Osiloskop - Fisika21

advertisement
EKSPERIMEN FISIKA
“MEMBUAT MODUL PRAKTIKUM”
OLEH :
Nama
: YARNI SRI YANTI
DWI ALFINA
VIVIN SRI REJEKI
PERTIWI RISTUTI
MITO ZACKLI
Dosen Pengampu
: M.SUTARNO M.pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Osiloskop adalah alat ukur besaran listrik yang dapat memetakan
sinyal listrik. Ada beberapa jenis osiloskop berbasis komputer, dan telah
diimplementasikan, salah satu jenis osiloskop digital berbasis komputer
menggunakan sound card yang dikendalikan di bawah sistem operasi Linux.
Perangkat keras maupun perangkat lunak yang mengendalikannya
telah diuji fungsi dan kebenarannya, dan sudah dapat berfungsi dengan baik
dan benar.
untuk lebih memahami tentang osiloskop baik dalam segi kegunaan,
fungsi serta apa saja yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan osiloskop
maka kita perlu melakukan percobaan mengenai osiloskop ini yang
didalmnya terbagi lagi menjadi beberapa poin yaitu kalibrasi osiloskop,
Mengukur tegangan dan frekuensi suatu sumber, serta menentukan pola
lissayous.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka muncul permasalahan sebagai
beikut:
a. Bagaimana Menjelaskan fungsi osiloskop ?
b. Bagaimana Menyiapkan osiloskop sehingga siap dipakai untuk suatu
percobaan ?
c. Bagaimana Merancang pola Lissayous ?
d. Bagaimana Menghitung frekuensi suatu sumber tegangan menggunakan
pola Lissayous ?
e. Bagaimana Mengukur besarnya tegangan (voltage) dan frekuensi suatu
sumber tegangan menggunakan osiloskop ?
3. Tujuan
Setelah mempelajari dan melakukan percobaan ini diharapkan anda dapat :
a. Menjelaskan fungsi osiloskop
b. Menyiapkan osiloskop sehingga siap dipakai untuk suatu
percobaan.
c. Merancang pola Lissayous.
d. Menghitung frekuensi suatu sumber tegangan menggunakan pola
Lissayous.
e. Mengukur besarnya tegangan (voltage) dan frekuensi suatu sumber
tegangan menggunakan osiloskop.
4. Hipotesis
a. Osiloskop berfungsi untuk melihat arus dan tegangan dalam bentuk
gambar.
b. Pola lissayous merupakan suatu pola yang mampu dibentuk oleh
sebuah osiloskop dan dari pola yang terbentuk tersebut dapat
ditentukan nilai frekuensi dan tegangan suatu sumber.
BAB II
LANDASAN TEORI
Sebuah oscilloscope merupakan alat berfungsi untuk menampilkan
bentuk gelombang suatu sinyal. Alat ini sangat diperlukan untuk menguji
rangkaian listrik maupun rangkaian elektronik. Seperti terlihat pada gambar 1
berikut, layar sebuah oscilloscope terbagi atas 8 buah bujur sangkar
(Division/Div) pada skala vertical dan 10 buah bujur sangkar (Division/Div)
pada skala horizontal. Pada oscilloscope terdapat fasilitas yang digunakan
untuk merubah skala vertical atau horizontal sehingga bentuk gelombang
isyarat dapat ditampilkan lebih jelas. Oscilloscope yang mempunyai fungsi
dual trace dapat menampilkan dua buah bentuk gelombang pada saat yang
bersamaan, dengan demikian isyarat-isyarat yang berasal dari bagian sistem
elektronik yang berbeda dapat dibandingkan seketika.
Pengamatan Bentuk Gelombang
Pengukuran Tegangan
Dari bentuk gelombang yang tertampil dapat diketahui amplitudo dan
priode gelombang yang ada. Dengan mengukur amplitudo dapat dihitung
nilai
tegangannya,
dan
dengan
mengukur
periode
dapat
dihitung
frekuensinya. Tampilan sebuah gelombang sinus pada layar osiloskop terlihat
seperti pada gambar 2.
