Total asset turnover adalah rasio untuk mengukur sejauh mana

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Manajemen
Kinerja
Financial Performance (2)
Fakultas
Program Studi
Tatap Muka
Program
Pascasarjana
Magister Teknik
Industri
10
Kode MK
Disusun Oleh
B2153EL
Dr. Sawarni Hasibuan, M.T.
Abstract
Kompetensi
-
Able to:
explain different types of performance
ratio;
explain the performance of an
organization from financial report;
detect opportunity of growth among
different organization from their financial
performance;
describe key success factor of financial
performance.
Liquidity Ratio
Solvability Ratio
Activity Ratio
Profitability Ratio
Market Ratio
Pengantar
Kinerja merupakan suatu kondisi yang harus diketahui dan dikonfirmasikan kepada pihak
tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil suatu organisasi atau perusahaan
dihubungkan dengan visi yang diemban organisasi atau perusahaan serta mengetahui
dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan operasional.
Menurut Munawir (2000), tujuan penilaian kinerja perusahaan diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. Untuk mengetahui tingkat likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih.
2. Untuk mengetahui tingkat solvabilitas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi baik kewajiban
keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
3. Untuk mengetahui
tingkat
rentabilitas
atau
profitabilitas,
yaitu menunjukkan
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
4. Untuk mengetahui tingkat stabilitas usaha, yaitu kemampuan perusahaan untuk
melakukan usahanya dengan stabil, yang diukur dengan mempertimbangkan
kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga atas hutang-hutangnya
termasuk membayar kembali pokok hutangnya tepat pada waktunya serta
kemampuan membayar deviden secara teratur kepada para pemegang saham tanpa
mengalami hambatan atau krisis keuangan.
Kinerja keuangan merupakan capaian kinerja yang diukur secara kuantitatif menggunakan
berbagai ukuran kinerja perusahaan melalui berbagai alat analisis laporan keuangan.
Kinerja keuangan suatu perusahaan adalah sangat penting dan bersifat strategis dalam
kaitannya terhadap perkembangan perusahaan. Hasil analisis terhadap laporan keuangan
suatu perusahaan akan dapat membantu menganalisis tingkat kesehatan perusahaan.
Laporan keuangan (Zaki Baridwan, 2010) adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan,
transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Setelah
laporan keuangan disusun berdasarkan data yang relevan, serta dilakukan dengan prosedur
akuntansi dan penilaian yang benar, akan terlihat kondisi keuangan perusahaan
2016
2
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
sesungguhnya yang meliputi jumlah harta (kekayaan), kewajiban (hutang) serta modal
(ekuitas) dalam neraca yang dimiliki. Kemudian juga akan diketahui jumlah pendapatan
yang diterima dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu sehingga akan
dapat diketahui bagaimana hasil usaha (laba atau rugi) yang diperoleh.
Guna mengetahui tingkat kesehatan keuangan, maka pengukuran kinerja keuangan perlu
dilakukan pada tiap akhir periode tertentu, dan ini merupakan salah satu tindakan penting
yang harus dilakukan oleh perusahaan guna mengetahui prestasi dan keuntungan yang
dicapainya melalui indikator-indikator pengukuran tingkat kesehatan keuangan dengan
harapan perusahaan beroperasi secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Untuk mengukur tingkat kesehatan keuangan perusahaan dapat digunakan alat analisis
yang disebut analisis rasio keuangan. Untuk melakukan analisis rasio keuangan, diperlukan
perhitungan rasio-rasio keuangan yang mencerminkan aspek-aspek tertentu. Rasio-rasio
keuangan mungkin dihitung berdasarkan atas angka-angka yang ada dalam neraca saja,
dalam laporan rugi-laba saja, atau pada neraca dan laporan rugi-laba.
Analisis Rasio Keuangan
Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja keuangan adalah
dengan menggunakan analisis rasio. Menurut Munawir (2002), analisis rasio merupakan
suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam laporan
neraca atau laporan laba/rugi baik secara individu atau kombinasi. Sementara menurut
James C Van Horne dalam Kasmir (2010), rasio keuangan merupakan indeks yang
menghubungkan dua angka akuntansi yang diperoleh dengan membagi satu angka dengan
angka lainnya. Dengan menggunakan laporan yang diperbandingkan, termasuk data
tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam jumlah nominal, prosentase, atau
trendnya, akan dapat membantu menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa
tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan terutama
apabila angka ratio tersebut dibandingkan dengan angka ratio pembanding yang digunakan
sebagai standard.
