menegaskan ekonomi pancasila - E

advertisement
Manajemen Strategis
1
VISI DAN MISI PERUSAHAAN
2.1. Visi Perusahaan
Menurut Peter F. Drucker, fondasi dari kepemimpinan yang efektif
adalah memikirkan visi dan misi organisasi, mendefinisikannya, dan
menegakkannya secara jelas dan nyata. Pemimpin menetapkan tujuan,
menentukan prioritas, serta menetapkan dan memonitor standar.
Gambar 2.1. Peter F. Drucker
Manajemen Strategis
2
Sedangkan menurut Tony Buzan dalam buku The Power of Spiritual
Intelegence, visi didefinisikan sebagai kemampuan berpikir atau merencanakan
masa depan dengan bijak dan imajinatif, menggunakan gambaran mental
tentang situasi yang dapat dan mungkin terjadi di masa mendatang. Visi
perusahaan merupakan keinginan perusahaan yang bersifat ideal yang
dirumuskan secara seksama, yang menentukan arah atau keadaan masa depan.
Para peneliti melihat visi sebagai hal yang penting untuk kepemimpinan,
implementasi strategi dan perubahan (Doz & Prahalad,1987; Hunt,1991;
Kotter,1990;Robbins & Duncan, 1988; Sashkin, 1988).
Gambar 2.2. Tony Buzan
Dengan demikian visi merupakan titik permulaan dari kenyataan hari
esok suatu perusahaan. Visi yang benar merupakan suatu gagasan yang sangat
ampuh yang dapat membuat loncatan awal ke masa depan dengan memadukan
segala sumberdaya untuk mewujudkan visi tersebut. Visi yang benar memiliki
daya tarik dan menyebabkan orang lain membuat komitmen, membangkitkan
tenaga dan semangat, mampu menciptakan makna bagi kehidupan perusahaan,
mampu menciptakan standar yang dapat digunakan untuk mengukur
keberhasilan perusahaan, dapat digunakan orang luar (pelanggan) untuk
Manajemen Strategis
3
mengukur manfaat perusahaan baginya, menjadi jembatan utama antara apa
yang dikerjakan perusahaan sekarang dengan apa yang diinginkan perusahaan
di masa depan, merupakan prasyarat utama untuk memen strategis dan
merupakan landasan untuk merumuskan misi perusahaan.
Intel mempunyai visi mendorong secara terus-menerus batas-batas
inovasi agar dapat membuat hidup orang lebih bergairah, lebih terpenuhi dan
lebih mudah untuk mengelolanya. Komitmen Intel yang kokoh untuk
menggerakkan teknologi menuju ke depan telah membuat transformasi dunia
dengan lompatan dan lambungan. Intel merupakan perusahaan yang selalu
dalam keadaan bergerak, membara, membuat sebuah industri yang tidak
pernah istirahat. Intel menginspirasi partnernya untuk mengembangkan produk
dan jasa inovatif, mengerahkan industri untuk mendukung dapat memberikan
solusi dengan penyelesaian lebih baik secara kolektif dengan memberikan
lebih besar manfaat dan lebih cepat.
Gambar 2.3. Visi Intel
Bill Gates pada awal berdirinya Microsoft, mempunyai visi “Sebuah
komputer di atas setiap meja kerja di setiap rumah, menjalankan perangkat
Microsoft”. Maka setelah Bill Gates menciptakan MS-DOS, ia membuat
sistem operasi Windows seperti halnya rumah menggunakan jendela (window)
yang menyebabkan Bill Gates menjadi entrepreneur terkaya di dunia. Tidaklah
benar benar bahwa hanya Bill Gates semata yang berperan dalam
menempatkan PC di kantor-kantor dan di rumah-rumah di seluruh dunia, tetapi
Bill Gates mempunyai visi untuk melihat apa yang mungkin dan keinginan
untuk mengubah visi tersebut menjadi kenyataan.
