aplikasi desktop lifo fifo (studi kasus : pergudangan kfc di margomulyo)

advertisement
APLIKASI DESKTOP LIFO FIFO
(STUDI KASUS : PERGUDANGAN KFC DI MARGOMULYO)
Achmad Yani1, M. Noor Al Azam2, Tubagus Purworusmiadi3
1,2,3
Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Narotama Surabaya
1
[email protected], 2 [email protected], [email protected]
Abstrak
Penerapan sistem LIFO (Last In First Out) dan FIFO (First In First Out) di dalam dunia pergudangan
merupakan suatu faktor yang memiliki peran yang sangat besar dalam menunjang kegiatan operasional. Untuk
menghasilkan produk yang bermutu harus dimulai pada saat penyimpanan barang.
Pergudangan KFC (Kentucky Fried Chicken) di Margomulyo menerapkan sistem LIFO dan FIFO
dalam kegiatan operasionalnya. Namun untuk pencatatannya masih dilakukan secara manual, maka dibutuhkan
suatu aplikasi berbasis komputer. Aplikasi ini dibangun menggunakan Visual Basic.NET dengan bantuan
framework yang diberi nama desktop LIFO FIFO. Untuk pengolahan database menggunakan MySQL.
Hasil pembahasan mengenai aplikasi Desktop LIFO FIFO studi kasus Pergudangan KFC di
Margomulyo dapat disimpulkan bahwa aplikasi Desktop LIFO FIFO dirancang khusus untuk mengelola datadata yang ada di bagian gudang.
Kata kunci : Desktop, Framework, Visual Basic.NET, LIFO, FIFO
1.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pergudangan KFC (Kentucky Fried
Chicken) Margomulyo yang terletak di Surabaya
merupakan
pergudangan
yang
menangani
pemesanan, pembelian dan penjualan di bidang
makanan. Setiap harinya pergudangan KFC
(Kentucky Fried Chicken) menangani produk barang
yang
dibutuhkan
oleh
restoran.
Prosedur
pergudangan yang diterapkan KFC adalah sistem
LIFO (Last In First Out) dan FIFO (First In First
Out). Penerapan sistem tersebut dilakukan untuk
memberi nilai tambah yang terkait dengan bisnis
yang dijalankan.
Saat penerimaan barang, petugas gudang
wajib memeriksa surat pemesanan yang diterima
dari suplier. Pemeriksaan surat pemesanan tersebut
dilakukan untuk mengetahui kesesuaian jumlah
barang dengan permintaan dan tanggal kadaluarsa.
Penerapan barang masuk gudang harus dengan
keadaan tersegel dan tidak rusak. Prosedur penataan
barang dilakukan sesuai dengan LIFO (Last In First
Out) dan FIFO (First In First Out), dimana barang
yang memiliki expired date harus disendirikan
apabila tanggal dan bulannya berbeda.
Prosedur LIFO (Last In First Out) dan
FIFO (First In First Out) juga diterapkan pada
pengeluaran barang. Contoh pengeluaran barang
menggunakan prosedur FIFO adalah pengiriman
barang ke Ambon yang membutuhkan waktu satu
bulan, harus diberi barang dengan expired date yang
paling panjang agar tidak terjadi pemusnahan
barang.
Penerapan prosedur LIFO dapat
dicontohkan pada pengiriman barang ke Bali yang
membutuhkan waktu satu hari. Barang yang
dikirimkan ke Bali harus memiliki expired date
yang pendek, karena KFC cabang Bali memiliki
jarak terdekat di banding cabang luar pulau lainnya.
Petugas gudang KFC masih menggunakan
pencatatan secara manual dalam bentuk kartu stok
barang. Aktivitas tersebut cukup menyulitkan karena
banyaknya jumlah barang sehingga keakuratan data
barang tidak terjamin.
1.2 Perumusan Masalah
Bagaimana merancang dan membangun Aplikasi
Desktop LIFO (Last In First Out) FIFO (First In
First Out) ?
