pandangan dunia prokerakyatan dalam kumpulan puisi doa untuk

advertisement
Pandangan Dunia Prokerakyatan........ (Muqolis Agung K) 442
PANDANGAN DUNIA PROKERAKYATAN DALAM KUMPULAN PUISI
DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W.S. RENDRA
PRO-PEOPLE WORLD VIEW ON DOA UNTUK ANAK CUCU POEM COMPILATION WRITTEN
BY W.S. RENDRA
Oleh: Muqolis Agung Kurniawan, Universitas Negeri Yogyakarta,
[email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) hubungan pandangan dunia Rendra dan
kelompok sosialnya dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu dan (2) ekspresi pandangan dunia
prokerakyatan Rendra dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kumpulan puisi
karya W.S. Rendra yang berjudul Doa untuk Anak Cucu. Penelitian difokuskan pada masalah yang
berkaitan dengan pandangan dunia prokerakyatan Rendra dengan teknik baca dan teknik catat. Data
dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif yang keabsahannya diperoleh melalui validitas referensial
dan reliabilitas data dengan berlandaskan pada teori strukturalisme genetik.
Berdasarkan analisis data yang dilakukan menunjukkan hasil penelitian sebagai berikut: (1)
Pandangan dunia Rendra menentukan posisi Rendra sebagai bagian dari kelompok sosial yang pro
terhadap rakyat. Rendra dan kelompok sosialnya terbentuk atas kesadaran tentang kebenaran relatif,
bahwa kebenaran bukan milik sekelompok orang. Pandangan dunia Rendra diantaranya yaitu menolak
pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan tidak berpihak terhadap kesejahteraan rakyat. Rakyat
Indonesia seharusnya menjadi inti dari pembangunan, karena rakyat adalah pewaris kebudayaan
Indonesia. (2) Melalui puisi-puisi yang terdapat dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu Rendra
mengungkapkan realitas politik yang dijalankan politisi-politisi di masa pemerintahan Orde Baru masih
mencontoh sistem pemerintahan di jaman penjajahan. Tokoh-tokoh hero problematik yang terdapat dalam
puisi-puisi dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu adalah cerminan kondisi sosial pada masa Orde
Baru. Sikap perlawanan arus dan pengungkapan fakta-fakta yang dilakukan Rendra semata-mata untuk
kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.
Kata kuci: prokerakyatan, pandangan dunia, sosiologi sastra, strukturalisme genetik.
Pandangan Dunia Prokerakyatan........ (Muqolis Agung K) 443
Abstrack
The purposes of research are describe (1) connection between Rendra’s view on world and his
social group in Doa Untuk Anak dan Cucu poem compilation and (2) Rendra’s expression on pro-people
world view in Doa Untuk Anak dan Cucu poem compilation.
The study is a descriptive qualitative research which the subject of research is Doa Untuk Anak
dan Cucu poem compilation written by W.S. Rendra. It focuses on the problem which related to Rendra’s
pro-people world view. Data are taken by using reading and noting methods then analyzed with
qualitative descriptive technique which data validity are taken through referential validity and realibility
based on genetic structuralism theory.
The results of the research show: (1) Rendra’s view on world determines his position as a part of
social group which support the people. Rendra and his social group are formed upon the awareness on
relative truth that the truth doesn’t belong to certain individuals or groups. One of Rendra’s world views
is his refusal to authoritarian government of Orde Baru which doesn’t take side on social welfare.
Indonesia people should become the main concern of country development because Indonesian people
are the heir of their culture. (2) Through the poems on in Doa Untuk Anak dan Cucu , Rendra expressed
politic reality which demonstrated by Orde Baru politicians which is still imitated colonialism
government system. Problematic hero figures who appear on Doa Untuk Anak dan Cucu poem
compilation are the reflection of social circumstance in Orde Baru era. Resistance and fact exposures
which have done by Rendra are only to achieve the better world for the next generation of Indonesian
people.
Keywords: pro-people, world view, literature sociology, genetic structuralism.
