Rangkuman Kegiatan APBI-ICMA Bulan Februari tahun 2017

advertisement
Aa
NEWSLETTER APBI-ICMA BULAN FEBRUARI
2017
FGD KEMANDIRIAN ENERGI DAN PEMBANGUNAN DAERAH (1-2-2017)
Economic dan Regional Develoment
Institute (ERDI) adalah lembaga yang
dibentuk
untuk
memberikan
rekomendasi kepada Presiden dan
pemerintah dalam rangka tercapainya
tujuan dan sasaran kebjakan ekonomi
terutama
terkait
keberhasilan
pembangunan daerah. ERDI juga
melakukan analisis dan prediksi yang
berguna
bagi
para
pengambil
keputusan di bidang ekonomi dan
politik. Acara FGD diselenggarakan
pada 1 Februari 2017 di Hotel Century Atlet Senayan dengan tema utama mengenai
Gasifikasi Batubara di Indonesia. Sambutan ERDI dibawakan oleh Bpk. Dr. Adrinof
Chaniago Mantan Kepala BAPPENAS. Dalam sambutannya Bpk. Adrinof
mengemukakan mengenai perlunya Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap
penggunaan fossil fuel khususnya batubara bagi pembangkit listrik. Oleh karena itu,
ERDI mendukung rencana pengembangan gasifikasi batubara agar Indonesia dapat
mendukung komitmen pengurangan emisi karbon serta meningkatkan nilai tambah
pemanfaatan batubara.
Dalam acara tersebut, wakil dari APBI-ICMA menyampaikan dukungan terhadap upaya
pengembangan gasifikasi batubara di tanah air. Namun, APBI-ICMA meminta agar
kebijakan pengembangan gasifikasi seharusnya memperhatikan aspek keekonomian
yang selama ini menjadi concern dari pelaku usaha. Sudah banyak upaya yang
diusulkan dari berbagai pihak dari dalam dan luar negeri mengenai teknologi gasifikasi
batubara namun hingga saat ini teknologi gasifikasi tersebut masih relatif sangat mahal
sehingga membuat upaya pengembangan terkendala. Selain itu, kebijakan pemerintah
juga perlu memberikan kepastian hukum khususnya bagi pelaku usaha batubara baik
pemegang PKP2B maupun IUP yang saat ini sedang beroperasi mengingat investasi
untuk gasifikasi batubara umumnya bersifat jangka panjang.
COFFEE MORNING BERSAMA DITJEN MINERBA (2-2-2017)
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (DJMB) mengadakan acara rutin “Coffee
Morning” yang biasanya digelar sebagai forum untuk menyampaikan kebijakan strategis
yang berdampak penting bagi pengusahaan pertambangan mineral dan batubara. Dalam
acara “Coffee Morning” tersebut, momentum pelaksanaan acara diadakan setelah
pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2017 sebagai Perubahan
APBI-ICMA NEWSLETTERS – FEBRUARI 2017
Page 1
Aa
NEWSLETTER APBI-ICMA BULAN FEBRUARI
2017
Keempat dari PP No. 23 Tahun 2010 tentang Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral
dan Batubara beserta beberapa peraturan menteri ESDM sebagai peraturan
pelaksanaannya.
Acara dipimpin langsung oleh Bpk.
Bambang Gatot Ariyono Direktur Jenderal
Mineral dan Batubara yang menyampaikan
update
berbagai
kebijakan
yang
dilaksanakan oleh pemerintah seperti
antara lain: (1) Penataan IUP Non CNC;
(2) Renegosiasi KK dan PKP2B; (3)
Rencana
Kegiatan
Anggaran
Biaya
(RKAB); (4) Jaminan
Reklamasi; (5)
Penerimaan
Negara;
(6)
Integrasi
Inspektur
Tambang;
(7)
Kebijakan
PertambangaN (Mining Policy); (8) Kebijakan Nilai Tambah; (9) Revisi Undang – Undang
Minerba; dan (10) Pelayanan RPIIT.
Acara Coffee Morning diikuti lebih kurang dari 200 orang peserta dari berbagai
perusahaan baik pemegang KK, PKP2B maupun IUP. Mayoritas isu yang dibahas dan
ditanyakan oleh peserta adalah terkait dengan implikasi PP No. 1 tahun 2017 beserta
peraturan turunannya.
