pendidikan kewarganegaraan - Official Site of IQBAL AL KHAZIM

advertisement
PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN
IQBAL AL KHAZIM, S.I.Kom, MM
LATAR BELAKANG PEND
KEWARGANEGARAAN
• Semangat perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan
mental spiritual telah melahirkan kekuatan yang luar
biasa dalam masa perjuangan fisik. Sedangkan dalam era
globalisasi dan masa yang akan datang kita memerlukan
perjuangan non fisik sesuai dengan bidang profesi
masing-masing. Perjuangan non fisik ini memerlukan
sarana kegiatan pendidikan bagi setiap warga negara
Indonesia pada umumnya dan mahasiswa sebagai calon
cendikiawan pada khususnya, yaitu melalui Pendidikan
Kewarganegaraan
KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN DARI
PEND KEWARGANEGARAAN
• Undang-undang No 2 tahun 1989 tentang Sistem
Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa
“Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha
untuk membekali peserta didik dengan
pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan
dengan hubungan antara warga negara dan
negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela
Negara (PPBN) agar menjadi warga negara yang
dapat diandalkan oleh Bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia”
• Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, warga negara
diharapkan mampu : “Memahami, menganalisis, dan
menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh
masyarakat,
bangsa,
dan
negaranya
secara
berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan
tujuan nasional seperti yang digariskan dalam
pembukaan UUD 1945”
• Mahasiswa harus dapat memerangi keterbelakangan,
kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, kolusi dan
nepotisme, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,
meningkatkan kualitas sumber daya manusia,
memelihara serta menjaga persatuan dan kesatuan
bangsa dan berpikir obyektif rasional serta mandiri.
PENGERTIAN BANGSA DAN NEGARA SEKALIGUS HAK
DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA.
• Bangsa = orang2 yang memiliki kesamaan asal
keturunan adat, bahasa dan sejarah serta
berpemerintahan sendiri.
• Bangsa adalah kumpulan manusia yg biasanya
terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah
tertentu di muka bumi.
• Dengan demikian Bangsa Indonesia adalah
sekelompok
manusia
yang
mempunyai
kepentingan yg sama dan menyatakan dirinya
sebagai satu bangsa serta berproses dalam satu
wilayah : Nusantara/Indonesia
• Negara : suatu organisasi dari sekelompok atau
beberapa kelompok manusia yang bersamasama mendiami satu wilayah tertentu dan
mengakui adanya satu pemerintahan yang
mengurus tata tertib serta keselamatan
sekelompok atau beberapa kelompok manusia
tersebut.
Teori terbentuknya Negara
a) Teori Hukum Alam. Pemikiran pada masa Plato dan
Aristoteles :
Kondisi Alam
Tumbuhnya Manusia
Berkembangnya Negara
Teori hukum alam yakni negara terjadi karena kehendak
alam yang merupakan lembaga alamiah yang
diperlukan
manusia
untuk
menyelenggarakan
kepentingan umum. Penganut teori ini adalah Plato,
Aristoteles, Agustinus, dan Thomas Aquino.
b) Teori Ketuhanan
Tuhan
Segala sesuatu adalah ciptaan
Negara dibentuk oleh Tuhan dan pemimpin-pemimpin
Negara ditunjuk oleh Tuhan Raja dan pemimpin-pemimpin
Negara hanya bertanggung jawab pada Tuhan dan tidak
pada siapapun. Penganut teori ini adalah Agustinus, Yulius
Stahi, Haller, Kranenburg dan Thomas Aquinas.
c) Teori Perjajian (Thomas Hobbes). Manusia menghadapi
kondisi alam dan timbullah kekerasan. Manusia akan
musnah bila ia tidak mengubah cara- caranya. Manusia
pun bersatu untuk mengatasi tantangan dan menggunakan
persatuan dalam gerak tunggal untuk kebutuhan bersama.
• Proses Terbentuknya Negara di Zaman Modern
Proses tersebut dapat berupa :
1) Penaklukan (Israel mencaplok Palestina.)
2) Peleburan (Jerman Barat dan Jerman Timur bergabung
menjadi Negara Jerman.)
3) Pemisahan diri (Belgia memisahkan diri dari Belanda pada
tahun 1939 dan menyatakan kemerdekaan. )
4) Pendudukan atas negara atau wilayah yang belum ada
pemerintahan sebelumnya (Australia)
• UNSUR NEGARA
a) Bersifat Konstitutif. Ini berarti bahwa dalam negara
tersebut terdapat wilayah yang meliputi udara, darat,
dan perairan, rakyat atau masyarakat, dan
pemerintahan yang berdaulat.
b) Bersifat Deklaratif. Sifat ini ditunjukan oleh adanya
tujuan negara, undang-undang dasar, pengakuan dari
negara lain baik secara “de jure” maupun “de facto”,
dan masuknya negara dalam perhimpunan bangsabangsa.
• Pengertian pengakuan de facto adalah pengakuan yang
diberikan oleh suatu negara kepada negara lain yang
telah memenuhi unsur-unsur negara, seperti ada
pemimpin, rakyat dan wilayahnya.
• Pengakuan de jure adalah pengakuan terhadap suatu
negara secara resmi berdasarkan hukum dengan segala
konsekuensi atau pengakuan secara internasional
• Bentuk Negara
Sebuah negara dapat berbentuk negara kesatuan
(unitary state) dan negara serikat (federation).
NEGARA DAN WARGA NEGARA DALAM SISTEM
KENEGARAAN DI INDONESIA
NKRI adalah negara berdaulat yang mendapatkan
pengakuan dari dunia internasional dan menjadi anggota
PBB. NKRI mempunyai kedudukan dan kewajiban yang
sama dengan negara-negara lain di dunia, yaitu ikut serta
memelihara dan menjaga perdamaian dunia karena
kehidupan di NKRI tidak dapat terlepas dari pengaruh
kehidupan dunia internasional.
NKRI didirikan berdasarkan UUD 1945 yang
mengatur tentang kewajiban negara terhadap warganya
dan hak serta kewajiban warga negara terhadap
negaranya dalam suatu sistem kenegaraan. Kewajiban
negara terhadap warganya pada dasarnya adalah
memberikan kesejahteraan hidup dan keamanan lahir
batin sesuai dengan sistem demokrasi yang dianutnya.
PEMAHAMAN HAK DAN KEWAJIBAN WARGA
NEGARA
• Dalam UUD 1945 bab X, pasal tentang Warga negara telah
diamanatkan pada pasal 26, 27, 28 dan 30.
• Pasal 26, ayat (1) yang menjadi warga negara adalah orangorang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang
disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
• Padal 27, ayat (1) segala warga negara bersamaan dengan
kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan wajib
menjungjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada
kecualinya. Ayat (2) tiap-tiap warga negara berhak atas
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
• Pasal 28, kemerdekaan berserikat dan berkumpul,
mengeluarkan pikiran dengan lisan, dan sebagainya
ditetapkan dengan undang-undang.
• Pasal 30, ayat (1) hak dan kewajiban warga negara untuk
ikut serta dalam pembelaan negara.
Hubungan Warga Negara dan Negara
a) Siapakah warga negara?
b) Kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan
c) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan
d) Kemerdekaan berserikat dan berkumpul
e) Kemerdekaan memeluk agama
f) Hak dan kewajiban pembelaan negara
g) Hak mendapatkan pengajaran
h) Kebudayaan nasional Indonesia
i) Kesejahteraan sosial
Download