 April 2012
sebanyak 3 lembar
f. Copy Keputusan Bupati Samosir Nomor 89 Tahun 2012 tanggal 1 Mei
2012 tentang Pemberian Izin Lokasi atas tanah yang terletak di Desa
Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir seluas + 800 ha
tanggal 1 Mei 2012 sebanyak 5 lembar
g. Bagan Kerja Rencana Kegiatan Perkebunan dan Peternakan izin lokasi
no.89 tahun 2012 PT. Gorga Duma Sari tanggal 1 Mei 2012 sebanyak
11 lembar
h. Copy Surat Kepala Dinas Kehutanan dan perkebunan Kabupaten
Samosir Nomor 522.21/407/PH/DKP/2012 tanggal 4 Mei 2012 perihal
Permintaan Pertimbangan Teknis Izin Pemanfaatan kayu (IPK) pada
Areal Penggunaan Lain (APL) an. PT. Gorga Duma Sari tanggal 4 Mei
2012 sebanyak 1 lembar
i.
Laporan
Perjalanan
dinas
dalam
rangka
pemeriksaan
lokasi
permohonan IPK atas nama PT. Gorga Duma sari di Desa hariara Pintu
Kecamatan Harian Kabupaten Samosir tanggal 21 Mei 2012 sebanyak
12 lembar
j.
Copy Surat Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Nomor
522.21/9236 tanggal 10 Desember 2012 perihal Permohonan Izin
Pemanfaatan Kayu (IPK) an. PT. Gorga Duma Sari tanggal 10
Desember 2012 sebanyak 2 lembar
k. Copy Surat Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten
Samosir Nomor 522.21/1201/PH/DKP/2012 tanggal 17 Desember 2012
perihal Perintah Melaksanakan Timber Cruising tanggal 17 Desember
2012 sebanyak 1 lembar
l.
Copy Surat Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten
Samosir Nomor 522.21/024/PH/DKP/2013 tanggal 9 Januari 2013
perihal Persetujuan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) an. PT. Gorga Duma
Sari tanggal 09 Januari 2013 sebanyak 2 lembar
m. Surat Pernyataan PT. Gorga Duma Sari tidak melakukan aktifitas
apapun dari rencana Usaha PT. Gorga Duma Sari sebelum terbitnya Izin
Lingkungan dari Bupati Samosir (Pemerintah Kabupaten Samosir)
tanggal 14 Januari 2013 sebanyak 1 lembar
- 21 -
n. Copy Bank Garansi Nomor 01/BG/01/2013 PT. Gorga Duma Sari
tanggal 14 Januari 2013 sebanyak 1 lembar
o. Copy Bank Garansi Nomor 02/BG/01/2013 PT. Gorga Duma Sari
tanggal 14 Januari 2013 sebanyak 1 lembar
p. Keputusan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten
Samosir Nomor 005 Tahun 2013 tentang Izin Pemanfaatan Kayu (IPK)
di areal izin lokasi atas tanah yang terletak di Desa Hariara Pintu,
Kecamatan Harian Kabupaten Samosir seluas + 800 ha an. PT. Gorga
Duma Sari tanggal 16 Januari 2013 sebanyak 6 lembar
q. Surat PT. GDS Nomor 006/SK/PT.GDS/I/2013 perihal Permohonan
Rekomendasi Dokumen Izin Lingkungan Hidup tanggal 22 Januari 2013
sebanyak 1 lembar
r. Copy Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara
Nomor 522.21/1135 tanggal 14 Februari 2013 tentang Pengangkatan
dan Penetapan Petugas Kehutanan sebagai Pejabat Penerbit Dokumen
Surat Keterangan Sah Kayu Bulat (SKSKB) dan Nomor Register Pejabat
Penerbit Dokumen SKSKB pada PT. Gorga Duma Sari Dinas Kehutanan
dan Perkebunan Kabupaten Samosir tanggal 14 Februari 2013
sebanyak 4 lembar
s. Copy Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara
Nomor 522.21/1132 tanggal 14 Februari 2013 tentang Pengangkatan
dan Penetapan Petugas Kehutanan Sebagai Pejabat Pengesah Laporan
Hasil Penebangan (P2LHP) dan Penetapan Nomor Register P2LHP
pada PT. Gorga Duma Sari Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Kabupaten Samosir tanggal 14 Februari 2013 sebanyak 4 lembar
Keseluruhannya terlampir dalam berkas perkara.
4. Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar
Rp. 5.000.-
(lima rupiah).
Membaca
Putusan
28/Pid.Sus/2015/PN.Blg
Pengadilan
Negeri
Balige
nomor
:
tanggal 19 Agustus 2015, yang amarnya berbunyi
sebagai berikut :
1. Menyatakan Terdakwa Jonni Sihotang telah terbukti secara sah dan
meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Perusakan Lingkungan Hidup.
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara
selama
4 (empat) tahun dan 6 (enam) bulan dan denda sebesar
- 22 -
Rp5.000,000,000,00 (lima milyar rupiah) dengan ketentuan apabila tidak
membayar denda akan diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu)tahun.
3. Menjatuhkan pidana tambahan kepada PT Gorga Duma Sari untuk
memperbaiki kerusakan lingkungan di areal Izin lokasi seluas + 400 (empat
ratus ) hektar di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir
dengan cara menanam tanaman keras di lokasi bekas tebangan pohon dan
membangun dinding penahan tebing terhadap tebing yang telah dipotong oleh
PT Gorga Duma Sari.
4. Memerintahkan Terdakwa ditahan.
5. Menetapkan barang bukti berupa:
-
2 (dua) unit Excavator merk Volvo warna kuning dikembalikan kepada Saksi
Saur Sitinjak selaku Direktur CV Subur Rumah Miduk;
Sedangkan barang bukti berupa:
-
Sampel tanah yang diambil dari Lokasi Plot 1 koordinat : No 02032’33,2’ E
098033’19,8’ dengan :
a. Jenis contoh tanah komposit pada hutan alam (control) dengan jumlah
4 (empat) kantong masing-masing berat 1 (satu) kilogram
b. Jenis Contoh tanah utuh pada hutan alam (control) dengan jumlah 1
(satu) tabung masing-masing berat 0,2 (nol koma dua) kilogram
c. Jenis Daun Vegetasi hutan alam masih segar dalam vegetasi pada
hutan alam jumlah 1 (satu) kantong berat 0,3 (nol koma tiga ) kilogram
-
Sampel tanah yang diambil dari Lokasi Plot 2 koordinat : No 02032’43,1’ E
098033’25,8’ dengan :
a. Jenis contoh tanah terganggu dengan jumlah 4 (empat) jumlah
kantong masing-masing berat 1 (satu) kilogram
b. Jenis contoh tanah utuh terganggu dengan jumlah 1 (satu) tabung
berat 0,2 (nol koma dua ) kilogram
-
Sampel tanah yang diambil dari Lokasi Plot 3 koordinat : No 02033’30,7’ E
098032’54,1’ dengan :
a. Jenis contoh tanah komposit terganggu dengan jumlah 3 (tiga) kantong
berat 1 (satu) kilogram
b. Jenis contoh tanah utuh terganggu dengan jumlah 1 (satu) tabung
berat 0,2 (nol koma dua) kilogram
c. Jenis kayu takik rebah dari pohon hutan alam dengan jumlah 1 (satu)
tabung berat 0,4 (nol koma empat ) kilogram
- 23 -
-
Sampel tanah yang diambil dari Lokasi Plot 4 koordinat : No 02033’56,9’ E
098032’47,0’ dengan :
a. Jenis contoh tanah terganggu dengan jumlah 3 (tiga) kantong masingmasing berat berat 1 (satu) kilogram
b. Jenis contoh tanah utuh terganggu dengan jumlah 1 (satu) tabung
berat 0,2 (nol koma dua) kilogram
c. Jenis pasir kuarsa dengan jumlah 1 (satu) kantong 0,1 (nol koma satu)
kilogram
Keseluruhannya dirampas untuk dimusnahkan
Adapun bukti surat –surat sebagai berikut ini:
1. Struktur Organisasi PT Gorga Duma Sari (PT GDS) tanggal 01 Mei 2014
2. Copy Akta Notaris Jalitri Roriara SH Nomor 102 tanggal 18 September 2008
3. Copy Akta Notaris Jalitri Roriana SH Nomor 26 tanggal 9 November 2011
4. Copy Surat Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten
Samosir
tentang
Izin
Prinsip
Penanaman
Modal
Nomor
001/1217/IP/I/PMDN/2012 tanggal 6 Desember 2011
5. Copy Surat Kepala Badan Pertanahan Nasional Kantor Pertanahan
Kabupaten Samosir Nomor 041/1217/400/10/2012 tanggal 05 April 2012
6. Copy Keputusan Bupati Samosir Nomor 89 Tahun 2012 tanggal 1 Mei 2012
tentang Pemberian Izin Lokasi atas tanah yang terletak di Desa Hariara
Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir seluas + 800 ha.
7. Bagan Kerja Rencana Kegiatan Perkebunan dan Peternakan izin lokasi
no.89 tahun 2012 PT. Gorga Duma Sari
8. Copy Surat Kepala Dinas Kehutanan dan perkebunan Kabupaten Samosir
Nomor 522.21/407/PH/DKP/2012 tanggal 4 Mei 2012 perihal Permintaan
Pertimbangan Teknis Izin Pemanfaatan kayu (IPK) pada Areal Penggunaan
Lain (APL) an. PT. Gorga Duma Sari.
9. Laporan Perjalanan dinas dalam rangka pemeriksaan lokasi permohonan
IPK atas nama PT. Gorga Duma sari di Desa hariara Pintu Kecamatan
Harian Kabupaten Samosir
10. Copy Surat Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Nomor
522.21/9236 tanggal 10 Desember 2012 perihal Permohonan Izin
Pemanfaatan Kayu (IPK) an. PT. Gorga Duma Sari
11. Copy Surat Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir
Nomor 522.21/1201/PH/DKP/2012 tanggal 17 Desember 2012 perihal
Perintah Melaksanakan Timber Cruising.
- 24 -
12. Copy Surat Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir
Nomor
522.21/024/PH/DKP/2013
tanggal
9
Januari
2013
perihal
Persetujuan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) an. PT. Gorga Duma Sari.