Manajemen Strategis
4
Gambar 2.4. Bill Gates
Thomas Watson Sr. mengganti nama perusahaan Computing
Tabulating Recording Company menjadi International Business Machine
(IBM), meskipun pada saat belum beroperasi secara internasional, tetapi
Thomas Watson mempunyai visi bahwa perusahaan tersebut di kemudian hari
menjadi perusahaan yang beroperasi secara internasional. Ketika Watson
menamai International Business Machine (IBM) banyak orang ketika itu
mentertawakannya. Bahkan ada yang bilang bahwa Watson memberi nama
tersebut terlalu membesar-besarkan perusahaannya. Tetapi sekarang IBM
merupakan perusahaan modern dan para manajernya menjadi model peranan
utama dengan setelan baju putih, dasi polos, semangat menjual yang luar biasa.
Pada tahun 2003 ini IBM terpilih sebagai Perusahaan Komputer yang paling
mengagumkan dunia versi majalah Fortune.
Manajemen Strategis
5
Gambar 2.5. Thomas Watson
Jeff Bezos merupakan pendiri Amazon.com, yang pada awalnya hanya
merupakan toko buku.. Mengapa ia menamakan perusahaannya dengan
Amazon ?. Karena “sungai Amazon merupakan sungai terbesar di dunia” kata
Jeff Bezos. Bagaimana dengan sungai Nil ?. Sungai Nil merupakan sungai
terpanjang di dunia, jika dibandingkan dengan Sungai Amazon volume airnya
hanya merupakan anak sungai Amazon. Sungai Amazon memuat 20 % air
bersih dunia, maka Jeff Bezos mempunyai tentang perusahaannya kelak
menjadi perusahaan yang menguasai 20 % pasar dunia. Amazon.com yang
membuka situs E-Commernya pada bulan Juli 1995, bermula dari toko buku
kemudian meluas ke compact disk (CD) kemudian ke lelang dan sekarang
ribuan produk yang berbeda dan pedagang yang berbeda. Pada tahun 1996
Manajemen Strategis
6
dapat menjual 15,7 juta dolar dan melonjak menjadi 600 juta dolar pada tahun
1998. Amazon.com dilaporkan pada tanggal 1 November sampai 23
Desember 2002, konsumen yang melakukan order di seluruh dunia 56 juta
item sehingga menjadi toko online terbaik tahun 2002 versi majalah Yahoo.
Gambar 2.6. Jeff Bezos
Manajemen Strategis
7
John F. Welch, Jr (mantan CEO) dari General Electric menyatakan :“
Kami menggunakan tiga prinsip operasi untuk menetapkan suasana dan
perilaku di General Electric : tanpa perbatasan dalam semua perilaku kami,
kecepatan dalam segala hal yang kami lakukan dan peregangan dalam setiap
sasaran yang kami tetapkan". Perilaku tanpa perbatasan memperpadukan dua
belas bisnis global besar, masing-masing nomor satu atau nomor dua di pasar,
ke dalam laboratorium luas yang produkutamanya adalah gagasan baru,
bersama dengan komitmen umum untuk menyebarkannya keseluruh
perusahaan. Kecepatan adalah sesuatu yang biasanya tidak ditemukan dalam
perusahaan sebesar General Electric, tetapi di General Electric ditemukan
dalam bentuk kecepatan pengembangan produk, rancangan ulang daur (dari
pesanan sampai pengiriman), menetapkan kembali kemampuan dengan
mengurangi investasi pabrik dan peralatan. Peregangan berarti menggunakan
impian untuk menetapkan sasaran yang melebihi target yang telah ditetapkan.
Gambar 2.7. John F. Welch, Jr
Manajemen Strategis
8
2.2. Misi Perusahaan
Misi perusahaan merupakan perwujudan dari visi perusahaan.
Keduanya merupakan acuan utama dari segala perubahan yang terjadi dalam
perusahaan. Jika visi merupakan keinginan perusahaan, maka misi merupakn
perwujudan dari keinginan perusahaan tersebut. Maka penurunan visi menjadi
misi mencerminkan perubahan yang diharapkan, yang menggambarkan
perjalanan dari titik berangkat sebagai keadaan awal ke arah titik pencapaian
sebagai keadaan yang diharapkan. Untuk melaksanakan proses perubahan
tersebut diperlukan pendekatan startegis yang sistematik, rasional dan
obyektif serta terstruktur. Misi pemimpin merupakan arahan yang spesifik
untuk merumuskan sasaran dan tujuan perusahaan.
