Gerak adalah perubahan posisi suatu benda terhadap titik acuan

advertisement
KINEMATIKA GERAK
(Laporan Fisika Dasar)
Oleh :
Flora Gamasika
Hindun Nur Haqiqie
Iin Ariasuryana
Lesti Mantia Sari
1214121082
1214121091
1214121094
1214121109
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013
KINEMATIKA GERAK
Gerak adalah perubahan posisi suatu benda terhadap titik acuan. Titik acuan
sendiri didefinisikan sebagai titik awal atau titik tempat pengamat.
Gerak bersifat relatif artinya gerak suatu benda sangat bergantung pada titik
acuannya. Benda yang bergerak dapat dikatakan tidak bergerak, sebgai contoh
meja yang ada dibumi pasti dikatakan tidak bergerak oleh manusia yang ada
dibumi. Tetapi bila matahari yang melihat maka meja tersebut bergerak bersama
bumi mengelilingi matahari.
Contoh lain gerak relatif adalah B menggedong A dan C diam melihat B berjalan
menjauhi C. Menurut C maka A dan B bergerak karena ada perubahan posisi
keduanya terhadap C. Sedangkan menurut B adalah A tidak bergerak karena tidak
ada perubahan posisi A terhadap B. Disinilah letak kerelatifan gerak. Benda A
yang dikatakan bergerak oleh C ternyata dikatakan tidak bergerak oleh B. Lain
lagi menurut A dan B maka C telah melakukan gerak semu.
Gerak semu adalah benda yang diam tetapi seolah-olah bergerak karena gerakan
pengamat. Contoh yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah
ketika kita naik mobil yang berjalan maka pohon yang ada dipinggir jalan
kelihatan bergerak. Ini berarti pohon telah melakukan gerak semu. Gerakan semu
pohon ini disebabkan karena kita yang melihat sambil bergerak.
Pembagian Gerak
Bedasarkan lintasannya gerak dibagi menjadi 3 yaitu:

Gerak lurus yaitu gerak yang lintasannya berbentuk lurus

Gerak parabola yaitu gerak yang lintasannya berbentuk parabola

Gerak melingkar yaitu gerak yang lintasannya berbentuk lingkaran.
Sedangkan berdasarkan percepatannya gerak dibagi menjadi 2. Gerak
beraturan adalah gerak yang percepatannya sama dengan nol (a = 0) atau
gerak yang kecepatannya konstan. Gerak berubah beraturan adalah gerak
yang percepatannya konstan (a = konstan) atau gerak yang kecepatannya
berubah secara teratur.
1.Gerak Satu dan Dua Dimensi
Untuk mempermudah pembahasan tentang gerakan, kita akan mulai dengan
benda-benda yang posisinya dapat digambarkan dengan menentukan posisi satu
titik. Benda semacam itu dinamakan partikel. Orang cendrung membayangkan
partikel sebagai benda yang sangat kecil, namun sebenarnya tidak ada batas
ukuran yang ditetapkan oleh kata partikel. Sebagai contoh kadang-kadang lebih
enak bila mengganggap bumi sebagai partikel yang bergerak mengeliling matahari
dalam lintasan yang menyerupai lingkaran (tentunya jika dilihat dari planet atau
galaksi lain yang jauh bumi memang akan terlihat seperti sebuah titik kecil).
Dalam kasus ini kita tertarik untuk melihat lintasan pusat bumi mengelilingi
matahari sehingga ukuran dan rotasi bumi dapat kita abaikan.Dalam beberapa
persoalan astronomi bahkan keseluruhan tata surya dan galaksi dapat dianggap
sebagai sebuah partikel, Namun bila kita menganalisa rotasi atau struktur internal
dari bumi, maka kita tidak dapat lagi memperlakukan bumi sebagai sebuah
partikel tunggal. Tetapi pelajaran kita tentang gerakan partikel tetap berguna,
bahkan dalam kasus-kasus ini sekalipun, karena benda apapun, tak peduli betapa
rumitnya dapat dianggap sebagai kumpulan atau sistem partikel.