1.3 Batasan Masalah
Agar tidak menyimpang dari judul yang
ada, maka tugas akhir ini dibatasi :
1. Merancang dan membangun aplikasi desktop
LIFO (Last In First Out) FIFO (First In First
Out) pada pergudangan KFC di Margomulyo.
2. Data yang dibutuhkan dalam penelitian
diantaranya :
a. Data supplier.
b. Data cabang.
c. Data pemesanan.
d. Data pembelian.
e. Data barang.
f. Data pengeluaran.
g. Data pending
3. Proses yang dilakukan :
a. Pengolahan data master
b. Permintaan barang
c. Stok barang
d. Pembelian barang
e. Penjualan barang
f. Pembuatan laporan
4. Output yang dihasilkan diantaranya :
a. Laporan pemesanan.
b. Laporan pengeluaran.
5. Tools yang digunakan dalam penelitian adalah :
a. Microsoft Visio 2002 untuk merancang sytem
flowchart dan diagram berjenjang.
b. Sybase Power designer 15 untuk merancang
data flow diagram, conceptual data model
(CDM) dan physical data model (PDM).
c. Microsoft Visual Basic dot Net 2008 sebagai
bahasa Pemrograman.
d. MySQL untuk pengolahan database.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari dibuatnya tugas akhir ini adalah
:
1. Merancang dan membangun aplikasi desktop
LIFO (Last in first out) dan FIFO (First in first
out) untuk mempelancar proses persediaan
barang masuk dan keluar gudang di KFC
Margomulyo.
2. Membantu mengurangi kesalahan pembuatan
laporan.
2.
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Sistem
Sistem adalah tatanan atau keterpaduan
yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional
(Dengan satuan fungsi atau tugas khusus) yang
saling berhubungan dan secara bersama-sama
bertujuan untuk memenuhi suatu proses atau
pekerjaan tertentu.
2.2 Basis Data
Merupakan sekumpulan data yang berisi
informasi dan saling berhubungan. Pengertian ini
sangat berbeda antara basis data relasional dan non
relasional. Pada basis data non relasional, sebuah
basis data hanya merupakan sebuah file.
2.3 Diagram Entity Relationship (Diagram E-R)
Perancangan basis data sering kali
diasosiasikan dengan pembuatan model entityrelationship, dimana kelompok-kelompok data dan
relasi atas kelompok data tersebut diwujudkan dalam
bentuk diagram. Model entity-relationship yang
berisikan komponen-komponen himpunan entitas
dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi
dengan atribut-atribut yang mempresentasikan
seluruh fakta dari dunia nyata yang kita tinjau, dapat
digambarkan dengan lebih sistematis
mengunakan diagram entity-relationship.
dengan
2.4 Data Flow Diagram (DFD)
Pendekatan
analisis
terstruktur
diperkenalkan oleh Demarco (1978) dan Gane
Sarson (1979) melalui buku metodologi struktur
analisis dan disain sistem informasi, mereka
menyarankan untuk menggunakan data flow
diagram dalam mengambarkan aktivitas sistem
informasi atau membuat model sistem. Pengertian
secara umum dari data flow diagram adalah suatu
newtrok yang menggambarkan suatu sistem
automata atau komputerisasi, manualisasi atau
gabungan dari keduanya, yang penggambarannya
saling berhubungan sesuai dengan aturan
mainnya.(Sutabri. 2005).
2.5 Flowchart
Flowchart adalah penggambaran secara
grafik dari langkah-langkah danurut urutan prosedur
dari suatu program. Flowchart menolong analis dan
programmer untuk memecahkan masalah kedalam
segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong
dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam
pengoperasian. Flowchart biasanya mempermudah
penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang
perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.
