persamaan kimia

advertisement
MATA KULIAH
BOBOT SKS
SEMESTER
DOSEN PENGASUH
KODE MK
: KIMIA DASAR
:4
: GENAP 2010/2011
: IRNANDA PRATIWI
: FT – 213
PERSAMAAN KIMIA






Suatu pereaksi adalah zat-zat apa saja yang mula-mula
terdapat dan kemudian diubah selama suatu reaksi kimia
Suatu hasil reaksi adalah zat apa saja yang dihasilkan
selama reaksi kimia.
2H2 + O2  2H2O
Dua molekul hidrogen bereaksi dengan satu molekul
oksigen, menghasilkan satu molekul air
Rumus molekul menyatakan banyaknya atom yang
sebenarnya dalam suatu molekul atau satuan terkecil
suatu senyawaan
Rumus empiris menyatakan angka banding bilangan bulat
terkecil dari atom-atom suatu senyawaan
Rumus molekul = H2O2
 Rumus empiris = HO
 Rumus unsur, misalnya :
Na = Natrium
Ag = Perak
Fe = besi
…etc
Namun terdapat tujuh unsur diatom :
H2 = hidrogen
N2 = nitrogen
O2 = oksigen
….F2,Cl2,Br2,I2


Rumus empiris dari suatu senyawa dan
persentase komposisi berdasar massa dari
unsur-unsur penyusunnya hanya
dihubungkan oleh konsep mol semata,
misalnya rumus empiris etilena (rumus
molekul C2H4) ialah CH2. komposisi
berdasar-massa dihitung dari massa
karbon dan hidrogen dalam 1 mol unit
rumus CH2 :
Massa C = 1 mol C x (12,011 g/mol)
= 12,011 gr
 Massa H = 2 mol H x (1,00794 g/mol)
= 2,0159 gr
Penjumlahannya menghasilkan massa total
14,027 gr. dengan demikian, persentase
massa karbon dan hidrogen dalam
senyawa dihitung dengan membagi setiap
massa nya dengan massa total ini dan
mengalikannya dengan 100%, yang
menghasilkan 85,628 % C dan 14,372% H.

Contoh : sebanyak 60 gr cairan cucikering dianalisis dan diketahui
mengandung 10,80 gr C;1,36 gr H dan
47,84 gr Cl. Tentukan rumus empiris
senyawa tersebut dengan menggunakan
tabel massa atom.
 Penyelesaian :
Banyaknya unsur kimia dalam sampel adalah
Untuk karbon =

Untuk hidrogen =
Untuk klorin =
Nisbah jumlah bahan kimia karbon terhadap
klorin (atau hidrogen) ialah
0,8992 : 1,35 = 0,6666 yang mendekati 2:3
Nisbah jumlah mol menjadi 2:3:3. dengan
demikian rumus empirisnya ialah C2H3Cl3
Contoh : suatu senyawa yang digunakan
dalam pengelasan hanya mengandung karbon
dan hidrogen. Pembakaran sempurna sedikit
sampel itu dengan oksigen menghasilkan 3,38
g CO2; 0,692 g air, serta tidak ada produk
lain. Tentukan rumus empiris senyawa
tersebut.
 Penyelesaian :
Pertama-tama hitunglah jumlah bahan kimia
CO2 dan H2O. Oleh karena semua karbon
telah terkonversi menjadi CO2, dan semua
hidrogen menjadi air, maka banyaknya bahan
kimia C dan H dalam gas yang belum
terbakar dapat ditentukan :


Mol C = mol CO2
=

Mol H = 2(mol H2O)
=
Perhatikan bahwa jumlah mol air dikalikan 2, untuk
mendapatkan jumlah mol atom hidrogen , karena
setiap molekul air mengandung dua atom hidrogen.
Oleh karena senyawa tersebut mengandung jumlah
bahan kimia (jumlah mol) karbon dan hidrogen yang
sama, maka rumus empirisnya ialah CH.
Persamaan berimbang :
Ag + Cl  AgCl
Na + Cl  NaCl
 Persamaan tidak berimbang :
CH4 + O2 CO2 + H2O
Menjadi ….
CH4 + 2O2  CO2 + 2H2O

Reaksi gabungan langsung adalah suatu reaksi dari dua unsur
yang menghasilkan suatu senyawaan
Contoh : aluminium + brom  aluminium bromida
 Reaksi penukargantian sederhana adalah reaksi suatu unsur
dengan suatu senyawaan yang menghasilkan unsur dan
senyawaan lain
Contoh : magnesium + feri klorida  magnesium klorida + besi