1.
Kelajuan, perpindahan dan kecepatan.
Kelajuan rata-rata partikel didefinisikan sebagai perbandingan jarak total yang
ditempuh terhadap waktu total yang dibutuhkan atau secara matematis dapat
ditulis :
Satuan SI kelajuan rata-rata adalah meter/sekon (m/s) dan satuan lazin di US
adalah feet/sekon (ft/s). satuan kelajuan sehari-hari di US adalah mile/jam
sedangkan dalam SI dikenal dengan km/jam.
Jika anda menempuh 200 km dalam 5 jam, maka kelajuan rata-rata anda adalah :
200/50 = 40 km/jam. Kelajuan rata-rata tidak menceritakan apa-apa tentang
rincian perjalanan itu. Anda mungkin berkendaraan dengan kelajuan tetap 40
km/jam selama 5 jam atau mungkin anda berkendaraan cepat selama sebagian
waktu dan lebih lambat selama sisa waktunya atau mungkin anda telah berhenti
untuk 1 jam dan kemudian berkendaraan dengan kelajuan berubah-ubah selama 4
jam yang lainnya.
Sedangkan untuk konsep kecepatan sama dengan konsep kelajuan tetapi berbeda
karena kecepatan mencakup arah gerakan. Agar mengerti konsep ini, terlebih
dahulu akan diperkenalkan konsep perpindahan. Mari kita buat sebuah sistem
koordinat dengan memilih titik acuan pada sebuah garis dengan titik asal O. untuk
tiap titik lain pada garis itu kita tetapkan sebuah bilangan x yang menunjukkan
seberapa jauhnya titik itu dari titik asal. Nilai x bergantung pada satuan (feet,
meter atau apapun) yang dipilih untuk mengukur jaraknya. Tanda x bergantung
pada posisi relatifnya terhadap titik asal O. kesepakatan yang biasanya kita pilih
adalah titik-titik di kanan titik asal diberi nilai positif dan titik-titik dikirinya
diberi nilai negatif.
Gambar 1 berikut ini menunjukkan sebuah titik yang berada pada posisi x1 pada
saat t1 dan berada pada posisi x2 pada saat t2. Posisi partikel dari titik x2 –
x1 disebut perpindahan partikel. Biasanya digunakan huruf Yunani delta (∆) untuk
menyatakan perubahan kuantitas, jadi perubahan x dapat ditulis menjadi ∆x atau
secara matematis dapat ditulis :
Gambar 1 perpindahan partikel dari x1 ke x2
Kecepatan adalah laju perubahan posisi. Kecepatan rata-rata partikel didefinisikan
sebagai perbandingan antara perpindahan (∆x) dengan selang waktu (∆t = t2 – t1).
Atau dapat ditulis dalam bentuk rumus :
Perhatikan bahwa perpindahan dan kecepatan rata-rata dapat bernilai positif atau
negatif, bergantung pada nilai x2 dan x1. Sesuai dengan perjanjian nilai positif
menyatakan partikel bergerak ke kanan dan nilai negatif menyatakan partikel
bergerak ke kiri.
Perhatikan gambar 2 berikut ini. Pada gambar ini terlihat sebuah lintasan partikel
yang berbentuk kurva dalam bidang koordinat x terhadap t, dimana x menyatakan
jarak dan t menyatakan waktu. Tiap titik pada kurva mempunyai nilai x, yang
merupakan lokasi partikel pada saat tertentu, dan sebuah nilai t, yang merupakan
saat partikel berada dilokasi tersebut. Pada grafik kita gambar garis lurus antara
posisi yang dinamai P1 dan posisi yang dinamai P2, perpindahan ∆x = x2 –
x1 dalam selang waktu ∆t = t2 – t1 . garis lurus yang menghubungkan P1 dan
P2 adalah sebuah sisi miring segitiga yang memiliki sisi tegak lurus ∆x dan sisi
datar ∆t. Rasio ∆x/∆t adalah kemiringan (gradien) garis lurus ini. Dalam istilah
goemetri, kemiringan ini merupakan ukuran kecuraman garis lurus pada grafik.
