pengaruh komunikasi internal dan budaya organisasi terhadap

advertisement
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
PENGARUH KOMUNIKASI INTERNAL DAN BUDAYA ORGANISASI
TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN
I Gusti Agung Mas Yuni Astuti, I Wayan Bagia, Gede Putu Agus Jana Susila
Jurusan Manajemen
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail: [email protected], [email protected],
[email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memperoleh temuan eksplanatif yang teruji tentang pengaruh
(1) komunikasi internal dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan, (2) komunikasi internal
terhadap budaya organisasi (3) komunikasi internal terhadap kepuasan kerja dan (4) budaya organisasi
terhadap kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif kausal. Subjek dalam
penelitian ini adalah karyawan PT Saka Hutama Dewata dan objeknya yaitu komunikasi internal, budaya
organisasi dan kepuasan kerja. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 65 karyawan. Semua populasi ini
dijadikan unit pengamatan sehingga penelitian ini termasuk penelitian populasi. Data dikumpulkan dengan
metode kuesioner, kemudian dianalisis dengan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada
pengaruh yang positif dan signifikan secara (1) komunikasi internal dan budaya organisasi terhadap
kepuasan kerja karyawan, (2) komunikasi internal terhadap budaya organisasi (3) komunikasi internal
terhadap kepuasan kerja dan (4) budaya organisasi terhadap kepuasan kerja.
Kata Kunci : komunikasi internal, budaya organisasi, dan kepuasan kerja
ABSTRAK
This study aimed at obtaining tested explanative finding towards the effect of (1) internal
communications and organization culture on the job statification, (2) internal communication on the
organization culture, (3) internal communication on the job statification, and (4) organization culture on the
job stratification. Subject in this study were employees on the PT Saka Hutama Dewata and its object were
internal communication, culture organization, and job stratification. Populations in this research are 65
empeloyees performance. All population used as the unit of observation, so this is include population
research. The data were collected through questionnaire, the analyzed using multiple path analysis. The
finding shows there is positive and significant effect (1) internal communications and organization culture on
the job statification, (2) internal communication on the organization culture, (3) internal communication on
the jon statification, and (4) organization culture on the job stratification.
Key words: internal communications, organization culture,and job statification
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
PENDAHULUAN
Sumber daya manusia merupakan salah
satu sumber keunggulan kompetitif penting
dalam menentukan keberhasilan suatu
organisasi atau perusahaan. Sumber daya
manusia
sebagai
ujung
tombak
keberhasilan perusahaan tidak terlepas dari
sumber daya manusia yang ada di
dalamnya karena hampir di setiap kegiatan
yang
ada
didalam
perusahaan
menggunakan tenaga kerja.
Sumber daya manusia mempunyai
perasaan, pikiran dan kebutuhan yang
berbeda-beda. Maka dari itu perusahaan
sangat perlu memperhatikan keadaan
tersebut mengingat sumber daya manusia
sebagai salah satu faktor penentu
keberhasilan perusahaan, kondisi kerja
yang nyaman mampu mendorong dan
memungkinkan
karyawan
untuk
mengembangkan
dan
meningkatkan
kemampuan yang dimilikinya secara
optimal.
Untuk
menciptakan
kondisi
tersebut perusahaan harus memperhatikan
faktor-faktor
yang
nantinya
akan
menimbulkan
kepuasan
kerja
bagi
karyawan. Menurut Organ dan Near
(dalam, Moeljono, 2003) mengatakan
bahwa kepuasan kerja adalah keadaan
yang dirasakan sebagai kebahagiaan yang
ditopang oleh upaya metode, kinerja, serta
imbalan upah yang jelas dan wajar.
Kepuasan yang rendah akan berdampak
negatif terhadap kemajuan perusahaan.
Kemampuan
perusahaan
untuk
menciptakan kepuasan kerja menjadi salah
satu
aspek
yang
terpenting
bagi
perusahaan guna mewujudkan tujuantujuan yang harus dicapai perusahaan.
Dari penelitian awal yang dilakukan
dengan menggunakan kuesioner awal
terhadap 10 orang karyawan, bahwa
kepuasan kerja karyawan berada dalam
kategori tidak puas, hal ini menunjukan
tingkat kepuasan kerja karyawan yang
masih rendah, karena masih banyak dari
dimensi kepuasan kerja yang belum sesuai
dengan harapan karyawan. Rendahnya
kepuasan kerja karyawan sangat perlu
diperhatikan karena menurut Sutrisno
(2009:75)
kepuasan
mencerminkan
perasaan
seseorang
terhadap
pekerjaannya, ini tampak dalam sikap
positif karyawan terhadap pekerjaan dan
segala sesuatu yang dihadapi dilingkungan
kerjanya.
