Fakultas Ekonomi UIGM Manajemen Investasi Dan Portofolio

advertisement
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
PERTEMUAN KE SEPULUH
Senin, 21 November 2016 (19.00 sd 21.00)
INVESTASI PADA AKTIVA TETAP (REAL ASSETS)
10.1 Proposal Investasi
Dikenal beberapa istilah antara lain Studi Kelayakan Proyek, Project
Appraisal, Project Preparation dan Cost-Benefit Analysis serta istilah lain dalam
beberapa literatur adalah Capital Budgeting. Proposal investasi dapat dikelompokan
kedalam beberapa katagori:
10.1.1 Pembangunan proyek baru (Pabrik, Real Estate, Infrastruktur)
10.1.2 Investasi Ekspansi :
(i) Penambahan kapasitas produksi dari lini produksi yang telah ada.
(ii) Adanya ksempatan yang lebih baik didasarkan atas pengalaman perusahaan.
(iii) Cost Reduction Program (CRP) termasuk modifikasi pabrik dalam rangka
penghematan energi seperti perubahan dari pemakaian. Bahan bakar minyak
ke pemakain batubara dalam sistem produksi.
(iv) Dalam praktek keputusan ekspansi dan penggantian seringkali diperlakukan
sama.
Investasi penambahan produk baru. Investasi ini dapat berupa perluasan maupun
diversifikasi produk yang telah ada.
10.1.3 Investasi lain yang tidak termasuk ketiga katagori diatas seperti:
(i) Investasi alat pengendalian polusi /Limbah industri
(ii) Investasi karena faktor pertimbangan kelestarian lingkungan maupun
tanggung jawab sosial
(iii) Investasi untuk keamanan pabrik
10.2
Metode Penilaian
Dalam capital budgeting ada empat metode penelitian yang biasa dipergunakan
adalah ; Metode Payback, Net present Value (VPV), Internal Rate of Return (IRR) dan
Profitability Index. ( P.I ).
Page 1 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
10.2.1 PAY-BACK
Metode Pay Back menilai suatu investasi dengan melihat waktu yang
diperlukan agar akumulasi arus kas bersih sama dengan initial investment, atau
mengukur jangka waktu yang diperlukan agar investasi dapat kembali.
Jika arus kas bersih dimasa datang sama setiap tahun maka untuk mencari
periode payback menjadi tebih mudah, dengan membagi net investment dengan arus
kas bersih setiap tahun.
Periode Payback =
Investasi Neto
Arus Kas Bersih Tahunan
Jika arus; kas bersih setiap tahun tidak sama maka untuk mencari periode
payback dilakukan dengan cara interpolasi sampai investasi neto kembali.
Kelebihan metode payback ini adalah bahwa metode ini sederhana, metode ini
juga mengukur likuiditas proyek, dalam beberapa hal juga dapat dipergunakan untuk
mengukur risiko.
Di lain pihak, metode payback tidak tepat apabila dipergunakan untuk mengukur
profitabilitas dan oleh karena itu metode payback tidak baik untuk pembuatan
keputusan. Metode payback tidak memperhatikan nilai waktu uang arus kas selain
itu juga tidak memperhatikan arus kas setelah payback.
SELF STUDY
Suatu perusahaan sedang mempertimbangkan pembelian mesin seharga Rp. 50
Juta dgn umur guna atau umur ekonomis mesin tersebut ditaksir 10 thn. Depresiasi
garis lurus akan diterapkan dgn asumsi tidak ada nilai residu. Artinya mesin itu
nantinya tak akan laku dijual sebagai besi tua.
Pendapatan tahunan berjumlah 10 juta sebelum depresiasi dan pajak. Andaikata
tarif pajak adalah 40%, maka periode pengembalian dihitung sebagai berikut :
P
=
I
C
Page 2 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
Pendapatan sebelum penyusutan dan pajak
Kurang :
Rp.
10 juta
Penyusutan ( 50 juta: 10 thn)
Pendapatan sebelum pajak
Kurang :
5 juta
Rp.
5 juta
Pajak pendapatan (40%)
Pendapatan bersih
2 juta
Rp.
3 juta
Ditambah penyusutan
Arus uang kas hasil operasi
Periode pengambilan Rp. 50 juta / Rp. 8 juta
5 juta
Rp.
8 juta
= 6,25 tahun
10.2.2 Net Present Value (NPV)
Metode NPV suatu Penilaian investasi adalah selisih atas Nilai Sekarang arus
kas bersih (di mana cost of capital sebagai discount ratenya) dengan investasi
bersih atau present value net investment.