Tujuan dari analisis rasio keuangan adalah membantu manajer dalam memahami
apa yang perlu dilakukan perusahaan sehubungan dengan informasi yang berasal
keuangan yang sifatnya terbatas.
2016
3
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Keunggulan analisis rasio dibanding dengan teknik analisis lainnya diantaranya
adalah sebagai berikut:
1) Rasio yang merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik akan lebih mudah dibaca
dan ditafsirkan.
2) Rasio merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan
laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
3) Mengetahui posisi perusahaan dibandingkan industri lain.
4) Rasio sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan
keputusan dan model prediksi.
5) Menstandarisir ukuran perusahaan.
6) Lebih mudah membandingkan perusahaan dengan perusahaan yang lainnya secara
periodik.
7) Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan
datang.
Disamping keunggulan yang disebutkan di atas, analisis rasio juga mempunyai
beberapa keterbatasan sebagaimana berikut:
1) Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan
pemakai.
2) Keterbatasan yang dimiliki akuntansi atau laporan keuangan juga menjadi
keterbatasan analisis rasio ini seperti :
a) bahan perhitungan rasio atau laporan keuangan banyak mengandung taksiran
dan judgment yang dapat dinilai bias atau subyektif.
b) nilai yang terkandung dalam laporan keuangan dan rasio adalah nilai perolehan
(cost) bukan harga pasar.
c) klasifikasi dalam laporan keuangan bias berdampak pada angka rasio.
3) Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia maka akan menimbulkan kesulitan
menghitung rasio.
4) Sulit jika data yang tersedia tidak sinkron.
5) Jika dua perusahaan dibandingkan bisa saja teknik standar akuntansi yang dipakai
tidak sama.
Berdasarkan sumber datanya, angka rasio dapat dibedakan menjadi:
1) Rasio-rasio Neraca (Balance Sheet Ratios) yang tergolong dalam kategori ini adalah
semua rasio yang semua datanya diambil atau bersumber pada neraca, misalnya
current ratio, acid test ratio
2016
4
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2) Rasio-rasio Laporan Laba Rugi (Income Statement Ratios) yaitu angka-angka rasio
yang dalam penyusunannya semua datanya diambil dari Laporan Laba Rugi,
misalnya gross profit margin, net operating margin, operating ratio dan lain
sebagainya
3) Rasio-rasio antar Laporan (Interstatement ratios) ialah semua angka rasio yang
penyusunan datanya berdasar dari neraca dan data lainnya dari laporan Laba Rugi,
misalnya tingkat perputaran persediaan (inventory turn over), tingkat perputaran
piutang (account receivable turn over), sales to inventory, sales to fixed asset dan
lain sebagainya.
Secara umum jenis-jenis analisis rasio dapat dibedakan ke dalam kategori berikut ini,
yaitu:
1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
2. Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio)
3. Rasio Aktivitas (Aktivity Ratio)
4. Rasio Profitabilitas (Provitability Ratio), dan
5. Rasio Pasar (Market Ratio).
Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas digunakan untuk mengetahui kemampuan suatu perusahaan dalam
membayar hutang-hutangnya maupun untuk mengecek efisiensi modal kerja. Menurut John
J. Wild (2005), likuiditas (liquidity) mengacu pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban jangka pendeknya (< 1 tahun). Perusahaan yang mampu memenuhi atau
membayar kewajiban keuangan tepat pada waktunya disebut likuid, yaitu apabila aktiva
lancar lebih besar daripada hutang lancar. Sedangkan perusahaan yang tidak mampu
memenuhi atau membayar kewajiban keuangan tepat pada waktunya disebut inlikuid.
Untuk menilai posisi keuangan jangka pendek (likuiditas) suatu perusahaan
digunakan rasio berikut, yaitu:
1) Rasio lancar (current ratio)
Current Ratio merupakan salah satu rasio finansial yang paling umum digunakan
untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban
jangka pendek. Current Ratio yang tinggi menunjukkan kelebihan uang kas atau
aktiva lancar lainnya dibandingkan dengan yang dibutuhkan sekarang atau tingkat
likuditas yang rendah daripada aktiva lancar dan sebaliknya.
2016
5
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Current Ratio diperoleh dari hasil perbandingan antara jumlah aktiva lancar dengan
hutang lancar. Rasio ini menunjukkan bahwa nilai nilai kekayaan lancar (yang segera
dapat dijadikan uang) ada sekian kalinya hutang jangka pendek. Perhitungan rasio
lancar diperlihatkan pada persamaan berikut ini.