ASPINDO “PAPARAN RENCANA UJI MATERI UU PAJAK & RETRIBUSI DAERAH”
(2-2-2017)
Asosiasi Jasa Usaha Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menggagas pembentukan
sekretariat bersama asosiasi yang terdampak dari pemberlakuan Pajak Kendaraan
Bermotor yang mana ASPINDO telah berjuang sejak 2012 melalui upaya hukum uji
materi ke Mahkamah Konstitusi maupun upaya perundingan dengan pemerintah. APBIICMA turut berpartisipasi dan mendukung kegiatan Sekretariat Bersama yang juga diikuti
oleh asosiasi lain seperti Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), asosiasi
pengguna alat berat, dll. Sekretariat Bersama dibentuk untuk mengkoordinasikan upaya
lintas asosiasi dalam memperjuangkan upaya industri yang selama ini terkendala
dengan pungutan PKB yang menurut asosiasi aturan tersebut tidak memberikan
kepastian hukum.
Tujuan diadakannya rapat ini untuk mendengarkan dan memberi masukan atas draft uji
materi UU PDRD yang akan dipresentasikan oleh pihak Ali Nurdin & Partners Lawfirm.
Adapun hasil rapat tersebut sbb:
Rapat dibuka dengan sambutan Ketua Umum ASPINDO. Disampaikan singkat kepada
para pemohon dan peserta pertemuan terkait latar belakang dan alasan mengapa harus
APBI-ICMA NEWSLETTERS – FEBRUARI 2017
Page 2
Aa
NEWSLETTER APBI-ICMA BULAN FEBRUARI
2017
dilakukannya uji materi di MK. Kemudian ditambahkan dengan pengantar oleh DE
ASPINDO latar belakang penyampaian laporan hasil pertemuan dengan Sesmenko tgl.
26 Januari 2017 dengan pihak Gabungan Asosiasi (dengan juru bicara Ali Nurdin).
Selanjutnya disampaikan laporan hasil pertemuan antara Ali Nurdin (sebagai juru bicara
Gab.Asosiasi) dengan Bpk. Lukita Dinarsyah Tuwo (Sesmenko Perekonomian). Pada
pertemuan tersebut ditanyakan tentang tindak lanjut Rakorses dan waktu
penyelenggaraan rapat tingkat Menteri yang telah dijanjikan oleh pihak Sesmenko.
Menurut Sesmenko, untuk mengatur jadwal pertemuan tersebut harus menyesuaikan
waktu para Menteri terkait, dan akan diberitahu bila sudah mendapat kejelasan.
Pihak Sesmenko mengharapkan pihak Gabungan Asosiasi membantu menyiapkan
Naskah Akademis terkait Peraturan alat berat kepadanya, hal ini untuk memudahkan
pihak Sesmenko dalam membuat draft regulasi yang dimaksud.
Terkait permintaan pihak Sesmenko tentang naskah akademis tentang Peraturan alat
berat, pihak ASPINDO menyarankan untuk membentuk tim penyusun khusus yang terdiri
dari ahli hukum, perwakilan asosiasi dan beberapa pakar multisektor. Diusulkan Ali
Nurdin sebagai ketua tim penyusun. Ali Nurdin menyanggupi dan mengharapkan
nantinya dibahas lebih lanjut karena sementara ini tim Law Firm ybs. mulai disibukkan
dengan persiapan sengketa Pilkada yang ditanganinya sbg. Konsultan KPU Nasional.
Terkait strategi penyusunan draft uji materi dikemukakan Ali N bahwa tidak akan
menekankan aspek pajak tetapi lebih berdasarkan keputusan MK tentang UU LLAJ
dimana alat berat dinyatakan bukanlah rumpun kendaraan bermotor dan perlu diatur
dalam ketentuan tersendiri.
Terkait pendaftaran gugatan uji materi di Mahkamah Konstitusi, direncanakan dalam
kurun waktu paling lambat 1 minggu setelah tanggal rapat, pihak AnP Lawfirm akan
mengirimkan draft permohonan judicial review kepada ASPINDO. Pihak ASPINDO diberi
waktu 1 minggu untuk memberi masukan/usulan dan sekaligus pembahasan final
terhadap draft permohonan. Selanjutnya draft permohonan dikembalikan kepada pihak
AnP Lawfirm untuk direvisi/diperbaharui. Disepakati bahwa selambat-lambatnya tanggal
21 Februari 2017, permohonan judicial review sudah didaftarkan ke MK.
Sebelum Rapat ditutup diingatkan pihak ASPINDO akan masih kurangnya dukungan
pendanaan baik untuk kegiatan Sekber Gabungan Asosiasi maupun proses uji materi.
Kepada pihak2 yang berkepentingan diingatkan perlunya upaya dukungan finansial ini
dan nantinya akan ditindaklanjuti Sekber. Gabungan Asosiasi.
PEMBAHASAN PROGRES PENYELESAIAN LAPORAN EITI 2014 ( 2-2-2017)
Dalam rapat ini membahas tentang progress penyelesaian Laporan EITI 2014.