Pandangan Dunia Prokerakyatan........ (Muqolis Agung K) 444
sosial Rendra antara lain tertuang dalam
PENDAHULUAN
bagi
Karya sastra adalah salah satu sarana
kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu
sastrawan
(2013).
untuk
menyampaikan
Berdasarkan
pembacaan
awal
aspirasi, pemikiran, bahkan juga ideologi
terhadap puisi-puisi Doa untuk Anak Cucu,
yang
lisan
Rendra mencoba menyuarakan gagasan
maupun tulisan. Melalui karya sastra yang
prorakyat. Keberpihakan Rendra atas rakyat
ditulisnya,
sangat
dituangkan
dalam
bentuk
sastrawan
mencoba
kuat.
Karena
Rendra
bersama
mengekspresikan berbagai fenomena yang
kelompok sosialnya menyadari betul akan
terjadi dalam masyarakat. Karya-karya yang
penderitaan dan ketidakadilan yang dialami
dihasilkan oleh seorang sastrawan dapat
oleh rakyat.
dianggap sebagai ekspresi kegelisahan dari
Melalui
analisis
terhadap
latar
seorang pengarang, sebagai bagian dari
belakang sejarah pengarang dapat diketahui
masyarakatnya. Dalam hal ini sebenarnya
bagaimana fakta kemanusiaannya. Menurut
karya sastra hadir sebagai proses kreatif
Goldmann (via Faruk, 2005:13), fakta
pengarang yang bermula pada kenyataan
kemanusiaan merupakan respon-respon dari
hidup untuk menciptakan sesuatu yang baru.
subjek kolektif atau individual yang juga
Sebuah seni yang diciptakan oleh para
pembangunan
pengarang
menciptakan
memodifikasi situasi yang ada agar cocok
keindahan hidup dan indahnya percintaan,
bagi aspirasi-aspirasi subjek itu. Subjek
melainkan seni juga mengungkapkan kritik
kolektif yang dimaksudkan Goldmann tidak
tentang
maupun
lain suatu kelompok sosial yang mewakili
penguasa
kelas sosial tertentu. Analisis terhadap fakta
bukan
hanya
ketidakadilan
penyalahgunaan
kekuasaan
terhadap masyarakat.
W.S.
Rendra
suatu
percobaan
untuk
kemanusiaan inilah yang dikatakan Faruk
merupakan
salah
seorang penyair Indonesia yang menulis
(2005:14) sebagai
proses
genesis
dari
struktur karya sastra.
puisi untuk menyuarakan kepedihannya atas
Dari puisi “Pertanyaan Penting”,
fenomena yang terjadi di Indonesia. Rendra
penyair bercerita tentang kepeduliannya
menempatkan puisi sebagai sarananya untuk
terhadap kaum buruh, petani, dan juga para
menyampaikan kritik-kritik yang terjadi
aktifis yang meninggal akibat kekejaman
pada masyarakat Indonesia. Kritik- kritik
pemerintahan pada saat itu. Dari puisi
Pandangan Dunia Prokerakyatan........ (Muqolis Agung K) 445
“Politisi Itu Adalah”, penyair menuliskan
alasan
gambaran jelas bahwa politisi-politisi yang
terekspresikan dalam puisi-puisi Rendra
berada pada jaman Orde Baru adalah politisi
tidak dapat dilepaskan dari aspirasi atau
palsu, politisi yang hanya berkedok sebagai
ideologi
politisi. Dalam puisi “Kesaksian Akhir
berpihak pada kelompok masyarakat yang
Abad”, penyair juga membahas tentang
terpinggirkan.
ketidakadilan
terhadap
digunakan juga karena kumpulan puisi Doa
rakyatnya. Penyair menyebutkan bahwa
untuk Anak Cucu adalah catatan yang
rakyat Indonesia belum merdeka. Rakyat
berhadapan
Indonesia tidak mendapatkan hak mereka
Reformasi.
pemerintah
sebagai warga negara yang berdaulat rakyat.