13. Surat Pernyataan PT. Gorga Duma Sari tidak melakukan aktifitas apapun
dari rencana Usaha PT. Gorga Duma Sari sebelum terbitnya Izin
Lingkungan dari Bupati Samosir (Pemerintah Kabupaten Samosir)
14. Copy Bank Garansi Nomor 01/BG/01/2013 PT. Gorga Duma Sari tanggal
14 Januari 2013
15. Copy Bank Garansi Nomor 02/BG/01/2013 PT. Gorga Duma Sari tanggal 14
Januari 2013
16. Keputusan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir
Nomor 005 Tahun 2013 tentang Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) di areal izin
lokasi atas tanah yang terletak di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian
Kabupaten Samosir seluas + 800 ha an. PT. Gorga Duma Sari
17. Surat PT. GDS Nomor 006/SK/PT.GDS/I/2013 perihal Permohonan
Rekomendasi Dokumen Izin Lingkungan Hidup
18. Copy Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Nomor
522.21/1135 tanggal 14 Februari 2013
tentang Pengangkatan dan
Penetapan Petugas Kehutanan sebagai Pejabat Penerbit Dokumen Surat
Keterangan Sah Kayu Bulat (SKSKB) dan Nomor Register Pejabat Penerbit
Dokumen SKSKB pada PT. Gorga Duma Sari Dinas Kehutanan dan
Perkebunan Kabupaten Samosir
19. Copy Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Nomor
522.21/1132 tanggal 14 Februari 2013
tentang Pengangkatan dan
Penetapan Petugas Kehutanan sebagai Pejabat Pengesah Laporan Hasil
Penebangan (P2LHP) dan Penetapan Nomor Register P2LHP pada PT.
Gorga Duma Sari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir
20. Copy Keputusan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten
Samosir Nomor 014 Tahun 2012 tanggal 08 Februari 2013 tentang
Penetapan
Lokasi
Tempat
Pengumpulan
Kayu
(TPn)
pada
Izin
Pemanfaatan kayu (IPK) di Areal Lokasi Atas Tanah yang terletak di Desa
Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir a.n PT Gorga Duma
Sari;
21. Copy
Surat
Kepala
Badan
Lingkungan
Hidup,
Penelitian
dan
Pengembangan Kabupaten Samosir Nomor 660/80/BLHPP/2013 tanggal 01
- 25 -
Maret 2013 perihal Permohonan Rekomendasi Dokumen Izin Lingkungan
Hidup oleh PT Gorga Duma Sari
22. Surat Perintah Pembayaran Provisi Sumber Daya Hutan ( SPP-PSDH)
23. Surat Perintah Pembayaran Dana Reboisasi (SPP-DR)
24. Copy
Telaahan
Staf
Badan
Lingkungan
Hidup,
Penelitian
dan
Pengembangan Kabupaten Samosir tanggal 05 April 2013 perihal
Pengenaan Wajib Izin Lingkungan dan Penyusunan Dokumen AMDAL a.n
PT Gorga Duma Sari
25. Copy Surat Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara Nomor
522.21/3543 tanggal 3 Mei 2013 perihal Kepastian Hukum Penerbita Izin
Pemanfaatan Kayu;n
26. Surat Perintah Pembayaran Penggantian Nilai Tegakan (SPP.GR)
27. Copy Surat Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Nomor
1348/BLH-SU/BPL-KL/2013
tanggal
03
Juni
2013
perihal
Penghentian Kegiatan PT Gorga Duma Sari
28. Copy Surat Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Nomor
1348/BLH-SU/BPL-KL/2013
tanggal
28
Juni
2013
perihal
Penanganan Kasus Hutan Tele atas kegiatan PT Gorga Duma Sari
29. Copy Perjanjian Sewa Menyewa Alat Berat antara PT Gorga Duma Sari
dengan CV Subur Rumah Miduk
30. Copy Perjanjian Borongan antara PT Gorga Duma Sari dengan CV Subur
Rumah Miduk
31. Copy Surat Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara
Nomor 3055/BLH-SU/BPL-KL/2013 tanggal 01 November 2013 perihal
Penydikan Tindak Pidana Lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT Gorga
Duma Sari
32. Copy Kwitansi Termin 1 (pertama) penyusunan AMDAL Pembangunan
Kawasan Pertanian dan Peternakan an. PT Gorga Duma Sari berdasarkan
Kontrak Kerja Nomor 10/KTR-TU/GORGA/XI/2013 tanggal 15 November
2013
33. Copy Perjanjian Kerjasama Penyusunan AMDAL Nomor 10 /KTRTU/GORGA/XI/2013 tanggal 15 November 2013 antara PT Gorga Duma
Sari dengan CV Tri Unggul Konsultan
34. Copy Surat Bupati Samosir Nomor 188/3978/K/2013 tanggal 29 November
2013 perihal Penjelasan tentang Kegiatan PT Gorga Duma Sari
35. Copy Berita Acara Verifikasi Lapangan
- 26 -
36. Berita Acara Pengambilan Sampel
37. Berita Acara Verifikasi Sengketa Lingkungan Hidup
38. Undangan Rapat Nomor 005/03/KPA BLHPP/II/2014
39. Copy Surat Sekda Perihal Penyampaian Salinan Keputusan Menteri
Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2014 tentang Penerapan Sanksi
Administratif Paksaan Pemerintah berupa Penghentian Sementara Seluruh
Kegiatan Kepada PT Gorga Duma Sari
40. Saran dan Masukan
41. Copy Berita Acara Rapat Tim Teknis Pembahasan KA-ANDAL Rencana
Kegiatan Pembangunan Perkebunan Jeruk dan Peternakan Sapi Potong
oleh PT Gorga Duma Sari di Desa Hariara Pintu Nomor 072/006/KPA
BLHPP/III/2014
42. Saran/ Masukan Tim Teknis KA-ANDAL
43. Hasil Notulensi/Arahan Rapat Komisi Penilai AMDAL Kabupaten Samosir
Pembahasan KA-ANDAL Rencana Kegiatan Pembangunan Perkebunan
Jeruk dan Peternakan Sapi Potong oleh PT Gorga Duma Sari
44. Surat GDS Nomor 21/SK/PT GDS/IV/ 2014 Perihal Penyerahan Perbaikan
KA-ANDAL
45. Berita Acara Rapat Tim Teknis Pembahasan Verifikasi KA-ANDAL Rencana
Kegiatan Pembangunan Perkebunan Jeruk dan Peternakan Sapi Potong
oleh PT Gorga Duma Sari Potong oleh PT Gorga Duma Sari di Desa
Hariara Pintu Nomor 072/009/KPA BLHPP/IV/2014
46. Surat Keputusan Kepala BLHPP Nomor08 Tahun 2014 tentang Persetujuan
KA-ANDAL Kegiatan Pembangunan Perkebunan Jeruk dan Peternakan
Sapi Potong oleh PT Gorga Duma Sari di Desa Hariara Pintu Kecamatan
Harian Kabupaten Samosir
47. Surat Kepala BLHPP Nomor 660/402/BLHPP/BTL/V/2014 Pengumuman
tentang Permohonan IzinLingkungan PT Gorga Duma Sari
48. Surat PT GDS Nomor 27/SK/PT GDS/V/2014 hal Permohonan Izin
Lingkungan PT Gorga Duma Sari
49. Surat Tanggapan Masyarakat
50. Surat PT GDS Nomor 30/SK/PT.GDS/VI/2014 perihal Konfirmasi Jadwal
Pembahasan Dokumen ANDAL dan RKL-RPL
51. Surat PT GDS Nomor 31/SK/PT.GDS/VI/2014 perihal Meminta Kepastian
Proses Permohonan Izin Lingkungan , Penilaian Dokumen ANDAL dan
RKL-RPL
- 27 -
52. Surat Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Perkembangan Kabbupaten
Samosir Nomor 660/598/BTL.BLHPP/VII/2014
53. Copy Data Pengiriman Kayu PT Gorga Duma Sari bulan Maret 2013 sampai
dengan April 2014
54. Copy Peta Tebangan Izin Pemanfaatan Kayu PT Gorga Duma Sari
55. Kerangka Acuan ANDAL PT Gorga Duma Sari
56. Analisis Dampak Lingkungan PT Gorga Duma Sari
Tetap terlampir dalam berkas perkara
6. Membebankan Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp5.000,00 (lima
ribu rupiah)
Telah membaca :
1. Akta Permintaan Banding yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Balige,
yang menerangkan bahwa pada tanggal 19 Agustus 2015, Terdakwa melalui
Penasihat Hukumnya telah mengajukan permintaan banding atas putusan
Pengadilan Negeri Balige nomor : 28/Pid.Sus/2015/PN.Blg tanggal 19 Agustus
2015;
2. Akta Permintaan Banding yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Balige,
yang menerangkan bahwa pada tanggal 23 Agustus 2015, Jaksa Penuntut
Umum telah mengajukan permintaan banding atas putusan Pengadilan Negeri
Balige nomor : 28/Pid.Sus/2015/PN.Blg tanggal 19 Agustus 2015;
3. Relaas pemberitahuan permintaan banding yang dibuat oleh Jurusita
Pengganti Pengadilan Negeri Balige bahwa permintaan banding tersebut telah
dengan sempurna diberitahukan kepada Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa
melalui Penasihat Hukumnya masing-masing pada tanggal 28 Agustus 2015
dan tanggal 19 Oktober 2015;
4. Memori banding yang diajukan oleh Terdakwa melalui Penasihat Hukumnya
tertanggal 17 September 2015, yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan
Negeri Balige tanggal 17 September 2015, dan memori banding tersebut telah
dengan sempurna diberitahukan dan diserahkan kepada Jaksa Penuntut
Umum pada tanggal 12 Oktober 2015;
- 28 -
5. Memori banding yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum tertanggal 25
September 2015, yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balige
tanggal 28 September 2015;
6. Surat mempelajari berkas perkara Pengadilan Negeri Balige tertanggal 3
September 2015 yang disampaikan masing-masing kepada Jaksa Penuntut
Umum dan Terdakwa melalui Penasihat Hukumnya untuk mempelajari berkas
perkara tersebut, selama 7 (tujuh) hari sejak tanggal pemberitahuan tersebut,
sebelum berkas dikirim ke Pengadilan Tinggi;
Menimbang, bahwa permintaan banding yang diajukan oleh Terdakwa
melalui Penasihat Hukumnya dan Jaksa Penuntut Umum telah diajukan dalam
tenggang waktu dan menurut tata cara serta syarat-syarat yang ditentukan oleh
Undang-Undang, oleh karena itu permohonan banding tersebut secara formal
dapat diterima;
Menimbang, bahwa memori banding yang diajukan oleh Terdakwa melalui
Penasihat Hukumnya tertanggal 17 September 2015, menerangkan sebagai
berikut :
TENTANG KASUS POSISI
 Bahwa Pembandng adalah seorang Direktur Utama dari sebuah Perusahaan
yang bernama PT.Gorga Duma Sari (PT.GDS) yang diangkat berdasarkan Akta
Notaris Julitri Roriana SH dengan Nomor 26 tanggal 9 November 2011, dimana
tugas dan tanggung jawab dari Pembanding selaku Direktur Utama PT.GDS
adalah bertanggung jawab terhadap semua kegiatan perusahaan di dalam
maupun diluar pengadilan sesuai dengan Anggran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga PT.GDS ;
 Bahwa PT.GDS merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang
Perkebunan Jeruk dan Peternakan Sapi Potong sesuai dengan izin Lingkungan
yang dikeluarkan oleh Bupati Samosir dengan Nomor 273 dan 274 Tahun 2014
tertanggal 15 Desember 2014 ;
 Bahwa PT.GDS berkedudukan di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian,