Direktur Eksekutif APBI-ICMA hadir dalam rapat ini dan memberikan masukan dalam
APBI-ICMA NEWSLETTERS – FEBRUARI 2017
Page 3
Aa
NEWSLETTER APBI-ICMA BULAN FEBRUARI
2017
proses penyelesaian Laporan EITI 2014. Sekretariat EITI Indonesia sedang
memfinalisasikan laporan EITI untuk segera diajukan ke Board EITI agar laporan
Indonesia dapat segera diterima sebagai anggota EITI. Proses penyusunan laporan tidak
mudah karena melibatkan banyak perusahaan baik dari sektor mineral batubara dan
juga minyak dan gas. APBI-ICMA yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Eksekutif
duduk dalam Tim Pelaksanan berdasarkan SK Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian bersama-sama dengan wakil dari unsur indsutri migas, pemerintah
daerah, dan civil society organization (CSO)
RAPAT TIM KECIL JUDICIAL REVIEW PP 105/2015 DAN PP 33/2014 ( 2-2-2017 )
Dalam rapat ini dilakukan pembahasan rencana pengajuan judicial review PP
105/2015 dan PP 33/2014 dengan menghadirkan narasumber Bapak Sutrisno Karim
mantan Direktur Jenderal Planologi Kementerian Kehutanan dalam kapasitas sebagai
pakar. Sebagaimana diinfokan ke anggota, APBI-ICMA akan mengajukan permohonan
uji materi ke Mahkamah Agung atas PP 33/2014 yang mengatur tentang tarif dan jenis
PNBP yang berlaku dikawasan hutan bagi pemegang IPPKH. Peraturan tersebut sangat
memberatkan dimana tarif PNBP meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan
tarif yang diatur di peraturan sebelumnya yaitu PP No. 2/2008. Selain itu APBI-ICMA
yang dalam hal ini bekerjasama dengan API-IMA juga akan mengajukan permohonan uji
materi ke MA atas PP No. 105/2015 yang mengatur kewajiban penanaman dalam
rangka rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS). Kewajiban tersebut dirasa sangat
memberatkan dimana perusahaan pemegang IPPKH diwajibkan untuk mencari lahan
yang akan dilakukan penanaman dan diberlakukan sanksi yang dapat berpengaruh
terhadap progress pelaksanaan reklamasi dan juga pembayaran PNBP. Upaya uji materi
diambil setelah upaya APBI-ICMA yang telah berusaha meyakinkan pemerintah tidak
membuahkan hasil. Sejak tahun 2013, APBI telah menyurat dan menyampaikan
langsung ke pihak Kehutanan mengenai concern pelaku usaha. Bahkan APBIICMA juga
telah mengirim surat langsung ke Menteri LHK, dan Presiden RI di era Pak Susilo
Bambang Yudhoyono dan presiden sekarang Bpk. Joko Widodo. Di pertengahan 2016,
APBI juga sempat melakukan “courtesy call” ke Direktur Jenderal Planologi Kementerian
LHK bpk. Dr. San Afri Awang dimana isu kewajiban reklamasi DAS juga disampaikan
secara langsung. Selain itu APBI juga sering melakukan koordinasi dengan pihak
Kementerian ESDM dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan
keberatan industri. Namun hingga saat ini usulan tersebut belum diakomodir oleh
pemerintah.
CEO GATHERING, ULANG TAHUN APINDO (3-2-2017)
Deputi Direktur Eksekutif APBI-ICMA menghadiri undangan perayaan ulang tahun
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang dirangkaikan dengan acara CEO
APBI-ICMA NEWSLETTERS – FEBRUARI 2017
Page 4
Aa
NEWSLETTER APBI-ICMA BULAN FEBRUARI
2017
Gathering yang menghadirkan Menteri Keuangan RI ibu Sri Mulyani Indrawati dan Wakil
Menteri ESDM yang diwakili oleh Dirjen
EBTKE Bpk. Rida Mulyana. Wakil Menteri
ESDM bpk. Arcandra Tahar berhalangan
hadir
dan
paparan
kebijakan
dari
Kementerian ESDM disampaikan oleh Dirjen
EBTKE dan Dirjen Kelistrikan Bpk. Jarman.