Reaksi penukargantian rangkap adalah reaksi dari dua
senyawaan yang menghasilkan dua senyawaan berlainan
dengan saling menukarkan komponennya
Contoh : perak nitrat + kalsium klorida  perak klorida +
kalsium nitrat

STOIKIOMETRI



Kajian mengenai hubungan antara massa
reaktan dan produknya disebut stoikiometri
yang berasal dari kata Yunani stoicheion yang
berarti unsurdan metron yang berarti ukuran
Stoikiometri merupakan dasar dalam semua
jenis ilmu kimia
Koefisien-koefisien dalam suatu persamaan
kimia yang balans memberikan “ faktor
konversi kimia” antara jumlah zat kimia yang
dikonsumsi atau diproduksi dalam suatu
reaksi .
Bobot atom (atomic weight) : satuan massa atom
H = 1,0079 sma ≈ 1
O = 15,999 sma ≈ 16
C = 12,011 sma ≈ 12
 Bobot molekul : jumlah bobot atom-atom yang
ditunjukkan dalam rumusnya
H2 = 2
O2 = 32
H2O = 18

Contoh : hitung bobot molekul hidrogen sulfat, H2SO4,
dari bobot atom berikut : H = 1, O = 16, S = 32
Larutan. Dalam satu molekul H2SO4

Bobot H = 2 x 1 = 2 sma
Bobot O = 4 x 16 = 64 sma
Bobot S = 1 x 32 = 32 sma
= 98 sma
Jadi, bobot satu molekul H2SO4 adalah 98 sma

Hubungan bobot dalam reaksi kimia :
2 Al
2 satuan
2 (27 sma)
54 sma


+
3 Br2 
2 AlBr3
+ 3 satuan
2 satuan
+ 3[2(80 sma)] = 2[ 27 +3(80)]sma
+ 480 sma
= 533 sma
533 sma
= 533 sma
Bobot molar adalah bobot satu mol suatu zat
Bobot molar dalam gram suatu zat secara numeris sama
dengan bobot molekul dalam satuan massa atom

Bobot molar dan persamaan kimia
2O2
+
3Fe
2 mol + 3 mol
2[2(16)]g + 3(56) g
64 g O2 + 168 g Fe
 Fe3O4
 1 mol
 [3(56) + 4 (16)]g
 232 g Fe3O4
Contoh : kalsium hipoklorit, Ca(OCl)2, digunakan sebagai bahan
pemutih. Senyawa ini dihasilkan dari natrium hidroksida, kalsium
hidroksida dan klorin yang menurut persamaan keseluruhannya
adalah :
2 NaOH + Ca(OH)2 + 2 Cl2  Ca(OCl)2 + 2 NaCl + 2 H2O
Berapa gram klorin dan natrium hidroksida yang bereaksi dengan
1067 g Ca(OH)2 dan berapa gram kalsium hipoklorit yang
dihasilkan?
Penyelesaian :
Jumlah bahan kimia Ca(OH)2 yang dikonsumsi adalah

Dimana massa molar Ca(OH)2 telah ditentukan dari massa
molar kalsium, oksigen dan hidrogen sebagai
40,08 + 2(15,999) + 2 (1,0079)` = 74,09 g mol-1
 Menurut persamaan yang balans, 1 mol Ca(OH)2 bereaksi
dengan 2 mol NaOH dan 2 mol Cl2 menghasilkan 1 mol
Ca(OCl)2, jika 14,40 mol Ca(OH)2 bereaksi maka :


Mol NaOH =

Mol Cl2 =
2 𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑙2
14,40 𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑎 𝑂𝐻 2 ×
= 28,80 𝑚𝑜𝑙𝐶𝑙2
1 𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑎(𝑂𝐻)2

Mol Ca(OCl)2 =
1 𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑎(𝑂𝐶𝑙)2
14,40 𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑎(𝑂𝐻)2 ×
= 14,40 𝐶𝑎(𝑂𝐶𝑙)2
1 𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑎(𝑂𝐻)2
Massa NaOH yang bereaksi =
(28,80 mol) x (40,00 gr/mol) = 1152 gr
 Massa Cl2 yang bereaksi =
(28,80 mol) x (70,91 gr/mol) = 2042 gr
 Mol Ca(OCl)2 yang dihasilkan =
(14,40 mol) x (142,98 gr/mol) = 2059 gr

Download