presentasi

advertisement
PENELITIAN PETERNAKAN BERBASIS MASYARAKAT
(Sinergi Program Kerjasama dengan Direktorat Jenderal Peternakan)
Solo, 7 Nopember 2006
DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN
2006
PENDAHULUAN
1. Walaupun kriteria/Pengelompokan/Pembagian Penelitian itu
bervariasi, misalnya menurut Manfred Oepen (1979) yang
mengelompokkan penelitian menjadi 3 (tiga), yaitu :
1).
Penelitian Academis, 2).Penelitian Mengenai Kebijakan
3). Penelitian Mengenai Partisipasi
Tetapi secara umum telah terjadi perkembangan tentang
domain penelitian-penelitian yang harus dilakukan oleh
Pemerintah.
2. Perkembangan menunjukkan bahwa domain dari public good
terhadap penelitian telah berkembang. Pada era 60-70-an
penelitian-penelitian banyak dan selalu dilakukan oleh
pemerintah. Sekarang, penelitian-penelitian telah banyak
dilakukan oleh Lembaga-Lembaga masyarakat, antara lain : R
and D yang dikembangkan oleh swasta bahkan oleh kelompokkelompok masyarakat.
3.
Dalam konteks yang seperti ini, kini dipertanyakan
peranan dari penelitian-penelitian yang dilakukan oleh
lembaga-lembaga penelitian milik pemerintah, dimana
domain public good penelitian pemerintah tersebut.
4.
Bukti-bukti menunjukkan bahwa dari 45 Negara yang
disurvey ternyata 95 % masih dilakukan oleh
pemerintah (Umali et al, 1992). Padahal sebenarnya
penelitian-penelitian tersebut dapat saja dilakukan
oleh swasta dan masyarakat, tentu saja penelitian
tersebut tidak melanggar property right.
Untuk Indonesia pembagian penelitian dapat saja dibagi atas 3
(tiga) bagian, yaitu :
1). Penelitian untuk Kepentingan Pemerintah sendiri dan dilakukan oleh
Pemerintah.
Penelitian jenis ini tergolong kebijakan public, artinya dibuat atau diproses
oleh lembaga pemerintah dan bersifat memaksa atau berpengaruh terhadap
tindakan-tindakan masyarakat luas.
2). Penelitian untuk Kepentingan Swasta dan Penciptaan Iklim Investasi.
Pemerintah dapat mengalokasikan sebagian sumberdayanya untuk
berkolaborasi atau bermitra dengan swasta untuk membantu dan mendorong
kemajuan investasi
3). Penelitian untuk Kelompok-Kelompok Masyarakat.
Penelitian ini seharusnya menjadi porsi paling besar bagi Litbang
Pemerintah, kerana penelitian yang ada ditujukan untuk kepentingan
masyarakat dan memecahkan masalah-masalah yang ada di kelompokkelompok masyarakat
Penelitian-penelitian tersebut harus saling bersinergi untuk kepentingan
masyarakat
Penelitian
untuk
Pemerintah
LITBANG
Penelitian
untuk Mendukung
Investasi/Swasta
LITBANG
LITBANG
Penelitian
untuk Kel.
Masyarakat
PENELITIAN
PEMERINTAH
•Swakelola
•Bisa bersifat Penelitian Dasar
•Penelitian Kebijakan
•Porsi Pemerintah 10-20 %
Sinergi
SWASTA
•Kemitraan/Kolaborasi/KSO
•Bersifat Mendukung “High Tech”
•Untuk Mendukung Investasi Swasta
•Porsi Pemerintah 20 – 30 %
Sinergi
MASYARAKAT
•Block Grant
•Pemec. Masalah di lapang
•Innovasi Alt. Baru
•Pemberdayaan
•Partisipatif
•Kelembagaan
•Terapan
•Porsi Pemerintah 50 – 60 %
Sinergi
TOPIK PENELITIAN
ISU POKOK :
•
Ketergantungan thd bhn pakan impor
•
Penurunan Mutu kualitas bibit ternak
•
Emerging dan Reemerging Disease
•
Ancaman Produk Peternakan Impor
•
Ancaman Penurunan Populasi Ternak
•
Lemahnya Sumberdaya Internal
Meningkatkan jaminan
keamanan pangan
melalui :
1. Pengend. Zoonosis
2. Peningkatan
ketersediaan pangan
hewani yg ASUH
3.Peningkatan
Infrastruktur Kesmavet
4. Sosialisasi
Kesejahteraan Hewan
Isu Pokok :
• Ketergantungan thd
bahan pakan impor
1.Peningkatan ketersediaan bibit ternak
2.Peningkatan kualitas bibit ternak
3. Peningkatan ketersediaan bibit unggul
(1,2, 3 mrpk SISBITNAS)
• Penurunan Mutu
kualitas bibit ternak
• Emerging dan Reemerging disease
• Ancaman Produk Nak
Impor
Meningkatkan dan mempertahankan
status Keswan melalui :
1.