(1)
Net present value (NPV) adalah:
NPV =
n
At
 (1  k )
t 1
t
 o
Di mana At adalah arus kas bersih, k adalah biaya modal yang menunjukkan
tingkat keuntungan minimal yang diminta investor, n adalah usia aktiva yang diharapkan, Io adalah investasi neto atau initial investment.
(2) Dengan metode NPV suatu investasi akan diterima apabila NPV investasi
tersebut positif dan menolak investasi apabila NPV investasi itu negatif atau bila
present value arus kas bersih lebih rendah dari pads investasi neto.
(3) Jika suatu investasi memiliki NPV = 0 maka hares diterima investasi itu,
karena investasi yang NPV = 0 tersebut telah memberikan keuntungan sebesar
discount ratenya. Jika investor dihadapkan pada proyek yang bersifat saling
meniadakan maka haruslah dipihh proyek yang memiliki NPV paling besar.
Page 3 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
(4) Metode NPV lebih baik jika dibandingkan dengan metode payback, karena
metode NPV memperhatikan nilai waktu uang. Metode ini juga mudah
digunakan untuk menilai suatu investasi, karena investasi yang memiliki NPV
positif akan meningkatkan kemakmuran pemilik perusahaan.
Self Study VI.2.2.1
Pengeluaran pokok untuk sebuah proyek berjumlah Rp. 40 juta. Diperkirakan
akan ada arus uang kas hasil operasi sebesar Rp. 10 juta setiap tahun selama 10 tahun.
Andaikata tingkat pendapatan minimum adalah 16%, maka NPV dihitung sebagai
berikut.
Nilai tunai Rp. 1.000 yang tiap-tiap tahun diterima selama 10 tahun, dengan
tingkat pendapatan minimum 16 %, adalah 4,833. Maka arus uang kas yang
didiskontokan dengan tingkat pendapatan minimum tersebut adalah :
4,833 x Rp. 10 juta = Rp. 48.330.000
Maka nilai tunai netto (net present value) adalah :
NPV
= arus uang kas yang didiskontokan dengan tingkat pendapatan minimum –
investasi pokok
= Rp. 48.330.000 – Rp. 40.000.000
= Rp. 8.330.000
Karena NPV ternyata positif, maka proyek itu menguntungkan dan karena itu dapat
diterima.
10.2.3 Internal Rate of Return (IRR)
IRR adalah discount rate yang menyamakan present value arus, kas bersih
dengan presentvalue investasi neto. Dengan kata lain IRR adalah discount rate yang
membuat NPV investasi sama dengan nol.
(1) Internal rate of return adalah:
n
At
 (1  r )
t 1
t
 o
Di mana r adalah internal rate of return, yang dicari dengan cars trial and error.
Page 4 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
(2) Dengan metode IRR suatu investasi akan diterima apabila IRR investasi tersebut
lebih besar dari pada biaya modal (k) dan menolak investasi apabila, IRR lebih
kecil dari pada biaya modal (k).
(3) Seperti halnya NPV metode IRR juga memperhatikan nilai waktu uang. Dalam
hal memutuskan proyek yang mutually exclusive maka pilihlah investasi
yang memiliki IRR paling tinggi.
(4) Kesulitan yang mungkin akan dihadapi dalam hal menilai suatu investasi
dengan IRR adalah bila arus, kas tidak seperti biasanya, berubah dari positif ke
negatif dan ini dapat menghasilkan multiple: IRR.
Metode mana yang seharusnya dipergunakan untuk menilai suatu investasi
merupakan pertanyaan penting dalam penganggaran modal. Ternyata NPV adalah
merupakan metode yang selalu tepat untuk dipergunakan hal itu disebabkan karena tiga
hal:
A. Net
present
value
suatu
proyek
menunjukkan
besarnya
perubahan
kemakmuran pemilik perusahaan yang disebabkan karena investasi tersebut.
1. Arus kas didiscounted pads tingkat discount rate sebesar biaya modal setelah
pajak yang tidak lain adalah tingkat keuntungan minimal yang diminta
investor.
2. Kelebihan arus kas atas tingkat keuntungan yang diminta oleh investor
menghasilkan NPV positif. Pemegang saham akan menerima keuntungan
sebesar NPV yang positif tersebut.
B. Dengan mendiscountedkan baik arus kas masuk maupun arus kas keluar dengan
tingkat discount rate sebesar biaya modal rata-rata memisahkan keputusan investasi
dengan keputusan pemenuhan kebutuhan dana.
1. Yang dimaksud dengan arus kas adalah arus kas setelah pajak yang akan
diterima perusahaan jika tidak ads utang.
2. Pertimbangan pemenuhan kebutuhan dana hanya akan mempengaruhi biaya
modal tetapi tidak pada, arus kas karena adanya beban bungs telah disesuaikan.