2.6 Mengenal Microsoft Visual Basic .NET 2008
Microsoft Visual Studio 2008 merupakan
kelanjutan dari Microsoft Visual Studio sebelumnya,
yaitu Visual Studio .NET 2003 yang diproduksi oleh
Microsoft. Pada bulan Februari tahun 2002
Microsoft memproduksi teknologi .NET Framework
versi 1.0, Teknologi .NET ini didasarkan atas
susunan berupa .NET Framework, sehingga setiap
produk baru yang terkait dengan teknologi .NET
akan selalu berkembang mengikuti perkembangan
.NET Frameworknya. Pada perkembangan nantinya,
mungkin untuk membuat program dengan teknologi
.NET, memungkinkan para pengembang perangkat
lunak akan dapat menggunakan lintas sistem operasi,
yaitu dapat dikembangkan di sistem operasi
Windows juga dapat dijalankan pada sistem operasi
lain, misalkan pada sistem operasi Linux, seperti
yang telah dilakukan pada pemrograman Java oleh
Sun Microsystem. Pada saat ini perusahaanperusahaan sudah banyak meng update aplikasi yang
lama yang dibuat dengan Microsoft Visual Basic 6.0
ke teknologi .NET karena kelebihan-kelebihan yang
ditawarkan, terutama memungkinkan pengembangan
perangkat lunak secara cepat mampu membuat
program yang robust, serta berbasiskan integrasi ke
Internet yang dikenal dengan XML Web Service.
2.7 Mengenal .NET 2008 Framework
Pemrograman Microsoft Visual Studio
.NET 2008 adalah sebuah platform untuk
membangun, menjalankan dan meningkatkan
generasi lanjut dari aplikasi terdistribusi .NET
Framework merupakan platform terbaru untuk
pemrograman aplikasi windows dari Microsoft
dalam upaya meningkatkan produktivitas pembuatan
sebuah program aplikasi dan memungkinkan
terbukanya peluang untuk menjalankan program
pada multi sistem operasi serta dapat memperluas
pengembangan aplikasi Client Server.
2.8 Mengenal Commond Language Runtime
Kode yang digunakan Microsoft Visual
Studio 2008 pada Visual Studio .NET dapat ditulis
dengan beberapa kode, antara lain : Visual Basic
.NET, Visual C# .NET, Visual J# .NET dan Visual
C++ .NET serta memiliki jendela (windows) yang
sama memakai metode CLR (Common Language
Runtime). CLR menyediakan antarmuka di antara
kode dan sistem operasi yang menyediakan
manajemen memori serta sistem yang umum. Salah
satu yang dihasilkan dari sistem operasi modern
seperti Windows dan Linux adalah aplikasi yang
terisolasi dari yang lain. Hal itu sangat menentukan
keamanan dan kesetabilan aplikasi tersebut. Dengan
isolasi yang sempurna (berdiri sendiri), sebuah
aplikasi yang crash tidak akan mempengaruhi
aplikasi yang lain. .NET juga memiliki dukungan
yang kokoh dan canggih pada konsep keamanan
kode.
Dukungan
tersebut
didesain
untuk
memberikan hak masing-masing pada user dengan
tingkat keamanan yang berbeda. Penggunaan .NET
memungkinkan keamanan program tentunya akan
terjamin di dalam suatu sistem.
3.
Gambar 1. Dokumen flowchart proses pemesanan
barang
Pada waktu pemesanan barang, admin
membuat surat pemesanan barang dan diberikan
kepada manajar gudang. Apakah surat pemesanan
disetujui atau tidak. Jika disetujui maka melakukan
pemesanan barang kepada supplier.Apabila tidak,
barang tidak jadi dipesan.