Menteri Keuangan RI menyampaikan
paparan terkait outlook perekonomian
Indonesia 2017, dimana Sri Mulyani optimis
pertumbuhan di tahun 2017 meskipun
tekanan dan pengaruh kondisi perekonomian
global masih kuat. Perubahan pemerintahan di Amerika Serikat diperkirakan akan
berpengaruh secara global namun dampaknya ke Indonesia diperkirakan tidak terlalu
besar. Penerimaan negara dari sektor pertambangan mineral dan batubara
diproyeksikan akan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Acara dipandu oleh
bpk. Hariyadi Sukamdani Ketua APINDO. Selain itu Bpk. Sofyan Wanandi mantan Ketua
DPN APINDO juga hadir di acara CEO Gathering yang menghadirkan beberapa
pimpinan perusahaan terkemuka ditanah air. APBI juga turut secara aktif mendukung
aktifitas Komite ESDM APINDO yang baru dibentuk di kuartal IV tahun 2016 yang
diketuai oleh Bpk. Sammy Hamzah.
PERTEMUAN DENGAN DUTA BESAR REPULIK KOREA UTARA ( 3-2-2017)
Tanggal 3 Februari 2017 APBI-ICMA
menerima kunjungan dari duta besar
Democratic People Republic of Korea
(DPRK) atau dikenal juga dengan Korea
Utara, HE AN KWANG IL (Duta Besar
Republik Korea Utara). Dalam pertemuan
tersebut, beberapa perusahaan produsen
coking coal juga hadir yaitu dari PT.
Lahai Coal dan PT. Marunda Graha
Mineral (PT MGM).
Tujuan dari pertemuan tersebut Dubes DPRK menyatakan keinginan negaranya untuk
memperkuat hubungan kerjasama dagang antar negara sebagai kelanjutan pertemuan
Dubes dengan Menteri Luar Negeri RI. Khusus dalam pertemuan dengan APBI-ICMA,
tujuannya adalah untuk menyampaikan kebutuhan DPRK atas produk coking coal untuk
proyek pembangunan pabrik Baja di Negara mereka. DPRK sedang membangun
beberapa pabrik Baja dan membutuhkan pasokan coking coal sekitar 500.000 ton/tahun
dan bisa mencapai 1 juta ton.
APBI-ICMA NEWSLETTERS – FEBRUARI 2017
Page 5
Aa
NEWSLETTER APBI-ICMA BULAN FEBRUARI
2017
Dalam kesempatan itu, Dubes DPRK
menyebutkan mengenai adanya restriksi
(pembatasan) perdagangan ekspor-impor
dari dan ke DPRK yang ditetapkan oleh
United Nations (UN). Untuk ekspor-impor
batubara ditetapkan jumlah kuantitas yang
bisa di ekspor-impor mengingat DPRK juga
adalah produsen batubara dan mengekspor
batubara ke China. Untuk impor coking coal
dari Indonesia, dubes menegaskan bahwa
jumlah yang diimpor nantinya masih masuk dalam jumlah kuota yang dibolehkan oleh
UN. Namun demikian, dubes DPRK juga menyampaikan kesulitan negaranya untuk
membayar impor dari Indonesia dengan menggunakan mata uang USD. Oleh karena itu,
Dubes DPRK menawarkan untuk sistem pembayaran barter. Dalam sistem barter ini,
DPRK dapat menawarkan beberapa produk mineral seperti magnezit, barite, zinc, dan
lain-lain yang mungkin dibutuhkan oleh beberapa industri di Tanah air.
Sebagai respon dari permintaan tersebut, PT MGM akan mengkaji usulan tersebut
karena sebagian besar produksi saat ini sudah dipasarkan ke beberapa Negara.
Sedangkan PT Lahai Coal yang telah berproduksi masih dalam taraf penjajakan pasar.
Sebagai follow up, Dubes DPRK akan mengkomunikasikan hasil pertemuan ke Kemenlu
dan Kementerian Perdagangan. Demikian update singkat ini disampaikan sebagai bahan
referensi.
SOSIALISASI PERMEN ESDM NO.7/2017 TENTANG TATA CARA PENETAPAN
HARGA PATOKAN PENJUALAN MINERAL LOGAM DAN BATUBARA (7-2-2017)
Acara sosialisasi diadakan oleh Direktorat Pembinaan dan Pengusahaan Batubara
terkait dengan penerbitan Peraturan Menteri ESDM No. 7/2017 yang mengatur
mengenai harga patokan batubara. Bpk. Agung Pribadi, Direktur Pembinaan dan
Pengusahaan Batubara, Kementerian ESDM RI memimipin acara tersebut. Wakil Ketua
APBI-ICMA Bpk. Priyadi hadir didampingi Bpk. Supriatna Suhala dan beberapa wakil
perusahaan anggota APBI-ICMA. Selain itu Ketua API-IMA Bpk. Ido Hutabarat juga
hadir. Dari pihak pengguna (end-user) pihak PLN juga hadir mengikuti acara sosialisasi.