Rendahnya kepuasan kerja karyawan
PT Saka Hutama Dewata diduga karena
ketidak harmonisan komunikasi internal
diantara
karyawan.
Berdasarkan
pengakuan 10 orang karyawan penyebab
utama mereka tidak puas dalam bekerja
karena ketidak harmonisan komunikasi
internal yang disebabkan oleh informasi
yang sering mendadak dan kurangnya
pengarahan dari atasan. Hal ini sejalan
dengan teori yang disampaikan oleh
Muhamad (2000:79), bahwa ada dua
kemungkinan
yang
menyebabkan
ketidakpuasan kerja seseorang, yang
pertama karena seorang tersebut tidak
mendapat informasi yang dibutuhkannya
mengenai pekerjaannya dan yang kedua
karena hubungan dengan rekan sekerja
yang kurang baik.
Selain diindikasikan dari faktor ketidak
harmonisan komunikasi internal, faktor lain
yang mempengaruhi kepuasan kerja diduga
dipengaruhi oleh faktor budaya organisasi
yang ada pada perusahaan. Menurut
Tampubolon (2004:178), salah satu aspek
kepuasan kerja diperlihatkan dari respons
dan sikap terhadap lingkungan kerja.
Karena lingkungan kerja merupakan unsur
budaya organisasi yang telah disepakati
bersama menjadi suatu ciri budaya di
antara sesama karyawan, yang disebut
sebagai budaya organisasi. Hal tersebut
didukung didukung dari penelitian empirik
yang dilakukan oleh Soedjono (2005)
bahwa budaya organisasi berpengaruh
positif terhadap kepuasan kerja.
Berdasarkan pendahuluan diatas,
maka tujuan penelitian ini adalah untuk
memperoleh temuan eksplanatif yang teruji
tentang besar pengaruh : (1) Komunikasi
internal dan budaya organisasi terhadap
kepuasan kerja karyawan. (2) Komunikasi
internal terhadap budaya organisasi. (3)
Komunikasi internal terjadap kepuasan
kerja karyawan. (4) Budaya organisasi
terhadap kepuasan kerja karyawan.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat berupa manfaat
teoritis dan manfaat praktis. Secara teoritis
penelitian ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi
bagi
ilmu
pengetahuan,
wawasan, dan pengalaman peneliti di
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
bidang pengelolaan sumber daya manusia
dan secara praktis hasil penelitian ini
diharapkan dapat digunakan sebagai
masukan serta referensi bagi perusahaan
untuk memperbaiki komunikasi internal dan
budaya organisasi guna meningkatkan
kepuasan kerja.
Komunikasi
internal
adalah
komunikasi yang terjadi antara atasan
dengan bawahan, bawahan dengan atasan
dan atara sesama karyawan. Muhamad
(2001), mengatakan bahwa komunikasi
internal adalah komunikasi yang dikirimkan
kepada anggota dalam suatu organisasi
dengan kata lain penerima pesan dalam
komunikasi internal adalah orang-orang
dalam organisasi. Bovee dan Thill (2002:7),
juga mengemukakan definisi komunikasi
internal sebagai pertukaran informasi dan
gagasan di dalam organisasi. Pendapat
yang sama juga dikemukakan oleh Brennan
(dalam Hastuti, 2012), yang mengatakan
bahwa
komunikasi
internal
sebagai
gagasan di antara para administrator dan
karyawan dalam suatu perusahaan atau
jawatan yang menyebabkan terwujutnya
perusahaan atau terwujudnya perusahaan
atau jawatan tersebut lengkap dengan
strukturnya yang khas (organisasi) dan
pertukaran gagasan secara horisontal dan
vertikal di dalam perusahaan atau jawatan
yang menyebabkan pekerjaan berlansung
(operasi dan manajemen). Adapun dimensi
komunikasi internal yang digunakan dalam
penelitian ini adalah mengacu pada teori
Muhamad (2000), yaitu (1) komunikasi
vertikal kebawah, (2) komunikasi vertikal
keatas, (3) komunikasi horizontal.
Budaya organisasi adalah nilai dan
norma dasar organisasi yang dianut dan
dipatuhi bersama oleh anggota organisasi.