Beberapa
puisi
terdapat
prokerakyatan
yang
dianutnya
yang
yang
Strukturalisme
langsung
selalu
genetik
dengan
peristiwa
Untuk membahas hubungan sastra
dalam
dengan masyarakat, strukturalisme genetik
kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu
merupakan teori penting dari sosiologi sastra
ditulis penyair dalam jangka waktu yang
yang
berdekatan.
tersebut.
merefleksi
yang
bahwa
Sehingga
Dalam
hal
kedua
ini,
hal
Goldmann
menyatakan bahwa karya sastra merupakan
kejadian yang terjadi pada saat itu. Selain
sebuah struktur. Akan tetapi, struktur itu
ditulis dalam jangka waktu yang hampir
bukanlah sesuatu yang statis, melainkan
sama, puisi-puisi tersebut memiliki tema
merupakan produk dari proses sejarah yang
yang
yaitu
menggambarkan
setiap
dapat
hubungan
kejadian-
sama,
langsung
penyair
membedah
puisi-puisi
tersebut
terus berlangsung, proses strukturasi dan
prokerakyatan
Rendra
destruktusasi yang hidup dan dihayati oleh
kepada rakyat Indonesia terhadap kekejian
masyarakat
pemerintahan Orde Baru.
bersangkutan (Faruk, 2010:56).
Berdasarkan latar belakang tersebut,
asal
karya
sastra
yang
Pendekatan ini merupakan satu-
maka penelitian ini akan mengkaji masalah
satunya
pandangan
merekonstruksikan
pandangan
kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu
pengarang.
seperti
dengan
Marxisme yang cenderung positivistik dan
dunia
prokerakyatan
menggunakan
dalam
perspektif
pendekatan
Bukan
yang
mampu
pendekatan
struktutalisme genetik. Pilihah terhadap
mengabaikan
strukturalisme genetik dilatarbelekangi
sastra. Goldmann (via Rachmat Djoko
kelitereran
dunia
sebuah
karya
Pandangan Dunia Prokerakyatan........ (Muqolis Agung K) 446
Pradopo. et al, 2002:60) tetap berpijak pada
strukturalisme
karena
prinsip struktural
ia
menggunakan
yang dinafikan oleh
pendekatan
marxisme,
hanya
kelemahan
pendekatan
strukturalisme
diperbaiki
dengan
memasukkan
saja,
faktor
genetik di dalam memahami karya sastra.
Dari sudut pandang sosiologi sastra,
Karya
merupakan
sastra
dan
struktur
masyarakat
yang
berhubungan.
Hubungan struktur karya sastra dengan
struktur
masyarakat
dimediasi
oleh
pandangan dunia pengarang. Pandangan
dunia
dalam
karya
sastra
merupakan
pandangan pengarang sebagai individu yang
mewakili
subjek
kolektif.
Pandangan
strukturalisme genetik memiliki arti penting,
pengarang ini terlihat melalui struktur karya
karena menempatkan karya sastra sebagai
sastra yang dihasilkannya.
data
dasar
penelitian,
memandangnya
Menurut
Goldmann
(via
Faruk,
sebagai suatu sistem makna yang berlapis-
1999:16)
lapis yang merupakan suatu totalitas yang
istilah
tak
menyeluruh dari gagasan-gagasan, aspirasi-
dapat
dipisah-pisahkan
(Damono,
pandangan
yang
dunia
merupakan
bagi
kompleks
cocok
1979:42). Hakikatnya karya sastra selalu
aspirasi
berkaitan dengan masyarakat dan sejarah
menghubungkan
yang turut mengkondisikan penciptaan karya
anggota-anggota suatu kelompok sosial
sastra, walaupun tidak sepenuhnya di bawah
tertentu yang mempertentangkannya dengan
pengaruh faktor luar tersebut. Menurut
kelompok-kelompok
Goldmann (via Faruk, 1999b:12), struktur
Sebagai suatu kesadaran kolektif, pandangan
itu bukanlah sesuatu yang statis, melainkan
dunia itu berkembang sebagai hasil dari
merupakan produk dari proses sejarah yang
situasi sosial dan ekonomi tertentu yang
terus berlangsung, proses strukturasi dan
dihadapi oleh subjek yang memilikinya.
destrukturasi yang hidup dan dihayati oleh
masyarakat
karya
secara
sosial
yang
bersama-sama
yang
lain.