RAPAT LANJUTAN TIM KECIL JUDICIAL REVIEW PP 105/2015 DAN PP 33/2014
(7-2-2017)
Tim kecil APBI-ICMA dan API-IMA mengadakan rapat pembahasan rencana pengajuan
judicial review PP 105/2015 dan PP 33/2014. Dalam rapat tersebut juga hadir dari pihak
konsultan hukum MMS Consulting yang ditunjuk oleh IMA dan APBI untuk menangani
APBI-ICMA NEWSLETTERS – FEBRUARI 2017
Page 6
Aa
NEWSLETTER APBI-ICMA BULAN FEBRUARI
2017
penyusunan permoonan uji materi ke Mahkamah Agung. Pihak kantor konsultan hukum
MMS Consulting ditunjuk oleh IMA dan APBI berdasarkan pertimbangan antara lain
bahwa kantor MMS Consulting dianggap berpengalaman dalam menangani kasus
permohonan uji materi terkait dengan peraturan kehutanan. Di tahun 2015 yang lalu,
pihak MMS Consulting dihire oleh APHI dalam pengajukan permohonan uji materi
terhadap peraturan pemerintah yang mengatur tarif PNBP Pengenaan Nilai Tegakan.
Permohonan uji materi APHI tersebut diterima oleh MA yang membatalkan
pemberlakuan PP tersebut. Selain itu hadir pula narasumber Bapak Sutrisno Karim
sebagai Pakar.Bpk. Sutrisno Karim dimintai pandangannya seputar latar belakang
(historical background) dan filosofi dari penerbitan PP No. 2/2008 yang mengatur tarif
dan jenis PNBP untuk penggunaan kawasan hutan. Tim hukum MMS Consulting dan
APBI & IMA ingin mendengarkan latar belakang disusunnya formula penerapan PNBP
yang diatur di PP No. 2/2008. Kemudian PP 2/2008 dicabut dan diganti oleh PP N.
33/2014 yang dikeluhkan oleh pelaku usaha.
KUNJUNGAN WORLD BANK KE APBI-ICMA (9-2-2017)
Ketua Komite Lingkungan & CSR
APBI-ICMA Bpk. Wisnu Susetyo
didampingi Deputy Direktur Eksekutif
APBI memenuhi permintaan dari pihak
Bank Dunia yang dalam hal ini Mr.
Stephen Hutton, Senior Evaluation
Officer, Sustainable Development
Evaluations
yang
berbasis
di
Washington DC. Stephen Hutton
didampingi oleh Bpk. Dr. Rusdian
Lubis, mantan wakil Indonesia di Bank
Dunia untuk urusan lingkungan dan mantan deputi Menteri LH. Dalam pertemuan
tersebut dibahas beberapa hal antaralain mengenai penerapan IFC standard dalam
pelaksanaan evaluasi pelaksanaan ketaatan lingkungan (environmental compliance)
yang sering disyaratkan oleh pihak lender. Selain itu juga dibahas mengenai
penggunaan teknologi pembangkit listrik yang semakin efisien dengan penggunaan
teknologi Ultra Super Critical yang juga mengurangi pembuangan emisi karbon. APBI
juga menyampaikan keluhan mengenai diberlakukannya standar pengelolaan lingkungan
oleh KLHK yang justru lebih ketat dibandingkan di negara-negara maju seperti misalnya
aturan tentang pengelolaan limbah abu batubara (fly-ash) yang dikategorikan sebagai
limbah berbahaya dan beracun (limbah B3).
APBI-ICMA NEWSLETTERS – FEBRUARI 2017
Page 7
Aa
NEWSLETTER APBI-ICMA BULAN FEBRUARI
2017
RAPAT PERCEPATAN INFRASTRUKTUR KETENAGALISTRIKAN 35,000 MW DI
KEMENKO PEREKONOMIAN (9-2-2017)
Dalam rapat ini membahas terkait program percepatan infrastruktur ketenagalistrikan
35,000 MW, khususnya pembangunan pembangkit listrik berbasis batubara mulut
tambang.rapat dipimpin oleh Direktur Proyek Sektor Energi, KPPIP. Direktur Eksekutif
APBI-ICMA hadir dalam rapat ini.
KUNJUNGAN STRAITS FINANCIAL INDONESIA ( 13-2-2017 )
Dalam pertemuan ini Straits Financial Indonesia (SFI) memberikan penjelasan sebagai
perkenalan kepada APBI-ICMA , dimana Straits Financial Indonesia (SFI) adalah anak
perusahaan dari Straits Financial Group (SF Group) dengan kantor pusat di Singapura.