Robbins
(2006:233),
mengemukakan
bahwa budaya organisasi sebagai suatu
sistem makna bersama terhadap nilai-nilai
primer yang dianut bersama dan dihargai
oleh
organisasi,
yang
berfungsi
menciptakan rasa identitas bagi para
anggota
organisasi,
mempermudah
timbulnya komitmen kolektif terhadap
organisasi, meningkatkan kemantapan
sosial, serta menciptakan mekanisme
pembuat makna dan kendali, yang
membentuk sikap dan perilaku para
organisasi.
Tan
(2002:36),
juga
mengemukakan pendapat bahwa budaya
organisasi pada hakikatnya merupakan
nilai-nilai dasar organisasi, yang akan
berperan sebagai landasan bersikap,
berperilaku dan bertindak bagi semua
anggota organisasi. Sedangkan menurut
Luthans (dalam Riani, 2001:6), budaya
organisasi merupakan norma-norma dan
nilai-nilai yang mengarahkan perilaku
anggota organisasi. Setiap anggota akan
berprilaku sesuai dengan budaya yang
berlaku agar diterima oleh lingkungannya.
Terdapat empat dimensi budaya organisasi
yang dikaji dalam penelitian ini yaitu (1)
inovasi dan keberanian mengambil resiko,
(2) orientasi hasil, (3) orientasi pada tim, (4)
agresifitas.
Kepuasan kerja merupakan perasaan
puas atau tidak puas karyawan terhadap
pekerjaannya. Handoko dan Asa’ad (dalam
Husein, 2005:36), mengemukakan bahwa
kepuasan kerja merupakan penilaian atau
cerminan dari perasaan pekerja terhadap
pekerjaannya.
Sedangkan
menurut
Luthans (dalam Kaswan, 2012:203),
mengatakan kepuasan kerja adalah hasil
dari
presepsi
karyawan
mengenai
seberapa
baik
pekerjaan
mereka
memberikan hal yang dinilai penting.
Pendapat senada juga disampaikan oleh
Robbins (2003), kepuasan kerja adalah
sikap
umum
terhadap
pekerjaan
seseorang yang menunjukan perbedaan
antara jumlah penghargaan yang diterima
pekerja dan jumlah yang mereka yakini
seharusnya mereka terima. Terdapat
empat dimensi yang dikaji dalam penelitian
ini yaitu, (1) pekerjaan itu sendiri, (2) Gaji,
(3) Kesempatan promosi, (4) Kondisi kerja.
METODE
Penelitian ini menggunakan desain
penelitian kuantitatif kausal. Subjek dalam
penelitian ini adalah seluruh karyawan pada
PT Saka Hutama Dewata dan objek
penelitian ini adalah komunikasi internal,
budaya organisasi dan kepuasan kerja.
Populasi yang digunakan dalam penelitian
ini berjumlah 65 karyawan. Semua populasi
ini dijadikan unit pengamatan, sehingga
penelitian ini adalah penelitian populasi.
Jenis data yang dikumpulkan dalam
penelitian ini meliputi data primer. Data
primer dalam penelitian ini meliput
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
komunikasi internal, budaya organisasi dan
kepuasan kerja yang diperoleh dari
karyawan. Metode yang digunakan dalam
penelitian
ini
adalah
menggunakan
kuesioner. Data yang diperoleh dari
kuesioner yaitu data mengenai tanggapan
karyawan terhadap komunikasi internal,
budaya organisasi serta kepuasan kerja.
