pemeriksaan neuropsikologi

advertisement
PEMERIKSAAN
NEUROPSIKOLOGI
Kelompok 2:
YULITAE (832011005)
DWI SETYA A (832011013)
VICKY REBECCA SOPHILIA HUTASOIT (832011014)
YOHANNA MASKITO (832011015)
PEMERIKSAAN NEUROPSIKOLOGI
• Pemeriksaan neuropsikologi (psychological
assessment) merupakan cabang kesehatan
yang mempelajari tentang sistem syaraf dan
gangguan neurologi
• Neuropsikologi adalah cabang psikologi yang
mempelajari hubungan antara fungsi otak dan
tingkah laku
• Evaluasi otak dan fungsi sistem syaraf yang
berhubungan dengan tingkah laku
Pemeriksaan
Perkembangan
• Studi pertama
perkembangan manusia
dimulai pada akhir abad ke19
• pergerakan kesejahteraan
anak
ilmu
pengetahuan : psikologi dan
penelitian perkembangan
menyangkut karakteristik
fisik, kognisi, emosi, dan
sosial anak.
Masalah dalam Pengetesan Bayi dan Anak Kecil
• Mengetes bayi (usia 0 - 1,5
tahun) dan anak prasekolah
(1,5 – 5 tahun) termasuk
sulit karena jangkauan
perhatian mereka yang
pendek serta mudah lelah.
• Anak kecil kurang
termotivasi mengerjakan
tugas test
Tahap Perkembangan Menurut Gessel
• Penelitian ini dimulai oleh Arnold Gessel di Yale
Clinic of Child Development pada 1920-an
• Asumsi studi ini bahwa fungsi gross-motor, finemotor, bahasa pribadi sosial, dan perilaku
menyesuaikan diri anak mengikuti rangkaian
urutan kematangan.
• Data normatif dikumpulkan mengenai
perkembangan keterampilan motorik, linguistik,
dan pribadi-sosial, serta perilaku menyesuaikan
diri sejak lahir sampai usia 6 tahun.
• Gessel development Schedule cenderung lebih
sering digunakan oleh dokter anak daripada
psikolog dari 1920-an sampai 1940-an.
• Psikolog perkembangan terus memperbaiki
instrument dengan karakteristik psikometri yang
lebih baik daripada Gessel Schedule
• Turunan yang terbaru dari Gessel development
Schedule adalah Denver-II yang merupakan revisi
dari Denver Developmental Screening Test
• Denver-II ini dirancang
untuk memeriksa
kemampuan pribadi, sosial,
motor halus dan kasar (fineand gross-motor), bahasa
dan adaptasi anak dari sejak
lahir sampai usia 6 tahun
dan untuk berfungsi sebagai
instrument penyaring bagi
ketertundaan
perkembangan.
Skala Pemeriksaan Perilaku Sebelum Lahir Brazelton
• Orang dievaluasi dalam banyak cara, baik formal
maupun informal, sepanjang hidup mereka, dan
bahkan kadangkala sebelum mereka lahir.
• Misalnya Rochester Obstetrical Scale terdiri dari
skala pra kelahiran, skala kelahiran, dan skala bayi
• Skor Apgar
• Tes sebelum lahir paling populer adalah Brazelton
Neonatal Behavioural Assessment Scale (NBAS)
Skala Perkembangan Bayi Bayley
• Bayley Scales of Infant Development-Second
Edition (BSID-II)
Nancy Bayley
• BSID-II yang dirancang bagi anak usia antara 1
- 42 bulan yang diduga berisiko mengalami
ketidakmampuan kognisi
• Terdiri dari tiga bagian
1. Mental Scale yang menghasilkan Mental
developmental Index
2. Motor Scale yang menghasilkan
Psychomotor Development Index, dan
Skala Motorik
3. Behavior Rating Scale untuk melengkapi
informasi Mental and Motor Scale
• Instrument yang menyertai,
Bayley Infant
Neurodevelopmental Screen
(BINS), dirancang untuk
memeriksa fungsi neurologi
dasar, fungsi reseptif audio
dan visual, dan rasa sosial
serta kognisi yang dimiliki
anak usia 3 - 24 bulan
Skala Kemampuan Anak-Anak McCarthy dan
Tes Penyaringan McCarthy
• Berawal dari skala Bayley, McCarthy Scales of
Children’s Abilities (MSCA) dirancang bagi anak usia
2,5 - 8,5 tahun.