3.2 Dokumen
Barang
Flowchart
Proses
Pembelian
Proses Pembelian
Supplier
Gudang
Admin
Mulai
Surat pembelian
Surat pembelian
Apakah
disetujui ?
ya
Surat pembelian
tidak
Pencatatan
surat
pembelian
Pembuatan
surat berita
acara
Jurnal pembelian
A
2
1
Surat berita acara
1
Surat berita acara
A
selesai
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1 Dokumen
Barang
Flowchart
Proses
Pemesanan
Proses Pemesanan
Admin
Manajar Gudang
Supplier
Mulai
Surat pemesanan
barang
Pengisian
surat
pemesanan
barang
Surat pemesanan
barang yang
sudah di isi
Surat pemesanan
barang yang
sudah di isi
Proses
persetujuan
Di setujui ?
ya
Surat pesanan
barang yang
sudah di setujui
Surat pesanan
barang yang
sudah di setujui
Pembelian
produk
tidak
selesai
Gambar 2. Dokumen flowchart proses pembelian
barang
Pada waktu penerimaan barang dari
supplier petugas gudang wajib untuk memeriksa
surat pemesanan. Penerapan yang dilaksanakan
dalam pemeriksaan harus sesuai dengan jumlah
permintaan barang, expired date barang, kondisi
barang tidak rusak dan keadaan tersegel. Apabila
disetujui petugas gudang akan memberikan ke
admin untuk pencatatan surat pembelian dan akan
dimasukkan ke jurnal pembelian lalu diarsip
kemudian selesai. Jika tidak disetujui dalam arti
kondisi barang rusak maka petugas gudang akan
membuatkan surat berita acara rangkap dua yang
akan diberikan kepada supplier satu dan arsip
gudang satu.
3.3 Dokumen
Barang
Flowchart
Proses
Penjualan
Proses Penjualan
Cabang
Gudang
Admin
Mulai
Surat pemesanan
barang
Gambar 4. System flowchart login
Langkah pertama memasukkan username
dan password, jika username dan password tidak
sesuai maka user dimintak mengisi username dan
password yang sesuai, jika username dan password
sesuai maka sistem akan menampilkan halaman
desktop LIFO FIFO.
3.5 System Flowchart Penjualan Barang
Surat pemesanan
barang
Mulai
Apakah
disetujui ?
ya
Dokumen
Penjualan
Surat pemesanan
barang
Input data penjualan
tidak
Pencatatan
surat
penjualan
Pencatatan
surat pending
barang
Tabel Barang
Cek stok barang
Apakah stok barang
memenuhi target ?
tidak
Input data pending
Jurnal penjualan
ya
Jurnal Pending
barang
Transaksi data pending
A
Input barang dan jumlah barang
A
selesai
Tabel Barang
Kurangi stok barang
Input data penjualan
Gambar 3. Dokumen flowchart proses penjualan
barang
Pada saat permintaan cabang, petugas
gudang wajib mengecek surat pemesanan cabang.
Apakah stok barang masih ada atau tidak. Jika
barang memenuhi target petugas gudang akan
memberikan surat pemesanan kepada admin untuk
pencatatan surat penjualan dan akan dimasukkan ke
jurnal penjualan lalu diarsip kemudian selesai. Jika
tidak disetujui dalam arti kondisi barang habis atau
kurang maka admin akan membuatkan surat pending
barang dan akan dimasukkan ke jurnal pending
barang lalu diarsipkan.
Tabel pending
Transaksi penjualan
Tabel pending
Pemesanan
Tabel penjualan
Input periode penjualan
Tabel penjualan
Pembuatan laporan
Laporan
penjualan
Cetak ?
ya
Cetak laporan
3.4 System Flowchart Login
tidak
Mulai
Masukkan username
dan password
Laporan penjualan
Selesai
Tidak
Login
Gambar 5. System flowchart penjualan barang
Apakah Username dan
Password sesuai ?
ya
Halaman
Desktop LIFO
FIFO
Selesai
Langkah pertama input data penjualan,
selanjutnya cek stok barang. Apakah stok barang
memenuhi target. Jika memenuhi target input barang
dan jumlah barang kemudian melanjutkan ke proses
mengurangi tabel barang.Jika stok barang tidak
memenuhi target maka sistem akan masuk ke input
data pending dan melakukan proses penyimpanan ke
transaksi pending barang melibatkan tabel pending.