budaya organisasi terhadap kepuasan kerja
karyawan baik secara simultan maupun
parsial. Berdasarakan hasil perhitungan
dengan menggunakan bantuan program
Statistical Product and Servise Solution
(SPSS) 16.0 for Windows maka diperoleh
hasil perhitungan seperti pada Tabel 1, dan
gambar hubungan struktur yang Nampak
pada Gambar 1.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Analisis
jalur
digunakan
untuk
mengetahui pengaruh komunikasi internal,
Tabel 1 Hasil Uji Statistik Analisis Jalur
No
Parameter
Koefisien
P-value
1
Ryx1x2
0,723
0,000
Alpha
(α)
0,05
Keputusan
2
R2yx1x2
0,523
0,000
0,05
Menolak Ho
3
Pyx1
0,154
0,002
0,05
Menolak Ho
4
P2yx1
0,023
0,000
0,05
Menolak Ho
5
Pyx2
0,640
0,000
0,05
Menolak Ho
6
P2yx2
0,409
0,000
0,05
Menolak Ho
7
Px2x1
0,481
0,000
0,05
Menolak Ho
8
P2x2x1
0,232
0,000
0,05
Menolak Ho
9
PYԐ
0,477
-
-
-
10
Px2ɛ
0,768
-
-
-
Menolak Ho
Kesimpulan
Ada hubungan
pengaruh X1 dan
X2 terhadap Y
Besar sumbangan
pengaruh X1 dan
X2 terhadap Y
Ada hubungan
pengaruh X1
terhadap Y
Besar sumbangan
pengaruh X1
terhadap Y
Ada hubungan
pengaruh X2
terhadap Y
Besar sumbangan
pengaruh X2
terhadap Y
Ada hubungan
pengaruh X1
terhadap X2
Besar sumbangan
pengaruh X1
terhadap X2
Ada hubungan
pengaruh faktor
lain terhadap Y
Ada hubungan
pengaruh faktor
lain terhadap X2
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
Sumber: Pengolahan Data SPSS
X1
ɛ
Pyx1 =0,154
Pyɛ =
0,477
Px2x1= 0481
Y
X2
ɛ
Pyx2 =0,640
Ryx1x2= 0,523
Px2ε= 0,786
Gambar 1. Struktur Hubungan Pengaruh
X1 dan X2 terhadap Y
Keterangan :
X1
= Komunikasi Internal
X2
= Budaya Organisasi
Y
= Kepuasan Kerja
Hasil penelitian uji statistik Path
Analysis pada Tabel 4.1 menunjukkan
bahwa komunikasi internal dan budaya
organisasi
berpengaruh
positif
dan
signifikan
terhadap
kepuasan
kerja
karyawan pada PT Saka Hutama Dewata.
Besar hubungan pengaruh komunikasi
internal dan budaya organisasi terhadap
kepuasan kerja karyawan adalah 47,9%
sedangkan pengaruh hubungan faktor lain
terhadap kepuasan kerja karyawan sebesar
52,1%.
Faktor
lain
yang
diduga
mempengaruhi kepuasan kerja menurut
Kreitner dan Kinicki (2005:274) yaitu
motivasi, komitmen organisasi, ketidak
hadiran, berhentinya karyawan, dan stress
kerja.
Berdasarkan hasil perhitungan uji
statistik Path Analysis pada Tabel 4.1
menunjukkan
bahwa
ada
pengaruh
komunikasi internal secara positif terhadap
kepuasan kerja. Besar hubungan pengaruh
komunikasi internal terhadap kepuasan
kerja karyawan sebesar 15,4% sedangkan
besar
sumbangan
pengaruh
dari
komunikasi internal terhadap kepuasan
kerja sebesar 2,3%.
Berdasarkan hasil perhitungan uji
statistik Path Analysis pada Tabel 4.1
menunjukkan bahwa ada pengaruh budaya
organisasi
secara
positif
terhadap
kepuasan kerja karyawan. Besar hubungan
pengaruh budaya organisasi terhadap
kepuasan kerja adalah 64% sedangkan
besar sumbangan pengaruh dari budaya
organisasi terhadap kinerja karyawan
adalah 40,9%.
Berdasarkan hasil perhitungan uji
statistik Path Analysis pada Tabel 4.1
menunjukkan
bahwa
ada
pengaruh
komunikasi internal secara positif terhadap
budaya organisasi. Besar
hubungan
pengaruh komunikasi internal terhadap
budaya
organisasi
adalah
48,1%
sedangkan besar sumbangan pengaruh
dari komunikasi internal terhadap budaya
organisasi adalah 29,3%. Hubungan
pengaruh faktor lain terhadap budaya
organisasi sebesar 51,9%.
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang
telah dilakukan menunjukkan bahwa
variabel komunikasi internal dan budaya
organisasi berpengaruh secara positif
terhadap kepuasan kerja pada PT Saka
Hutama Dewata. Hasil penelitian ini sejalan
dengan teori yang disampaikan oleh
Muhamad (2000:79), mengatakan ada dua
kemungkinan
yang
menyebabkan
ketidakpuasan kerja seseorang, yang
pertama karena seseorang tersebut tidak
mendapat informasi yang dibutuhkannya
mengenai pekerjaannya dan yang kedua
karna hubungan dengan rekan sekerja
yang kurang baik dengan kata lain
komunikasi. Di sisi lain Newman (dalam
Tobari,
2014)
mengatakan
budaya
mewujudkan keinginan dan aspirasi dari
para anggota organisasi, sehingga budaya
dapat
menciptakan
kepuasan
dan
merupakan sumber motovasi yang kuat..