• Skala ini menghasilkan enam ukuran perkembangan
intelektual dan motorik, yaitu Verbal, PerceptualPerformance, Kualitatif, Kognitif Umum, Memori, dan
Motorik.
FirstSTEp dan the ESP
• Merupakan tes cepat (15 Menit).
• Digunakan untuk penyaring anak dengan
perkembangan tertunda pada usia 2,9-6,2
tahun.
• Isinya 12 subtes yang dirancang untuk
menciptakan atmosfer “permainan” dalam
tes yang diklasifikasikan ke dalam 3 dari 5
domain IDEA, yaitu: Kognisi, Komunikasi,
dan motorik.
AGS Early Screening Profiles
(ESP):
• Oleh P. Harrison et al., 1990; American
Guidance Service).
• Merupakan daftar rincian singkat untuk
menentukan perkembangan tertunda
untuk anak prasekolah (usia 2-6,7 tahun).
• Terdiri dari 3 komponen (profil) dasar dan
4 survei tambahan.
Tes perkembangan lain
• Beberapa intrumen ini berbentuk observasi perilaku dan
karakteristik anak yang dicatat oleh orang tua, penjaga, atau orang
lain yang terbiasa dengan anak.
• Ada pula instrumen lain yang biasanya disajikan dalam bentuk
materi, kemudian anak diminta untuk mengerjakan sesuatu dengan
materi tersebut, selanjutnya respon anak dicatat dan dievaluasi.
• Instrument psikometri tertentu dirancang untuk memeriksa
perkembangan di domain khusus, seperti: Peabody Developmental
Motor Scales, Test of Language Development –Primary: Edisi ke 3,
dan Developmental Test of Visual Perception-Edisi ke 2.
• Ada juga instrument lain yang merupakan kumpulan soal tes untuk
mengevaluasi perkembangan anak dalam berbagai domain.
Pemeriksaan Perkembangan Anakanak Usia Dini
• Ukuran ini digunakan untuk
mengindentifikasikan kemungkinan
ketertundaan kognisi, komunikasi,
perkembangan sosial-emosi, perkembangan
fisik dan perkembangan perilaku adaptasi
selama 6 tahun pertama kehidupan (Voress
& Madox, 1998).
• Ke 5 domain di atas sama dengan yang
harus diperiksa dan diintervensi pada
Individual with Disabilities Education Act.
Pemeriksaan Perkembangan Bayi-36
Bulan
• Pendekatan ini berpusat pada domain yang penting dalam
mengidentifikasi anak sejak lahir sampai 36 bulan yang
berisiko dalam perkembangannya, ditunjukkan oleh
pemeriksaan Perkembangan Bayi-Anak Kecil yang baru
belajar berjalan (IDA: Infant-Toddler Developmental
Assesment) oleh Provence, Erikson, Vater & Palmeri, 1995.
• IDA berisi prosedur yang berpusat pada keluarga,
menyeluruh, lintas-disiplin yang melibatkan tiprofesional
yang memperoleh, meninjau ulang dan memadukan data
dari berbegai sumber.
• Ada 6 tahap dalam proses evaluasi, masing-masing
berkembang dari proses sebelumnya dan dilengkapi setelah
diskusi tim dan peninjauan ulang.
TEORI, GANGGUAN, DAN
PEMERIKSAAN NEUROPSIKOLOGI
• Jika terjadi masalah pada otak, digunakan pemeriksaan
fungsi neuropsikologi untuk mengetahui bagian mana
dari otak yang bermasalah.
• Bisa juga digunakan prosedur medis seperti CT atau
MRI scan.
• Dari kedua tes tersebut, dihasilkan informasi yang
berguna untuk merancang perawatan, memutuskan
apakah seseorang dapat bertindak secara mandiri,
membantu mengambil keputusan hokum atau
memonitor perubahan dari waktu ke waktu.