C. Membandingkan metode NPV dan IRR akan menunjukkan bahwa metode NPV
memang lebih baik.
Page 5 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
1. Metode internal rate of return menggunakan asumsi reinvestment rate atau
opportunity cost yang salah, di mana aliran kas diasumsikan akan
diinvestasikan kembali dengan tingkat keuntungan penginvestasian kembali
sebesar internal rate of return
a. Proyek yang memiliki risiko yang sama seharusnya, memiliki
opportunity cost yang sama, tetapi karena internal rate of return berbeda
maka diasumsikan bahwa reinvestment ratenya berbeda.
b. Sementara itu metode net present value (NPV) mendiscountedkan
aliran kas atas dasar cost.of capital yang sesuai dengan risiko proyek
yang bersangkutan. Dengan demikian maka proyek yang memiliki risiko
yang sama didiscounted dengan discount rate yang sama.
2. Kriteria internal rate of return dapat melanggar prinsip, penambahan nilai.
a. Metode net present value selalu memperhatikan penambahan nilai.
b. Dengan menggunakan NPV, nilai perusahaan adalah merupakan
jumlah nilai keseluruhan proyek. IRR dapat memberikan hasil adanya
multiple rate of return.
10.3 Pemilihan alternatif kesempatan investasi
Terdapat dua jenis dasar dari proposal yaitu :
PERTAMA: Proposal yang bersifat “MUTTUALLY EXCLUSIVE “(Saling
meniadakan) adalah suatu kesempatan investasi yang hanya dapat diambil salah
satu saja dengan konsekuensi meniadakan yang lain. Misalnya:

Dalam angkutan material (Materials handling) apakah perusahaan akan
mengunakan Conveyor belts (ban berjalan) atau dengan fork-lift.?DUMPTRUCK

Dalam penggunaan energi sistem proses produksi apakah perusahaan
akan menggunakan Bahan Bakar Minyak/GAS atau batubara
KEDUA : PROYEK YANG INDEPENDEN adalah suatu proyek investasi
dimana keputusan Menerima (Go) atau Keputusan Menolak (NOT GO) tidak
memiliki pengaruh apapun terhadap proyek yang lain (misalnya alternatif
investasi untuk membeli perlengkapan materials handing atau mesin
pengepakan (packing plant).
Page 6 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
Dalam praktek banyak perusahaan menghadapi masalah lain dalam
memiliki kesempatan sementara dipihak lain perusahaan dihadapkan pada
keterbatasan
kemampuan
untuk
memenuhi
kebutuhan
dana.
Adanya
keterbatasan dana dalam memilih kesempatan investasi ini sering disebut
dengan Capital Rationing.
Salah satu metode untuk memaksimumkan kemakmuran pemegang
saham dalam batasan dana dapat dilakukan dengan “Analisis Profitability Index”,
untuk mengatasi hal tersebut dilakukan :
(i)
Membuat Ranking Proposal untuk menentukan proyek-proyek yang mana
saja yang harus diterima dengan melihat profitability index setiap
investasi.
(ii)
Pilih proyek yang memiliki profitability index dari yang terbesar sampai
seluruh dana yang ada dapat dipergunakan.
(iii)
Hanya proyek-proyek yang memiliki profitability index diatas satu saja
sebaiknya yang diambil.Dalam kondisi lain mungkin akan terjadi bahwa
dana yang tersedia tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya karena
alternatif proyek berikutnya memerlukan dana yang besar.
(iv)
Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara lain yaitu
mencari kombinasi lain yang memberikan Net Present Value (NPV) yang
maksimum.
Profitability Index (PI) atau sering disebut. dengan Benefit Cost Ratio (BCR)
adalah rasio antara present value anuitas arus kas bersih dengan investasi netto.
Profitability Index (PI) adalah adalah hasil bagi dari pada PV-Annuity Arus Kas Masuk
selama masa proyek dibagi Initial Outlay (Io).
Profitability Index dapat dinyatakan:
Untuk proyek yang arus kas masuknya sama setiap tahun memakai formula :
n
PI =
At
 (1  k )
t 1
Io
t
= PVIFA = Present Value Interest Factor Annunity
Page 7 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
1. Untuk proyek yang arus kas masuknya pertahun tidak sama memakai formula
 1 
konsep bunga majemuk dengan simbol 
= ( PVIF )
n 
 (1  r) 
2. Metode profitability index (PI) menyarankan, suatu investasi sebaiknya diterima
apabila memiliki PI lebih besar dari pada satu atau sama dengan satu.