Tujuan pandangan dunia digunakan
dalam penelitian adalah untuk mengetahui
Faruk,
hubungan antara teks puisi, kehidupan sosial
1999b:15) percaya pada adanya homologi
pengarang, dan peristiwa sejarah yang
antara struktur karya sastra dengan struktur
melatarbelakangi lahirtnya puisi tersebut.
masyarakat sebab keduanya merupakan
Jika diaplikasikan pandangan dunia terhadap
produk di aktivitas strukturasi yang sama.
Rendra dalam kumpulan puisinya Doa untuk
Goldmann
sastra
perasaan-perasaan,
yang
bersangkutan.
asal
dan
(via
Pandangan Dunia Prokerakyatan........ (Muqolis Agung K) 447
Anak Cucu,maka melalui pandangan dunia
pustaka, yaitu mempergunakan sumber-
akan tergambar
yang
sumber tertulis untuk memperoleh data.
mewakili kelompok sosialnya menyikapi
Teknik simak dan teknik catat, berarti
fakta-fakta kemanusiaan yang terjadi pada
peneliti sebagai instrumen kunci melakukan
masyarakat pada saat itu.
penyimakan secara cermat, terarah dan teliti
gagasan Rendra
terhadap sumber data primer dan sumber
data sekunder yakni sasaran penelitian yang
METODE PENELITIAN
Metode utama yang dipergunakan
dalam penelitian ini bertumpu pada metode
berupa teks kumpulan puisi Doa untuk Anak
Cucu.
Instrumen
deskriptif analisis. Metode ini dilaksanakan
dalam
penelitian
ini
dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta
adalah peneliti sendiri. Peneliti melakukan
yang ada dalam karya sastra, dalam hal ini
rencana, mengumpulkan data, menafsir data,
adalah fakta-fakta cerita dalam kumpulan
menganalisis, sampai melaporkan hasilnya
puisi Doa untuk Anak Cucu karya W.S.
(Moleong,
Rendra yang kemudian dilanjutkan dengan
menjadi instrumen penelitian adalah peneliti
analisis terhadap fakta-fakta tersebut. Dari
sendiri sebagai pelaksanaan penelitian.
fakta puisi tersebut kemudian dipadukan
2001:
121).
Artinya
yang
Dalam penelitian ini, peneliti akan
dengan realitas yang ada di masyarakat.
menganalisis
Pendekatan
Penjelasan dalam kata dan kalimat yang ada
yang
dipergunakan
adalah
pendekatan strukturalisme genetik.
Dalam
penelitiannya
penelitian
adalah
ini
pandangan
puisi
secara
deskriptif.
pada puisi dilakukan secara deskriptif,
objek
dalam
hal
ini
peneliti
dunia
penjelasan mengenai segala sesuatu yang
pengarang yang ada dalam kumpulan puisi
menunjukkan
tersebut. Penelitian ini akan difokuskan pada
kelompok sosial pengarang dan ekspresi
objek penelitian terhadap pandangan dunia
pandangan dunia prokerakyatan.
prokerakyatan dalam kumpulan puisi Doa
untuk Anak Cucu karya W.S. Rendra.
