BAB II TINJAUAN TEORI A. Pengertian Depresi Pengertian depresi

advertisement
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Pengertian Depresi
Pengertian depresi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan
tertekan dan perasaan semangat menurun dengan ditandai muram, sedih, loyo; karena
tekanan jiwa; keadaan merosotnya hal-hal yang berkenaan dengan semangat hidup
(Depdikbud), 1997).
Sedangkan menurut Sabilla (2010), menurutnya depresi adalah gangguan mood,
kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir,
berperasaan dan berperilaku) seseorang. Pada umumnya mood yang secara dominan
muncul adalah perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan. Depresi ditandai dengan
perasaan sedih yang psikopatologis, kehilangan minat dan kegembiraan, berkurangnya
energi yang menuju kepada meningkatnya keadaan mudah lelah yang sangat nyata
sesudah bekerja sedikit saja, dan berkurangnya aktivitas.
Menurut Sabilla (2010), depresi merupakan suatu masa terganggunya fungsi
manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya,
termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi,
anhedonia, kelelahan, rasa putus asa dan tidak berdaya, serta gagasan bunuh diri.
Menurut Soep (2009), depresi adalah gangguan alam perasaan (mood) yang
ditandai dengan kemurungan, kesedihan yang mendalam dan berkelanjutan sehingga
hilangnya kegairahan hidup, apatis dan pesimisme kemudian dapat dikuti gangguan
perilaku. Depresi merupakan masalah kesehatan jiwa yang utama dewasa ini, hal ini amat
penting karena orang dengan depresi produtivitasnya akan menurun dan ini amat buruk
Gambaran Depresi Ibu..., DWI SETYA WARDIANTO, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2016
akibatnya bagi suatu masyarakat, bangsa dan negara yang sedang membangun. Depresi
juga sebagai penyebab utama tindakan bunuh diri, dan tindakan ini menduduki urutan ke6 dari penyebab kematian utama di Amerika Serikat.
Sabilla (2010), bahwa individu yang mengalami depresi sering merasa dirinya
tidak berharga dan merasa bersalah. Mereka tidak mampu memusatkan pikirannya dan
tidak dapat membuat keputusan. Individu yang mengalami depresi selalumenyalahkan
diri sendiri, merasakan kesedihan yang mendalam dan rasa putus asa tanpa sebab. Mereka
mempersepsikan diri sendiri dan seluruh alam dunia dalam suasana yang gelap dan
suram. Pandangan suram ini menciptakan perasaan tanpa harapan dan ketidakberdayaan
yang berkelanjutan. Setiap orang sering mengalami perasaan sedih, tetapi perasaan ini
biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Ketika seseorang mengalami gangguan
depresi, hal itu akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari, fungsi sebagai manusia yang
normal, dan menyebabkan perasaan sakit baik untuk orang yang mengalami gangguan
depresi maupun orang-orang terdekatnya.
Depresi umum terjadi, tetapi merupakan penyakit yang serius, dan mayoritas
orang yang pernah mengalami depresi membutuhkan perawatan untuk menjadi lebih baik
(National Institute of Mental Health (NIMH), 2008).
1. Macam-macam depresi
Ada beberapa macam dari gangguan depresi, yaitu (NIMH, 2008):
a) Major depressive disorder (gangguan depresi berat), karakteristik dari gangguan
ini adalah adanya beberapa gejala yang mengganggu seseorang untuk bekerja,
tidur, belajar, makan dan menikmati kegiatan yang seharusnya menyenangkan.
Depresi berat merupakan ketikdakmampuan seseorang untuk berfungsi secara
Gambaran Depresi Ibu..., DWI SETYA WARDIANTO, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2016
normal. Depresi berat mungkin hanya terjadi sekali selama hidup seseorang, tetapi
adakalanya hal itu terjadi berulang kali dalam hidup seseorang yang lain.
b) Dysthymic disorder (dysthymia), ditandai dengan waktu yang lama (dua tahun
atau lebih) tidak terdapat gejala-gejala yang dapat mengganggu kemampuan
seseorang tetapi dapat mengganggu fungsinya secara normal seperti perasaan
yang nyaman. Orang dengan dysthymia mungkin juga mengalami sekali atau
lebih peristiwa depresi berat selama hidupnya (NIMH, 2008).
