tugas uas etika bisnis

advertisement
Pengantar etika bisnis
Oleh keens berteens
Penerbit kanisius
BAB 9
Tanggung jawab sosial perusahaan
Perusahaan mempunyai tanggung jawab legal, karena sebagai badan hukum ia memiliki
status legal. Karena perusahaan merupakan badan hukum perusahaan mempunyai banyak
hak dan kewajiban legal yang dimiliki juga oleh manusia perorangan dewasa. Seperti
menuntut di pengadilan, dituntut di pengadilan, mempunyai milik, mengadakan kontrak
dan lain-lain. Supaya mempunyai tanggung jawab moral perusahaan perlu berstatus
moral dengan kata lain merupakan perilaku moral. Perilaku moral (moral agent) bisa
melakukan perbuatan etis dan tidak etis.
Menurut Milton Friedman tanggung jawab sosial
perusahaan adalah tanggung jawab perusahaan terhadap
masyarakat. Tanggung jawab moral perusahaan bisa dalam
bentuk : tanggung jawab kepada dirinya sendiri, tanggung
jawab kepada karyawan, kepada perusahaan lain, dll.
Tanggung jawab ini ditentukan dalam tangan manager
dengan pelaksanaan sesuai dengan aturan-aturan yang
berlaku dalam masyarakat baik dari segi hukum dan
kebiasaan etis. Tanggung jawab ekonmis dan tanggung
jawab sosial perusahaan bisnis selalu memiliki dua
tanggung jawab, yaitu ekonomi dan sosial dengan catatan
hal ini berlaku untuk sektor swasta. Sedangkan dalam
sektor BUMN / milik pemerintah tanggung jawab tersebut
tidak dapat dipisahkan.
Sering terjadi sebuah perusahaan negara merugi bertahun-tahun tetapi kegiatannya
dibiarkan berlangsung secara terus karena dengan alasan non ekonomis misalnya:
perusahaan kereta api yang mengalami kerugian secara menyeluruh tetapi hal itu tidak
menjadi alasan untuk menutup perusahaan pertimbangan lainnya adalah kepentingan
umum sehingga jasa ini harus tersedia terus walaupun dari segi ekonomis tdidak
menguntungkan. Jika perusahaan negara defisit maka pemerintah dapat mengambil
keputusan untuk menutup defisit di kas negara. Berbeda dengan perusahaan swasta jika
mengalami defisit untuk periode lama mau tidak mau perusahaan harus tutup sehingga
lahan bersama kinerja ekonomisnya selalu baik.
Jika perusahaan berhasil memainkan perannya dengan dengan baik diatas panggung
ekonomi nasional dengan sendirinya dia memberi kontribusi yang berarti kepada
kemakmuran masyarakat. Kegiatan yang dilakukan perusahaan demi suatu tujuan sosial
dengan tidak memperhitungkan untung / rugi ekonomis hal itu bisa terjadi dengan acara
positif dan negatif. Secara positif perusahaan bisa melakukan kegiatan yang tidak
membawa keuntungan ekonomis dan semata-mata dilakukan demi kesejahteraan
masyarakat dengan melakukan kegiatan pelatihan ketrampilan untuk pengangguran
tujuannya semata-mata sosial sama sekali tidak ada maksud ekonomis. Secara negatif
perusahaan bisa menahan diri untuk untuk tidak melakukan kegiatan – kegiatan tertentu
yang sebenarnya menguntungkan dari segi bisnis tetapi akan merugikan masyarakat
misalnya pembuangan limbah pabrik dilakukan dengan membuang di sungai. Hal ini
akan menguntungkan perusahaan karena dengan membuang ke sungai akan menekan
pengeluaran dan meningkatkan laba namun disisi lain masyarakat banyak yang dirugikan
dan ekosistemnya akan terganggu. Bisnis memikul tanggung jawab dalam arti negatif
karena tidak boleh melakukan kegiatan yang merugikan masyarakat. Ada beberapa alasan
mengapa bisnis menyalurkan sebagian dari labanya kepada karya amal melalui yayasan
independen. Alasannya adalah bahwa berkaitan dengan kenyataan bahwa perusahaan –
perusahaan itu berstatus publik, kemudahan pajak dan pimpinan perusahaan tidak bisa
ikut campur dalam urusan yayasan independen sehingga bantuan menjadi lebih tulus
bukan demi perusahaan saja. Upaya meningkatkan citra perusahaan dengan
mempraktekan karya amal dapat dengan CSP (corporate social performance) kinerja
sosial perusahaan tidak saja mempunyai kinerja ekonomis tetapi juga kinerja sosial bagi
perushaan masih ada hal lain yang perlu di perhatikan daripada memperoleh laba sebesar
mungkin. Tidak kalah pentingnya mempunyai hubungan dengan masyarakat di sekitar
pabrik dan dengan masyarakat umum. Untuk mencapai itu perlu kesdiaan perusahaan
untuk menginvestasikan dana dalam program khusus. Upaya kinerja sosial perusahaan
sebaiknya tidak dikategorikan sebagai pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.