Hal ini didukung oleh hasil penelitian
empirik dari Soedjono (2005) dan Nurani
(2014), menyatakan bahwa komunikasi
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
internal
dan
budaya
organisasi
berpengaruh secara positif terhadap
kepuasan kerja karyawan.
Penelitian
mengenai
pengaruh
variabel dari komunikasi internal terhadap
kepuasan kerja karyawan, menunjukan
bahwa komunikasi internal secara positif
berpengaruh terhadap kepuasan kerja
karyawan pada PT Saka Hutama Dewata.
Hasil penelitian ini sejalan dengan teori
yang
disampaikan
oleh
Muhamad
(2000:79),
mengatakan
ada
dua
kemungkinan
yang
menyebabkan
ketidakpuasan kerja seseorang, yang
pertama karena seseorang tersebut tidak
mendapat informasi yang dibutuhkannya
mengenai pekerjaannya dan yang kedua
karna hubungan dengan rekan sekerja
yang kurang baik dengan kata lain
komunikasi. Hal ini didukung oleh penelitian
yang dilakukan oleh Nurani (2014)
mengatakan bahwa komunikasi internal
mempunyai pengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan kerja.
Penelitian
mengenai
pengaruh
variabel budaya organisasi terhadap
kepuasan kerja, diperoleh hasil variabel
budaya organisasi berpengaruh secara
positif terhadap kepuasan kerja karyawan
pada PT Saka Hutama Dewata. Hasil
penelitian ini sejalan dengan teori Newman
(dalam Tobari, 2014) mengatakan budaya
mewujudkan keinginan dan aspirasi dari
para anggota organisasi, sehingga budaya
dapat
menciptakan
kepuasan
dan
merupakan sumber motovasi yang kuat.
Hal ini didukung oleh penelitian yang
dilakukan oleh Avif dan Agus (2013) yang
menyatakan bahwa mengatakan bahwa
secara keseluruhan budaya organisasi
mempunyai hubungan yang positif dan
signifikan terhadap variabel kepuasan kerja.
Penelitian
mengenai
pengaruh
variabel komunikasi internal terhadap
budaya organisasi, diperoleh hasil variabel
komunikasi internal berpengaruh positif
terhadap budaya organisasi pada PT Saka
Hutama
Dewata.
Tan
(2000:25),
mengungkapkan bahwa communication
pattern (pola komunikasi) merupakan salah
satu bagian dari budaya organisasi. Griffin
(2002:177), mengatakan bahwa satu
elemen dalam mengelola keanekaragaman
dan
multikulturalisme
dalam
suatu
organisasi terdiri dari apa yang dapat
dilakukan individu sendiri salah satunya
adalah kesediaan untuk berkomunikasi.
Keterbatasan atau kelemahan dalam
penelitian ini adalah baru mengamati data
pada satu perusahaan dan tidak berlaku
pada perusahaan lain. Jumlah populasi
dalam penelitian ini masih sedikit, sehingga
peneliti lain diharapkan menggunakan
perusahaan lain yang lebih besar dengan
populasi yang lebih luas agar hasil
penelitian lebih teruji keandalannya.
PENUTUP
Berdasarkan hasil dan pembahasan
yang telah dilakukan, dapat ditarik
beberapa simpulan sebagai berikut. (1) Ada
pengaruh yang positif dari komunikasi
internal dan budaya organisasi terhadap
kepuasan kerja karyawan pada PT Saka
Hutama Dewata. (2) Ada pengaruh yang
positif dari komunikasi internal terhadap
kepuasan
karyawan pada PT Saka
Hutama Dewata. (3) Ada pengaruh yang
positif
budaya
organisasi
terhadap
kepuasan kerja karyawan pada PT Saka
Hutama Dewata. (3) Ada pengaruh yang
positif dari komunikasi internal terhadap
budaya organisasi pada PT Saka Hutama
Dewata.
Berdasarkan simpulan yang telah
dikemukakan,
maka
dapat
diajukan
beberapa saran yaitu sebagai berikut: (1)
Bagi PT Saka Hutama Dewata, agar lebih
memperhatikan kepuasan kerja karyawan,
karena berdasarkan hasil penelitian terbukti
komunikasi internal dan budaya organisasi
dapat mempengaruhi kepuasan kerja
karyawan. Untuk meningkatkan kepuasan
kerja
karyawan
sebaiknya
perlu
memperhatikan komunikasi antara atasan
kepada bawahan, bawahan kepada atasan,
dan komunikasi antara sesama karyawan.
