Edisi 336 – 3 April 2015

advertisement
Edisi 336 – 3 April 2015
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 1
Edisi 336 – 3 April 2015
PIMPINAN BAIT MINISTRY
Pembina : Pdt. Dr. Moldy Mambu & Handry Sigar
Pengawas : Willy Wuisan & Yoshen Danun
Pengurus : Ketua – Lucky Mangkey
Sekertaris – Janette Sepang
Bendahara – Yance Pua
PENGURUS BULETIN BAIT
Penasihat : Pdt. Dr.Moldy Mambu, Pdt. Noldy Sakul, Pdt. Sammy Lee
Pemimpin Umum : Handry Sigar
Wkl Pem. Umum : Yoshen Danun
Pemred
Wapemred
Sekretaris
Bendahara
: Willy Wuisan
: Herschel Najoan
: Meilien Langi-M
: Yance Pua
Visi
Menyebarkan pekabaran tiga malaikat khususnya di
Indonesia Kawasan Timur dan untuk mempersiapkan
umat pada kedatangan Kristus yang kedua kali
Misi
BAIT Ministry sebagai suatu wadah perpanjangan
tangan GMAHK di Indonesia Kawasan Timur
mengusahakan mendorong berkembangnya pekerjaan
Tuhan secara maksimal melalui berbagai bidang
pelayanan
General Controller : Ellen Manueke, Tommy Manawan
HRD : Janette Sepang,
Koordinator Produksi : Osvald Taroreh, Harold Somba
Editor Alfa Tumbuan , Royke Sundalangi, Handry Suwu, Wayne
Rumambi, Jufrie Wantah, John Taebenu.
Rubrik Opini Lucky Mangkey, Mickael Mangowal, Bruce Sumendap,
Pdt. Bayu Kaumpungan, Jack Kusoy
Kolom Renungan Pdtm. Davy Politon Pdt. Stenly Karwur, Pdt. Ronie
Panambunan,Pdt. Raymond Lohonauman, pdtm. Ronie Umboh
Rubrik Kesehatan Jeiner Rawung, dr. Harold Manueke,
dr. Alvin Rantung, dr. Grace Rantung, dr. Marthin Walean,
dr. E Tomarere, dr. Ruben Supit
Rubrik Keluarga Repsta Moal, James Manurip,
Pdt. Jacky Runtu, Pdt. H. Suawah
Rubrik Roh Nubuat Pdt. Kalvein Mongkau, Pdt. Dr. Allan Pasuhuk,
Pdt. Douglas Sepang, Pdt. Dr. Robert Walean, Pdtm. Glen Rumalag
Rubrik Pathfinder Frankie Sumarauw, Green Manueke, Fransisca Muntu
Rubrik Profil Irma Pakasi, Janice Losung, Green Mandias
Rubrik Pionir Pdt E. Takasanakeng
Rubrik Ragam Debby Langitan, Jimi Pinangkaan, Ellen Manueke
Rubrik Kesaksian Freddy Losung, Agustine Lureke
Rubrik Biblical & Theological Pdt. Blasius Abin, Pdt. Swineys Tandidio
Motivational Words Dr. Peggy Iskandar-Wowor
Inspirational Story Bredly Sampouw
Tanya Jawab Pdt. Bryan Sumendap,
Pdt. Larry Windewani, Pdt. Dr. Ronell Mamarimbing
Cerita Anak Max Kaway
Catatan Kami Denny Kalangi
Tim Layout Caddy Malonda, Ivan Kembuan, Freddy Kalangi,
Pdt. Harold Oijaitou, Jenry Wungkana, Herold Heydemans, pdtm. Davy
Tielung, Jimi Moehadjedi, Belly Wungkana, Brayn Mamanua, Stanly
Keles, Pdtm. Ressa Liwe, Marchel Tombeng, Pdtm. Raynald Makalew
Web Master Michael Mangowal, Nielson Assa
Multimedia : Ellen Mangkey
Distribution Pdtm. Dale Sompotan
Biro: Philipina Govert Woramuri Manado Jeiner Rawung, Mikael
Terok, Janet Ngantung, Hengki Kambey, Erwin Wuisan,
Papua David Bindosano, Samuel Rorimpandey, Hendy Sahetapy, Noldy
Abraham Sulawesi Tengah Pdt. Stenly Karwur
Jawa Timur Pdtm. Fabyo Rumagit Ratahan Refli Ompi,Sangir Talaud
Pdt. Edison Takasanakeng Ambon Mario Lekatompessy Kotamobagu
Maikel Makarewa Balikpapan Beverly Nangon Runturambi , Vanda
Karundeng Tumbel Tanah Toraja Hartoyo Tismail
Editorial
3
Renungan
4
Opini
7
Tulisan Ellen G. White
9
Inspirational Story
12
Cerita Untuk Anak
14
Pathfinder
16
Sehat Jasmani – Rohani
18
Artikel
20
Palakat – Aneka Berita
22
Catatan Kami
23
Buletin BAIT adalah media rohani khusus untuk anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (untuk kalangan sendiri). Redaksi
Buletin BAIT menerima Renungan, Artikel Rohani, Kesaksian, dan Berita kegiatan gereja yang sesuai dengan visi dan misi BAIT
Ministry. BRedaksi
materi yang tidak sesuai visi dan
u l e t iberhak
n B Amelakukan
I T O n l i proses
n e - w editing,
w w . b menentukan
u l e t i n . b arubrik
i t o ndan
l i ntidak
e . omemuat
rg
Halaman 2
misi atau etika jurnalistik. Renungan, Artikel, Kesaksian dan Berita dapat dikirim melalui email [email protected]
Kunjungi website BAIT di www.buletin.baitonline.org, alamat lama www.baitonline.org
Edisi 336 – 3 April 2015
Paskah, Passover, Easter ???
H
ari raya paskah menjadi hari raya yang sangat popular di kalangan Kristen. Di tempat-tempat tertentu perayaan ini bahkan
melebihi perayaan Natal. Berbagai persiapan dilakukan di mana-mana. Tanda-tanda salib dengan ikatan kain ungu dari
bambu di pasang di sepanjang jalan sampai di lorong-lorong. Lampu kerlap-kerlip dipasang di berbagai sudut jalan dan di
pegunungan yang strategis dan mudah dilihat warga. Pawai lampion, pawai obor dan berbagai atraksi yang menunjukkan
kematian Yesus dipertontontak di jalanan sampai di dalam gereja. Perlombaan mencari telur paskah masih saja marak di
mana-mana. Atribut telur paskah, kelinci ikut mewarnai perayaan Paskah Kristen.
Ketika seorang pimpinan gereja ditanya, apa makna telur dan kelinci dalam perayaan paskah, ternyata tidak bisa memberikan
jawaban yang pasti dan memang banyak yang tidak bisa menjelaskan makna Alkitabiah Telur dan Kelinci dalam perayaan
paskah karena memang makna aslinya bukan berasal dari Alkitab tetapi dari perayaan kekafiran yang kemudian diadobsi ke
dalam perayaan Kekristenan. Sebelum kekristenan muncul, di negara 4 musim (Eropa) ada tradisi untuk merayakan
datangnya musim-musim. Dewa musim Semi yang juga dikenal dengan dewi kesuburan, yang bernama "Eostre" adalah dewi
yang disembah pada perayaan "vernal equinox". Nama dewi ini juga yang akhirnya dipakai untuk menyebut hari Paskah
Kristen dengan sebutan "Easter" (bahasa Inggris).
Pada abad-abad pertama kekristenan, tradisi ini sulit dihapus karena memang kebetulan jatuh pada setiap awal musim Semi.
Perayaan musim Semi selalu dirayakan dengan meriah mengiringi kegembiraan meninggalkan musim dingin yang suram dan
beku (mati). Tumbuh-tumbuhan dan bunga mulai tumbuh dan bermekaran, dan suasana keceriaan seperti ini menjadi saat
yang tepat untuk membagi-bagikan hadiah. Membagi-bagikan telur yang melambangkan kehidupan baru yang datangnya dari
dewi kesuburan begitu pula dengan kelinci yang banyak bermunculan pada masa itu dan kelinci ini pula dikenal dengan
mahluk yang cepat berkembang biak.
Menurut Greek Orthodox Church bahwa mereka merayakan easter bukan pada hari minggu, tapi sekarang kenapa easter di
rayakan pada hari Minggu? Di abad ketiga dan keempat, banyak orang Kristen memperdebatkan hari perayaan Paskah ini,
apakah akan berdasarkan Passover orang Yahudi, yaitu setiap tanggal 14 Nisan (tidak perduli hari apa itu) atau apakah setiap
hari minggu pertama dari 22 Maret – 25 April (First full moon of springs. Oleh kerena perdebatan ini maka Constantine
membawa masalah ini ke Council of Nicaea (AD 325) yang akhirnya memutuskan bahwa bahwa perayaan Paskah adalah
setiap minggu pertama setelah the first full moon of spring, bukan lagi berdasar atas penanggalan orang Yahudi. Keputusan
ini diambil oleh karena pengaruh Christian Gentile (seperti Constantine) yang sudah banyak menjadi pemimpin gereja dan
keputusan ini lebih banyak berdasarkan politik dari pada biblical. Hal ini disebabkan oleh kebencian Kristen Gentiles kepada
Kristen Jews yang selalu mempersoalkan pentingnya mengikuti tradisi Yahudi.
Jadi sebenarnya perayaan Easter dan Passover adalah perayaan yang berbeda. Perayaan Easter adalah perayaan tahunan akan
kebangkitan Yesus Kristus yang diadopsi dari perayaan kekafiran yang kemudian ”dirohanikan”. Sementara Passover adalah
perayaan tahunan akan kelepasan bangsa Israel dari tanah Mesir menuju Kanaan.