Untuk selang waktu tertentu ∆t, makin curam garisnya, makin besar nilai ∆x/∆t.
Karena kemiringan garis ini adalah kecepatan rata-rata untuk selang waktu ∆t,
maka kita mempunyai tampilan bentuk geometrik untuk kecepatan rata-rata.
Gambar 2 grafik x terhadap
2.
Kecepatan sesaat
Kecepatan sesaat pada saat tertentu adalah kemiringan garis lurus yang
menyinggung kurva x terhadap t pada saat itu. Gambar 3 adalah kurva x terhadap t
yang sama seperti pada gambar 2 yang menunjukkan ururtan selang waktu ∆t, ∆t1,
∆t2, ∆t3,….. yang masing-masing lebih kecil daripada selang sebelumnnya. Untuk
tiap selang waktu ∆t, kecepatan rata-rata adalah kemiringan garis lurus yang
sesuai untuk selang itu. Gambar menunjukkan bahwa, jika selang waktu menjadi
lebih kecil, garis lurusnya menjadi semakin curam, tetapi garis tersebut tak pernah
lebih miring dari pada garis singgung pada kurva t1. Kemiringan garis singgung
ini kita definisikan sebagai kecepatan sesaat pada t1.
Gambar 3 grafik x versus t dari gambar 2
Penting disadari bahwa perpindahan ∆x bergantung pada selang waktu ∆t. Ketika
∆t mendekati nol, demikian juga ∆x (seperti dapat dilihat dari gambar 3), rasio
∆x/∆t mendekati kemiringan garis yang menyinggung pada kurva. Karena
kemiringan garis singgung adalah limit rasio ∆x/∆t jika t mendekati nol. Kita
dapat menyatakan kembali definisi kita sebagai berikut :
Kecepatan sesaat adalah limit rasio ∆x/∆t jika ∆t mendekati nol atau secara
matematis dapat ditulis :
Limit ini dinamakan turunan x terhadap t dalam notasi kalkulus ditulis :
Kemiringan ini dapat positif (x bertambah besar) atau dapat juga negatif (x
bertambah kecil), dengan demikian dalam gerak satu dimensi , kecepatan sesaat
dapat bernilai positif maupun negatif. Besarnya kecepatan sesaat disebut kelajuan
sesaat.
3.
Percepatan
Bila kecepatan sesaat sebuah partikel berubah seiring dengan berubahnya waktu,
maka partikel dikatakan dipercepat. Percepatan rata-rata untuk suatu selang waktu
tertentu ∆t = t2 – t1didefinisikan sebagai rasio ∆v/∆t dengan ∆v = v2 – v1 adalah
perubahan kecepatan sesaat untuk selang waktu tersebut.
Dimensi percepatan adalah panjang dibagi (waktu) 2. Satuan yang umum adalah
meter per sekon kwadrat atau ditulis m/s2. Artinya bila suatu benda dipercepat
dengan percepatan 10 m/s2, maka tiap detik , kecepatan benda tersebut bertambah
sebesar 10 m/s. misalnya pada saat t=0; v = 0 maka untuk detik pertama (t=1)
maka kecepatan benda menjadi 10 m/s, untuk detik kedua (t=2) kecepatan benda
menjadi 20 m/s dan seterusnya.
4.