πΆπ‘’π‘Ÿπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘ π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘–π‘œ (CR) =
π‘π‘’π‘Ÿπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘ π‘Žπ‘ π‘ π‘’π‘‘π‘ 
π‘π‘’π‘Ÿπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘ π‘™π‘–π‘Žπ‘π‘–π‘™π‘–π‘‘π‘–π‘’π‘ 
Semakin besar rasio lancar (CR) semakin besar pula jaminan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Nilai current ratio sebesar 2.0 biasanya
dipersepsikan baik, tetapi besar kecilnya nilai current ratio juga tergantung jenis
industrinya. Sebagai ilustrasi, nilai current ratio sebesar 1.0 dinilai baik untuk utilitas
tetapi tidak baik untuk perusahaan manufaktur. Semakin baik prediksi cash flow
perusahaan, nilai current ratio yang dikategorikan baik dapat lebih rendah. Rasio
lancar yang tinggi tidak akan bermanfaat bila terdapat persediaan yang banyak dan
tidak dapat dicairkan dalam waktu singkat
2) Quick (Acid Test) Ratio
Quick (Acid Test) Ratio adalah kemampuan untuk membayar hutang yang harus
segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid (quick assets). Perhitungan
quick ratio adalah sebagai berikut:
π‘„π‘’π‘–π‘π‘˜ (𝐴𝑐𝑖𝑑 𝑇𝑒𝑠𝑑 π‘…π‘Žπ‘‘π‘–π‘œ − 𝐴𝑇𝑅) =
π‘π‘’π‘Ÿπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘ π‘Žπ‘ π‘ π‘’π‘‘π‘  − π‘–π‘›π‘£π‘’π‘›π‘‘π‘œπ‘Ÿπ‘¦
π‘π‘’π‘Ÿπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘ π‘™π‘–π‘Žπ‘π‘–π‘™π‘–π‘‘π‘–π‘’π‘ 
Semakin besar rasio ATR semakin besar pula jaminan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban jangka pendeknya. Nilai ATR yang direkomendasikan adalah > 1.0, tetapi
besar kecilnya nilai quick ratio juga dipengaruhi oleh ukuran perusahaan. Nilai quick
(acid test ratio) memberikan ukuran yang lebih baik untuk likuiditas keseluruhan
perusahaan hanya jika inventori perusahaan tidak mudah dikonversi menjadi cash.
Jika inventori cukup likuid, rasio lancar lebih dipilih untuk menunjukkan likuiditas
keseluruhan perusahaan.
No Credit Internal
No Credit Internal/NCI menunjukkan jumlah hari yang dapat dicover oleh likuiditas
yang tersedia untuk membiayai modal kerja. Perhitungan NCI adalah sebagai
berikut:
2016
6
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
𝑁𝐢𝐼 =
π‘Žπ‘˜π‘‘π‘–π‘£π‘Ž π‘™π‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ − π‘˜π‘’π‘€π‘Žπ‘—π‘–π‘π‘Žπ‘› π‘™π‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ
π‘π‘–π‘Žπ‘¦π‘Ž π‘œπ‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘– β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘Žπ‘› (𝐡𝑂𝐻)
Dimana:
𝐡𝑂𝐻 =
π‘†π‘Žπ‘™π‘’π‘  − (𝐸𝐡𝑇 + π·π‘’π‘π‘Ÿ. )
365
Satuan NCI adalah hari.
3) Net Working Capital
Walaupun secara actual bukan meruakan suatu rasio, net working capital juga umum
digunakan untuk mengukur likuiditas keseluruhan perusahaan.
Perhitungan net
working capital adalah sebagai berikut:
𝑁𝑒𝑑 π‘€π‘œπ‘Ÿπ‘˜π‘–π‘›π‘” π‘π‘Žπ‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘™ = π‘π‘’π‘Ÿπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘ π‘Žπ‘ π‘ π‘’π‘‘π‘  − π‘π‘’π‘Ÿπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘ π‘™π‘–π‘Žπ‘π‘–π‘™π‘–π‘‘π‘–π‘’π‘ 
Nilai net working capital tidak tepat jika digunakan untuk membandingkan kinerja
perusahaan yang berbeda, tetapi diperlukan untuk pengendalian internal antar
periode (time series).
Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas/Rentabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
melunasi atau membayar semua kewajiban-kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan baik
jangka pendek maupun jangka panjang. Perusahaan disebut solvabel apabila mempunyai
aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua hutang-hutangnya. Perusahaan
yang tidak mempunyai aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua hutanghutangnya disebut insolvabel.