Teori neuropsikologi umum lain
• Model PASS (planning-attention-stimultancous
processing-successive
processing
atau
perencanaan-perhatian-proses
serempakproses berurutan) kemampuan kognisi,
berdasarkan konseptualisasu Alexander Luria
(1973).
• Menurut teori Luria, aktivitas kognisi otak
manusia dibagi menjadi 3 unit fungsi (Das,
Naglieri, Kirby, 1994).
GANGGUAN NEUROPSIKOLOGI
• Yang menjadi pusat dari evaluasi status
neuropsikologi
seseorang
adalah
pemahaman jenis gangguan yang paling
sering terjadi yang mungkin ditemui.
• Gejala neuropsikologi ini diungkapkan
dengan berbagai cara, meliputi masalah
perhatian,
keterampilan
motorik,
keterampilan melihat-ruang, memori jangka
pendek dan panjang, bahasa, dan pemikiran
abstrak.
Masalah-masalah ini menyebabkan individu
menjadi:
• Hiperaktif, menuruti kata hati (impulsive), mudah kehilangan
perhatian (distractible) dan tidak stabilnya emosi.
• Penurunan keseluruhan berbagai macam kemampuan yang
disebabkan faktor organic ini disebut dementia.
• Masalah visual meliputi kesulitan menyusun benda
(visuoconstructive disorder), pengabaian setengah pandangan
seseorang (visual neglect), atau ketidakmampuan mengenali
benda (agnosia).
• Apraxia adalah ketidak mampuan melakukan gerakan
bertujuan tertentudan mencakup masalah koordinasi.
Kelumpuhan (paralysis) terjadi ketika bagian motorik rusak.
• Ketika bagian bahasa di otak terpengaruh, maka dapat terjadi
kesulitan memahami bahasa lisan atau tertulis (aphasia), dan
juga kerusakan kemampuan membaca (alexia-dyslexia) serta
menulis (agaphia-dysgraphia). Kesulitan ini sering dikaitkan
dengan otak bagian kiri dan biasanya disebabkan oleh stroke
atau tumor.
• Gangguan neuropsikologi dapat
terjadi
karena
penyimpangan
genetika, perkebangan, usia tua atau
karena trauma, penggunaan alcohol
kronis,
diet,
obat-obatan,
mikroorganisme, atau kondisi fisik
atau kimia lain yang mempengaruhi
fungsi otak.
Jenis yang paling sering ditemui dalam
gangguan neuropsikologi adalah:
• Luka di Kepala
• Penyakit Cerebrovascular
(Stroke)
• Tumor
• Dementia
• Terkena Bahan Beracun
Lanjutan penyebab gangguan neuropsikologi…
3. Tumor
 Tumor di otak biasanya menyebabkan
perubahan fungsi kognisi dan sensorimotorik.
 Perubahan tsb terjadi pada fungsi yang
sangat spesifik. Misalnya, tumor di bagian
posterior otak kanan kemungkinan
menyebabkan masalah di bidang menamai
atau menyusun benda.
 Tumor pada bagian otak yg mengatur emosi
 individu mulai mengalami ketidakstabilan
emosi, termasuk kekerasan
4. Dementia
 meliputi kesulitan memori, kerusakan
bahasa, kebingungan mental, penurunan
fungsi sosial-pekerjaan.
5. Terkena Bahan Beracun
 Di antaranya: merkuri, bahan pelarut
organik, alkohol, ekstasi dikenal
menyebabkan kerusakan fungsi otak.
PENGETESAN NEUROPSIKOLOGI
 Strategi dasar pemeriksaan neuropsikologi adalah
mengevaluasi fungsi perhatian, pembelajaran dan
Memori, bahasa, kemampuan spasial, kinerja motorik,
fungsi eksekutif, kemampuan abstraksi, fungsi emosi
dan perilaku.