Percepatan sesaat
Percepatan sesaat adalah limit (rasio ∆v/∆t) dengan ∆t mendekati nol. Jika kita
gambar grafik kecepatan terhadap waktu , percepatan sesaat pada saat t
didefinisikan sebagai kemiringan garis yang menyinggung kurva pada saat itu
Jadi percepatan adalah turunan kecepatan terhadap waktu. Notasi kalkulus untuk
turunan ini adalah dv/dt. Karena kecepatan adalah turunan posisi x terhadap waktu
t, percepatan adalah turunan kedua x terhadap waktu t, yang biasanya ditulis
d2x/dt2. Kita dapat melihat alasan notasi semacam ini dengan menulis percepatan
sebagai dv/dt dan mengganti v dengan dx/dt:
Jika kecepatan konstan maka percepatan akan sama dengan nol atau ∆v = 0 untuk
seluruh selang waktu. Dalam hal ini kemiringan kurva x terhadap t yang
bersangkutan tidak berubah. Secara matematik hubungan, percepatan, kecepatan,
jarak dan waktu dapat dijabarkan sebagai berikut :
Perubahan jarak terhadap waktu adalah kecepatan :
Perubahan kecepatan terhadap waktu adalah percepatan :
2. Gerak Lurus
Suatu benda melakukan gerak, bila benda tersebut kedudukannya (jaraknya)
berubah setiap saat terhadap titik asalnya ( titik acuan ).
Sebuah benda dikatakan bergerak lurus, jika lintasannya berbentuk garis lurus.
Contoh : - gerak jatuh bebas
- gerak mobil di jalan.
Gerak lurus yang kita bahas ada dua macam yaitu :
1. Gerak lurus beraturan (disingkat GLB)
2. Gerak lurus berubah beraturan (disingkat GLBB)
Definisi yang perlu dipahami :
1.Kinematika ialah ilmu yang mempelajari gerak tanpa mengindahkan
penyebabnya.
2.Dinamika ialah ilmu yang mempelajari gerak dan gaya-gaya penyebabnya.
Jarak dan Perpindahan pada Garis Lurus.
- Jarak merupakan panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu materi (zat)
- Perpindahan ialah perubahan posisi suatu benda yang dihitung dari posisi awal
(acuan)benda tersebut dan tergantung pada arah geraknya.
a. Perpindahan POSITIF jika arah gerak ke KANAN
b. Perpindahan NEGATIF jika arah gerak ke KIRI
contoh:
* Perpindahan dari x1 ke x2 = x2 - x1 = 7 - 2 = 5 ( positif )
* Perpindahan dari x1 ke X3 = x3 - x1 = -2 - ( +2 ) = -4 ( negatif )
Gerak Lurus Beraturan ( GLB )
Gerak lurus beraturan ialah gerak dengan lintasan serta kecepatannya selalu tetap.
Kecepatan ( v ) ialah besaran vektor yang besarnya sesuai dengan perubahan
lintasan tiap satuan waktu.
Kelajuan ialah besaran skalar yang besarnya sesuai dengan perubahan lintasan
tiap satuan waktu.
Pada Gerak Lurus Beraturan ( GLB ) berlaku rumus :
x=v.t
dimana : x = jarak yang ditempuh ( perubahan lintasan )
v = kecepatan
t = waktu
Grafik Gerak Lurus Beraturan ( GLB )
a. Grafik v terhadap t
Kita lihat grafik di samping : dari rumus x = v . t, maka :
t=1
det,
x = 20 m
t=2
det,
x = 40 m
t=3
det,
x = 60 m
t=4
det,
x = 80 m
Kesimpulan : Pada grafik v terhadap t, maka besarnya perubahan lingkaran benda
( jarak ) merupakan luas bidang yang diarsir.
b. Grafik x terhadap t.
v
Kelajuan rata-rata dirumuskan :
x
t
Kesimpulan : Pada Gerak Lurus beraturan kelajuan rat-rata selalu tetap dalam
selang waktu sembarang.
