vi. bahan pakan asal hewan - Catatan kecil ISTNA MANGISAH

advertisement


Bahan pakan asal hewan :
- terkaya zat protein murni
- tertinggi kualitas prot.nya
- mudah sekali dicerna
- mengandung banyak asam2 amino
- essensial → perlu untuk tubuh
(kac. Kedelai → mendekati komposisi prot
hewani)
Bhn pkn asal hewan → harga mahal, biasa unt
konsumsi manusia, ternak diberi terbatas pada
sisa2 / hasil ikutannya
2.
Tepung Hewan
* Dibuat dr binatang yang
- disembelih & dikonsumsi → manusia
- telah mati & tak mengandung penyakit
terdiri dr bahan2 : tulang, daging, jerohan,
dll
- Kandungan prot > 50%
3.



Tepung Daging (Meat Meal)
sisa 2 daging tak dipakai/diafkir/dimaka
Dari Rumah Potong Hewan (prot : 73,7%)
- lidah, oesophagus, isi dada, jerohan (prot
60-70%)
Kualitas pakan : sangat bagus
Sumber
: Riboflavin, Niasin, B12
Mineral
: Ca, P
Rendah
: vit A & D, as Pantotenat,
metionin, triptophan
4.
5.
Meat Bone Meal (MBM)
(Tepung Daging + tulang)
- Prot : 45-55%
- Sumber
: Ca (9,5%) ; P (4,4%), Mn, lisin
- Rendah
: Metionin, triptophan
Poultry by Product Meal
Terdiri dari : kepala, kaki, jerohan, telur belum
berkembang
Protein relatif l dibanding BP hewani yg lain
6.
Tepung Darah (Blood Meal)
Cara mendptkan :
1) Spray dried
- Air di l dgn evaporation → semprot udara kering
- Prot k : 85%
2) Cooked dried
- Masak secara konvensial → kehitaman, kemudian
diperas, ampas dijemur
- Prot tepung darah : 85%
3) Flash dried
Pe l air secara mekanis → keringkan dgn cepat
- Prot : 80%
*
- Walaupun kadar prot k → kualitas l
Kecernaan l
- Rendah : isoleusin, metionin, Ca P, Abu, lemak
Tepung Darah (Blood Meal)
7.
Tepung Tulang (Bone Meal)
8.
Tepung Ikan (Fish Meal)
- terdiri dr tulang belulang
- Tidak unt bhn pkn biasa → sbg bhn pakan kaya mineral
(dicampur dlm
campuran mineral)
- Terdiri dr ikan dan/sisa2nya → dikeringkan → digiling
* Nilai nutrisi → tergantung :
- macam ikan → menent kand lemak
- ukuran ikan
ikan besar → prot k
ikan kecil → prot l Ca, P tinggi
- cara pengeringan : (vacum, kukus, bakar)
- type bahan (jerohan, potongan/sisa utuh)
- prosesing (ekstraksi/tidak)
* Komposisi kimia :
- Prot ksr
: 35-70%
- Air < 10%, BK + 90%
- Kecernaannya : 92-95% → bagus
- lemak k → kualitas l → bau ikan → prod
hwn mudah tengik
- sumber mineral : Ca & P
sumber trace mineral unt yodium
sumber vit B → B12
9.
Tepung Udang
- terdiri dari : dagingnya, kulit, kepala → sebag
bsr
- tepung udang dr daging → prot 75%
- tepung dr campuran kulit, kepala, daging
(sebag) :
- prot : 32%
- mineral: 18%, chitin k
10. Bekicot
- Mudah didapat terutama pd ms hujan
- sumber protein & mineral (Ca + P)
Nilai nutrisi :
- prot ksr
seimbang
- Ca
-P
: 0,8%
: 60,9%
: 2%
→
asam amino
i
metionin : 1%
lysin
: 4,35%
11. Cacing Tanah
- Protein kk , mudah dicerna → asam2 amino setara
tep ikan
Nilai nutrisi :
- prot ksr
: 58-84% → as. amino : srgenin
: 10,17%, triptophan : 4,14%
- lemak ksr
: 0,9%
- serat ksr
: 3,3%
Penggunaan :
- tep cacing dpt menggantikan tep ikan
- tep cacing digunakan sbg pakan ternak →
10-25% dr ransum (tergant
ternaknya)
- Mutu prot tep cacing > tep daging, t tulang
- Ransum dgn ransum tep cacing → konsumsi
berkurang 12% → ttp
kenaikan berat