Walaupun tidak secara langsung dikejar keuntungan namun kinerja sosial ini tidak bisa
dilepaskan dari tanggung jawab ekonomis perusahaan. Sehingga bisnis bukan karya amal
yang menentukan perbedaanya adalah pencarian keuntungan – keuntungan bisa dicari
secara langsung atau melalui jalan putar yang panjang
BAB 10
BISNIS, LINGKUNGAN HIDUP, DAN ETIKA
Masalah sekitar lingkungan hidup baru mulai disadari pada tahun 1960-an. Sekaligus
disadari pula bahwa masalah itu secara langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh
bisnis modern, khususnya oleh cara berproduksi dalam industri yang berdasarkan ilmu
dan teknologi maju
Cara berproduksi besar – besaran dalam industri modern dulu menggandakan begitu saja
dalam dua hal yang sekarang diakui sebagai kekeliruan besar. Pertama bisnis modern
menggadaikan bahwa komponen –komponen lingkungan seperti air dan udara merupakan
barang umum sehingga boleh dipakai seenaknya
Kedua, diandaikan pula bahwa sumber daya alam seperti air dan udara itu tak terbatas.
Tentu saja secara teoristis tidak pernah disangkal bahwa bahan – bahan alami itu
akhirnya mempunyai batas juga, namun batas itu dianggap sangat jauh dan dalam praktek
orang bertindak seakan – akan tidak ada batas sama sekali
Pada zaman sekarang masalah lingkungan hidup sudah mencapai suatu taraf global.
Terutama ada enam problem yang dengan jelas menunjukan dimensi global itu,
akumulasi bahan beracun, efek rumah kaca, perusakan lapisan ozon, hujan asam,
deforestasi dan penggurunan, dan kematian bentuk – bentuk kehidupan.
Lingkungan hidup sebagai the commons
Sebelumnay sudah kita lihat bahwa bisnis modern menggadaikan begitu saja status
lingkungan hidup sebagai ranah umum. Dianggapnya, disni tidak ada pemilik dan
kepentingan pribadi. Menurut Hardin, masalah lingkungan hidup adalah masalah
kependudukan dapat dibandingkan dengan proses the commons. Di sini tidak ada suatu
solusi teknis, seperti dalam masalah the commons tidak ada jalan keluar teknis misalnya
memakai rumput buatan supaya pupuk lebih banyak. Membiarak kebebasan semua orang
justru menghancurkan semua orang
BAB 11
Etika Dalam Bisnis Internasional
Perdagangan merupakan sarana dalam mendekatkan negara – negara bahkan kebudayaan
yang berlainan. Selain itu perdagangan merupakan faktor penting dalam pergaulan antara
bangsa – bangsa. Gejala globalisasi ekonomi dapat berakibat positif maupun negatif.