Pada gambar dapat diamati tegangan puncak V[p], tegangan puncakke-puncak V[p-p] yang pada nilainya dua kali V[p], dan tegangan efektif
(rood mean square/rms) V[rms] yang digunakan dalam perhitungan tegangan
AC. Perhitungan tagangan V[rms] untuk bentuk gelombang yang umum
adalah :
Pengukuran tegangan dilakukan dengan menghitung berapa tinggi dari
sebuah bentuk gelombang pada skala vertical. Semakin lebar layar
oscilloscope yang digunakan, semakin teliti pengukuran tegangan yang
dilakukan. Untuk pengukuran tegangan yang baik, lakukan pengukuran
amplitudo pada garis skala vertikal tengah seperti pada gambar 3 berikut.
Pengukuran Periode dan Frekuensi
Pengukuran periode dilakukan dengan menggunakan skala horizontal
oscilloscope. Pengukuran periode meliputi pengukuran lebar pulsa. Frekuensi
merupakan kebalikan dari perioda, jadi jika perioda diketahui, maka frekuensi
adalah 1/perioda. Dan sebaliknya jika frekuensi diketahui, maka perioda adalah
1/frekuensi. Seperti pada pengukuran tegangan, pengukuran waktu akan lebih
akurat jika bentuk gelombang diperlebar sehingga pada layar oscilloscope
hanya ada satu perioda. Melakukan pengukuran waktu pada skala horsontal
yang ditengah, di mana terdapat pembagian skala yang lebih kecil, akan
diperoleh hasil pengukuran yang lebih akurat, seperti pada gambar 4 berikut.
Cathode Ray Oscilloskop (CRO) atau yang kita kenal dengan nama osiloskop
merupakan piranti yang kerjanya didasari oleh adanya sinar katoda yang
dipengaruhi oleh medan listrik dan dapat menyebabkan perpendaran jika
mengenai zat pendar. Piranti ini mempunyai tugas menunjukkan secara visual
dinamika besaran sebagai fungsi waktu. Sebagai alat ukur, osiloskop
menghasilkan nilai besaran setiap saat sepanjang waktu yang berjalan. Besaran
yang dimaksudkan adalah tegangan, sehingga bila bukan tegangan maka harus
diubah dahulu menjadi bentuk tegangan.
Dengan mengukur besarnya pergeseran bintik terang yang ditimbulkan oleh
berkas elektron yang mengenai layar (screen) dari kedudukan normalnya, maka
besarnya sinyal dari suatu sumber dapat ditentukan. Bintik terang ini bertindak
seperti jarum penunjuk pada sebuah voltmeter. Simpangan atau pergeseran bintik
terang tersebut dibuat ke arah vertikal (sumbu-y), sedangkan pergeseran mendatar
(sumbu-x) mewakili berjalannya waktu.
Simpangan vertikal dapat ditera dalam volt/skala atau volt/cm, sedangkan
simpangan mendatar dapat ditera dalam detik/skala atau detik/cm. Peneraan ini
membuat osiloskop tidak hanya dapat digunakan untuk memperlihatkan gambar
sinyal sebagai fungsi waktu tetapi juga sebagai alat ukur parameter-parameter
sinyal seperti selang waktu (time duration), perioda, ayunan maksimum,
amplitudo, fase, frekuensi, dan lain sebagainya.
Dengan melepas tegangan lejang (sweep voltage), yaitu tegangan yang
menjulurkan bintik terang menjadi garis lurus, maka simpangan dapat diberikan
dari luar atau sebagai input kedua. Dalam hal ini ada dua sinyal yang bersamasama dalam waktu tetap dan arah saling tegak lurus (menurut sumbu-x dan
sumbu-y), dengan demikian hubungan kedua sinyal dapat diperlihatkan langsung
sebagai fungsi waktu. Bila kedua sinyal adalah input dan output suatu sistem atau
satuan kerja elektronik, maka gambar yang tampak pada layar memperlihatkan
watak sistem atau satuan kerja tersebut. Perlu diketahui bahwa pada penjuluran
bintik terang menjadi garis lurus menunjukkan pergerakan berkas elektron dengan
cepat dan terus-menerus ke arah kanan.