Rasio Solvabilitas meliputi:
1) Rasio Hutang terhadap Asset (Debt to Asset Ratio)
Debt ratio mengukur proporsi dari total asset perusahaan yang dibiayai dari kreditor
atau menggambarkan seberapa besar porsi dana disediakan oleh kreditur untuk
investasi aset Rasio ini membandingkan jumlah total hutang dengan aktiva total
yang dimiliki perusahaan. Dari rasio ini, dapat digunakan untuk mengetahui
beberapa bagian aktiva yang digunakan untuk menjamin hutang. Perhitungan debt
ratio adalah sebagai berikut:
2016
7
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
𝐷𝑒𝑏𝑑 π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘–π‘œ =
π‘‘π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘™π‘–π‘Žπ‘π‘–π‘™π‘–π‘‘π‘–π‘’π‘ 
π‘‘π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘Žπ‘ π‘ π‘’π‘‘π‘ 
Biasanya, para kreditur lebih menyukai debt ratio (rasio hutang) yang rendah, sebab
semakin rendah rasio hutang perusahaan yang diberi kredit akan semakin besar
tingkat keamanan yang didapat kreditur pada waktu likuidasi. Jika debt ratio sebesar
0,66 artinya setiap Rp 0,66 hutang dijamin oleh Rp 1 aset.
2) Rasio Hutang terhadap Total Equity (Debt-to-Equity Ratio)
Rasio ini sering disebut dengan rasio leverage yang menunjukan berapa bagian
modal yang menjadi jaminan hutang. Dengan kata lain, rasio ini digunakan untuk
mengukur kemampuan modal untuk menutup hutang perusahaan. Rumusan untuk
mencari debt to equity ratio adalah dengan membandingkan total hutang dengan
modal sendiri, yaitu:
𝐷𝑒𝑏𝑑 − π‘’π‘žπ‘’π‘–π‘‘π‘¦ π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘–π‘œ (𝐷𝐸𝑅) =
π‘‘π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘™π‘–π‘Žπ‘π‘–π‘™π‘–π‘‘π‘–π‘’π‘ 
π‘‘π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘’π‘žπ‘’π‘–π‘‘π‘¦
Semakin rendah rasio ini akan semakin aman bagi kreditur jangka panjang. DER
dianggap tinggi jika di atas 100%. DER yang tinggi menunjukkan resiko perusahaan
yang tinggi karena dominannya sumber dana dari unsur hutang.
3) Rasio Times Interest Earned
Rasio Times Interest Earned (TIE) digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan membayar beban tetap bunga dengan laba sebelum pajak.
Rumus
perhitungan rasio TIE adalah sebagai berikut:
π‘‡π‘–π‘šπ‘’π‘  πΌπ‘›π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘ π‘‘ πΈπ‘Žπ‘Ÿπ‘›π‘’π‘‘ (𝑇𝐼𝐸) =
πΈπ‘Žπ‘Ÿπ‘›π‘–π‘›π‘” π΅π‘’π‘“π‘œπ‘Ÿπ‘’ πΌπ‘›π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘ π‘‘ π‘‡π‘Žπ‘₯ (𝐸𝐡𝐼𝑇)
πΌπ‘›π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘ π‘‘
𝐸𝐡𝐼𝑇 = π‘ƒπ‘Ÿπ‘œπ‘“π‘–π‘‘ + π‘‡π‘Žπ‘₯ + πΌπ‘›π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘ π‘‘
Rasio TIE yang tinggi menunjukkan situasi yang aman. Rasio yang rendah
memerlukan perhatian manajemen.
Satuan TIE adalah kali (times). TIE 2 kali
dianggap sangat rendah, TIE 3 kali dianggap rendah.
Rasio ini menurut Wild dkk. bukan rasio yang efektif melihat hubungan laba dengan
beban tetap.
2016
8
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan
aktiva yang dimilikinya atau untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya
perusahaan. Efisiensi yang dilakukan misalnya di bidang penjualan, sediaan, penagihan
piutang atau efisiensi di bidang lainnya.