Redaksi
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 3
Edisi 336 – 3 April 2015
“Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi
yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah
dan kepada Mamon.” Lukas 16:13
etika manusia menemukan cara pembayaran
menggunakan uang, peradabanpun berubah pada
kemudahan. Transaksi tidak lagi dengan cara
barter atau menimbang perak atau pun emas tapi
cukup dengan membawa kertas. Perkembangan
jaman kemudian member alternatip kecepatan
membayar. Orang tidak perlu membawa dompet
tebal tapi cukup dengan selembar kartu ATM/Kredit/Debit
untuk berbelanja. Waktu terus berubah, dipercayanya sebuah
bank tidak lagi diukur dari besar dan kuatnya brankas yang
dipunyai tapi oleh pengelolaan uang yang hati-hati. Anda
punya banyak uang maupun sedikit uang, ingat, bahwa uang
adalah alat bukan tujuan. Manusia adalah tuan dan uang adalah
K
hamba, bukan sebaliknya. (Ibrani 13:5; 1 Timotius 6:10; Filipi
3:7,8).
Tak dapat disangkal bahwa factor keuangan menjadi salah satu
unsure penggerak sebuah organisasi. Sebut saja ketika
menentukan suatu program pada suatu jemaat, walaupun
rencana sudah mantap di tahapan pencapaian sudah jelas tetapi
keuangan belum tersedia maka akan terjadi kesulitan. Target
yang disasar akan tertunda dan rencana dapat saja terbengkalai.
Kenapa di suatu wilayah soal keuangan tidak menjadi masalah
dalam menjalankan program dan di lain jemaat terjadi
hambatan karena kekurangan dana. Tuhan tidaklah miskin
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 4
Edisi 336 – 3 April 2015
biasa kita mendengarkan dan hal itu adalah benar (Mazmur
24:1). Namun semuanya terpulang juga kepada pimpinan di
jemaat. Ketika seseorang diangkat menjadi tua-tua jemaat,
keberadaannya di Jemaat menjadi “model” bagi semua anggota
jemaat.
Berapa jumlah yang akan diberikan bagi Tuhan? Berapa jumlah
yang akan dibagikan pada yang membutuhkan ? Sebenarnya
bukan soal dompet besar atau kecil. Yang paling utama adalah
hati yang besar. Bukankah begitu? ***
Sumber keuangan Jemaat adalah “Kesetiaan dan Kerelaan”
para anggota yang menyadari bahwa sumber semua berkat itu
datang dari pada Tuhan (Ulangan 18:8). Di suatu jemaat yang
factor kerohaniannya selalu dibina akan menghasilkan
perkembangan keuangan yang memuaskan. Disinilah para
pimpinan Jemaat memegang peranan penting.
Pimpinan jemaat sangat berperan terhadap maju mundurnya
keuangan Jemaat. Perpuluhan dan persembahan akan diberikan
dengan sukacita oleh anggota jemaat karena melihat berkat
Tuhan kepada para pimpinan jemaat. Pimpinan jemaat bukan
hanya dalam menyampaikan Firman Tuhan tetapi juga
kehidupannya mengeset “Tune” di kalangan anggota. Suasana,
keharmonisan dan keakraban antara anggota dan tua-tua
Jemaat, pasti akan meningkatkan spiritual di Jemaat yang
tentunya akan mempengaruhi kekuatan dana di Jemaat.
Di sebuah jemaat yang sedang membangun para tamu
terkagum-kagum melihat pembangunan gereja yang tergolong
berukuran besar dan hamper selesai. Padahal anggota jemaat
bukanlah dating dari kalangan orang berada. Di acara ibadah
Sekolah Sabat, si tamu memperhatikan bahwa ketika dipanggil
koor jemaat, yang berdiri menyanyi hamper seluruh hadirin.
Acara bergulir dengan lancer dan ternyata mulai anak-anak
sampai orang tua semuanya mengambil bahagian dengan
gembira. Rupanya di sini letak kunci keberhasilan jemaat yaitu:
Spiritual. Ketika kerohanian ditinggikan, tidak ada lagi
perbedaan, saling mengasihi, orang menjadi murah hati, suka
berkorban dan ringan tangan untuk membantu.
“Kristus tidak memandang perbedaan kebangsaan, kedudukan
atau kepercayaan,. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi
ingin menjadikan karunia-karunia surge itu sebagai keuntungan
lokal dan nasional dan tidak mengikut sertakan keluarga Allah
lainnya di dunia ini. Tetapi Kristus dating untuk merobohkan
setiap dinding pemisah. Ia datang untuk menunjukkan bahwa
karunia rahmat dan kasih-Nya sama dan tak terbatas seperti
udara, terang, ataupun hujan yang menyegarkan bumi.”EG
White, Hidup Yang Terbaik hal. 17.
Sering kita dengar orang katakan bahwa yang paling penting
dalam matematika kehidupan bukannya tambah,kurang dan kali
tapi utamanya ialah bahagi. Ya berbagi kasih dalam keseharian
dalam wujud senyum, support, semangat, sokongan maupun
materi. Sama seperti ungkapan “kehidupan seseorang bukan
diukur dari berapa banyak yang dia dapatkan, tidak juga dari
jumlah yang dia kumpulkan tapi dinilai dari berapa banyak
yang dia bagikan”.
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 5
Edisi 336 – 3 April 2015
D
i berbagai sudut kota Manado sekarang ini terlihat
pemandangan menarik dengan berbagai hiasan
bermotif Kristiani. Pernak-pernik dengan lambing
salib ada di mana-mana. Sepanjang jalan di daerah
Minahasa terpancang tanda salib yang terbuat dari bambu
atau kayu dan dibagian tengahnya diikatkan kain warna
ungu. Lampu-lampu kerlap-kerlip dengan tanda salib di
rumah-rumah penduduk. Tanda salib berukuran besar
ditaruh di tempat-tempat yang agak tinggi atau di
pegunungan dengan berbagai hiasan yang menandakan
kematian Yesus. Pawai obor, pawai lampion, pawai
kendaraan hias dengan disertai atraksi penyaliban Yesus
ada di mana-mana, baik di jalanan maupun di gerejagereja.
Di beberapa gereja panitia mengatur perayaan yang
digemari anak-anak berburu telur paskah yang diletakkan
secara diam-diam seakan-akan oleh kelinci Paskah.
Ucapan selamat paskah bertebaran di berbagai media
sosial.
Perayaan Paskah ini mendapatkan perhatian besar di
kalangan Kristiani di berbagai belahan bumi ini tidak
terkecuali di Indonesia. Namun demikian bila kita
cermati, Paskah Kristen saat ini berbeda dengan Paskah
versi Alkitab. Bila pada zaman Alkitab Paskah
(Pesakh/Passover) diperingati setiap tanggal 14 bulan
Abib/Nisan. Di mana tanggalnya sudah pasti. Berbeda
dengan Paskah (Easter) Kristen yang jatuh pada hari
minggu antara tanggal 22 Maret – 25 April. Di mana
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 7
Edisi 336 – 3 April 2015
perayaan Easter ini merujuk pada peringatan dewi
kesuburuan Eostre.
Eostre merupakan nama Anglo-Saxon dari Dewa Musim
Semi dan Kesuburan. Perayaan Eostre diadakan tepat
pada hari di mana Matahari melewati titik Vernal
Equinok. Maskot dalam perayaan itu adalah kelinci yang
menandakan kesuburan dan telur yang dicat warna-warni
yang menandakan sinar Matahari diawal musim semi.
Semua ini berasal dari perayaan kekafiriran yang intinya
adalah dewi kesuburan Eostre.
Bilamana Rasul Paulus berbicara tentang “makanan dan
minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun
hari Sabat,” orang-orang Yahudi mengerti betul apa yang
dimaksudkannya, Rasul Paulus tidak berbicara tentang
makanan haram atau halal, ia juga tidak berbicara tentang
Sabat hari yang ketujuh, tetapi ia membicarakan tentang
“hari-hari raya tahunan, Sabat tahunan yang didalamnya
terdapat juga persembahan makanan dan minuman (lihat
Bilangan 15:5, 6; Ibrani 9:10). Semuanya itu, kata Rasul
Paulus hanyalah bayangan dari apa yang harus datang,
sedang wujudnya ialah Kristus. (dari berbagai sumber)
***
Paskah Alkitab atau Passover dimulai pada saat terakhir
orang Israel keluar dari perhambaan Mesir. Kekerasan hati
Raja Firaun yang menahan Bangsa Israel untuk keluar
pergi beribadah kepada Tuhan mengakibatkan penderitaan
orang Mesir. 10 belah, tulah atau kutuk diturunkan Tuhan
ke atas mereka dan yang terakhir adalah yang paling berat
dan menyedihkan sehingga membuat hati Firaun luluh.
Itulah kutuk kematian anak sulung dari manusia sampai
kepada anak binatang (Keluaran 12:12). Diperintahkan
agar bangsa Israel merayakan Paskah dengan cara
menyembelih seekor anak domba, jantan, tidak bercela
dan satu tahun usianya (ayat 3-6), darah anak domba itu
harus dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada
ambang atas (ayat 7), dagingnya harus dipanggang dan
dimakan bersama roti yang tidak beragi beserta sayur
pahit (ayat 8). Semua aturan ini harus dikerjakan dengan
hati-hati bahwa satu tulangpun dari anak domba itu tidak
boleh dipatahkan (ayat 46).
Merujuk pada Paskah Alkitab, maka jika benar-benar
ingin merayakan Paskah maka harus ada penyembelihan
anak domba. Karena tanpa penyembelihan anak domba,
maka itu bukanlah perayaan Paskah yang benar.
Pertanyaan selanjutnya, “Perlukah kita sesudah Yesus
mati di kayu salib menyembelih anak domba untuk
merayakan Paskah? Jawabannya, TIDAK! Mengapa?