Komponen-komponen utama dari osiloskop:
1.
Tabung Sinar Katoda (Cathode Ray Tube, CRT)
D2
D1
k
A1
A2
A3
Gambar 8.1
Tabung sinar katoda
Tabung sinar katoda berbentuk seperti corong dengan ujung kanan yang
datar berfungsi sebagai layar untuk gambar yang akan ditampilkan. Sisi dalam
layar dilapisi oleh zat pendar (fluoresense) yang akan mengeluarkan sinar bila
terkena elektron. Pada leher tabung terdapat sejumlah elektroda yang dapat
mempengaruhi gerak elektron sebelum mencapai layar. Elektroda paling kiri
disebut senapan elektron (electron gun) yang dapat melontarkan elektron ke kanan
dalam berkas yang sempit. Senapan elektron ini terdiri dari Katoda K yang
merupakan silinder berfungsi sebagai pengatur arus elektron. Kisi Wenheit W
yang juga berbentuk silinder berfungsi sebagai pengatur arus elektron. Elektronelektron dipercepat dan diarahkan oleh sejumlah anoda, A1 sampai dengan A2,
yang memberikan medan listrik agar elektron melintasi ruang di antara lempengan
simpangan datar D1 dan D2. Sedangkan anoda utama A3 yang diberi tegangan
tinggi (ber-orde ribuan volt) digunakan agar elektron mempunyai energi gerak
yang cukup tinggi sehingga pada saat mengenai layar akan menghasilkan bintik
terang dengan intensitas yang tinggi.
2.
Penguat Simpangan Y (Y Amplifier)
Penguat ini berfungsi untuk memperbesar sinyal input untuk mempertinggi
kepekaan osiloskop dengan membuat impedan input yang tinggi. Kepekaannya
dinyatakan dalam mV/skala. Osiloskop dengan kepekaan 20 mV/skala dengan
jarak antara garis-garis skala 6 mm berarti mempunyai kepekaan input paling
tinggi, tegangan input 20 mV menghasilkan simpangan pada layar sejauh 6 mm.
Dengan mengubah-ubah kepekaan input maka daerah pengukuran dapat diperluas
beberapa ratus volt sesuai keperluan.
3.
Penguat Simpangan X (X Amplifier)
Penguat ini digunakan untuk memperkuat simpangan mendatar/horizontal,
pada saat osiloskop diberi kedudukan untuk menerima/menampilkan sinyal dari
luar pada simpangan horizontalnya. Penguat simpangan ini mempunyai gain yang
kecil dibandingkan dengan penguat Y sehingga penguat ini mempunyai kepekaan
yang lebih rendah. Di samping mengubah harga skala horizontal pada kedudukan
terhubung dengan basis waktu. Dengan kata lain skala waktu dapat diubah-ubah
sesuai dengan keperluan percobaan. Di dalam praktik, ini berguna untuk membuat
stabil gambar input yang berupa sinyal-sinyal periode atau sebagai pengatur
sinkronisasi.
Sama halnya dengan penguat simpangan Y, penguat simpangan X
mempunyai pengatur posisi kiri-kanan. Fungsi dari pengatur-pengatur tersebut
(posisi horizontal atau vertikal) akan jelas terlihat apabila input-inputnya nol atau
tidak ada sinyal sama sekali, maka pengatur ini akan menggerakkan bintik terang
ke atas atau ke bawah atau ke kiri dan ke kanan.
4.
Pembangkit Tegangan Basis Waktu (Time Based Generator)
Tegangan ini berbentuk gigi gergaji. Berkaitan dengan basis waktu,
terdapat beberapa pengaturan yang berhubungan dengan sinyal parameter yang
dibangkitkannya, yaitu parameter-parameter tegangan gergaji seperti tampak pada
Gambar 8.2.
VS
TS
Gambar 8.2
Signal tegangan berbentuk gigi gergaji
Pengaturan yang dapat diubah adalah :
a. Pengaturan frekuensi bertingkat, f=1/T
b. Pengaturan laju lejang,
𝑑𝑉𝑠
𝑑𝑡
𝑉
= 𝑡𝑠 .