Kemudian barang akan dipesankan, apabila barang
sudah ada maka akan lanjut ke Input data penjualan
dan melakukan proses ke transaksi penjualan
melibatkan tabel pending, tabel penjualan kemudian
lanjut ke input periode penjualan melakukan proses
pembuatan laporan melibatkan tabel penjualan dan
menampilkan laporan penjualan. Jika tidak ingin
dicetak sistem akan berakhir. Apabila dicetak akan
menghasilkan laporan dokumen penjualan.
3.7 System Flowchart Pembelian Barang
Mulai
Halaman pembelian
3.6 System Flowchart Pemesanan Barang
Mulai
Data pembelian
Halaman pemesanan
Data pemesanan
Apakah menambah
barang ?
Input data pemesanan
Tabel Barang
ya
Cek stok barang
Input barang dan jumlah barang
Apakah order
barang ?
tidak
Tabel Barang
Menambah stok barang
Tabel pembelian
ya
Input data pemesanan
Tabel supplier
Transaksi pemesanan
Tabel pemesanan
selesai
Input periode pemesanan
Gambar 7. System flowchart pembelian barang
Tabel
pemesanan
Pembuatan laporan
tidak
Laporan
pemesanan
Cetak ?
ya
Cetak laporan
tidak
Laporan penjualan
Selesai
Gambar 6. System flowchart pemesanan barang
Langkah pertama input data pemesanan,
selanjutnya cek stok barang. Apakah order barang.
Jika order barang input data pemesanan lanjut ke
proses transaksi pemesanan melibatkan tabel
pemesanan dan tabel supplier. Kemudian lanjut ke
input periode pemesanan melakukan proses
pembuatan laporan melibatkan tabel pemesanan dan
menampilkan laporan pemesanan. Jika tidak ingin
dicetak sistem akan berakhir. Apabila dicetak akan
menghasilkan laporan dokumen pemesanan.
Sistem akan menampilkan halaman
pembelian, berlanjut melakukan proses ke data
pembelian. Jika tidak ingin menambahkan barang
maka sistem akan berakhir. Apabila ingin menambah
barang maka melakukan input barang yang akan
dibeli. Jika pengisian sudah lengkap sistem akan
melakukan proses ke penyimpanan penambahan
barang ke tabel pembelian dan melibatkan tabel
barang kemudian selesai.
Sistem menampilkan halaman detail
penjualan, jika tidak ingin membuat laporan
penjualan maka sistem berakhir. Apabila membuat
laporan penjualan sistem berlanjut ke pengisian
laporan penjualan, jika tidak ingin dicetak maka
hanya menampilkan laporan penjualan. Apabila
ingin dicetak akan menghasilkan laporan penjualan.
3.8 Context Diagram
3.9
Context diagram menggambarkan relasi
antara entity luar yaitu: supplier, cabang, admin,
gudang dan pimpinan.
Data barang
Supplier
Supplier
Kode_supplier <pi> Characters (6)
<M>
Nama_supplier
Variable characters (20) <M>
Alamat
Variable characters (50) <M>
Kota
Variable characters (10) <M>
No_telp
Variable characters (12) <M>
Pembelian
Relationship_7
No_dokumen_pemb <pi> Characters (6) <M>
Tgl_pengiriman
Date
<M>
Tgl_penerimaan
Date
<M>
Identifier_1 <pi>
...
Identifier_1 <pi>
...
Gudang
Faktur penjualan
Conceptual Data Model (CDM)
Relationship_5
Relationship_6
Detail_pembelian
Invoice pembelian
Pemesanan
Detail_pemesanan
No_dokumen_pemsn <pi> Characters (6) <M>
Tgl_pesanan
Date
<M>
stt_pemesanan
Boolean
<M>
Id_detail_pemesanan <pi> Serial <M>
Jumlah_besar
Float <M>
Jumlah_kecil
Float <M>
Relationship_3
Identifier_1 <pi>
...