3. Metode profitability index memiliki kelebihan dan kelemahan seperti halnya
metode NPV. Kelemahan metode NPV adalah sulit dipahami bagi orang yang
kurang terlatih tidak seperti halnya metode payback. NPV mengukur kenaikan
kemakmuran pemilik perusahaan secara absolut sementara PI mengukur kenaikan
kemakmuran secara relatif.
Self Study V-1 (Arus Kas Bersih sama)
Saudara sebagai manajer keuangan sebuah perusahaan yang sedang berkembang.
Saat ini dihadapkan pada empat kesempatan investasi yang independen
dan usia ekonomis masing-masing investasi adalah 4 tahun. Biaya modal 14%. Arus
kas masing- masing investasi adalah:
Investasi
Initial Outlay
Arus Kas Bersih
W
Rp. 50.000.000,-
Rp. 20.000.000,-
X
35.000.000,-
15.000.000,-
Y
20.000.000,-
8.000.000,-
z
15.000.000,-
5.000.000,-
Saudara diminta :
a. Dengan menggunakan metode NPV, investasi mana yang sebaiknya dilakukan?
b. Misalkan perusahaan menghadapi kendala dimana hanya tersedia dana sebesar
Rp. 70.000.000,- investasi mana saja yg sebaiknya dilakukan?
c. Pergunakan metode rata-rata profitability index, dan apakah memberikan hasil
yg sama dgn metode NPV?
Page 8 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
Jawaban: Self Study V-1 (Arus Kas bersih sama )
n
a.
NPV
Ao

t=1
NPVW
__ 1 ___ - Io
(1 +k)t
= Rp.20.000.000,- (PVIFA14%,4) - Rp.50.000.000,= Rp.20.000.000,- (2,9137) - Rp.50.000.000,= Rp.8.274.000,-
NPVX
= Rp.15.000.000,- (PVIFA14%,4) - Rp.35.000.000,= Rp.15.000.000,- (2,9137) - Rp.35.000.000;= Rp.8.705.000,-
NPVy
= Rp.8.000.000,- (PVIFA 14%,4) - Rp.20.000.000,= Rp.8.000.G00,- (2,9137) - Rp.20.000.000,= Rp.3.310.000,-
NPVZ
= Rp.5.000.000,- (PVIFA14%,4) - Rp.15.000.000,= Rp.5.000.000,- (2,9137) - Rp.15.000.000,
= (Rp.432.000,-)
Proyek W, X, dan Y memiliki net present value yang positif dan dapat diterima
sementara hanya proyek Z yang memiliki net present value negatif oleh karena
seharusnya ditolak.
b.
Untuk memilih proyek mana saia sebaiknya yang harus dilaksanakan terdapat dua
pilihan. Kombinasinya W dan Y atau X dan Y. Karena net present value dapat
ditambahkan maka:
NPV(W) + NPV(Y -) = Rp. 8.274.000,- + Rp.3.310.000,= Rp.11.584.000,NPV(X) + NPV(Y) = Rp. 8.705.000,- + Rp.3.310.000,= Rp. 12.015.000,Page 9 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
Dengan demikian maka kombinasi yang terbaik adalah investasi X dan. Y
dengan total investasi sebesar Rp.55.000.000,-. Terdapat sisa dana yang tidak
dapat dipergunakan sebesar Rp.15.000.000,- dapat diinvestasikan ke dalam Surat
berharga.
c.
Profitability index investasi (Arus Kas Bersih sama )
Proyek W:
n
PI
At
 (1  k )
t 1
=
t
Io
PV IFA Arus kas masuk selama masa proyek adalah
PV A (14 %,4 TAHUN) = Rp 20.000.000 x 2,91371 (Lihat tabel annuity PVIFA)
PVIFA Aruskas masuk = Rp 58.274.000
Initial Outlay
= Rp.50.000.000
Profitability index investasi- W adalah :
Rp.58.274.000,
PlW= =
=
Rp.50.000.000,-
= 1,165.
-
Rp.43.705.000,
Plxy =
Rp.35.000.000,=
= 1,249.
-
PIyz = Rp.23.310.000,
Rp.20.000.000,=
1,166.
Investasi W dan Y memiliki rata-rata tertimbang PI:
= 50/70 (1,165) + 20/70 (1,166)
= 0,823 + 0,333
= 1,165
Page 10 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
Investasi X dan Y memiliki rata-rata tertimbang PI:
= 35/7 (1,249) 20/70(1,166) + 15/70
0,333 0,214 (1) (1)
= 0,625
0 ++20/70
= 1,172 + 0,214
Dengan menggunakan metode profitability index rata-rata tertimbang temyata
memang kombinasi investasi X dan Y memiliki profitability index rata-rata tertimbang
yang lebih besar, seperti halnya apabila kita gunakan metode net present value.