𝑠
c. Pengatur kedudukan horizontal (malar), berarti mengubah V dc.
5.
Pengatur Berkas (Beam Control)
Hasil dari pengaturan ini adalah berubahnya bintik terang pada layar,
perubahannya adalah berupa :
a. Intensitas, yaitu perubahan banyaknya elektron.
b. Fokus, yaitu perubahan besarnya bintik terang.
Disamping pengaturan tersebut, ada pengaturan intensitas secara otomatis
yang disebut modulasi intensitas. Dalam hal ini intensitas diturunkan pada waktu
berkas elektron ditarik ke kiri dari simpangan maksimumnya. Intensitas
diturunkan pada waktu berkas elektron atau bintik terang tidak terlihat karena
mengganggu gambar pada layar. Tegangan modulsi ini disebut dengan tegangan
pemadam (blanking Voltage). Modulus ini dapat juga dilakukan oleh sinyal dari
luar melalui pangkalan input belakang yang merupakan input Z. Sebagai
perbandingan, pada pesawat televisi input z ini berupa sinyal lejang sehingga
seluruh permukaan layar dijelajahi oleh elektron. Oleh sinyal video pada input Z
bintik terang dimodulasi sehingga terjadi terang dan gelap yang membentuk
gambar.
Pola Lissayous
Gambar 8.3
Kurva pola lissayous
Jika dua buah osilasi dengan frekuensi yang sama atau berbeda saling
tegak lurus digabungkan bersama-sama akan terbentuk suatu kurva yang disebut
pola lissayous. Nama ini dipergunakan untuk mengingat Jules Antonie lissayous
yang memperagakan kurva-kurva itu pertama kalinya pada tahun 1857.
BAB III
METODOLOGI EKSPERIMEN
1.
Alat dan Bahan
a. Satu buah osiloskop.
b. Dua buah pembangkit sinyal (signal generator).
c. Sumber tegangan AC (transformator).
d. Sumber tegangan DC (baterai atau Power suply DC).
e. Satu buah multimeter.
f. Satu set kabel penghubung.
g. Kertas milimeter.
2.
Langkah Percobaan
Petunjuk umum pengoperasian osiloskop
a. Osiloskop hanya boleh dihidupkan pada waktu akan digunakaan. Matikan
osiloskop untuk pemakaian yang tertunda (istirahat) lebih dari 5 menit.
b. Sebelum menghidupkan osiloskop sebaiknya periksa dahulu sumber
tegangan AC yang digunakan, apakah telah sesuai dengan tegangan yang
diperlukan untuk menghidupkan osiloskop.
c. Gunakan intensitas yang lebih rendah dari batas maksimumnya. Bila tidak
diperlukan, tetapkan saklar AC-DC pada kondisi AC.
d. Turunkan intensitas pada waktu basis-waktu, posisi EXT tidak digunakan.
Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kerusakan pada layar pendar akibat
elektron yang terus menerus jatuh di titik yang sama dengan intensitas
tinggi.
e. Untuk mendapatkan bintik terang atau jejak elektron, bila tidak tampak
pada layar, atur tombol pada posisi tengah-tengah.
Kalibrasi osiloskop
Kalibrasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan kebenaran
konvensional nilai penunjukan alat inspeksi, alat pengukuran dan alat
pengujian. Tujuan kalibrasiadalah sebagai berikut:

Menentukan deviasi (penyimpangan) kebenaran nilai konvensional
penunjukan suatu instrumen ukur.

Menjamin hasil-hasil pengukuran sesuai dengan standar Nasional maupun
Internasional.
