Berita Pers

advertisement
Berita Pers
Database Investor Pasar Modal Indonesia
Kini Mengacu Pada Data KTP Elektronik
Jakarta, 25 Agustus 2014 - Hari ini (25/8), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Nomor Induk
Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dengan
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil), Kementerian
Dalam Negeri (Kemendagri), Republik Indonesia.
Penandatanganan dilakukan di Main Hall Galeri Bursa Efek Indonesia oleh Direktur Utama
KSEI Heri Sunaryadi dan Direktur Jenderal Dukcapil, Kemendagri, H. Irman. Turut hadir dan
menyaksikan acara penandatanganan perjanjian tersebut Deputi Komisioner Pengawas Pasar
Modal II, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) M. Noor. Rachman, Pejabat Ditjen. Dukcapil sampai
tingkat Eselon III, Direksi dan Komisaris KSEI, Direksi PT Bursa Efek Indonesia dan PT Kliring
Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta perwakilan asosiasi pasar modal Indonesia.
Melalui kerja sama ini, KSEI selaku Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) dapat
menggunakan data kependudukan dan KTP Elektronik (KTP-el) milik Ditjen. Dukcapil sebagai
acuan pengadministrasian basis data investor pasar modal yang lebih baik. Dalam
menjalankan peran sebagai LPP, secara terpusat mengelola data investor pemilik Efek yang
tersimpan dalam Sub Rekening Efek di KSEI. Basis data investor pasar modal ini digunakan
dalam pengembangan Single Investor Identification (SID) yang telah diterapkan sejak tahun
2012 dan menjadi landasan penting untuk pengembangan infrastruktur pasar modal.
Kendala utama dalam pengembangan basis data pasar modal Indonesia adalah akurasi dan
keterkinian dari data investor itu sendiri. Pada saat awal proyek pengembangan infrastruktur
pasar modal pada tahun 2009, belum tersedia basis data kependudukan yang secara nasional
diadministrasikan secara terpusat untuk dapat dijadikan acuan. Pembentukan basis data
investor di KSEI sepenuhnya mengandalkan peran Pemegang Rekening KSEI dalam
menyediakan data nasabah yang lengkap dan akurat, termasuk juga pengkiniannya bila ada
perubahan data nasabah. Dari sisi Pemegang Rekening KSEI hal ini bukan merupakan hal
yang mudah karena umumnya perubahan data tidak selalu dilaporkan oleh nasabah atau
nasabah tidak lagi bisa dihubungi karena alamatnya sudah berubah.
Penerapan KTP elektronik secara nasional bagi penduduk Indonesia memberikan harapan
akan tersedianya basis data kependudukan nasional yang dapat dijadikan sebagai acuan data
investor pasar modal yang dibentuk di KSEI. Dengan menggunakan Nomor Induk
Kependudukan, mulai dari proses pendaftaran hingga pengkiniannya, data investor pasar
modal yang diterima KSEI dari Pemegang Rekening dapat dipastikan keakuratannya
berdasarkan data yang ada di Ditjen. Dukcapil Kemendagri. Hal ini tentunya akan membuat
basis data investor pasar modal Indonesia menjadi lebih akurat sehingga dapat diandalkan
untuk mendukung insiatif-inisiatif pengembangan infrastruktur pasar modal ke depannya.
Menanggapi penandatanganan kerjasama ini, Heri menyatakan, "Kerja sama ini merupakan
langkah dan strategi penting terkait pengembangan infrastruktur pasar modal Indonesia yang
konsisten dilakukan KSEI guna mendukung perkembangan pasar modal Indonesia yang
teratur, wajar dan efisien. Basis data investor yang akurat dan senantiasa terkinikan
merupakan hal penting dan menjadi kunci keberhasilan pembentukan SID dan diperlukan
sebagai acuan bagi regulator dan pelaku di industri pasar modal." ungkap Heri. Lebih lanjut
Heri menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan juga sangat tepat. "Saat ini jumlah investor di
pasar modal Indonesia relatif masih sedikit, namun sangat berpeluang untuk berkembang
pesat. Pembenahan basis data investor pasar modal sangat penting dilakukan dan dengan
penandatanganan perjanjian ini kita bersyukur hal tersebut bisa kita lakukan sedini mungkin,"
imbuh Heri.