SF Group adalah anggota dari kelompok terbatas CWT (www.cwtlimited.com) dan CWT
adalah perusahaan pergudangan dan logistik yang terdaftar di SGX sejak tahun 1993.
CWT adalah perusahaan logistik terbesar yang terdaftar di Asia Tenggara dan menurut
Forbes berada pada peringkat 50 perusahaan Asia yan menakjubkan pada 2013,
2014 dan 2015.
SF Group adalah perusahaan broker dari CWT dan memiliki anak perusahaan di
Amerika Serikat, Cina, Indonesia, Dubai dan Hong Kong. Kami menawarkan akses ke
bursa utama global seperti ICE, LME, HKEX, NZX, TOCOM, BURSA MALAYSIA, CME
Group dan entitas US kami adalah anggota kliring langsung CME Group (NYMEX,
COMEX, dll). Selain akses ke bursa, kami juga menyediakan pembiayaan perdagangan
untuk membantu klien kami untuk mengembangkan bisnis mereka.
RAPAT TIM TEKNIS EITI ( 14-2-2017 )
Rapat ini dilaksanakan guna penyelesaian dan persetujuan Laporan EITI tahun 2014.
Direktur Eksekutif APBI-ICMA hadir dalam rapat ini. Yang diundang dalam rapat ini
antara lain: Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, SKK Migas, Masyarakat Sipil,
Independent Adminsitrator, Perusahaan dan Asosiasi.
FGD PENYUSUNAN KOMITMEN PERDAGANGAN BARANG INDONESIA SEKTOR
ESDM PADA PASAR BEBAS, JOGJAKARTA ( 16-2-2017 )
FGD ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas Kementerian ESDM untuk
menyusun komitmen pada perundingan international khususnya di sektor perdagangan
barang. Direktur Eksekutif APBI-ICMA hadir dalam FGD ini. Peserta yang diundang dari
APBI-ICMA NEWSLETTERS – FEBRUARI 2017
Page 8
Aa
NEWSLETTER APBI-ICMA BULAN FEBRUARI
2017
beberapa perusahaan tambang dan migas. FGD tersebut dibuka oleh Biro Komunikasi
Layanan Publik dan Kerjasama.
Pada sesi pertama acara diisi oleh Direktur Kerjasama ASEAN, Kementerian
Perdagangan membahas tentang Perundingan barang internasional, kemudian diikuti
oleh Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Ditjen Bea Cukai terkait
Pokok-pokok ketentuan rules of origin (ROO), Tata cara penentuan dan fungsi dalam
perjanjian perdagangan bebas.
Pada sesi kedua para pembicara beserta peserta FGD bersama membahas penyusunan
komitmen kementerian ESDM dalam perundingan perdagangan barang internasional,
khususnya untuk berbagai macam mineral dan batubara.
ACARA PEMAPARAN SUMBERDAYA DAN TEKNOLOGI BATUBARA DI BPPT
(16-2-2017)
Acara di BPPT acara persiapan FGD
Indonesia dan China terkait dng
pemanfaatan batubara utk liquefaction
dan gasifikasi. Acara dipimpin Deputy
bid Tek Informasi, Energi, dan Mineral
BPPT bpk. Dr. Hammam Riza,dan
dihadiri bpk. Indroyono Susilo mantan
Menko Kemaritiman dlm kapasitas sbg
Ketua IRDI (Indonesian Research and
Development Institute) dan wkl dr
Kadin. Tujuan acara membahas
persiapan FGD yg rencana awal Maret
(exact date to be advised) di ShangriLa. Nanti akan datang delegasi bisnis dr
perusahaan2 produsen batubara dr China antara lain ShenHua. Mereka ingin
menawarkan teknologi pemanfaatan batubara. Kedatangan mereka di fasilitasi oleh
Vince Gowan dr Kadin yg banyak menangani investor processing coal dan mineral di
China. Adapun IRDI dlm posisi sebagai "interlocutor" semacam perantara yg
menjembatani riset teknologi dalam negeri dengan pihak investor, technology provider
dll. Nanti undangan FGD akan disampaikan ke APBI. Dari pemerintah yg hadir ada dari
Kemenko Perekonomian sementara dr ESDM tidak ada yg hadir. Demikian laporan
singkat disampaikan.
