ketahanan ekonomi 89KB Apr 14 2011 03:27

advertisement
Ketahanan Ekonomi Asia Timur
Selanjutnya Tergantung Pada Penguatan
Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi
Makronya
Publikasi Bank Dunia tersebut
menyimpulkan bahwa mengingat telah
lebih
kuatnya negara-negara berkembang Asia
Timur saat ini terhadap berbagai guncangan
siklis dari negara-negara industri maju,
maka negara-negara Asia Timur ini
sebaiknya
tidak terlalu khawatir atas adanya
perlambatan ekonomi AS pada tahun 2008.
Yang
lebih penting lagi adalah mengkosolidasi
kebijakan ekonomi makronya, baik
kebijakan fiskal, moneter, maupun neraca
pembayarannya.
Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Asia
Timur
Perkiraan 2008-2009, Dampak “Resesi”
Ekonomi AS
Suatu publikasi berkala World Bank berjudul
East Asia & Pacific Update
edisi bulan April 2008 telah menurunkan
topik “ East Asia : Testing Times Ahead”.
Pada bulan yang sama, Dana Moneter
Internasional (IMF) juga telah menerbitkan
publikasi berkalanya, yaitu World Economic
Outlook. Kedua publikasi ini
memproyeksikan kondisi ekonomi di Asia
Timur dan dunia untuk tahun 2008 dan
2009.
Seluruh Dunia Akan Mengalami
Perlambatan Pertumbuhan
Tahun 2008 dan 2009 merupakan tahuntahun yang penuh tantangan bagi
ekonomi dunia. Pada kedua tahun tersebut
pertumbuhan ekonomi dunia akan
menurun dari 4,9% pada tahun 2007
menjadi 3,7% pada tahun 2008 dan 3,8%
pada
tahun 2009. Penurunan kegiatan ekonomi
dunia ini terutama disebabkan oleh akan
melambatnya pertumbuhan ekonomi AS
dari 2,2% pada tahun 2007 menjadi 0,5%
pada tahun 2008 dan 0,6% pada tahun 2009.
Pada periode yang sama dan sebagai
akibat dari melambatnya pertumbuhan
ekonomi AS, pertumbuhan ekonomi
disemua
negara-negara lain juga akan menurun.
Kelompok negara-negara yang sudah maju
akan menurun dari sebesar rata-rata 2,7%
pada tahun 2007 menjadi 1,3% pada
masing-masing tahun 2008 dan 2009.
PERTUMBUHANA EKONOMI
NEGARA BERKEMBANG ASIA TIMUR
2006-2009
Kelompok
Negara
Negara Berkembang
9,8
Asia Timur
Indonesia
5,5
Malaysia
5,9
Filipina
5,4
Thaliant
5,1
Vietnam
8,1
Korea
5,0
China
11,1
2006
2007
%perubahan
2009 2008/2007
2008
0,2
8,6
8,5
-15
6,3
6,3
7,3
4,8
8,5
4,9
11,4
6,0
5,3
5,9
5,0
8,0
4,6
9,9
6,4
5,9
6,1
5,4
8,5
5,0
9,2
-48
-127
-191
42
-53
-61
-175
Seiring dengan sehatnya keadaan anggaran,
maka kebijakan moneter dan
neraca pembayaran perlu diupayakan untuk
menghindarkan pertumbuhan kredit yang
dapat menaikkan kredit macet (NPL) dan
mengupayakan apresiasi nilai tukar untuk
meredam tekanan inflasi dari impor. (Biro
Humas dan Tata Usaha Pimpinan)
TERIMA
KASIH
Download