Self Study V-2 (Arus Kas Bersih tidak sama)
Sebuah perusahaan saat ini sedang mempertimbangkan kesempatan investasi
yang bersifat mutually exclusive. Investasi tersebut memerlukan dana, Rp.5.000.000,dengan Arus kas bersih setiap tahun masing-masing:
Tahun
Investasi A
Investasi B
1
Rp.2.000.000,-
Rp. 3.000.000,-
2
Rp.3.000.000,-
Rp. 2.000.000,-
3
Rp.1.500.000,-
Rp. 1.500.000,-
Biaya modal perusahaan adalah 10%
Diminta : Saudara diminta untuk menilai kedua proyek dengan menggunakan :
a. Metode payback period
b. Net Present Value kedua proyek tersebut.
c. Profitability Index ,Bagaimana komentar saudara.
Jawaban:
a.
Kedua proyek tersebut memiliki payback period yang sama yaitu kurang lebih
2 tahun.
Page 11 of 21
Rp.1.500.000,-
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
b.
NPV proyek A:
= -RP 5.000.0000 +Rp.2.000.000,- + Rp.3.000.000,- + Rp.1.500.000,
( 1 + 10%)1
(1 + 10%) 2
(1 + 10%)3
= -Rp 5.000.000 + 2.000.000/0,90090 + 3.000.000/0,828448+1.500.000/0,751315
= -Rp 5000.000 +Rp2.220.002 +Rp.3.621,229 +Rp.1.999.649= 7.840.880
NPV (Nilai Sekarang bersih Proyek A) = Rp 2.840.880
NPV proyek B:
= - Rp.5.000.000,- +
Rp.3.000.000
+
(1+10%)1
Rp.2.000.000,
(1+10%)2
+
Rp.1.500.000,(1+10%) 3
= -Rp 5.000.000 + 3.000.000/0,90090 + 2.000.000/0,828448+ 1.500.000/0,751315
= -Rp 5.000.000 + Rp 3.330.003 + Rp 2.414.153 +Rp 1.999.649
=7.743.805
NPV (Nilai Sekarang bersih Proyek B) =Rp 2.743.805
Apabila memperhatikan payback period kedua Investasi tersebut adalah
sama saja, hal ini disebabkan karena metode payback tidak memperhatikan nilai
waktu uang. Tetapi dengan menggunakan metode NPV, maka proyek A ternyata
lebih baik jika dibandingkan dengan proyek B hal ini disebabkan karena
proyek A memiliki NPV yang lebih besar
c.
Profitability Index
NPV proyek A:
Present Value Rp.2.000.000,- + Rp.3.000.000,- + Rp.1.500.000, = Rp 7.840.880
(1 + 10%)1
(1 + 10%) 2
(1 + 10%)3
Page 12 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
NPV proyek B:
Rp.3.000.000
Present Value
Rp.2.000.000,
+
(1+10%)1
Profitability Proyek A
Rp.1.500.000,+
(1+100)2
Rp 7.840.880
= RP 7.743.805
(1+10%) 3
= 1,568175
Rp 5.000.000
Rp.7.743.805
Profitability Proyek B
Rp 5.000.000
= 1,548761
Dengan demikian menggunakan metode profitability index proyek layak untuk
dilaksanakan adalah proyek A sama dengan menggunakan analisa metode NPV
Bila cara semacam ini masih mengakibatkan adanya dana yang tidak dapat
dimanfaatkan maka sebaiknya dana itu diinvestasikan pads surat berharga ber jangka
pendek hingga periode berikutnya. Atau dipergunakan untuk membayar sebagian utang
sehingga utang perusahaan akan turun atau dapat untuk membayar deviden.
Ingat bahwa kebijakan untuk menahan laba yang diperoleh guna investasi
pada periode yang akan datang atau akan dibagikan dalam bentuk dividen (kebijakan
dividen) hanya dapat dibenarkan sepanjang investasi tersebut memberikan tingkat
keuntungan yang lebih besar dari pads biaya modalnya (biaya modal di sisi lain
adalah merupakan tingkat keuntungan minimal yang diminta oleh investor).