APBI-ICMA NEWSLETTERS – FEBRUARI 2017
Page 9
Aa
NEWSLETTER APBI-ICMA BULAN FEBRUARI
2017
SEMINAR KEBIJAKAN HILIRISASI MINERAL (20-2-2017)
Kebijakan pemerintah yang dituangkan di
dalam Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun
2017
tentang
Kegiatan
Usaha
Pertambangan Mineral dan Batubara
yang merupakan perubahan keempat dari
PP No. 23 Tahun 2010 disambut dengan
penuh kekhawatiran oleh pelaku usaha
pertambangan mineral. Acara Seminar
digagas oleh Korps Alumni HMI (KAHMI)
Departemen Ristek dan Pertambangan
yang membahas mengenai kebijakan
hilirisasi mineral. Acara yang bertempat di Hotel JS Luwansa menghadirkan beberapa
narasumber seperti Prof. Irwandy Arif (Indonesian Mining Institute), Dr. Achmad Redi
(Guru Besar Hukum Universitas Tarumanegara), Dr. Hamdhan Zoelva (Pengurus KAHMI
– Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi) dll. APBI-ICMA turut berpartisipasi menghadiri
undangan KAHMI untuk mencermati pandangan pemikiran mengenai kelangsungan
Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) terkait dengan
diterbitkannya PP No. 1 Tahun 2017. Meskipun sektor pertambangan batubara tidak
terdampak langsung oleh PP dan peraturan turunannya namun perlu dicermati
perkembangan lebih lanjut termasuk rencana pembahasan draft UU Perubahan UU No.4
Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang masuk dalam program
legislasi nasional (Prolegnas) DPR-RI di tahun 2017.
RAPAT BULANAN PENGURUS APBI-ICMA (22-2-2017 )
Rapat bulanan Pengurus APBI membahas beberapa agenda penting antara lain
(i) Penerbitan Peraturan Menteri ESDM No. 7 Tahun 2017;
(ii) Persiapan pelaksanaan Coal Trans Asia yang akan diselenggarakan pada 14 – 16
Mei 2017; dan
(iii) Persiapan acara APBI-ICMA Golf Tournament 2017.
Dalam kaitan dengan terbitnya PerMen ESDM No. 7 Tahun 2017 tentang Harga Patokan
Mineral dan Batubara, dibahas mengenai adanya rencana pemerintah untuk merevisi
Peraturan Menteri tersebut karena adanya permintaan dari PLN. Pihak PLN sebagai
“end-user” menderita kerugian yang cukup material akibat dari lonjakan harga batubara
di kuartal IV tahun 2016 yang lalu. Oleh karena itu PLN menginginkan agar pemerintah
melakukan “intervensi” dalam penentuan harga jual batubara ke PLN agar kerugian dari
BUMN tersebut dapat diminimalkan dan PLN dapat jaminan pasokan batubara untuk
jangka panjang. Pengurus dalam rapat tersebut menginginkan agar kepentingan pelaku
APBI-ICMA NEWSLETTERS – FEBRUARI 2017
Page 10
Aa
NEWSLETTER APBI-ICMA BULAN FEBRUARI
2017
usaha batubara juga diperhatikan agar margin usaha dari harga jual batubara dapat
mendorong investasi pertambangan batubara serta mendukung konservasi cadangan.
Terkait dengan Coaltrans, Pengurus APBI-ICMA memberikan banyak masukan ke pihak
Coaltrans Conference dalam hal materi dan pembicara. Di Coaltrans Asia kali ini APBIICMA banyak berperan untuk menyusun topik dan menentukan pembicara yang akan
diundang. Menteri ESDM diharapkan hadir untuk memberikan sambutan pembukaan.
APBI-ICMA berharap agar para anggota APBI-ICMA dapat berpartisipasi mengirimkan
wakilnya untuk hadir di acara tersebut. Selain materi conference Coaltrans, rapat juga
membahas rencana pelaksanan turnamen Golf APBI-ICMA. Acara turnamen Golf
tersebut akan dilaksanakan di Nusa Dua Golf Club pada hari Minggu, 14 Mei 2017 dalam
rangkaian acara Coaltrans Asia. Terakhir kali APBI-ICMA mengadakan acara serupa di
tahun 2013 yang lalu. Untuk acara turnamen Golf, APBI-ICMA akan bekerjasama
dengan Khatulistiwa Golf yang berpengelaman melaksanakan turnamen Golf di Bali
yang nanti akan didukung juga oleh Coal Golf Club.
FORUM REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG – BREAKFAST MEETING
(22-2-2017)
Acara “Breakfast Meeting” diadakan di
Hotel
Westin
Jakarta
yang
diselenggarakan oleh Forum RLHBT
dan
didukung
oleh
APBI-ICMA.