Desain pilihan globalisasi dapat meningkatkan rasa persaudaraan dan kesetiakawanan,
tetapi di lain pihak gejala yang sama dapat berakhir dalam suasana konfrontasi dan
permusuhan karena pertentangan ekonomi peran dagang
- menyesuaikan diri
bisnis harus menyesuaikan dengan norma – norma yang berlaku ditempat itu. Norma
– norma moral penting berlaku di seluruh dunia. Sedangkan norma non moral untuk
perilaku manusia bisa berbeda di berbagai tempat. Penipuan di suatu tempat lebih
banyak dipraktekan daripada di tempat lain contoh konkret adalah diskriminasi
terhadap wanita khususnya di bidang penggajian .suatu perusahaan di negara A
mempunyai usaha di negara B dimana terdapat kebiasaan untuk membayar gaji lebih
rendah kepada wanita daripada priabagi prestasi kerja yang sama . di negara hal itu
dilarang menurut hukum dari segi ekonomis bagi pimpinan perusahaan tersebut lebih
menguntungkan mengikuti kebiasaan di negara B karena dapat membantu menekan
biaya produksi wanita-wanita tersebut tidak akan protes karena hal ynag sama di
praktekkan di seluruh negara
- regorasi moral
regorasi moral adalah pandangan yang menyatakan bahwa perusahaan di luar negeri
hanya boleh melakukan apa yang boleh dilakukan di negaranya sendiri dan justru
tidak boleh menyesuaikan diri dengan norma yang etis berbeda di tempat lain dengan
kata lain apa yang dianggap baik di negerinya sendiri tidak mungkin menjadi kurang
baik di negara lain. Situasi setempat dapat mempengaruhi moral sehingga sikap
konsisten dalam berperilaku moral harus dijaga, yang baik di suatu tempat tidak
mungkin menjadi baik dan terpuji di tempat lain contoh konkrit adalah diskriminasi
terhadap wanita khususnya di bidang penggajian .suatu peruisahaan dari negara A
mempunyai pabrik di negara B dimana terdapat kebiasaan untuk membayar gaji lebih
rendah kepada wanita dari pada pria bagi prestasi kerja yang sama .di negara A hal itu
dilarang menurut hukum. Dari segi ekonomis bagi pimpinan perusahaan tentu lebih
menguntungkan untuk mengikuti kebiasaan di negara B karena dapat membantu
menekan biaya produksi, wanita-wanita tersebut tidak akan protes karena hal sama
akan di praktekkan di seluruh negara B.
- imoralisme naif
dalam bisnis internasional kita perlu berpegang teguh pada norma etika jika suatu
perusahaan terlalu etika ia berada dalam posisi yang merugikan karena daya saingnya
akan terganggu sehingga perusahaan lain yang tak begitu scrupolis debgan etika maka
akan menduduki posisi yang menguntungkan contoh : pemberian suap kepada pegawai
pemerintah / karyawan perusahaan, hal ini sudah umum dilakukan bahkan kalo tidak
dilakukan akan merugikan. Dalam etika jarang prinsip – prinsip moral bisa diterapkan
dengan mutlak karena situasi konkret seringkali sangat kompleks
kasus : bisnis dengan afrika yang rasisitis
afrika selatan mempunyai sistem politik yang diskriminasi ras dan dibedakan dari
minoritas kulit putih baik dari perumahan sampai pada fasilitas umum. Kebijakan
apartheid di afrika selatan ini menimbulkan kesulitan moral yang besaruntuk perusahaan
– perusahaan asing yang mengadakan bisnis di afrika selatan. Banyak perusahaan yang
mengalami dilema yaitu dengan menghentikan bisnis dengan afrika selatan atau
menyesuaiakan diri dengan suatu keadaan yang tidak etis karena didasarkan atas
diskriminasi ras. Jika mengadakan bisnis dengan afrika selatan bisa menimbulkan kesan
bahwa menyetujui dan mendukung rezim rasisitis di sisi lain memutuskan hubungan
bisnis bisa membantu untuk memaksa pemerintah kulit putih untuk meninggalkan politik
mereka yang tidak etis jika menghentikan bisnis bisa berakibat keadaan golongan kulit
hitam justru bertambah parah atau bisnis diambil oleh perusahaan lain yang tidak begitu
peduli dengan aspek – aspek etisnya
- masalah dumping dalam bisnis internasional
dumping adalah = menjual sebuah produk dalam kuantitas di suatu negara lain dengan
harga di bawah harga pasar sehingga hal ini akan merugikan produsen dari produk
tersebut
motif melakukan dumping :