10.4 ARUS KAS INVESTASI DAN RESIKO
Dalam arus kas
investasi Estimasi aliran kas baik aliran kas masuk
maupun aliran kas keluar yang berkaitan dengan keputusan investasi merupakan masalah yang amat penting di dalam manajemen aktiva tetap. Ada tiga katagori CASH
FLOW yang perlu diperhatikan
(i) Cash Out Flow /Arus Kas Keluar
Cash Out Flow sering disebut Initial Investment Outlay Arus Kas keluar yang
segera dibutukan untuk membiayai proyek investasi/aktiva serta pengeluaran
Page 13 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
lainnya sampai proyek itu beroperasi secara komersiel ,Contoh
(a) Pra Operation Cost
(b) Pembelian mesin /Aktiva/Equipment proyek investasi
(c) Biaya masuk
(d) Ocean freight
(e) Inland Transportation
(f) Bangunan Pabrik
(g) Biaya tenaga ahli lokal asing
(h) Biaya pelatihan
(i) Interest During Construction ( Bunga masa kontruksi)
(j) MODAL KERJA
(k) Trial Run Operation
(l) Hasil penjualan mesin lama
(ii) Cash In Flow/Proceed /Arus Kas Masuk
Adalah Arus kas masuk yang diperoleh dari proyek investasi /investasi baru
(a) Laba rugi setelah Pajak
(b) Depresiasi
(c) Cost Reduction Program (CRP) termasuk modifikasi pabrik dalam rangka
penghematan energi seperti perubahan dari pemakaian Bahan bakar
minyak ke pemakain batubara dalam sistem produksi.
(d) Penghematan biaya tenaga kerja
(iii) Terminal Cash Flow (Salvage value)
Katagori ketiga adalah Cash Flow yang berkaitan dengan masa akhir proyek,
contoh Nilai sisa (Nilai Residu), karena akan mempengurhi besarnya depresiasi.
Aliran kas yang berkaitan dengan suatu proyek merupakan dasar bagi penilaian
proyek itu.
PERTAMA :Aliran kas harus diukur atas dasar incremental cash flows. Aliran kas
dari suatu proyek adalah selisih aliran kas antara perusahaan yang melakukan
proyek tersebut dibanding dengan aliran kas tanpa melakukan proyek tersebut.
Page 14 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
KEDUA :Aliran kas harus diperhitungkan ATAS DASAR LABA SETELAH PAJAK
(after tax basis). Pengaruh tidak langsung lainnya atas suatu proyek harus
turut
diperhitungkan pula.
Untuk mengestimasikan aliran kas masuk dapat dipergunakan tiga persamaan:
1. Top-down Approach:
 Aliran Kas = (1 - T)  EBIT +  Depresiasi
Di mana EBIT harus didasarkan atas dasar setelah pajak, karena pajak
adalah aliran kas keluar. Juga depresiasi harus ditambahkan kembali
dalam aliran kas karena depresiasi merupakan non cash expense.
2. Bottom-up Approach:
 aliran kas masuk =  EAT +  Depresiasi + (1 - T)  I
Di mana I adalah biaya bunga, dan aliran kas masuk ini didasarkan
atas laba setelah pajak.
3. Membandingkan sebelum dan sesudah INVESTASI
 aliran kas masuk = (DS-DO-DD) (1-T ) +  D atau
 aliran kas masuk = (S2-S1) –( 02-01)- ( D2 - D1) x (1-T) + ( D2 - D1) dimana
S1
= sales sebelum investasi
S2
= Sales sesudah investasi baru
01
=operating cost sebelum investasi baru
02
= Operating cost sesudah investasi
D1
= Depresiasi lama
D2
= Depresiasi baru
Sebaiknya di dalam memperhitungkan aliran kas ini, bunga tidak
diperhitungkan dengan demikian keputusan investasi ini tidak memperhatikan
cara pemenuhan kebutuhan dananya. Lebih jauh bila beban bunga
Page 15 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
dikurangkan dari aliran kas kemudian sisanya didiscountedkan untuk mencari
present valuenya, maka cara semacam ini akan mengakibatkan adanya
penghitungan ganda (double counting) atas nilai waktu uang karena
memperhitungkan bunga dua kali.
4. Terdapat dua aliran kas potensial yang jugs harus diperhatikan yaitu adanya
nilai sisa atau solvage value dan modal kerja. Masalahnya akan berkembang
apabila ads pajak dan realisasi nilai sisa atas suatu aktiva tidak sama dengan
taksirannya.
Perlu diperhatikan bahwa kedua batasan aliran kas tersebut adalah independen
terhadap biaya pemenuhan modal. Biaya modal akan dibicarakan tersendiri.
Untuk mendukung penilaian yang baik diperlukan data yang akurat dan tepat.
Estimasi atas, penghematan biaya maupun kenaikan pendapatan yang dapat
dipercaya merupakan faktor kritis dalam penilaian. Tidak tepatnya estimasi ini
akan mengakibatkan analisa yang dibuat menjadi tidak berarti karena
memberikan hasil yang salah atau menyesatkan (misleading).
Pencatatan yang efektif untuk meaningful post-audits adalah sangat penting.