Beberapa bentuk gangguan depresi menunjukkan sedikit perbedaan karakteristik
dari yang digambarkan di atas, atau mungkin saja beberapa gangguan depresi
berkembang dalam keadaan yang unik. Tidak semua ilmuwan setuju dalam hal
menggolongkan dan mendefinisikan bentukbentuk dari depresi ini. Hal tersebut
meliputi (NIMH, 2008):
a)
Psychotic depression, terjadi ketika gangguan depresi dibarengi dengan
gangguan psikosis, seperti memungkiri kenyataan, halusinasi dan delusi.
b) Postpartum depression (depresi postpartum), yang terjadi pada seorang ibu yang
baru melahirkan.
c)
Seasonal affective disorder/SAD, ditandai dengan gangguan depresi selama
musim dingin, dimana pada musim tersebut tidak ada cahaya matahari. Depresi
ini secara umum akan menghilang selama musim gugur dan musim semi. SAD
biasanya diberi perlakuan berupa terapi cahaya.
2. Gejala-gejala depresi
Gambaran Depresi Ibu..., DWI SETYA WARDIANTO, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2016
Orang dengan gangguan depresi tidak selalu memiliki gejala yang sama satu dengan
yang lain. Frekuensi,durasi dan beratnya gejala akan bervariasi tergantung pada
masing-masing orang. Gejala-gejala depresi antara lain (NIMH, 2008) :
a)
Perasaan sedih yang menetap, khawatir atau perasaan kosong
b) Perasaan putus asa dan atau pesimisme
c)
Perasaan bersalah, perasaan tidak berharga dan atau putus asa
d) Cepat marah, tidak dapat istirahat
e)
Insomnia, terjaga dipagi buta, atau tidur yang berlebihan
f)
Pikiran untuk bunuh diri, usaha bunuh diri
Perasaan sakit yang menetap, sakit kepala, kram atau gangguan pencernaan
yang tidak mudah disembuhkan walaupun dengan perawatan.
3. Penyebab depresi
Tidak ada alasan yang jelas penyebab dari depresi, disini ada beberapa alasan
mengapa seseorang mengalami depresi :
a)
Genetik (riwayat keluarga), jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan
depresi, orang tersebut beresiko mengalami depresi. Di lain kasus, banyak juga
orang yang mengalami gangguan depresi tanpa memiliki riwayat keluarga
dengan depresi.
b) Ketidakseimbangan bahan kimia, otak pada orang yang normal terlihat berbeda
dibanding dengan yang megalami gangguan depresi. Hal itu dikarenakan bagian
dari otak yang mengatur suasana hati, pikiran, tidur, keinginan, dan perilaku
tidak memiliki keseimbangan
yang benar terhadap bahan kimia.
Gambaran Depresi Ibu..., DWI SETYA WARDIANTO, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2016
c)
Faktor hormonal, perubahan siklus menstruasi, melahirkan, pembawaan, periode
postpartum, perimenopouse, dan menopouse
merupakan penyebab depresi pada wanita
d) Stress, peristiwa hidup yang penuh dengan tekanan seperti trauma, kehilangan
seseorang yang berarti, hubungan yang buruk, tanggungjawab pekerjaan,
mengasuh anak dan lansia, penyalahgunaan, kemiskinan mungkin memicu
gangguan depresi pada beberapa orang.
e)
Penyakit medis atau proses medis
B. Definisi Postpartum
Menurut Marmi (2012), postpartum adalah masa beberapa jam sesudah lahirnya
plasenta sampai minggu keenam setelah melahirkan. Masa postpartum dimulai setelah
kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali pada masa
sebelum hamil yang berlangsung kira-kira enam minggu. Pendapat lain mengatakan
postpartum adalah masa setelah kelahiran yang meliputi minggu-minggu berikutnya
pada waktu saluran reproduksi kembali kekeadaan yang normal pada saat sebelum
hamil. Berdasarkan definisi di atas, yang dimaksud dengan postpartum adalah masa
setelah kelahiran bayi dan masa si ibu untuk memulihkan kondisi fisiknya meliputi alatalat kandungan dan saluran reproduksi kembali pada keadaan sebelum hamil yang
berlangsung selama enam minggu.
Gambaran Depresi Ibu..., DWI SETYA WARDIANTO, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2016
C. Perubahan Fisiologis Periode Postpartum
Bobak, Lowdermik dan Jensen (2004), menyatakan bahwa periode postpartum
adalah masa enam minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi kembali
ke keadaan sebelum hamil. Pada masa postpartum terjadi perubahan-perubahan pada
sistem
reproduksi,
yaitu
meliputi
adanya
pengerutan rahim (involusi), lokea,
perubahan pada serviks, vulva dan vagina dan perinium.
Pada sistem pencernaan, pembatasan asupan nutrisi dan cairan dapat
menyebabkan
gangguan
keseimbangan
cairan
dan
elektrolit
serta
keterlambatanpemulihan fungsi tubuh. Sementara itu uretra, kandung kemih dan jaringan
sekitar meatus urinarius dapat mengalami trauma mekanik akibat desakan oleh bagian
yang berpresentasi selama persalinan kala II, Hal ini dapat menyebabkan kehilangan
sensasi untuk buang air kecil (Ambarwati & Wulandari, 2009).