Meskipun demikian
kadangkala misi serupa dengan visi, seperti yang dikemukakan oleh Pearce
dan Robinson (2005) bahwa misi adalah apa yang diinginkan perusahaan yang
bersifat ideal atau misi merupakan sebuah pesan yang dirancang untuk
menyatakan harapan yang inklusif dari seluruh stakeholder terhadap kinerja
perusahaan dalam jangka panjang.
Nokia salah satu perusahaan yang menjadikan visi dan misi menjadi satu
kesatuan. Visi dan misi Nokia adalah Pelanggan kami berlanjut menjadi
prioritas pertama kami.
Gambar 2.8. Chairman Nokia, Jorma Ollila
Manajemen Strategis
9
Kesuksesan Nokia di masa yang akan datang bergantung pada pemberian
pengalaman besar pelanggan kami dengan menciptakan produk dan solusi
yang terbuka dan menarik. Dalam sebuah dunia dimana setiap orang dapat
berhubungan, Nokia mengambil sebuah pendekatan yang sangat manusiawi
terhadap teknologi. Menghubungkan adalah mengenai membantu orang agar
merasa dekat terhadap apa yang mempunyai arti. ”Life Goes Mobile” kata
Chairman Nokia, Jorma Ollila
Misi dari FedEx adalah menghasilkan pendapatan finansial yang tinggi
untuk pemegang saham dengan menyediakan rantai suplai, transportasi, bisnis
dan jasa informasi yang berhubungan dengan nilai tambah yang tinggi melalui
perusahaan yang beroperasi secara terfokus. Kebutuhan pelanggan
dipertemukan dalam kesesuaian dengan gaya kualitas tertinggi untuk masingmasing segmen pasar yang dilayani. FedEx akan berusaha keras
mengembangkan hubungan penghargaan secara bermutu dengan
karyawannya, partnernya dan suplaiernya. Keselamatan akan dinomorsatukan
dalam operasinya. Aktivitas perusahaan akan menghantarkan ke etika
tertinggi dan standar profesional.
Misi dari Microsoft adalah membantu orang untuk meraih potensi
mereka. Itulah yang merupakan alasan, mengapa Microsof menyumbangkan
perangkat lunak, perangkat keras, dana untuk program seluruh dunia sebagai
bagian dari kampanye Realize Your Potential. Kampanye ini dapat dilihat
pada iklan cetak Microsoft yang ditunjukkan pada Gambar 2.9. dan Gambar
2.10.
Gambar 2.9.
Manajemen Strategis
10
Gambar 2.10
Pengalaman pertama mereka dengan Internet akan membuka pintu
untuk anak-anak, menunjukkan kepada mereka sebuah dunia yang penuh
dengan kemungkinan. Microsoft berkomitmen untuk menjaga pengalaman
mereka lebih aman melalui kemajuan yang terus menerus dalam pengawasan
orang tua dan kemitraan global. The Microsoft Partners in Learning Initiative
menyediakan perangkat lunak dan memberikan pelatihan kepada lebih dari
150.000 guru. Mereka diberikan alat dan ketrampilan yang mereka butuhkan
untuk membantu siswa meraih potensialnya.
2.3. Customer Social Responsibility
Corporate Social
Responsibility (CSR) merupakan konsep yang
menyeimbangkan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan dengan aspek
sosial dan lingkungan. “Perusahaan modern adalah perusahaan yang
seharusnya mentransformasi diri menjadi institusi sosial” kata Berle dan
Means dalam bukunya The Modern Corporation and Private Property. Rachel
Carson dalam bukunya yang berjudul Silent Spring
menyatakan bahwa
pestisida dapat meatikan lingkungan dan kehidupan, maka perusahaan harus
sadar akan lingkungan, karena rusaknya lingkungan akan membawa
kehancuran bersama. Buku Beyond the Bottom Line, tulisan Courtney C.