Karena Yesus Kristus yang dilambangkan dengan Anak
Domba itu sudah mati di kayu salib, jadi sejak kematian
Yesus di kayu salib, tidak perlu lagi upacara kurban
sembelihan anak domba itu. Perayaan Paskah yang terus
dilakukan sesudah Yesus mati di kayu salib disebut “a
meaningless round of ceremony.” (Satu kegiatan acara
yang tak bermakna).
Sekiranya seseorang tidak merayakan Paskah, jangan
seorangpun menghakimi atau menghukum orang itu,
itulah yang dituliskan oleh Rasul Paulus dalam Kolose
2:16, 17, “Karena itu janganlah kamu biarkan orang
menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau
mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; 17
semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus
datang, sedang wujudnya ialah Kristus.”
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 8
Edisi 336 – 3 April 2015
Keluarga Kaisar
Kisah Para Rasul
I
njil itu sudah pernah mencapai kemajuannya yang
terbesar di antara kelas-kelas yang lebih rendah. "Tidak
banyak orang bijak, tidak banyak orang yang
berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang." 1
Korintus 1:26. Tidak dapat diharapkan bahwa Paulus,
seorang penjara yang miskin dan tidak mempunyai
sahabat, akan sanggup mendapat perhatian orang kaya
dan golongan-golongan yang bertitel dari warganegara Roma.
Kepada mereka perbuatan jahat mempersembahkan segala
daya pikat yang menarik dan membuat mereka tertawan
karenanya. Tetapi dari mangsa-mangsa mereka yang lelah dan
memerlukan pertolongan dari penindasan mereka, sedangkan
dari antara budak-budak yang miskin, banyak yang dengan
senang mendengarkan perkataan Paulus dan dalam iman
Kristus terdapat suatu pengharapan dan damai yang
menggembirakan meskipun di bawah kesukaran nasib mereka.
Namun sementara pekerjaan rasul mulai dengan yang rendah
dan yang hina, pengaruhnya meluas sampai mencapai istana
raja.
Roma pada dewasa ini adalah kota yang besar di dunia. Kaisar
yang sombong itu memberikan undang-undang kepada hampir
setiap bangsa di dunia ini. Raja dan pengawal istana tidak
mengetahui akan orang Nazaret yang rendah itu atau
memandang Dia dengan kebencian dan ejekan. Dan namun
dalam tempo kurang dari dua tahun Injil mendapat tempat dari
dalam rumah yang rendah dari orang penjara itu, ke dalam
ruang istana raja. Paulus adalah yang terikat sebagai penjahat;
tetapi "firman Allah tidak terbelenggu." 2 Timotius 2:9.
Dalam tahun-tahun sebelumnya rasul itu telah memasyhurkan
secara umum iman Kristus dengan kuasa yang menang, dan
dengan tanda mukjizat telah memberikan bukti yang benar
tentang kuasa Ilahi-Nya. Dengan keteguhan yang mulia ia
telah bangkit di hadapan orang-orang bijaksana dari Yunani
dan oleh pengetahuan dan kefasihannya telah mendiamkan
bantahan dari ahli filsafat yang sombong. Dengan keberanian
yang tidak gentar ia telah berdiri di hadapan raja-raja dan
gubernur-gubernur,
dan
mempertimbangkan
tentang
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 9
Edisi 336 – 3 April 2015
kebenaran, pertarakan, dan pertimbangan yang akan datang,
sampai penguasa-penguasa yang sombong gementar
seakan-akan sudah memandang kengerian hari Allah.
Tidak ada kesempatan seperti itu diberikan sekarang kepada
rasul itu, dikurung pada tempat tinggalnya sendiri, dan
sanggup memasyhurkan kebenaran kepada siapa saja yang
mencarinya di sana. Ia tidak mempunyai, seperti Musa dan
Harun, perintah Ilahi untuk pergi di hadapan raja yang jahat
dan dalam nama AKU ADALAH mempersalahkan kekejaman
dan penindasannya. Namun pada waktu bila pengacara kepala
rupanya dipisahkan dari pekerjaan kepada umum, sehingga
kemenangan yang besar dimenangkan untuk Injil; karena dari
keluarga raja, anggota-anggota ditambahkan kepada sidang.
Tidak ada peristiwa yang lebih tidak menyenangkan kepada
orang Kristen daripada di istana Roma. Nero rupanya telah
menghapuskan dari jiwanya bekas yang terakhir dari Ilahi, dan
sedangkan peri kemanusiaan, dan untuk membawa pengaruh
Setan. Pembantu-pembantu dan anggota-anggota istananya
pada umumnya sama tabiatnya seperti dirinya sendiri bengis,
rendah derajat, dan bejat. Pada segala keadaan tidak mungkin
untuk orang Kristen mendapat tempat di halaman dan istana
Nero.
Namun dalam hal ini, sebagaimana di banyak tempat yang
lain, telah dibuktikan kebenaran dari sebutan Paulus bahwa
senjata-senjata peperangannya adalah "diperlengkapi dengan
kuasa
Allah,
yang
sanggup
untuk
meruntuhkan
benteng-benteng." 2 Korintus 10:4. Sedangkan dalam rumah
tangga Nero, piala salib dimenangkan. Dari pelayan-pelayan
raja yang kotor yang lebih kotor telah didapat orang-orang
bertobat yang menjadi anak-anak Allah. Orang-orang ini
bukanlah orang-orang Kristen secara rahasia, tetapi secara
terang-terangan. Mereka tidak merasa malu akan iman
mereka.
Dan oleh alat apakah suatu tempat masuk diperoleh dan suatu
tempat berpijak didapat oleh Kekristenan di mana sedangkan
pengakuannya tampak mustahil? Dalam surat kirimannya
kepada orang Filipi, Paulus menganggap kepada
pemenjaraannya sendiri kemajuannya dalam menarik
orang-orang bertobat kepada percaya dari rumah tangga Nero.
Khawatir kalau-kalau hal itu akan dipikirkan bahwa
kesusahannya telah menghalangi kemajuan Injil, ia
memastikan
kepada
mereka:
"Aku
menghendaki,
saudara-saudara, supaya kamu tahu bahwa apa yang terjadi
atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil." Filipi
1:12.
Bila gereja-gereja Kristen mula-mula mempelajari bahwa
Paulus akan mengunjungi Roma, mereka memandang kepada
tanda kemenangan Injil di kota itu. Paulus telah membawa
pekabaran kebenaran itu kepada banyak negeri; ia telah
memasyhurkannya di kota-kota besar. Bukankah juara iman
ini berhasil dalam memenangkan jiwa-jiwa kepada Kristus,
juga kota besar di dunia ini? Tetapi pengharapan mereka telah
diremukkan oleh berita-berita bahwa Paulus sudah pergi ke
Roma sebagai seorang tawanan. Mereka telah berharap
dengan yakin untuk melihat Injil, sekali diperdirikan di pusat
yang besar ini, meluas dengan cepatnya kepada segala bangsa
dan menjadi suatu kuasa yang menang di dunia ini. Berapa
besar kekecewaan mereka! Harapan manusia telah gagal,
tetapi bukan maksud Allah.
Bukan oleh khotbah Paulus, tetapi oleh belenggunya, sehingga
perhatian pengadilan itu tertarik kepada Kekristenan. Adalah
sebagai suatu tawanan sehingga ia melepaskan dari begitu
banyak jiwa ikatan-ikatan yang telah menahan mereka dalam
perhambaan dosa. Ini belum seluruhnya. Ia menyatakan: "Dan
kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan
karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata
tentang firman Allah dengan tidak takut." Filipi 1:14.
Kesabaran dan sukacita Paulus selama pemenjaraannya yang
lama dan tidak adil, keberanian dan kepercayaannya, adalah
khotbah yang terus-menerus. Semangatnya, yang bukan
seperti semangat dunia, menyaksikan suatu kuasa yang lebih
tinggi daripada dunia ini yang tinggal di dalam dia. Dan dari
teladannya, orang-orang Kristen didorong kepada tenaga yang
lebih besar sebagai penyokong kepadanya sebab dari
pekerjaan kepada umum dari mana Paulus telah ditarik.
Dengan jalan ini belenggu rasul itu berpengaruh, sehingga bila
kuasa dan kegunaannya tampaknya diputuskan, dan kepada
segala pemandangan ia dapat melakukan yang paling sedikit,
maka dengan demikian ia mengumpulkan berkas-berkas untuk
Kristus di ladang dari mana ia nampaknya diasingkan
sepenuhnya.
Sebelum akhir pemenjaraannya selama dua tahun, Paulus
sanggup mengatakan, "Telah jelas bagi seluruh istana dan
semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus,
'dan di antara mereka yang mengirim kepada orang Filipi ia
menyebutkan terutama kepada mereka' yang di istana Kaisar."
Ayat 13; 4:22.
Kesabaran dan juga keberanian mempunyai kemenangannya.
Oleh kelemahlembutan di bawah pencobaan, tidak kurang dari
keberanian dalam perusahaan, jiwa-jiwa boleh dimenangkan
kepada Kristus. Orang-orang Kristen yang menyatakan
kesabaran dan kegembiraan di bawah kehilangan dan
penderitaan, yang menemui kematian sendiri dengan damai
dan ketenangan iman yang tidak diragukan, dapat
melaksanakan untuk Injil lebih daripada yang dapat dijalankan
oleh kehidupan yang berkepanjangan dari pekerjaan yang
setia. Sering apabila hamba Allah ditarik dari pekerjaan yang
aktif, perlindungan rahasia disediakan oleh Allah yang mana
pandangan kita yang terbatas menyesalkannya, adalah untuk
menyelesaikan pekerjaan yang sebaliknya tidak akan pernah
dapat diselesaikan.
