ukt dikti dasar abc model

advertisement
Investasi
Keuangan
Syari’ah
Oleh: Edi Jaenudin
Disampaikan pada Seminar Nasional
FEB Universitas Padjadjaran
Bandung, 20 April 2017
TOPIK PEMBAHASAN
1. Konsep
Investasi
Keuangan Syariah
2. Jenis-Jenis
Investasi
Keuangan Syariah
3. Perkembangan
Investasi
Keuangan Syariah
di Indonesia
4. Hambatan dan
Tantangan
Investasi
Keuangan Syariah
di Indonesia
Kewajiban Berikhtiar
Manusia diperintahkan untuk berikhtiar mencapai kesejahteraan dan
kebahagiaan.
“Apabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah di muka bumi
dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya
kamu beruntung.” (QS Al-Jumu’ah :10)
“Jika telah melakukan shalat shubuh, janganlah kalian tidur, maka
kalian tidak akan sempat mencari rezeki.” (HR Thabrani)
Allah mencintai hambaNya yang bertaqwa, kaya dan sederhana.
“Sesungguhnya Allah SWT mencintai hamba yang bertakwa, kaya,
lagi menyembunyikan (simbol-simbol kekayaannya).” (HR Muslim)
Prinsip Dasar Ikhtiar
Niat Benar
Input Halal
Proses
Syariah
Pengelolaan
Profesional
Doa dan
Pasrah
Bentuk Umum Investasi
INVESTASI
Investasi
Langsung
Investasi pada
Barang Produksi
dan Modal Kerja
Investasi Tidak
Langsung
Investasi
Pasar Uang
(< 1 tahun)
Investasi
Pasar Modal
(> 1 tahun)
Penyebab Transaksi terlarang
1) Terlarangnya Zat-nya;
2) Terlarangnya faktor selain Zatnya;
3) Ketidaksahan atau ketidak lengkapan akadnya.
Riba, Maysir dan Gharar
RIBA adalah Kelebihan atau imbalan atas pokok yang dikenakan hanya
berdasarkan atas pertimbangan waktu saja tanpa harus menanggung
kewajiban atau resiko.
MAYSIR atau judi adalah pekerjaan dimana hasilnya hanya sematamata ditentukan oleh PERMAINAN PELUANG semata (game of
chance).
Perjudian sangat tegas ditentang oleh Al-Quran.
“Sesungguhnya meminum khamar, judi, dan berkorban untuk
berhala adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Setan itu
hendak menimbulkan permusuhan lantaran meminum khamar dan
berjudi itu.” (QS Al Maaidah: 90-91).
Riba, Maysir dan Gharar (Lanjutan)
GHARAR bisa didefinisikan sebagai transaksi (jual atau beli) dari
probable items yang eksistensi dan karakteristiknya tidak pasti, karena
mempunyai RESIKO YANG TIDAK PERLU yang membuat perdagangan
itu bersifat spekulatif yang mengarah ke perjudian.
Gharar timbul ketika adanya ketidakpastian atau ketidakcukupan
informasi (jahl) dalam persyaratan-persyaratan yang ada dalam suatu
kontrak seperti harga, obyek transaksi, jumlah obyek, waktu
penyerahan, tempat penyerahan dan lainnya.
Resiko Usaha VS Gharar-Maysir
Resiko adalah ketidakpastian hasil dari suatu kejadian (event)
Tiada keuntungan (return) tanpa resiko (Al-Ghormi bil Ghonm)
Resiko usaha (Ghorm) berbeda dengan Gharar dan Maysir. Ghorm adalah
resiko yang timbul akibat faktor fundamental dari sebuah usaha (business
risk).
Ghorm adalah SUNATULLAH. Tiada jaminan atas keuntungan (Al-Kharaj bil
Daman).
“… Dan, tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti)
apa yang diusahakannya besok. Dan, tiada seorangpun yang dapat
mengetahui di bumi mana dia akan mati….” (QS Luqman: 34)
Dengan demikian konsep BEBAS RESIKO (risk-free risk) TIDAK ADA dalam
syariah.
Tragedi Investasi : Ponzi Scheme
Bernard Madoff
Former Chairman of
the NASDAQ stock exchange
PONZI SCHEME
Jaksa mengindentifikasi kerugian total yang diderita korban Madoff sekitar
$13.2 milyar sejak tahun 1996
Meskipun keturunan Yahudi, korbannya termasuk tokoh dan lembaga Yahudi
seperti Yeshiva University, the Women's Zionist Organization of America, and
Steven Spielberg's Wunderkinder Foundation.
Divonis 150 tahun
JENIS-JENIS INVESTASI
KEUANGAN SYARIAH
Saham
Syariah
Produk
Bank
Syariah
Investasi
Keuangan
Syariah
Sukuk
Reksa
Dana
Syariah
PRODUK BANK SYARIAH
1.
•GIRO
2.
•TABUNGAN
3.
•DEPOSITO
4.
•Produk lainnya
 Akad yang biasa digunakan adalah akad wadi’ah dan mudharabah.
SAHAM SYARIAH
SUKUK
REKSADANA SYARIAH
PERKEMBANGAN INVESTASI KEUANGAN SYARIAH DI
INDONESIA
-PERBANKAN SYARIAHData Bank Syariah, Unit Usaha Syariah dan Bank
Perkreditan Rakyat Syariah per 2017
12
Bank
Syariah
22
Unit
Usaha
Syariah
116
BPRS
PERKEMBANGAN INVESTASI KEUANGAN SYARIAH DI INDONESIA
-SAHAM SYARIAH-
PERKEMBANGAN INVESTASI KEUANGAN SYARIAH DI INDONESIA
-SAHAM SYARIAH-
PERKEMBANGAN INVESTASI KEUANGAN SYARIAH DI INDONESIA
-SUKUK-
PERKEMBANGAN INVESTASI KEUANGAN SYARIAH DI
INDONESIA
-REKSA DANA SYARIAH-
Hambatan Investasi Keuangan
Syariah
 Belum meratanya pemahaman dan atau pengetahuan
masyarakat Indonesia tentang investasi yang berbasis syariah,
 Belum ditunjangnya dengan peraturan yang memadai tentang
investasi syariah di Indonesia
 Adanya anggapan bahwa untuk melakukan investasi Syariah
dibutuhkan biaya yang relatif lebih mahal apabila
dibandingkan dengan investasi pada sektor keuangan lainnya
 Minimnya aturan-aturan hukum yang memayungi setiap
kegiatan dan atau transaksi syariah di pasar modal
 Aspek perlindungan terhadap para investor atau nasabah
pasar modal syariah
Tantangan Investasi Keuangan
Syariah
Bank syariah masih belum optimal pada pembiayaan
untuk investasi riil yang memang membutuhkan lebih
banyak energi dibandingkan pembiayaan jual-beli.
Dukungan semua pihak agar alokasi berbagai proyek
untuk kepentingan rakyat banyak yang didanai melalui
skema pembiayaan syariah.
Diperlukan kerja sama yang lebih konfrehensif sehingga
pengembangan investasi syariah bisa lebih cepat
berkembang.
REFERENSI
www.ojk.go.id
www.bi.go.id
www.detikinfo.com
Andis Septyani, Handriyo Akbar, Deltadi, Syahrul, Imam Sudrajat, Reza
Priyambada. “Perkembangan Investasi Syariah di Indonesia, Hambatan
dan Priorotas Pengembangnnya” Makalah Manajemen Investasi Islami
TERIMA KASIH
24
Download