A. Kumpulan soal Pemeriksaan Neuropsikologi Komprehensif
1. WAIS-R NI (WAIS-R neuropsychological instrument)
dan
Wechsler Intelligence Scale for Children-IV (WISC-IV Integrated)
• Merupakan modifikasi dari WAIS-R dan WISC-IV
 Strategi inti: memisahkan proses yang
digunakan seseorang untuk memecahkan
berbagai masalah, yaitu: WAIS-R NI dan
WISC-IV Integrated memberikan serangkaian
pertanyaan pilihan ganda, disamping
pertanyaan verbal WAIS-R/WISC-IV standar.
3. Halstead-Reitan Neuropsychological Test Battery
 Halstead-Reitan memuat WAIS III/WISC IV
dan Minnesota Multiphasic Personality
Inventory 2
 kumpulan soal Halstead-Reitan ini memuat
pemeriksaan menyeluruh mengenai fungsi
otak dan kepribadian.
4. Luria-Nebraska Neuropsychological Test Battery
 Luria-Nebraska menyediakan pemeriksaan
menyeluruh terhadap fungsi neuropsikologis
 Luria-Nebraska vs Halstead-Reitan :
waktu pelaksanaan Luria-Nebraska 1/3
Halstead-Reitan
Contoh hasil tes neuropsikologi:
Pasien yg mengalami stroke pada otak sebelah kiri
kemungkinan mengalami kesulitan bahasa sehingga
memiliki skor rendah untuk sub tes bahasa dalam
tes neuropsikologi

Skor tes neuropsikologi + wawancara + laporan
kesehatan, dll ----> menambah makna skor tes
B.
Instrumen penyaringan
 Untuk mensiasati tes neuropsikologi lengkap
krn membutuhkan waktu cukup lama
 Hasil penyaringan dapat digunakan untuk
mengambil keputusan apakah merujuk ke
penelitian medis atau dilanjutkan dengan
pengetesan neuropsikologi lengkap
C. Tes yang Diorganisasi Berdasar Fungsi Khusus
 Alternatif selain menggunakan kumpulan soal tes
neuropsikologi lengkap adl menyeleksi berbagai
tes berdasarkan:
Kombinasi pertanyaan rujukan
Gejala yang dirasakan klien
Pengetesan berbagai hipotesis yang berkaitan
dengan fungsi klien
 Pendekatan hipotesis-pengetesan bersifat
fleksibel dan hemat waktu
 Berikut adalah deskripsi singkat mengenai fungsi
yang akan diperiksa beserta beberapa tes yang
mungkin digunakan untuk memeriksa fungsi
tersebut:
1. Perhatian
•
Perhatian dibutuhkan setiap orang agar dapat
melakukan fungsinya sehari-hari secara efektif.
•
Orang yang sangat terfokus pada tugas mengulang
tugas berkali-kali
•
Orang yang terlalu mudah menggeser perhatian
memiliki tingkat gangguan yang tinggi
•
Perhatian optimal: keseimbangan antara dua hal
ekstrem tsb
•
Subtes Digit Span maupun Aritmatika dari WAISIII/WISC-IV merupakan alat ukur perhatian yang baik.
2. Fungsi Pembelajaran dan Memori
• Masalah menyangkut memori jangka pendek dan panjang menjadi
gangguan tidak hanya pada keterbelakangan mental, namun juga
pada ketidakmampuan belajar, cerebral trauma, gangguan
neorologi, gangguan hiperkatif kurang-perhatian (attention-deficit
hyperactivity disorder = ADHD), usia tua, dan bahkan gangguan
emosi.
• Wechler Memory Scale-III merupakan tes memoriyang paling sering
digunakan dan dapat diselenggarakan bagi klien dengan usia 16 dan
89. Skala ini mengukur memori auditory-visual maupun memori
visual-non-verbal pada cara daya ingat segera dan tertunda (sekitar
10 menit).
• Tiga tambahan kumpulan soal pemeriksaan memoriyang populer
meliputi Test of Memory and Learning (TOMAL), Wide Range
Assessment of Memory and Learning (WRAML), dan Memory
Assessment Scales (MAS). TOMAL, WRAML, MAS mengukur fungsi
memori verbal dan non verbal. Dua tes pertama dirancang bagi
anak-anak dan remaja, dan tes terakhir bagi orang dewasa. MAS
memberikan profil skor bagi pasien dengan gangguan neurologi,
seperti dementia, luka di kepala tertutup, luka di otak sebelah kiri,
dan luka di otak sebelah kanan.