Petunjuk kalibrasi osiloskop
a. Nyalakan osiloskop dengan menekan tombol power ke arah ON, atur
intensitas sampai didapat garis terang atau titik pada layar, jangan gunakan
intensitas yang terlalu besar. Atur posisi garis berada di tengah-tengah
dengan memutar tombol posisi 
(atas-bawah) atau tombol posisi
(kiri-kanan).
b. Pastika tombol CAL Voltage (pada Voltage/div) dan CAL SWEEP TIME
(pada sweep time/ div) dalam keadaan maksimum.
c. Atur pembesaran pada probe (1×, 10×, ref) pada posisi 10×.
d. Pastikan posisi input untuk Ch1 (Y) atau Ch2 (X). Jika Ch1 (Y) yang akan
digunakan, atur posisi tombol mode pada Ch1 (Y) atau sebaliknya jika
yang akan digunakan adalah Ch2 (X) maka atur posisi mode pada Ch2 (X)
dan source pada posisi Ch2 (X).
e. Tetapkan posisi AC-DC pada kondisi AC.
f. Jepitkan ujung probe pada titik CAL pada osilokop.
g. Penjepit probe (jepitan buaya) pada posisi ground.
h. Atur posisi Volt/div dan Sweep Time/div pada channel (saluran) yang
digunakan agar tampilan pada layar berbentuk gelombang persegi sesuai
dengan keinginan anda (misalkan : jarak puncak ke puncak atau vertikal
adalah 1 div (kotak) dan 1 gelombang penuh (horizontal) 5 kotak).
i. Atur posisi gambar pada layar dengan tombol posisi
dan tombol posisi
(atas-bawah)
(kiri-kanan) pada channel yang anda gunakan.
j. Jika gambar yang ditampilkan bergerak, posisikan tombol “level” pada
posisi di tengah-tengah.
k. Hitung 𝑉𝑝−𝑝 , tegangan dan frekuensi dengan menghitung jumlah
gelombang dikalikan frekuensi yang muncul d layar time.
l. Osiloskop terkalibrasi saat gelombang yang muncul tepat psda garis div.
m. Lakukan kembali kalibrasi pada Ch2 (Y).
n. Tanyakan instruktur bila menemui kesulitan.
Catatan :
1. Tombol variabel voltage/div untuk mengatur jumlah tampilan secara
vertikal.
2. Tombol sweep time/div untuk mengatur jumlah tampilan secara
horizontal.
3. Tegangan yang terukur pada osiloskop adalah tegangan maksimum.
Contoh hasil kalibrasi osiloskop
Mengukur tegangan dan frekuensi suatu sumber
a. Siapkan
osiloskop
untuk
melakukan
percobaan.
Tombol-tombol
dipersiapkan sehingga dalam keadaan tanpa beban, dilayar tampak titik
yang intensitasnya dan fokusnya cukup dan berada di tengah-tengah layar.
Jangan lupa meredupkan intensitasnya (dibawah maksimum), jangan
terlalu lama menyalakan titik di layar.
b. Sediakan pembangkit sinyal (signal generator) dengan outputnya masingmasing yang memberikan tegangan sinusoidal.
c. Dalam keadaan off hubungkanlah output pembangkit sinyal dengan
osiloskop, posisi ujung probe dihubungkan dengan positif keluaran sinyal.
Penjepit buaya pada probe ditempatkan pada ground pembangkit sinyal,
kemudian nyalakan sinyal generator.
d. Atur tombol sweep time/div dan voltage/div pada osiloskop seperti
langkah kalibrasi untuk mendapatkan gambar suatu sinusoidal tunggal
yang bagus.
e. Gambarkan pada kertas milimeter apa yang terlihat pada layar osiloskop,
kemudian catat. Kedudukan tombol pengatur osiloskop dan pembangkit
sinyal. Tentukan tegangan sumber dan frekuensi sumber.
f. Lakukan pengukuran tegangan menggunakan multimeter sebanyak lima
kali pengulangan pengukuran. Bandingkan hasilnya dengan pengukuran
melalui osiloskop. Berikan komentar.
g. Ulangi percobaan c sampai f untuk variasi tegangan dan frekuensi sumber.
`
Percobaan untuk menentukan pola Lissayous
a. Pasang pembangkit sinyal I pada input horizontal Ch2 (X) dan pembangkit
sinyal II pada input vertikal Ch1 (Y) pada osiloskop.
b. Perbandingan yang digunakan sebesar 1:2, 1:3, 1:4, dan seterusnya atau
2:3, 3:1, 4:1, dan seterusnya.
c. Mengatur frekuensi pada pembangkit sinyal I sebagai f1 pada channel X
(mode pada posisi X) sampai 100 Hz, kemudian ubah mode pada posisi Y.
