siaran pers

advertisement
SIARAN PERS
Pusat Hubungan Masyarakat
Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110
Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711
www.kemendag.go.id
Kemendag Ajak Pelaku Usaha Peduli Konsumen
Jakarta, 25 Oktober 2013 – Pelaku usaha diwajibkan memberikan informasi yang benar, jelas,
jujur dan beritikad baik. Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan
Konsumen, Nus Nuzulia Ishak, pada acara Sosialisasi Perlindungan Konsumen hari ini (25/10), di
Senayan City, Jakarta.
Sosialisasi dihadiri sekitar 250 peserta yang berasal dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia
(APPBI), Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (APRINDO), Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Retail
Modern Indonesia (AP3MI), Gabungan Asosiasi Perusahaan Makanan dan Minuman (GAPMI),
Asosiasi Pengusaha Mainan Anak (APMI), Gabungan Pengusaha Elektronik Indonesia (GABEL),
Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (ASPARINDO).
Lebih lanjut, Dirjen SPK juga menjelaskan beberapa kebijakan di bidang perlindungan konsumen,
yaitu tentang label, manual dan kartu garansi, serta SNI wajib. Berdasarkan Permendag No. 62/MDAG/PER/12/2009 tentang Kewajiban Pencantuman Label Pada Barang Dalam Bahasa Indonesia
yang telah diubah dengan No. 22/M-DAG/PER/5/2010, maka sebanyak 45 jenis produk telematika
dan elektronika wajib menggunakan label dalam bahasa Indonesia.
Sedangkan berdasarkan Permendag No. 19/M-DAG/PER/5/2009 tentang Pendaftaran Petunjuk
Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi Purna Jual Dalam Bahasa Indonesia Bagi Produk
Telematika dan Elektronika, maka sebanyak 103 produk yang terdiri dari 46 jenis barang
elektronika keperluan rumah tangga, telekomunikasi dan informatika, 8 jenis barang sarana bahan
bangunan, 24 jenis barang keperluan kendaraan bermotor, dan 25 jenis barang lainnya diwajibkan
mempunyai manual dan kartu garansi dalam bahasa Indonesia. Selain kedua hal tersebut, saat ini
sebanyak 95 produk telah dikenakan SNI wajib.
Dalam upaya penegakan hukum, lanjut Dirjen SPK, Kementerian Perdagangan melakukan kegiatan
pengawasan barang beredar di pasar secara rutin. "Dari kegiatan pengawasan pasar tahun 2011
hingga Juni 2013 telah dihasilkan 927 temuan. Temuan terbesar adalah pelanggaran terhadap
ketentuan label, disusul SNI wajib serta buku manual dan kartu garansi. Sebanyak 74% temuan
berasal dari produk impor dan sisanya sebanyak 26% berasal dari produk dalam negeri," jelas
Dirjen SPK.
Dirjen SPK juga menyampaikan bahwa dari hasil temuan pengawasan tahun 2012, telah dilakukan
tindak lanjut terhadap pelanggaran pidana dan pelanggaran administrasi. Untuk pelanggaran
pidana dilakukan proses penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perlindungan Konsumen
(PPNS-PK), pelimpahan berkas ke Kejaksaan Agung melalui Mabes Polri dan proses persidangan di
Pengadilan Negeri. Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen Pasal 62, pelaku usaha
dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2
miliar. Untuk pelanggaran administrasi dapat ditindaklanjuti berupa teguran tertulis dan penarikan
barang dari peredaran, dengan tidak menutup kemungkinan dikenakan sanksi berupa pencabutan
izin usaha atau pendaftaran di bidang perdagangan.
--selesai-Informasi lebih lanjut hubungi:
Arlinda Imbang Jaya
Kepala Pusat Hubungan Masyarakat
Kementerian Perdagangan
Telp/Fax: 021-3860371/021-3508711
Email: [email protected]
Ganef Judawati
Direktur Pemberdayaan Konsumen
Ditjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen
Kementerian Perdagangan
Telp/Fax: 021-3858187/021-3857954
Email: [email protected]
Download