kinerja - institut kesehatan helvetia

advertisement
KINERJA
COMPI LED B Y: I Y
PENGERTIAN
Kinerja merupakan istilah yang berasal
dari Job Performance atau Actual
Performance (prestasi kerja atau prestasi
sesungguhnya yang dicapai seseorang)
Kinerja adalah :
•
•
•
•
Penampilan hasil karya personel baik kuantitas
maupun kualitas dalam suatu organisasi (Ilyas,
2001)
Hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang
dicapai oleh seseorang karyawan dalam
melaksanakan tugasnya sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikan kepadanya
(Mangkunegara, 2000)
PENGERTIAN
•
Kinerja merujuk pada tingkat keberhasilan dalam
melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Kinerja dinyatakan baik dan
sukses jika tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik
(Donnelly, Gibson and Ivancevich)
•
Kinerja merupakan fungsi dari kemampuan atau ability (A),
motivasi atau motivation (M) dan kesempatan atau
opportunity (0)
•
•
Kinerja = f (A x M x O) – (Robbins)
Kinerja adalah prestasi yang dicapai oleh seseorang dalam
melaksanakan tugasnya atau pekerjaannya sesuai dengan
standar dan kriteria yang ditetapkan untuk pekerjaan itu
(Rivai, Veithzal, 2005)
Kemampuan
KINERJA
Motivasi
Peluang
Dimensi kinerja
Menurut Donnelly, Gibson
and Ivancevich : kinerja
individu pada dasarnya
dipengaruhi oleh faktor-faktor
:
•
•
•
•
•
•
•
Harapan mengenai imbalan
Dorongan
Kemampuan; kebutuhan dan
sifat
Persepsi terhadap tugas
Imbalan internal dan
eksternal
Persepsi terhadap tingkat
imbalan dan kepuasan kerja.
• Menurut Rivai (2005), kinerja
adalah hasil ketentuan:
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Kebutuhan yang dibuat pekerja
Tujuan yang khusus
Kemampuan
Kompleksitas
Komitmen
Umpan balik
Situasi
Pembatasan
Perhatian pada setiap kegiatan
Usaha
Ketekunan
Ketaatan
Kesediaan untuk berkorban
Adanya standar kerja yang jelas
•
•
Seorang pekerja/ karyawan tidak akan
mampu bekerja dengan baik jika tidak
memiliki kemampuan untuk mengerjakan
pekerjaan tersebut. Meski dapat
diselesaikan, namun tidak membuahkan
hasil yang memuaskan.
Kinerja individu juga dipengaruhi oleh
kepuasan kerja, yakni perasaan individu
terhadap pekerjaannya, berupa hasil
penilaian mengenai seberapa jauh
pekerjaannya secara keseluruhan mampu
memuaskan kebutuhannya.

Menurut Dale Timple, kinerja seseorang
dipengaruhi faktor internal dan eksternal.

Internal menyangkut sifat-sifat seseorang, seperti
kemampuan.

Eksternal menyangkut segala sesuatu yang berasal
dari lingkungan, seperti : perilaku, sikap, dan tindakantindakan rekan kerja, bawahan atau pimpinan, fasilitas
kerja, dan iklim organisasi.
• Kinerja individu adalah hasil kerja karyawan baik dari
segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar
kerja yang telah ditentukan (job description).
• Kinerja individu adalah hasil :
• Atribut individu, yang menentukan kapasitas untuk
mengerjakan sesuatu, yang meliputi faktor individu
(kemampuan dan keahlian, latar belakang serta
demografi), dan faktor psikologis meliputi persepsi,
attitude, personality, pembelajaran dan motivasi.
• Upaya kerja (Work Effort), yang membentuk keinginan
untuk mencapai sesuatu
• Dukungan organisasi, yang memberikan kesempatan
untuk berbuat sesuatu. Dukungan organisasi meliputi
sumber daya, kepemimpinan, lingkungan kerja,
struktur organisasi, dan job design.
• Kinerja organisasi merupakan hasil dari interaksi yang
kompleks dan agregasi kinerja sejumlah individu
dalam organisasi.
• Ada tiga kelompok variabel yang memengaruhi
perilaku kerja dan kinerja : variabel individu, variabel
organisasi, dan variabel psikologis. Ketiga kelompok
variabel tersebut memengaruhi perilaku kerja yang
pada akhirnya berpengaruh pada kinerja personel.
• Perilaku yang berhubungan dengan kinerja adalah
yang berkaitan dengan tugas-tugas pekerjaan yang
harus diselesaikan untuk mencapai sasaran suatu
jabatan atau tugas.
MODEL TEORI KINERJA GIBSON
VARIABEL INDIVIDU
PERILAKU INDIVIDU
PSIKOLOGIS
•Kemampuan dan
keterampilan :
(Apa yang dikerjakan)
•Persepsi
•Mental
•Fisik
•Latar belakang :
KINERJA
(hasil yang diharapkan)
•Sikap
•Kepribadian
•Keluarga
•Belajar
•Tingkat sosial
•Motivasi
•Pengalaman
•Demografis
•Umur
•Etnis
•Jenis kelamin
VARIABEL ORGANISASI
•Sumber daya
•Kepemimpinan
•Imbalan
•Struktur
•Disain pekerjaan
Komponen Kinerja Individual
Mathis. Jackson
Usaha yang dicurahkan
•Motivasi
•Etika Kerja
•Kehadiran
•Rancangan Tugas
Kinerja Individual
(termasuk kuantitas dan kualitas)
Kemampuan Individual
•Bakat
•Minat
•Faktor Kepribadian
Dukungan Organisasional
•Pelatihan dan Pengembangan
•Peralatan dan Teknologi
•Standar Kinerja
•Manajemen dan Rekan Kerja
Deskripsi kinerja terdiri atas 3 komponen :
•
•
•
•
Tujuan (memberi arah perilaku yang
seharusnya dilakukan setiap personel)
Ukuran (untuk mengetahui apakah personel
telah mencapai kinerja yang diharapkan)
Penilaian (tindakan yang dilakukan agar
personel senantiasa berorientasi terhadap
tujuan dan berperilaku kerja sesuai dengan
tujuan yang hendak dicapai)