Pada masa postpartum estrogen dan progesteron akan menurun setelah ekspulsi
plasenta. Jika ibu tidak menyusui, estrogen akan kembali meningkat sekitar tiga
minggu
setelah
kelahiran
yang diikuti
dengan
kembalinya
menstruasi
(Ambarwati&Wulandari, 2009).
Sesudah 12 jam pertama melahirkan, umumnya suhu badan
akan
kembali
normal. Pada masa nifas umumnya denyutnyadi lebih labil dibandingkan dengan suhu
badan. Fungsi pernapasan akan kembali pada rentang normal dalam jam pertama
postpartum. Napas pendek, cepat, atau perubahan lain memerlukan evaluasi adanya
kondisi-kondisi abnormal (Verney, 2006).
Gambaran Depresi Ibu..., DWI SETYA WARDIANTO, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2016
D. Adaptasi Psikologi Masa Postpartum
Proses adaptasi psikologis pada seorang ibu telah dimulai sejak ibu hamil.
Perubahan mood seperti sering marah, menangis, dan sering sedih atau cepat
berubah perasaan menjadi senang merupakan manifestasi dari emosi yang labil
(Suherni, dkk, 2008).
Menurut Palupi (2013), pada masa postpartum seorang ibu akan melalui tiga periode
adaptasi psikologis yang disebut “Rubin Maternal Phases”,yaitu sebagai berikut:
1. Periode Taking In
Fase ini disebut juga fase ketergantungan. Dimulai setelah persalinan, pada ibu
masih berfokus dengan dirinya sendiri, bersikap pasif dan masih sangat
tergantung pada orang lain di sekitarnya.
2. Periode Taking Hold
Fase ini disebut juga fase transisi antara ketergantungan dan kemandirian. Terjadi
antara hari kedua dan ketiga postpartum, ibu mulai menunjukkan perhatian pada
bayinya dan berminat untuk belajar memenuhi kebutuhan bayinya. Dalam tenaga ibu
pulih kembali secara bertahap, ibu merasa lebih nyaman, focus perhatian mulai
beralih pada bayi, ibu sangat antusias dalam merawat bayinya, ibu mulai mandiri
dalam perawatan diri dan terbuka pada pengajaran perawatan. Saat ini merupakan
saat yang tepat untuk memberi informasi tentang perawatan bayi dan diri sendiri.
Pada fase ini juga terdapat kemungkinan terjadinya postpartum blues.
3. Periode Letting Go
Gambaran Depresi Ibu..., DWI SETYA WARDIANTO, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2016
Fase ini disebut juga fase mandiri. Pada fase ini berlangsung antara dua sampai
empat minggu setelah persalinan ketika ibu mulai menerima peran barunya. Ibu
melepas bayangan persalinan dengan harapan yang tidak terpenuhi serta mampu
menerima kenyataan. Pada fase ini tidak semua ibu postpartum mampu
beradaptasi
secara
psikologis
sehingga
muncul
gangguan
mood
yang
berkepanjangan ditandai dengan adanya perasaan sedih, murung, cemas, panik,
mudah marah, kelelahan, disertai gejala depresi seperti gangguan tidur dan selera
makan, sulit berkonsentrasi, perasan tidak berharga, menyalahkan diri dan tidak
mempunyai harapan untuk masa depan. Hal ini juga merupakan pencetus berbagai
reaksi psikologis, mulai dari reaksi emosional ringan, hingga ketingkat gangguan jiwa
yang berat.
E. Definisi Depresi Postpartum
Menurut Hawari (2008) depresi adalah salah satu bentuk gangguan kejiwaan
pada alam perasaan (affective/mood disorder), yang ditandai dengan kemurungan,
kelesuan, ketiadaan gairah hidup, perasaan tidak berguna, putus asa. Lebih terperinci
dijelaskan oleh Maramis (2009) yang mengatakan depresi sebagai satu
kesatuan
diagnosis gangguan jiwa adalah suatu keadaan jiwa dengan ciri sedih, merasakan
sendirian, putus asa, rendah diri dari hubungan sosial, tida ada harapan penyesalan yang
patologis dan terdapat gangguan somatik seperti anoreksia, serta insomnia.