Kabupaten Samosir yang memiliki izin lengkap serta dokumen lengkap dari
Bupati
dan
Pemerintah
Kabupaten
Pemanfaatan Kayu (IPK), dll;
Samosir
seperti
Izin
Lokasi,
Izin
- 29 -
 Bahwa seluruh penerbitan izin PT.GDS telah sesuai dengan prosedur dan
perundang-undangan yang berlaku di Indonesia yang dikeluarkan oleh instansi
pemerintah yang berkaitan untuk itu;
 Bahwa Pembanding selaku Direktur Utama PT.GDS memiliki Izin Prinsip
Penanaman Modal yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Samosir Badan
Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Nomor : 001/1217/IP/I/PMDN/2012
tertanggal 23 Februari 2012 ;
 Bahwa setelah keluarnya penerbitan Izin Prinsip Penanaman Modal yang
dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Samosir tersebut dilanjutkan dengan
keluarnya Izin Lokasi Pembanding yaitu Surat Keputusan Bupati Samosir Nomor
89 Tahun 2012 Tentang Pemberian Izin Lokasi Atas Tanah Yang Terletak Di
Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian Kabupaten Samosir Seluas ± 800 Ha
tertanggal 1 Mei 2012 ;
 Bahwa Pembanding juga telah memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
Nomor : 000107/BPMPT/IMB/XI/2012 yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten
Samosir Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu tertanggal 30
November 2012 ;
 Bahwa setelah terbitnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Pembanding tersebut
diteruskan dilanjutkan dengan keluarnya Surat Persetujuan Izin Pemanfaatan
Kayu (IPK) PT.Gorga Duma Sari Nomor : 522.21/024/PH/DKP/2013 yang
dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 9 Januari 2013 ;
 Bahwa setelah izin IPK Pembanding tersebut diterbitkan oleh Pemerintah
Kabupaten Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan maka Pemerintah
Kabupaten Samosir memberikan Garansi Bank Izin Pemanfaatan Kayu kepada
Pembanding dengan Nomor 522.21/034/PH/DKP/2013 yang dikeluarkan
Pemerintah Kabupaten Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan tertanggal
10 Januari 2013 ;
 Bahwa setelah adanya garansi Bank IPK tersebut maka Pembanding
memasukkan Bank Garansi (Jaminan Bank) Nomor : 01/BG/01/2013 yang
dikeluarkan Bank Rakyat Indonesia Cabang Balige tertanggal 14 Januari 2013
dan Bank Garansi (Jaminan Bank) Nomor : 02/BG/01/2013 yang dikeluarkan
PT.Bank Rakyat Indonesia Cabang Balige tertanggal 14 Januari 2013 ;
 Bahwa setelah Pembanding melengkapi dokumen sebagaimana tersebut diatas
maka
Kepala
Dinas
Kehutanan
dan
Perkebunan
Kabupaten
Samosir
mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan
- 30 -
Kabupaten Samosir Nomor : 005 Tahun 2013 Tentang Izin Pemanfaatan Kayu
(IPK) di Areal Lokasi Atas Tanah Yang terletak Di Desa Hariara Pintu
Kecamatan Harian Kabupaten Samosir Seluas 800 Ha Atas Nama PT.GDS
tertanggal 16 Januari 2013 ;
 Bahwa kemudian Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Provinsi Sumatera Utara
mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan
Kabupaten Samosir Nomor 014 tahun 2013 Tentang Penetapan Lokasi Tempat
Penimbunan Kayu (TPK) Dan Tempat Pengumpulan Kayu (TPn) Pada Izin
Pemanfaatan Kayu (IPK) Di Areal Lokasi Atas Tanah yang Terletak Di Desa
Hariara Pintu Kecamatan Harian Kabupaten Samosir Atas Nama PT.GDS
tertanggal 18 Februari 2013 ;
 Bahwa setelah Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Sumatera Utara
menerbitkan surat tersebut maka Pembanding melakukan pembayaran
sebagaimana ketentuan yang berlaku untuk itu yakni sebagai berikut :
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Provinsi Sumber Daya Hutan (PSDH)
Nomor 010331 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 20 Maret 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 010313 yang
dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan tertanggal 20
Maret 2013 ;
- Surat Nomor : 522.21/356/PH/DKP/2013 Perihal Pemanfaatan Kayu Bulat
Kecil (KBK) dengan Kelas diameter Kurang dari 20 Cm dan Sisa Pembalakan
kayu yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 28 Maret 2013 ;
- Surat Nomor : 522.21/456/PH/DKP/2013 Perihal Usulan Pejabat Penagih
SPP-GR Pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir yang
dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan tertanggal 29
April 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran Penggantian Nilai Tegakan (SPP-GR) Nomor :
010513 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 10 May 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Provinsi Sumber Daya Hutan (PSDH)
Nomor : 050513 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 10 May 2013 ;
- 31 -
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 050513 yang
dikeluarkan Pemkab Kabupaten Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 10 May 2013 ;
- Surat
Perintah
Pembayaran
Ganti
Rugi
Nilai
Tegakan
LHP
05/LHP/PT.GDS/V/2013 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan
dan Perkebunan tertanggal 3 Juni 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran Penggantian Nilai Tegakan (SPP-GR) Nomor :
020613 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 3 Juni 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 060613
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 3 Juni 2013 ;
 Bahwa pada tanggal 7 Juni 2013 Bupati Samosir mengeluarkan Surat
Keputusan Bupati Samosir Nomor 100 Tahun 2013 Tentang Perubahan
Keputusan Bupati Samosir Nomor 89 Tahun 2012 Tentang Pemberian Izin
Lokasi Atas Tanah Yang Terletak Di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian
Kabupaten Samosir Seluas ± 800 Ha kepada PT.Gorga Duma Sari (PT.GDS) ;
 Bahwa kemudian PT.GDS kembali melakukan pembayaran sebagaimana
arahan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Sumatera Utara yakni
sebagai berikut :
- Surat Perintah Pembayaran Penggantian Nilai Tegakan (SPP-GR) Nomor :
030613
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 8 Juni 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 080713
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 4 Juli 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Provinsi Sumber Daya Hutan (PSDH)
Nomor : 080713 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 4 Juli 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran Penggantian Nilai Tegakan (SPP-GR) Nomor :
040713
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 16 Juli 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Provinsi Sumber Daya Hutan (PSDH)
Nomor 090713 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 16 Juli 2013 ;
- 32 -
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 090713
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 16 Juli 2013 ;
- Surat Nomor : 022/SK/PT.GDS/VII/2013 Perihal
Perkembangan Kegiatan
IPK dan Sisa Potensi Kayu yang dikeluarkan PT.GDS
tertanggal 26 Juli
2013;
 Bahwa pada tanggal 29 Juli 2013 Pemerintah Kabupaten Samosir Dinas
Kehutanan
dan
Perkebunan
mengeluarkan
Surat
Nomor
:
522.21/750/PH/DKP/2013 mengenai Perintah Pengukuran Potensi Pohon yang
dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan kepada
PT.GDS;
 Bahwa PT.Gorga Duma Sari (PT.GDS) kembali melakukan pembayaran kepada
Pemerintah atas pohon yang telah ditebang dilokasi kegiatan PT.GDS tersebut
yakni sebagai berikut :
- Surat Perintah Pembayaran Penggantian Nilai tegakan (SPP-GR) Nomor :
050713
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 31 Juli 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran Penggantian Nilai tegakan (SPP-GR) Nomor :
050713
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 31 Juli 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Provinsi Sumber Daya Hutan (PSDH)
Nomor : 100713 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 31 Juli 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 10071
3yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 31 Juli 2013 ;
- Surat Nomor : 522.21/776/PH/DKP/2013 Perihal Pernyataan Kesanggupan
Melaksanaan
Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) yang dikeluarkan Pemkab
Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan tertanggal 14 Agustus 2013
 Bahwa atas arahan Pemerintah Kabupaten Samosir dan Dinas Kehutanan dan
Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, Pembanding mengeluarkan Surat
Pernyataan Kesanggupan Melaksanaan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) dengan
Nomor : 03/SP-PT.GDS/VIII/2013 yang dikeluarkan PT.GDS tertanggal 15
Agustus 2013 ;
 Bahwa kemudian Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir
mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan
- 33 -
Kabupaten Samosir Nomor : 085 Tahun 2013 tentang Revisi Keputusan Kepala
Dinas Kehutanan dan Perkebunan kabupaten Samosir Nomor 005 Tahun 2013
Tanggal 16 Januari 2013 tentang Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) di Areal izin
Lokasi Atas tanah Yang Terletak Di Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian
Kabupaten Samosir Seluas 800 Ha kepada PT.GDS tertanggal 16 Agustus
2013;
 Bahwa PT.GDS kembali melakukan pembayaran secara resmi kepada Tergugat
II atas pemanfaatan kayu di lokasi Penggugat yakni sebagai berikut :
- Surat Perintah Pembayaran Penggantian Nilai Tegakan (SPP-GR) Nomor
060813
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 27 Agustus 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Provinsi Sumber Daya Hutan (PSDH)
Nomor : 130813 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 27 Agustus 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi Nomor : 130813 yang
dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan tertanggal
27 Agustus 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Provinsi Sumber Daya hutan (PSDH)
Nomor : 150913 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 18 September 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 150913
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 23 September 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran Penggantian Nilai Tegakan (SPP-GR) Nomor :
070913
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 23 September 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Provinsi Sumber Daya Hutan (PSDH)
Nomor : 161013 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 2 Oktober 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 161013
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 2 Oktober 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Provinsi Sumber Daya Hutan (PSDH)
Nomor : 171013 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 11 Oktober 2013 ;
- 34 -
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 171013
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 11 Oktober 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran Penggantian Nilai Tegakan (SPP-GR) Nomor :
081113
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 4 November 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Provinsi Sumber Daya Hutan (PSDH)
Nomor 181113 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 4 November 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 181113
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 4 November 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran
(SPP) Provinsi sumber Daya Hutan (PSDH)
Nomor : 191113 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 18 November 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 191113
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 18 November 2013 ;
 Bahwa kemudian Pembanding mengajukan permohonan Hak Guna Usaha
(HGU) dengan Surat Nomor : 036/SK/PT.GDS/XI/2013 Perihal Permohonan
Hak Guna Usaha (HGU) yang dikeluarkan PT.GDS tertanggal 29 November
2013 ;
 Bahwa Pembanding kembali melakukan pembayaran kepada Negara yakni
sebagai berikut :
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Provinsi Sumber Daya Hutan (PSDH)
Nomor : 201213 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 2 Desember 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 201213
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 2 Desember 2013 ;
 Bahwa pada tanggal 9 Desember 2013 Pemerintah Kabupaten Samosir Dinas
Kehutanan dan Perkebunan memerintahkan Pembanding agar melakukan
penambahan garansi Bank atas Izin pemanfaatan kayu yakni Surat Nomor :
522.21/172/PH/DKP/2013 Perihal Penambahan Garansi Bank Izin pemanfaatan
Kayu (IPK) An.PT.GDS yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan
dan Perkebunan ;
- 35 -
 Bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan juga
mengeluarkan Surat kepada Pembanding yakni Keputusan Kepala Dinas
Kehutanan Dan perkebunan Kabupaten Samosir Nomor 099 Tahun 2013
Tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Dinas kehutanan Dan Perkebunan
Kabupaten Samosir Nomor 085 Tahun 2013 tentang revisi Keputusan kepala
dinas Kehutanan Dan Perkebunan kanupaten Samosir Nomor 005 Tahun 2013
Tanggal 16 Januari 2013 Tentang izin Pemanfaatan Kayu (IPK) Di Areal izin
Lokasi Atas Tanah yang Terletak Di Desa Hariara Pintu kecamatan Harian
Kabupaten Samosir Seluas 800 Ha An.PT.GDS tertanggal 10 Desember 2013 ;
 Bahwa atas Surat Nomor : 522.21/172/PH/DKP/2013 Perihal Penambahan
Garansi Bank Izin pemanfaatan Kayu (IPK) An.PT.GDS yang dikeluarkan
Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan tertanggal 9 Desember
2013 tersebut maka Pembanding mengeluarkan surat dengan Nomor :
042/SK/PT.GDS/X/2013 Perihal Penyampaian Bank Garansi yang dikeluarkan
PT.GDS tertanggal 10 Desember 2013 ;
 Bahwa
Pembanding
kembali
memasukkan
sejumlah
uang
jaminan
sebagaimana arahan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten
Samosir tersebut yakni sebagai berikut :
- Bank Garansi (Jaminan Bank) Nomor : 32/BG/12/2013 yang dikeluarkan
PT.Bank Rakyat Indonesia Cabang Pangururan ;
- Bank Garansi (Jaminan Bank) Nomor : 34/BG/12/2013 yang dikeluarkan
PT.Bank Rakyat Indonesia Cabang Pangururan ;
- Surat Perintah Pembayaran Penggantian Nilai Tegakan (SPP-GR) Nomor :
091213
yang
dikeluarkan
Pemkab
Samosir
Dinas
Kehutanan
dan
Perkebunan tertanggal 17 Desember 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Provinsi Sumber Daya Hutan (PSDH)
Nomor : 211213 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 17 Desember 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 211213
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 17 Desember 2013 ;
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Provinsi sumber Daya Hutan (PSDH)
Nomor 220114 yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan
Perkebunan tertanggal 2 Januari 2014 ;
- 36 -
- Surat Perintah Pembayaran (SPP) Dana Reboisasi (DR) Nomor : 220114
yang dikeluarkan Pemkab Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
tertanggal 2 Januari 2014 ;
 Bahwa Pembanding mengeluarkan Surat kepada Dinas Kehutanan dan
Perkebunan
Provinsi
Sumatera
Utara
dengan
Surat
Nomor
:
005/SK/PT.GDS/I/2014 Perihal Permohonan Perpanjangan Izin Pemanfaatan
kayu (IPK) yang dikeluarkan PT.GDS tertanggal 13 Januari 2014 ;
 Bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
memberikan
surat
kepada
Pembanding
dengan
Surat
Nomor
:
522.21/059/PH/DKP/2014 Perihal Penyampaian Berita Acara Stock Opname
Kayu Bulat Kecil dan Kayu Bulat IPK PT.GDS yang dikeluarkan Pemkab
Samosir dinas Kehutanan dan Perkebunan tertanggal 21 Januari 2014 ;
 Bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir Dinas Kehutanan dan Perkebunan
mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Kabupaten Samosir Nomor : 010 Tahun 2014 Tentang Perpanjangan
Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Samosir
Nomor 099 Tahun 2013 Tanggal 10 Desember 2013 Tentang Perubahan
Kedua Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten
Samosir Nomor 005 Tahun 2013 Tentang izin Pemanfaatan kayu (IPK) Di Areal
izin lokasi Atas Tanah yang Terletak di Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian
Kabupaten samosir seluas 800 Ha An.PT.GDS tertanggal 29 Januari 2014 ;
 Bahwa Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Sumatera Utara kemudian
mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera
Utara Nomor : 522.21/0602 Tentang Pengangkatan Dan penetapan Petugas
Kehutanan Sebagai Pejabat Penerbit Dokumen Surat Keterangan Sah Kayu
Bulat (SKSKB) Dan Nomor Register pejabat Penerbit dokukmen SKSKB Pada
IPK PT.GDS Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir tertanggal
29 Januari 2014 dan Surat Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi
Sumatera Utara Nomor : 522.21/060 Tentang pengangkatan Dan penetapan
Petugas Kehutanan sebagai Pejabat Pengesah Laporan Hasil Penebangan
(P2LHP) Dan Penetapan Nomor Register P2LHP Pada PT.GDS Dinas
Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir tertanggal 29 Januari 2014 ;
 Bahwa pada tanggal 18 Februari 2014 Kementerian Lingkungan Hidup
mengeluarkan surat kepada Pembanding yakni Surat Keputusan Menteri
Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2014 Tentang
- 37 -
Penerapan Sanksi Administratif Paksaan Pemerintah Berupa Penghentian
Sementara Seluruh Kegiatan Kepada PT.GDS ;
 Bahwa Surat Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2014 tertanggal
18 Februari 2014 tersebut melarang Pembanding untuk melakukan seluruh
kegiatan dalam bentuk apapun juga dilokasi yang dimiliki Pembanding sampai
adanya Izin Lingkungan dari Pemerintah Kabupaten Samosir ;
 Bahwa atas surat dari Kementerian lingkungan Hidup tersebut maka
Pembanding
menghentikan
mengeluarkan
seluruh
Surat
Laporan
bahwa
kegiatan
PT.GDS
yakni
Pembanding
Surat
telah
Nomor
:
015/SK/PT.GDS/III/2014 Perihal Laporan Hasil Pelaksanaan Penghentian
Sementara Kegiatan Perusahaan yang dikeluarkan PT.GDS tertanggal 15
Maret 2014 ;
 Bahwa Pembanding juga mengeluarkan surat kepada Dinas Kehutanan dan
Perkebunan
Provinsi
20/SK/PT.GDS/XI/2013
sumatera
Perihal
Utara
dengan
Pemberitahuan
Surat
dan
Nomor
Penyelamatan
Pemanfaatan Kayu yang dikeluarkan PT.GDS tertanggal 21 April 2014 ;
 Bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir mengeluarkan
Surat Nomor :
522.21/1458/PH/DKP/2014 Perihal Izin lokasi Sebagai izin Peruntukan Untuk
Penerbitan izin Pemanfaatan kayu, yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten
Samosir Sekretariat Daerah tertanggal 8 September 2014
 Bahwa Kepala BLHPP mengeluarkan surat Keputusan Nomor 8 Tahun 2014
Tentang
Persetujuan
KA-ANDAL
kegiatan
Pembangunan
Jeruk
dan
Peternakan Sapi Potong oleh PT.Gorga Duma Sari di Desa Hariara Pintu
Nomor 072/009/KPA BLHPP/IV/2012;
 Bhawa setelah melalui mekanisme yang telah ditetapkan oleh undang-undang
maka PT.Gorga Duma Sari (Pembanding) memiliki dokumen Analisis Dampak
Lingkungan (ANDAL), AMDAL,RKL,Dll;
 Bahwa setelah melalui berbagai proses administrasi yang berlaku dan atas
petunjuk Surat Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia yaitu Surat
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 04 Tahun
2014 Tentang Penerapan Sanksi Administratif Paksaan Pemerintah Berupa