Selain memperhatikan komunikasi internal,
kepuasan kerja juga dapat ditingkatkan
dengan memperhatikan budaya organisasi
yang ada pada perusahaan yang dapat
dilakukan dengan mengarahkan setiap
prilaku organisasi untuk dapat berperilaku
sesuai dengan budaya yang berlaku agar
diterima oleh lingkungannya. (2) Bagi para
peneliti, khususnya yang tertarik dan
berminat
untuk
mendalami
tentang
komunikasi internal dan budaya organisasi
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)
terhadap kepuasan kerja, diharapkan untuk
mengembangkan penelitian ini dengan
menambah sampel atau populasi yang
lebih luas agar dapat menguji variabel lain
yang diduga kuat dapat mempengaruhi
kepuasan kerja kerja karyawan seperti
lingkungan kerja,komitmen organisasi, dan
kompensasi.
DAFTAR RUJUKAN
Ardana,
Komang.2012.
Manajemen
Sumber
Daya
Manusia.
Yogyakarta: Graha Ilmu
Avif Noerdinansyah dan Agus Frianto.
2013.
Pengaruh
Kompesasi,
Budaya Organisasi dan Gaya
Kepemimpinan
Terhadap
Kepuasan Kerja Karyawan. Jurnal
Ilmu Manajemen, Volumen 1,
Nomor 4 (hlm 1-12)
Bovee, Courtland L. dan Thill, John V. 2002.
Komunikasi Bisnis Edisi Keenam.
Jakarta:Prehallindo.
Dewi, Sutrisna. 2007. Komunikasi Bisnis.
Yogyakarta: CV ANDI OFFSET
Ginting, Seriwati. 2013. Karakteristik
Budaya Organisasi Pada Dinas
Pendidika Pemuda dan Olahraga
Kota
Cimahi.Universitas
Padjajaran, Bandung
Hastuti, Ari,
dkk.
2012.
Pengaruh
Komunikasi Internal, Kompensasi,
Lingkungan
Kerja
Terhadap
Kinerja Karyawan Melalui Motivasi
Pada CV.Medinda Semarang.
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis,
Volume 1, Nomor 1 (hlm. 1-15)
Hasibuan,M., 2007, Manajemen Sumber
Daya Manusia, Jakarta: Bumi
Aksara
Kaswan. 2012. Manajemen Sumber Daya
Manusia
untuk
Keunggulan
Bersaing
Bagi
Organisasi.Yogyakarta : Graha
Ilmu
Kurniawati,
Dewi.2008.
Pengaruh
Komunikasi Terhadap Kepuasan
Kerja Karyawan Pada KPRI
Universitas Brawijaya Malang.
Universitas Islam Negri, Malang
Luthans, Fred. 2006. Prilaku Organisasi.
Edisi
Bahasa
Indonesia.
Yogyakarta: Penerbit Andi
Muhamad,
Arni
2001.Komunikasi
Organisasi. Jakatta :Bumi Aksara
Moeljono, Djokosantoso. 2003. Budaya
Korporat
dan
Keunggulan
Korporasi.Jakarta: PT Elex Media
Komputindo
Noni Nurani.2014. Pengaruh Komunikasi
Internal dan Lingkungan Kerja
Terhadap
Kepuasan
Kerja
Karyawan Bagian Pulp Machine
Pada PT Indah Kiat Pulp & Paper
Tbk Perawang Riau.Universitas
Islam Negeri Sultan Syarif Kasim
Riau. Pekanbaru
Putranto, Danang Indra (2012).Pengaruh
Komunikasi Internal, Kompensasi
Kerja, dan Lingkungan Kerja
Terhadap
KepuasanKerja
Karyawan Pada PT. Kimia Farma
Plant Semarang.
Robbins,
Stephen.
P.
2006.Prilaku
Organisasi.Edisi
Bahasa
Indonesia.Jakarta: Gramedia
Tan, Victor.2002. Changing Your Corporate
Culture. The Key to Surviving
tough
Times.
SingaporeKualalumpur : Times Books
International
Tampubolon, Manahan P.2004. Prilaku
Keorganisasian
(Organization
Behavior).Jakarta:
Ghalia
Indonesia
Umar,
Husein.2003.Metode
Riset
Bisnis.Jakarta:Gramedia
Download