Atur posisi pembangkit sinyal II sampai didapat 200 Hz sehingga
perbandingan f1:f2=1:2.
d. Kemudian putar tombol time/div pada posisi X-Y, dan atur mode pada
posisi dual.
e. Atur vol/div untuk mendapatkan gambar yang bujur sangkar.
f. Gambarlah tampilan pada beberapa posisi.
g. Lakukan untuk berbagai perbandingan.
h. Bandingkan data anda dengan frekuensi yang ada.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Tabel hasil pengamatan
Kalibrasi osiloskop
Tabel 1
No
Gambar gelombang
𝑉𝑝−𝑝
𝑉𝑟𝑚𝑠
(CH1)
div
2,00 v
100𝜇𝑠 3,04 v
1,08
Volt/div
Time/
.
1
5V
2
100𝜇𝑠 3,00 v
1,00 v
1,07
V
3
500 mv
100𝜇𝑠 2,96 v
1,05
7V
4
200 mv
100𝜇𝑠 1,77 v
0,63
2V
Tabel 2
No.
Gambar gelombang
Volt/di
Time/
v
Div
𝑉𝑝−𝑝
𝑉𝑟𝑚𝑠
(mv)
(CH2)
1
20,0
mv
5𝑛𝑠
31,20
11,14 𝑚𝑉
2
10,0
5𝑛𝑠
31,20
11,14 𝑚𝑉
5𝑛𝑠
31,20
11,14 𝑚𝑉
5𝑛𝑠
31,20
11,14 𝑚𝑉
mv
3
5,00
mv
4
2,00
mv
Perhitungan
Tabel 1
1. 𝑉𝑟𝑚𝑠 =
2. 𝑉𝑟𝑚𝑠 =
3. 𝑉𝑟𝑚𝑠 =
4. 𝑉𝑟𝑚𝑠 =
𝑉𝑝−𝑝
2√2
𝑉𝑝−𝑝
2√2
𝑉𝑝−𝑝
2√2
𝑉𝑝−𝑝
2√2
=
3,04
2√2
= 1,085 𝑣𝑜𝑙𝑡
=
3
2√2
= 1,07 𝑣𝑜𝑙𝑡
=
2,96
2√2
= 1,057 𝑣𝑜𝑙𝑡
=
1,77
2√2
= 0,632 𝑣𝑜𝑙𝑡
Tabel 2
𝑉𝑟𝑚𝑠 =
𝑉𝑝−𝑝
2√2
=
31,20
2√2
= 11,14 𝑚𝑉𝑜𝑙𝑡
Semuanya bernilai sama karena 𝑉𝑝−𝑝 -nya sama
Mengukur tegangan dan frekuensi suatu sumber
Gambar pada layar osiloskop
Hasil pengukuran dengan Osiloskop
No
Jumlah kotak posisi
Volt/div
Sweep time /div
vertikal
1
Satu
1,00 V
250𝜇𝑠
2
Dua
500 mV
250𝜇𝑠
3
Empat
200 mV
250𝜇𝑠
4
Lima
100 mV
250𝜇𝑠
Hasil pengukuran dengan multimeter
No
V
1
0,49
2
0,50
3
0,52
4
0,49
MENENTUKAN POLA LISSAYOUS
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
2. Pembahasan
Osiloskop merupakan serangkaian alat untuk mengamati sinyal ±
sinyal yang masuk pada osiloskop, untuk kemudian diteliti hasil keluaran
dari masukkan sinyal tersebut.Amplitudo dan periode dapat dicari dengan
menggunakan osiloskop. Osiloskop dapat menunujukkan sinyal dengan
isyarat sinusoida, persegi, atau dalam bentuk pola Lissajous.Amplitudo
ditunjukkan pada arah vertikal dan periode pada arah horizontal.