• Tes memori pendek (10 menit) dan kurang
menyeluruh
yang
bermanfaat
untuk
penyaringan adalah Benton Visual Retention
Test. Tes ini terdiri dari 10 desain yang
disajikan secara individu kepada peserta tes.
Peserta tes diperlihatkan ke setiap desain
dengan singkat dan kemudian mencoba
menirunya berdasarkan memori.
3. Bahasa
• Kesulitan bahasa seringkali terjadi pada klien yang telah
mengalami luka di otak, terutama ketika luka ada di otak
sebelah kiri. Kesulitan paling umum adalah aphasia. Ganguan
semacam itu meliputi gejala yang sangat bermacam-macam,
termasuk kesulitan menemukan kata yang tepat, pemahaman
melalui auditory yang buruk, artikulasi buruk, gangguan
menulis, kehilangan kelancaran verbal, salah ucap kata,
kesulitan membaca, dan pengulangan kata dan kalimat yang
buruk.
• Subtes kosakata, informasi, dan kemiripan pada WAIS-III /
WISC-IV juga memberikan informasi bermanfaat terkait dengan
fungsi bahasa.
• Pemeriksaan menyeluruh dan lebih mendetail fungsi bahasa
diperoleh dari kumpulan soal khusus, seperti Boston
Diagnostig Aphasia Exam, Dyslexia Screening Test, dan Western
Aphasia Battery.
4. Kemampuan Ruang ( Spatial Abilities )
• Kesulitan spasial kemungkinan berkaitan dengan masalah otak sebelah
kanan.
• Salah satu cara memeriksanya adalah dengan melihat seberapa mudah
klien dapat menghasilkan kembali benda.
• Untuk melakukannya dengan akurat, klien lebih dulu harus merasakannya
dengan akurat (kemampuan visual-perceptual yang tidak rusak atau intact
visuoperceptual abilities), kemudian mengorganisasikannya dimana harus
disusun (kemampuan pengelihatan-ruang tidak rusak atau intact
visuoperceptual abilities) dan terakhir, menggambarnya dengan tepat
(kemapuan visuomotorik tidak rusak atau intact visuoperceptual abilities ).
• Informasi bermanfaat terkait dengan kemampuan ruang sering kali dapat
diperoleh dengan mencatat kinerja pada subtes desain balok, penalaran
matriks, dan menyelesaikan gambar dalam WAIS-III / WISC-IV.
• Selain itu, prosedur singkat dan hemat waktu berupa Bender Visual Motor
Gestalt Test (Bender, 1938; Canter, 1983), yang terdiri dari sembilan
rancangan geometri pada kartu putih ukuran 4 x 6 inci; kartu ini
diperlihatkan satu per satu kepada peserta tes, yang diminta meniru
setiap kartu.
5. Kinerja Motorik
 Tes fungsi motorik dapat digunakan
• Mendeteksi masalah ringan
menyangkut kekuatan dan
koordinasi yang sering merupakan akibat dari disfungsi
otak.
• Mengidentifikasi perbedaan antara tubuh bagaian kiri dan
kanan, yang mencerminkan disfungsi bagian motorik di
otak bagian kirti maupun kanan.
 Informasi dapat mengenai hal-hal tersebut dapat diperoleh
melalui Halstead-Reitan Finger Tpping Test meminta klien
mengetukakan jari telunjuk secepat mereka bisa selama 10
detik. Jika, misalnya klien memiliki rata-rata 50 ketukan
dengan tangan kanan (rata-rata dengan percobaan lebih
dari lima kali), tetapi hanya 30 ketukan dengan tangan
kanan. Kecepatan mengetuk dengan tangan kiri yang lebih
rendah menunjukkan beberapa disfungsi otak sebelah
kanan (karena otak sebelah kanan mengedalikan sisi kiri).