Biarlah pekerja Kristus berpikir, bila ia tidak lagi sedia untuk
bekerja secara terang-terangan dan giat untuk Allah dan
kebenaran-Nya, bahwa ia tidak mempunyai pelayanan untuk
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 10
Edisi 336 – 3 April 2015
disumbangkan, tidak ada pahala untuk didapat. Saksi-saksi
Kristus yang benar tidak pernah dikesampingkan. Dalam
kesehatan dan penyakit, dalam kehidupan dan kematian, Allah
masih menggunakan mereka. Bila melalui kebencian Setan
hamba-hamba Kristus telah dianiaya, pekerjaan mereka yang
giat dihalangi, bila mereka telah dibuang ke dalam penjara,
atau ditarik ke tiang gantungan atau ke tiang pembakaran,
adalah kebenaran yang dapat memperoleh kemenangan yang
lebih besar. Sementara orang-orang percaya ini memeteraikan
kesaksian mereka dengan darah mereka, jiwa-jiwa yang
sampai sekarang ragu-ragu dan tidak tentu diyakinkan kepada
iman Kristus dan berdiri dengan berani untuk Dia. Dari debu
orang-orang yang mati syahid telah timbullah suatu tuaian
yang limpah untuk Allah.
Semangat dan kesetiaan Paulus dan teman-teman sekerjanya,
tidak kurang daripada iman dan penurutan orang-orang
bertobat ini kepada Kekristenan, di bawah keadaan yang
begitu menakutkan, teguran kemalasan dan kekurangan iman
dalam pelayan Kristus. Rasul itu dan pekerja-pekerja
sejawatnya dapat membantah bahwa hal itu sia-sia untuk
memanggil kepada pertobatan dan iman dalam Yesus
hamba-hamba Nero itu, ditaklukkan sebagaimana mereka ada,
kepada pencobaan-pencobaan yang ganas, dikelilingi dengan
halangan-halangan yang hebat, dan ditimpa dengan
pertentangan yang pahit. Meskipun mereka harus diyakinkan
tentang kebenaran, bagaimanakah dapat mereka memperoleh
penurutan? Tetapi ia tidak memberikan alasan sedemikian; di
dalam iman ia mengemukakan Injil kepada jiwa-jiwa ini, dan
di antara mereka yang mendengarnya ada beberapa yang telah
mengambil keputusan untuk mentaati dalam segala keadaan.
Meskipun halangan-halangan dan bahaya-bahaya mereka mau
menerima terang, dan percaya kepada Allah untuk menolong
mereka membahagiakan cahaya mereka kepada orang-orang
lain.
Bukan saja orang-orang bertobat dimenangkan kepada
kebenaran dalam rumah tangga Kaisar, tetapi sesudah
pertobatan mereka, mereka tinggal dalam rumah tangga itu.
Mereka tidak merasa bebas untuk meninggalkan tempat
kewajiban mereka, sebab keadaan sekitar mereka tidak lagi
menyenangkan. Kebenaran telah mendapat mereka di sana,
dan di sanalah mereka tinggal, oleh kehidupan mereka yang
berubah dan tabiat membuktikan kuasa yang mengubahkan
dari iman yang baru.
Apakah seseorang tergoda untuk menjadikan keadaan mereka
suatu alasan untuk gagal bersaksi bagi Kristus? Biarlah
mereka mempertimbangkan keadaan murid-murid dalam
rumah tangga Kaisar--keburukan mental Kaisar itu, kebejatan
dari pengadilan itu. Kita tidak dapat membayangkan keadaankeadaan yang lebih tidak menyenangkan kepada kehidupan
rohani, dan meminta pengorbanan atau pertentangan yang
besar, daripada mereka dalam mana orang-orang bertobat ini
mendapati dirinya sendiri. Namun di tengah kesulitankesulitan dan bahaya-bahaya mereka mempertahankan
kesetiaan mereka. Sebab halangan-halangan yang tampaknya
tidak dapat diatasi, orang Kristen berusaha memaafkan dirinya
sendiri dari menurut kebenaran sebagaimana dalam Yesus;
tetapi ia tidak dapat memberikan alasan yang akan
menanggung pemeriksaan itu. Sekiranya ia dapat melakukan
hal ini, ia akan membuktikan bahwa Allah itu tidak adil dalam
mana Ia menjadikan untuk anak-anak-Nya keadaan
keselamatan dengan mana mereka tidak dapat menurut.
Ia yang hatinya ditentukan untuk melayani Allah akan
mendapat kesempatan untuk bersaksi bagi-Nya. Kesulitankesulitan tak akan berkuasa untuk menghindarkan dia yang
mengambil tekad untuk mencari lebih dulu kerajaan Allah dan
kebenaran-Nya. Dalam kekuatan yang didapat oleh doa dan
mempelajari sabda itu, ia akan mencari kebaikan dan
meninggalkan kejahatan. Memandang kepada Yesus, yang
memimpin kita dalam iman, yang menahan pertentangan
orang-orang berdosa terhadap diri-Nya Sendiri, orang percaya
akan dengan rela menentang hinaan dan cemooh. Dan
pertolongan dan anugerah yang cukup untuk segala keadaan
dijanjikan oleh-Nya yang perkataan-Nya adalah kebenaran.
Lengan-Nya yang kekal menaungi jiwa yang berbalik kepadaNya untuk perlindungan. Dalam penjagaan-Nya kita dapat
beristirahat dengan aman, mengatakan, "Waktu aku takut, aku
ini percaya kepada-Mu." Mazmur 56:4.
Oleh teladan-Nya sendiri Juruselamat telah menunjukkan
bahwa pengikut-pengikut-Nya dapat berada dalam dunia ini,
tetapi bukannya daripada dunia ini. Ia datang bukannya untuk
mengambil bagian dari kepelesiran yang menyesatkan, untuk
diombang-ambingkan oleh kebiasaan-kebiasaannya, atau
mengikuti kebiasaan-kebiasaannya, tetapi untuk melakukan
kehendak Bapa-Nya, untuk mencari dan menyelamatkan yang
hilang. Dengan tujuan di hadapannya ini orang-orang Kristen
boleh berdiri dengan tidak dicemari oleh alam sekitarnya. Apa
pun kedudukan atau keadaan lingkungannya, mulia atau hina,
ia akan menyatakan kuasa agama yang benar dalam
pelaksanaannya yang setia akan kewajiban.
Bukan bebas dari ujian, tetapi di tengah-tengahnya, adalah
tabiat Kristen diperkembang. Diserang oleh penolakan dan
pertentangan, memimpin pengikut-pengikut Kristus kepada
penjagaan yang lebih besar dan doa yang lebih
sungguh-sungguh kepada Penolong yang berkuasa. Ujian
keras yang diderita oleh rahmat Allah memperkembangkan
kesabaran, kewaspadaan, ketabahan, dan percaya yang dalam
dan kekal kepada Allah. Adalah kemenangan iman Kristen
yang menyanggupkan pengikutnya untuk menderita dan
menjadi kuat; untuk berserah, dan dengan demikian untuk
mengalahkan; untuk dibunuh sepanjang hari, dan kini hidup;
untuk menanggung salib, dan dengan demikian memenangkan
mahkota kemuliaan. (44)
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 11
Edisi 336 – 3 April 2015
S
uatu malam, dengan
bersungut-sungut Adi
curhat ke ayahnya,
“Ayah,
temanku
sungguh
keterlaluan.
Dia menghina dan
mempermalukan aku di
depan teman-teman. Aku sungguh
marah dan benciiii… temanku itu.”
Si Adi pun bersiap-siap. Akan tetapi, hanya tiga kali pukulan,
dia merasa kesakitan.
“Aduuh….sakit, Yah,” teriak Adi sambil mengusap dan meniup
kepalan tangannya yang mulai memar dan lecet.
“Kalau karung ini sama dengan teman yang kamu benci, apa dia
merasa sakit seperti kamu sekarang?”
“Ya enggak lah, Yah.”
Setelah mengetahui cerita lengkapnya,
sang ayah menasihati, “Sudahlah Di, ajak temanmu itu bicara
baik-baik, agar tidak terjadi salah paham lagi. Jangan membenci
tapi cobalah mengerti dan memaafkan dia.”
“Tidak bisa dong, Yah. Dia begitu jahat! Keenakan kalau aku
berhenti membenci, serta memaafkan dia.” Dengan sengit Adi
menyanggah nasihat ayahnya.
“Ya sudah, sekarang tidur deh. Besok pagi ada yang harus kita
kerjakan.”
Pagi hari, ayah sudah menyiapkan sekarung kerikil yang
digantung di pintu pagar belakang. “Adi. Anggap karung ini
sebagai temanmu. Pusatkan kebencianmu pada kepalan
tanganmu. Tinju sekeras-kerasnya dan sebanyak mungkin
karung ini.”
“Sama seperti yang terjadi padamu. Kebencianmu hanya
menyakiti hatimu sendiri. Karena kalau teman itu kamu pukul
pun, dia hanya sakit secara fisik. Itu akan cepat disembuhkan.
Sedangkan kebencian dalam hatimu tidak akan berkurang, malah
semakin besar menguasai hatimu. Sungguh menderita orang
yang dipenuhi dengan kebencian. Apakah kamu mengerti?”
INSPIRASI
Kebencian adalah sumber penderitaan, ketidakbahagiaan dan
penyakit mental bagi siapa saja yang memeliharanya. Karena
saat kita membenci, sesungguhnya orang yang kita benci tidak
merasakan apa-pun. Tetapi kebencian itu telah mampu
menggerogoti kebahagiaan dan kedamaian kita.
Demi
ketenangan, kedamaian, dan kebahagaiaan.. cobalah berdamai
dengan diri sendiri dan buang semua rasa benci di dalam hati.