- si penjual mempunyai persediaan terlalu besar sehingga ia memutuskan untuk menjual
produk yang bersangkutan di bawah harga saja. Hal ini dilakukan daripada produknya
tidak laku terjual
- berusaha untuk merebut monopoli dengan harga yang dibanting murah
praktek dumping produk tidak etis karena melanggar etika pasar bebas kompetisi yang
fair merupakan suatu prinsip di etika pasar bebas
- aspek etis dari korporasi multi nasional ( transpasional)
perusahaan yang mempunyai investasi langsung dalam dua negara / lebih (KMN)
mempunyai kekuatan ekonomi yang besar dan beroperasi dari pebagai tempat yang
berbeda sehingga mempunyai mobilitas tinggi dan memicu masalah etis sendiri. KMN
melakukan tindakan tidak etis apabila KMN tahu dan mau mengakibatkan kerugian bagi
negara dimana dia beroperasi sehingga harus memberi ganti rugi. Contoh : kecelakaan di
pabrik pestisida carbidodi bnopal , india 1984
- masalah korupsi pada taraf internasional
korupsi dapat menimbulkan kesuliatan moral besar bagi bisnis internasional karena di
negara satu bisa saja dipraktekkan apa yang tidak mungkin di negara lain
praktek suap dianggap tidak bermoral karena
- praktek suap itu melanggar pasar
orang yang terjun dalam dunia bisnis yang didasarkan pada prinsip ekonomi pasar dengan
sendirinya akan mengikat diri untuk berpegang pada aturan main orang yang
menyimpang dari aturan akan main curang seperti permainan kartu
- orang yang tidak berhak menerima imbalan
orang yang bekerja mendapat imbalan.pejabat pemerintahan yang menerima suap
seharusnya tidak pantas diberi imbalan .karena jika transaksi berlangsuing secara normal
mereka tidak akan menerima apa-apa
karena mereka mendapat uang dengan
menyalahgunakan kekuasaan dengan merugikan rakyat.
- uang suap diberikan dalam keadaan kelangkaan
pembagian barang langka dengan menempuh praktik suap mengakibatkan barang itu
diterima oleh orang yang tidak berhak menerimanya,sedangkan orang lain yang berhak
tidak kebagian. Contohnya dalam kekurangan kertas penerbit mendapat persediaan kertas
baru dengan memberikan suap dalam jangka waktu yg cepat.
-praktek suap mengundang untuk melakukan perbuatan tidak etis dan ilegal lainnya.uang
suap tidak bisa dibukukan baik perusahaan yang memberi suap maupun orang / instansi
yang menerimanya , karena tidak dicatat si penerima tidak bisa menggunakan uang
tersebut secara legal untuk investasi baru dan si penerima tidak akan membayar pajak
tenta g pend
Bab 12
Penutup: peranan etika dalam bisnis
Jika perusahaan ingin mencatat sukses dalam bisnis ditentukan dalam 3 hal:
1. produk yang baik
2. manajemen yang mulus
3. etika
selama perusahaan memiliki produk yang bermutu serta berguna untuk masyarakat dan
disamping itu dikelola dengan manajemen Yang tepat di bidang produksi
,finans,finansial,sumberdaya manusia tetapi tidak mempunyai etika ,maka kekurangan
ini cepat atau lambat akan menjadi batu sandungan bagi perusahaan .untuk memperoleh
produk yang baik si pebisnis dapat memanfaatkan seluruh perangkat ilmu dan teknologi
modern.guna mencapai manajemen yang mulus si pebisnis dapat memakai sepenuhnya
ilmu ekonomi dan teori manajemen.
o Bisnis berlangsung dalam konteks moral
Bisnis merupakan suatu unsur penting dalam masyarakat, semua orang membeli
barang atau jasa untuk bisa hidup atau setidak-tidaknya bisa hidup dengan lebih
nyaman. Makin maju suatu masyarakat makin besar pula ketergantungan satu sama
lain di bidang ekonomi
o Mitos mengenai bisnis ammoral
Dalam masyarakat beredar kabar bahwa bisnis tidak mempunyai hubungan dengan
etika atau moralitas. Sebagaimana matahari yang memancarkan cahaya serta panas
yang didalamnya tidak terdapat etika.moralitas menjadi urusan individu,tetapi
kegiatan bisnis itu sendiri tidak berkaitan langsung dengan etika.moralitas tidak
mempunyai relevansi bagi bisnis.
Bisnis itu sendiri adalah netral terhadap moralitas jadi merupakan suatu mitos atau
dongeng saja.menurut de george, beliau menemukan tiga gejala dalam masyarakat
yang menunjukkkan sirnany mitos tersebut.