Penilaian kinerja (performance appraisal) atau
evaluasi kinerja pada dasarnya merupakan proses
yang digunakan untuk mengevaluasi job
performance.

Pelaksanaan penilaian kinerja yang benar akan
memberi manfaat yang penting bagi semua pihak
dalam organisasi (karyawan, supervisor, dan
departemen SDM)

Karyawan memerlukan feedback untuk
memperbaiki kinerjanya; departemen SDM
memerlukannya untuk mengevaluasi keberhasilan
perekrutan, seleksi, orientasi, penempatan,
pelatihan, dan lainnya.
• Penilaian prestasi kerja merupakan salah satu
faktor guna mengembangkan organisasi secara
efektif dan efisien.
• Pelaksanaan penilaian prestasi kerja
menunjukkan organisasi telah memanfaatkan
SDM secara baik.
• Dalam kaitan itu dibutuhkan informasi yang
relevan dan reliabel atas prestasi kerja masingmasing individu, untuk kemudian memudahkan
merumuskan kebijaksanaan lebih lanjut, seperti
perencanaan karier, pelatihan dan
pengembangan, peningkatan gaji, promosi, dan
keputusan-keputusan penempatan lainnya.
PENGERTIAN
• Penilaian prestasi kerja adalah proses melalui mana
organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja
karyawan.
• Merupakan penilaian yang sistematik terhadap
penampilan kerja dan terhadap taraf potensi
karyawan dalam upayanya mengembangkan diri
untuk kepentingan organisasi.
• Sasaran penilaian antara lain :
• Kecakapan dan kemampuan pelaksanaan tugas
• Penampilan dalam pelaksanaan tugas
• Cara membuat laporan
• Ketegaran jasmani dan rohani selama bekerja.
• Penilaian yang tinggi diberikan kepada karyawan yang :
• Memiliki disiplin tinggi
• Dedikasi
• Inisiatif positif
• Sehat jasmani dan rohani
• Mempunyai semangat bekerja dan mengembangkan
diri
• Interaksinya baik
• Jika penilaian prestasi kerja dilaksanakan dengan baik,
tertib dan benar dapat :
• Meningkatkan motivasi kerja
• Meningkatkan loyalitas pekerja terhadap organisasi
MANFAAT
1.
Perbaikan prestasi kerja
2.
Penyesuaian-penyesuaian kompensasi
(misalnya kenaikan upah, pemberian bonus, dll)
3.
Keputusan penempatan
(seperti promosi, transfer, demosi <penurunan jabatan>)
4.
Kebutuhan latihan dan pengembangan
(prestasi jelek membutuhkan latihan; prestasi baik
mencerminkan
potensi yang harus dikembangkan)
5.
Perencanaan dan pengembangan karier
(prestasi dapat mengarahkan karier seseorang)
MANFAAT
6.
Penyimpangan-penyimpangan proses staffing
(baik buruknya prestasi kerja mencerminkan kekuatan
dan kelemahan prosedur staffing departemen
personalia)
7.
Ketidakakuratan informasi
Informasi yang tidak akurat dapat menjadikan
keputusan yang diambil personalia tidak tepat.
Jeleknya prestasi dapat disebabkan kesalahankesalahan dalam informasi analisis jabatan, rencanarencana SDM, atau komponen sistem informasi
manajemen personalia lainnya.
8.
Kesalahan disain pekerjaan
Jeleknya prestasi kerja mungkin merupakan tanda
kesalahan disain pekerjaan. Penilaian prestasi kerja
membantu mendiagnosa kesalahan tersebut.
MANFAAT
9.
Kesempatan kerja yang adil
10.
Tantangan-tantangan eksternal
Prestasi kerja tidak terlepas dari pengaruh
eksternal seperti : keluarga, kesehatan, finansial,
dsb. Departemen personalia memungkinkan untuk
membantu mengatasi masalah-masalah tersebut.
(Handoko, Hani)
ELEMEN-ELEMEN POKOK
SISTEM PENILAIAN PRESTASI KERJA
Prestasi kerja
karyawan
Penilaian
Prestasi Kerja
Umpan balik
bagi karyawan
Ukuran-ukuran
Prestasi Kerja
Kriteria yang ada
Hubungannya dengan
Pelaksanaan kerja
KeputusanKeputusan
personalia
Catatan-catatan
tentang
karyawan
SIAPA YANG MELAKUKAN PENILAIAN ?