Teknik
pengumpulan
data
adanya
menampilkan
pandangan
dunia
Penelitian ini menggunakan validitas
semantis karena validitas semantis berfungsi
yang
untuk mengukur tingkat kesensitifan suatu
dipergunakan dalam penelitian ini adalah
teknik terhadap makna-makna simbolik
teknik pustaka, simak dan catat. Teknik
yang relevan dengan konteks tertentu,
Pandangan Dunia Prokerakyatan........ (Muqolis Agung K) 448
sedangkan
validitas
konstruk
berusaha
banyak menemukan kendala, selain harus
menganalisis relasi data dan konteksnya
melepaskan
dirinya
dari
misteri
dan
dengan teori yang relevan.
ambiguitas, Rendra juga menyadari bahwa
pengertian analisis struktural penting untuk
HASIL
PENELITIAN
DAN
mencapai relevansi politis dalam sajak-
PEMBAHASAN
sajaknya. Rendra tidak lagi menggunakan
Hasil Penelitian
metafora simbolis dan surealistis, yang ia
Hasil penelitian pandangan dunia
prokerakyatan dalam kumpulan puisi Doa
gunakan adalah metafora-metafora baru
yang plastis dan grafis.
Keberpihakan Rendra terhadap hak-
untuk Anak Cucu dapat ditarik dua hasil
hak rakyat yang tertindas oleh pemerintahan
penelitian.
Pertama, hubungan pandangan dunia
Rendra
dan
kelompok
sosialnya
Orde baru juga terdapat dalam puisinya yang
berjudul
“Hak
Oposisi”.
Terjadinya
merefleksikan kondisi sosial yang terjadi
penyeragaman ideologi dan sikap otoriter di
pada rakyat di dalam pemerintahan yang
kalangan elit pemerintahan menyebabkan
otoriter.
rakyat
Kedua, setelah penentuan pandangan
geram
kehidupan
atas
yang
kebohongan
ada
di
siklus
Indonesia.
dunia Rendra dengan kelompok sosialnya,
Pandangan Rendra tentang penyeragaman
maka
selanjutnya
pandangan
dunia
menentukan
ekspresi
ideologi pada masa pemerintahan Orde Baru
pengarang
dalam
tersebut senada dengan pernyataan Wiji
kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu.
Thukul
dalam puisinya
yang berjudul
“Peringatan”. Kondisi sosial di Indonesia
PEMBAHASAN
yang telah didominasi oleh pemerintahan
1. Hubungan Pandangan Dunia Rendra
Orde Baru membuat puisi Rendra dan puisi
dan
Wiji Thukul memiliki kesamaan visi.
Kelompok
Sosialnya
dalam
Kumpulan Puisi Doa untuk Anak Cucu.
Rakyat menginkan adanya lawan
mengungkapkan
politik dalam pemerintahan di Indonesia
tema sosial-politik dalam karya-karyanya.
pada saat itu. Karna tanpa adanya lawan
Dalam perjalanannya memunculkan tema
politik rakyat tetap merasa tidak nyaman.
sosial-politik dalam puisi-puisinya, Rendra
Sikap oposisi pada kebekuan nilai politik
Rendra
banyak
Pandangan Dunia Prokerakyatan........ (Muqolis Agung K) 449
Hak hukum yang tidak
dilindungi
oleh lembaga pengadilan yang
mandiri
adalah hukum yang ditulis di
atas air. (Rendra, 2013:35)
dan budaya inilah yang pada akhirnya
menjadi benang merah pamflet Rendra baik
dalam puisi, drama dan juga essainya. Sikap
Rendra dalam menerjemahkan suara rakyat
bahwa pemerintah membutuhkan oposisi
tercantum
dalam
penggalan bait
Pandangan
puisi
Rendra
tentang
kesejahteraan rakyat seharusnya menjadi
berikut.
Tanpa oposisi: sumpek.
Tanpa oposisi: kamu akan
terasing dari kami
Tanpa oposisi, akan kamu
dapati gambaran palsu
tentang dirimu.