1. dalam liputan media massa terdapat skandal di bidang bisnis,bisnis di soroti
tajam oleh masyarakat,masyarakat tidak ragu untuk mengaitkan bisnis
dengan moralitas.
2. bisnis diamati dan di kritik oleh banyak LSM apa yang disimak oleh
mereka berkonotasi dengan etika
3. bisnis mulai prihatin dengan dimensi etis dalam kegiatannya hal ini
tampak dalam konferensi seminar mengenai aspek etis dari bisnis
o mengapa bisnis harus berlaku etis
bisnis hanya merupakan suatu bidang khusus dari kondisi manusia yang umum secara
lengkapnya sebagai berikut
1. tuhan adalah hakim kita
menurut agama sesudah kehidupan jasmani ini manusia hidup terus dalam
dunia bakadimana tuhan sebagai hakim maha agung akan menghukum
kejahatan yang pernah dilakukan dan mengganjar kebaikannya , diharapkan
setiap pebisnis akan dibimbing oleh iman kepercayaannya untuk tetap
berpegang pada motivasimoral ini.
2. kontrak sosial
setiap kegiatan yang dilakukan bersama –sama dalam masyarakat menuntut
adanya norma-norma dan nilai –nilai moral yang kita sepakati bersama.hidup
dalam masyarakat berarti mengikatkan diri untuk berpegang kepada normanorma dan nilai-nilai tersebut.dasar moralitas
umat manusia adalah
berdasarkan kontrak sosial yang mana umat manusia diwajibkan untuk
berpegang pada norma-norma moral,kontrak ini bersifat mengikat dan tidak
ada seorang pun yang dapat melepaskan dari kontrak ini.
3. keutamaan
manusia harus melakukan yang baik karena hal yang baik mempunyai nilai
instrinsik .manusia yang berlaku etis adalah baik begitu saja ,baik secara
menyeluruh
bukan menurut aspek tertentu saja..orang bisnis harus
mempunyai integritas ,jika mereka tidak mempunyai integritas mereka tidak
pantas .contohnya pebisnis yang mengumpulkan kekayaan tanpa
pertimbangan moral..seperti menipu dan merugikan orang lain mereka tidak
mempunyai integritas.
Kode etik perusahaan
Adalah kode etik yang menyangkut kebijakan etis perusahaan berhubungan
dengan kesulitan yang bisa timbul di masa lampau misalnya konflik
kepentingan hubungan dengan pesaing dan pemasok
Manfaat kode etik perusahaan
1. kode etik dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan ,karena etika
telah dijadikan sebagai coporate culture..dengan adanya kode etik secara
internemua karyawan terikat dengan stan etis yang sama sehingga akan
mengambil keputusan yang sama pula untuk kasus-kasus
yang
sejenis.misalnya mereka akan tolak dilibatkan dalam tindak korupsi,
secara ekstern para stakeholder lain memaklumi apa yang bisa diharapkan
dari perusahaan.
2. kode etik dapat membantu dalam menghilangkan grey area atau kawasan
kelabu di bidang
etika.beberapa ambiguitas moral yang
sering
merongrong kinerja perusahaan dapat terhindarkan.
3. kode etik dapat menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggung
jawab sosialnya.di harapkan perusahaan tidak membatasi diri pada standar
minimal ,melalui kode etiknya ini ia dapat menyatakan bagaimana ia dapat
memahami tanggung jawab sosial.
4. kode etik menyediakan bagi perusahaan dan dunia bisnis pada umumnya
kemungkinan untuk mengatur dirinya sendiri . dengan demikian negara
tidak perlu campur tangan
faktor-faktor untuk menjamin kode etik adalah:
1. kode etik sebaiknya dirumuskan berdasarkan masukan dari semua karyawan
sehingga mencerminkan kesepakatan semua pihak didalamnya
2. harus dipertimbangkan dengan teliti bidang –bidang apa dan topik-topik mana
sebaiknya tercakup oleh kode etik perusahaan.
3. kode etik perusahaan sewaktu-waktu harus direvisi dan disesuaikan dengan
perkembangan intern maupun ekstern
4. kode etik perusahaan ditegakkan secara konsekuen dengan menerapkan sanksi
Download