Menurut Bobak (2008) depresi postpartum adalah gangguan suasana hati pada ibu
postpatum yang tejadi dalam enam bulan setelah melahirkan. Depresi postpartum ini
pertama kali di temukan oleh Pitt pada tahun 1988, depresi postpartum merupakan suatu
Gambaran Depresi Ibu..., DWI SETYA WARDIANTO, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2016
keadaan emosional yang ditunjukkan dengan mengekspresikan rasa lelah, mudah
marah, gangguan nafsu makan, dan kehilangan (Yulianti, 2010).
1. Faktor Predisposisi
Faktor resiko terjadinya depresi postpartum diantaranya adalah adanya
anggota keluarga yang menderita penyakit mental; kurangnya dukungan sosial
dan dukungan keluarga serta teman; kekhawatiran akan bayi yang sebetulnya
sehat; kesulitan selama persalinan dan melahirkan; merasa terasing dan tidak
mampu; masalah/perselisihan perkawinan atau keuangan; kehamilan yang tidak
diinginkan (Yulianti, 2010).
2. Etiologi
Penyebab kesedihan atau depresi setelah melahirkan tidak jelas. Penurunan
tingkat hormon yang tiba-tiba, dalam hal ini estrogen dan progesteron ikut
berperan. Depresi juga merupakan sebuah penyakit yang berlangsung di dalam
keluarga. Kadangkala tidak jelas penyebabnya (Yulianti, 2010).
Terdapat empat faktor penyebab terjadinya depresi postpartum, yaitu faktor
konstitusional, fisik, psikologis dan sosial.
a) Faktor Konstitusional
Gangguan postpartum berkaitan dengan status paritas adalah riwayat
obstetri pasien yang meliputi riwayat hamil sampai bersalin serta apakah
ada komplikasi dari kehamilan dan persalinan sebelumnya dan terjadi lebih
banyak pada wanita primipara. Wanita primipara lebih umum menderita
depresi postpartum karena setelah melahirkan wanita primipara berada dalam
proses adaptasi, jika sebelumnya hanya memikirkan diri sendiri begitu bayi lahir
Gambaran Depresi Ibu..., DWI SETYA WARDIANTO, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2016
jika ibu tidak paham perannya akan menjadi bingung sementara bayinya
harus tetap dirawat (Yulianti, 2010).
b) Faktor Fisik
Perubahan fisik setelah kelahiran dan memuncaknya gangguan mental
selama dua minggu pertama menunjukkan bahwa faktor fisik dihubungkan
dengan kelahiran pertama merupakan faktor penting. Perubahan hormon
secara drastis setelah melahirkn dan periode laten selama dua hari diantara
kelahiran
dan munculnya gejala. Perubahan ini sangat berpengaruh pada
keseimbangan, kadang progesteron naik dan estrogen menurun secara cepat
setelah
melahirkan merupakan faktor penyebab yang sudah pasti (Yulianti,
2010).
c) Faktor Psikologis
Peralihan yang cepat dari keadaan hamil sampai melahirkan dan melewati
masa postpartum, ibu akan mengalami penyesuaian psikologis yang berbedabeda. Yulianti (2010) mengindikasikan pentingnya cinta dalam menanggulangi
masa peralihan untuk memulai hubungan baik antara ibu dan anak.
d) Faktor Sosial
Pemukiman yang tidak memadai lebih sering menimbulkan depresi pada
ibu selain kurangnya dukungan dalam perkawinan. Banyaknya kerabat khususnya
suami yang selalu membantu pada saat kehamilan, persalinan dan masa
postpartum, akan membuat beban seorang ibu karena kehamilannya akan sedikit
berkurang (Yulianti, 2010).
Gambaran Depresi Ibu..., DWI SETYA WARDIANTO, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2016
F. Kerangka Teori
Etiologi
Bahan Kerja
Hormon
Stres
Penanganan
Fx
Predisposisi
Fx
Predispotasi
Fx Lain
Depresi Postpartum
-
-
Definisi
Etiologi
Tanda
dan
gejala
memotestisial
Penanganan
Dampak
-
Relaksasi
Nyaman
- Farmakologi
- Non
farmakaologi
Non Farmakologi
-
Psikoterapi
Profilaksis
Treatment
Relaksasi Tidak
Depresi
Gambaran Depresi Ibu..., DWI SETYA WARDIANTO, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2016
Tabel 2. 1 Kerangka Teori (National Institute of Mental Health (NIMH), 2008).
G. Kerangka Konsep
Tidak Depresi
Depresi Ringan
Depresi ibu postpartum
Depresi Sedang
Depresi Berat
Bagan 2.2 Kerangka Konsep
H. Hipotesis
Ha
: Ada gambaran depresi ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas II Sokaraja
Banyumas.
Gambaran Depresi Ibu..., DWI SETYA WARDIANTO, Fakultas Ilmu Kesehatan UMP, 2016
Download