Individu yang sangat tekun dan ahli di bidangnya merupakan persyaratan
utama setelah data yang akurat tersedia.
5. Pengembangan suatu prosedur untuk membuat ranking berbagai kesempatan
investasi:
Agar keputusan investasi yang diambil optimal, harus . memperhatikan
empat kriteria berikut ini:
a) Harus memilih proyek-proyek yang memaksimumkan kemakmuran
pemegang saham.
b) Harus mempertimbangkan semua arus, kas, baik aliran kas keluar maupun
aliran kas masuk.
c) Mendiscountedkan arus kas tersebut dengan market opportunity cost of
capital.
d) Keputusan atas pemilihan kombinasi beberapa proyek tidak boleh
bertentangan dengan keputusan pemilihan proyek secara. Individu
Page 16 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
Kasus khusus dalam INVESTASI AKTIVA TETAP
A. Proyek yang memiliki usia ekonomis berbeda.
1. Untuk menilai proyek yang memiliki usia ekonomis Yang berbeda maka
harus-dilakukan dengan asumsi Skala waktu, Yang sama:Artinya apabila
terdapat dua proyek A dan-proyek B, proyek memilik usia ekonomis 2 tahun
sementara, B usia ekonimisnya 3 tahun Maka harus diasumsikan untuk Skala
waktu yang membuat sama ke&a investasi tersebut misal 6 tahun, jadi A
dikalikan tiga dan B dikalikan dua.
2. Untuk menghitung net present value proyek tersebut adalah:
NPV (n, ~) = NPV (n)
(I + k)n
(1 + k)n - 1
Di mana NPV (n, ~) adalah NPV proyek pada, n tahun yang dikalikan tak
terhingga dan NPV (n) adalah NPV proyek n tahun.
B. Proyek yang memiliki skala (investasi neto) yang tidak sama.
1. Skala investasi yang berbeda juga akan menimbulkan masalah khususnya dalam
kondisi capital rationing. Semua investasi yang memiliki NPV positif dapat
dilaksanakan tanpa memperhatikan skala investasi, karena semua
proyek yang memiliki NPV positif (dengan discount rate biaya modal ratarata yang tepat) dapat dipenuhi kebutuhan dananya.
2. Untuk mengatasi kendala modal, dapat menggunakan liner progamming untuk
menyelesaikannya. Selain itu profitability indek dapat juga dipergunakan
untuk proyek yang skalanya berbeda. Mulailah dengan melaksanakan proyek
yang memiliki profitabilitas yang paling tinggi.
C. Proyek yang dibiayai dengan Modal Asing (Utang).
1. Misalkan terdapat suatu proyek senilai Rp.30.000.000,- dan akan dibiayai
dengan 100% utang dengan bunga 18% per tahun. Tarif pajak 0%. Proyek
tersebut
hanya
berusia
1
tahun
(dengan
demikian
depresiasinya
Rp.30.000.000.-).
Page 17 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
Penghasilan Penjualan
Rp.55.000.000,-
Biaya tunai
RP.15.000.000.-
Depresiasi
RP. 30.000.000.
____________________________________________________________________
Operasi
Biaya HPP dan Biaya
Rp.45.000.000
Laba sebelum bunga dan pajak
Rp. 10.000.000, -
Biaya bunga 18%
Rp. 5.400.000,-
Laba sebelum pajak
Rp. 4.600.000,
Pajak penghasilan 0% Grace Priods)
Laba setelah pajak (EAT)
___________0
Rp 4.600.000
Discount rate yang relevan apabila tingkat pajak 0% adalah 18% (1-0%) = 18%.
Dengan demikian apabila kita memperhitungkan proceed adalah = EAT + Depresiasi
atau sebesar Rp.34.600.000,- maka:
NPV
= - Rp.30.000.000,- + Rp.34.600.000,(1+18%)
= - Rp.677.966,10. >>> Proyek ditolak
Tetapi apakah benar kita harus menolak investasi semacam itu? Coba
saudara perhatikan bahwa investasi semacam itu telah memberikan tambahan
kekayaan kepada saudara satu tahun yang akan datang sebesar Rp.4.600.000,-.
Selain itu satu tahun yang akan datang saudara dapat mengembalikan pinjaman
(dengan dana dari depresiasi) dan bunganya. Akhirnya mengapa saudara harus
menolak suatu investasi yang membuat saudara lebih kaya Rp.4.600.000,- satu tahun lagi.