badan kk
12. Limbah katak
- Dapat diberikan dalam bentuk segar tetapi cepat
membusuk → lemak k
- Bentuk tepung → bahan pakan sumber protein →
sbg pengganti tepung
ikan, tep daging
Nilai nutrisi :
- Air
: 7,25% Abu
: 17,42%
- prot ksr
: 61,78% Ca
: 6%
- lemak ksr
: 10,10%
- serat ksr
: 2,11%
- Prot kasar kualitas k , karena mengandung asam2
amino : lisin, histidin,
arginin, metionin,
leusin, isoleusin, fenil alanin, triptophan, tirosin
13. Sisa Penetasan
- Terdiri dari : kulit telur, telur infertil, telur tidak menetas, anak
ayam sortiran
- sumber protein & mineral (Ca)
Nilai Nutrisi :
- Prot ksr
- lemak ksr
- Ca
- metionin
- lysin
:
:
:
:
:
22-26% → 51%
11-18%
17-24%
0,5-3%
1,1-7,5%
Penggunaan :
- Sebelum digunakan sisa penetasan → dipanaskan/dikeringkan
→ digiling
- 100 kg sisa penetasan dpt mengganti 10,9 kg tep daging, 5,4
kg tep alfalta
- 100 kg tep ayam sortiran dpt menggantikan 21,4 kg tep
daging
14. Tepung kepiting
- Dibuat dari sisa2 industri kepiting
- Terdiri dari : kulit, jerohan (viscera), daging
(sedikit)
Nilai nutrisi :
- prot ksr
- mineral
- chitin
: 25-30% → sumber prot
: 40% → sumber mineral
Penggunaan :
- sbg substitusi tep ikan
- pada babi → sbg suplemen protein
15. Sisa Potongan Rumah Potong Hewan
- Jarang dihasilkan di Indonesia → msh import
- berupa meat & bone meal → kualitas tergantung banyak tulang
&
daging penyusunnya. Misal : tulang >> → mineral >> protein
- Penggunaan < 10% (sbg pendamping tep ikan)
- Penyedia Ca kk
16. Tepung Bulu
- Berasal dari bulu unggas
- Sebelum digunakan sbg pakan, bulu unggas lebih dulu
dihidrolisis pd
suhu & tekanan k (agar prot dpt digunakan)
Nilai Nutrisi :
- Prot ksr : 85-90%
- Histidin, lysin, metionin, triptophan →
l
Penggunaan :
- Ruminansia → by pass protein
- Unggas max 5% (krn adanya keratin → sejenis protein
sukar larut &
sulit dicerna) dan perlu dicampur dgn tep ikan & tep
daging
22.
Ekskreta ayam (“manure”)
Ekskreta ayam (manure) adalah bahan campuran antara feses,
urine,
sisa2 /buangan yang mengandung obat2an, mikroba/parasit
dan bahan
pakan yg tidak tercerna
- Manure umumnya kotoran ayam ras yg dipelihara dgn sistem
baterai
- Dari 500 ekor ayam dihasilkan 50 kg/hari manure
- Amonia dan hidrogen sulfida yg dihasilkan → penyebab bau
busuk
- Kandungan nutrisi manure masih cukup tinggi, maka dapat
didaur ulang
untuk pakan dgn pengolahan lebih dahulu
*
* Nilai Nutrisi :
- Prot ksr : 19,94-35,30%
- serat ksr : 8,47-14,90%
- Ca, P → cukup tinggi : 1-3,2%
K
: 1,9%
- Protein kasar terdiri dari 50% nya NPN (asam urat, amonia,
urea,
kreatin) dan protein murni (asam2 amino)
* Penggunaan :
- Sebelum digunakan sbg pakan, manure diolah terlebih
dahulu dengan cara :
1. Pengeringan dibawah sinar matahari selama 2 hari
dan dibolakbalik agar parasit, salmonella mati
2. Pengukusan selama 4 jam dgn suhu 80oC,
kemudian dikeringkan
→ agar seluruh mikroba mati, dan serta kasar l
Pengolahan dgn cara ini dapat digunakan sebagai
pengganti pakan
komersial 5-10% (ayam petelur, ayam pedaging)
3. Pengolahan dgn fermentasi, menggunakan
mikroba (EM4, starbio dll).
Pengolahan dgn ini, dapat digunakan sebagai
pengganti pakan
komersial 20% (ayam petelur, ayam pedaging)
Download