Niscaya hidup kita akan jauh lebih tenang, damai, dan bahagia.
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 12
Edisi 336 – 3 April 2015
Keledai Bileam dan Malaikat Tuhan
Bilangan 21:21-35; 22:1-40; 23:1-30; 24:1-25.
Dikirim oleh Max Kaway
D
iceritakan
pada
suatu
malam
datang
Allah
kepada,
Bileam
diperintahkan mengadakan
suatu perjalanan, setelah pagi hari
Bileam kemudian mengambil keledai
betina
untuk
mengantarkannya.
Pernakah kalian dengar tentang
seekor keledai yang dapat berbicara?
’Belum,’ mungkin begitu jawabanmu. ’Binatang tidak dapat
berbicara.’ Tetapi Alkitab menceritakan mengenai seekor
keledai yang dapat berbicara. Marilah kita lihat kejadiannya.
Orang-orang Israel sudah hampir siap untuk memasuki negeri
Kanaan. Balak, raja dari Moab, takut kepada orang-orang
Israel. Maka ia memanggil seorang yang pandai bernama
Bileam untuk mengutuki orang-orang Israel. Balak berjanji
untuk memberikan banyak uang kepada Bileam, maka Bileam
menaiki keledainya dan berangkat menemui Balak.
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 13
Edisi 336 – 3 April 2015
melihat malaikat itu, tetapi keledainya dapat. Maka keledai itu
terus berusaha untuk mengelakkan malaikat itu, dan akhirnya
keledai itu meniarap saja di jalan. Bileam marah sekali, dan
memukulnya dengan sebuah kayu.
Kemudian Allah menyebabkan Bileam mendengar keledainya
berbicara kepadanya. ’Apakah yang kulakukan kepadamu
sehingga engkau memukulku?’ tanya si keledai.
’Engkau telah mempermainkan aku,’ kata Bileam.
’Seandainya aku ada pedang, aku akan membunuhmu!’
’Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?’ tanya si
keledai.
’Tidak,’ jawab Bileam.
Kemudian Allah membukakan mata Bileam dapat melihat
malaikat dengan pedang berdiri di jalan. Malaikat berkata,
’Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu? Aku datang
untuk menghalangimu, karena engkau tidak akan pergi untuk
mengutuki Israel. Jika keledaimu tidak menyimpang dari
padaku, aku telah membunuhmu, tetapi aku tidak akan
menyakiti keledaimu.’
Allah tidak ingin agar Bileam mengutuki umat-Nya. Maka Ia
mengirim malaikat dengan sebuah pedang panjang untuk
berdiri di jalan menghentikan Bileam. Bileam tidak dapat
Bileam berkata, ’Aku telah berdosa. Aku tidak tahu bahwa
engkau berdiri di jalan.’ Malaikat itu membiarkan Bileam
pergi, dan Bileam meneruskan perjalanannya menemui Balak.
Ia terus mencoba untuk mengutuki Israel, tetapi, sebaliknya,
Allah membuatnya memberkati Israel untuk tiga kali. ?***
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 14
Edisi 336 – 3 April 2015
Pedoman Administrasi PA Remaja
BERSAKSI
Allah mengundang kita untuk membagikan Kabar Baik
mengenai AnakNya, Yesus Kristus.
Cerita mengenai diriNya, kematianNya, dan kebangkitanNya
dan berita dari kedatanganNya yang segera akan diberitakan.
Anggota klub remaja dapat memainkan bagian yang penting
dalam membawa berita Injil ini ke seluruh dunia.
Kurikulum
tugas
kelas-kelas
kemajuan
klub
remaja/pathfinder adalah materi yang berdasarkan Alkitab
dengan variasi yang luas , yang akan mengijinkan remaja
untuk menemukan dan membangun daya tarik sesuatu dengan
Allah. yakni CintaNya, perhatianNya, kasih anugerahNya
dan yang berhubungan dengan kebaikanNya. Kegiatan kelaskelas khusus telah diatur dengan baik untuk menolong mereka
membagikan
apresiasi yang berkembang ini kepada
Juruselamatnya.
Bagaimanapun juga, pelajaran perlu diberikan untuk kegiatan
khusus dimana seluruh klub dapat berpartisipasi dalam
kebersamaan.
Bermacam-macam jenis program bersaksi direncanakan dan
disponsori oleh Departement Kependetaan gereja setempat.
Ada juga event khusus yang mengijinkan cara kreatif dalam
bersaksi, seperti Malam Natal dan Tahun Baru.
Berikut ini disediakan sebagai daftar saran. Anda akan bekerja
dengan baik untuk membuat waktu khusus yang tersedia
dengan Komite Executive Klub Remaja/pathfinder dan
anggota staff komite untuk merencanakan program bersaksi
bagi klub. Bagaimanapun, adalah penting untuk mengingat
bahwa bersaksi harus menjadi bagian dari bentuk kehidupan
remaja -- tidak hanya sekedar sebuah program . Bersaksi
adalah satu cara hidup! “Ambil waktu untuk menyebarkan
Firman.”
A. PROYEK
REMAJA
PELAYANAN MASYARAKAT KLUB
MENOLONG ANAK-ANAK
1. Memperbaiki mainan-mainan untuk rumah sakit. Membuat
dan memperbaiki mainan-mainan, seperti binatang yang
lembut, dibuat dari kain untuk digunakan di rumah sakit
dan institusi anak-anak.
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 15
Edisi 336 – 3 April 2015
2. Jam bercerita. Jam bercerita dan permainan adalah sering
diterima di rumah dan institusi anak-anak
3. Pesta untuk anak-anak cacat dan miskin. Sehari penuh
dapat dihabiskan di Pusat Kesehatan dan Kesejahteraan
anak atau rumag yatim piatu yang menolong anak miskin
dan cacat. Pesta-pesta untuk mereka akan menyinari wajah
mereka khususnya selama masa liburan.
4. Menghabiskan Waktu bersama orang yang berpenyakit
Jantung. Anak-anak yang memiliki masalah jantung tidak
boleh meninggalkan tempat tidur. Anggota klub remaja
dapat membawa serpihan-serpihan kertas dan hal-hal
menarik lain bagi anak-anak ini agar membantu mereka
melewati waktu lebih cepat.
5. Pusat Perawatan. Membantu di pusat perawatan
menyediakan satu jalan keluar bagi pelayanan masyarakat,
khususnya yang disesuaikan dengan masa-masa liburan,
ketika remaja mempunyai banyak waktu yang tersedia.
MENOLONG
MEMPERBAIKI
LINGKUNGAN
MASYARAKAT
1. Sampah kaleng-kaleng. Kumpulkan lima galon kaleng atau
jenis yang lain dari kointaner yang tersedia untuk
digunakan sebagai tempat penyimpanan di tempat-tempat
umum seperti taman-taman, ujung-ujung jalan, lahan
sekolah, dsb. (Check dengan departemen perbaikan kota
setempat untuk informasi mengenai satu solusi untuk
pembersihan kaleng, membantu dalam penempatan, dsb)
Kaleng-kaleng ini dapat di gantung secara menarik atau
ditempatkan di area dimana pembuangan yang tepat akan
dijamin. Dengan beberapa pandu-pandu disekitarnya .
2. Memperbaiki Sisi Jalan. Ini adalah satu proyek yang baik
di permulaan musim hujan bagi satu grup pathfinder
yang penuh semangat. Ada banyak organisasi yang
mempunyai proyek pemeliharan dan penyelamatan
lingkungan. Berikan tanga kepahaman penyelamatan
lingkungan dan kepahaman ekology bai yang sudah
mengikuri kegiatan ini.
3. Perbaikan tempat-tempat bersejarah. Banyak kelompok
masyarakat , khususnya organisasi yang kecil, tertarik
jika ada orang-orang muda yang bersedia menolong
memperbaiki tempat bersejarah mereka . Hubungilah
kantor benda bersejarah setempat.
4. Kotak-Kotak bunga. Hal ini akan menjadi tambahan yang
menarik bahkan untuk jalan-jalan kota yang suram. Klub
remaja harus meneliti kebutuhan-kebutuhan masyarakat
demi keindahan dari lokasi yang tidak menarik dengan
pohon-pohon, bunga-bunga, semak-semak. Klub remaja
dapat
menyediakan
tenaga
kerja,
dan
kota
menyumbangkan dananya.
5. Kotak-Kotak sampah mobil. Proyek yang mudah dan
prastis untuk setiap hari pada saat klub harus berada di
dalam ruangan adalah membuat kotak-kotak sampah yang
dapat digunakan di mobil-mobil. Ini dapat dibuat dari
kertas atau kain dan dicap atau distensil dengan nama klub
pathfinder untuk di sebarkan di toko-toko, di bank, dsb.
6. Rak-rak buku literatur. Ini dapat ditempatkan di tempat
potong rambut, tempat laundry, dan hotel-hotel,
menyediakan buku-buku yang baik untuk kesehatan, obatobatan, agama, dan untuk masyarakat.
PERAWATAN
1.
Kotak Burung- burung. Pembuatan dan penempatan dari
kotak-kotak sarang yang kecil untuk burung-burung di
area kehidupan hutan dapat menjadi proyek yang
mendapat penghargaan. Kotak-kotak dapat dibuat selama
bulan-bulan musim dingin dan didistribusikan (dengan
pertolongan orang yang berwenang di lokasi) dan awalawal musim semi. Cara lebih baik apa untuk menolong
remaja mempelajari sendiri kebiasaan bersarang dari
ciptaan ini.
2.
Rumah-Rumah burung dan Tempat Makan. Ide lain yang
dapat menjadi satu penghubung dari musim dingin ke
musim panas adalah membuat rumah-rumah burung dan
tempat makannya untuk taman-taman lokal dan tempattempat burung. Ini akan menyediakan kesempatan yang
sangat baik untuk mempelajari habitat burung,
perpindahannya, dan topik-topik lain yang berkaitan.