Identifier_1 <pi>
...
1
Sistem Aplikasi Desktop Lifo Fifo
cabang
Kode_cabang <pi> Characters (6)
Alamat
Variable characters (50)
Kota
Variable characters (10)
Telp
Variable characters (12)
Data barang
Data Cabang
DataSupplier
Data Pembelian
Data Pemesanan
Data pending
Data penjualan
Data detail penjualan
detail pemesanan
Detail pending
Detail pembelian
Identifier_1 <pi>
...
Relationship_10
<M>
<M>
<M>
<M>
Relationship_11
Barang
Identifier_1 <pi>
...
Laporan pemesanan
Laporan penjualan
Id_detail_pembelian <pi> Serial
Jml_besar
Float
Jml_kecil
Float
tgl_exp
Date
Kode_batch
Characters (10)
Kode_barang <pi> Characters (6)
Nama_barang
Variable characters (20)
Satuan
Variable characters (5)
Jml_besar
Float
Jml_kecil
Float
Surat Jalan
Relationship_8
Relationship_12
Data permintaan cab
<M>
<M>
<M>
<M>
<M>
Identifier_1 <pi>
...
Relationship_2
Laporan pemesanan
Laporan penjualan
Admin
Pimpinan
Pengeluaran
No_dokumen_penglrn
Tgl_pesanan
Tgl_pengiriman
Keterangan
Cabang
Gambar 8. Context diagram
DataSupplier
Pengolahan master data
Id_detail_pending <pi> Serial <M>
Jml_besar
Float <M>
Jml_kecil
Float <M>
Identifier_1 <pi>
...
Login_user
Data barang
1.1
Detail_pending
Relationship_1
Identifier_1 <pi>
...
Detail_pengeluaran
Id_detail_pengeluaran <pi> Serial
Jml_besar
Float
Jml_kecil
Float
tgl_exp
Date
Kode_batch
Characters (10)
Data barang
Data Cabang
Id_pending <pi> Serial <M>
tgl_pending
Date
<M>
stt_pending
Boolean <M>
Relationship_4
Data Flow Diagram (DFD) Level 0
Admin
Pending
Characters (6)
<M>
Date
<M>
Date
<M>
Variable multibyte (5)
Gudang
<M>
<M>
<M>
<M>
<M>
Nama_pengguna <pi> Variable characters (25) <M>
Password
Variable characters (20) <M>
Identifier_1 <pi>
...
Identifier_1 <pi>
...
Data Pembelian
Detail pembelian
Data detail penjualan
Data Pemesanan
Data pending
Data penjualan
detail pemesanan
Detail pending
Data Cabang
Data barang
Data cabang
3
DataSupplier
2
Gambar 10. Conceptual Data Model (CDM)
Data barang
Data barang
1
4.
Data supplier
Data Cabang
Data Pembelian
DataSupplier
4
Detail pembelian
5
1.2
7
Data detail pemesanan
8
Data detail penjualan 9
Data detail penjualan
Data pending
11
10
Data pemesanan
Data detail pemesanan
Data penjualan
Detail pending
Faktur penjualan
Data detail pembelian
6
Data Pemesanan
Transaksi
Data penjualan
Data pending
Dara detail pending
Supplier
Invoice pembelian
Surat Jalan
Cabang
Data permintaan cab
1.3
Laporan pemesanan
Laporan penjualan
Pembuatan laporan
Data detail pemesanan
Data detail penjualan
Data Pembelian
Data Pemesanan
Data pending
Data penjualan
Detail pembelian
Detail pending
Laporan pemesanan
Pimpinan
Data pembelian
Laporan penjualan
Gambar 9. Data Flow Diagram (DFD) Level 0
IMPLEMENTASI SISTEM
Sebelum menjalankan desktop LIFO, FIFO
perlu diperhatikan kebutuhan sistem dan konfigurasi
sistem. Agar nanti dapat berjalan dengan baik. Untuk
itu perlu adanya elemen-elemen yang dapat
mendukung yaitu berupa hardware (perangkat keras
computer) dan software (perangkat lunak computer).