Dapat individu (atasan langsung)
Dapat berwujud tim penilai

Tentang siapa yang melakukan penilaian ini, John J.W.
Neuner Ph.D memberi 3 kemungkinan sebagai berikut :
Atasan langsung dan kemudian direvisi oleh kepala
bagian
Atasan langsung dengan dibantu oleh satu atau dua
orang pembantunya
Atasan langsung dan jika tidak memuaskan dibuat suatu
verifikasi dengan melakukan penilaian sekali lagi oleh
satu atau dua orang teman.
1.
2.
3.
 Untuk tercapainya obyektivitas penilaian, lebih tepat
apabila penilai prestasi kerja berupa tim penilai yang
terdiri atas 2 atau 3 orang yang kompeten.
TUJUAN PENILAIAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penilaian antara lain :
a.
Mengidentifikasi para karyawan yang membutuhkan
pendidikan dan latihan
b.
Menetapkan kenaikan gaji ataupun upah karyawan
c.
Menetapkan kemungkinan pemindahan karyawan ke
penugasan baru
d.
Menetapkan kebijaksanaan baru dalam rangka
reorganisasi
e.
Mengidentifikasi para karyawan yang akan
dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi, dsb.

Tujuan-tujuan yang ditetapkan harus jelas, tegas,
sehingga dirasakan kemanfaatannya oleh
karyawan.
SISTEM PENILAIAN
• Ukuran penilaian menentukan obyektivitas penilaian.
• Untuk itu sistem penilaian harus mempunyai hubungan
dengan pekerjaan (job-related), praktis, mempunyai
standar-standar, dan menggunakan ukuran-ukuran yang
dapat diandalkan.
 Job related mengandung pengertian sistem menilai
perilaku-perilaku kritis yang dapat mewujudkan
keberhasilan perusahaan.
 Praktis berarti dapat dipahami dan dimengerti para
penilai maupun karyawan.
 Standar dimaksudkan standar pelaksanaan kerja, di
mana prestasi kerja diukur.
 Ukuran yang dapat diandalkan berarti berguna, dapat
dibuktikan dan diuji oleh orang lain.
SISTEM PENILAIAN
• Distorsi penilaian yang mengurangi obyektivitas
dapat dikurangi melalui pemberian latihan bagi
para penilai. Latihan dimaksud dapat mencakup :
Penjelasan berbagai “bias” (distorsi pengukuran
yang tidak akurat) atau kesalahan dan
penyebab-penyebabnya.
Menekankan pentingnya obyektivitas dan sikap
tidak memihak
Memberi kesempatan berlatih untuk
menerapkan ukuran-ukuran prestasi kerja.
OBYEK PENILAIAN
• Obyek penilaian harus sesuai dengan tujuan penilaian.
• Berbagai jenis jabatan (pimpinan, administrasi,
operasional, dsbnya) memerlukan kriteria penilaian,
tujuan, dan sasaran penilaian yang berbeda.
• Jika yang ingin dinilai prestasi karyawan dalam
pekerjaannya, maka obyek penilaiannya adalah sifatsifat yang utama menyangkut pekerjaan karyawan
tersebut.
• Dengan demikian, dalam menetapkan jumlah dan jenis
obyek yang dinilai, harus mempertimbangkan 3 hal
berikut :
• Jenis jabatan yang dinilai
• Tujuan penilaian
• Obyek penilaian, yang mencakup prestasi kerja dan
watak pribadi karyawan

