ilmu negara

advertisement
ILMU NEGARA
Oleh:
Dr. M. Guntur Hamzah, S.H., M.H.
[email protected]
[email protected]
UNSUR-UNSUR NEGARA




UNSUR NEGARA SECARA KLASIK
UNSUR NEGARA SECARA YURIDIS
UNSUR NEGARA SECARA SOSIOLOGIS
UNSUR NEGARA MENURUT KONSEP
HUKUM INTERNASIONAL
UNUSUR NEGARA SECARA
KLASIK/TRADISIONAL



WILAYAH TERTENTU
RAKYAT
PEMERINTAHAN YANG BERDAULAT
WILAYAH TERTENTU


Batas wilayah dimana kekuasaan
negara itu berlaku.
Dkl, kekuasaan negara itu tidak berlaku
di luar batas wilayahnya krn bisa
menimbulkan sengketa internasional
(kecuali di daerah ekstrateritorial,
seperti kedutaan asing, kapal/pesawat
perang berbendera asing)
Di mana kita melihat batas
wilayah tertentu itu?



Perjanjian batas-batas wilayah yg
dibuat secara bilateral  melibatkan
dua negara;
Perjanjian batas-batas wilayah yg
dibuat secara multilateral  melibatkan
lebih dari dua negara.
Penentuan dlm Konstitusi (UUD) hanya
suatu peringatan saja bhw negara
mempunyai wilayah yg berbatas.
Pandangan Georg Jellinek ttg
Unsur Wilayah


Segi Negatif  tidak ada ada organisasi
lain yg berpengaruh di atas wilayah
tertentu itu, kecuali:
1. Perjanjian tertentu (kondorminium)
2. Susunan negara serikat
3. Negara protektorat
4. Negara yg kalah perang (ocupation)
Segi Positif  setiap orang yg berada di
atas wilayah tertentu itu tunduk kpd
penguasanya.
RAKYAT




Rakyat  sekumpulan orang yg hidup
disuatu tempat.
Rumpun/ras  kumpulan orang yg
mempunyai ciri-ciri jasmaniah yg sama
(warna kulit, rambut, bentuk badan,
bentuk muka, dll).
Suku  kumpulan orang yg mempunyai
kesamaan kebudayaan.
Bangsa (natie)  rakyat yg sudah
berkesadaran membentuk negara.
Empat Unsur Bangsa (natie)

DR. HERTS:
1. Ada hasrat kesatuan;
2. Ada hasrat untuk merdeka;
3. Ada hasrat keaslian budaya;
4. Ada hasrat memiliki/mempertahankan
kehormatan.
Bangsa (natie) – J.J. Rousseau


Citoyen  golongan bangsa yg
berstatus aktif;
Suyet  bangsa yg tunduk pada
kekuasaan di atasnya atau bangsa yg
berstatus pasif;
Bangsa (natie) – G. Jellinek




Status Positif  hak warga negara utk
menuntut tindakan positif pd negara ttg
perlindungan dan kesejahteraan;
Status Negatif  negara tidak boleh
campur tangan/merugikan hak-hak
asasi warganya;
Status Aktif  hak warga negara utk
berpartisipasi dalam pemerintahan;
Status Pasif  kewajiban warga negara
utk mematuhi hukum/perintah negara.
Asas-asas Kewarganegaraan



Ius Sanguinus  seseorang menjadi
warga negara berdasarkan keturunan.
Ius Soli  seseorang menjadi warga
negara berdasarkan tempat kelahiran.
Campuran  apabila dua asas di atas
sekaligus diberlakukan.
Dwi Kewarganegaraan
(Bipatride)


Terjadi apabila seseorang lahir di negara
yg menganut asas tempat kelahiran (ius
soli), namun orang tuanya berasal dari
negara yg menganut asas keturunan
(ius sanguinus).
Misalnya  anak yg lahir di Inggris
namun orang tuanya (ayahnya)
berkewargaan Belanda.
Tanpa Kewarganegaraan
(Apatride/stateless)


Terjadi apabila seseorang lahir di negara
yg menganut asas keturunan (ius
sanguinus), namun orang tuanya berasal
dari negara yg menganut asas tempat
kelahiran (ius soli).
Misalnya  anak yg dilahirkan di Belanda
namun orang tuanya (ayahnya)
berkewargaan Inggris (& tidak dilaporkan
dlm waktu 12 bulan sejak kelahirannya di
Ked.Inggris)
Bagaimana pengaturan
kewarganegaraan di Indonesia?