Pencegahan, pengendalian
dan pemberantasan Penyakit hewan
2. Fasilitasi perdagangan hewan
dan pengawasan obar hewan
• Ancaman
ternak
populasi
• Lemahnya
Sumberdaya Internal
SDM
Meningkatkan pelayanan Prima pd mayarakat :
1. Peningkatan Kapabilitas SDM
2. Pengemb.sistem perencanaan dan pengawasan
3. Pengemb. Sistem informasi dan kelembagaan
4. Peningkatan efektifitas sistem penganggaran
1.
2.
3.
(1,2,
Peningkatan populasi dan produktivitas
Pengembangan budidaya ternak
Peningkatan ketersediaan Pakan
dan 3 mrpk SISBUDNAS)
PERMASALAHAN PENELITIAN PETERNAKAN
1. Hasil penelitian banyak, tetapi adopsi oleh para pengguna (petani/
peternak) rendah
2. Dapatkah Primatani menjadi terobosan ?. Selama ini Primatani
belum banyak menjadi faktor solusi
3. Masyarakat tidak pernah merasa memiliki penelitian
4. Innovasi di tingkat peternak lebih banyak dilakukan oleh
masyarakat sendiri atau pihak swasta. Penelitian dimana ?
5. Program desiminasi penelitian belum berjalan lancar
SARAN PEMECAHAN MASALAH
1. Di Tingkat Masyarakat/Peternak
1). Diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat agar masyarakat
berani mengusulkan topik-topik penelitian sendiri, sehingga
para peneliti diharapkan memfasilitasi, agar masyarakat dapat
membuat proposal sendiri
2). Apabila masyarakat sudah dapat mengajukan proposal sendiri,
berarti masyarakat sudah dapat memenuhi kebutuhannya
sendiri dalam arti tanggungjawab hasil penelitian tidak lagi
menjadi beban pemerintah
3). Sebaiknya dana-dana penelitian untuk masyarakat diberikan
dalam bentuk block grant, sehingga para peneliti dapat
melakukan penelitian sesuai permintaan masyarakat. Tercapai
kepuasan pelanggan
4). Tentunya proses ini didahului proses-proses pemberdayaan
dan perencanaan dari T-2
2. Di Tingkat Penelitian untuk Investasi
1). Dana dapat diberikan dalam bentuk BOT atau “menyewa” para
Peneliti sesuai dengan peraturan yang ada, atau sepenuhnya
penelitian ini dibiayai oleh swasta melalui dana corporate
governance sebagai wujud pertanggungjawaban perusahaan
kepada masyarakat
2). Hasil-hasil penelitian selain bermanfaat bagi perusahaan
tersebut juga bermanfaat pada peneliti dan masyarakat.
3). Saat ini penelitian oleh lembaga-lembaga swasta masih sangat
minim, sehingga perlu terus didorong.
4). Dana yang dapat dialokasikan dapat berupa dana kemitraan.
3.Penelitian untuk Kepentingan Pemerintah
1). Penelitian ini sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah dan dilakukan
oleh peneliti pemerintah, namun perencanaannya harus
melibatkan Stake holder untuk melihat, misalnya penelitian
tentang kebijakan yang merupakan domain public good
2). Penelitian dapat dilakukan secara swakelola. Jenis penelitian
bersifat penelitian dasar dan kebijakan, misalnya penelitian
tentang pewilayahan sumber bibit, penelitian tentang
persilangan ternak atau pembentukan breed baru.
4. Agar Penelitian Efektif
Agar dapat dicapai efektifitas penelitian, maka di setiap level
penelitian, misalnya pada level penelitian untuk masyarakat perlu
dibentuk Komite-komite penelitian
Download