Gerak Lurus Berubah Beraturan ( GLBB )
Hal-hal yang perlu dipahami dalam GLBB :
1. Perubahan kecepatannya selalu tetap
2. Perubahan kecepatannya tiap satuan waktu disebut : PERCEPATAN. ( notasi =
a)
3. Ada dua macam perubahan kecepatan :
a. Percepatan : positif bila a > 0
b. Percepatan : negatif bila a < 0
4. Percepatan maupun perlambatan selalu tetap.
a=
v
t
Bila kelajuan awal = vo dan kelajuan setelah selang waktu t = vt, maka :
a=
vt  vo
t
at = vt -vo
vt = vo + at
Oleh karena perubahan kecepatan ada 2 macam ( lihat ad 3 ) , maka GLBB juga
dibedakan menjadi dua macam yaitu :
GLBB dengan a > 0 dan GLBB < 0 , bila percepatan searah dengan kecepatan
benda maka pada benda mengalami percepatan, jika percepatan berlawanan arah
dengan kecepatan maka pada benda mengalami perlambatan.
Grafik v terhadap t dalam GLBB.
a>0
a>0
a<0
vo=0
vo  0
vo  0
vt = vo + at
vt = vo + at
vt = vo + at
vt = at
GRAFIKNYA BERUPA “GARIS LURUS”
JARAK YANG DITEMPUH = LUAS GRAFIK V TERHADAP T.
x = Luas trapesium
= ( vo + vt ) . 21 t
= ( vo + vo + at ) . 21 t
= ( 2vo + at ) . 21 t
x = vot +
1
2
at2
Grafik x terhadap t dalam GLBB
a > 0; x = vot +
1
2
a < 0; x = vot +
at2
1
2
at2
GRAFIKNYA BERUPA ‘PARABOLA”
Gerak Vertikal Pengaruh Gravitasi Bumi.
a. Gerak jatuh bebas.
Gerak jatuh bebas ini merupakan gerak lurus berubah beraturan tanpa
kecepatan awal
( vo ), dimana percepatannya disebabkan karena gaya tarik bumi dan disebut
percepatan grafitasi bumi ( g ).
Misal : Suatu benda dijatuhkan dari suatu ketinggian tertentu, maka :
Rumus GLBB : vt = g . t
y=
1
2
g t2
b. Gerak benda dilempar ke bawah.
Merupakan GLBB dipercepat dengan kecepatan awal vo.
Rumus GLBB : vt = vo + gt
y = vot +
1
2
gt2
c. Gerak benda dilempar ke atas.
Merupakan GLBB diperlambat dengan kecepatan awal vo.
Rumus GLBB : vt = vo - gt
y = vot -
1
2
gt2
y = jarak yang ditempuh setelah t detik.
Syarat - syarat gerak vertikal ke atas yaitu :
a. Benda mencapai ketinggian maksimum jika vt = 0
b. Benda sampai di tanah jika y = 0
3. Gerak Melingkar
Jika sebuah benda bergerak dengan kelajuan konstan pada suatu lingkaran
(disekeliling lingkaran ), maka dikatakan bahwa benda tersebut melakukan gerak
melingkar beraturan.
Kecepatan pada gerak melingkar beraturan besarnya selalu tetap namun arahnya
selalu berubah, arah kecepatan selalu menyinggung lingkaran, maka v selalu tegak
lurus garis yang ditarik melalui pusat lingkaran ke sekeliling lingkaran tersebut.
* Pengertian Radian.
1 (satu) radian adalah besarnya sudut tengah lingkaran yang panjang busurnya
sama dengan jari-jarinya.
Besarnya sudut :
 =
S
R
radian
S = panjang busur
R = jari-jari
Jika panjang busur sama dengan jari-jari, maka  = 1 radian.
Satu radian dipergunakan untuk menyatakan posisi suatu titik yang bergerak
melingkar
( beraturan maupun tak beraturan ) atau dalam gerak rotasi.
Keliling lingkaran = 2 x radius, gerakan melingkar dalam 1 putaran = 2 radian.
1 putaran = 3600 = 2 rad.
1 rad =
360
= 57,30
2
* Frekwensi dan perioda dalam gerak melingkar beraturan.