Penggunaan rasio aktivitas adalah dengan cara membandingkan antara tingkat penjualan
dengan investasi dalam aktiva untuk satu periode. Artinya diharapkan ada keseimbangan
seperti yang diinginkan antara penjualan dengan aktiva seperti sediaan, piutang, dan aktiva
tetap lainnya. Kemampuan manajemen untuk menggunakan dan mengoptimalkan aktiva
yang dimiliki merupakan tujuan utama rasio ini. Tujuan penggunaan rasio aktivitas adalah:
ο‚ 
untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode
ο‚ 
untuk menghitung hari rata-rata penagihan piutang
ο‚ 
untuk menghitung berapa hari rata-rata sediaan tersimpan dalam gudang
Rasio aktivitas yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
1) Rata-rata umur piutang
Rata-rata umum piutang adalah rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama
(hari) yang diperlukan untuk melunasi piutang (merubah piutang menjadi kas). Ratarata umur piutang dapat diketahui setelah dilakukan perhitungan terhadap
perputaran piutang (turnover receivable/TOR).
Rumus untuk mencari receivable
turnover adalah:
𝑻𝒖𝒓𝒏𝒐𝒗𝒆𝒓 π’“π’†π’„π’†π’Šπ’—π’‚π’ƒπ’π’† (𝑻𝑢𝑹) =
𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑺𝒂𝒍𝒆𝒔
π‘¨π’—π’†π’“π’‚π’ˆπ’† π‘Ήπ’†π’„π’†π’Šπ’—π’‚π’ƒπ’π’†
Average Receivable merupakan piutang awal tahun ditambah akhir tahun dibagi
dua.
Dari TOR dapat diketahui umur piutang (Account Receivable/AR)
menggunakan rumus berikut:
𝑨𝒄𝒄𝒐𝒖𝒏𝒕 π‘Ήπ’†π’„π’†π’Šπ’—π’‚π’ƒπ’π’† (𝑨𝑹) =
πŸ‘πŸ”πŸŽ π’‰π’‚π’“π’Š
𝑻𝑢𝑹
Jika umur piutang 96,8 hari berarti diperlukan waktu 96,8 hari dari piutang
menjadi kas. TOR tinggi akan berakibat AR rendah. Nilai TOR idealnya tinggi
dan AR rendah (<30 hr). Angka penjualan sebaiknya penjualan kredit
2016
9
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2) Perputaran persediaan (Inventory turnover)
Inventory turnover merupakan rasio yang digunakan untuk menunjukan berapa kali jumlah
barang persediaan diganti dalam satu tahun. Tujuannya untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam menjual produk maupun untuk melihat berapa lama dana
tertanam dalam bentuk persediaan (merubah persediaan menjadi penjualan).
Semakin kecil rasio ini, semakin buruk, denikian sebaliknya. Rumus untuk mencari
inventory turnover adalah:
π‘°π’π’—π’†π’π’•π’π’“π’š 𝒕𝒖𝒓𝒏𝒐𝒗𝒆𝒓 (𝑻𝑢𝑰) =
π΄π‘£π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘”π‘’ π‘–π‘›π‘£π‘’π‘›π‘‘π‘œπ‘Ÿπ‘¦ =
π‘ͺ𝒐𝒔𝒕 𝒐𝒇 π’ˆπ’π’π’… 𝒔𝒐𝒍𝒅
π‘¨π’—π’†π’“π’‚π’ˆπ’† π’Šπ’π’—π’†π’π’•π’π’“π’š
π‘–π‘›π‘£π‘’π‘›π‘‘π‘œπ‘Ÿπ‘– π‘Žπ‘€π‘Žπ‘™ − π‘–π‘›π‘£π‘’π‘›π‘‘π‘œπ‘Ÿπ‘– π‘Žπ‘˜β„Žπ‘–π‘Ÿ
2
Semakin besar nilai rasio inventory turnover maka semakin baik, demikian
sebaliknya.
Rasio inventory turnover akan bermakna jika dibandingkan dengan
perusahaan lain pada industri yang sejenis atau untuk pada perusahaan yang sama
pada periode yang berbeda.
Umur persediaan (Account Inventory) dihitung dengan membagi 360 hari kerja per
tahun dengan inventory turnover dengan rumus berkut:
𝑨𝒄𝒄𝒐𝒖𝒏𝒕 π‘°π’π’—π’†π’π’•π’π’“π’š (𝑨𝑰) =
πŸ‘πŸ”πŸŽ π’‰π’‚π’“π’Š
𝑻𝑢𝑰
Umur persediaan 91,25 hari berarti diperlukan waktu 91,25 hari dari persediaan
menjadi penjualan. Semakin kecil nilai umur persediaan (AI) maka semakin baik,
namun jika terlalu kecil dibanding leadtime maka akan menimbulkan bad stock.