10 SIFAT YANG PALING UMUM
DINILAI
Pegawai di bidang
produksi
Quality
Quantity of work
Knowledge of job
Dependebility
Cooperation
Adaptability
Attendance
Versatility
House keeping
Safety

Pegawai Tata Usaha
Quality
Dependebility
Quantity of work
Knowledge of job
Cooperation
Initiative
Adaptability
Judgement
Attendance
Health

Pimpinan
Knowledge of job
Cooperation
Dependebility
Quality of work
Judgement
Initiative
Quantity of work
Leadership
Planning &
organizing
Health

METODE PA
• Metode Tradisional
•
•
•
•
•
Rating scale
Employee comparation
Check list
Freeform essay
Critical incident
• Metode modern :
• Assessment Centre
• Management by objective
• Human asset accounting
• Rating Scale :
• Metode penilaian yang paling tua dan banyak digunakan
• Penilaian dilakukan atasan untuk mengukur karakteristik
seperti : inisiatif, ketergantungan, kematangan, dan
kontribusinya terhadap tujuan pekerjaan.
• Employee Comparation
• Membandingkan seorang pekerja dengan pekerja
lainnya
• Ada 3 bentuk : alternation ranking, paired comparation, dan
porced comparation.
• Alternation : mengurut peringkat karyawan mulai dari
terendah sampai yang tertinggi
• Paired comparation : membandingkan seorang
karyawan dengan seluruh karyawan lainnya, sehingga
terdapat berbagai alternatif keputusan yang akan
diambil (metode ini digunakan untuk jumlah karyawan
yang sedikit)
• Porced comparation : pada metode ini suatu definisi
yang jelas untuk setiap kategori telah dibuat. Misalnya :
prestasi karyawan dikategorikan : baik sekali,
memuaskan, dan kurang memuaskan. Masing-masing
kategori tersebut telah didefinisikan secara jelas.
Penilaian dilakukan dengan membandingkan prestasi
aktual dari karyawan dengan kategori yang telah dibuat.
• Check list
• Penilai memilih kalimat-kalimat atau kata-kata yang
menggambarkan prestasi kerja dan karakteristik setiap
individu karyawan, baru melaporkan kepada bagian
personalia untuk menetapkan bobot nilai, indeks nilai, dan
kebijaksanaan selanjutnya bagi karyawan bersangkutan.
• Freeform essay
• Penilai membuat karangan tentang karyawan yang
sedang dinilainya
• Critical Incident
• Penilai mencatat semua kejadian mengenai perilaku
bawahannya sehari-hari (seperti : inisiatif, kerjasama),
kemudian dimasukkan ke dalam buku catatan khusus.
METODE MODERN
• Assessment Centre
• Dilakukan dengan pembentukan tim penilai
khusus, yang dapat dari luar, dalam maupun
kombinasi.
• Pembentukan tim bertujuan agar penilaian lebih
objektif, dan memberi kepuasan kepada
karyawan.
• Cara yang dilakukan : wawancara.
• Nilai indeks prestasi karyawan : rata-rata bobot
dari tim penilai.
• Management by Objective
• Karyawan diikutsertakan dalam perumusan dan
pemutusan persoalan dengan memperhatikan
kemampuan bawahan dalam menentukan
sasarannya masing-masing yang ditekankan
pada pencapaian sasaran organisasi.
• Ciri-ciri MBO :
• Adanya interaksi langsung bawahan-atasan
• Atasan-bawahan bersama menentukan sasaran dan
kriteria pekerjaan
• Orientasi masa kini dam mendatang
• Menekankan pada hasil yang hendak dicapai
• Human asset accounting
• Pekerja dinilai sebagai individu modal jangka panjang
sehingga sumber tenaga kerja dinilai dengan cara
membandingkan terhadap variabel-variabel yang dapat
memengaruhi keberhasilan organisasi. Jika biaya untuk
tenaga kerja meningkat, laba pun akan meningkat.
KENDALA DALAM PA
• Hallo effect
• Penilaian yang dilakukan berdasarkan rasa suka atau
tidak suka, bukan atas dasar pencapaian kinerja yang
objektif.
• Penilai cenderung memberikan nilai baik bagi
karyawan yang dikenalnya.
• Penilai cenderung memberi nilai baik atas adanya salah
satu sifat yang baik dari karyawan, sebaliknya akan
memberi nilai kurang jika mengetahui adanya sifat
yang kurang baik dari karyawan (tidak terkait dengan
indikator penilaian kinerja)
Download