kesulitan dalam belajar

advertisement
Menjadi Orang
= ANUGRAH
tua
&
punya
anak
Setiap anak BERHARGA!
Setiap
anak
adalah
ISTIMEWA
karena setiap orang terlahir sebagai
seorang BINTANG
Setiap Anak = Unik
1.Grade level: anak tidak naik kelas sampai dua
kali
2.Age level:
kelasnya
umur anak tidak sesuai dengan
3.Inteligence level : anak mengalami under
achiever
4.General level: anak mengalami gangguan dalam
beberapa mata pelajaran
1. Prestasi belajarnya rendah
2. Usaha yang dilakukan tidak sebanding dengan
hasilnya
3. Lamban mengerjakan tugas
4. Sikap acuh dalam mengkiuti pelajaran
5. Menunjukkan perilaku menyimpang
6. Emosional (mudah marah, tersinggung, rendah
diri dll
• Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada
peserta didik yang kurang perhatian di saat mengikuti
pembelajaran.
• Kesulitan belajar sedang dijumpai pada peserta didik
yang mengalami gangguan belajar yang berasal dari
luar diri peserta didik, misalnya faktor keluarga,
lingkungan tempat tinggal, pergaulan, dsb.
• Kesulitan belajar berat dijumpai pada peserta didik
yang mengalami ketunaan pada diri mereka, misalnya
tuna rungu, tuna netra¸tuna daksa, dsb.
1. Prestasi belajar rendah
2. Usaha yang dilakukan dalam belajar tidak
sebanding dengan hasilnya
3. Lamban
4. Sikap acuh dalam mengikuti pelajaran
5. Menunjukkan perilaku menyimpang
6. Emosional (negatif)
1. Waktu yang tersedia untuk mempelajari bahan
pelajaran yang telah ditentukan
2. Usaha yang dilakukan peserta didik untuk menguasai
bahan pelajaran
3. Bakat yang dimiliki peserta didik
4. Kualitas pengajaran atau tingkat kejelasan
pengajarannya.
5. Kemampuan peserta didik untuk mendapat manfaat
yang optimal dari keseluruhan proses pembelajaran
yang sedang dihadapi.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Rendahnya kemampuan intelektual anak
Gangguan perasaan atau emosi
Kurangnya motivasi untuk belajar
Kurang matangnya anak untuk belajar
Usia yang terlampau muda
Latar belakang sosial yang tidak menunjang
Kebiasaan belajar yang kurang baik
Kemampuan mengingat yang rendah
Terganggunya alat-alat indra
Proses belajar mengajar yang tidak sesuai dan
Tidak adanya dukungan dari lingkungan belajar.
Faktor Mempengaruhi Kesulitan Belajar :
Environment Input
Raw Input
Learning Teaching
Process
Instrumental Input
Output
1. Sikap terhadap belajar
2. Motivasi belajar
3. Konsentrasi belajar
4. Mengolah bahan ajar
5. Menyimpan perolehan hasil belajar
6. Menggali hasil belajar yang tersimpan
7. Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil kerja
8. Rasa percaya diri siswa
9. Inteligensi dan keberhasilan belajar
10. Kebiasaan belajar
11. Cita-cita siswa
1. Guru sebagai Pembina siswa belajar
2. Sarana dan prasarana pembelajaran
3. Kebijakan penilaian
4. Lingkungan sosial siswa di sekolah
5. Kurikulum sekolah
Diagnosis Kesulitan Belajar adalah proses
menentukan masalah atau ketidakmampuan
peserta didik dalam belajar dengan meneliti latar
belakang penyebabnya dan ataiu dengan cara
menganalisis
gejala-gejala
kesulitan
atau
hambatan belajar yang tampak
1. Mengidentifikasi anak yang mengalami kesulitan
belajar
2. Mengumpulkan data dan analisis data
3. Menentukan masalah belajar yang
dirasakan/dialami (diagniosis)
4. Saran pemberian bantuan (prognosis)
5. Penanganan / mengatasi kesulitan belajar
6. Evaluasi dan Tindak lanjut
CARA MENGENAL ANAK BERKESULITAN BELAJAR
1. Teknik non-tes
a. Wawancara
b. Observasi
c. Angket
d. Sosiometri
e. Biografi
f. Pemeriksaan kesehatan
g. Dokumentasi
2. Teknik tes
a. Psikotes
b. Achievement
1.
2.
Identitas siswa: Nama, Usia, Alamat
Data kesehatan: Apakah pernah dirawat di RS? Apakah memiliki penyakit
tertentu? Apakah sering sakit?
3. Hasil belajar: Bagaimana hasil belajarnya selama ini? Apakah ada kenaikan
atau penurunan dari sebelumnya? Bagaimana hasil belajar dibanding
dengan kawan lainnya?
4. Cita-cita: Apa cita-citanya? Apa yang dilakukan untuk mencapai citacitanya? Apakah ada kendala dalam mencapai cita-cita?