UU No. 62 Tahun 1958:
Menganut asas “ius sanguinis” di
mana kewarganegaan anak ditentukan
oleh kewarganegaraan ayahnya.
Dlm UU tsb, hanya anak yg lahir di luar
nikah dan jika status kewarganegaraan
ayahnya tidak diketahui, maka
kewarganegaraan anak bisa mengikuti
ibunya  diskriminasi gender?
UU 12/2006 ttg
Kewarganegaraan



Mengadopsi variasi “ius soli” dan “ius sanguinis”
sehingga perumpuan WNI bisa memberi
kewarganegaraan kepada anaknya yg lahir di
Indonesia.
Adanya kemudahan dalam proses naturalisasi
dan keimigrasian.
Untuk menghindari bipatride atau
dwikewarganegaraan, maka setelah berusia 18
thn anak tsb menentukan sikap dalam tempo 3
tahun.
PEMERINTAH YG BERDAULAT




Dalam arti luas  keseluruhan badan
pengurus negara dgn segala organisasi,
bagian-bagian, pejabat-pejabat yg
menjalankan tugas negara dari pusat dan
daerah;
Dalam arti sempit  badan pimpinan yg
mempunyai peran dlm menentukan dan
melaksanakan tugas negara.
Pemerintahan  fungsi/tugas dp pemerintah
baik dlm arti sempit (eksekutif) maupun dlm
arti luas (eksekutif, legislatif, dan yudikatif).
Berdaulat ke dalam dibatasi oleh hukum
positif, ke luar oleh hukum internasional.
UNSUR NEGARA SECARA
YURIDIS
LOGEMANN:
 Wilayah hukum (gebiedsleer) yakni meliputi
darat, laut, udara, serta orang dan batas
wewenangnya;
 Subyek hukum (persoonsleer) yakni
pemerintah yg berdaulat;
 Hubungan hukum (de leer van de
rechtsbetrekking) yakni hubungan hukum
antara penguasa dgn rakyat, termasuk
hubungan hukum ke luar dgn dunia
internasional.
UNSUR NEGARA SECARA
SOSIOLOGIS
RUDOLF KJELLIN:
 Faktor Sosial:
1. Masyarakat
2. Ekonomis
3. Kultur

Faktor Alam:
1. Wilayah
2. Bangsa
Barry Buzan (People, State
and Fear; Sussex, 1983)
Tiga Komponen Utama Negara:
 Gagasan/Cita-cita/Tujuan Nasional;
 Basis Fisik (penduduk dan wilayah);
 Kelembagaan (eksekutif, legislatif,
yudikatif), aparatur dan lembagalembaga yg turut berperan sbg
penopang eksistensi negara.
UNSUR NEGARA MENURUT KONSEP
HUKUM INTERNASIONAL
OPPENHEIM-LAUTERPACHT:
 Rakyat
 Daerah
 Pemerintah
 Kemerdekaan
 Pengakuan dari negara lain
 Kemampuan untuk mengadakan
hubungan dengan negara lain
Kemampuan menjalin
hubungan dgn negara lain




Mempertanggungjawabkan tindakantindakan pejabatnya (agents) terhadap
negara lain.
Kemampuan dan kesediaan untuk
menaati hukum internasional.
Keabsahan berdirinya negara itu dalam
hukum internasional.
Kemampuan untuk menentukan nasib
sendiri negara yang bersangkutan.
TERIMA KASIH
E-mail:
[email protected]
[email protected]
Download