3.
Bibit-bibit bunga liar. Di area khusus dihabiskan oleh
bunga-bunga liar, penanaman dari bibit-bibit tidak akan
hanya mempromosikan pertumbuhan tetapi akan juga
mempercantik area alamiah diadaptasikan untuk
pertumbuhan dari tumbuh-tumbuhan yang bagus.
4.
Tempat berlindung dan stasiun. Anggota klub remaja
yang hidup di daerah pedesan bisa mendapatkan ijin
untuk membangun area kecil tanaman liar dekat dari
lahan perkayuan, membangun tempat berlindung, pusatpusat memberi makanan, dsb. Perawatan-perawatan
berikut ini dapat digunakan oleh remaja:
“Saya berikan kesanggupanku sebagai seorang warga
negara untuk menyelamatkan dan bertahan secara iman
dari mensia-siakan sumber-sumber alam negara saya -tanah dan mineral-mineralnya, hutannya, air dan
kehidupan hutan.”
Pelatihan dalam perawatan akan menyanggupkan
anggota klub untuk memasuki program seperti
penanaman pohon, membangun pusat makanan hewan
liar dan burung-burung, meneliti erosi tanah, dan
kegiatan sejenis.
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Bersambung ….
Halaman 16
Edisi 336 – 3 April 2015
BUDAYA DAN PRAKTEK-PRAKTEK KEKERASAN POLIGAMI DI
DUNIA MUSLIM:
SATU KAJIAN HISTORIS DAN TEOLOGIS
Disusun Oleh; Pdt. Kalvein Mongkau, S.Ag
(Segala Isi ulasan dalam artikel ini menjadi tanggung jawab penulis)
BAB I.
PERTENTANGAN BESAR ANTARA BAIK DAN JAHAT
Lanjutan …..
Hingga
saat ini Setan terus
menyalah-gambarkan tabiat Allah di
hadapan manusia secara terselubung
bahwa iatetap menuding bahwa Allah
tidak menaruh belas kasihan atau tidak
memiliki kasih terhadap makhlukmakhluk ciptaan-Nya.
Buktinya
hingga saat ini bencana alam terus
terjadi di mana-mana dan berbagai
penyakit selalu timbul, walaupun kecanggihan teknik
pengobatan terus bertambah-tambah. Berbagai penderitaan
secara fisik disebarkan Setan melalui segala malapetaka di
darat, laut dan udara agar manusia akan membenarkan
tudingan Setan bahwa kesusahan dan penderitaan di dunia
diadakan oleh Allah. Tujuannya agar manusia tidak menuruti
hukum Allah dengan rasa takut dan paksaan sehingga
perasaan tidak nyaman dan tenteram berkembang menjadi
ketidakpuasan dan membenci Allah.Seperti yang Ellen G.
White tuliskan bahwa “Setan sudah mengendalikan semua
yang Allah tidak kawal secara khusus. Ia menyenangkan dan
memakmurkan beberapa orang agar supaya melanjutkan
rancangan-rancangannya sendiri, dan ia mendatangkan
kesusahan ke atas yang lainnya, dan menuntun manusia
mempercayai bahwa Allah sedang menyusahkan mereka” 1
Nampaknya Setan sedang berhasil mengintimidasi
manusia
untuk
mempercayai
ulahnya
di
dalam
mempersalahkan Allah bahwa budaya kekerasan yang terjadi
di antara manusia adalah bersumber dari Allah. Bahkan Setan
berusaha menciptakan kebejatan moral di antara manusia
ciptaan Allah yang hidup sebelum air bah agar dia dapat
memprovokasi Allah untuk memusuhi dan memurkai manusia
ciptaan-Nya yang paling mulia. Tindakan provokasi Setan ini
1
Ellen G. White, The Sprit of Prophecy, vol 4,
hlm 407, parag. 1.
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 17
Edisi 336 – 3 April 2015
nampak saat manusia menghidupkan satu praktek-praktek
kebejatan moral dengan cara “mengambil isteri dari antara
perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai
mereka”....... “Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah
dan penuh dengan kekerasan” (Kejadian 6:2b, 11). Inilah
kondisi kebejatan moral manusia yang mempraktekkan
budaya baru yakni poligami dan budaya kekerasanru yang
hidup sebelum air bah. Kedua budaya ini terus mewarnai
lingkungan kekafiran bahkan di tengah-tengah kemurtadan
yang merajalela dalam sejarah perjalanan bangsa Israel di
jaman Perjanjian Lama dan itu diteruskannya hingga ke jaman
Perjanjian Baru dan berlanjut hingga akhir zaman.
Dengan demikian maka dua budaya baru yang
diperkenalkan Setan kepada manusia sebelum air bah yakni
poligami dan kekerasan maka dia anggap mampu
memprovokasi murka Allah untuk membinasakan manusia.
Untuk hal ini tanpa menggunakan istilah budaya kekerasan
dan poligami tetapi sudah terkandung dalam apa yang Ellen G.
White tuliskan:
“Oleh kekuatannya ia (Setan) sudah
mengendalikan kota-kota dan bangsa-bangsa, sampai dosa
mereka memprovokasi murka Allah untuk menghancurkan
mereka oleh api, air, gempa bumi-gempa bumi, pedang,
kelaparan, bela sampar. Oleh usaha-usahanya yang licik dan
tak kenal lelah, ia sudah mengendakalikan nafsu makan, dan
pemanjaan kesenangan diri dan menguatkan nafsu-nafsu
seksual, kepada satu tingkat yang menakutkan sehingga ia
sudah merusakkan, dan hampir menghancurkan citra Allah di
dalam manusia” {Ellen G. White, Bible Echo, October 20,
1913 par. 10}. Bahkan White lebih lanjut menulis: “Setan
sudah berhasil dengan begitu baik di dalam menipu para
malaikat Allah, dan di dalam meruntuhkan Adam yang mulia
itu, maka ia berpikir ia harus juga sukses di dalam
mengalahkan Kristus di dalam kerendahan hati-Nya. Ia
memandang dengan pertunjukkan yang menyenangkan diri
terhadap hasil dari penggodaan-penggodaannya, dan
pertambahan dosa di dalam pelanggaran terhadap hukum
Allah secara berkelanjutan, selama lebih dari empat ribu
tahun. Ia sudah bekerja meruntuhkan nenek moyang kita yang
pertama, dan membawa dosa dan kematian ke dalam dunia,
dan menuntun kehancuran sejumlah besar manusia sepanjang
zaman, negara-negara dan kelas-kelas manusia.” {Ellen G.
White, Bible Echo, October 20, 1913 par. 10}.
Bahkan Ellen G. White menulis, “Empat ribu tahun
Setan sudah bekerja melawan pemerintahan Allah, dan ia
sudah memperoleh kekuatan dan pengalaman dari praktek
yang ditentukan. Manusia yang jatuh tidak mempunyai
keuntungan terhadap Adam di Eden.
Mereka sudah
memisahkan diri dari Allah selama empat ribu tahun. Hikmat
untuk memahami, dan kuasa untuk melawan godaan-godaan
Setan sudah menjadi semakin lama semakin berkurang, hingga
Setan nampkanya untuk memerintah dengan kemenangan di
bumi. Nafsu makan dan hawa nafsu, kasih akan dunia dan
dosa-dosa prasangka, adalah cabang-cabang kejahatan di luar
dari setiap spesis kejahatan, kekerasan, dan korupsi yang
bertumbuh.” {Review and Herald, 18 Agustus 1874, parag.
15}
Setan
sudah
berencana
bahwa
dengan
memperkenalkan kekerasan yang bernafaskan agama maka
itu akan memperkuat doktrin kekerasan di antara manusia
sehingga dia berupaya membuktikan bahwa pemerintahan
Allah yang diikat oleh hukum-hukum moral akan menjadi
tidak efektif di tengah-tengah manusia yang hidup di dunia
berdosa ini
digantikan oleh hukum-hukum amoralnya.
Bahkan melanggengkan kekerasan dan poligami adalah satu
budaya di antara manusia di bumi maka Setan sedang
memutarbalikan fakta di antara para pengikut Kristus di akhir
zaman bahwa Allah sendirilah telah menyetujui dua budaya
ini menjadi prinsip-prinsip agama Kristen. Melalui para
penafsira agama modern, Setan telah mengilhami manusia
agar mengutip cerita-cerita di Perjanjian Lama bahwa
Abraham dan Yakub sendiri yang dianggap sebagai bapa
segala orang percaya justru mempraktekkan poligami,
sementara pada jaman nabi Musa, nabi Yosua dan HakimHakim termasuk raja Daud adalah orang-orang yang terkenal
sebagai hamba-hamba Allah yang mengijinak kekerasan
dengan maksud-maksud agama mereka menumoas kekafiran
dan saat mereka memperluas batas-batas wilayah kerajaan
Israel. Ini adalah bagian dari skenario utama Setan untuk
menggagalkan rencana keselamatan oleh menjauhkan manusia
bermoral dari pegaulan dan hubungan dengan Allah yang
menjunjung tinggi hukum-hukum moral. Budaya kekerasan
telah mengilhami para penganut agama Yahudi di zaman
Yesus hampir dua ribu tahun lalu termasuk orang-orang Zelot
yang selalu membawa senjata berupa pisau (semacam Badik
orang Bugis) ke mana saja mereka pergi saat mereka diusik
dan diserang orang lain dan sambil menunggu waktu untuk
memproklamasikan Yahudi sebagai negara merdeka dari
penjajahan Roma kafir. Bahkan bagi orang-orang Farisi dan
Saduki sempat bersatudengan maksud-maksud agama walau
ada perbedaan ajaran tentang kebangkitan, ternyata
telahbersatu di dalam asas kekerasan bernuansa agama untuk
menumpas pengajaran agama baru Yesus yang dianggap
menghujat Allah sembahan Yahudi jadi itu telah menjadi
alasan agama Yahudi untuk dapat menuntut Yesus di ruang
pengadilan Kayafas dengan mengadili-Nya dengan
menggunakan cara-cara kekerasan. Ini adalah bukti bahwa
Setan mengkleim bahwa dirinya mampu mengilhami manusia
untuk mempraktekkan budaya kekerasan yang dilegalkan dan
dimeteraikan oleh Setan melalui penguatan berdasar pada
dogma-dogma dan asas-asas agama Yahudi. Tindakan Setan
ini bertujuan untuk menggagalkan rencana keselamatan Allah
yang sudah dicanangkan-Nya menyusul kejatuhan manusia
pertama di Taman Eden dalam Kejadian 3:15.