Waktu yang diperlukan P untuk satu kali berputar mengelilingi lingkaran di sebut
waktu edar atau perioda dan diberi notasi T. Banyaknya putaran per detik disebut
Frekwensi dan diberi notasi f. Satuan frekwensi ialah Herz atau cps ( cycle per
second ).Jadi antara f dan T kita dapatkan hubungan : f . T = 1
f=
1
T
* Kecepatan linier dan kecepatan sudut.
Jika dalam waktu T detik ditempuh jalan sepanjang keliling lingkaran ialah 2R,
maka kelajuan partikel P untuk mengelilingi lingkaran dapat dirumuskan : v =
s
t
Kecepatan ini disebut kecepatan linier dan diberi notasi v.
Kecepatan anguler (sudut) diberi notasi  adalah perubahan dari perpindahan
sudut persatuan waktu (setiap saat). Biasanya dinyatakan dalam radian/detik,
derajat perdetik, putaran perdetik (rps) atau putaran permenit (rpm).
Bila benda melingkar beraturan dengan sudut rata-rata ()dalam radian perdetik :
=
=
sudut gerakan (radian)
waktu (det ik ) yang diperlukan untuk membentuk sudut tersebut .

t
jika 1 putaran maka :  =
2
rad/detik
T
atau
=2f
Dengan demikian besarnya sudut yang ditempuh dalam t detik :
=t
atau
=2ft
Dengan demikian antara v dan  kita dapatkan hubungan :
v=R
* Sistem Gerak Melingkar Pada Beberapa Susunan Roda.
 Sistem langsung.
Pemindahan gerak pada sistem langsung yaitu melalui persinggungan roda yang
satu dengan roda yang lain.
Pada sistem ini kelajuan liniernya sama, sedangkan kelajuan anguler tidak sama.
v1 = v2, tetapi 1  2
 Sistem tak langsung.
Pemindahan gerak pada sistem tak langsung yaitu pemindahan gerak dengan
menggunakan ban penghubung atau rantai.
Pada sistem ini kelajuan liniernya sama, sedangkan kelajuaan angulernya tidak
sama.
v1 = v2, tetapi 1  2
 Sistem roda pada satu sumbu ( CO-Axle )
Jika roda-roda tersebut disusun dalam satu poros putar, maka pada sistem tersebut
titik-titik yang terletak pada satu jari mempunyai kecepatan anguler yang sama,
tetapi kecepatan liniernya tidak sama.
A = R = C , tetapi v A  v B  v C
*Percepatan centripetal.
Jika suatu benda melakukan gerak dengan kelajuan tetap mengelilingi suatu
lingkaran, maka arah dari gerak benda tersebut mempunyai perubahn yang tetap.
Dalam hal ini maka benda harus mempunyai percepatan yang merubah arah dari
kecepatan tersebut.
Arah dari percepatan ini akan selalu tegak lurus dengan arah kecepatan, yakni
arah percepatan selalu menuju kearah pusat lingkaran. Percepatan yang
mempunyai sifat-sifat tersebut di atas dinamakan Percepatan Centripetal. Harga
percepatan centripetal (ar) adalah :
( kecepa tan linier pada benda ) 2
ar =
jari  jari lingkaran
v2
ar =
R
atau
ar = 2 R
Gaya yang menyebabkan benda bergerak melingkar beraturan disebut GAYA
CENTRIPETAL yang arahnya selalu ke pusat lingkaran. Sedangkan gaya reaksi
dari gaya centripetal (gaya radial) ini disebut GAYA CENTRIFUGAL yang
arahnya menjauhi pusat lingkaran. Adapun besarnya gaya-gaya ini adalah :
F=m.a
Fr = m . ar
Fr = m .
v2
R
atau
Fr = m 2 R
Dengan :
Fr = gaya centripetal/centrifugal
m = massa benda
v = kecepatan linier
R = jari-jari lingkaran.
Beberapa Contoh Benda Bergerak Melingkar
1. Gerak benda di luar dinding melingkar.
v2
N=m.g-m.