Penghentian Sementara Seluruh Kegiatan Kepada PT.GDS tertanggal 18
Februari 2014, Pembanding memiliki Izin Lingkungan dan izin Kelayakan
Lingkungan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Samosir yakni :
- Surat Keputusan Bupati Samosir Nomor 273 tahun 2014 Tentang
Kelayakan Lingkungan Hidup Pada Rencana Kegiatan Pembangunan
- 38 -
Perkebunan Jeruk dan Peternakan Sapi Potong Oleh PT.GDS Di Desa
Hariara Pintu Kecamatan harian Kabupaten Samosir
yang dikeluarkan
Bupati Samosir tertanggal 15 Desember 2014 ;
- Surat Keputusan Bupati Samosir
Lingkungan
Pada
Kegiatan
Nomor 274 tahun 2014 Tentang Izin
Pembangunan
Perkebunan
Jeruk
dan
Peternakan Sapi Potong Oleh PT.GDS Di Desa hariara Pintu Kecamatan
Harian Kabupaten Samosir yang dikeluarkan Bupati Samosir tertanggal 15
Desember 2014
 Bahwa
adapun
yang
menjadi
dasar
pertimbangan
Bupati
Samosir
Mengeluarkan izin Kelayakan Lingkungan Hidup Pada Rencana Kegiatan
Pembangunan Jeruk dan Peternakan Sapi Potong dan Izin Lingkungan, serta
izin Lingkungan Pada Kegiatan Pembangunan Jeruk dan Peternakan Sapi
Potong oleh PT.Gorga Duma Sari di Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian
Kabupaten samosir adalah :
-
UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah
diubah beberapa kali dan terakhir dengan UU Nomor 12 tahun 2008
Tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang
Pemerintah Daerah ;
-
UU Nomor 36 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan
Kabupaten Serdang Bedagai di Provinsi Sumatera Utara ;
-
UU Nomor 32 tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup ;
-
UU Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penata Ruang ;
-
PP Nomor 38 tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintah,
Pemerintah daerah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota ;
-
PP Nomor 27 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan ;
-
Peraturan Daerah Kabupaten Samosir Nomor 22 Tahun 2007 Tentang
Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Samosir ;
-
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 15 Tahun 2010
Tentang Persyaratan dan Tata Cara Lisensi Komisi Penilai Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan ;
-
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16
tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup ;
-
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 17
Tahun 2012 Tentang Pedoman Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses
Analisis Dampak Lingkungan Hidup dan izin Lingkungan ;
- 39 -
-
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 8 Tahun
2013 Tentang Tata Laksana Penilaian Dan Pemeriksaan Dokumen
Lingkungan Hidup Serta Penerbitan Izin Lingkungan ;
-
Peraturan
Menteri Dalam
Negeri Nomor 1 Tahun 2014 Tentang
Pembentukan Produk Hukum Daerah ;
-
Keputusan Bupati Samosir Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pembentukan
Komisi Penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL)
Kabupaten Samosir ;
-
Keputusan
Kepala
Badan
Lingkungan
Hidup,
Penelitian
Dan
Pengembangan Kabupaten Samosir Nomor 2 Tahun 2014 Tentang
Pembentukan Tim Teknis Komisi Penilai Amdal Kabupaten Samosir ;
-
Keputusan
Kepala
Badan
Lingkungan
Hidup,
Penelitian
dan
Pengembangan Kabupaten Samosir Nomor 3 Tahun 2014 Tentang
Pembentukan Tim Sekretariat Penilai Amdal Kabupaten Samosir ;
-
Keputusan
Kepala
Badan
Lingkungan
Hidup,
Penelitian
dan
Pengembangan Kabupaten Samosir Nomor 008 Tahun 2014 Tentang
Persetujuan Kerangka Acuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
(KA-ANDAL) Kegiatan Pembangunan Perkebunan Jeruk dan Sapi Potong
oleh PT.Gorga Duma Sari di Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian
Kabupaten Samosir ;

Bahwa setelah memiliki izin sebagaimana tersebut diatas maka Pembanding
mengeluarkan Surat Nomor : 005/SK/PT.GDS/I/2015 perihal Permohonan
Perpanjangan izin Pemanfaatan Kayu
(IPK) yang dikeluarkan PT.GDS
tertanggal 19 Januari 2015 dan Surat Nomor : 009/SK/PT.GDS/I/2015 Perihal
Penyampaian Berita Acara Stock Opname Kayu Bulat Kecil dan kayu Bulat,
IPK PT.GDS yang dikeluarkan PT.GDS tertanggal 28 Januari 2015 ;

Bahwa setelah memiliki Izin Lingkungan Pembanding mencoba menyurati
Kementerian
Lingkungan
Hidup
Indonesia
dengan
Surat
Nomor
:
007/SK/PT.GDS/I/2015 Perihal Penyampaian Permohonan Pencabutan Dan
Laporan Pelaksanaan kewajiban Atas Surat Keputusan Menteri Lingkungan
Hidup RI tertanggal 17 Januari 2015 ;

Bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir Dinas Kehutanan dan perkebunan
mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan
Kabupaten Samosir Nomor 053 tahun 2015 Tentang Perpanjangan Kedua
Keputusan Kepala dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir
Nomor 005 Tahun 2013 Tanggal 16 januari 2013 Tentang Izin Pemanfaatan
- 40 -
Kayu (IPK) Di Areal Izin Lokasi Atas Tanah Yang Terletak di Desa Hariara
Pintu Kecamatan Harian Kabupaten Samosir seluas 800 Ha An.PT.GDSyang
dikeluarkan Dinas
Maret
2015
dan
kehutanan dan Perkebunan Pangururan tertanggal 18
Surat
Nomor
;
522.21/308/PH/DKP/2015
Perihal
Perpanjangan Kedua keputusan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Kabupaten Samosir Nomor 005 Tahun 2013 tentang izin pemanfaatan Kayu
(IPK) Di areal Izin Lokasi Atas tanah yang terletak di Desa Hariara Pintu
Kecamatan Harian Kabupaten Samosir seluas 800 ha An.PT.GDS yang
dikeluarkan Dinas
kehutanan dan Perkebunan Pangururan tertanggal 19
Maret 2015;

Bahwa atas kegiatan tersebut diatas Pembanding didakwa dan dituntut oleh
Jaksa Penuntut Umum dengan dakwaan pasal 98 ayat (1) jo Pasal 116 ayat
(1) huruf b Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pasal 109 jo Pasal 116 ayat (1) huruf b
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup

Bahwa oleh karena Pembanding telah memiliki Izin Pemanfaatan Kayu (IPK)
dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Sumatera Utara dan telah
melakukan pembayaran secara resmi kepada Negara maka Pembanding
tidak melakukan kegiatan Ilegal apapun juga atau melanggar ketentuan
Undang-Undang yang berlaku di Indonesia ;

Bahwa masyarakat sekitar pulau Samosir khususnya daerah Tele dan Desa
Sianjur Mula-Mula tidak ada yang keberatan atas keberadaan Pembanding di
kabupaten Samosir, bahkan Pembanding sangat membantu ekonomi
masyrakat sekitar dengan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat
sekitar ;
TENTANG JUDEX A QUO SALAH DAN KELIRU MENILAI FAKTA

Bahwa Judex A quo telah menilai dan menerapkan Pasal 98 ayat (1) UndangUndang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup sebagai perbuatan yang dilanggar Pembanding ;

Bahwa jika seandainya Judex A quo cermat dan benar memimpin
persidangan Judex A quo semestinya mempertimbangkan keterangan ahli
Prof.H.Syamsul Arifin,SH,MH yang telah membantah seluruh dakwaan dan
tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum;

Bahwa Pembanding telah mengajukan beberapa orang Ahli di Persidangan
yakni : Prof.H.Syamsul Arifin,SH,MH, yang pada pokoknya menerangkan
- 41 -
bahwa tindakan Pengrusakan Lingkungan harus dilihat Rona Awal Lokasi
Hutan yang dirusak terlebih dahulu sehingga jika unsur Rona Awal Lokasi
Hutan tersebut tidak terpenuhi maka apa yang didakwakan oleh Jaksa
Penuntut Umum tidak terpenuhi ;

Bahwa lebih jauh menurut keterangan Ahli Prof.H.Syamsul Arifin,SH,MH
dalam bukunya Hukum Lingkungan di Indonesia halaman 226 untuk
menentukan telah terjadi kerusakan Lingkungan Hidup harus dipedomani
kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. Namun hingga saat ini pemerintah
belum menetapkan kriteria baku kerusakan lingkungan ;

Bahwa oleh karena sampai saat ini kriteria baku kerusakan lingkungan tidak
jelas dan tidak adanya pedoman yang jelas untuk itu maka dakwaan dan
tuntutan Jaksa penuntut umum tidaklah jelas (Vide bukti Tambaha
Pembanding No.171);
TENTANG FAKTA TERTULIS

Bahwa menurut Prof.DR.Takdir Rahmadi,SH,LLM, dalam bukunya Hukum
Lingkungan di Indonesia halaman 227, “harus dapat dibuktikan apakah
tindakan terdakwa dilakukan secara sengaja dan/ atau tindakan terdakwa
terdapat kelalaian”, maka bila dilihat dari fakta-fakta hukum dipersidangan,
baik dari keterangan saksi, ahli, bukti-bukti surat, petunjuk dan keterangan
terdakwa serta hasil sidang dilapangan (lokasi PT.GDS) telah terungkap
bahwa tindakan
Pembanding adalah bukan suatu kesengajaan atau
perbuatan lalai karena segala tindakan Pembanding dari awal melakukan
kegiatan seluruhnya berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia, hal ini sesuai dengan bukti Pembanding dipersidangan
sebelumnya
yakni
bukti
Pembanding
No.1
s/d
168
yang
telah
dikesampingkan oleh Judex a quo dipersidangan;

Maka berdasarkan uraian dan fakta-fakta diatas sudah jelas bahwa segala
tindakan Pembanding tersebut bukanlah dilakukan dengan kesengajaan;
TENTANG KEPUTUSAN JUDEX A QUO YANG MENYATAKAN PEMBANDING
MELAKUKAN PERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP
 Bahwa Judex A quo dalam pertimbangan hukumnya dan keputusannya
menerapkan Pasal 98 ayat (1) UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai yang terbukti dilanggar oleh
Pembanding ;
- 42 -
 Bahwa dalam pertimbangan-pertimbangannya, Judex A quo sama sekali
tidak ada mempertimbangkan Pledoi dan Duplik dari Penasehat Hukum
Pembanding yaitu :
1. Unsur Setiap Orang.
Bahwa unsur setiap orang dalam hukum pidana menunjuk kepada
subjek hukum yaitu manusia pribadi dan badan hukum selaku
pendukung hak dan kewajiban.