Pembuatan aplikasi desktop LIFO, FIFO ini
memiliki kebutuhan sistem yang akan dijalankan
dengan baik jika mendapat dukungan dari perangkat
minimal sebagai berikut :
1. Sistem computer perangkat lunak :
a. Microsoft Windows XP.
b. Program Visual Basic .NET 2008.
c. Database MySQL.
d. Web Server IIS 5.0 atau Apache 2.0.
e. Browser Internet Explore 6.0, Mozilla
Firefox atau yang lainnya.
2. Sistem computer perangkat keras :
a. Minimal support prosesor Intel Pentium III,
disarankan di atasnya.
b. Minimal Ram 256 Mb, disarankan di atasnya.
<M>
<M>
<M>
<M>
<M>
c. Minimal Vga Card dengan memori 2 Mb,
disarankan di atasnya.
d. Minimal Monitor SVGA dengan resolusi
800X600, disarankan di atasnya.
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, Ali, 2005, Visual Basic .NET Belajar Praktis
Melalui Berbagai Tutorial dan Tips,
Informatika, Bandung.
Tampilan Halaman Utama
Tampilan halaman utama adalah tampilan
yang muncul pada saat pertama kali membuka
desktop LIFO, FIFO. Tampilan halaman utama
berupa menu supplier, pemesanan, pembelian, stok
barang, cabang KFC luar pulau, pengeluaran dan
pending barang yang isinya berupa pembelian juga
penjualan barang.
Budiharto, Widodo, 2006, Visual Basic .NET 2005,
Andi, Yogyakarta.
Damayuda, Ketut, 2007, Program Aplikasi Client
Server Pengolahan Data Akademik dan
Sistem Penjualan Terpadu dengan Visual
Basic 6.0 dan Borland Delphi 7.0,
Informatika, Bandung.
Fathansyah, Ir, 1999, Buku Teks Ilmu Komputer
Basis Data, Informatika, Bandung.
Kristanto, Andri, 2003, Perancangan Sistem
Informasi dan Aplikasi, Andi, Yogyakarta.
Kristanto, Harianto, 2004, Konsep dan Perancangan
Database, Andi, Yogyakarta.
Ramadhan, Arief, 2006, Seri Penuntun Praktis
VB.NET 2005, Informatika, Jakarta.
Simarmata, Janner, 2008, Perancangan Basis Data,
Andi, Yogyakarta.
Sutabri, Tata, S.kom, MM, 2005, Analisa Sistem
Informasi, Andi, Yogyakarta.
Gambar 11. Tampilan halaman utama
5.
5.1
PENUTUP
Kesimpulan
Hasil pembahasan mengenai aplikasi
Desktop LIFO FIFO studi kasus Pergudangan KFC
di Margomulyo dapat disimpulkan bahwa aplikasi
Desktop LIFO FIFO dirancang khusus untuk
mengelola data-data yang ada di bagian gudang.
5.2
a.
b.
Saran
Dalam
penggunaan
Rack
besi
bisa
mempermudah proses LIFO FIFO penempatan
barang dan mempermudah Program Desktop
LIFO FIFO untuk mengetahui letak tempat
nomer barang yang akan dicari.
Aplikasi ini bisa dikembangkan tidak sebatas
untuk keperluan departemen Pergudangan
KFC, juga bisa diterapkan untuk inventarisasi
aset pada bagian umum serta logistik yang
secara umum juga memerlukan sistem
pengelolaan aset.
Wahyudi, Bambang, S.Kom., MMSi, 2008, Konsep
Sistem Informasi dari Bit sampai ke
Database, Andi, Yogyakarta.
Yuswanto, 2005, Database SQL Server 2000,
Prestasi Pustaka, Surabaya.
Download