R
2. Gerak benda di dalam dinding melingkar.
v2
N = m . g cos  - m .
R
v2
N=m.g+m.
R
N=m.
v2
N = m . g cos  + m .
R
v2
- m . g cos 
R
N=m.
v2
-m.g
R
3. Benda dihubungkan dengan tali diputar vertikal.
T=m.g+m
v2
R
v2
T = m m . g cos  + m
R
v2
T=m.
- m . g cos 
R
4. Benda
dihubungkan
dengan
v2
T=m.
-m.g
R
tali
diputar
mendatar
centrifugal/konis)
T cos  = m . g
T sin  = m .
v2
R
Periodenya T = 2
L cos
g
Keterangan : R adalah jari-jari lingkaran
5. Gerak benda pada sebuah tikungan berbentuk lingkaran mendatar.
v2
N . k = m .
R
N = gaya normal
N=m.g
(ayunan
4. Gerak Parabola
Dalam gerak parabola komponen yang terdapat didalamnya adalah komponen di
sumbu x dan komponen di sumbu y. Untuk komponen disumbu x dengan kemiring
tertentu kecepatannya adalah konstan,dari keadaan awal sampai keadaan akhir
atau sering teman - teman sebut (GLB) sedangkan untuk komponen sumbu y
dengan kemiringan tertentu kecepatannya selalu mengalami perubahan atau sering
teman - teman sebut sebagai GLBB. Misalkan sebuah benda dengan kecepatan
awal vo dilemparkan keatas dan membentuk sudut alpha. Komponen kecepatan
awal disumbu x adalah :
Sedangkan, komponen kecepatan awal di sumbu y adalah :
Komponen kecepatan pada saat t :
=> untuk komponen kecepatan disumbu x adalah sama pada saat kapanpun(GLB)
=> untuk komponen kecepatan disumbu y mengalami kecepatan yang berubahubah(GLBB). Dari titik awal sampai ketingggian maksimum mengalami
perlambatan
sedangkan
dari
titik
tertinggi
ke
titik
jatuh
mengalami
percepatan.Untuk menghitung kecepatan pada komponen sumbu y pada saat t bisa
menggunakan rumus GLBB yang sudah di terangkan pada materi sebelumnya.
Menghitung kecepatan pada saat t :
dalam menentukan kecepatan ini maka harus dketahui dulu kecepatan v disumbu
x pada saat t nya dan kecepatan v di sumbu y pada saat t nya.
Rumus yang sering digunakan dalam mengerjakan soal gerak parabola yaitu:
1. Waktu tempuh untuk mencapai tinggi maksimum :
2. Ketinggian maksimum :
3. Jarak terjauh sampai menyentuh tanah :
Jenis-Jenis Gerak Parabola yaitu:

Gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal
dengan sudut alpha terhadap garis horizontal

Gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal
pada ketinggian tertentu dengan arah sejajar horizontal

Gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal
dari ketinggian tertentu dengan sudut teta terhadap garis horizontal
DAFTAR PUSTAKA
Giancoli, Douglas C.2001.FISIKA Edisi Ke Lima Jilid 1.Jakarta
Anonim.2013.http://www.2shared.com/file/clmjLC-
i/Gerak_1_dimensi__part1_.html
diakses pada tanggal 13 Maret 2013 11.00 WIB
Anonim.2013. http://www.2shared.com/file/clmjLC-i/Gera Lurus_.html
diakses pada tanggal 12 Maret 2013 11.00 WIB
Anonim.2013.http://www.2shared.com/file/clmjLCi/Gerak_2_dimensi__part1_.html diakses pada tanggal 13 Maret 2013 11.00 WIB
Anonim.2013. http://www.2shared.com/file/clmjLC-i/Gerak Melingkar _.html
diakses pada tanggal 13 Maret 2013 11.00 WIB
Anonim.2013.http://www.2shared.com/file/clmjLCi/Gerak_Parabola__part1_.html
diakses pada tanggal 11 Maret 2013 11.00 WIB
Download