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 18
Edisi 336 – 3 April 2015
Seperti apa yang dicatat oleh Ellen G. Whte bahwa
ternyata Setan merealisasikan rancangan kekerasan yang
menggunakan dogma berbau agama ini melalui agama Yahudi
dengan cara mengeraskan hati para pemimpin agama Yahudi:
“Hari itu sudah berakhir, dan orang-orang Farisi dan para
penguasa sedang menunggu dengan tidak sabar satu laporan
dari para pemimpin kepada siapa mereka sudah tentukan
jebakan terhadap Yesus, untuk menangkap Dia. Tetapi
utusan-utusan mereka kembali tanpa Dia. Mereka bertanya
dengan marah, "Mengapa kalian tidak membawa Dia?" Para
pemimpin itu, dengan wajah-wajah yang khidmat, menjawab,
"Belum pernah ada orang berbicara seperti Dia." Berurusan
dengan kekerasan dan kejahatan sudah secara alami
mengeraskan hati dari orang-orang ini; tetapi mereka buknya
tidak begitu berperasaaan seperti para imam dan tua-tua, yang
sudah secara tegas menutupi terang, dan memberikan mereka
sendiri untuk kecemburuan dan kedengkian.” {Spirit of
Prophecy. Vol. 2, hlm. 347.2}
Untuk itu Ellen G. White menandaskan,“Setan masih
berharap bahwa rencana besar keselamatan akan gagal.Ia
mendesakkan segala kekuatannya untuk membuat hati manusa
dikeraskan dan perasaan-perasaan mereka menjadi pahit
melawan Yesus. Ia berharap bahwa begitu sedikit yang akan
menerima Dia sebagai Anak Allah bahwa Ia akan memikirkan
penderitaan-penderitaan dan pengorbanan-Nya terlalu besar
untuk dibuat bagi sekelompok yang terlalu kecil . Tetapi saya
melihat bahwa seandainya sudah ada meskipun hanya dua
orang yang hendak menerima Yesus sebagai Anak Allah dan
percaya pada Dia untuk keselamatan jiwa-jiwa mereka, Ia
akan tetap menjalankan rencana (keselamatan) itu” {Ellen G.
White, Story of Redemption, hlm. 203.1, penekanan cetak
miring dalam tanda kurung ditambahkan penulis}. Namun
sayang sekali Setan salah menduga. Kedatangan Yesus
kedunia ini telah memperkenalkan satu prinsip pemerintahan
Allah yang anti kekerasan dengan mendirikan kerajaan rahmat
di atas dunia ini yakni satu kerajaan yang memiliki tahta kasih
karunia (Ibrani 4:16) yang mana sebagai Raja di kerajaan
anugerah ini, Yesus sedang memerintah di dalam hati melalui
kuasa Roh Kudus-Nya. Di luar dugaan Setan, ternyata Yesus
bukannya mau memperkenalkan paham yang mirip satu ajaran
Ahimsa di India (yakni melawan tanpa kekerasan) untuk
membebaskan orang-orang Yahudi dari tirani penjajahan
Roma, bahkan Yesus tidak sedang berdiri di tengah-tengah
para pengikut-Nya untuk memperkenalkan paham Gnostik
dengan konsep dualisme yang mengajarkan paham yakni
pembebasan jiwa manusia Yesus yang dianggap sudah
terkontaminasi dengan virus-virus dosa saat jiwa Yesus
terpenjara melalui tubuh jasmani dimana menurut penganut
ajaran Yoga bahwa itulah bukti bahwa Yesuspun
mempraktekkan dengan Yoga karena dia pernah belajar di
India di antara Dia berumur 12 dan 30 tahun. Sebab menurut
penganut paham Yoga yang mewarisi ajaran Pantheisme di
abad kedua dan ketiga TM bahwa Yesus pun pernah beraskese
dan bermeditasi di Taman Gethsemani sebelum peristiwa
penyalibandan ini juga sebagai kleim dari para penganut
Pantheisme modern melalui Pergerakan Zaman Baru yang
berpusat di Amerika Serikat.
Tetapi tanpa terdeteksi sebelumnya oleh Setan
sebelum penjelmaan Yesus menjadi manusia, ternyata Ia akan
memperkenalkan kepada orang-orang Yahudi yang sedang
melanggengkan budaya kekerasan yang dilawan Yesus dengan
satu ajaran yang terdengar asing di antara murid-murid-Nya
yakni ajaran “penyangkalan diri” sebagai perluasan makna
dari ajaran tentang kasih terhadap sesama manusia yang sudah
ada di Perjanjian Lama (Imamat 19:18). Sehingga untuk
membendung konsep Yesus terkait “penyangkalan diri” ini
maka Setan sudah berupaya memperkenalkan ajaran di
kalangan Kristen yakni hukum kasih yang dianggap sebagai
hukum yang baru di dalam konteks penyaliban Kristus yang
cenderung menolak hukum moral yang mana tercakup di
dalamnya hukum ke-empat yakni hukum Sabat. Dengan
memperkalkan hukum kasih para penafsir modern yang
digunakan Setan telah salah mengutip Yohanes 13:33, 34.
Menurut mereka bahwa perkataan Kristus terkait hukum kasih
dalam Matius 22:37-40 adalah satu hukum yang baru yang
nanti muncul di Perjanjian Baru sebagai hukum kasih yang
mana bagi mereka secara otomatis itu sudah membatalkan
hukum moral yakni hukum 10 dalam Keluaran 20:3-17).
Namun demikian bahwa konsep Yesus tentang “penyangkalan
diri” yang muncul di Matius 16:24; Markus 8:34; Lukas 9:23)
adalah satu ajaran yang boleh dipegang oleh para penganut
MAHK melawan konsep hukum kasih di kalangan Protestan
dan Kristen pada umumnya saat ini.Terkait konsep
penyangkalan diri Yesus ini maka Ellen G. White menulis, “Ia
yang dapat membinasakan musuh-musuh-Nya justru
menanggung kekejaman mereka. Kasih-Nya demi Bapa-Nya,
dan sumpah-Nya yang dibuat sejak alas dunia ini diletakkan,
untuk menjadi Penanggung Dosa, menuntun Dia menanggung
dengan sabar tanpa mengeluh perlakuan yang kasar dari
mereka yang Ia datang selamatkan. Itulah bagian dari misiNya untuk ditanggung, di dalam kemanusiaan-Nya, yakni
semua comelan dan olokan yang manusia dapat lemparkan
Dia. Satu-satunya pengharapan kemanusiaan adalah di dalam
kepatuhan Kristus kepada semua yang ia dapat tanggung dari
tangan dan hati manusia” {Desire of Ages, hlm. 700, parag.
5}.
Betapapun, perilaku kelemah-lembutan, kasih dan
penyangkalan diri serta pengorbanan diri Yesus benar-benar
bukan sekedar ajaran dan slogan-Nya saja (Matius 16:24;
Markus 8:34; Lukas 9:23)tetapi itu adalah bagian dari praktek
hidup nyata yang mana nampak ketika Ia sedang diadili dalam
pengadilan agama Yahudi yang membuktikan bahwa Yesus
memiliki budaya sendiri yakni kasih agape dan perilaku
kelemah-lembutan di dalam pemerintahan kerajaan anugerah.
Roh kelemah-lembutan dan kasih ini telah diperkenalkan
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 19
Edisi 336 – 3 April 2015
Yesus kepada murid-murid-Nya dan kepada orang-orang
Kristen di zaman para rasul dan itu tetap mewarnai kehidupan
para rasul sekalipun mereka disesah dan dianiaya oleh
Kayafas yang berusaha menghentikan pemberitaan Injil
mereka dengan cara mengadili mereka termasuk Petrus dan
Yohanes yakni satu metode Setan yang ia sudah legalkan
melalui cara-cara kekerasann bernuansa agama (Baca Kisah
4:1-23; 5;18-42). Prinsip penyangkalan diri Yesus ini telah
diulas Paulus secara teologis untuk menjadi satu konsep dan
praktek hidup Kristen para pengikut Kristus jika dilihat dari
sudut pandang ilmu keselamatan yang mencakup paham
Alkitab tentang penjelmaan Kristus menjadi manusia. Paulus
menulis bahwa konsep penyangkalan diri Yesus ini sama
dengan ungkapan “tidak mencari kepentingan sendiri atau
puji-pujian yang sia-sia,”.... atau melalui ungkapan “dengan
rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama
dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya
memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan
orang lain juga” di dalam konteks “mengosongkan diri-Nya
sendiri” dari status-Nya sebagai Allah yakni yang memiliki
“kesetaraan dengan Allah” di dalam Filipi 2:3-7.