Osiloskop memiliki tabung panjang yang disebut tabung sinar katode
yang disusun oleh pemanas, katode, kisi pengatur, anode pemusat, anode
pemercepat, plat untuk simpangan horizontal, anoda untuk simpangan
vertical, lapisan logam, berkas sinar electron dan layer pliorosensi.
Dari data hasil pengamatn dapat kita lihat hubungan antara sekalasekala yang ditunjukkan oleh layer pada osiloskop dengan panjang
gelombang dan Amplitudo tegangan yang ada pada arus tegangan yang telah
ditentukan.
Semakin besar sekala vertical yang digunakan maka amplitude
glombang yang tampak akan semakin kecil begitu juga sebaliknya semakin
kecil sekala vertical yang digunakan maka amplitude gelombang yang
tampak akan semakin besar, dan juga semakin besar sekala horizontal yang
digunakan maka panjang gelombangnya akan semakin kecil, begitu
sebaliknya.
Setelah dilakukan perhitungan dimana tegangan maksimal dapat dicari
dengan jumlah div amplitodo yang ditunjukkan dilayar osiloskop di kali
dengan sekala vertical yang digunakan dapat kita lihat hasilnya atau Vmaks
berubah ubah, lain halnya dengan periode tegangan yang dapat di ambil dari
panjang gelombang yang di tunjukkan di kali dengan sekala horizontalnya
ternyata jumlah periodenya akan tetap tidak berubah, oleh karena itu dapat
kita lihat kaitanya. Amplitude gelombang yang muncul akan dipengagruhi
oleh jumlah tegangan atau sekala vertikalnya kemudian akan mempengaruhi
jumlah tegangan maksimal pada arus AC kemudian akan berpengaruh pada
angka tegangan atau jumlah tegangan efektif dari tegangan AC tersebut.
Dan ternyata perubahan sekala Horizontal yang di ubah ubah pada
osiloskop tidak akan mempengaruhi periode dari suatu tegangan AC
sehingga mempengaruhi frekuensi untuk tidak berubah juga.
BAB V
PENUTUP
1. Kesimpulan
osiloskop adalah alat ukur yang di gunakan untuk memetakan atau
membaca sinyal listrik maupun frekuensi. Osiloskop di gunakan dalam
pengukuran rangkaian elektronik seperti stasiun pemancar radio, TV, atau
dalam kegunaan memonitor frekuensi elektronik seperti di rumah sakit dan
untuk kegunaan-kegunaan lainnya.
Beberapa fungsi osiloskop antara lain untuk:
* Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
* Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.
* Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik.
* Membedakan arus AC dengan arus DC.
* Mengetahui noise pada sebuah rangkaian listrik.
Dari percobaan mengenai osiloskop dapat disimpulkan bahwa
osiloskop merupakan alat atau media dimana kita dapat menghitung
tegangan, perioda, frekuensi, dan beda sudut fasa dengan memperhatikan
gambar yang terlihat pada layar osiloskop.
Dengan memperhatikan tegangan puncak ke puncak dalam pembacaan
osiloskop untuk mencari tegangan masukan dari berbagai tegangan input
diperoleh kesimpulan bahwa nilai tegangan masukkan sama dengan
tegangan masukkan atau tidak jauh berbeda. Sedangkan dari nilai periode
yang diperoleh dari pengamatan kita dapat menghitung frekuensinya.
Perubahan secakala vertical akan mempengaruhi nilai tegangan efektif
uotputnya, namun perubahan secala horizontal pada osiloscop tidak akan
mempengaruhi
perubahan
periode
maupun
frekuensinya.
Sehingga
osiloskop dapat di gunakan untuk mengukur frekuensi dan periode sumber
tegangan AC.
2. Saran
. Pada percobaan ini kami hanya menggali ilmu sendiri dengan
berbagai cara seperti membaca buku dan browsing. Semoga untuk
berikutnya, ada pembimbing praktikum osiloskop yang terampil.
DAFTAR PUSTAKA
file:///D:/Kuliah/semester%206/eksperimen%20fisika/NEWW/LAPORAN
%20OSILOSKOP.htm
http://www.adipedia.com/2011/02/mengukur-frekuensi-gelombanglistrik.html
Download