Tanpa oposisi kamu akan sepi
dan onani. (Rendra, 2013:11)
poin utama dalam sebuah pembangunan
serupa dengan pandangan Seno Gumira
Adjidarma sebagai sesama satrawan. Seno
Gumira
Ajidarma
adalah
yang
mengangkat
pengarang
dilakukan
oleh
masyarakat
memang
menggulingkan
beberapa
kalangan
bertujuan
kekuasaan
untuk
satu
peristiwa
faktual masa Orde Baru ke dalam beberapa
karyanya:
Pemberontakan-pemberontakan yang
salah
kumpulan
cerpen
Penembak
Misterius, Iblis Tak Pernah Mati, Dilarang
Menyanyi Di Kamar Mandi, Kalatidha, dan
Trilogi Insiden.
pemerintahan
Pada masa Orde Baru Seno Gumira
pada masa itu. Hal tersebut disebabkan
Adjidarma menuangkan pandangan realitas
karena banyaknya kasus penindasan rakyat
sosial yang sebenarnya ke dalam karya
oleh pemerintah pada masa Orde Baru.
sastra karena pada masa Orde Baru dunia
Rakyat yang sama sekali tidak mendapatka
jurnalistik dikendalikan oleh pemerintah,
perlindungan
sehingga hampir semua media masa tidak
hukum
hanya
pasrah
menghadapi kenyataan tersebut. Rendra
memberitakan
menggambarkan
sebenarnya
realitas
tersebut
pada
kenyataan
dan
yang
sosial
yang
menyudutkan
penggalan bait puisi “Kesaksian Akhir
pemerintah. Berita-berita yang sampai ke
Abad” berikut.
masyarakat
Dengan puisi ini aku bersaksi
bahwa rakyat Indonesia belum
merdeka.
Rakyat yang tanpa hak hukum
bukanlah rakyat merdeka.
adalah
berita
yang
telah
dibelokkan oleh pemerintah untuk menutupi
aksi
OPK
(Operasi
Pemberantasan
Kejahatan) yang menimbulkan teror bagi
para pelaku kejahatan dan waraga
Pandangan Dunia Prokerakyatan........ (Muqolis Agung K) 450
masyarakat biasa. Rendra mendeskripsikan
ciptakan adalah bentuk kritik terhadap
kejadian tersebut dalam puisinya yang
sistem pemerintahan yang dijalankan Negara
berjudul
Indonesia. Secara tidak langsung Rendra dan
“Sajak
Bulan
Mei
1998
di
Indonesia” seperti dalam bait berikut.
kawan-kawannya
kelompok
Bau anyir darah yang kini
memenuhi udara
menjadi saksi yang akan
berkata:
Apabila pemerintah sudah
menjarah Daulat Rakyat,
apabila cukong-cukong sudah
menjarah ekonomi bangsa,
apabila aparat keamanan sudah
menjarah keamanan,
maka rakyat yang terkekang
akan mencontoh penguasa,
lalu menjadi penjarah di pasar
dan jalan raya. (Rendra,
2013:21)
tersebut
sosial
yang
membentuk
menyuarakan
gagasan-gagasan yang sama.
2.
Ekspresi
Pandangan
Dunia
Rendra
dalam
Prokeraakyatan
Kumpulan Puisi Doa untuk Anak Cucu
Setelah menentukan kelompok sosial
dari Rendra, maka selanjutnya menentukan
genesis dari kumpulan puisi Doa untuk Anak
Cucu
karya
W.S.
Rendra.
Menurut
Goldmann (via Faruk, 2010:168) genesis
berada pada faktor-faktor sosial, yakni
Puisi-puisi Rendra yang sebagian
besar bercerita tentang otoritarian para
penguasa negeri tidak hanya mendapat
apresiasi dari sesama sastrawan saja, tetapi
banyak dari kalangan musisi mengapresiasi
karya dari Rendra, diantaranya Iwan Fals,
Sawo jabo, dan Setiawan Djodi yang
tergabung
dalam
grup
musik
Kantata
Takwa. Kantata Takwa adalah grup musik
yang bicara mengenai masalah sosial, politik
dan ekonomi.