Bahwa berdasarkan pasal 1 angka (32) UU RI Nomor 32 Tahun 2009
tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Lingkungan Hidup yang
dimaksud dengan setiap orang adalah perseorangan atau badan usaha,
baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum;
Bahwa berdasarkan pasal 116 ayat (1) huruf b UU RI No.32 tahun 2009
tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Lingkungan Hidup dilakukan
oleh, untuk, atau atas nama badan usaha, tuntutan pidana dan sanksi
pidana dijatuhkan kepada orang yang memberi perintah untuk
melakukan tindak pidana tersebut atau orang yang bertindak sebagai
pemimpin kegiatan dalam tindak pidana tersebut;
Bahwa unsur setiap orang adalah untuk mengetahui siapa atau siapa
saja orangnya yang didakwa atau akan dipertanggung jawabkan karena
perbuatannya yang telah dilakukan sebagaimana telah dirumuskan
didalam surat dakwaan;
2. Unsur Dengan Sengaja.
Bahwa unsur dengan sengaja atau karena kelalain sebagai unsur delik
lingkungan adalah berkaitan dengan niat atau sikap dan perilaku
seseorang, oleh karena itu untuk membuktikan hal tersebut diperlukan
ilmu dan keterampilan sendiri untuk menafsirkan hal tersebut;
a. Bahwa unuk mengkaji unsur dengan sengaja dalam Hukum
Lingkungan berdasarkan UU No.32 Tahun 2009 sebagaimana
tuntutan Jaksa penuntut umum terhadap diri Pembanding yang
melanggar Pasal 98 ayat (1) tersebut maka menurut Prof.DR.Takdir
Rahmadi,SH,LLM, dalam bukunya Hukum Lingkungan di Indonesia
halaman 227 harus dibuktikan terlebih dahulu apakah tindakan
terdakwa dilakukan secara sengaja dan atau tindakan terdakwa
terdapat kelalaian;
b. Bahwa bila dilihat dari fakta-fakta hukum dipersidangan, baik dari
keterangan saksi, ahli, bukti-bukti surat, petunjuk dan keterangan
- 43 -
terdakwa serta hasil sidang dilapangan (Lokasi PT.GDS) telah
terungkap bahwa tindakan Pembanding adalah bukan merupakan
suatu kesengajaan atau perbuatan lalai karena segala tindakan
Pembanding dari awal melakukan kegiatan seluruhnya berlandaskan
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, hal
ini sesuai dengan bukti Pembanding dipersidangan sebelumnya
yakni bukti Pembanding No.1 s/d 168 yang telah dikesampingkan
oleh Judex a quo dipersidangan;
c. Bahwa tindakan Pembanding yang melakukan kegiatan di lokasi
kegiatan
seperti
:
penebangan
penimbunan kayu (TPK), dll,
kayu,
pengangkutan
kayu,
berdasarkan fakta yang terungkap
dipersidangan adalah suatu kegiatan yang dibenarkan oleh undangundang yaitu berbagai Izin yang dikeluarkan oleh Dinas Kehutanan
dan Perkebunan Provinsi Sumatera Utara sebagaimana diatur
didalam Permenhut RI No.14 Tentang Izin Pemanfaatan Kayu (IPK),
maka sesuai dengan pasal 11 ayat (1) s/d ayat (4) Permenhut RI
No.14 Tahun 2011 tersebut tindakan Pembanding bukanlah suatu
unsure kesengajaan atau yang disengaja, maka oleh sebab itu unsur
delik ini tidak terpenuhi terhadap diri Pembanding dan haruslah
dikesampingkan;
d. Bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia
No.5 Tahun 2012 Tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan
yang wajib memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
(AMDAL) Lampiran 1 Butir C Bidang Pertanian yang menyatakan
bahwa jenis kegiatan Budidaya Tanaman Holtikultura dengan atau
tanpa pengolahannya dengan luas lebih besar atau sama dengan
5.000 Ha (lima ribu hektar) diwajibkan memiliki Dokumen Izin
Lingkungan dan Izin Lingkungan, Sementara Izin Areal Konsesi
PT.GDS (Pembanding) sesuai dengan Izin Lokasi yang diberikan
oleh Pemerintah Kabupaten Samosir hanya kurang lebih 800 Ha
saja;
e. Bahwa jika Pembanding menelaah Peraturan Menteri Lingkungan
Hidup Indonesia tersebut diatas maka Pembanding selaku Direktur
PT.GDS tidaklah diwajibkan memiliki Izin Lingkungan dan Dokumen
Lingkungan karena izin Pembanding hanya seluas 800 Ha (delapan
ratus hektar) saja;
- 44 -
f. Bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik
Indonesia tersebut diatas maka tindakan Pembanding tidak dapat
dikualifikasikan melanggar unsur delik ini karena hal tersebut bukan
merupakan kelalaian atau kesengajaan yang dilakukan oleh
Pembanding maka oleh sebab itu unsur kedua ini tidaklah terpenuhi
atas diri Pembanding dan harus dikesampingkan;
3. Unsur Melakukan Perbuatan Yang Mengakibatkan Dilampaui Baku Mutu
Udara Ambien, Baku Mutu Air, Baku Mutu Air Laut Atau Kriteria Baku
Kerusakan Lingkungan Hidup.
Bahwa Unsur “Melakukan Perbuatan Yang Mengakibatkan Dilampaui
Baku Mutu Udara Ambien, Baku Mutu Air, Baku Mutu Air Laut Atau
Kriteria Baku Kerusakan Lingkungan Hidup” merupakan unsur mengenai
suatu tindakan/perbuatan pelaku delik tentang pencemaran dan/atau
kerusakan lingkungan yang tidak lain adalah dilampauinya baku mutu
dan kriteria baku kerusakan lingkungan.
a.
Bahwa yang dimaksud dengan unsur “perusakan lingkungan hidup”
adalah tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak
langsung terhadap sifat fisik dan/atau hayatinya yang mengakibatkan
lingkungan
hidup
tidak
berfungsi
lagi
dalam
menunjang
pembangunan berkelanjutan.
b.
Bahwa ahli dari Tim Lingkungan Hidup yang melakukan pengambilan
sampel tanah untuk diuji di Labotorium tidaklah sesuai dengan PP
Nomor 150 tentang Pengendalian Kerusakan Tanah Untuk Produksi
Biomasa sebagaimana diatur dalam pasal 9 ayat (1) PP No.150
Tahun 2000.
c.
Bahwa sampel tanah yang diambil tim Ahli dari Lingkungan Hidup
tersebut juga tidak dilakukan dengan prosedur yang benar, hal ini
sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik
Indonesia Nomor : 36/KMA/SK/II/2013 Tentang Pemberlakuan
Pedoman
Penanganan
Perkara
Lingkungan
Hidup
dan
Penjelasannya, tertanggal 22 Febuari 2013 yang terdapat dalam
lampirannya pada BAB V Pedoman Penanganan Perkara Pidana
Lingkungan pada huruf C tentang Pembuktian Tindak Pidana
Lingkungan tentang Surat pada huruf b yang menyebutkan Berita
Acara Pengambilan Contoh-Pengambilan Contoh harus valid diambil
dengan prosedur yang benar.
- 45 -
d.
Bahwa berdasarkan keterangan ahli Prof.H.Syamsul Arifin,SH,MH di
dalam
persidangan
yang
menyatakan
tindakan
pengrusakan
lingkungan harus dilihat “rona awal lokasi hutan yang dirusak”, maka
berdasarkan keterangan ahli tersebut Rona Awal kerusakan hutan
tidaklah terpenuhi atau tidak dapat dibuktikan oleh Jaksa Penuntut
Umum sehingga unsur ini tidak dapat terpenuhi.
e.
Bahwa menurut Prof.DR.Takdir Rahmadi,SH,LLM, dalam bukunya
Hukum Lingkungan di Indonesia halaman 226 yang menyatakan
untuk menentukan telah terjadi kerusakan Lingkungan Hidup harus
dipedomani Kriteria Baku Kerusakan Lingkungan Hidup, namun
hingga saat ini Pemerintah belum dapat menetapkan kriteria baku
kerusakan lingkungan tersebut atau belum ada standarisasi kriteria
baku kerusakan lingkungan
f.
Bahwa
Jaksa
Penuntut
Umum
mendakwa
dan
menuntut
Pembanding dengan menggunakan Dasar Hukum Baku Kerusakan
Lingkungan Hidup berdasarkan PP No.150 Tahun 2000, hal ini
tidaklah dapat dibenarkan karena atau tidak dapat dipergunkan
sebagai dasar hukum karena PP No.150 Tahun 2000 tersebut
digunakan untuk Undang-undang No.23 Tahun 1997, sementara
Undang-Undang No.23 Tahun 1997 telah dihapus/tidak berlaku lagi
berdasarkan pasal 125 UU RI No.32 Tahun 2009 Tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ;
g.
Bahwa Area Konsesi PT.GDS bukan Areal Hutan Lindung atau
Hutan yang termasuk Register Hutan Lindung yang di Observasi
Pemerintah, akan tetapi merupakan Alokasi Penggunaan Lain (APL)
yang telah ada sejak zaman belanda sampai dengan saat ini, hal ini
terdapat didalam Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 44
Tahun 2005 Bukan Kawasan Hutan, akan tetapi Kawasan Alokasi
Penggunaan Lain (APL);
h.
Bahwa berdasarkan UU RI Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan
Ruang pada Pasal 1 angka 22 menyebutkan Pengertian Kawasan
Budidaya itu adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama
untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya
alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan, dimana
sampai saat ini Kabupaten Samosir belum ada mengeluarkan atau
menetapkan
PERDA
tentang
Rencana
tata
Ruang
Wilayah
- 46 -
Kabupaten
Samosir,
sehingga
No.0001/1217/IP/IPMDN/2012
Pertimbangan
Pertanahan
Tehnis
tertanggal
Badan
Kabupaten
melalui
12
Pertanahan
Samosir
Izin
Prinsip
Februari
2012,
Nasional
Kantor
No.041/12/17/400/10/2012
tertanggal 05 April 2012 dan Keputusan Bupati Samosir No.89 Tahun
2012 Tentang Pemberian izin Lokasi Atas Tanah yang terletak di
Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian Kabupaten Samosir seluas
800 Ha, maka dapat dipastikan Areal Lokasi Pembanding tidak
termasuk Kawasan Budidaya dan Kawasan Alih Fungsi, maka dasar
hukum yang dipergunakan oleh Jaksa Penuntut Umum terhadap diri
pembanding mengenai unsur ke-3 ini adalah tidak tepat dan tidak
terpenuhi, Jaksa Penuntut Umum menggunakan PP 150 Tahun 2000
adalah tidak mendasar sama sekali dikarenakan PP 150 Tahun 2000
mengatur tentang Pengendalian Kerusakan Tanah Untuk Produksi
Biomassa pada Kawasan Budidaya adan atau kawasan Alih Fungsi,
sementara
Area
Lokasi
Pembanding
adalah
Areal/Alokasi
Penggunaan Lain (APL) yang hingga saat ini tidak pengaturannya
secara khusus, dengan demikian unusr dilampauinya baku mutu dan
criteria
baku
kerusakan
lingkungan
tidak
terbukti
sah
dan
menyakinkan hingga haruslah dikesampingkan;
Tentang
Judex
A
quo
Tidak
Menerapkan
Keputusan
Ketua
MARI
No.36/KMA/SK/II/2013 Tentang Pemberlakuan Pedoman Penanganan Perkara
Lingkungan Hidup.