Kegiatan tersebut adalah salah satu
program kegiatan FRLHBT yang
bertujuan untuk mempertemukan para
pemangku kepentingan terkait dengan
pelaksanaan kewajiban reklamasi di
lahan bekas tambang yang berada di
dalam kawasan hutan. Sebagaimana
diketahui FRLHBT yang saat ini diketuai oleh Bpk. Jeffrey Mulyono (mantan Ketua APBIICMA) selama ini berperan aktif dalam menjembatani komunikasi antara Kementerian
ESDM dan Kementerian Lingkungan dan Kehutanan dalam berusaha menyamakan
persepsi terkait dengan pelaksanaan reklamasi lahan bekas tambang. APBI-ICMA
sebagai salah satu institusi yang turut melahirkan FRLHBT, mendukung keberadaan
FRLHBT antara lain dengan menyediakan ruang kantor APBI-ICMA yang dapat
digunakan untuk kegiatan rapat forum dan untuk tempat berkantor bagi Direktur
Eksekutif FRLHBT yang saat ini dipegang oleh Bpk Sofyan Basri.
Dalam acara Breakfast Meeting dari Kementerian LHK hadir Dirjen Pengendalian Daerah
Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Bpk. Hilman Nugroho, Direktur Konservasi Tanah, Air,
Direktu Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka dan beberapa pejabat eselon 3 dan
4. Sedangkan dari Kementerian ESDM, hadir Bpk. Hendrasto Direktur Teknik dan
APBI-ICMA NEWSLETTERS – FEBRUARI 2017
Page 11
Aa
NEWSLETTER APBI-ICMA BULAN FEBRUARI
2017
Lingkungan yang dalam hal ini mewakili Direktur Jenderal
Mineral dan Batubara. Turut hadir pula beberapa pengurus
dari Forum RHLBT serta wakil dari beberapa perusahaan
pertambangan mineral dan batubara. Dalam sambutan
pembukaan, Ketua Forum RHLBT Bpk Jeffrey Mulyono
mengungkapkan bahwa dokumen rencana reklamasi pada
lahan bekas tambang yang dibuat oleh pemegang IUP/IUPK
sekaligus
pemegang
IPPKH
yang
kegiatan
penambangannya didalam kawasan hutan, muatannya
belum
sepenuhnya
mengacu
pada
Permenhut
P.4/2011.Sehingga terdapat perbedaan hasil peniliaian dari
yang dilakukan oleh Ditjen Minerba ESDM dan pihak KLHK.
Dalam pertemuan tersebut, pihak KLHK dan ESDM menyambut baik inisiatif dari Forum
RHLBT dan mengusulkan agar pertemuan serupa dapat diadakan sekali setiap 3 bulan.
SEMINAR INDONESIAN MINING INSTITUTE – MEET THE EXPERTS (23-2-2017 )
Acara “ MEET THE EXPERTS ” diselenggarakan oleh Indonesian Mining Institute yang
diketuai oleh Prof. Irwandy Arif. Untuk event kali ini, Meet The Experts mengambil tema
“Peranan Holding BUMN Tambang Dalam Mengembangkan Pertambangan Mineral dan
Batubara”. Acara dilaksanakan di Grand Hyatt Hotel Kamis 23 Februari 2017 yang
dihadiri sekitar 80 lebih peserta. Pembicara utama dalam acara ini adalah Bpk. Budi
Gunadi Sadikin, mantan direktur utama Bank Mandiri yang sejak pertengahan tahun
2016 yang lalu ditunjuk sebagai staf khusus Menteri BUMN. Budi Gunadi Sadikin
diberikan tugas untuk menyusun blue print pembentukan perusahaan induk (holding)
BUMN Tambang yang akan menggabungkan 4 BUMN yaitu PT Aneka Tambang Tbk, PT
Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Inalum. Inalum dirancang sebagai “leader”
dalam penggabungan tersebut.
Budi Gunadi Sadikin dalam paparannya menjelaskan mengenai besarnya potensi BUMN
dalam perekonomian nasional. Penggabungan BUMN dalam beberapa perusahaan
induk, termasuk BUMN tambang, akan menambah leverage BUMN dalam mencari
pendanaan serta kerjasama dengan badan usaha di luar negeri. Holding BUMN tambang
nantinya akan mengambil alih saham pemerintah sebesar 9.36% di PT Freeport
Indonesia. Selanjutnya holding BUMN (Indonesia Resources Corportation) akan
berupaya untuk mendapatkan pendanaan (funding) untuk berpartisipasi dalam divestasi
saham Freeport. Dengan penggabungan 4 BUMN dalam satu holding maka BUMN
dapat mendukung program strategis pemerintah seperti hilirisasi mineral dan program
kelistrikan nasional khususnya untuk PLTU berbasis bahan bakar batubara.
APBI-ICMA NEWSLETTERS – FEBRUARI 2017
Page 12
Download