Menteri LH Dan Iklim Norwegia Kunjungi Festival Iklim 2016

advertisement
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
SEKRETARIAT JENDERAL
Gedung Manggala Wanabakti, Blok 1 Lantai 1 Jalan Gatot Subroto, Jakarta 10270
Telepon : 021-5705099, 5730118-9 Faximile 5710484
SIARAN PERS
Nomor : S. 76/PHM-1/2016
MENTERI LH DAN IKLIM NORWEGIA KUNJUNGI FESTIVAL IKLIM 2016
Jakarta, Biro Humas Kementerian LHK, 2 Februari 2016. Menteri Lingkungan Hidup dan
Iklim Norwegia, H.E Vidar Helgesen hadir di hari kedua acara Festival Iklim 2016 yang
diselenggarakan di Jakarta Convention Center. Menteri Vidar Helgesen mengunjungi
Festival Iklim bersama Duta Besar Norwegia Stig Traavik dan didampingi oleh Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir
Foead dan Kepala Badan Informasi Geospasial Priyadi Kardono. Kehadiran Menteri LH
dan Iklim Norwegia ini menambah pentingnya nilai acara Festival Iklim untuk
mengakselerasi pelaksanaan agenda bersama dalam upaya mitigasi dan adaptasi
perubahan iklim di Indonesia.
Menteri Siti Nurbaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa dibutuhkan komitmen
nasional dan internasional serta kerjasama di semua tingkatan dari lokal hingga ke
tingkat global untuk menjalankan Paris Agreement. “Dan yang lebih penting lagi bahwa
pelaksanaan Paris Agreement ini berdasarkan kesetaraan dengan tanggung jawab yang
berbeda antara negara maju dan berkembang (equity and common but differentiated
responsibilities)”, ucap Siti Nurbaya.
Selanjutnya Menteri LH dan Iklim Norwegia, Vidar Helgesen menyambut baik acara
Festival Iklim 2016 dan terkesan dengan keseriusan Pemerintah Indonesia
menggandeng para pihak untuk mencegah perubahan iklim. Menteri Vidar Helgesen
bahkan optimis kita mampu mencegah kenaikan suhu bumi 2°C dengan teknologi serta
kontribusi semua pihak yang terlibat dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan
iklim.
Acara Festival Iklim hari ini juga bertepatan dengan Hari Internasional Gambut. Badan
Informasi Geospasial (BIG) meluncurkan Indonesian Peat Prize, sebuah kompetisi untuk
mendapatkan pemetaan lahan gambut baru yang lebih akurat yang dapat membantu
kita memahami dan mengelola lahan gambut di Indonesia. Melalui Peat Prize, Indonesia
dapat membuat kemajuan signifikan dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca
serta dalam memberikan bimbingan teknis yang lebih baik untuk lahan gambut yang
berkelanjutan dan pengelolaan ekosistem lahan gambut bersama dengan ketersediaan
metodologi pemetaan yang lebih baik. Menteri Siti Nurbaya berharap peraih
penghargaan Peat Prize dapat berkontribusi untuk menyelesaikan beberapa tantangan
metodologis dalam memberikan kepastian informasi data yang diperlukan untuk
mengelola ekosistem lahan gambut secara ekonomi, sosial dan lingkungan yang
berkelanjutan termasuk didalamnya konteks perubahan iklim.
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Humas Kementerian LHK, Novrizal Tahar, HP: 0818432387
Informasi lebih mendalam dapat menghubungi:
1. Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Nur Masripatin, HP: 08121970235
2. Website: www.dibawahdua.com
Download