3) Perputaran Aktiva Tetap (Fixed asset turnover)
Fixed asset turnover adalah rasio untuk mengukur sejauh mana kemampuan
perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki
perusahaan. Rumus untuk mencari fixed asset turnover adalah sebagai berkut:
π‘­π’Šπ’™π’†π’… 𝒂𝒔𝒔𝒆𝒕 𝒕𝒖𝒓𝒏𝒐𝒗𝒆𝒓 (𝑻𝑢𝑭𝑨) =
2016
10
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
𝑺𝒂𝒍𝒆𝒔
𝑡𝒆𝒕 π’‡π’Šπ’™π’†π’… 𝒂𝒔𝒔𝒆𝒕
Nilai Perputaran aktiva tetap (TOFA) yang besar akan lebih disukai karena
merefleksikan efisiensi pemanfaatan fixed asset yang lebih besar.
Nilai TOFA
sebesar 5,1 kali dalam setahun berarti aktiva tetap mampu menghasilkan penjualan
5 kali.
4) Perputaran Total Aktiva (Total asset turnover)
Total asset turnover adalah rasio untuk mengukur sejauh mana kemampuan
perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan total aktiva yang dimiliki. Rumus
untuk mencari total asset turnover adalah dengan menggunakan rumus berkut:
𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒂𝒔𝒔𝒆𝒕 𝒕𝒖𝒓𝒏𝒐𝒗𝒆𝒓 (𝑻𝑢𝑻𝑨) =
𝑺𝒂𝒍𝒆𝒔
𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒂𝒔𝒔𝒆𝒕
Perputaran total aktiva (TOTA) 1,3 kali dalam setahun berarti keseluruhan aktiva
mampu menghasilkan penjualan 1,3 kali.
Rasio Profitabilitas
Rasio Rentabilitas atau bisa disebut juga dengan Rasio Profitabilitas digunakan untuk
mengukur keberhasilan perusahaan dalam memperoleh keuntungan pada tingkat penjualan,
asset, dan modal yang ada dalam periode tertentu.
Yang termasuk dalam rasio rentabilitas adalah sebagai berikut:
1) Operating Profit Margin (OPM)
Profit Margin (PM) merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur
margin
laba
atas
penjualan.
Cara
pengukuran
rasio
ini
adalah
dengan
membandingkan laba bersih sebelum biaya bunga dan pajak dengan total penjualan.
Profit margin sering juga dinyatakan dalam gross profit margin, operating profit
margin ataupun pretax profit margin. OPM dihitung dengan menggunakan rumus
berikut:
π‘Άπ’‘π’†π’“π’‚π’•π’Šπ’π’ˆ π‘·π’“π’π’‡π’Šπ’• π‘΄π’‚π’“π’ˆπ’Šπ’ (𝑢𝑷𝑴) =
π’π’‘π’†π’“π’‚π’•π’Šπ’π’ˆ π’‘π’“π’π’‡π’Šπ’•
𝒔𝒂𝒍𝒆𝒔
2) Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin (NPM) yang tinggi menandakan kemampuan perusahaan yang
tinggi menghasilkan laba pada tingkat penjualan tertentu. Sebaliknya Net PM yang
rendah cenderung menunjukkan ketidakefisienan perusahaan. Net PM suatu industri
2016
11
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
berbeda dengan industri yang lain.
NPM dihitung dengan menggunakan rumus
berikut:
𝑡𝒆𝒕 π‘·π’“π’π’‡π’Šπ’• π‘΄π’‚π’“π’ˆπ’Šπ’ (𝑡𝑷𝑴) =
𝒏𝒆𝒕 π’‘π’“π’π’‡π’Šπ’• 𝒂𝒇𝒕𝒆𝒓 𝒕𝒂𝒙
𝒔𝒂𝒍𝒆𝒔
3) Return on Asset (ROA)
Return on Aset (ROA) adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan
menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset tertentu.
ROA juga sering
disebut dengan ROI (return on investment). ROA/ROI adalah salah satu bentuk dari
rasio rentabilitas yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk
operasi perusahaan untuk memperoleh keuntungan (profit). Dengan demikian rasio
ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dengan jumlah investasi atau aktiva
yang digunakan untuk beroperasi. Return on Investment sering disebut juga sebagai
Rentabilitas Ekonomi. ROA dihitung dengan menggunakan rumus berikut:
𝑹𝒆𝒕𝒖𝒓𝒏 𝒐𝒏 𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒂𝒔𝒔𝒆𝒕 (𝑹𝑢𝑨) =
𝒏𝒆𝒕 π’‘π’“π’π’‡π’Šπ’• 𝒂𝒇𝒕𝒆𝒓 𝒕𝒂𝒙𝒆𝒔
𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒂𝒔𝒔𝒆𝒕
ROA 6,3% artinya dari setiap Rp 1 aset perusahaan mampu menghasilkan laba Rp
0,063. ROA yang tinggi menunjukkan efisiensi manajemen asset. Laba bersih yang
tinggi menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dinyatakan
dalam rumus laba bersih + biaya bunga (dikurangi pajak).
4) Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio yang membandingkan antara keuntungan (profit)
dengan jumlah modal sendiri. Rasio ini menunjukkan kemampuan modal dalam
menghasilkan profit. Retun on Equity (ROE) sering disebut juga dengan istilah
Rentabilitas Modal Sendiri. ROE dihitung dengan menggunakan rumus berikut:
𝑹𝒆𝒕𝒖𝒓𝒏 𝒐𝒏 π’†π’’π’–π’Šπ’•π’š (𝑹𝑢𝑬) =
2016
12
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
𝒏𝒆𝒕 π’‘π’“π’π’‡π’Šπ’• 𝒂𝒇𝒕𝒆𝒓 𝒕𝒂𝒙𝒆𝒔
π’”π’•π’π’„π’Œπ’‰π’π’π’…π’†π’“π’”′ π’†π’’π’–π’Šπ’•π’š
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Rasio Pasar
Rasio pasar adalah sekumpulan rasio yang menghubungkan harga saham perusahaan
dengan laba dan nilai buku persaham. Rasio ini memberikan kepada manajemen petunjuk
mengenai apa yang di pikirkan investor atas kinerja perusahaan dimasa lalu serta prospek
dimasa mendatang.
Didasarkan pada sudut pandang investor, dikenal beberapa macam rasio pasar yaitu:
1) Price Earning Ratio (PER)
Price Earning Ratio (PER) adalah rasio untuk melihat harga saham relatif terhadap
earningnya. Rumus untuk menghitung PER adalah sebagai berikut:
π‘·π’“π’Šπ’„π’† π‘¬π’‚π’“π’π’Šπ’π’ˆ π‘Ήπ’‚π’•π’Šπ’ (𝑷𝑬𝑹) =
π’‰π’‚π’“π’ˆπ’‚ 𝒑𝒂𝒔𝒂𝒓 𝒑𝒆𝒓 π’π’†π’Žπ’ƒπ’‚π’“ π’”π’‚π’‰π’‚π’Ž
π’†π’‚π’“π’π’Šπ’π’ˆ 𝒑𝒆𝒓 π’π’†π’Žπ’ƒπ’‚π’“
π‘¬π’‚π’“π’π’Šπ’π’ˆ 𝒑𝒆𝒓 𝒔𝒉𝒆𝒆𝒕 (𝑬𝑷𝑺) =
π’†π’‚π’“π’π’Šπ’π’ˆ 𝒂𝒇𝒕𝒆𝒓 𝒕𝒂𝒙𝒆𝒔
π’‹π’–π’Žπ’π’‚π’‰ π’”π’‚π’‰π’‚π’Ž 𝒃𝒆𝒓𝒆𝒅𝒂𝒓
Jika diperoleh nilai PER sebesar 10,5 berarti harga pasar per lembar saham
mencapai 10,5 kali dari EPS.
PER yang tinggi menunjukkan prospek tumbuh
perusahaan yang tinggi (kalau terlalu tinggi tidak baik karena mungkin harga saham
tidak akan naik lagi dan kemungkinan memperoleh capital gain akan lebih kecil).
PER yang rendah menunjukkan prospek tumbuh yang rendah
2) Dividend Yield (DY)
Dividend Yield (DY) adalah rasio untuk melihat bagian dari harga pasar saham yang
akan diperoleh investor. Rumus untuk menghitung dividend yield adalah sebagai
berikut:
π‘«π’Šπ’—π’Šπ’…π’†π’π’… π’€π’Šπ’†π’π’… (𝑫𝒀) =
π’…π’Šπ’—π’Šπ’…π’†π’π’… 𝒑𝒆𝒓 𝒔𝒉𝒆𝒆𝒕
π’‘π’“π’Šπ’„π’† π’Žπ’‚π’“π’Œπ’†π’• 𝒑𝒆𝒓 𝒔𝒉𝒆𝒆𝒕
Dividen yield 0.0034% berarti sebanyak 0,0034% dari harga pasar saham akan
menjadi bagian investor.
Perusahaan dengan prospek tumbuh yang tinggi
cenderung punya DY rendah & PER tinggi.