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Bersambung ……
Halaman 20
Edisi 336 – 3 April 2015
Pekan Doa Perguruan Advent Bawoleu
RAOLIKA: THE LORD IS MY SHEPHERD
Oleh : Pdt. Bruce Soriton – BAIT Nusa Utara
Yoxan Raolika seorang karyawan dari PT. Freeport Indonesia
menjadi pembicara utama dalam acara pekan doa Perguruan
Advent Bawoleu yang diadakan pada tanggal 9-14 Maret 2015
Sepanjang pekan doa itu Raolika menjelaskan kepada para
siswa bagaimana menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan
gembala didalam kehidupan mereka sesuai dengan tema yang
diangkat pada pekan doa itu “The Lord Is My Shepherd” yang
berarti “Tuhan Adalah Gembalaku”
Setiap hari tepat pukul 08.00 acara pekan doa itu
dimulaididalam Gereja Advent Jemaat Bawoleu. Selain
pembahasan Alkitab dan doa bersama acara itu diisi dengan
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 21
Edisi 336 – 3 April 2015
lagu-lagu pujian yang dibawakan oleh siswa-siswi SD dan
SMP Advent Bawoleu.
di PT. Freeport Indonesia. Ia menikah dengan Lenni Sjafirudin
dan telah dikarunia oleh Tuhan 4 orang anak.
Setiap hari pada bagian akhir dari kegiatan rohani pembicara
yang merupakan Alumnus dari SMP Advent Bawoleuitu akan
memberikan hadiah kepada anak-anak yang dapat menjawab
pertanyaannya dengan benar.
Direktur One Year in Mission
UKIKT Berkhotbah di Jemaat
Wasian – Distrik Minut – Bitung
Oleh : Tim BAIT
Guru-guru dan para siswa sangat antusias untuk mengikuti
acara pekan doa ini. Mereka hadir tepat waktu dan mencatat
setiap ayat Alkitab dan kutipan yang dikatakan oleh
pembicara.
Pada hari Jumat, hari terakhir pekan doa ketika panggilan
baptisan diadakan ada dua siswa yang berdiri menyatakan
iman percaya mereka. Kedua siswa itu dibaptiskan oleh Pdt.
W. Wukala, Pendeta Wilayah Tagulandang pada keesokan
harinya, hari Sabat (14/3) di tempat pemandian Kuta, Desa
Bawo.
Direktur One Year In Mission (OYIM) UKIKT pdt. Alfianus
Salempang pada sabat tanggal 28 Maret 2015 bersama dengan
tim bersabat bersama di jemaat Wasian wilayah Tawarik
(Tatelu, Warukapas, Wasian, Klabat), distrik Minahasa Utara
dan Bitung.
Raolika juga menjadi pembicara KKR Satelit di wilayah
Tagulandang induk yang diadakan secara bergantian di Gereja
Advent Jemaat Buhias dan Jemaat Haasi pada tanggal 11-17
Maret 2015.
Acara KKR ini diadakan pada malam hari sehingga tidak
mengganggu acara pekan doa. Anggota-anggota jemaat di
wilayah Tagulandang sangat antusias menghadiri acara ini.
Selain pembahasan Alkitab, KKR Satelit ini diisi dengan
seminar kesehatan yang dibawakan oleh Pdt. B. Soriton,
Pendeta Wilayah Tagulandang Utara.
Pada hari Selasa (17/3) oleh Kuasa Roh Kudus ada 2 jiwa
menerima Yesus melalui upacara baptisan yang diadakan di
Pantai Buhias oleh Pendeta Wukala.
Yoxan Raolika saat ini tinggal bersama keluarga di Timika,
Kabupaten Mimika, Papua. Ia bekerja sebagai Senior Officer
Bersabat di gedung gereja yang kecil tidak menyurutkan
semangat anggota jemaat untuk beribadah sambil
mendengarkan firman Tuhan yang saat itu dibawakan oleh
direktur OYIM yang asal Mamuju Sulawesi Barat ini. Pada
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 22
Edisi 336 – 3 April 2015
kesempatan itu pendeta tamatan UNAI Bandung tahun 2012
ini mengangkat topik khotbah pergumulan Yakub dan Esau
ketika akan bertemu kembali yang juga akan menggambarkan
pergumulan umat Tuhan menjelang kedatangan Kristus kedua
kali. Ketika itu Yakub sangat kuatir untuk bertemu kakaknya
Esau karena kuatir Esau belum mengampuni dosanya dan mau
membunuhnya. Namun ketika bertemu ternyata kekuatiran itu
sirnah karena Esau ternyata tidak menaruh dendam dan
menantikan hari berbahagia bertemu dengan saudaranya yang
telah lama berpisah.
Menurut pdtm. Glen Rumalag, koordinator pelatihan ini
bahwa dibandingkan dengan angkatan pertama terus terjadi
peningkatan peserta. Pada angkatan pertama, pelatihan hanya
diadakan di ruangan kecil karena peserta tidak lebih 10 orang
tapi kemudian setiap angkatan terus bertambah di mana
angkatan ke 5 ini lebih 30 orang peserta yang mengikuti
pelatihan yang diadakan seetiap minggu, baik di kampus
Unklab ataupun di kampus Healing Way di Warukapas,
Dimembe, Minahasa Utara ini.
Sabat hari itu pertemuan lima jemaat di gereja Wasian
dikunjungi pula oleh pemerintah desa setempat. Meskipun
sempat pindah ke tenda di luar gereja karena pengapnya
ruangan gereja yang dipenuhi anggota dari lima jemaat namun
yang bersangkutan kembali pindah ke dalam menjelang hujan
turun.
Selesai ibadah sabat siang, seperti biasa jemaat tidak langsung
pulang ke rumah masing-masing tetapi dilanjutkan dengan
makan bersama sebelum dilanjutkan dengan acara pemuda.
Unklab Medical Missionary
Kembali ke Kampus Healing Way
Warukapas
Oleh : Tim BAIT
Para instruktur pelatihan ini selain para senior di antaranya dr.
Reuben Supit, Frederik Waworuntu, Markus Sulaiman, dr.
Cindy Mamahit, drg. Steven Sumual, Stella Noya, ada juga
para missionary angkatan pertama dan para missionary yang
sebelumnya berasal dari Malang dan Purwodadi yang dirotasi
ke Manado.
Ulang Tahun
Bulan April telah datang, kita bersyukur atas umur yang
panjang buat yang berulang tahun di bulan ini, di antaranya :
Setelah dua minggu sebelumnya dan beberapa minggu
sebelumnya diadakan PELJUSAMI (Pelatihan Jumat Sabtu
Minggu), maka jumat tanggal 3 April 2015 ini kembali
diadakan pelatihan yang diadakan di kampus Healing Way
Indonesia di Warukapas. Lebih 30 orang peserta yang
semuanya adalah mahasiswa Universitas Klabat dari berbagai
program studi mengikuti pelatihan ini. Sekitar 40 orang
termasuk para instruktur dan staf memadati kampus yang
terdiri dari 3 bangunan di kampus ini.
Erwin Wuisan – 10 April
Dave Tielung – 10 April
Handry Suwu – 12 April
Harold Manueke – 13 April
Alfa Tumbuan – 13 April
Pdt. Ronell Mamarimbing – 17 April
Bruce Sumendap – 19 April
Harold Somba – 22 April
Tuhan memberkati semua tim BAIT yang berulang tahun di
bulan ini.
Salam, HRD BAIT
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 23
Edisi 336 – 3 April 2015
Yesus ketika menjelma menjadi manusia. Jadi, manusia
sesungguhnya berhutang pada Allah secara ilmu akuntansi.
Namun, melalui kesetiaan kita terhadap Allah dan komitmen
kita dalam mengemban mandat Yesus akan membuat hutang
kita menjadi klop.
Redaksi
KAMI
S
elama enam tahun perang di Irak beberapa tahun yang
lalu dapat dikonfirmasi bahwa jumlah tentara AS yang
meninggal dunia sebanyak 4.252 orang dan yang cedera
sebanyak 31.010 orang . Menurut National Properties Project
bahwa diperkirakan jumlah biaya perang di Irak sebesar $601
billion. Melihat jumlah tentara yang meninggal dunia dan
cedera serta biaya perang yang cukup tinggi membuat kita
prihatin. Namun itulah komitmen dari seorang prajurit dalam
menunaikan tugas bagi negara serta komitmen dari negara AS
dalam menjalankan misinya di bawah kebijakan presiden
sebelumnya.
Dalam sebuah seminar yang membahas mengenai Sukses
dalam Karir terungkap pentingnya pemikiran (mindset) positif
dalam bekerja.
Bilamana sinergi antara pimpinan dan
bawahan selaras maka akan menciptakan suasana kerja yang
harmonis. Kedengarannya ini seperti suatu formula yang baik
yang perlu diterapkan oleh pimpinan dan bawahan.
Ketika karyawan memasukkan Performance Development
Form atau Performance Evaluation di tempat kerjanya pasti
karyawan tersebut dapat berkesimpulan bahwa performance
development itu erat hubungannya dengan personal career
goal. Selain menanyakan strengths dan opportunities yang
kita miliki selama ini, juga peluang karir bidang lain yang
ingin dikembangkan baik jangka pendek maupun jangka
panjang. Nampaknya ini merupakan suatu ikatan komitmen
antara perusahaan dengan karyawan.
Pemberian terbesar dari Allah untuk kita adalah Yesus
(Yohanes 3:16). Allah mengaruniakan Putra-Nya untuk
menebus manusia dari dosa. Formulanya ialah tanpa kematian
Yesus tidak ada keselamatan. Dengan kata lain Yesus adalah
jembatan yang menghubungkan kembali manusia dengan
Allah. Darah Yesus-lah yang menghapus dosa-dosa kita.
Sungguh besar kasih Allah itu dan sungguh ajaib komitmen
Buletin BAIT Online-www.buletin.baitonline.org
Halaman 24
Download