Brown menekankan adanya tanggungjawab social bagi perusahaan di samping
mencari keuntungan dan memperhatikan lingkungan.
Pada 2004, perusahaan yang dinobatkan sebagai Nomor 1 untuk CSR ini
adalah Fannie Mae. Perusahaan ini membeli hipotik dari peminjam lokal dan
Manajemen Strategis
11
membuatnya paket untuk dijual sebagai sekuritas. Pada 2003, lebih dari $240
milyar hipotik rumah yang didanai, yang diperuntukkan 1,6 juta kaum
minoritas untuk pembelian rumah yang pertama kalinya. Prioritas ini
meningkat 60 % setiap tahunnya. Bahkan $ 10 juta dari Fannie Mae
bekerjasama dengan institusi keuangan Islam untuk membuka perumahan di
Kalifornia Selatan untuk kaum Muslim. Sistem pembayarannya menggunakan
sistem syariah.
Procter & Gamble merupakan perusahaan yang menduduki Nomor 2.
Perusahaan ini dinilai memberikan pelayanan istimewa kepada kaum
minoritas, wanita dan masyarakat. Perusahaan ini membantu para pemuda
yang tidak beruntung di Vietnam, memberantas anak-anak yang kekurangan
nutrisi di India dan menyediakan pertolongan pada gempa bumi di Turki.
Perusahaan-perusahaan yang akan bertahan dalam jangka panjang adalah
perusahaan seperti Fannie mae dan Procter & Gamble, yang perduli terhadap
masyarakat yang kurang mampu atau masyarakat dalam kesulitan dan ramah
terhadap lingkungan. Sebaliknya perusahaan yang tidak peka terhadap
masyarakat yang tidak beruntung, bahkan mengusir mereka, mencela mereka,
menyakiti mereka, mengambil hak mereka, menumpahkan darah mereka dan
tidak ramah dengan lingkungan serta perusahaan yang arogan, maka
perusahaan tersebut tidak akan berumur panjang dan akan bangkrut.
Gambar 2.11. Anak-anak kekurang Nutrisi di India
Manajemen Strategis
12
Gambar 2.12. Gempa Bumi di Turki
Pada 2006, perusahaan yang dinobatkan sebagai Nomor 1 untuk CSR ini
adalah Tesco. Perusahaan ini mendukung amal dan bakti sosial yang
dipraktekkan dengan menunjukkan komitmen terhadap komunitas lokal
tempat toko Tesco berada. Tesco memfokuskan aktivitas tersebut pada tiga
bidang , yaitu pendidikan dan anak, orang jompo, dan orang cacat. Dengan
melibatkan komunitas dan membiayai amal dan bakti sosial tersebut
berdampak positif kepada moral karyawan dan membantu Tesco untuk
mengembangkan hubungan antara tokonya dengan masyarakat sekitar. Setiap
tahun memberikan 1 % dari keuntungan sebelum pajak untuk amal dan bakti
sosial dalam bentuk sumbangan, hadiah dan kegiatan lainnya. Jumlah dana
yang disumbangkan tersebut meningkat dari 27,1 juta pound sterling pada
akhir 2005 dan meningkat menjadi 41,7 juta pound sterling pada 2006.
Pada 2005, Tesco membantu anak-anak cacat agar mereka dapat bergerak
lebih leluasa, seperti Owen Smith.
Manajemen Strategis
13
Gambar 2.13. Owen Smith
Gambar 2.14. Amal dan bakti sosial Tesco
Manajemen Strategis
14
Tesco juga mensponsori lomba lari anak sekolah yang diikuti oleh 120.000
anak di seluruh Inggris dan merupakan peristiwa olah raga lari untuk anak
sekolah terbesar di dunia. Anak-anak mengambil bagian dalam pendidikan
minggu dan program nutrisi yang dirancang untuk menyesuaikan dengan
kurikulum nasional dan kemudian mengikuti loba lari sekitar km.