2016
13
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3) Dividen payout ratio (DPR)
Rasio pembayaran Dividend (Dividend payout ratio/DPR) adalah rasio untuk melihat
bagian EPS yang dibayarkan sebagai dividen kepada investor.
Rumus untuk
menghitung DPR adalah sebagai berikut:
π‘«π’Šπ’—π’Šπ’…π’†π’π’… π’‘π’‚π’šπ’π’–π’• π’“π’‚π’•π’Šπ’ (𝑫𝑷𝑹) =
π’…π’Šπ’—π’Šπ’…π’†π’π’… 𝒑𝒆𝒓 𝒔𝒉𝒆𝒆𝒕
π’†π’‚π’“π’π’Šπ’π’ˆ 𝒑𝒆𝒓 𝒔𝒉𝒆𝒆𝒕
Dividen payout ratio (DPR) sebesar 35,3% berarti sebanyak 35,3% dari EPS akan
menjadi bagian investor.
Perusahaan dengan prospek tumbuh yang tinggi
cenderung punya pembayaran dividen rendah
4) Rasio Nilai Pasar/Nilai Buku
Rasio harga saham terhadap nilai buku memberikan indikasi lain tentang bagaimana
investor memandang perusahaan. Perusahaan dengan tingkat pengembalian atas
ekuitas yang relative tinggi biasanya menjual saham beberapa kali lebih tinggi dari
nilai bukunya, dibanding dengan perusahaan dengan tingkat pengembalian yang
rendah. Untuk menghitung rasio ini, pertama harus dihitung nilai buku per lembar
sahamnya. Nilai buku per lembar saham adalah total ekuitas saham biasa dibagi
dengan jumlah saham biasa yang beredar.
Rasio nilai pasar/buku dihitung dengan rumus harga pasar per lembar saham dibagi
dengan nilai bukunya. Berikut rumus perhitungannya:
π‘΅π’Šπ’π’‚π’Š π’ƒπ’–π’Œπ’– 𝒑𝒆𝒓 π’”π’‚π’‰π’‚π’Ž =
π’†π’Œπ’–π’Šπ’•π’‚π’” π’”π’‚π’‰π’‚π’Ž π’ƒπ’Šπ’‚π’”π’‚
π’‹π’–π’Žπ’π’‚π’‰ π’”π’‚π’‰π’‚π’Ž 𝒃𝒆𝒓𝒆𝒅𝒂𝒓
π‘Ήπ’‚π’”π’Šπ’ π’π’Šπ’π’‚π’Š 𝒑𝒂𝒔𝒂𝒓 𝒑𝒆𝒓 π’π’Šπ’π’‚π’Š π’ƒπ’–π’Œπ’– =
π’‰π’‚π’“π’ˆπ’‚ 𝒑𝒂𝒔𝒂𝒓 𝒑𝒆𝒓 π’”π’‚π’‰π’‚π’Ž
π’π’Šπ’π’‚π’Š π’ƒπ’–π’Œπ’– 𝒑𝒆𝒓 π’”π’‚π’‰π’‚π’Ž
Analisa Trend
Analisa trend adalah metode sederhana untuk mencatat rasio dan biaya setiap periode
waktu untuk evaluasi kinerja keuangan perusahaan.
Analisa trend menggunakan
perbandingan perhitungan keuangan berapa tahun (umumnya 3 tahun) berdasarkan tahun
dasar.
Penetapan tahun dasar dapat didasarkan dari (1) tahun paling awal, (2) tahun
dengan kinerja paling baik, atau (3) tahun dengan kinerja standar
2016
14
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Analisa Rasio Lengkap
Sales
minus
Cost of Good
Sold
Income
Statemen
t
Operating
Expenses
minus
Net Profit
After Tax
Divided by
Net Profit
Margin
Sales
Interest
Expenses
Return on
Total Asset
(ROA)
minus
Taxes
Sales
Current Assets
+
Net Fixed
Assets
Balance
Sheet
Current
Liabilities
+
Long Term
Debt
divided by
TotalL
Assets
Total
Asset
Turnover
Multipkied by
TotalLiabili
ties
plus
Stockhold
er’ Equity
Total
Liabilities
and
Stockholder
s’ Equity =
Total Assets
divided by
Return on
Total Equity
(ROE)
Financial
Leverage
Multiplier
(FLM)
Stockholde
r’ Equity
Daftar Pustaka
Gitman, L.J. 2004. Principles of Managerial Finance. Harper Collins College Publisher,
New York.
2016
15
Performance Management
Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download