Di dalam grup musik Kantata Takwa
Rendra berperan sebagai penyumbang ide
dan lirik-lirik yang terdapat dalam lagu-lagu
Kantata Takwa. Lagu-lagu yang mereka
dengan mengidentifikasi asal kelompok
sosial pengarang dan posisi kelompok sosial
tersebut dalam struktur kelas masyarakat
secara keseluruhan.
Rendra selalu bertanggungjawab atas
puisi-puisi yang ia tulis. Karena dalam
penciptaan puisinya, Rendra menganalisa
fakta, lalu mengerucut kepada kesimpulan
yang bersumber dari penghayatan, bukan
semata-mata hanya menyimpulkan. Puisipuisi yang terdapat dalam kumpulan puisi
Doa untuk Anak Cucu merupakan kesadaran
Rendra dan kelompok sosialnya dalam
memperjuangkan gagasan atas berbagai
Pandangan Dunia Prokerakyatan........ (Muqolis Agung K) 451
sebab kita harus selalu
waspada.
Gajah di pelupuk mata
ditembak saja,
Sebab
ia
mengganggu
pemandangan.”
(Rendra,
2013:27)
peristiwa yang menyudutkan rakyat kecil
sebagai
korban
kekuasaan
dan
tidak
mendapat perlindungan hukum. Rendra
dengan
jelas
menyatakan
melalui
puisi-puisinya
keberpihakannya
terhadap
rakyat, bahwa rakyat tidak seharusnya
ditindas, dan kemerdekaan bukan milik
penguasa semata.
Dalam
Kesadaran akan suatu kebenaran
pada akhirnya akan berdampak terhadap
pencarian nilai pada kelompok sosial.
dunia
politik,
politisi
dibutakan dengan jabatan yang mereka
miliki, sehingga cenderung tidak bijak
dalam menggunakan hak dan kekuasaan
yang mereka miliki. Kecenderungan tersebut
berdampak buruk terhadap kesejahteraan
Pandangan dunia Rendra melalui puisipuisinya memberi warna baru terhadap
perkembangan sastra Indonesia. Sikap jujur
dalam pengungkapan kebenaran-kebenaran
membuat puisi Rendra tidak seperti labirin
bagi pembacanya.
rakyatnya. Untuk mencapai tujuan-tujuan
yang
diinginkan,
politisi
dan
elite
pemerintahan menjadikan rakyat sebagai
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
tumbal untuk mendapatkan kekayaan dan
kekuasaan.
Rendra
berpendapat
bahwa
rakyat adalah korban kekuasaan dan korban
ketidakadilan.
Politisi
yang
hanya
mementingkan diriya sendiri dan tidak
menjalankan aspirasi-aspirasi dari rakyatnya
terlihat pada penggalan bait puisi “Politisi
Itu Adalah” berikut ini.
“Kuman di seberang lautan
tampak.
Gajah di pelupuk mata tak
tampak.”
Itu kata rakyat jelata.
Tapi para polotisi berkata:
“Kuman di seberang lautan
harus tampak,
Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan, penelitian tentang pandangan
dunia prokerakyatan dalam kumpulan puisi
Doa untuk Anak Cucu karya W.S.Rendra
dapat disimpulkan sebagai berikut.
1.
Pandangan
dunia
prokerakyatan
Rendra dalam kumpulan puisi Doa untuk
Anak
Cucu
meliputi:
(1)
menolak
pemerintahan Orde Baru yang otoriter. (2)
rakyat
hendaknya
dijadikan
inti
pembangunan. (3) membela hak-hak rakyat
miskin.