Untuk itu penghitungan proceed seharusnya = EAT + Depres + (1 - Pajak) Bunga
atau sebesar:
Page 18 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
Arus Kas masuk
= Rp. 4.600.000,- + Rp 30000.000 + (1-0%) Rp. 5.400.000
= Rp 40.000.000,-
NPV
= - Rp.30.000.000,- + Rp.40.000.000,(1+18%)
= + Rp. 3.898.305,08. >>> Proyek diterima
Perhatikan bahwa nilai sekarang tambahan kekayaan kits adalah memang persis
sebesar:
= Rp.4.600.000,-
>>> Rp. 3.898.305,08.
(1 + 18%)
2. Contoh lain misalkan dengan data yang sama tetapi tarif pajak sebesar 40%
Dengan Demikian maka discount rate yang relevan adalah sebesar 18% (1 40%) = 10,8%.
Penghasilan
Biaya tunai
Depresiasi
Rp.55.000.000,Rp. 15.000.000,30.000.000,Rp.45.000.000,-
Laba sebehun bunga dan pajak
Rp. 10.000.000,-
Biaya bunga 18%
5.400.000,-
Laba sebelum pajak
Rp. 4.600.000,-
Pajak penghasilan 40%
1.840.000,-
Laba setelah pajak, .
Rp. 2.760.000,-
Misalkan saudara memperhitungkan bahwa Arus Kas Bersih itu sebesar laba
setelah pajak ditambah depresiasi, maka adalah Rp.32.760.000,-. Dengan demikian
maka net present value investasi tersebut adalah:
NPV
Rp.32.760.000,= Rp.30.000.000,- + (1 + 10,8%)
= - Rp.433.213, >>> Proyek ditolak.
Page 19 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
Untuk itu penghitungan proceed seharusnya = EAT + Depresiasi+ (1 - Pajak) x Bunga
atau sebesar:
Arus Kas masuk
= Rp.2.760.000,- + Rp.30.000.000,- + (1 - 40%) Rp.5.400.000,= Rp.36.000.000,-
NPV
= Rp.30.000.000,-+ Rp.36.000.000,(1 + 10,8%)
= + Rp.2.490.974,73 >>> Proyek diterima
Perhatikan bahwa nilai sekarang tambahan kekayaan kita adalah memang persis
sebesar:
= Rp. 2.760.000
(1+10,8%)
>>>> Rp.2.490.974,73
STUDY KASUS
Perusahaan saudara memiliki kesempatan untuk melakukan investasi pada
mesin baru senilai Rp.135.750.000,- Mesin tersebut diharapkan memiliki usia
ekonomis 7 tahun dan dapat memberikan arus kas bersih setiap tahun sebesar Rp.
45.000.000,- Apabila biaya modal untuk proyek mesin baru tersebut 16 persen, saudara
diminta:
a.
Berapakah net present value investasi itu?
b.
Berapa internal rate of return investasi?
c.
Haruskah saudara melakukan investasi mesin tersebut?
Jawaban: ( PVIFA)
a. NPV
= - 135.750.000,- + E 45.000.000
t=I (1 + 16%)t
= ( Rp 135.750.000 ) + Rp.45.000.000,- [PVIFA16%,7 tahun)
= ( Rp.135.750.000 ) + Rp.45.000.000,- (4,0386)
= (Rp.135.750.000 )+ Rp.181.737.000,= + Rp.45.987.000,Page 20 of 21
Fakultas Ekonomi UIGM
Manajemen Investasi Dan Portofolio
b. Internal rate of return dapat dicari:
0 = NPV
= Rp.135.750.000,- + E
t=I
45.000.000
(1 + IRR)t
= Rp.135.750.000, + 45.000.000 – [PVIFA IRR,7]
= Rp 135.750.000 – (45.000.000- [PVIFA IRR,7]
45.000.000 PVIFA = Rp 135.750.00
PVIFA
= Rp.135.750.000, / 45.000.000
= 3,01667
Dengan TRIAL AND ERROR dan bantuan tabel pada baris, tahun ke tujuh maka
PVIFA sebesar 3,01667 terletak antara tingkat discount 25% dan 27%. Kemudian kits dapat
mencari internal rate of return.
Discount Discount
Aliran Kas
per tahun
Present Value
Rate
Factor
Aliran Kas
25%
3,1611
Rp.45.000.000,-
Rp. 142.249.500,-
27%
3,0087
45.000.000,-
Rp. 135.391.500,-
2%
IRR
Rp.
6.858.000,-
= 25% + 142.249.500 – 135.750.000 x (27% 25%)
= 142.249.500 - 135.391.500
= 25% + 1,90% >>>> IRR = 26,90%.
c. Kesempatan investasi tersebut sebaiknya dilakukan NPV investasi itu positif dan
internal rate of return dihasilkan ternyata lebih besar daripada biaya modal.
Page 21 of 21
Download