5. Data keluarga: Orang tua (status perkawinan, usia, pekerjaan), Keadaan
sosio ekonomi keluarga, uruan kelahiran, jumlah anak
6. Lingkungan: lingkungan di rumah dan di sekolah, pergaulan di rumah dan
disekolah
7. Pendidikan: Asal sekolah sebelumnya, Bagaimana di tempat belajar yang
sekarang?
8. Ekstra kurikuler: Mengikuti kegiatan ekstra kurikuler apa? Mengapa ikut
itu?
9. Kebiasaan: dalam belajar, sehari-hari
10. Data aktual mengenai permasalahan yang dirasakan siswa saaat kini :
masalah belajar apa yang sedang di hadapi oleh siswa sekarang ini?
Sosiometri adalah suatu cara untuk mengetahui hubungan social
seseorang, yang sering disebut juga sebagai ukuran berteman
seseorang. Gambaran mengenai hubungan seseorang disebut
sosiogram. Baik tidaknya hubungan social seseorang denga orang
lain dapat dilihat dari beberapa segi.
1. Frekuensi hubungan, yaitu sering tidaknya anak atau orang itu
bergaul.
2. Intesitas hubungan, yaitu segi mendalam tidaknya anak atau
orang didalam pergaulannya, yaitu intim tidaknya mereka
bergaul
3. Popularitas hubungan, yaitu banyak sedikitnya teman bergaul,
dapat dgunakan sebagai kriteria pula untuk melihat baik
buruknya dalam hubungan sosialnya
ACHIEVEMENT TEST/TES PRESTASI: Tes yang dilakukan oleh
guru untuk mengetahui penguasaan bahan pelajaran yang telah
disajikan dalam proses pembelajaran dalam bentuk ulangan, ujian,
atau dalam bentuk evaluasi yang lain.
PSIKOTEST/TES PSIKOLOGI: Teknik pengumpulan data yang
bersifat potensial yaitu data tentang kemampuan yang belum
nampak yang dimiliki seseorang, misalnya bakat, inteligensi,
minat, kepribadian, sikap, dan sebagainya.
PENGAJARAN REMEDIAL
1. Pengertian Pengajaran Remedial
a. Pengajaran remedial bersifat kuratif atau korektif
b. Pengajaran khusus yang bertujuan untuk
menyembuhkan atau memperbaiki proses
pembelajaran yang jadi penghambat atau yang dapat
menimbulkan masalah atau kesulitan belajar anak
c. Pengajaran individual yang diberikan kepada anak
yang mengalami kesulitab belajar, agar anak mampu
mengikuti pembelajaran secara klasikal sedhingga
hasil belajarnya optimal
d. Pelaksanaan pengajaran remedial harus disesuaikan
dengan karakteristik kesulitan belajar yang dialami
anak
2. Pentingnya Pengajaran Remedial
a. Dalam proses pembelajaran tidak semua anak didik
mencapai hasil belajar sesuai dengan kemampuannya. Jadi dalam setiap pembelajaran pasti ada anak
yang mengalami kesulitan belajar
b. Adanya kresulitan belajar anak berarti belum tercapai
perubahan tingkahlaku sebagai hasil belajar
c. Untuk mengatasi kesulitan belajar diperlukan teknik
bimbingan balajar salah satu diantaranya pengajaran
remedial
3. Tujuan Pengajaran Remedial
Membantu anak mencapai hasil belajar sesuai dengan
tujuan pengajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
Secara khusus tujuan pengajaran remedial membantu anak
yang mengalami kesulitan belajar agar mencapai prestasi
belajar yang diharapkan melalui penyembuhan atau
perbaikkan dalam aspek kepribadian atau dalam proses
belajar mengajar
4. Fungsi Pengajaran Remedial
a. Fungsi Korektif
b. Fungsi Pemahaman
c. Fungsi Penyesuaian
d. Fungsi Pengayaan
e. Fungsi Akselerasi
f. Fungsi Terapeutik
5. Pendekatan Pengajaran Remedial
a. Pendekatan Kuratif
1) Pengulangan
2) Pengayaan dan Penguatan
3) Percepatan
b. Pendekatan Preventif
1) Kelompok belajar homogen
2) Layanan Individual
3) Pengajaran Kelas Khusus
4) Pendekatan pengembangan
6. Metode Pembelajaran Remedial
a. Metode Pemberian Tugas
b. Metode Diskusi
c. Metode Tanya jawab
d. Metode Kerja Kelompok
e. Metode Tutor Sebaya
f. Metode Pengajaran Individual
7. Pelaksanaan Pengajaran Remedial
a. Penelaahan kembali kasus
b. Pemilihan alternatif tindakan
c. Pemberian layanan khusus
d. Pengukuran kembali hasil belajar
e. Re-evaluasi dan Re-diagnostik
Download