1/2
Dirjen Dukcapil H. Irman, dalam sambutannya menyatakan bahwa selain OJK saat ini
terdapat 15 (lima belas) instansi lain yang telah melakukan MoU dengan Kemendagri untuk
pemanfaatan data kependudukan RI. Irman berharap, kerja sama antara Kemendagri dengan
industri pasar modal dan keuangan dapat meningkatkan industri perekonomian di Indonesia.
"Hari ini sangat penting bagi kami dengan adanya penandatanganan perjanjian kerjasama
dengan KSEI. Kendala yang dihadapi KSEI dan pasar modal terkait kebutuhan ketersediaan
data kependudukan akurat juga dihadapi lembaga-lembaga pelayanan publik. Hal ini menjadi
perhatian Kemendagri untuk mengatasi kelemahan tersebut dengan melakukan upaya efektif
yaitu melakukan perubahan mendasar dalam menyediakan data dan dokumen yang akurat
dan diakui keabsahannya. Hingga saat ini masih ada sekitar 5% penduduk yang belum
melakukan perekaman data kependudukan. Kami berharap dengan ditandatanganinya
perjanjian kerjasama ini dari pihak pasar modal sebagai lembaga pengguna dapat nyaman
dalam memberikan pelayanan karena dengan adanya basis data KTP elektronik kemungkinan
adanya pemalsuan data dan lainnya yang dapat merugikan pasar modal dapat ditekan." kata
Irman.
M. Noor Rachman, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK yang hadir dan
menyaksikan proses penandatanganan, menyatakan bahwa OJK menyambut positif kerja
sama pemanfaatan data kependudukan dan KTP-el tersebut. Penandatanganan Perjanjian
Kerja Sama KSEI - Ditjen. Dukcapil ini juga merupakan tindak lanjut penandatanganan Nota
Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait kerja sama pemanfaatan basis
data kependudukan RI yang telah dilakukan antara OJK dengan Kemendagri pada Februari
2014, jelas Noor Rachman. "Dengan kerjasama antara KSEI dan Ditjen. Kependudukan dan
Pencatatan Sipil diharapkan data Investor pasar modal di Indonesia menjadi lebih lengkap
dan akurat, serta penelusuran perubahan data Investor dapat lebih mudah dilakukan dan
selalu terkinikan," kata Noor Rachman.
Dengan telah diresmikannya payung hukum dengan Kemendagri, KSEI telah dapat
memanfaatkan data kependudukan untuk proses pengkinian data SID. Sebagai tahap awal,
database kependudukan akan dimanfaatkan untuk pengecekan dan rekonsiliasi semua data
investor yang telah terdaftar memiliki Sub Rekening Efek di KSEI. Kedepannya, terkait
rencana penerapan SID bagi investor Reksa Dana, diharapkan database kependudukan ini
juga akan digunakan sebagai acuan validasi dan verifikasi data nasabah Reksa Dana.
"Pembenahan basis data investor pasar modal juga sejalan dengan inisiatif pengembangan
infrastruktur pasar modal lainnya yang sedang dijalankan oleh KSEI, antara lain yaitu Cobranding AKSes untuk memperluas dan mempermudah masyarakat mengakses pasar modal
melalui perbankan nasional serta rencana pengembangan sistem pengelolaan investasi
terpadu," tutup Heri.
---***---
Informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
Unit Komunikasi Perusahaan
Media Contact: Zylvia Thirda
Telp. (021) 5299 1062
Fax. (021) 5299 1199
E-mail: [email protected]
2/2
Download