Gambar 2.15. Lomba lari yang diikuti 120.000 anak pada 2005
Walt Disney membagi Corporate Responsibility menjadi enam bidang,
yaitu lingkungan, komunitas, etika dan stándar bisnis, bidang transparansi
perusahaan, bidang stándar buruh internasional dan bidang keamanan dan
keselamatan. Dalam bidang lingkungan Walt Disney melakukan minimisasi
pemborosan dan melakukan konservasi energi. Minimisasi pemborosan
merupakan komponen yang penting dari konservasi sumberdaya. Minimisasi
pemborosan dapat dilakukan dengan mendaur ulang material yang sudah tidak
terpakai. Walt Disney telah mendaur ulang lebih dari 650.000 ton material.
Bahan bakar fosil, misalnya batubara, minyak dan gas alam menyediakan
sebagian besar energi yang dikonsumsi. Walt Disney berusaha untuk
mendukung teknologi konservasi energi yang baru, memperkenalkan sumber
energi yang bersih dan udara bersih sedapat mungkin. Lampu lalu lintas
dengan energi matahari merupakan salah satu yang disediakan Walt Disney.
Manajemen Strategis
Gambar 2.16. Data Daur Ulang yang dilakukan Walt Disney
15
Manajemen Strategis
16
Gambar 2.17. Lampu lalu lintas dengan energi matahari
Walt Disney menyumbang kepada ribuan organisasi lokal dan kelompok
nirlaba seluruh dunia untuk mendukung program yang sesuai dengan misi
Walt Disney dan menciptakan Disney VoluntEARS untuk mengembangkan
peluang karyawan untuk memberikan waktu, keahlihan dan usaha mereka
untuk membuat dampak yang positif terhadap komunitas dari Walt Disney.
Gambar 2.18. Disney VoluntEARS
Corporate Social Responsibility (CSR) terdiri dari berbagai tingkatan.
Tingkatan pertama, Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai alat untuk
public relation, seperti yang dilakukan Benetton. Kampanye ini untuk
mengasosiasikan Benetton dengan “perjuangan demi kebaikan”. Kampanye
Benetton untuk memperhatikan lingkungan ditunjukkan pada Gambar 2.19.
Manajemen Strategis
17
Gambar 2.19
Tingkatan kedua, Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk
strategi defensif. Tanggapan Nike terhadap kritik tentang kondisi kerja dan
penggunaan tenaga kerja anak-anak di parik-pabriknya di Asia berada pada
tingkatan ini. Kebaikan yang dilakukan Nike untuk menanggapi hal ini
sebagakebaikan reaktif. Kebaikan ini tidak berangkat dari visi perusahaan.
Tingkatan ketiga, Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai visi
perusahaan untuk berbuat kebajikan kepada manusia. Merck menyediakan
obat-obatan untuk yang membutuhkan. Coca-Cola mendirikan klinik-klinik
kesehatan di sepanjang pedesaan di Cina. Demikian pula yang dilakukan oleh
Tesco. Menurut Michael Porter dan Mark Kramer, Corporate Social
Responsibility (CSR) merupakan hal yang sangat penting untuk meraih
kesuksesan dalam bersaing.
Tingkatan keempat, Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai visi
perusahaan untuk berbuat kebajikan kepada manusia dengan niat ibadah atau
pelayanan kepada Tuhan.
”Seorang Muslim yang memberi makan kepada saudaranya sampai
kenyang dan memberi minum sampai hilang rasa hausnya tidak mendapatkan
apa-apa kecuali dijauhkan dari Api Neraka dan dibikinkan untuknya tujuh
selokan lebar antara dua parit sepanjang perjalanan lima ratus tahun dan
Nerakapun berseru :”Hai Allah ijinkanlah saya untuk sujud sebagai rasa
syukur kepadaMu karena Engkau telah membebaskan seorang dari umat
Muhammad di mana aku harus taat kepada Engkau. Kemudian Allah
memerintahkan untuk dimasukkan orang yang shodaqah dengan sepotong roti
atau segenggam tamar ke dalam surga.(Dhurotun Nasihin) ”
Manajemen Strategis
18
Download