1. Judex A quo tidak menerapkan Prinsip/Asas Kehati-Hatian (Precautionary
Principle)
 Bahwa Judex a quo tidak mempertimbangkan secara seksama Asas dan
Prinsip Yang telah ditetapkan dalam Keputusan Ketua Mahkamah
Agung Republik Indonesia (MARI) No.36/KMA/SK/II/2013 Tentang
Pemberlakuan Pedoman Penanganan Perkara Lingkungan yang ada di
Indonesia;
 Bahwa hakim wajib mempertimbangkan situasi dan kondisi yang terjadi
dan memutusakan apakah pendapat ilmiah didasarkan pada bukti dan
metodologi yang dapat dipercaya dan telah teruji kebenarannya (sah
dan valid), hal ini sesuai dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung
Republik Indonseia Nomor 1479 K/Pid/1989 dalam perkara pencemaran
Kali Surabaya;
- 47 -
Tentang Judex A quo Tidak Menerapkan Peraturan Perundang-undangan Yang
terkait Dengan Perkara Lingkungan Hidup.
 Bahwa bila dikualifikasikan jenis perkara Lingkungan Hidup dan
Peraturan Perundang-Undangan yang terkait dengan Lingkungan Hidup
sebagaimana yang terdapat dalam lampiran keputusan Ketua MARI
No.36/KMA/SK/II/2013 Tentang Pemberlakuan Pedoman Penanganan
Perkara Lingkungan Hidup tepatnya pada BAB III Jenis Perkara
Lingkungan Hidup pada kolom nomor 7 (tujuh) yaitu Kerusakan
Lingkungan akibat alih fungsi lahan (dalam perkara a quo yang
dimaksud kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan adalah APL);
 Bahwa pedoman peraturan yang digunakan Jaksa Penunutut Umum
adalah
Peraturan
Pemerintah
Nomor
150
tahun
2000
tentang
Pengendalian Kerusakan Tanah untuk produksi Biomassa, maka bila hal
ini dikaitkan dengan adanya kerusakan lingkungan akibat terlampauinya
batas ambeian sebagaimana yang dikemukakan oleh ahli dari Tim
Lingkungan Hidup pada waktu pengambilan sampel di lokasi kegiatan
pembanding untuk diuji di Labotorium tidak sesuai dengan PP Nomor
150 tentang Pengendalian Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa
sesuai bunyi pasal 9 ayat (1) PP No.150 tahun 2000.
 Bahwa Tim Ahli Lingkungan Hidup yang mengambil sampel di lokasi
kegiatan Pembanding tidak memenuhi Standarrisasi Nasional karena
Berita Acara Pengambilan Contoh yang dilakukan oleh tTm Lingkungan
Hidup tersebut tidak valid dan tidak sesuai dengan prosedur yang benar;
Bahwa dengan demikian Judex A quo jelas telah keliru dan salah menilai fakta
persidangan dan menerapkan hukumnya dalam perkara a quo ;
 Bahwa sikap dan praktek hukum yang dipilih Judex aquo adalah praktek
yang keliru, lazimnya setiap unsur harus diverifikasi dengan fakta yang
terungkap, sehingga tampaklah Judex A quo mengada-ngada dan tidak
siap dalam membuat pertimbangan hukumnya ;
 Bahwa sekalipun demikian untuk lebih jelas dan terang yang
sesungguhnya bahwa Pembanding tidak bersalah maka Pembanding
memverifikasi unsur-unsur Pasal ini dengan fakta yang terungkap di
persidangan ;
 Bahwa tidak ada fakta dan bukti yang terungkap di persidangan yang
menyatakan Pembanding telah melakukan kesengajaan atau melakukan
kelalaian sehingga merusak lingkungan;
- 48 -
 Bahwa pembukaan jalan yang dilakukan Pembanding di Lokasi kegiatan
seluas 4,5 KM dengan lebar 10 M telah diganti rugi Pembanding kepada
masyarakat sekitar lokasi kegiatan dan telah mendapatkan izin dari
pemerintah setempat;
 Bahwa pengikisan tebing yang dilakukan pembanding dilokasi kegiatan
adalah semata-mata untuk mengangkut kayu yang telah dibayar atau
telah diganti rugi Pembanding kepada Negara, bahwa pengikisan tebing
tersebut juga telah diketahui oleh Pemerintah Kabupaten Samosir dan
Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir serta Pemerintah
Provinsi Sumatera Utara;
 Bahwa adapun status lokasi kegiatan yang dimiliki oleh Pembanding
tersebut adalah Area Penggunaan Lain (APL) yang artinya status lokasi
kegiatan pembanding tersebut adalah bukan merupakan kawasan hutan
lindung yang dapat dikategorikan merusak lingkungan karena memiliki
izin pengelolaan;
 Bahwa Pembanding memiliki ANDAL,AMDAL,RKLdan RPL sehingga
tidak dapat dikatakan telah melakukan kerusakan Lingkungan;
 Bahwa Pembanding telah memiliki Izin Lingkungan Dan Izin Kelayakan
Lingkungan dari Bupati Samosir dengan Nomor 273 dan 274 Tahun
2014 sesuai dengan arahan Surat dari Kementerian Lingkungan Hidup
Indonesia yang menyatakan Pembanding (PT.GDS) harus memiliki Izin
Lingkungan;
 Bahwa menurut keterangan Ahli yang dihadirkan di Persidangan yaitu
Prof.H.Syamsul Arifin,SH,MH menyatakan Jaksa Penuntut Umum harus
dapat membuktikan Rona Awal Lokasi Hutan yang dirusak oleh
pembanding dan hal ini tidak dapat terpenuhi didalam dakwaan maupun
tuntutan Jaksa Penuntut Umum.
 Bahwa lebih jauh menurut keterangan Ahli Prof.H.Syamsul Arifin,SH,MH
dalam bukunya Hukum Lingkungan di Indonesia halaman 226 untuk
menentukan
telah
terjadi
kerusakan
Lingkungan
Hidup
harus
dipedomani kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. Namun hingga
saat ini pemerintah belum menetapkan kriteria baku kerusakan
lingkungan ;
 Bahwa menurut Prof.DR.Takdir Rahmadi,SH,LLM, dalam bukunya
Hukum Lingkungan di Indonesia halaman 227, “harus dapat dibuktikan
apakah tindakan terdakwa dilakukan secara sengaja dan/ atau tindakan
- 49 -
terdakwa terdapat kelalaian”, maka bila dilihat dari fakta-fakta hukum
dipersidangan, baik dari keterangan saksi, ahli, bukti-bukti surat,
petunjuk dan keterangan terdakwa serta hasil sidang dilapangan (lokasi
PT.GDS) telah terungkap bahwa tindakan Pembanding adalah bukan
suatu kesengajaan atau perbuatan lalai karena segala tindakan
Pembanding dari awal melakukan kegiatan seluruhnya berdasarkan
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, hal ini
sesuai dengan bukti Pembanding dipersidangan sebelumnya yakni bukti
Pembanding No.1 s/d 168 yang telah dikesampingkan oleh Judex a quo
dipersidangan;
 Bahwa Judex A quo Tidak Menerapkan Keputusan Ketua MARI
No.36/KMA/SK/II/2013 Tentang Pemberlakuan Pedoman Penanganan
Perkara Lingkungan Hidup.