6. Fungsi Eksekutif, Kemampuan Abstraksi
• Fungsi eksekutif mengacu pada kemampuan klien mengatur dan mengarahkan
perilakunya, yaitu meliputi kemampuan mengawali perilaku, merencanakan,
memonitor, dan bergerak meraih tujuan.
• Penalaran abstrak sering dikaitkan dengan fungsi eksekutif.
 Untuk memperoleh informasi tentang hal ini maka dapat digunakan: subtes
kemiripan (similarity) pada WAIS-III atau tes kategori pada Halstead-Reitan.
 Tes kemiripan memeriksa penalaran abstrak verbal.
 Tes kategori lebih merupakan ukuran penalaran abstrak non verbal.
 Ukuran lain abstrak non verbal adala Winconsin Card-Sorting Test (WCST). Tes ini
tidak dibatasi waktu (20 - 30 menit) dan tepat bagi cakupan luas usia (6,5 - 80
tahun). WCST terdiri dari empat kartu stimulus dan satu pak 64 kartu respons.
Setiap kartu respons memuat satu hingga empat simbol (segitiga, bintang, silang,
atau lingkaran) dengan salah satu warna (merah, hijau, kuning, atau biru). Peserta
tes diarahkan untuk memilah kartu respons dibawah empat kartu stimulus
meenurut prinsip tertentu (warna, bentuk, atau angka). Peserta tes tidak
diberitahu prinsip pemilahan, namun hanya apakah responsnya benar atau salah.
Setelah 10 respons benar secara berurusan terjadi, penguji tes menggeser prinsip
pemilahan tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu (misalnya dari “ warna”
ke “bentuk”).
7. Keadaan Emosi
• Kadangkala kesulitan emosi menjadi akibat
langsung perubahan fisik di otak. Di kasus lain,
klien memiliki reaksi emosi terhadap
kehilangan fungsi yang dirasakan.
• Misalnya, klien yang depresi akan bermasalah
jika dimotivasi agar terlibat dalam rehabilitasi.
Fungsi emosi juga bermanfaat untuk
memprediksi output. Secara umum, klien yang
optimis dan ekstrovert memiliki output lebih
baik daripada yang pesimis dan introvert.
• Pemeriksaan mengenai tingkat depresi klien
dapat diperoleh dengan menggunakan 21-item
Beck Depression Inventory-II atau Geriatric
Depression Scale. Sebaliknya, evaluasi yang jauh
lebih menyeluruh dapat dipeorleh dengan 567item Minnesota Multiphasic Personality
Inventory-2.
Pemeriksaan Neuropsikologi Berbasis Komputer
•
•
•
Banyak tes neuropsikologi dengan versi berbasis komputer meliputi Category test
dan Wiconsin Card Sorting Test.
Piranti lunak komputer untuk komponen kumpulan soal neuropsikologi HalsteadReitan dan kumpulan soal neuropsikologi Luria-Nebraska juga tersedia.
Selain tes tunggal dan kumpulan soal tes yang dapat diselenggarakan oleh penguji
tes manusia maupun komputer, ada juga instrumen yang diselenggarakan secara
ekslusif dengan komputer, mislanya: MicroCog: Assesment of Cognitive
Functioning, Versi 2,4. Dirancang untuk memeriksa fungsi kognisi orang dewasa
berusia 18 - 80 tahun, MicroCog muncul dalam bentuk standar yang memerlukan
50 - 60 menit waktu pengetesan dan bentuk singkat yang memerlukan 30 menit.
18 tes bentuk standar yang distandardisasi pada 810 orang dewasa dilaporkan
mewakili populasi nasional AS, dengan norma terpisah bagi setiap kelompok usia
9, juga norma yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan. Skor ringkasan
disediakan bagi 9 bidang fungsi: pengendalian perhatian mental, memori,
penalaran-perhitungan, pemrosesan ruang, waktu reaksi, ketepatan informasipemrosesan, kecepatan informasi-pemrosesan, fungsi kognisi, dan cognitive
proficiency, validitas data untuk berbagai kelompok klinis (depresi utama,
dementia, skizoprenia, alkoholisme, epilepsi, psikiatri campuran, lupus, dan lainlain)
Download