(4)
rakyat
kebudayaan Indonesia.
adalah
pewaris
Pandangan Dunia Prokerakyatan........ (Muqolis Agung K) 452
Dalam kumpulan puisi Doa untuk
pemerintahan Orde Baru masih mencontoh
Anak Cucu dapat ditemukan pandangan
sistem pemerintahan di jaman penjajahan.
dunia
Tokoh-tokoh hero problematik yang terdapat
pengarang
keberpihakannya
mengungkapkan
yang
dalam puisi-puisi dalam kumpulan puisi
tertindas akibat sistem pemerintahan Orde
Doa untuk Anak Cucu adalah cerminan
Baru yang otoriter. Pemerintahan pada masa
kondisi sosial pada masa Orde Baru. Sikap
Orde
otoriter
perlawanan arus dan pengungkapan fakta-
menyebabkan pembangunan tidak berdasar
fakta yang dilakukan Rendra semata-mata
pada kesejahteraan rakyat. Pandangan dunia
untuk kehidupan yang lebih baik bagi
Rendra tersebut secara tidak langsung
generasi penerus bangsa.
Baru
terhadap
yang
rakyat
cenderung
menentukan posisi Rendra sebagai bagian
dari kelompok sosial yang pro terhadap
Saran
rakyat. Rendra dan kelompok sosialnya
Beberapa saran dari peneliti ini,
terbentuk atas kesadaran tentang kebenaran
melihat
relatif,
disampaikan di atas maka saran yang akan
bahwa
kebenaran
bukan
milik
sekelompok orang.
2.
Ekspresi
pandangan
dunia
Doa untuk Anak Cucu meliputi: (1) realitas
politik. (2) pembelaan terhadap kaum
marjinal. (3) makna kemerdekaan. (4)
tokoh-tokoh hero problematik. (5) kesadaran
kolektif mengungkap kebenaran.
Dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak
Cucu Rendra mengungkapkan fakta bahwa
belum
kesimpulan
yang
telah
dikemukakan sebagai berikut.
prokerakyatan Rendra dalam kumpulan puisi
Indonesia
hasil
seutuhnya
merdeka.
Melalui puisi-puisi yang terdapat dalam
Pertama,
bagi
pembaca
pada
umumnya, semoga penelitian ini mampu
menambah
wawasan
mengembangkan
serta
pengetahuan
mampu
mengenai
model penelitian sastra. Selain itu, pembaca
juga diharapkan mampu lebih mengenal
beberapa
teori
sastra,
terutama
yang
digunakan dalam penelitian ini, sehingga
pembaca mampu mengerti manfaat dari teori
tersebut untuk mengkaji sebuah karya sastra.
Kedua, penelitian ini hanya terbatas
kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu
Rendra mengungkapkan realitas politik yang
pada
seputar
pandangan
dunia
dijalankan politisi-politisi di masa
prokerakyatan beserta relasi pembentuknya
Pandangan Dunia Prokerakyatan........ (Muqolis Agung K) 453
dengan pendekatan strukturalisme genetik.
Moleong,
Lexy
Sudah tentu pula penelitian ini belum dapat
Penelitian
mengkaji semua aspek yang terdapat dalam
Rosdakarya.
J.
2001.
Kualitatif.
Metodologi
Bandung:
kumpulan puisi ini. Pandangan dunia Rendra
Pradopo, Rahmat Djoko. 2007. Beberapa
diharapkan mampu menumbuhkan sikap
Teori Sastra Metode Kritik dan
kritis kita dalam hal membela hak-hak
Penerapanya.
rakyat. Semoga penelitian ini dapat menjadi
Pelajar.
referensi bagi penelitian selanjutnya.
Jakarta:
Rendra, W.S. 2013. Doa untuk Anak Cucu.
Yogyakarta: Bentang.
DAFTAR PUSTAKA
Damono, Sapardi Djoko. 1979. Sosiologi
Sastra Sebuah Pengantar Ringkas.
Jakarta:
Pusat
Pembinaan
dan
Pengembangan Bahasa.
Faruk HT. 1999. Pengantar Sosiologi
Sastra, dari Strukturalisme Genetik
sampai
Post-modernisme.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
.
2005.
Pengantar
Sosiologi
Sastra, dari Strukturalisme Genetik
sampai
Post-modernisme.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
.
2010.
Pengantar
Sosiologi
Sastra, dari Strukturalisme Genetik
sampai
Post-modernisme
Pustaka
(edisi
revisi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Download