Bahwa dengan demikian jelas Judex A quo telah keliru dan salah menilai fakta
yang terungkap dipersidangan,karena segala sesuatu yang didakwakan terhadap
diri Pembanding memang terbukti, akan tetapi perbuatan pembanding bukan
merupakan tindak pidana sebagaimana dakwaan jaksa penuntut Umum ;
TENTANG KESIMPULAN
Bahwa guna memperoleh kebenaran materil dalam perkara ini, Pembanding
memandang sangat perlu Hakim Tinggi Sumatera Utara yang memeriksa dan
memutus perkara a quo untuk kembali melakukan pemeriksaan setempat atau
sidang lapangan
guna melihat langsung lokasi dan kondisi areal kegiatan
Pembanding;
Berdasarkan alasan yang telah diuraikan di atas, Pembanding dengan
hormat dengan ini ini memohon kepada Bapak ketua Pengadilan Tinggi Sumatera
Utara Cq. Ketua/Anggota Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili Perkara
ini kiranya berkenan melakukan Pemeriksaan Setempat atau Sidang Lapangan
kembali terhadap perkara ini atau dengan mengadili sendiri dengan membatalkan
putusan Pengadilan Negeri Balige No. 28/Pid.Sus/2015/PN-Blg tanggal 19
Agustus 2015 seraya mengambil amar Putusan Lepas Dari Segala Tuntutan
Hukum (Onslag Vanrechts Vervolging) ;
Atau apabila Majelis Hakim Tinggi Pada Pengadilan tinggi Sumatera Utara
berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aquo et bono);
- 50 -
Menimbang, bahwa memori banding yang diajukan oleh Jaksa Penuntut
Umum tertanggal 25 September 2015, isi pada pokoknya sebagai berikut :
A. Bahwa pidana yang dijatuhkan terhadap Terdakwa dengan pidana penjara
selama 4 (empat) tahun dan 6 (enam) bulan dan denda sebesar
Rp.5.000.000.000,- (lima milyar rupiah) dengan ketentuan apabila tidak
membayar denda akan diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) tahun
terlalu ringan dan tidak sepadan atas kejatahan yang dilakukan Terdakwa, tidak
sesuai dan memenuhi rasa keadilan dalam masyarakat (social justice) serta
tdak sesuai azas monodualistik (keseimbangan antara kepentingan masyarakat
dan individu) yang merupakan salah satu prinsip umum dalam pemidanaan,
mengingat perbuatan Terdakwa yang dinyatakan oleh putusan Pengadilan
Negeri Balige telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan
tindak pidana perusakan lingkungan hidup sebagaimana tuntutan Jaksa
Penuntut Umum melanggar pasal 98 ayat (1) jo. Pasal 116 ayat (1) huruf (b)
Undang-Undang No.32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup, seharusnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balige yang
memeriksa dan mengadili perkara tersebut hendaknya juga memperhatikan
segi social justice, disamping legal justice dan moral justice dalam mengambil
keputusannya serta juga mengedepankan kepentingan negara yang juga
merupakan
kepentingan
(individu) semata. Bahwa
masyarakat
disamping
kepentingan negara
kepentingan
yang
juga
terdakwa
merupakan
kepentingan masyarakat khususnya di kawasan Danau Toba sebenarnya
sudah masuk dalam putusan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili
perkara tersebut, dan hal itu terungkap juga dalam fakta di persidangan namun
tidak adanya penyesalan dari terdakwa sebagai Direktur Utama PT.Gorga
Duma Sari sudah seyogyanya putusan yang dijatuhkan terhadap terdakwa
sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum;
B. Bahwa pemidanaan pada dasarnya bertujuan untuk membuat efek jera
(deterrence efect) bagi pelaku tindak pidana disamping bertujuan untuk
pembinaan (treatment) bagi pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya lagi
serta memberikan shock terapy kepada anggota masyarakat agar tidak
mengikuti perbuatan yang telah dilakukan oleh Terdakwa (tujuan prevent), oleh
karenanya pidana yang terlalu ringan tersebut menurut kami tidak akan
membuat efek jera kepada terdakwa dan tidak pula mempunyai daya tangkal
- 51 -
yang dapat menimbulkan shock terapy bagi anggota masyarakat lainnya
hingga sangat mungkin sekali terdakwa akan mengulangi perbuatannya dan
anggota masyarakat lainnya akan mencoba-coba melakukan apa yang pernah
dilakukan terdakwa sehingga tujuan pemidanaan dengan upaya penal (hukum
pidana) yang mempunyai final goal (tujuan akhir) mewujudkan perlindungan
masyarakat (social defence) yang pada akhirnya menciptakan kesejahteraan
masyarakat (social welfare) atau tujuan pidana yang umum (prevensi general)
yaitu menciptakan tatanan masyarakat agar bisa hidup tenteram dan tidak
melakukan perbuatan pidana serta (prevensi khusus) bagi pelaku pidana agar
tidak mengulangi perbuatannya tidak pernah akan tercapai, sehingga
mendorong terdakwa dan orang lain untuk berbuat serupa mengingat
pemidanaan oleh Majelis Hakim sedemikian rupa yang tidak sesuai dengan
pola pemidanaan (model or system of sentencing) serta pedoman pemidanaan
(guidence of sentencing), Majelis Hakim hendaknya juga memperhatikan
disparitas pemidanaan (disparity of sentencing) terhadap putusan-putusan
pidana yang sudah dijatuhkan terhadap pelaku-pelaku tindak pidana yang
sejenis sehingga tidak terjadi kesenjangan yang sangat mencolok dalam
pemidanaan;
Bedasarkan atas uraian dan pertimbangan tersebut diatas maka kami mohon
supaya Pengadilan Tinggi Sumater Utara di Medan :
1. Menerima permohonan banding Penuntut Umum.
2. Merubah
atau
memperbaiki
No.28/Pid.Sus/2015/PN.Blg
putusan
tanggal
19
Pengadilan
Agustus
Negeri
2015
Balige
mengenai
pemidanannya.
3. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Jonni Sihotang dengan pidana penjara
selama 5 (lima) tahun dan denda sebesar Rp.5.000.000.000,- (lima milyar
rupiah) dengan ketentuan apabila tidak membayar denda akan diganti dengan
pidana kurungan 1 (satu) tahun.
4. Membebani terdakwa untuk membayar biaya perkara untuk tingkat banding
sebesar Rp.5.000,- (lima ribu rupiah), sesuai dengan apa yang kami mintakan
dalam tuntutan pidana yang kami ajukan tanggal 24 Juni 2015.
Menimbang, bahwa Majelis Hakim Tingkat Banding setelah memperhatikan
secara seksama memori banding dari Terdakwa melalui Penasihat Hukumnya dan
Jaksa Penuntut Umum ternyata tidak ditemukan hal-hal yang dapat melemahkan
atau membatalkan putusan Pengadilan tingkat pertama, karena merupakan
- 52 -
pengulangan yang telah disampaikan di persidangan tingkat pertama, dan telah
dipertimbangkan dengan tepat dan benar oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama,
sehingga Majelis Hakim Tingkat Banding dapat menyetujui pertimbangan Majelis
Hakim Tingkat Pertama tersebut;
Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim Tingkat Banding mempelajari
dengan seksama berkas perkara yang dimohonkan banding oleh Jaksa Penuntut
Umum, dan Terdakwa melalui Penasihat Hukumnya yang terdiri dari Berita Acara
Pemeriksaan dari Penyidik, Berita Acara Pemeriksaan Persidangan Pengadilan
Negeri Balige, turunan resmi putusan Pengadilan Negeri Balige nomor :
28/Pid.Sus/2015/PN.Blg
tanggal
19
Agustus
2015,
berpendapat
bahwa
pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama yang mendasari putusannya
mengenai telah terbuktinya secara sah dan meyakinkan kesalahan Terdakwa
sebagaimana yang didakwakan kepadanya telah tepat serta benar, dan hukuman
yang dijatuhkan kepada Terdakwa menurut Majelis Hakim Tingkat Banding telah
memenuhi rasa keadilan masyarakat, oleh karenanya Majelis Hakim Tingkat
Banding dapat menyetujui dan mengambil alih sebagai pertimbangan hukum
sendiri dalam memeriksa dan memutus perkara ini ditingkat banding, dengan
tambahan pertimbangan sebagai berikut :
-
Bahwa berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup nomor 4 tahun 2004 tanggal
18 Pebruari 2004 menyatakan telah terjadi kerusakan lahan, tanah dan
lingkungan yang dilakukan melalui penebangan pohon dan pembukaan lahan
seluas kurang lebih 400 ha sehingga sesuai surat nomor 1348/BLH-SU/BPLKL/2013 tanggal 3 juni 2013 kegiatan PT Gorga Duma Sari ( GDS ) dihentikan
kegiatannya;
-
Bahwa Majelis Hakim Tinggi berpendapat, khusus terhadap amar putusan point
3 yaitu : Mengenai pidana tambahan untuk memperbaiki kerusakan lingkungan
di areal izin lokasi seluas kurang lebih 400 (empat ratus) ha di desa Hariara
Pintu
Kecamatan
Harian
Kabupaten
Samosir,
hendaknya
dilakukan/
dilaksanakan secara sukarela oleh Terdakwa dan apabila sebaliknya, maka
Jaksa Penuntut Umum dapat melaksanakan eksekusi;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, maka
Putusan Pengadilan Negeri Balige nomor : 28/Pid.Sus/2015/PN.Blg tanggal 19
Agustus 2015, yang dimintakan banding tersebut, dapat dipertahankan dan harus
dikuatkan;
- 53 -
Menimbang, bahwa dalam pemeriksaan tingkat banding terhadap Terdakwa
telah dikeluarkan Penetapan Penahanan nomor : 1057/Pen.Pid.Sus/2015/PT.MDN
tanggal 30 Nopember 2015 yang menetapkan agar Terdakwa dilakukan
penahanan di Rutan Pangururan tetapi sampai dengan pembacaan putusan ini
Penetapan tersebut belum dilaksanakan oleh Jaksa Penuntut Umum, oleh
karenanya terhadap Terdakwa tetap diperintahkan agar ditahan;
Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa tetap dinyatakan bersalah dan
dipidana, maka dibebani pula untuk membayar biaya perkara yang timbul dikedua
tingkat peradilan;
Mengingat Pasal 98 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009
tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang-Undang
RI Nomor : 8 Tahun 1981, Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
(KUHAP) serta Peraturan Perundang-undangan lain yang bersangkutan ;
MENGADILI:
-
Menerima permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa
melalui Penasihat Hukumnya;
-
Menguatkan
Putusan
Pengadilan
Negeri
Balige
nomor
:
28/Pid.Sus/2015/PN.Blg tanggal 19 Agustus 2015, yang dimintakan banding,
tersebut;
-
Memerintahkan agar Terdakwa ditahan;
-
Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara dalam kedua
tingkat peradilan yang dalam tingkat banding sebesar Rp.2.500,- (dua ribu lima
ratus rupiah).
Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim
Pengadilan Tinggi Medan pada hari Selasa, tanggal 8 Desember 2015 oleh kami :
Dr. H. SOEDARMADJI, SH.MHum. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan sebagai
Hakim Ketua Majelis, DHARMA E. DAMANIK, SH.MH. dan DALIZATULO ZEGA,
SH. masing-masing sebagai Hakim-Hakim Anggota, yang ditunjuk untuk
memeriksa dan mengadili perkara tersebut dalam peradilan tingkat banding,
berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Medan tanggal 13 Nopember
2015 nomor : 718/PID/2015/PT.MDN, putusan tersebut diucapkan dalam sidang
terbuka untuk umum pada hari Selasa tanggal 15 Desember 2015 oleh Hakim
Ketua Majelis didampingi Hakim-Hakim Anggota serta JOHORLAN DONGORAN,
- 54 -
SH. sebagai Panitera Pengganti pada Pengadilan Tinggi Medan, tanpa dihadiri
oleh Penuntut Umum dan Terdakwa.
Hakim - Hakim Anggota,
Hakim Ketua Majelis,
ttd
ttd
1. DHARMA E. DAMANIK, SH.MH.
Dr. H. SOEDARMADJI, SH. M.Hum.
ttd
2. DALIZATULO ZEGA, SH.
Panitera Pengganti,
ttd
JOHORLAN DONGORAN, SH.
Untuk salinan sesuai dengan aslinya.
WAKIL PANITERA,
HAMONANGAN RAMBE, SH.MH.
NIP. 040043391.
Download